Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN KUNJUNGAN KUKM

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah


Psikologi Perkembangan

Disusun Oleh :

Yudho Bagus P 5315077596

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2007
BAB I
PENDAHULUAN

Seorang anak bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil,


karena ia mempunyai sifat berlainan dari orang dewasa. Ia harus tumbuh
dan berkembang sampai dewasa agar dapat berguna bagi masyarakat.
Walaupun pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-
norma tertentu, seorang anak dalam banyak hal bergantung kepada orang
dewasa. Masa neonatal masa sejak lahir sampai dengan 4 minggu (28
hari) sesudah kelahiran. Bayi adalah anak yang belum lama lahir. Bayi
baru lahir adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42
minggu dan berat badan lahir 2.500-4000 gram. Pertumbuhan dan
perkembangan anak dalam ilmu kesehatan anak istilah pertumbuhan dan
perkembangan menyangkut semua aspek kemajuan yang dicapai oleh
jazad manusia dari konsepsi sampai dewasa. Pertumbuhan berarti
bertambah besar dalam aspek fisis akibat multiplikasi sel dan
bertambahnya jumlah zat interseluler. Oleh karena itu pertumbuhan dapat
diukur dalam sentimeter atau incih dan dalam kilogram atau pound.
Percepatan tumbuh yang mencapai maksimum terjadi pada akhir
masa janin dan kemudian menurun terus sampai melewati masa bayi,
kemudian timbul percepatan tumbuh lagi pada masa adolesensi yang
kemudian menurun dan berhenti setelah mencapai umur dewasa.

2
BAB II
BATASAN USIA

I. TRIMESTER PERTAMA

Awal kehamilan anda ditandai berdasarkan


menstruasi terakhir anda. Banyak perubahan fisik
yang akan anda alami selama trimester pertama (3
bulan pertama kehamilan). Periode ini juga
merupakan periode tumbuh kembang yang cepat
bagi bayi anda.

Bulan Pertama Anda


• Perubahan pertama mulai terlihat pada minggu ke-4 masa
kehamilan.
• Rasa mual dalam mulut merupakan penanda pertama dan satu-
satunya perubahan fisik yang ada.

Bulan Pertama Bayi


• Pada minggu ke-2, struktur dasar susunan syaraf pusat dalam
kandungan mulai terbentuk.

Bulan Kedua Anda


• Pada minggu ke-5, sekalipun anda hanya mengalami menstruasi
atau bahkan tidak lagi mengalami menstruasi; anda akan
merasakan gejala menjelang menstruasi seperti kembung, gerah,
dan sakit kepala.
• Payudara mulai membesar dan menjadi lebih peka.

3
• Frekuensi buang air kecil bertambah.
• Pada minggu 6, vagina dan labia mayor mulai bereaksi terhadap
peningkatan aliran darah dengan berubah warna menjadi kebiru-
biruan.
• Mual dan muntah mulai terjadi.
• Pada minggu 7, kadang-kadang anda merasa pusing dan sesak
napas.
• Benjolan-benjolan kecil mulai muncul di payudara, dan area
seputar puting susu berubah warna menjadi lebih tua.
• Pada minggu 8, rambut anda mulai sulit ditata.
• Cairan vagina yang bening, putih, dan tak berbau mulai merembes
keluar.

Bulan Kedua Bayi


• Minggu 5, embrio dapat dilihat dengan mata
telanjang.
• Minggu 6, jantung berdegup; kepala, dada,
serta perut mulai terbentuk.
• Minggu 7, terbentuk lekukan-lekukan yang
menandai tempat dimana jari tangan dan jari
kaki akan tumbuh.
• Minggu 8, sekalipun panjang janin baru sekitar 2.5 cm (1 in), semua
organ bagian dalam sudah ada pada tempatnya dan sendi-sendi
utama seperti pundak dan pinggul sudah terlihat dengan jelas.

Bulan Ketiga Anda


• Minggu 9, kulit anda mengalami perubahan. Gusi mulai melunak
sehingga memerlukan perawatan lebih. Untuk keterangan lebih
lanjut, lihat Perubahan Fisik Lainnya.
• Kelenjar tiroid/ gondok disisi leher bagian depan membesar.

4
• Minggu 10, ukuran uterus anda sudah sebesar buah grapefruit
(buah sejenis jeruk)
• Payudara sudah lebih besar dari ukuran bra normal anda.
• Minggu 11, rasa mual, muntah dan morning sickness mulai hilang.
• Volume darah bertambah banyak, dan anda dapat mengalami
mimisan.
• Minggu 12, akhir dari trimester pertama, uterus sudah tumbuh lebih
tinggi dari tulang panggul dan terasa bila diraba dari luar.

Bulan Ketiga Bayi


• Minggu 9, mulut dan hidung sudah kelihatan;
kedua lengan pun tumbuh dengan cepat.
• Minggu 10, bentuk jari tangan dan jari kaki
sudah kelihatan, walaupun satu sama lainnya
masih tersambung oleh selaput kulit.
• Diakhir minggu 11, semua organ bagian
dalam sudah berbentuk dan berfungsi.
• Minggu 12, atau akhir trimester pertama— kelopak mata, kuku jari
tangan dan kaki telah kelihatan, persendian bisa bergerak, bayi
mampu mengisap dan menelan.
• Semua sistem dalam tubuh bayi telah berkembang dengan baik
dan banyak organ yang bentuknya hampir sempurna. Meskipun
dalam 12 minggu janin tumbuh dengan cepat, janin masih belum
mampu hidup di luar rahim.

II. TRIMESTER KEDUA

Pada trimester kedua masa hamil (bulan 4, 5, dan 6), gerakan janin
mulai terasa dan kehamilan anda mulai tampak. Janin sudah mulai

5
berbentuk manusia, mempunyai bulu mata dan cenderung menghisap ibu
jari tangan.
Bulan Keempat Anda
• Morning sickness mulai berkurang, bahkan akan hilang sama sekali
di akhir trimester kedua.
• Pinggang anda semakin melebar.
• Rasa mual menyebabkan produksi air ludah anda meningkat.
• Produksi keringat meningkat.
• Gerakan janin mulai terasa.

