Anda di halaman 1dari 94

Bab 1 Konsep dan

Metodologi E-
E-
learning

PENGANTAR

Pokok bahasan ini merupakan bagian untuk memberikan gambaran mengenai


e-learning serta persoalan yang dapat diselesaikan dengan memanfaatkan
teknologi e-learning. Tujuan yang ingin dicapai disini adalah menggambarkan
bagaimana e-learning dapat menjadi solusi untuk mengembangkan sistem
pembelajaran yang dinamik serta diharapkan lebih optimal.

PERKEMBANGAN TIK TERKINI

E-learning dapat menjadi Pokok bahasan perkembangan TIK terkini membahas mengenai tren
solusi untuk pemanfaatan teknologi informasi di tahun 2009. Diharapkan dari materi ini
mengembangkan sistem masing-masing peserta dapat memahami tren ICT, sehingga dapat mengambil
pembelajaran yang langkah-langkah yang strategis di bidangnya masing-masing. Peserta juga
diharapkan dapat memahami perkembangan teknologi informasi yang semakin
dinamik serta beragam, serta dapat menciptakan peluang-peluang pengembangan institusi
diharapkan lebih optimal dimasa sekarang dan yang akan datang.

Tren ICT 2009

Tiga bidang utama pengembangan teknologi di tahun 2009 akan meliputi

1. Pertumbuhan Internet marketing,

2. Pertumbuhan Social networking,

3. Pertumbuhan perangkat dan aplikasi mobile


Internet marketing di tahun 2009 akan tumbuh pesat. Perkembangan tersebut
terjadi karena didukung oleh kemudahan untuk memperoleh akses internet.
Kemudahan ini membuat semakin banyak orang yang bisa mengakses internet.
Dengan bertambahnya jumlah pengguna internet, membuat peluang internet
marketing semakin diminati. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi marketing
dan advertising konvensional yang memanfaatkan media fisik, radio, dan
televisi. Internet marketing di tahun 2009 akan tumbuh pada beberapa pokok
antara lain : mobile advertising, local search/localized service, dan social media.

Dibagian social networking, eksistensi internet memberikan peranan penting


dalam menghubungkan personal dengan komunitas, komunitas dengan
komunitas, dan lintas komunitas. Internet dalam hal ini menjadi media untuk
'crowd sourcing' atau komunitas raksasa yang menjadi tren. Disisi lain, akan
semakin banyak orang yang akan mengedepankan efisiensi dan produktivitas
pemanfaatan internet. Koneksi offline akan terus ditopang dengan koneksi
online, sebagai contoh, rapat-rapat secara tatap-muka saat ini bisa dilakukan
dengan menggunakan internet. Demikian pula halnya dengan perangkat mobile,
yang terus berkembang dan berevolusi. Perangkat multimedia dengan video
sebagai basis media informasi akan terus berkembang, serta upaya
penghematan dalam hal pengeluaran menjadi satu ciri yang menunjang
perkembangan internet.

Pada sisi perangkat dan aplikasi mobile, di tahun 2009 ini pertumbuhannya
akan sangat pesat. Mulai dari sisi perangkat mobile seperti : notebook, netbook,
PDA, O2, RIM Blackberry, Iphone, Smartphone, dan ponsel. Semuanya
merupakan gadget yang terus-menerus akan menjadi tren mobile di tahun ini
dan terus berkembang di masa yang akan datang. Perkembangan ini meliputi
sisi perangkat dan juga aplikasinya. Tentu saja, aplikasi yang memungkinkan
pengguna mengakses layanan yang ada di internet akan terus ber-revolusi.
Misalnya saja untuk chatting, messenger, blog, facebook, dan jualan online.

Salah satu contoh aplikasi yang akan berkembang pesat di era mobile ini
adalah layanan berbasis daerah/lokal. Optimalisasi pemanfaatan peta untuk
menampilkan data-data yang ada menjadi tren yang akan terus berkembang.
Dalam hal ini, pengguna akan dimanjakan dengan memperoleh informasi
secara riil mengenai letak atau posisi suatu tempat, lengkap dengan informasi
layanan yang tersedia beserta kapasitasnya.

Dengan pertumbuhan internet marketing, social networking, dan mobile media


tentu saja perlu untuk membahas langkah-langkah strategis bagaimana Pembelajaran dapat
pengaruh ICT ini dalam dunia pendidikan dan pembelajaran.[1] diartikan sebagai
perpindahan knowledge
PENGETAHUAN ADALAH PENTING dari masyarakat ke
personal dengan beragam
Topik pembahasan selanjutnya adalah mengenai 'knowledge'. Pembahasan cara misalnya, penelitian :
mengenai ini bermula dari pembelajaran yang akar dari pembelajaran itu adalah hipotesis, pengambilan
terjadinya perpindahan knowledge dari satu orang ke orang lain, satu orang ke data, analisa data,
banyak orang yang lain, atau dari satu orang ke komunitas. Sebaliknya juga pengambilan kesimpulan,
pembelajaran dapat diartikan sebagai perpindahan knowledge dari masyarakat
ke personal dengan beragam cara misalnya, penelitian : hipotesis, pengambilan serta usulan langkah-
data, analisa data, pengambilan kesimpulan, serta usulan langkah-langkah langkah untuk perbaikan.
untuk perbaikan.

Inti dari terciptanya pembelajaran adalah :


1. Adanya kebutuhan untuk belajar,

2. Tersedianya narasumber pengajaran, yaitu orang atau kelompok orang


yang memiliki pengetahuan yang bisa diajarkan,

3. Media pembelajaran

Kebutuhan untuk belajar ini perlu untuk diciptakan. Prosesnya tentu saja
melibatkan banyak komponen yaitu orang tua, komunitas masyarakat,
pemerintah, serta kalangan profesional. Pada saat kebutuhan untuk belajar
tinggi, maka akan memicu terciptanya pengetahuan-pengetahuan baru di
berbagai bidang yang meliputi sains, teknologi, seni, sosial, dan budaya.

Narasumber pengajaran merupakan faktor penting yang harus selalu ada.


Narasumber ini bisa didefinisikan sebagai orang yang memiliki pengetahuan
'lebih' mengenai sesuatu. Pengetahuan yang 'lebih' inilah yang bisa
menciptakan transfer pengetahuan. Untuk bisa memperoleh pengetahuan
'lebih' ini perlu dibangun lingkungan atau komunitas yang terus-menerus meng-
upgrade pengetahuan personal.

Sedangkan media pembelajaran adalah komponen yang 'boleh' ada. Saya lebih
suka menyebutnya dengan : akan lebih baik jika ada.

Sekolah, universitas, seminar, workshop, tutorial, adalah sampel media


pembelajaran. Semuanya adalah sarana pendukung terjadinya proses
pembelajaran. Keberadaannya sangat ditentukan oleh adanya kebutuhan untuk
belajar dari pembelajar serta narasumber pembelajaran. Media ini boleh ada
boleh juga tidak. Tapi media ini wajib ada apabila ada banyak orang yang butuh
belajar, serta ada banyak orang yang bisa menjadi narasumber pengajaran.

MANEJEMEN PENGETAHUAN LEBIH PENTING

Kehadiran institusi dalam proses pembelajaran dititik beratkan pada kebutuhan


untuk mengorganisasikan dan untuk mengelola pembelajaran itu sendiri.

Tanggung jawab terbesar dari insitusi negara antara lain adalah membangun
lingkungan yang mendukung terjadinya proses pembelajaran dengan
membangun kebutuhan untuk belajar, mengelola narasumber pembelajaran,
serta menyiapkan media pembelajaran bila diperlukan.

Tanggung jawab terbesar dari institusi negara dalam hal ini adalah menciptakan
'goal' pembelajaran itu sendiri. Tentu saja goal ini harus spesifik, measureable,
aentusiastic, realistik, timely. Apabila tanggung jawab ini telah tertunaikan,
maka berikutnya baru dibangun media-media pembelajaran yang dapat
memudahkan terjadinya interaksi antara pembelajar dan narasumber
pembelajaran.

Insitusi inilah yang harus membangun pengelolaan pengetahuan dan


pembelajaran. Istilah yang dikembangkan dewasa ini adalah knowledge
management.

Berikut ini adalah SECI Model yang dirilis oleh Ikujiro Nonaka dan Hirotaka
Takeuchi

Deskripsi SECI Model


Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi mengusulkan sebuah model pengetahuan
yang membuat proses untuk memahami sifat dinamis penciptaan pengetahuan,
dan untuk mengelola suatu proses secara efektif: di SECI model. Itu terdiri dari
3 elemen :

• SECI

• Ba

• Knowledge Assets

Tiga unsur ini saling berinteraksi secara organik dinamis. Aset pengetahuan
yang dimobilisasi oleh organisasi dan dibagi dalam 'Ba' sedangkan tacit
knowledge yang dimiliki oleh perorangan diubah dan diperkuat oleh spiral
pengetahuan melalui:

• Socialization

• Externalization

• Combination

• Internalization

Tiga elemen tersebut di atas harus diintegrasikan di bawah kepemimpinan yang


jelas agar organisasi dapat membuat pengetahuan secara terus menerus dan
secara dinamis: harus menerapkan disiplin untuk menjadi anggota organisasi.

