Anda di halaman 1dari 13

PENATALAKSANAAN

ANESTESI PADA
CEDERA SERVIKAL

PENDAHULUAN
Istilah

anestesi berasal dari bahasa


Yunani "an" yang berarti tidak "estesia"
yang berarti rasa, sehingga dapat berarti
hilangnya rasa atau sensasi

EPIDEMIOLOGI
puncak

frekuensi umur 15 35 tahun, dan


lebih banyak pada usia diatas 65 tahun
Trauma servikal muncul pada 1,5% - 3%
dari semua kasus trauma mayor

PATOFISIOLOGI
Segera

setelah trauma tumpul/kompresi,


perdarahan terlihat di substansia
griseaarea perdarahan,edema&nekrosis
menyebar dari pusat area yang terkena.
Fungsi menghilang progresif setelah
trauma awal (24 jam pertama) trauma
sekunder, edema, kompresi discus,
hematoma & hipoperfusi dari medulla
spinalis

Fase Akut
Respon

Pada Trauma Medula Spinalis

langsungtimbul pada kompresi


medulla spinalis stimulasi simpatis massif&
aktivitas reflek parasimpatis yang biasanya
berlangsung 3 4 menit&dicetuskan oleh
reseptor alpha adenergik.
Efek hemodinamik yang timbul hipertensi
berat dan reflek bradikardi atau takiaritmia

Perkembangan
Tonus

Pada Fase Kronis

simpatetik kembali membaik 4 7 hari.


Tekanan darah saat istirahat cenderung
normal&kemungkinan timbul respon hipertensi
ringan (hiper reflek otonom) terhadap berbagai
rangsangan nyeri atau distensi buli buli pada
lesi di level bawah.
Aktivitas reflek kembali normal setelah 4 6
minggu dan saat ini dimulai fase kronis ditandai
dengan paralisi spastic motorik dengan reflek
tendon hiperaktif, kadang kadang hiper reflek
otonom hebat&fungsi involunter buli buli
kembali normal

Supersensitivitas
Dalam

Reseptor Kolinergik

merespon denervasi, reseptor reseptor


kolinergik berpoliferasi di ujung ujung serabut
otot volunteer ke seluruh membrane sel. Otot
supersensitive&berkontraksi maksimal
respon konsentrasi asetilkolin
Hanya 10 4 sampai 10 5 yang diperlukan
untuk memulai kontraksi pada otot normal.
Ion potassium dilepaskan mendadak sepanjang
serabut & perlahan lahan timbul potensial
aksikadar serum kalium cepat.
Suksinilkolin menginduksi respon yang
identik&disertai meningkatnya serum potassium 4
10 meq/L.

Hiperefleksia
Gejala

Otonom

gejala hiperefleksia otonom


perasaan geli di area wajah, obstruksi hidung,
sakit kepala yang hebat, sesak nafas, nausea
dan penglihatan kabur

PENANGANAN AWAL ANESTESI


PADA TRAUMA SERVIKAL
Evaluasi

Kemungkinan Fraktur Tulang

Servikal.
Imobilisasi C Spine
Penanganan Jalan Nafas

MONITORING SEBELUM OPERASI


PADA CEDERA SERVIKAL
1.
2.
3.

Persiapan mental dan fisik.


Perencanaan tehnik dan obat anestesi.
Penentuan klasifikasi dan prognosis (sesuai
dengan ASA).

MONITORING SELAMA OPERASI


Yang

perlu dimonitor selama operasi adalah


tingkat kedalaman anestesi, efektivitas
kardiovaskuler dan efisiensi perfusi jaringans
erta perubahan respirasisecara praktis perlu
diperhatikan tekanan darah, nadi, respirasi,
suhu warna kulit, keringat, cairan serta
kesadaran pasien.

MONITORING SETELAH OPERASI

Hipoksia
Irama jantung dan nadi cepat, hipertensi
Hipotensi
Gaduh gelisah
Muntah
Menggigil
Alergi sampai syok

KESIMPULAN
Ahli

anasthesi harus mampu mengetahui


situasi trauma C Spine, terbiasa dengan
evaluasi C Spine, memahami patofisiologi
taruma medulla spinalis dan mengevaluasi
resiko dan keuntungan pendekatan alternatif
anathesi dan penanganan jalan nafas.