Bulan Keempat Bayi


Pada minggu ke-13 atau bulan pertama
trimester kedua, bentuk janin telah sempurna. Janin
tersebut akan terus membesar sepanjang sisa masa
kehamilan.
• Minggu ke-14, berat janin naik mencapai
sekitar 64 g (2 1/4 oz), padahal seminggu
yang lalu beratnya masih sekitar 28 g (kira-kira
1 oz). Janin tersebut telah mampu mengepalkan jari-jari tangan.
Alat ultrasound telah mendeteksi detak jantung.
• Minggu ke-16, gerakan janin semakin keras, dan otot-ototnya
semakin kuat. Bulu-bulu halus/ lanugo yang menutupi seluruh
tubuh dan alis mata mulai kelihatan.

Bulan Kelima Anda


• Ulu hati anda akan terasa panas.
• Kulit dan rambut semakin berubah. Warna kulit wajah anda akan
berubah menjadi coklat kekuningan (kloasma). Tahi lalat membesar
dan bertambah gelap. Waspadai adanya gejala kanker kulit dengan
berkonsultasi dengan dokter pribadi anda.

6
Bulan Kelima Bayi
• Pertumbuhan janin semakin pesat.
• Pada minggu ke-20, panjang janin mencapai
kira-kira 25 cm (10 inchi). Gigi dalam rahang
mulai terbentuk. Gerakan janin semakin kuat
karena otot-ototnya yang semakin menguat.
• Gerakan tersebut berupa sundulan-sundulan
lemah pada perut anda.

Bulan Keenam Anda


• Perubahan pada pembuluh darah terlihat jelas. Terdapat jalinan
garis ungu membentang di dada dan sepanjang paha. Anda juga
dapat mengalami varises dan wasir.
• Berat hamil anda telah mencapai kira-kira setengah dari total
kenaikan berat kehamilan. Pinggang dan pinggul menebal.
• Frekuensi buang air kecil meningkat karena tekanan uterus pada
kandung kemih. Kadang ditemui adanya infeksi.
• Rabas/ discharge vaginal semakin bertambah. Infeksi jamur juga
biasa terjadi. Berkonsultasilah dengan dokter pribadi anda untuk
mengatasinya.

Bulan Keenam Bayi


• Pada minggu ke-24, panjang janin telah
mencapai 33 cm (33 inchi). Janin sudah bisa
batuk dan tersedak. Janin tampak kurus
karena persediaan lemak tubuh belum
kelihatan (persediaan ini mulai kelihatan pada

7
minggu ke-28). Pada akhir trimester kedua, paru-paru telah
sempurna sehingga janin sudah mampu bernapas diluar
kandungan.

III. TRIMESTER KETIGA

Bulan Ketujuh, Kedelapan dan Kesembilan Anda


Dalam tiga bulan terakhir ini, beberapa penyakit menghilang tetapi
penyakit lain dapat bertambah parah. Beberapa masalah muncul
disebabkan karena ukuran tubuh anda yang semakin membesar, seperti:
• Uterus menjadi sangat besar dan keras.
• Uterus terasa berkontraksi dan terkadang terasa mengencang.
• Otot-otot menjadi semakin rileks sebagai persipan melahirkan.
Kondisi ini menyebabkan frekuensi buang air kecil semakin
meningkat sekitar 5 menit sekali, bahkan terkadang sampai
merembes keluar.
• Sesak napas karena paru-paru harus memasok udara untuk anda
dan janin.
• Gerakan anda menjadi kaku dan cenderung kurang terkoordinasi
karena berat dan ukuran badan yang bertambah.
• Nyeri punggung dan sakit kaki menjadi lebih parah.
• Sulit tidur dan menemukan posisi berbaring yang nyaman.
Kegelisahan sebagai calon ibu juga dapat menyebabkan sulit tidur.
Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan.
• Pada bulan terakhir anda akan merasa agak lega. Uterus telah
tumbuh meninggi kearah paru-paru sehingga tersedia ruang yang
cukup besar bagi janin. Tetapi pada minggu ke-36, uterus semakin
membesar sebagai persiapan proses melahirkan. Ruang untuk
janin semakin luas dan kepalanya sedikit menunduk, sehingga
anda lebih mudah bernapas.

8
• Sekitar minggu ke-40, tubuh anda sudah siap menhadapi proses
persalinan.

Bulan Ketujuh, Kedelapan dan Kesembilan Bagi Bayi Anda

• Pada awal trimester ketiga, janin diperkirakan dapat hidup di luar


rahim. Bayi prematur cenderung sulit bernapas dan menjaga panas
tubuh. Tetapi dengan bantuan peralatan medis modern, angka
harapan hidup masih cukup tinggi. Dalam periode ini, janin tumbuh
dan berkembang dengan sangat cepat. Janin berubah dari yang
sebelumnya berkeriput dan kurus menjadi halus dan gemuk berisi.
• Pada minggu ke-32, proporsi tubuh bayi sudah seperti yang anda
harapkan. Posisi kepala menunduk menghadap panggul anda
dengan berat sekitar 1,6 kg (3,5 lb).
• Pada minggu ke-36, janin telah memenuhi uterus dan posisi janin
berubah ke posisi kelahiran.
• Akhirnya, sekitar minggu 40, bayi anda siap untuk dilahirkan.
Setelah lahir, kelopak matanya membuka dan ia telah mampu
melihat cahaya. Kuku-kukunya sangat panjang sehingga harus
segera dipotong setelah lahir. Berat janin mencapai sekitar 3.4 kg
(7 1/2 lb).