SECI

Penciptaan pengetahuan adalah sebuah proses dinamis interaksi antara


pengetahuan eksplisit dan tacit. Empat modus pengetahuan konversi
berinteraksi dalam spiral pengetahuan penciptaan. Spiral yang menjadi lebih
besar dalam skala yang bergerak melalui organisasi tingkat atas, dan dapat
memicu spirals baru penciptaan pengetahuan.

• Sosialisasi : berbagi tacit knowledge melalui komunikasi face-to - face


atau berbagi pengalaman. Contoh adalah program magang.

• Externalization : Mengembangkan konsep, yang menanamkan gabungan


pengetahuan tacit. Dan yang memungkinkan saling komunikasi.

• Kombinasi : Menggabungkan berbagai elemen pengetahuan eksplisit:


membangun prototipe adalah contoh.

• Internalisasi: Erat kaitannya dengan learning by doing, pengetahuan


eksplisit menjadi bagian dari pengetahuan dasar individu (e.g. mental
model) dan menjadi aset bagi organisasi.

BA

Konsep sulit ini (tidak ada terjemahan kata yang pas) dapat didefinisikan
sebagai berbagi konteks dimana knowledge dipakai bersama-sama, dibuat dan
dimanfaatkan melalui interaksi.
Diagram yang menggambarkan berbagai jenis Ba, masing-masing menawarkan
konteks tertentu untuk langkah-langkah penciptaan knowledge.

Contoh kategori, menggunakan Seven-Eleven (Japanese convenience shops):

• Originating Ba:
Ba lantai dasar, memungkinkna orang untuk berinteraksi
dengan yang lain dan dengan customer.

• Dialoguing Ba:
Ba pengetahuan tacit pegawai lokal digunakan
untukmembuat perkiraan penjualan, dan dialog dengan yang lain.

• Systemizing Ba:
Ba Perkiraan penjualan diuji terhadap hasil penjualan dan
diumpanbalikkan ke toko lokal.

• Exercising Ba:
Ba Menggunakan informasi ini, dan membandingkan dengan
realita, staf kemudian mengembangkan kemampuannya dan keahlian
untuk merealisasikan perkiraan.

Asset Pengetahuan

Ini adalah perusahaan-sumber daya yang spesifik sangat diperlukan untuk


menciptakan nilai bagi perusahaan. Mereka adalah masukan, keluaran, dan
faktor moderating, pengetahuan-membuat proses.

Untuk secara efektif mengelola dan penciptaan pengetahuan eksploitasi,


perusahaan harus memetakan dan menginventarisasi aset pengetahuan.
Namun katalogisasi belumlah memadai : aset pengetahuan adalah dinamis;
aset pengetahuan baru dapat dibuat dan diciptakan dari aset pengetahuan yang
ada.

ref : http://www.12manage.com/methods_nonaka_seci.html

E-LEARNING SEBAGAI IMPLEMENTASI MANAJEMEN


PENGETAHUAN

Setelah memahami mengenai tren, latar belakang, serta pengelolaan


pengetahuan maka kita akan menemukan bahwa pembelajaran itu penting, dan
lebih penting lagi pengelolaan pembelajarannya.

e-Learning adalah media belajar yang menjadi 'breakthru' dalam menyikapi


perkembangan teknologi informasi dewasa ini. Yang ditawarkan dari sistem e-
learning ini adalah :

• learning everywhere, everytime, anywhere, anytime.

Pada kenyataannya, dengan akses internet yang sekarang, alih teknologi


terutama untuk bidang teknologi informasi sudah semakin mudah dilakukan.
Narasumber pengajaran, saat ini adalah semua orang di seluruh dunia. Pada
saat membutuhkan aplikasi yang menjadi tool untuk membuat sesuatu, maka
kita bisa langsung membuka internet dan melakukan pencarian dengan search
engine. Pada saat kita kesulitan dalam menggunakan tool itu pun, sudah ada
panduan dan troubleshootingnya. Dengan perangkat internet yang ada
sekarang ini, orang dimudahkan untuk berbagi. Tentu saja, hal ini perlu disikapi
bersama terutama oleh institusi supaya selalu bisa dilakukan penajaman-
penajaman atau fokus di bidang-bidang yang dikehendaki.

Impact yang diharapkan

Dampak yang diharapkan dari pemanfaatan e-learning ini adalah tentu saja bisa
tercipta lingkungan pembelajaran yang lebih luas. Sehingga rakyat Indonesia
yang memiliki populasi sangat besar ini bisa menjadi SDM yang potensial untuk
mampu memenuhi tuntutan-tuntutan program-program di masa yang akan
datang.
Bab 2 e-
e-learning
Framework &
Component

Framework untuk sistem e-learning merupakan bagian penting yang harus


diperhatikan pada saat pengembangan e-learning di institusi. Pada topik ini
akan dibahas mengenai framework e-learning dan konten atau bahan-bahan
pembelajaran berbasis e-learning.

ISTILAH-ISTILAH DALAM E-LEARNING

Online Learning

Istilah online learning berarti pendidikan/pembelajaran yang hanya


dilaksanakan melalui web. Tidak ada bahan ajar fisik yang diberikan kepada
peserta ajar dan juga tidak dilakukan tatap-muka. online learning yang murni
Framework untuk sistem adalah penggunaan eLearning tool dalam mode pendidikan jarak-jauh
e-learning merupakan menggunakan web sebagai media untuk semua pembelajaran siswa dan
kontak.
bagian penting yang
harus diperhatikan pada Mixed-mode
saat pengembangan e-
learning di institusi. Pembelajaran jenis ini sering disebut juga sebagai mixed-
mode/blended/resource-based learning. Istilah ini mengacu pada pembelajaran
yang menggabungkan antara konsep tatap-muka (secara langsung, atau
videoconference) dengan penyediaan bahan ajar dan aktivitas pembelajaran
yang selalu tersedia bagi siswa.

e-learning

e-Learning adalah penggunaan perangkat teknologi yang berupa : web-based,


web-distributed, web-capable; yang digunakan sebagai media untuk
pendidikan/pembelajaran.
Learning Object

perangkat atau file digital yang dapat digunakan berulang-ulang untuk


pembelajaran.

Learning Management System

Platform dengan beragam fitur yang dapat digunakan sebagai perangkat


administrasi dan media pembelajaran.

Pedagogi

Istilah yang mengacu pada aktivitas pengajaran terpandu/terbimbing oleh


guru/instruktur/tutor.

FAKTOR PENDORONG E-LEARNING

Prof Mike Sharples (LSRI, Nottingham) menyampaikan bahwa faktor pendorong


e-Learning dibagi menjadi dua bagian yaitu : (1) Technology Push, (2)Demand
Pull.

Perkembangan teknologi dewasa ini memungkinkan banyak hal dilakukan


dengan menggunakan perangkat komputer serta media internet. Di sisi yang
lain, karakteristik perilaku pembelajar atau siswa, menumbuhkan kebutuhan-
kebutuhan untuk melakukan pembelajaran yang semakin beragam. E-Learning
muncul menjadi solusi pembelajaran yang dapat diadopsi oleh siswa sesuai
dengan kebutuhan-kebutuhannya tersebut.

Secara garis besar, faktor-faktor pendorong berkembangnya e-learning sebagai


berikut.

[1] Technology Push

Poin-poin teknologi yang mendorong pertumbuhan e-Learning antara lain:


E-Learning adalah
• VLEs and MLEs
strategi yang
• Portal berorientasi dan
pemanfaatan teknologi
• Ruang ajar yang dilengkapi Multimedia terkini untuk memenuhi
kebutuhan pembelajaran
• Bahan Ajar online saat ini. e-Learning
menggunakan teknologi
• Membuat re-usable learning objects (RLO/SCO)
untuk memindahkan,
• Akses WIFI/Koneksi Wireless mengakuisisi keahlian,
pengetahuan, dan
• Tersedianya laptop siswa perilaku untuk lebih
dekat kepada user, lebih
[2] Demand Pull cepat.

Adapun kebutuhan-kebutuhan pembelajar yang muncul dewasa ini:

• Kerjasama antar siswa,


• Dukungan bagi siswa dengan tersedianya teknologi mobile (mobile
learning)

• Pengawasan yang lebih fleksibel

• One-stop shop untuk dukungan bagi student/staff

• Perancangan Ruang Pembelajaran yang baru

• Dukungan bagi pembuatan objek belajar sendiri

• Objek belajar semakin bermanfaat

• Kemitraan dalam pengembangan objek belajar dan pembelajaran

DEFINISI E-LEARNING

E-Learning adalah strategi yang berorientasi dan pemanfaatan teknologi terkini


untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran saat ini. E-Learning menggunakan
teknologi untuk memindahkan, mengakuisisi keahlian, pengetahuan, dan
perilaku untuk lebih dekat kepada user, lebih cepat. E-Learning memungkinkan
orang untuk belajar setiap saat di setiap tempat, dengan meminimalisasi
kehilangan waktu kerja dan juga memungkinkan konten diupdate dengan cepat.

