Anda di halaman 1dari 6

1.

Pengertian tataniaga
Tataniaga merupakan salah satu cabang aspek pemasaran yang menekankan
bagaimana suatu produksi dapat sampai ke tangan konsumen (distribusi). Tataniaga
dapat dikatakan efisien apabila mampu menyampaikan hasil produksi kepada
konsumen dengan biaya semurah-murahnya dan mampu mengadakan pembagian
keuntungan yang adil dari keseluruhan harga yang dibayar konsumen kepada semua
pihak yang ikut serta dalam kegiatan produksi dan tataniaga. (Rahardi, 2000).
2. Lembaga tataniaga
Menurut Limbong dan Sitorus (1987), lembaga tataniaga merupakan badanbadan atau lembaga yang berusaha dalam bidang tataniaga, menggerakkan barang
dari produsen ke konsumen melalui penjualan. Lembaga tataniaga pada dasarnya
harus berfungsi dalam memberikan pelayanan kepada pembeli maupun komoditas itu
sendiri. Produsen mempunyai peran utama dalam menghasilkan barang-barang dan
sering melakukan kegiatan tataniaga. Sementara itu pedagang menyalurkan
komoditas dalam waktu, bentuk, dan tempat yang diinginkan konsumen.
Adanya jarak antara produsen dan konsumen menyebabkan penyaluran
produk dari produsen ke konsumen sering melibatkan beberapa lembaga perantara,
dimulai dari produsen itu sendiri, lalu lembaga-lembaga perantara sampai ke
konsumen akhir. Di dalam proses penyaluran selalu mengikutsertakan keterlibatan

berbagai pihak. Keterlibatan tersebut dapat dalam bentuk perorangan maupun


kelembagaan, perserikatan, atau perseroan (Limbong & Sitorus 1987).

3. Hasil peternakan
Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan he
wan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Pengertian
peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan
perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah
mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor
produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.
4. Pernan lembaga tataniaga terhadap distribusi hasil peternakan
Tataniaga merupakan suatu proses dari pertukaran yang mencakup
serangkaian kegiatan untuk memindahkan barang-barang atau jasa-jasa dari sektor
produksi ke sektor konsumsi. Kegiatan ini disebut fungsi tataniaga. Aliran produk
pertanian dari produsen sampai ke konsumen akhir disertai peningkatan nilai guna
komoditi-komoditi pertanian tersebut. Peningkatan nilai guna ini terwujud hanya
apabila terdapat lembaga-lembaga pemasaran yang melaksanakan fungsi-fungsi
pemasaran komoditi pertanian tersebut. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilaksanakan
oleh lembaga pemasaran tersebut bermacam-macam, pada prinsipnya terdapat tiga
fungsi tipe fungsi pemasaran yaitu : Fungsi pertukaran(exchange function); fungsi

fisik (physical Function) dan fungsi pelancar atau penyediaan fasilitas (facilitating
function).

1. Fungsi Pertukaran
Dalam pemasaran produk peternakan fungsi pertukaran meliputi kegiatan
yang menyangkut pengalihan hak pemilikan dalam sistem pemasaran. Fungsi
pertukaran ini terdiri dari fungsi penjualan dan pembelian
a. Penjualan
Dalam melaksanakan fungsi penjualan, produsen atau lembaga pemasaran
yang berada pada rantai pemasaran sebelumnya harus memperhatikan kualitas,
kuantitas, bentuk, dan waktu, serta harga yang diinginkan konsumen atau lembaga
pemasaran yang ada pada rantai pemasaran berikutya. Sasaran penjualan adalah
mengalihkan barang ke pembeli dengan harga memuaskan.
b. Pembelian
Fungsi pembelian diperlukan untuk memiliki komditi peternakan yang akan
dikonsumsi atau digunakan dalam proses produksi berikutnya. Dalam melakukan
pemindahan hak milik ini, lembaga yang melakukan penjualan maupun pembelian

tidak berhadapan langsung. Lmebaga pemasaran yang melakukan proses penjualan


biasanya melibatkan makelar penjualan (selling broker), sedangkan lembaga
pemasaran yang melakukan proses pembelian melibatkan makelar pembelian (buying
broker).
2. Fungsi Fisik
Meliputi kegiatan yang secara langsung diperlakukan terhadap komoditi
peternakan, sehingga komoditi peternakan tersebut mengalami tambahan guna tempat
dan guna waktu. Maka fungsi fisik ini meliputi pengangkutan dan penyimpanan.
a. Pengangkutan
Fungsi pengangkutan meliputi perencanaan, pemilihan dan pergerakan alat
transportasi dalam pemasaran produk-produk peternakan. Yaitu bergeraknya /
pemindahan barang-barang dari tempat produksi dan/atau tempat penjualan ke tempat
dimana barang akan dipakai. Fungsi pengangkutan menciptakan kegunaan tempat.
Bila fungsi pengangkutan dilakukan tepat waktunya akan menciptakan kegunaan
waktu atas barang dagangan. Pengangkutan dengan bantuan komunikasi akan
memperluas daerah pasar (market area dari barang)
Aspek terpenting dari pengangkutan adalah biaya pengangkutan yang
dipengaruhi oleh tarip angkutan. Tarip angkutan tinggi akan mempersempit daerah

pasar barang; usaha produksi cenderung tidak untung bila ongkos pengangkutan ke
pasar melebihi harga pasar dikurangi biaya produksi.
Pengangkutan hasil peternakan yang sifat tataniaganya cepat dan mudah
rusak memerlukan kecepatan, perawatan, handling tambahan selama perjalanan. Bila
terlambat muncul resiko seperti turunnya harga barang di pasar yang dituju;
merosotnya kualitas barang. Perkembangan teknologi pengangkutan darat, air, udara
mengakibatkan pengangkutan dapat terlaksana dengan cepat dan volume lebih besar.
Sebagai contoh : refrigerated transportation (Kereta Api, truk, kapal yang dilengkapi
mesin pendingin)
Untuk meningkatkan efisiensi tarnportasi, maka harus diperhatikan aspekaspek antara lain, jenis alat angkut, resiko kerusakan selama pengangkutan, kapasitas
muatan dan keadaan daerah antara produsen dan konsumen. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan dalam menanggulangi masalah transportasi antara lain :
a. Menekan biaya transfer melalui perbaikan prasarana dan saran transportasi yang
pada akhirnya akan memperbesar bagian yang diterima petani (farmers share)
serta merangsang peningkatan produksi.
b. Waktu pengangkutan diupayakan sesingkat mungkin sehingga mengurangi
resiko kerusakan. Kerusakan sangat menurunkan harga produk pertanian
c. Terjaminnya kontinyuitas pengangkutan, terutama pengangkutataniaga pada saat
musim panen raya sehingga tidak merugikan petani.

d. Adanya usaha pencegahan dan pengurangan terhadap resiko kerusakan,


misalnya dengan memperbaiki pengepakan. Pengepakan menggunakan kayu
akan berbeda bila hanya menggunakan keranjang terbuka.

Daftar Pustaka
Http://Nurlisanisa.Blogspot.Co.Id/ (siakses pada 26-02-2016 )
Http://Rikopertanianuntan.Blogspot.Co.Id/2013/01/Fungsi-Tataniaga-Pertanian.Html
(siakses pada 26-02-2016 )
Lutfiarifin.Blogspot.Com Ekonomi Pertanian (siakses pada 26-02-2016 )