9
Usia Perkembangan Pranatal Pada Manusia
Perkembangan pranatal merujuk kepada perkembangan dari
peringkat zigot sehingga proses penempelan.
Stage Hari Saiz Imej

1 minggu pertama 0.1-0.15

15 - 17
7 0.4
(minggu ke-3)

8 17 - 19 1.0 - 1.5

9 19 - 21 1.5 - 2.5

22 - 23
10 2 - 3.5
(minggu ke-4)

11 23 - 26 2.5 - 4.5

12 26 - 30 3-5

10
28 - 32
13 4-6
(minggu ke-5)

14 31 - 35 5-7

15 35 - 38 7-9

37 - 42
16 8 - 11
(minggu ke-6)

17 42 - 44 11 - 14

44 - 48
18 13 - 17
(minggu ke-7)

19 48 - 51 16 - 18

51 - 53
20 18 - 22
(minggu ke-8)

21 53 - 54 22 - 24

22 54 - 56 23 - 28

11
23 56 - 60 27 - 31

BAB III
TAHAPAN-TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA PRENATAL

Tahapan prenatal berlangsung selama sepuluh bulan berdasarkan


perhitungan bulan yang masing-masing panjangnya dua puluh delapan
hari atau sembilan bulan kalender. Tetapi periode ini dapat dan memang
berbeda-beda panjangnya, berkisar dari 180 sampai 344 hari. Bayi-bayi
yang dilahirkan sebelum waktunya kira-kira tiga kali lebih banyak daripada
bayi-bayi yang dilahirkan melebihi waktunya.
Meredith melaporkan bahwa panjang rata-rata periode prenatal
mencakup 38 minggu atau 266 hari. Namun 70% bayi berkisar antara 36
sampai 40 minggu (252 sampai 280 hari) dan 98% berkisar dari 34
sampai 42 minggu (238 sampai 294 hari).
Karena perkembangan sebelum kelahiran berjalan teratur dan
dapat diramalkan, maka ada kemungkinan untuk memberi jadwal waktu
dari proses perkembangan yang penting selama periode ini. Periode
prenatal biasanya dibagi dalam tiga tahap yaitu periode zigot, embrio, dan
janin masing-masing mempunyai panjang waktu yang dapat diramalkan
dan ditandai dengan perkembangan khusus. Perkembangan ini dan saat-
saat terjadinya secara normal diringkas dalam jadwal waktu dari
perkembangan prenatal.

Jadwal waktu dari perkembangan prenatal:

1. Periode zigot (sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua)

12
a. Bentuk zigot sebesar kepala peniti, tidak berubah karena tidak
mempunyai sumber makanan dari luar, hidupnya dipertahankan
kuning telur.
b. Dengan berjalannya zigot dari tuba Fallopi turun ke uterus, terjadi
banyak pembelahan dan zigot terbagi menjadi lapisan luar dan
lapisan dalam.
c. Lapisan luar kemudian berkembang menjadi placenta (ari-ari), tali
pusar, dan selaput pembungkus janin, lapisan dalam berkembang
menjadi manusia baru.
d. Sekitar sepuluh hari setelah pembuahan, zigot tertanam didalam
dinding uterine.

2. Periode embrio (akhir minggu kedua sampai akhir bulan berdasarkan


perhitungan bulan)
a. Embrio berkembang menjadi manusia dalam bentuk kecil.
b. Terjadi perkembangan besar, mula-mula di bagian kepala dan
terakhir pada anggota tubuh.
c. Semua bagian tubuh yang penting, baik bagian luar maupun dalam,
sudah terbentuk.
d. Embrio mulai bergerak didalan uterus, dan terjadi gerakan-gerakan
spontan dari anggota tubuh.
e. Placenta (ari-ari), tali pusar, dan selaput pembungkus janin
berkembang, ketiganya melindungi dan memberi makan embrio.
f. Pada akhir bulan kedua prenatal, berat embrio rata-rata 1 ¼ ons
dan panjangnya 1 ½ inchi.

3. Periode Janin (akhir bulan kedua perhitungan menurut bulan sampai


lahir)
a. Terjadi perubahan pada bagian-bagian tubuh yang telah terbentuk,
baik dalam bentuk/rupa maupun perubahan aktual, dan terjadi

13
perubahan dalam fungsi. Tidak tampak bentuk-bentuk baru pada
saat ini.
b. Pada akhir bulan ketiga, beberapa organ dalam cukup berkembang
sehingga dapat mulai berfungsi. Denyut jantung janin dapat
diketahui sekitar minggu kelima belas.
c. Pada akhir bulan kelima, berbagai organ dalam telah menempati
posisi hampir seperti posisi di dalam tubuh dewasa.
d. Sel-sel saraf, yang ada sejak minggu ketiga, jumlahnya meningkat
pesat selama bulan-bulan kedua, ketiga, dan keempat. Apakah
peningkatan pada saat ini akan terus berlangsung atau tidak,
bergantung pada kondisi di dalam tubuh ibu, seperti kekurangan
gizi yang sebaliknya mempengaruhi perkembangan sel saraf
terutama dalam bulan-bulan terakhir periode prenatal.
e. Biasanya gerak-gerak janin tampak pertama kali antara minggu
kedelapan belas dan dua puluh. Kemudian meningkat cepat
sampai akhir bulan kesembilan di mana gerakan mulai berkembang
karena penuhnya pembungkus janin dan tekanan pada otak janin
pada saat janin mengambil posisi kepala di bawah di daerah
pinggul dalam persiapan untuk lahir. Gerak-gerak janin ini berlainan
macamnya, yaitu menggelinding dan menendang, gerak pendek
atau cepat.
f. Pada akhir bulan ketujuh, janin sudah cukup berkembang dan
dapat hidup bila lahir sebelum waktunya.
g. Pada akhir bulan kedelapan, tubuh janin sudah lengkap terbentuk,
meskipun lebih kecil dibandingkan dengan bayi normal yang cukup
bulannya.

Kalau terjadi hambatan yang mencegah terjadinya perkembangan


menurut waktu yang tepat, individu akan mengalami cacat yang dapat
mengganggu selama hidupnya.

14
Pentingnya Kehamilan

Pada saat kehamilan, ada empat kondisi penting yang


mempengaruhi perkembangan individual selanjutnya.

Sifat Bawaan

Peristiwa penting yang pertama pada saat kehamilan menentukan


sifat bawaan individu yang baru diciptakan. Karena sifat bawaan
ditentukan satu kali saja untuk seluruh kehidupan seseorang pada saat
kehamilan.

Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya


dalam dua hal:
1. Faktor keturunan membatasi sejauh mana individu dapat berkembang.
Kalau kondisi-kondisi sebelum dan sesudah lahir menguntungkan, dan
kalau seseorang mempunyai dorongan yang sangat kuat, ia dapat
mengembangkan sifat-sifat fisik dan mental yang diwarisinya sampai
batas maksimumnya, tetapi tidak dapat berkembang lebih jauh lagi.
2. Bahwa sifat bawaan sepenuhnya merupakan masalah kebetulan, tidak
ada cara tertentu untuk mengendalikan jumlah kromosom dari pihak
ibu atau ayah yang akan diturunkan pada anak.

Jenis Kelamin

Penentuan jenis kelamin individu merupakan unsur penting kedua


yang terjadi pada saat pembuahan. Jenis kelamin bergantung pada jenis
spermatozoon yang menyatu dengan ovum.
Dua jenis spermatozoa matang diproduksi dalam jumlah yang
sama. Yang pertama mengandung 22 pasang kromosom ditambah 1

15
kromosom X, yang kedua mengandung 22 pasang kromosom ditambah 1
kromosom Y. Kromosom X dan Y adalah kromosom-kromosom penentu
jenis kelamin. Telur yang matang selalu mengandung kromosom X. Bila
telur ini dibuahi oleh spermatozoon pembawa kromosom Y, akan terjadi
anak laki-laki, kalau dibuahi oleh spermatozoon pembawa kromosom X,
anak yang lahir akan menjadi perempuan.
Ada 3 alasan mengapa jenis kelamin individu penting bagi
perkembangan selama hidupnya:
1. Setiap tahun anak-anak mengalami peningkatan tekanan-tekanan
budaya dari para orang tua, guru, kelompok sebaya mereka, dan
masyarakat yang mempengaruhi perkembangan pola-pola sikap dan
perilaku yang dipandang sesuai bagi kelompok jenis kelamin mereka.
2. Pengalaman belajar ditentukan jenis kelamin individu. Di rumah, di
sekolah, dan di dalam kelompok bermain, anak-anak belajar apa yang
dianggap pantas untuk anggota-anggota jenis kelamin mereka.
3. Sikap orang tua dan anggota-anggota keluarga penting lainnya
terhadap individu sehubungan dengan jenis kelamin mereka.

Jumlah anak

Peristiwa penting ketiga pada saat kehamilan atau sesudahnya


kejadian adalah menentukan anak akan lahir. Meskipun pada
umumnya peristiwa kelahiran hanya satu anak yang dilahirkan,
tetapi sering juga terjadi kelahiran kembar.
Apabila ovum yang matang dibuahi oleh satu spermatozoon
hasilnya adalah satu anak, kecuali bila telur yang telah dibuahi, zigot
membelah menjadi dua bagian atau lebih yang terpisah selama tahap-
tahap permulaan pembelahan sel. Apabila ini terjadi akan menghasilkan
kembar identik (uniovular) dua, tiga, atau lebih. Kalau dua ovum atau lebih

16
dibebaskan sekaligus dan dibuahi oleh spermatozoa yang berlainan, akan
menghasilkan kembar non identik (biovular/fraternal) dua, tiga, atau lebih.

Efek lahir kembar terhadap perkembangan

Sebagian besar penelitian tentang efek kelahiran kembar terhadap


perkembangan dibatasi pada kembar dua, karena kembar tiga, empat
,atau lebih sangat jarang terjadi dan tingkat kematian mereka lebih tinggi
daripada tingkat kematian kembar dua.
Alasan bahwa kelahiran kembar mempengaruhi pola
perkembangan tidak hanya karena terdapat perbedaan-perbedaan dalam
faktor keturunan tetapi baik lingkungan sebelum dan sesudah kelahiran
pada kelahiran tunggal berbeda dengan lingkungan pada kelahiran
kembar. Akibatnya terjadilah perbedaan dalam pola perkembangan, pola
perilaku, dan kepribadian.

Beberapa ciri umum anak kembar:

1. Kelambatan Perkembangan
Anak kembar cenderung mengalami kelambatan perkembangan fisik,
mental, motorik, dan berbicara dibandingkan dengan anak-anak
tunggal pada usia yang sama.

2. Perkembangan Fisik
Anak-anak kembar cenderung lebih kecil daripada anak tunggal. Hal
ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka belum cukup matang.
Mereka lebih sering menderita kerusakan otak dan cacat fisik lainnya
dibandingkan dengan anak tunggal.

3. Perkembangan Mental

17
Persamaan mental antara kembar identik lebih banyak daripada
kembar non identik, dan keadaan ini berlangsung sampai usia tua.
Kembar identik juga memperlihatkan persamaan-persamaan yang
kuat dalam hal kemampuan-kemampuan khusus.

4. Perkembangan Sosial
Anak kembar cenderung bersaing untuk memperoleh perhatian orang
dewasa, cenderung saling meniru perilaku, dan bicara dan cenderung
saling bergantung satu dengan lainnya dalam pergaulan pada masa
prasekolah.

5. Perkembangan Kepribadian
Banyak anak kembar mengalami kesulitan dalam mengembangkan
identitas pribadi. Hal ini terutama terjadi pada kembar identik dan
kembar non identik dengan jenis kelamin yang sama. Anak kembar
yang lain menikmati hubungan kekembaran yang erat dan mereka
senang atas perhatian yang mereka peroleh sebagai akibat dari
penampilan mereka yang sama. Keadaan ini menimbulkan rasa puas
diri dan percaya diri.

6. Perilaku yang Mengundang Masalah


Perilaku yang mengundang masalah dilaporkan lebih banyak terdapat
di antara anak kembar daripada anak tunggal dari usia yang sama.
Perilaku yang mengundang masalah juga dilaporkan lebih sering
terdapat pada kembar non identik daripada kembar identik.

Beberapa Ciri Umum Sehubungan Dengan Posisi Urutan:

Anak Pertama
 Berperilaku secara matang karena berhubungan dengan orang-orang
dewasa dan karena diharapkan memikul tanggung jawab.