Pedagogi dalam e-learning

• constructivism

• resource based learning

• collaborative learning

• situated learning

• narrative based teaching

• problem based learning

FRAMEWORK

Empat kategori framework e-learning dapat dinyatakan sebagai berikut :

TARGET PEDAGOGIS

Framework e-learning dapat dibedakan menurut pedagogi pembelajaran


berdasarkan acuan target-target yang dinyatakan sebagai berikut :

• Pendidikan tingkat dasar (pemula)

• Pendidikan berkelanjutan untuk update dan integrasi kompetensi

• Layanan dan bantuan penguna


Masing-masing pola pedagogis di atas harus menggunakan pendekatan yang
berbeda-beda. Pengaruh dari perbedaan target pedagogis ini akan memberikan
pengaruh pada metodologi serta arsitektur pembelajaran.

TARGET PENGGUNA

Penyelenggaraan e-learning juga perlu untuk memperhatikan target


penggunanya, sebagai berikut.

• Peserta/Trainee

• Instruktur, Tutor, Trainer, Guru

• System Administrator

Pendekatan untuk pengguna sistem e-learning tentu akan berbeda dengan


pendekatan pada instruktur atau tutor. Demikian pula dengan pengelola sistem
yaitu system administrator.

METODOLOGI PEMBELAJARAN

• Self-paced learning

• Virtual classroom

• Teamwork

• Just-in-time learning

• Simulations

ARSITEKTUR PEMBELAJARAN

• Presentation Layer

• Middleware layer

• Content Publishing layer

KONTEN

Berikut diilustrasikan beberapa gambaran mengenai materi atau bahan ajar


yang dapat dijadikan bahan e-Learning. Bahan ajar ini merupakan bahan ajar
untuk suatu organisasi bisnis atau kalangan korporasi.

Leadership development

1. Service Orientation

2. Continuous Development

3. Teamwork
Management Development

1. Management Principle & Philosophies

2. Financial Management

3. Business Processes Manual

4. Occupational Safety & Health Management

Core Skills & Competency Development

1. Change leadership

2. Strategic & Result Orientation

3. Developing People

4. Leadership Effectiveness

Functional Skill Development

1. Power Plant Components

2. Generators

3. Combustions

4. Turbines

5. Power Transformers

6. Power Plant Operation

LIMA 'C' KEBERHASILAN/KESUKSESAN E-LEARNING

Context

Kemahiran, pengalaman, motivasi, sikap, dan ekspektasi terhadap e-learning


oleh stakeholder utama (fakultas, siswa, dekan, dewan, pimpinan).

Contiguity

1. Aliran konten yang logis.

2. Aliran konten yang iteratif.

Champions

1. Mendirikan pusat dukungan teknis untuk mengurangi hambatan dan


tantangan bagi setiap individu.

2. Kerjasama didalam dan diantara departemen


3. Kepemimpinan yang tidak tampak (innovator)

Capacity Building

1. Pendidik meningkat kemampuan di bidan ICT-nya.

2. Institusi menyediakan training untuk melengkapi pendidik dengan


bekal pedagogi.

Change

1. Perubahan teknologi

2. Membuat inovasi dalam gaya pedagogi dan perancangan pengajaran

3. Manajemen perubahan

Unsur Pokok Kesuksesan e-Learning

Beberapa hal yang menjadi parameter keberhasilan e-Learning dapat diukur


dari unsur-unsur sebagai berikut.

• Lingkungan pembelajaran yang tepat

• Waktu yang didedikasikan

• Fokus yang jelas

• Profil target pengguna yang terdefinisi

• Tingkat kursus

• Pengulangan

• Edukasi/menjadwalkan Presentasi
Bab 3 Pengelolaan
e-learning

Supaya e-learning bisa dilaksanakan secara optimal, diperlukan upaya untuk


pengelolaan dan pengaturan e-learning sehingga dengan pengelolaan dan
pengaturan ini proses pembelajaran berbasis e-learning bisa terus
dikembangkan.

Pengelolaan e-Learning meliputi :

Infrastruktur

• Koneksi Jaringan Komputer (Internet/LAN/VPN)

• Komputer Server /Hosting


Diperlukan upaya untuk
pengelolaan dan • Komputer Pengembangan Konten
pengaturan e-learning
sehingga dengan • Akses User:Kelas Komputer, Area WIFI,
pengelolaan dan
• Fasilitas videoconference : display, polycomm,sound system
pengaturan ini proses
pembelajaran berbasis e- Sumber Daya Manusia
learning bisa terus
dikembangkan. • System Administrator/Webmaster

• Course/Content Creator

• Instructional Design Expert

• Multimedia Expert

Learning Management System

• Fitur

• Manual
Konten

• Kategori

• Pengaturan

INFRASTRUKTUR

KONEKSI JARINGAN KOMPUTER

Infrastruktur jaringan komputer merupakan hal yang harus dipersiapkan lebih


dulu dan menjadi lingkungan yang utama untuk menunjang keberhasilan
penyelenggaraan e-Learning. LAN (Local Area Network) menjadi pilihan pertama
infrastruktur penunjang e-Learning. Siswa dan guru bisa berinteraksi secara
virtual dengan memanfaatkan Learning Management System dari perangkat
yang dimiliki siswa menggunakan akses wireless.

Bagi siswa yang berada di rumah atau luar kampus/sekolah, akses e-Learning
bisa memanfaatkan jalur VPN (Virtual Private Network). institusi dalam hal ini
perlu menyediakan layanan akses VPN ini bagi segenapstakeholdernya. Akses
VPN sudah disediakan oleh beberapa provider telekomunikasi. Salah satu
kelebihan VPN adalah koneksitas yang lebih terjamin dibandingkan dengan
akses internet.

Sedangkan bagi siswa yang ingin mengaksesnya dari internet, maka bandwidth
internet institusi tersebut harus benar-benar terjamin. Sehingga layanan e-
Learning ini bisa diakses dari seluruh jaringan internet nasional maupun
internasional.

KOMPUTER SERVER/HOSTING

Peranan komputer server dalam e-Learning ini sangat besar. Selain memproses
interaksi siswa dan guru melalui media learning management system, komputer
ini menjadi media storage untuk bahan ajar/materi e-Learning. Untuk itu
komputer tersebut harus dijaga supaya sesuai dengan standarisasi server e-
Learning. Backup rutin juga perlu untuk dilakukan untuk menjaga sistem dapat
berjalan secara optimal.
Komputer Multimedia untuk Produksi Konten

Perlu disiapkan juga perangkat komputer yang dapat digunakan sebagai


pengolah multimedia. Software
Software-software
software untuk memproduksi konten akan
diinstallkan pada komputer iini.
ni. Tentu saja spesifikasi komputer yang digunakan
pun harus menyesuaikan dengan kebutuhan pemrosesan.

ref : http://www.flickr.com/photos/32684711@N00/3326867272/
AKSES PUBLIK DAN WIFII AREA

Selain dari fasilitas perangkat komputer yang dibawa masing


masing-masing siswa,
perlu juga disiapkan kelas komputer sebagai sarana akses publik. Di kelas
tersebut, mahasiswa dapat mengakses situs e e-Learning serta mengerjakan
tugas-tugasnya.
tugasnya. Pada saatnya nanti, kelas ini juga bisa digunakan sebagai
sarana untuk melakukan ujian online bagi peserta kuliah.

Sedangkan untuk mahasiswa yang memiliki perangkat komputer sendiri,


disediakan fasilitas wifi area untuk mengakses situs e
e-Learning dari
laptop/komputer masing-masing
masing menggunakan akses wireless. Sebaiknya
perangkat hot
hotspot/wifi
spot/wifi ini dipasang di beberapa sudut kampus yang
memungkinkan siswa untuk mengaksesnya dengan mudah.

PERANGKAT VIDEOCONFE
VIDEOCONFERENCE
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

System Administrator/Webmaster (1 orang)

Deskripsi kerja:

1. Mengelola jaringan, server,situs e-Learning

2. Melakukan langkah-langkah untuk meng-update dan meng-upgrade


server dan sistem e-learning

3. Melakukan upaya troubleshooting saat sistem mengalami kerusakan

Course/Content Creator (1 orang)

Deskripsi kerja :

1. Menganalisa konten,

2. Membuat dan mengatur perkuliahan online,

3. Melakukan pemeliharaan terhadap kursus-kursus yang telah dibuat,

Instructional Design Expert (1 orang)

Deskripsi kerja :

1. Menyiapkan perangkat alir pembelajaran,

2. Menganalisa langkah-langkah pembelajaran

3. Mengadopsi teknologi instructional design terkini untuk pembelajaran


online

Multimedia Expert

Deskripsi kerja :

1. Merancang interaksi siswa dengan sistem

2. Mendigitalisasi bahan

3. Menampilkan bahan sesuai dengan acuan dari Instructional Design


Expert

4. Mendaur-ulang konten ajar


LEARNING MANAGEMENT SYSTEM

Pengelolaan dan pengaturan LMS meliputi :

• Pengelolaan user, peran, kursus, instruktur, fasilitas, dan membuat


laporan,

• Pengelolaan jadwal dan kalender,

• Pengelolaan pesan dan notifikasi,

• Pengelolaan evaluasi/ujian yang memungkinkan penanganan pra dan


post testing bagi siswa,

• Pengelolaan menampilkan nilai dan transkrip,

• Pengelolaan Penilaian hasil kerja serta roster, meliputi daftar tunggu,

• Pengelolaan pelaksanaan kursus berbasis web atau blended.

