Anda di halaman 1dari 4

David Setiadi

Tugas Mata Kuliah Sunda Kuno apresiasi terhadap Mantra di Sunda.

• Mantra
Mantra ini merupakan mantra yang digunakan untuk kepentingan kita dalam
mengahadapi dan menjalankan hari. Bersumber dari Quran;
Hari senin : Yaa Rahman, Yaa Rohim
Hari Rabu : Yaa Khasiru, Yaa Munthaha
Hari Kamis : Yaa Aliyu, Yaa adzim
Hari Jumat : Yaa Khafiru, Yaa Mugni
Hari Sabtu : Yaa Fathahu, Yaa Razaqqu
Hari Minggu : Yaa Hayyu, Yaa Qayyum.

• Asihan
Asihan sabeulit bumi
Asehan salinlang buana
Brag asih da di asih
Nu asih lungguh na biwir
Nu haat lungguh na soca
Roh tuk-truk tuh badan si anu (....)
Mang kawelas, mang ka asih
Raat asih ka badan awaking.

• Sirep (Jangjawokan)
Sirep hyung sirep maung
Sirep buta reuwah-euwah
Cau hujung tutulisan
Musuh-musuh ulah tunduk
Musuh keyang ulah datang
Ku ngaliwatna kawula macan anu keur leumpang
Mantak gek lepo siah musuh handapeun aing
Bayu lingis, bayu rempeuh
Bayu rangkupak-rangkopek
Leuleus siah musuh handapeun aing.

Identitas informan pertama dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:


Nama : Ki Ooy
Umur : 78 Tahun
Pendidikan : tidak sekolah
Hub. Dengan Penulis : Kakek penulis
Sumber tuturan : Dilisankan
Hari/Tgl Perekaman : 20 Oktober 2007
Tempat : Dirumah
Sesuai dengan penuturan yang dituturkan oleh ki Ooy bahwa mantra, asihan, dan
sirep tersebut berasal dari buhun atau bahan. Buhun atau bahan tersebut merupakan
sebuah perkataan-perkataan yang diucapkan oleh orang dahulu. Sifat dari mantra, asihan,
dan sirep ini adalah babaledogan yang artinya bersifat spekulasi dan kebenarannya tidak
dapat dijadikan ukuran.
Mantra diatas merupakan mantra yang bersumber dari Quran, sesuai dengan apa
yang dituturkan oleh petutur bahwa mantra tersebut mempunyai fungsi sebagai bacaan
yang fadilahnya berguna kelak untuk melancarkan diri kita menjelang kematian. Mantra
tersebut dibacakan sesuai dengan wedal (hari lahir) dari kita yang akan mengamalkannya.
Asihan diatas merupakan sebuah mantra yang bersumber dari buhun, perkataan-
perkataan orang tua dahulu. Asihan ini bila diamalkan fungsinya untuk membuat orang
lain yang dituju sebagai objek (Roh tuk-truk tuh badan si anu...) akan selalu merasa asih
(suka), nyaah (sayang), dan selalu teringat kepada diri dari pengamal asihan ini.
Sirep (Jangjawokan) diatas digunakan untuk menjaga diri kita ketika berpergian ke
hutan, dan mencegah ancaman bahaya dari begal (perampok). Sesuai yang dituturkan
oleh narasumbernya, bahwa ketika sirep ini diamalkan kelak dalam pandangan orang
yang kita gunakan sebagai objek yang akan terlihat hanya pepohonan saja, sedangkan diri
kita tidak akan nampak.
• Asihan mandi
Bismillah, syahadat ka kanjeng Rasul
Cur nyuhcur, cahayaning Rosul
Gumilang cahayaning Muhammad
Herang caina ti kodrat
Allahu, yaa Alllahu (3 kali)
Cuuur, Cuuur, Cuuur

• Jangjawokan
Deungdeuleu sima deuleu
Deungdeuleu malik katineung
Nenjo aing sia ceurik
Ceurik sia inget ka aing
Nya aing nu boga asihan neuleu.

Identitas informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:


Nama : Wiwi Kartiwi
Umur : 81 Tahun
Pendidikan : tidak sekolah
Hub. Dengan Penulis : Nenek penulis
Sumber tuturan : Dilisankan
Hari/Tgl Perekaman : 20 Oktober 2007
Tempat : Dirumah
Asihan mandi ini digunakan untuk membersihkan diri. Sesuai yang dituturkan
oleh narasumber, bahwa asihan mandi ini diamalkan ketika kita hendak mandi, kemudian
asihan tersebut dibaca dalam hati. Sesudah membacanya kemudian sirami kepala kita
dengan air yang telah diberi asihan tersebut. Fungsi dari asihan ini adalah untuk
membuka aura dalam diri kita. Ketika telah mengamalkan asihan ini, kelak muka kita
yang mengamalkannya akan bersinar dalam pandangan orang lain.
Jangjawokan diatas berfungsi untuk membuat orang lain yang kita gunakan
sebagai objek selalu ingat kepada diri kita. Pelafalan jangjawokan ini hanya cukup
dilafalkan dalam hati, dan harus kacangkeum (hafal). Mak Wiwi menjelaskan perbdaan
antara Asihan dan Jangjawokan yang diberikannya, bahwa asihan yang intinya
merupakan permintaan bersumber dari Quran, sedangkan Jangjawokan bersumber dari
ucapan-ucapan kasar orang tua dulu, atau istilahnya babasaan.