18
 Benci terhadap fungsinya sebagai teladan bagi adik-adiknya sebagai
pengasuh mereka.
 Cenderung mengikuti kehendak dan tekanan kelompok dan mudah
dipengaruhi untuk mengikuti kehendak orang tua.
 Mempunyai perasaan kurang aman dan perasaan benci sebagai akibat
dari lahirnya adik yang sekarang menjadi pusat perhatian.
 Kurang agresif dan kurang berani karena perlindungan orang tua yang
berlebihan.
 Mengembangkan kemampuan memimpin sebagai akibat dari harus
memikul tanggung jawab dirumah. Tetapi ini sering disanggah dengan
kecenderungan untuk menjadi “bos.”
 Biasanya berprestasi tinggi atau sangat tinggi karena tekanan dan
harapan orang tua dan keinginan untuk memperoleh kembali perhatian
orang tua bila ia merasa bahwa adik-adiknya merebut perhatian orang
tua dari dirinya.
 Sering tidak bahagia karena adanya perasaan kurang aman yang
timbul dari berkurangnya perhatian orang tua dengan kelahiran adik-
adiknya yang benci karena mempunyai tugas dan tanggung jawab
yang lebih banyak dari pada adik-adiknya.

Anak Tengah
 Belajar mandiri dan bertualang adalah akibat dari kebebasan yang
lebih banyak.
 Menjadi benci atau berusaha melebihi perilaku kakaknya yang lebih
diunggulkan.
 Tidak menyukai keistimewaan yang diperoleh kakaknya.
 Bertingkah dan melanggar peraturan untuk menarik perhatian orang
tua bagi dirinya sendiri dan merebut perhatian orang tua dari kakak
atau adik-adikny.

19
 Mengembangkan kecenderungan untuk menjadi “bos,” mengejek
mengganggu atau bahkan menyerang adik-adiknya yang memperoleh
lebih banyak perhatian orang tua.
 Mengembangkan kebiasaan untuk tidak berprestasi tinggi karena
kurangnya harapan-harapan orang tua dan kurangannya tekanan
untuk berprestasi.
 Mempunyai tanggung jawab yang lebih sedikit dibandingkan tanggung
jawab anak pertama. Sering ditafsirkan bahwa anak tengan lebih
rendah daripada anak pertama. Hal ini melemahkan pengembangan
sifat-sifat kepemimpinan.
 Terganggu oleh perasaan-perasaan diabaikan orang tua yang
selanjutnya mendorong timbulnya berkembangnya gangguan perilaku.
 Mencari persahabatan dengan teman-teman sebaya diluar rumah, hal
ini seringkali mengakibatkan penyesuaian sosial yang lebih baik
daripada penyesuaian anak pertama.

Anak Bungsu
 Cenderung keras dan banyak menuntut sebagai akibat dari kurang
ketatnya disiplin dan “dimanjakan” oleh anggota-anggota keluarga.
 Tidak banyak memiliki rasa benci dan rasa aman yang lebih besar
karena tidak pernah disaingi oleh saudara-saudaranya yang lebih
muda.
 Biasanya dilindungi oleh orang tua dari serangan fisik atau verbal
kakak-kakaknya dan hal ini mendorong ketergantungan dan kurangnya
rasa tanggung jawab.
 Cenderung tidak berprestasi tinggi karena kurangnya harapan dan
tuntutan orang tua.
 Mengalami hubungan sosial yang baik di luar rumah dan biasanya
populer tetapi jarang menjadi pemimpin karena kurangnya kemauan
memikul tanggung jawab.

20
 Cenderung merasa bahagia karena memperoleh perhatian dan
“dimanjakan” anggota-anggota keluarga slama awal masa kanak-
kanak.

Perlu dipahami bahwa otak bayi dan anak bukanlah miniatur otak
dewasa. Otak bayi dan anak merupakan organ tubuh yang masih tumbuh
dan berkembang. Otak bayi dan anak akan tumbuh menjadi besar, lebih
besar, dan masih berkembang dari otak yang semula imatur menjadi otak
matur.
Masa selama 2 minggu setelah pembuahan atau disebut masa
praembrio terjadi pembelahan sel telur yang telah dibuahi. Sedangkan
pada usia kehamilan 2-8 minggu disebut sebagai masa embrio.
Awal pembentukan susunan saraf pusat atau otak dimulai setelah
kehamilan 8 minggu. Pertumbuhan dan perkembangan otak dimulai
dengan pembentukan lempeng saraf (neural plate) pada masa embrio,
yakni sekitar hari ke-16. Kemudian menggulung membentuk tabung saraf
(neural tube) pada hari le-22.
Pada minggu ke-5 mulailah terlihat cikal bakal otak besar di ujung
tabung saraf. Selajutnya terbentuklah batang otak, serebelum (otak kecil),
dan bagian-bagian lainnya.
Perkembangan otak sangat kompleks dan memerlukan beberapa
seri proses perkembangan, yang terjadi atas penambahan (poliferasi) sel,
perpindahan (migrasi sel), perubahan (diferensiasi) sel, pembentukan
jalinan saraf satu dengan yang lainnya (sinaps), dan pembentukan
selubung saraf (mielinasi).
Sel saraf (neuron) pada permulaan bentuknya masih sederhana,
mengalami pembelahan menjadi banyak, dan proses ini disebut
proliferasi. Proses proliferasi ini berlangsung selama kehamilan 4-24
minggu, dan selesai pada waktu bayi lahir.
Setelah proses proliferasi, sel saraf akan migrasi ke tempat yang
semestinya. Proses migrasi berlangsung sejak kehamilan kira-kira 16