PENGELOLAAN KONTEN

Goal yang ingin dicapai dalam pengelolaan konten adalah mempersiapkan


bahan-bahan ajar yang siap untuk digunakan siswa untuk belajar secara
mandiri berbasis web ataupun blended.

Pengelolaan yang dilakukan meliputi:

• Merekayasa atau membuat satu atau lebih bahan ajar menjadi konten e-
learning,

• Mendemonstrasikan teknologi e-Learning dengan bahan ajar tersebut,

• Menampilkan kreativitas dalam pembuatan konten di atas,

• Menunjukkan integrasi konten dengan Learning Management System

• Membawakan framework e-Learning ke dunia riil,


Bab 4 Pengenalan
LMS MOODLE

FILOSOFI DAN KONSEP IDE

PERSPEKTIF CONSTRUCTIVIST

Perspektif constructivist memandang siswa/pembelajar sebagai ikatan aktif


dalam membuat arti/makna, dan mengajar dengan pendekatan demikian akan
mencari apa yang bisa siswa analisa, selidiki, kolaborasikan, bagi, bangun dan
bangkitkan, dari apa-apa yang mereka sudah ketahui, daripada fakta, skill, dan
proses apa yang mereka bisa tirukan (parrot).

Dengan perspektif di atas maka muncul pedagogi constructivist antara lain :

• Siswa datang ke kelas dengan sudut pandang dunia yang dibangun oleh
pengalaman dan pembelajaran sebelumnya,

Moodle singkatan dari • Sudut pandang siswa menyaring semua pengalaman dan mempengaruhi
Modular Object Oriented interpretasi dari pengamatan-pengamatan yang dilakukan,
Digital Learning
Environment, merupakan • Supaya dapat mengubah pandangan siswa, membutuhkan kerja,
suatu Learning
Management System, • Siswa belajar dari orang lain sama juga dengan gurunya,
dirancang untuk
• Siswa belajar lebih baik dengan mengerjakan (melakukan sesuatu),
mendukung gaya
pembelajaran yang • Membolehkan dan menciptakan peluang bagi semua untuk memiliki
disebut dengan Social suara mempromosikan ide-ide baru.
Constructionist
Pedagogy. Gaya Moodle dirancang untuk mendukung gaya pembelajaran yang disebut dengan
pembelajarannya adalah Social Constructionist Pedagogy. Gaya pembelajarannya adalah interaktif.
Filosofi ini meyakini bahwa orang-orang belajar saat mereka berinteraksi
interaktif. dengan bahan ajar, membangun bahan ajar baru untuk yang lain, dan
berinteraksi dengan pembelajar lainnya mengenai bahan baru tersebut.
Perbedaan antara tradisional dengan filosofi social constructionist adalah
antara kuliah dan diskusi.
Konten Bahan Ajar

Moodle mendukung beragam konten bahan ajar meliputi bahan ajar statis,
interaktif, interaksi siswa dengan siswa lainnya.

Bahan ajar statis yang didukung oleh Moodle

1. Halaman teks

2. Halaman web

3. Hyperlink ke segala sesuatu yang ada di web (termasuk bahan-bahan


pada situs Moodle).

4. Tampilan direktori kursus.

5. Label yang menunjukkan teks atau gambar

Bahan ajar interaktif yang didukung oleh Moodle

1. Assignment (mengupload file yang dapat direview/dinilai oleh guru atau


siswa lainnya)

2. Choice (pertanyaan tunggal)

3. Journal (jurnal online)

4. Lesson (aktivitas percabangan, kondisional)

5. Quiz (tes online)

6. Survey (survey dengan hasil yang dapat ditampilkan ke siswa dan juga
guru

Interaksi antar komponen dalam sistem dapat dilakukan secara online dengan
memanfaatkan :

1. Chat (chat online live antar siswa/guru)

2. Forum (sejumlah papan buletin dapat ditampilkan untuk masing-


masing kursus).

3. Glossary (siswa dan juga guru dapat memberikan istilah-istilah ke


daftar istilah lingkup situs)

4. Wiki (Wikis dapat disisipkan ke kursus atau wiki dapat juga menjadi
keseluruhan kursus)

5. Workshop (workshop mendukung kolaboratif, usaha-usaha yang dapat


diberikan poin nilai di atas seluruh siswa)

MOODLE

Moodle adalah singkatan dari Modular Object Oriented Digital Learning


Environment, Learning Management System, Sistem Pengelola Pembelajaran.
BEKERJA DENGAN MOODLE

• Membuat Akun

• Login

• Course Homepage

• Logout

Membuat Akun

1. Klik "Start now by creating a new account" tombol.

2. Isilah form akun baru dengan mengisi username dan password.

3. Masukkan alamat email valid, sistem akan mengirimkan validasi dan


aktivasi ke email tersebut. Login dapat dilakukan bila akun telah
diaktivasi.

4. Klik tombol "Create my new account."

5. Dalam beberapa menit, email akan diterima


6. Klik link yang disisipkan pada email untuk mengaktivasi

Akses & Login

Untuk dapat mengakses ke dalam situs Moodle, masing-masing user harus


melakukan login terlebih dahulu. Klik tombol login yang ada di sudut kanan
atas. Kemudian isi form login dan password sesuai dengan username dan
password yang telah dibuat sebelumnya.

Profil dan Edit Profil

Login sudah berhasil, selanjutnya adalah mengakses halaman profil. Lakukan


pengeditan profil bila diperlukan. Tambahkan foto untuk membuat pengguna
lain lebih mengenal Anda.

Untuk mengubah profil dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

• Klik tab [Ubah Profil] untuk mengganti profil/identitas.

• Isi dengan data-data pada field yang ingin dirubah.

• Klik tombol Simpan Perubahan


AKSES KE KULIAH/KURSUS

Navigasi ke perkuliahan yang ingin diikuti dapat dilakukan dengan cara


mengakses ke bagian frontpage atau halaman depan.

Dari halaman ini, kategori dan kursus yang tersedia akan tampil. Untuk bisa
masuk ke kuliah, klik masing-masing link kursus. Akan muncul konfirmasi yang
menandakan kita siap bergabung di perkuliahan. Apabila kursus tersebut
memiliki kunci masuk. Langkah yang perlu dilakukan adalah menghubungi
penanggung jawab kuliah. Menanyakan apakah kata kunci yang harus
dimasukkan pada saat kita akan mengikuti perkuliahan yang bersangkutan.

Apabila sudah berhasil mengakses perkuliahan, kita dapat mengikuti


pembelajaran yang tersedia di sana.

LOGOUT

Apabila sudah selesai mengikuti pembelajaran, klik link [Logout] di sudut kanan
atas.
Bab 5 Membuat
Kursus/Kelas
Online

Pada bagian ini, bahasan melanjutkan bagian sebelumnya yaitu tatacara


membuat kursus/kelas online.

MENAMBAHKAN KURSUS

• Formulir Kursus

• Halaman Setting

Tatacara membuat FORMULIR KURSUS


kursus/kelas online
meliputi pengaturan Tujuh bagian identitas kursus meliputi :
setting kuliah, halaman
depan, pengelolaan 1. General
agenda dan jadwal,
2. Enrolments
pengelolaan storage
kuliah, bank soal, serta 3. Enrolment expiry notification
sistem penilaian.
4. Groups

5. Availability

6. Language

7. Role renaming
Setting kursus lengkap meliputi :

Category Availability

Full Name and Short Name Use Enrolment Keys to Regulate


Access
ID Number
Guest Access
Summary
Cost
Format
Hidden Sections
Course Start Date
News letter to Show
Enrolment Period
Show Grades and Show Activity
Number of Weeks/Topics Reports

Using Group Mode Maximum Upload Size

Words for Teacher and Student

Force Language
SUMMARY/DESKRIPSI KELAS

Beberapa tipe ringkasan/deskripsi kelas online yang dibuat dapat dilihat dalam
bentuk gambar sebagai berikut.

Tampilan Kursus

Sistem course homepage ini dibagi menjadi tiga bagian (section) yang disebut
dengan sideblocks yaitu sideblock kiri, sideblock tengah (Main) dan sideblock
kanan. Masing-masing sideblok memiliki modul-modul yang dapat digunakan
untuk fungsi-fungsi tertentu.

Halaman Depan

Pada saat user mengakses suatu kuliah, maka yang tampil pertama kali adalah
halaman depan. Halaman depan pada homepage kuliah online ini terdiri dari 3
sisi yaitu sisi kiri yang berisi administrasi kuliah, pengaturan user, dan kegiatan;
sisi tengah yang berisi konten utama; serta sisi kanan yang berisi forum, berita,
jadwal kegiatan dan kalender.
Tabel 1. Fitur-fitur Sideblock Kiri

No Modul Fungsi

1 People Mengatur peserta, group user,


dosen

2 Activities Mengatur kegiatan-kegiatan yang


berlangsung,

3 Search Form Melakukan pencarian berdasarkan


kata kunci tertentu pada forum

4 Administration Modul untuk mengadminstrasi


course homepage

Tabel 2. Fitur-fitur Sideblock Tengah (Main)

No Modul Fungsi

1 Topic Outline Outline topic

2 Main Content Konten utama

Tabel 3. Fitur-fitur Sideblock Kanan

No Modul Fungsi

1 Latest News Berita terkini


2 Upcoming Events Kegiatan mendatang

3 Recent Activities Kegiatan yang telah


bejalan

4 Calendar Kalender

MERANCANG KELAS

Bagian-bagian Pengelolaan Kelas

• Pengaturan

• Berita

• Kalender/Jadwal

• Resources

• Aktivitas

• Pengaturan Blok

Format Kelas Online

• Topics

• Weekly

• Social
Format Kuliah Weekly
Format Kuliah Social

Setting Kuliah

Pengaturan setting umum kuliah online ada di bagian [Settings]. Untuk


mengakses bagian ini pada modul [Administration] klik [Settings].
[Settings] Variabel-
variabel setting kuliah yang dapat diubah dapat dilihat pada tabel berikut.

Pengaturan Siswa/User

Peserta atau user dapat diatur dengan cara membuat calon peserta mengisikan
enrollment key, atau juga peserta kuliah dibuka untuk umum, namun saat
pelaksanaan ujian/tes/sertifikasi, ada password yang harus dimiliki oleh
mahasiswa supaya dapat mengakses bahan-bahan tersebut.

Untuk mengakses peserta kuliah, yang perlu dilakukan adalah klik [Participant].

PENGATURAN BERITA DAN PENGUMUMAN

MENAMBAHKAN BERITA DAN PENGUMUMAN

Berita dan pengumuman pada Moodle merupakan bentuk aktivitas forum


dengan kekhususan masing-masing peserta tidak bisa memberikan komentar.
Secara default fitur ini dimunculkan pada saat pengguna membuat kursus
online. Untuk menambahkan berita, memodifikasi berita sudah tersedia juga
menu yang bisa digunakannya.
MENAMBAHKAN FORUM BARU

Apabila dibutuhkan, pengguna LMS Moodle dapat juga menambahkan forum


baru untuk mengakomodir kebutuhan pengumuman yang bersifat lebih khusus
dibandingkan dengan berita. Atau bisa juga menambahkan forum untuk
pengumuman-pengumuman yang lebih spesifik/khusus.
MENAMBAHKAN AGENDA/JADWAL

KOMPONEN AGENDA

Komponen agenda terdiri dari:

• Nama Kegiatan

• Deskripsi/Penjelasan Kegiatan

• Tanggal & Waktu

• Durasi

• Pengulangan

MENAMBAHKAN AGENDA

Untuk menambahkan agenda pada kursus online, dapat dilakukan dengan cara
pada bagian [Upcoming Events], klik [New Event]. Akan muncul form untuk
menambahkan agenda/jadwal.

Isi field pada form tersebut dengan informasi-informasi yang sesuai. Setelah
selesai, klik [Save Changes]. Agenda akan muncul di kalender.
PENGELOLAAN STORAGE DAN ARSIP

File-file bahan kuliah, soal quiz, animasi flash, powerpoint, word, dapat kita
simpan dengan aman di file storage course homepage kita. Dengan
penyimpanan di server online ini, file tersebut dapat diakses oleh dosen dari
mana saja sehingga mudah untuk diupdate dan di share dengan orang-orang
yang dikehendaki.

Membuat Folder

Folder adalah tempat untuk menyimpan file-file dalam kategori/kelompok


tertentu. Sistem e-Learning berbasis moodle memiliki kemampuan untuk
mengatur file-file secara online untuk ditampilkan pada bahan kuliah atau juga
untuk di-share. Cara untuk membuat folder :

1. Dari halaman depan kuliah, pada Sideblock kiri bagian [Administration]


klik [Files]
2. Klik [Make
Make a folder]
folder

3. Ketik nama folder

4. Klik [Create
Create]
Create

Upload File

Untuk mengupload file, kita klik folder tempat menyimpan file,

1. Klik tombol [Browser]

2. Pilih file yang akan disimpan pada e-learning

3. Klik [Open]

4. Klik [Upload this file]

5. File-file yang telah berhasil diupload dapat kita olah dengan fasilitas
[Rename], [Zip/Unzip], [Edit], [Move]

PENGELOLAAN BANK SOAL

Bank soal online merupakan satu perangkat penting yang perlu diperhatikan
oleh dosen pada sistem e-learning. Dengan tersedianya soal-soal yang banyak
maka dosen dapat memilih format evaluasi yang sesuai dengan masing-masing
bahasan untuk mengukur tingkat tersampaikannya materi kepada siswa.

Untuk mengakses bank soal ini, pada side blok kiri modul [Administration], klik
[Questions]. Akan tampil tab menu question yang terdiri dari 4 buah menu yaitu
Questions, Categories, Import, dan Export.

1. Menambahkan Soal

Untuk menambahkan soal, langkah yang dilakukan

1. Pada kolom [Create new question] klik [Choose ..]

2. Isi kolom-kolom pertanyaan

3. Klik tombol [Save Changes]

Tipe-tipe pertanyaan yang dapat ditambahkan pada sistem e-learning adalah


sebagai berikut.
Tipe Soal Deskripsi

Calculated Bentuk soal hitungan

Description Soal deskripsi

Essay Essay atau isian terstruktur

Matching Mencocokkan

Embedded Answer Soal isian untuk melengkapi


(Cloze)

Multiple Choice Pilihan ganda

Short Answer Isian singkat

Numerical Numerik

Random Short-Answer Mencocokkan dengan format


Matching isian singkat

True-False Benar salah

Tabel 2 Tipe Soal

2. Menambahkan Kategori Soal

Soal-soal yang ditambahkan pada bank soal, dapat dikelompokkan berdasarkan


pada kategori-kategori yang diinginkan. Misalkan, dosen dapat menambah
kategori soal berdasarkan Bab, berdasarkan topik, berdasarkan waktu ujian,
atau berdasarkan tipe soal seperti yang tercantum di atas.

Untuk menambahkan kategori soal, langkah yang dilakukan adalah sebagai


berikut :
1. klik [Categories]

2. Isi kolom [Parent] dengan pilihan [Top], atau kategori yang menjadi
induk,

3. Isi nama kategori pada kolom [Category]

4. Isi deskripsi kategori pada kolom [Category Info]

5. Klik yes pada kolom [Publish]

6. Klik tombol [Add] untuk menambahkan kategori soal.

Untuk memudahkan upload soal dari format word atau excel, maka kita bisa
memilih tab menu [Import] dan untuk membackup soal-soal yang ada pada
sistem ini dilakukan dengan menggunakan tab menu [Export].
[Export

Pengaturan Sistem Penilaian

Otomatisasi sistem penilaian merupakan salah satu fitur yang menarik, yang
ada pada sistem e-learning. Setiap peserta yang mempelajari bahan-bahan
materi dengan baik, melaksanakan tugasnya, serta mengikuti ujian online yang
diadakan, maka ia secara otomatis akan memperoleh nilai yang telah
ditetapkan oleh masing-masing dosen secara online.

Pengaturan sistem penilaiannya pun bisa ditentukan secara langsung.


Termasuk mengkonversi dari data nilai mahasiswa yang ada, menjadi format
alfabet (A, B+,B, B-, C, dst).

Fitur-fitur grade yang bisa diatur

• View : Grader report , Outcomes report , Overview report , User report

• Import from : CSV file , XML file ,

• Export to : Excel spreadsheet , OpenDocument spreadsheet , Plain textfite


, XML file

• Edit : Categories and items , Scales , Letters


Untuk melakukan hal tersebut, maka langkah-langkah yang dilakukan adalah
sebagai berikut.

1. Pada bagian sideblock kiri modul [Administration], klik [Grades] maka


akan tampil bagian penilaian

2. Ada beberapa tab menu yang dapat dipilih yaitu : Set Preferences, Set
Categories, Set Weights, Set Grade Letters, dan Grade Exceptions.