21
minggu sampai akhir bula ke-6 masa gestasi. Proses migrasi ini terjadi
secara bergelombang, yaitu sel saraf yang bermigrasi awal akan
menempati lapisan dalam dan yang bermigrasi kemudian menempati
lapisan dalam dan yang bermigrasi kemudian menempati lapisan luar
korteks serebri.
Pada akhir bulan ke-6, lempeng korteks ini sudah memiliki
komponen sel neuron yang lengkap dan sudah tampak adanya
diferensiasi menjadi 6 lapis seperti orang dewasa.
Di tempat yang semestinya, sel saraf mengalami proses
diferensiasi (perubahan bentuk, komposisi, dan fungsi). Sel saraf berubah
menjadi sel neuron dengan cabang-cabangnya dan terbentuk pula sel
penunjang (sel Glia). Fungsi sel inilah yang mengatur kehidupan kita
sehari-hari.
Ada yang mengatakan penambahan jumlah sel saraf telah selesai
pada saat kelahiran. Setelah lahir hanya terjadi pematangan fungsi sel
saraf, tetapi selubung saraf atau myelin yang disebut mielinisasi masih
berkembang.
Tetapi, setelah lahir terjadi penambahan volume dan berat otak.
Dan, bayi tampak lebih pintar? Hal ini karena adanya pertumbuhan
serabut saraf, adanya peningkatan jumlah sel glia yang luar biasa dan
proses mieliniasi akibat proses stimulasi yang didapat saat lahir.
Uraian ringkas di atas menunjukkan pentingnya peran masa
prenatal dan pascanatal dalam perkembangan otak. Karena itu, bila kita
menghendaki agar anak mendatang mempunyai otak yang berkualitas
tinggi, maka diperlukan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap
perkembangan otak, yang harus dimulai sebelum ibu hamil untuk
mempersiapkan kehamilan, selama masa hamil, dan setelah bayi lahir
sampai proses perkembangan otak selesai.

22
BAB IV
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN
MASA KEHAMILAN

1. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi ibu memegang peranan yang


sangat penting dalam pertumbuhan bayi. Anda dapat
mengetahui pertumbuhan tersebut dengan menguasai
pengetahuan dasar tentang sistem reproduksi.

2. Pembuahan

Kehamilan dimulai pada saat sperma membuahi sel telur. Sel telur
yang telah dibuahi berkembang menjadi seorang bayi. Sel telur ini
tertanam di dalam rongga organ berotot yang dikenal sebagai uterus atau
rahim. Selama hamil, uterus membesar dan beratnya mencapai 20 kali
lipat dari berat asli.

3. Janin dan Plasenta

23
Bayi yang tumbuh di dalam kandungan disebut janin. Tali
kehidupan yang menghubungkan ibu dengan janin adalah plasenta. Pada
dasarnya plasenta adalah organ yang dipenuhi darah, satu sisi
berhubungan dengan ibu dan sisi lainnnya dengan janin. Plasenta
memberi jalan kepada oksigen dan nutrien dari ibu ke janin serta
mengalirkan sisa pencernaan dari janin ke ibu untuk dibuang.

4. Tali Pusar

Plasenta terhubung dengan janin oleh tali pusar yang terdiri dari 3
pembuluh darah. Dua diantaranya berfungsi mengalirkan darah dari janin
ke plasenta untuk dibersihkan; sedangkan pembuluh yang lainnya
berfungsi membawa oksigen dan nutrien ke janin.

5. Air Ketuban

Bagian vital dari sistem penunjang kehidupan janin adalah air


ketuban. Cairan ini memudahkan janin bergerak bebas, membantu
menjaga kestabilan suhu tubuh, melindungi janin sebagai bantalan, dan
menampung zat-zat sekresi dalam urin janin.
Bersiaplah menghadapi banyaknya perubahan yang terjadi dalam
tubuh anda selama masa kehamilan, yaitu:

6. Payudara

Pada waktu hamil, payudara akan membesar sehingga anda


memerlukan bra berukuran 2 kali lebih besar dari ukuran asli. Payudara
akan terasa mengencang, lebih peka, dan terkadang timbul rasa perih
atau sakit yang menusuk. Pembuluh-pembuluh darah di bawah kulit

24
nampak jelas, lebih banyak, dan lebih besar dari biasa. Puting susu dan
areola (area seputar puting) juga berubah. Kelenjar-kelenjar kecil
sekeliling puting jadi lebih menonjol, menggumpal, dan berubah warna.
Apabila payudara ditekan, puting seperti merembes dan keluar
cairan. Cairan seperti susu ini disebut kolostrum.

7. Uterus

Selama hamil, uterus membesar dan mampu menahan beban 1000


kali lebih besar dibanding sebelum hamil. Uterus juga bertambah berat
karena ukuran serat otot yang turut membesar.
Bila tangan diletakkan diatas uterus, anda dapat merasakan
kontraksi ototnya. Kontraksi ini terjadi sekitar 20 menit sekali, sangat pelan
dan tidak sakit. Kontraksi membantu pertumbuhan uterus dan memastikan
aliran darah ke seluruh bagian uterus.
Pada usia kehamilan akhir, uterus membesar dan menekan
pembuluh darah besar di dalam perut pada saat berbaring telentang.
Tekanan ini dapat menurunkan tekanan darah secara drastis sehingga
anda merasa pusing atau bahkan pingsan. Untuk menghindarinya,
cobalah berbaring miring dan jangan telentang.
Sekitar pertengahan sampai akhir masa kehamilan, uterus dapat
mendesak paru-paru. Anda mungkin merasa kurang nyaman dan perlu
menarik napas dalam-dalam agar paru-paru mendapat cukup udara.
Duduk tegak (sekalipun diatas tempat tidur) akan membantu bernapas
lebih mudah.

8. Vagina

25
Pada saat hamil, vagina anda membengkak dan kerutannya
menebal. Dinding vagina menjadi lebih licin dan mengeluarkan sedikit
cairan. Perubahan-perubahan ini dapat mempermudah jalannya proses
kelahiran.
Sekresi karena perubahan kondisi vagina bisa dapat mengeluarkan
bau yang tidak sedap. Berkonsultasilah dengan dokter bila hal ini terjadi.
Jangan menyemprotkan air ke dalam vagina untuk mengatasi masalah ini.
Sering-seringlah mencuci area genital ini lalu keringkan secara hati-hati.
Gunakan pakaian dalam dari bahan katun untuk kenyamanan anda.
BAB V
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak


Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dapat
dibagi dalam 2 bagian, yaitu:
• Faktor heredokonstitusionil
• Faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal)

1. Faktor Heredokonstusionil
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada
masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi
hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang
membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat
herediter. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe
tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal.
Haruslah diingat bahwa beberapa anak bertubuh kecil karena konstitusi
genetiknya dan bukan karena gangguan endokrin atau gizi. Peranan
genetik pada sifat perkembangan mental masih merupakan hal yang
diperdebatkan. Memang hereditas tidak dapat disangsikan lagi
mempunyai peranan yang besar tapi pengaruh lingkungan terhadap
organisme tersebut tidak dapat diabaikan. Pada saat sekarang para ahli

26
psikologi anak berpendapat bahwa hereditas lebih banyak mempengaruhi
inteligensi dibandingkan dengan lingkungan.

Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut, kemauan dan


temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan
dengan hereditas, yaitu:
• Jenis kelamin pada umur tertentu pria dan wanita sangat
berbeda dalam ukuran besar, kecepatan tumbuh, proporsi jasmani
dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal
tersendiri. Wanita menjadi dewasa lebih dini, yaitu mulai adolesensi
pada umur 10 tahun, pria mulai pada umur 12 tahun.
• Ras atau bangsa. Oleh beberapa ahli antropologi
disebutkan bahwa ras kuning mempunyai tendensi lebih pendek
dibandingkan dengan ras kulit putih. Perbedaan antar bangsa
tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih
tinggi dibandingkan dengan orang Italia.
• Keluarga tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga
terdapat anggota keluarga yang pendek anggota keluarga lainnya
tinggi.
• Umur kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan
pada masa fetus, masa bayi dan masa adolesensi.

2. Faktor Lingkungan

a. Faktor Prenatal

1) Gizi (defisiensi vitamin, yodium dan lain-lain)


Dengan menghilangkan vitamin tertentu dari dalam makanan
binatang yang sedang hamil, Warkany menemukan kelainan pada anak
binatang tersebut. Jenis kelainan tersebut dapat diduga sebelumnya
dengan menghilangkan vitamin tertentu. Telah dibuktikan pula bahwa

27
kurang makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran
mati dan kematian neonatal. Diketahui pula bahwa pada ibu dengan
keadaan gizi jelek tidak dapat terjadi konsepsi. Hal ini disinggung pula
oleh Warkany dengan mengatakan ‘The most serious congenital
malformation is never to be conceived at all”.

2) Mekanis (pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang


abnormal, trauma, oligohidroamnion)
Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan
oligohidroamnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti
clubfoot, mikrognatia dan kaki bengkok. Kelainan ini tidak terlalu berat
karena mungkin terjadi pada masa kehidupan intrauterine akhir.
Implantasi ovum yang salah, yang juga dianggap faktor mekanis dapat
mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan.

3) Toksin kimia (propiltiourasil, aminopterin, obat


kontrasepsi dan lain-lain)
Telah lama diketahui bahwa obat-obatan tersebut dapat
menimbulkan kelainan seperti misalnya palatoskizis, hidrosefalus, distosis
kranial.

4) Endokrin (diabetes mellitus pada ibu, hormon yang


dimakan, umur tua dan lain-lain)
Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes mellitus sering
menunjukkan kelainan berupa makrosomia, kardiomegali dan hiperplasia
adrenal. Hiperplasi pulau Langherhans akan mengakibatkan hipoglikemia.
Umur rata-rata ibu yang melahirkan anak mongoloid dan kelainan lain
umumnya lebih tinggi dibandingkan umur ibu yang melahirkan anak

28
normal. Ini mungkin disebabkan oleh kelainan beberapa endokrin dalam
tubuh ibu yang meningkat pada umur lanjut, walaupun faktor lain yang
bukan endokrin juga ikut berperan.

5) Radiasi (sinar Rontgen, radium dan lain-lain)


Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan
dapat mengakibatkan kelainan pada fetus. Contoh kelainan yang pernah
dilaporkan ialah mikrosefali. Spina bifida, retardasi mental dan deformitas
anggota gerak. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di
Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali, retardsai mental, kelainan
kongenital mata dan jantung.

6) Infeksi (trimester I: rubella dan mungkin penyakit lain,


trimester II dan berikutnya: toksoplasmosis, histoplasmosis,
sifilis dan lain-lain)
Rubela (German measles) dan mungkin pula infeksi virus atau bakteri
lainnya yang diderita oleh ibu pada waktu hamil muda dapat
mengakibatkan kelainan pada fetus seperti katarak, bisu-tuli, mikrosefali,
retardasi mental dan kelainan kongenital jantung. Kongenital merupakan
contoh infeksi yang dapat menyerang fetus intrauterin hingga terjadi
gangguan pertumbuhan fisik dan mental. Toksoplasmosis pranatal dapat
mengakibatkan makrosefali kongenital atau mikrosefali dan retinitis.

7) Imunitas (eritroblastosis fetalis, kernicterus)


Keadaan ini timbul atas dasar adanya perbedaan golongan darah
antara fetus dan ibu, sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah
merah bayi yang kemudian melalui plasenta masuk ke dalam peredaran
darah bayi yang akan mengakibatkan hemolisis. Akibat penghancuran sel
darah merah bayi akan timbul anemia dan hiperbilirubinemia. Jaringan
otak sangat peka terhadap hiperbilirubinemia ini dan dapat terjadi
kerusakan.

29
8) Anoksia embrio (gangguan fungsi plasenta)
Keadaan anoksia pada embrio dapat mengakibatkan
pertumbuhannya terganggu.

b. Fakto Pascanatal

1) Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif)


Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein,
karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin.

2) Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital)


Beberapa penyakit kronis seperti glumerulonefritis kronik,
tuberkulosis paru dan penyakit sesak dapat mengakibatkan retardasi
pertumbuhan jasmani. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita
kelainan jantung bawaan.

3) Keadaan sosial-ekonomi
Hal ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan anak, jelas
dapat terlihat ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan
keadaan sosial-ekonomi yang kurang, yang lebih rendah dibandingkan
dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang cukup.
4) Musim
Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan
tumbuh berat badan dan tinggi. Pertambahan tinggi terbesar pada musim
semi dan paling rendah pada musim gugur. Sebaliknya penambahan

30
berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim
semi.