3. Untuk Download nilai dalam format Excel, klik tombol [Download in


Excel Format],

4. Untuk download nilai dalam format text, klik tombol [Download in text
format]
Bab 6 Mengelola
Bahan Ajar

Setelah melakukan konfigurasi untuk course homepage yang meliputi


pengaturan setting kuliah, halaman depan, pengelolaan agenda dan jadwal,
pengelolaan storage kuliah, bank soal, serta sistem penilaian, maka bahasan
selanjutnya adalah menyangkut pengelolaan konten yang meliputi aktivitas
kuliah online dan pengelolaan bahan kuliah. Beragam konten yang sudah dibuat
oleh segenap dosen/pengajar dapat dengan mudah diadopsi oleh sistem online
ini. Beberapa tipe bahan ajar/konten adalah sebagai berikut : Menambahkan
label, Menyusun halaman teks, Menyusun halaman web, Link ke file atau
Beragam bahan ajar website, Menampilkan direktori, Menambahkan paket konten IMS
yang sudah dibuat oleh
pengajar, dapat dengan MENAMBAHKAN BAHAN AJAR
mudah diadopsi oleh
system ini. Type-type Bahan/Materi Ajar adalah informasi yang dosen ingin tampilkan di perkuliahan.
bahan ajar tersebut Informasi dapat berupa teks, gambar, animasi, dokumen, dalam bentuk file-file
adalah Menambahkan yang telah disiapkan, halaman yang langsung diedit di Moodle, webpage
label, Menyusun halaman eksternal yang ingin ditampilkan.
teks, Menyusun halaman
Bahan/Materi Ajar yang bisa kita tambahkan pada perkuliahan meliputi :
web, Link ke file atau
website, Menampilkan • Text : indirect
direktori dan
Menambahkan paket • Web/html : indirect
konten IMS.
• Link to file/website : indirect

• Directory : direct

• IMS : indirect

• Label : direct

Untuk mulai melakukan penambahan bahan ajar, pengguna harus login terlebih
dahulu ke sistem moodle. selanjutnya, masuk ke bagian kursus yang dia punya.
Setelah berhasil masuk, selanjutnya temukan tombol [Turn editing On] yang
terletak di bagian kanan atas. Klik tombol tersebut untuk menampilkan layar
pengeditan.

Label

Label merupakan deskripsi ringkas dari bagian-bagian yang ada pada


perkuliahan online.

Menyusun Halaman Teks

Untuk tipe bahan kuliah dengan format text page dan web page, editornya telah
tersedia secara online. Dosen dapat menyalin kontennya dengan cara (copy-
paste) dari file word, excel, atau langsung menuliskannya secara online. Untuk
menuliskan materi dengan format text page maka langkah yang dilakukan
adalah sebagai berikut :

1. Pada sideblock kiri module [Administration] klik [Turn Editing On]

2. akan tampil menu editing yang hanya dimiliki oleh user dosen,

3. klik bagian [Add a Resource] pada panel utama, akan muncul


tipe/format bahan kuliah yang ingin dibuat,
4. pilih [Compose a text page] untuk bahan kuliah tipe text dan [Compose
a web page] untuk bahan kuliah dengan tipe web page.

5. Tulis judul pada bagian name, kemudian tulis pengantar pada bagian
summary, serta ketik konten keseluruhan pada bagian Full Text

1. Moodle auto-format

Gunakan format ini untuk format standar

2. Plain text format

Gunakan format ini untuk menuliskan script kode program

3. Markdown format

Digunaknan bagi orang yang terbiasa memanfaatkan script mark-up


language
Deskripsi Bahan Ajar

Menyusun Halaman Web

Format web page mirip dengan format text dalam hal tatacara pembuatan
kontennya. Untuk mengisinya dosen harus mengisi ringkasan dan dilanjutkan
dengan mengisi full text-nya. Namun yang membedakan antar keduanya adalah
pada kelengkapan format dan fiturnya. Pada format text, kita hanya dapat
mengisi konten dengan format text saja, tanpa bisa menambahkan apapun.
Sedangkan pada format web page, kita bisa memasukkan format yang lebih
lengkap termasuk menyisipkan gambar, multimedia, dan animasi.

Adapun untuk membuat konten dengan format web page ini, langkah-langkah
yang dilakukan mirip dengan membuat konten dengan format text pada
pembahasan sebelumnya.
HTML EDITOR PADA MOODLE

Untuk menyusun konten berbentuk halaman web, telah disediakan editor HTML
yang bisa dipakai untuk mengisi konten. Fitur dan tampilan HTML editor
tersebut sudah familiar dengan aplikasi office yang biasa digunakan. Format
teks, baris, paragraph, font, style, serta menyisipkan beragam objek yang kita
perlukan semuanya sudah tersedia dan tinggal menggunakan.

Apabila ada yang terbiasa menggunakan teks editor biasa untuk membuat
konten html, sudah ada opsi untuk menampilkan tag html-nya saja. Sehingga
materi konten yang sudah dituliskan dapat kembali di atur style-nya dari HTML
editor tersebut.
Membuat Konten dari Editor Web Eksternal

Untuk membuat konten pada moodle memanfaatkan tool editor eksternal


seperti Ms. Frontpage atau Dreamweaver, kita bisa melakukannya dengan
langkah-langkah sebagai berikut.

1. Pilih HTML view di editor web page. Misalkan di dreamweaver pilih View
| Code, atau di FrontPage kita pilih View | Reveal Codes.

2. Pilih semua kode HTML antara dua tag body.

3. Salin kede dengan mengklik Edit | Copy atau menekan Ctrl+C.

4. Kembali ke Moodle, dan buatlan sebuah halaman web baru.

5. Munculkan kode HTML dengan mengklik ikon

6. Paste kode dengan menekan Ctrl+V.

Menampilkan File dan Direktori

Selain teks dan halaman web yang menjadi bahan ajar bagi siswa, dokumen
dalam bentuk file juga bisa kita tampilkan di situs Moodle. Ada dua tipe file yang
bisa dimunculkan yaitu :

1. File browser friendly : gambar, mp3, wmv, swf, pdf

2. File download : office file, application file


Untuk menampilkan file-file tersebut ke kelas online, ada dua cara yang bisa
dipilih yaitu:

• link to file

• display directory

Membuat link

1. pada sideblock kiri module [Administration] klik [Turn Editing On] akan
tampil menu editing yang hanya dimiliki oleh user dosen,

2. klik bagian [Add a Resource] pada panel utama, akan muncul


tipe/format bahan kuliah yang ingin dibuat,

3. pilih [Link to a file or Website]

4. klik tombol [Choose or upload a file] untuk memilih file, akan muncul
file explorer,

5. klik [Choose] untuk memilih file

6. klik [Save Changes]

bahan ajar ini kemudian akan muncul pada frontpage dengan ikon yang
mengikut jenis file yang diupload-kan. File-file dengan format word, powerpoint,
dan excel dapat ditampilkan secara online dengan menggunakan browser
Internet Explorer. File-file dengan format pdf, swf (shockwave files), java, dapat
ditampilkan online pada browser-browser yang mendukung pdf reader, flash
player, serta java. Untuk memperolehnya, instalkan paket software yang
berkaitan.

Secara umum konten CMS E-Learning terdiri dari bahan offline dan bahan
online. Bahan offline umumnya dapat didownload untuk dicetak dan dibaca.
Bahan jenis ini biasanya cocok untuk materi-materi yang panjang dan butuh
dikaji secara seksama. Beberapa format yang digunakan untuk konten offline
dan online antara lain:
1. HTML +CSS

Format ini merupakan format standar halaman web. Untuk membuat file
dengan format ini caranya sangat mudah. Banyak aplikasi yang mendukung
penciptaan format jenis ini misalnya Microsoft Office, Open Office.org, Front
Page.

2. Portable Document Format (PDF)

Format PDF merupaakn format portabel, dapat dibaca dari berbagai sistem
operasi dan cocok juga dijadikan sebagai dokumen yang dapat ditampilkan di
halaman web. Cara untuk membuat file format ini juga sangat sederhana.
Aplikasi yang mendukung penciptaan file format ini antara lain : Adobe Acrobat,
Open Office.org

3. Dynamic HTML

Format ini merupakan dokumen HTML + CSS yang dilengkapi dengan Javascript.
Dengan kombinasi Javascript ini, tampilan HTML + CSS menjadi dinamik dan
memungkinkan interaksi antar sistem dengan pengguna. Aplikasi yang
digunakan untuk membuat Dynamic HTML antara lain : Quanta, Bluefish Editor.

4. GIF, AVI, QuickTime, RealPlayer

Format ini merupakan format multimedia untuk memainkan movie.


Pembuatannya cukup mudah, yaitu dengan menggunakan cam-corder
kemudian hasilnya diedit dengan movie editor seperti Media Player, Real Player,
Adobe.

5. Shockwave Flash (SWF)

Format SWF merupakan forma yang powerful untuk membangun materi kuliah
yang interaktif dan menarik. Kemampuannya untuk menampilkan animasi
visual, memungkinkan kita membangun perangkat visualisasi proses fisis untuk
menerangkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perkuliahan.

6. Java
Java Applet

Java Applet merupakan media penyampai informasi yang paling powerful. Java
Applet ini adalah program mini yang dapat dijalankan pada web browser.
Namun pembuatannya memerlukan keterampilan pemrograman Java yang
lumayan.

MENAMPILKAN DIREKTORI

Untuk menampilkan direktori, langkah-langkah yang harus dilakukan antara


lain: Klik tombol pengeditan, klik tombol tambahkan resources, pilih display
directory. Pada form yang muncul, isi field-field yang sesuai dengan kebutuhan.
Kemudian pilih direktori yang ingin ditampilkan kepada pengguna. Apabila telah
selesai, klik [Save Change]
Upload File di Moodle dilakukan bila :

• File akan digunakan di beberapa tempat pada kursus online. Membuat


link ke file yang diupload-kan lebih mudah, dan bila file tersebut di-edit
maka perubahan tersebut akan berlakuk ke seluruh bagian.

• Kontrol terhadap penggunaan file tersebut perlu dijamin. Me-link-kan file


di web yang lain di luar Moodle akan membuat author pada halaman web
tersebut ada pada kontrol konten. Membawa file tersebut ke Moodle
menjamin hanya orang yang ditentukan yang dapat mengubah file.

• File ingin digunkan dikursus yang lain. Window file pada Moodle
memungkinkan file-file tersebut disalin antar-kursus.

Membuat Link

File yang sudah diupload dapat langsung dimunculkan di halaman kelas online.
Namun hal tersebut sebenarnya tidak direkomendasikan untuk pembelajaran.
Ringkasan yang dibuat oleh pengajar tidak akan muncul ke siswa. Bahkan
hanya akan muncul pada saat pengguna mengklik navigasi di bagian
breadcrumb serta mengarahkannya ke aktivitas.

Supaya siswa dapat selalu melihat deskripsi ini, maka file sebaiknya berada
dalam format halaman web. Serta linknya dimunculkan pada deskripsi materi.
Hasilnya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.
Bab 7 Manajemen
Manajemen
Aktivitas Kelas
Online

Aktivitas-aktivitas pembelajaran klasikal dapat dilakukan secara online. Moodle


memiliki beragam fitur yang memungkinkan terjadinya interaksi antar siswa
dengan pembelajaran, siswa dengan guru, dan siswa dengan siswa yang lain.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut: Forum, Chat,
Glossary, Choice, Database, Wiki.

FORUM

Aktivitas jenis ini dapat menjadi yang aktivitas paling penting. forum adalah
Moodle memiliki tempat sebagian besar diskusi berlangsung. Forum dapat disusun dalam
beragam fitur yang berbagai cara, dan dapat termasuk rekan penilaian dari setiap posting. Posting
memungkinkan yang dapat dilihat dalam berbagai format untuk, dan dapat termasuk lampiran.
terjadinya interaksi Dengan berlangganan ke sebuah forum, peserta akan menerima salinan dari
setiap posting baru di email mereka. Seorang guru dapat memaksakan
antara siswa dengan
berlangganan pada semua orang jika mereka ingin.
pembelajaran, siswa
dengan guru, dan siswa
CHAT
dengan siswa yang lain.
Beberapa aktivitas yang
Chat modul yang memungkinkan peserta untuk memiliki real-time sinkronis
bias dilakukan adalah diskusi melalui web. Ini adalah cara yang berguna untuk mendapatkan
Forum, Chat, Glossary, pemahaman yang berbeda satu sama lainnya dan dengan topik yang dibahas -
Choice, Database, Wiki modus yang menggunakan chat room sangat berbeda dari asynchronous forum.
Chat modul yang berisi sejumlah fitur untuk mengelola dan meninjau obrolan
diskusi.

GLOSSARY

Kegiatan ini memungkinkan para peserta untuk membuat dan memelihara


daftar definisi, seperti kamus. Masukan yang dapat dicari atau diakses dalam
berbagai format. Glossary yang juga memungkinkan guru untuk ekspor
masukan dari satu glossary lain (utama satu) yang sama saja. Akhirnya, sangat
mungkin untuk secara otomatis membuat link ke ini masukan dari seluruh
kursus.

CHOICE

Pilihan kegiatan ini sangat sederhana - guru menanyakan sebuah pertanyaan


dan menentukan pilihan dari beberapa tanggapan. Dapat berguna sebagai jajak
pendapat cepat untuk merangsang pemikiran tentang suatu topik; untuk
membolehkan kelas untuk memberikan suara pada arah untuk kursus atau
untuk mengumpulkan riset izin.

WIKI

Wiki memungkinkan dokumen agar Authored secara sederhana dalam bahasa


markup menggunakan browser web.

"Wiki Wiki" berarti "super cepat" dalam bahasa Hawaii, dan ia adalah kecepatan
membuat dan memperbarui halaman yang merupakan salah satu aspek
menentukan teknologi wiki. Secara umum, tidak ada sebelum meninjau
modifikasi sebelum dapat diterima, dan sebagian besar wiki yang terbuka untuk
masyarakat umum atau paling tidak ke semua orang yang juga memiliki akses
ke server wiki.

Moodle Wiki modul yang memungkinkan peserta untuk bekerja sama di


halaman web untuk menambah, memperluas dan mengubah konten. Versi lama
akan dihapus dan tidak dapat dikembalikan. Modul ini didasarkan pada Erfurt
Wiki.

WORKSHOP

Workshop adalah modul yang berfungsi sebagai ‘peer assessment’ dengan


sederet pilihan yang bisa dipergunakan. Dengan modul ini, user dapat
membantu pengguna lain dalam mengevalusi tugas yang sedang dikerjakannya.
Modul workshop ini memiliki suatu kurva pembelajaran, bahkan usaha yang
dilakukan menunjukkan partisipasi siswa yang lebih besar.

Workshop adalah kegiatan penilaian peer dengan besar array opsi. Hal ini
memungkinkan para peserta untuk menilai satu sama lain dari proyek, serta
jenis proyek, dalam beberapa cara. Ia juga mengkoordinasi pengumpulan dan
distribusi penilaian ini dalam berbagai cara. Workshop modul yang merupakan
kontribusi oleh Ray Kingdon.

SURVEY

Survey modul yang menyediakan sejumlah diverifikasi instrumen survei yang


telah ditemukan bermanfaat dalam menilai dan bersemangat belajar di
lingkungan online. Guru dapat menggunakan ini untuk mengumpulkan data dari
siswa yang akan membantu mereka belajar tentang mereka mencerminkan
kelas dan mengajar di masing-masing
ASSIGNMENTS

Assignment adalah metode pembelajaran dari dosen supaya siswa mengerjakan


suatu tugas dengan format digital, hasilnya kemudian diupload ke server e-
learning untuk diperiksa dan diberikan umpan balik oleh dosen yang
bersangkutan. Jenis assigment meliputi essay, proyek, laporan, studi kasus, dan
lainnya. Modul assignment selain memiliki kolom feedback, juga memiliki
fasilitas penilaian baik oleh dosen ataupun asisten.

Assignment juga merupakan tempat dosen memberikan pekerjaan kepada


peserta kuliah dengan satu batas waktu atau tenggat tertentu dan dibatasi
dengan suatu nilai maksimum. Peserta akan dapat meng-upload satu file yang
memenuhi persyaratan sebagai bentuk jawaban atau respon terhadap tugas
tersebut.

Dosen yang memberikan tugas dapat mengkoreksi tugas-tugas yang diupload


oleh mahasiswanya (dalam format html/teks) secara online sekaligus
memberikan nilai dan komentar untuk masing-masing tugas yang diupload oleh
mahasiswanya. Tipe assignment yang tersedia di Moodle:

• Advanced uploading of files

• Online text

• Upload a single file

Untuk menambahkan assignment,

1. pada sideblock kiri module [Administration] klik [Turn Editing On] akan
tampil menu editing yang hanya dimiliki oleh user dosen,

2. klik bagian [Add an Activities] pada panel utama, akan muncul tipe
aktivitas yang ingin dibuat,

3. pilih [Assignment]

4. Isi topik tugas pada [Assignment Name], kemudian deskripsi tugas


pada [Description], nilai pada [Grade], jangka waktu tugas pada
[Available From], tipe assignment pada [Assignment Type], kelompok
pada [Group Mode].

5. klik [Save Changes]

QUIZ

Modul quiz adalah modul untuk dosen membuat, merancang dan menentukan
ujian dan kuis oline. Tipe soal yang secara default ada pada modul Quiz meliputi
pilihan berganda, pilihan benar-salah, pertanyaan isian pendek. Pertanyaan-
pertanyaan akan dituliskan dalam database sehingga dapat digunakan
berulang-ulang, bahkan untuk lintas kursus. Dosen dapat menentukan quiz
dengan peserta dapat mencoba dengan beberapa kali percobaan. Dosen dapat
memilih untuk menampilkan umpan balik atau juga jawaban yang benar. Nilai
hasil ujian atau kuis secara otomatis akan ditampilkan pada panel dosen.