5) Lain-lain
Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan
dan perkembangan anak, antara lain pengawasan medis, perbaikan
sanitasi, pendidikan, faktor psikologis dan lain-lain.

BAB VI
MASALAH YANG UMUMNYA TERJADI

A. Bahaya Fisik yang Umum Selama Periode Pranatal

1. Periode Zigot

a) Kelaparan
Zigot akan mati karena kelaparan apabila hanya sedikit
sekali kuning telur yang dapat mempertahankan kehidupannya
sampai zigot itu dapat menyangkutkan diri pada dinding uterine
atau bila zigot terlalu lama tinggal di dalam tuba.

b) Kurangnya Persiapan Uterine


Implantasi tidak dapat terjadi bila pada waktunya dinding
uterine belum siap menerima zigot karena adanya
ketidakseimbangan kelenjar.

c) Implantasi di Tempat yang Salah

31
Kalau zigot menjadi terikat pada jaringan fibroid yang kecil di
dalam dinding uterine atau pada dinding tube Fallopi, zigot tidak
mendapat makanan dan akan mati.

2. Periode Embrio

a) Keguguran
Jatuh, kejutan emosi, kekurangan gizi, gangguan-gangguan
kelenjar, kekurangan vitamin dan penyakit-penyakit berbahaya
seperti pneumonia dan diabetes, dapat menyebabkan embrio
keluar dari tempatnya di dalam dinding uterine, yang
mengakibatkan keguguran. Keguguran yang disebabkan karena
kondisi yang kurang baik pada masa pranatal cenderung terjadi
antara minggu kesepuluh dan kesebelasan setelah pembuahan.

b) Ketidakteraturan Perkembangan
Malnutrisi ibu kekurangan vitamin dan kelenjar penggunaan
obat-obatan, alkohol dan tembakau yang berlebihan dan penyakit
seperti diabetes dan cacar Jerman, mengganggu perkembangan
yang normal, khususnya otak embrio.

3. Periode Janin

a) Keguguran
Keguguran selalu mungkin terjadi sampai kehamilan bulan
kelima, waktu yang paling peka adalah periode datangnya haid
secara normal.

b) Premature
Janin yang beratnya kurang dari 2 pon 3 ons mempunyai
kesempatan hidup yang lebih kecil daripada janin-janin yang lebih

32
berat dan mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengalami
perkembangan salah bentuk.

c) Kompilasi Pada Saat Melabirkan


Tekanan yang dialami ibu mempengaruhi kontaksi uterine
dan cenderung mengakibatkan komplikasi dalam melahirkan.

d) Ketidakteraturan Perkembangan
Setiap kondisi yang tidak baik selama periode embrio juga
akan mempengaruhi perkembangan anggota-anggota tubuh janin
dan memperlambat seluruh pola perkembangan janin.
BAB VII
UPAYA MENGATASI PERMASALAHAN YANG TERJADI

Usaha-usaha untuk Mengalami Ketidakteraturan Perkembangan


Sekarang ada cara pendekatan yang digunakan untuk mengatasi
ketidakteraturan perkembangan, yaitu:

a. Konseling genetik
Cara ini mencakup telaah yang luas dan terinci mengenai riwayat
kesehatan suami maupun istri untuk menentukan apakah ada, kapan, dan
dalam bentuk apa abnormalitas fisik atau mental yang terdapat dalam
keluarga mereka.
Kalau penelitian riwayat kesehatan menunjukkan tau
menyimpulkan bahwa terdapat beberapa abnormalitas genetik dalam
keluarga suami atau keluarga istri, atau kalau salah satu anak dalam
keluarga mempunyai kondisi yang berasal dari keturunan dan dari
pengalaman lingkungan, orang tua diberitahu tentang kemungkinan
mempunyai anak cacat dan disarankan untuk menggunakan teknik-teknik
keluarga berencana untuk mencegah kehamilan. Kalau kehamilan sudah

33
terjadi, mereka disarankan untuk mempertimbangkan
abortus/pengguguran.

b. Amniocentesis
Pendekatan kedua untuk menghadapi ketidakteraturan
perkembangan adalah menggunakan amniocentesis.
Amniocentesis adalah prosedur medik yang meliputi pengambilan
contoh cairan selubung pembungkus janin dari uterus ibu yang hamil
dengan memasukkan jarum ke dalam perut dan diiringi dengan suara ultra
untuk meyakinkan bahwa jarum tidak menusuk tubuh janin yang sedang
berkembang. Cairan yang diambil mengandung sel-sel yang dilepaskan
oleh janin, dan kemudian diteliti tentang adnya kerusakan-kerusakan
biokimia dan kromosom. Sampai sekarang, amniocentesis merupakan tes
yang paling canggih untuk menentukan jenis kelamin bayi meskipun
jarang digunakan untuk maksud itu.
Kalau tes memperkuat dugaan ahli genetika bahwa anak akan
cacat, maka biasanya disarankan untuk melakukan pengguguran.
Amniocentesis adalah tes yang paling tepat pada saat ini untuk
meramalkan adanya abnormalitas fisik atau mental sebelum kelahiran da
dari tahun ke tahun penggunaannya semakin meluas. Karena tes tersebut
merupakan prosedur yang dapat merusak perkembangan janin atau
mengakibatkan keguguran bila penggunaannya kurang baik. Maka
amniocentesis dibatasi hanya pada kasus-kasus di mana ada bukti yang
menunjukkan bahwa anak yang akan dilahirkan mungkin cacat. Dengan
meningkatnya penggunaan pendekatan ini, dengan sendirinya jumlah
anak yang dilahirkan dengan cacat fisik atau mental akan berkurang.

34
DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elizabeth B., PSIKOLOGI PERKEMBANGAN, Jakarta : Erlangga


edisi kelima

Kamus besar bahasa Indonesia, 2002 : 1118

http://www.wyethindonesia.com/
http://ridwanamiruddin.wordpress.com/2007/05/05/tumbuh-kembang-anak/
http://www.pts.com.my/modules.php?name=News&file=article&sid=28
http://www.halalguide.info/content/view/502/70/
http://219.94.96.174/projek03/68S5ALYNg/Pembiakan/Perkembangan
%20pranatal%20manusia.htm

35