LESSON

Modul lesson dalam LMS Moodle memberikan representasi konten


pembelajaran dalam format yang lebih fleksibel.

Lesson tersusun dari sejumlah halaman. Setiap halaman diakhiri dengan


pertanyaan dengan beberapa alternatif jawaban. Setiap jawaban akan mengacu
kepada halaman-halaman tertentu dari lesson. Bila jawabannya yang diberikan
siswa tepat, maka siswa dapat melanjutkan ke halaman pembelajaran lanjutan.
Tetapi bila belum benar, maka siswa dapat dibawa ke halaman sebelumnya
yang memuat konten pembelajaran tersebut.

Navigasi pada setiap halaman dalam modul lesson bisa dibuat langsung, bisa
juga dibuat lebih kompleks.

Modul ini merupakan metode yang cukup baik untuk mengevaluasi


pengetahuan praktis suatu subjek belajar, dan dengan menggunakan editor
HTML yang tersedia pada Moodle, maka simulasi efektif suatu objek belajar
dapat dibangun.

SCORM/AICC

Paket SCORM adalah bundel konten web yang dibungkus dalam satu
format/spesifikasi yang mengikuti standar SCORM untuk panduan belajar.
Paket ini dapat meliputi halaman web, gambar/foto, program Javascript,
presentasi dengan format flash, kuis, yang dapat berjalan pada browser web.
Bab 8
Administrasi
Kursus Online

Pada Moodle, Administrasi kursus online meliputi : Menyambut siswa, memberikan umpan
administrasi kursus balik, penilaian(grade), mengelompokkan nilai, nilai tambahan, nilai pada kurva,
dilakukan dengan online, pembobotan.
seperti penyambutan
siswa, penilaian(grade), MENYAMBUT SISWA
pembobotan,
memberikan feetback ke Penyambutan siswa dalam LMS - Moodle dapat dilakukan di halaman login,
frontpage, dan your page.
siswa, dan memberikan
nilai tambahan.
MENGGUNAKAN SCALE UNTUK UMPAN BALIK
PENILAIAN (GRADE)

• Menampilkan Nilai

• Mengkategorisasi Nilai

• Membuat dan menampilkan Categories

• Menggunakan Extra Credit

• Menilai pada kurva

• Saat menggunakan kurva dan menggunakan pembobotan


• Kompensasi dengan pembobotan nilai

• Pembobotan

• Menghapus nilai terendah dalam satu kategori

• Memberikan Point Bonus

• Menyembunyikan nilai aktivitas tertentu

• Poin, Persen, Nilai Huruf

MELIHAT NILAI
MENGELOMPOKKAN NILAI
NILAI TAMBAHAN

NILAI PADA KURVA


PEMBOBOTAN
POIN, PERSEN DAN HURUF
Bab 9
Administrasi LMS
MOODLE

Pada bagian ini pembahasanan akan fokus pada


pengadministrasian kursus, nilai, setting Location,
Bahasa, Front Page, Reports.

Untuk melakukan admininstrasi LMS Moodle,


diperlukan user dengan privilege administrator.
Apabila user pengguna sudah di-set memiliki
Untuk melakukan privileges admin ini, lakukan login seperti biasa
administrasi LMS Moodle pada halaman login. Secara otomatis, fitur
diperlukan user dengan administrasi sudah tersedia di sideblok sebelah
privilege kiri atau sebelah kanan. Fitur-fitur ini meliputi
administrator(admin). pengaturan situs secara global, antara lain:
pengelolaa user, pengelolaan courses,
Admin bertugas pengaturan nilai, lokasi, bahasa, modul,
pengadministrasian LMS keamanan, tampilan, front page, server,
Moodle seperti networking, report, dan lain-lainnya.
pengaturan user, setting
location, nilai, bahasa
dan reports

PENGELOLAAN USER

Pengelolaan User pada Moodle meliputi tiga komponen utama yaitu :


Authentication, Accounts, Permissions.

Komponen Authentication mengatur variabel sebagai berikut : Manage


authentication, Keanggotaan hanya secara manual, No login, Otentikasi
berdasarkan Email. Komponen Account mengatur variabel : Browse list of
users,Bulk user actions,Tambah pengguna baru,Upload pengguna,Upload user
pictures, User profile fields. Sedangkan komponen Permissions mengatur :
Define roles,Assign system roles,User policies.

Klik [User] pada blok Administrasi untuk melakukan pengelolaan user.

Authentication berisi variabel-variabel yang dapat di atur sesuai dengan


kebutuhan sistem. Beragam jenis autentikas tersedia untuk dipilih. Secara
default, LMS Moodle menenukan sistem autentikasi menggunakan E-mail.
Keanggotaan manual merupakan pilihan bagi administrator sistem untuk
menghilangkan pilihan registrasi bagi pengguna. Pelengkap dari sistem ini
adalah Fitur No Login yang akan menahan semua user untuk bisa login ke
dalam sistem. Otentikasi berdasarkan mail juga diperkuat dengan sistem
captcha yang memungkinkan hanya user yang benar-benar registrasi online
dengan e-mail yang valid yang bisa mendaftarkan diri.

Pengelolaan pengguna pada intinya diatur di komponen Accounts. Beragam


fungsi-fungsi yang penting tersedia bagi administrator untuk memelihara dan
mengatur pengguna. Bagian browse list of user misalnya akan menampilkan
jumlah dan daftar pengguna. Masing-masing bisa kita saring dan kita urutkan
berdasarkan kebutuhan. Fitur Bulk user actions adalah fitur yang
memungkinkan administrator untuk melakukan komunikasi dengan pengguna,
yaitu: Konfirmasi, Add/send message, hapus, display on page, dan download.
Fitur tambah pengguna adalah fitur untuk menambahkan pengguna secara
manual. Fitur lainnya seperti upload pengguna, upload user pictures, upload
user field, semuanya adalah fitur-fitur yang menambah kemudahan bagi
administrator mengatur dan mengelola usernya.

Komponen ketiga pada pengaturan user meliputi pendefinisian role,


menugaskan peran administrasi sistem, serta kebijakan-kebijakan untuk
pengguna.

Dengan pengaturan tersebut, sistem dapat dikelola dengan optimal.

PENGELOLAAN KURSUS

PENGATURAN KATEGORI KURSUSBLI

Kursus merupakan satu bagian penting yang perlu diperhatikan dan menjadi
kunci operasional sistem e-Learning.

Bagian pengelolaan kursus meliputi :

• Menggunakan Kategori Kursus serta Pengalaman Pengguna,

• Membuat Kategori Kursus,

• Mengatur Kategori Kursus,

• Menempatkan Kursusu pada beberapa Kategori


MENGGUNAKAN KATEGORI KURSUS DAN
PENGALAMAN PENGGUNA

MEMBUAT KATEGORI KURSUS


MENGATUR KATEGORI KURSUS

KURSUS ENROLLMENT
REKUES KURSUS

BACKUP KURSUS

PENGATURAN NILAI

Pengaturan nilai di sini merupakan pengaturan yang bersifat umum. Nilai secara
spesifik ditentukan oleh pengaturan yang ada pada kelas online. Bagian
pengaturan nilai meliputi : General settings, Grade category settings, Grade
Item settings, Skala , Outcomes, Letters , Report settings : Grader report ,
Overview report , dan User report.

PENGATURAN LOKASI

Pengaturan lokasi meliputi Location Settings dan Update timezones. Data-data


yang dituliskan pada field menentukan properti sistem secara keseluruhan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di sini antara lain zona waktu, default
country. Apabila sistem ingin menggunakan fasiltias geoIP dan google Map,
beberapa data bisa dimasukkan di bagian IP Lookups.

PENGATURAN BAHASA

Sistem LMS - Moodle dilengkapi dengan modul untuk pengaturan bahasa.


Beragam bahasa bisa diimplementasikan. Termasuk salah satu diantaranya
adalah bahasa Indonesia. Pemilihan bahasa bisa ditampilkan di halaman muka,
bisa juga dijadikan sebagai variabel di bagian profil, serta dijadikan pilihan pada
suatu kursus online.

Pengaturan bahasa di sini meliputi : Language settings, Language editing,


Language packs. Setting bahasa meliputi beragam variabel untuk mengatur
bahasa default yang digunakan pada LMS. Language editing merupakan
beragam fungsi untuk melengkapi bahasa yang digunakan saat ini. Paket
bahasa adalah beragam paket yang siap untuk diinstallkan pada LMS Moodle
apabila sistem sudah online.

PENGATURAN FRONTPAGE

Frontpage merupakan situs paling awal yang dikunjungi oleh siswa. Saat
pengunjung mengetikkan alamat situs di alamat url, maka pengunjung akan
diarahkan ke halaman pertama. Informasi-informasi penting mengenai privilege
dan penggunaan sistem perlu untuk dimunculkan di bagian ini. Sehingga pada
saat pengunjung mengakses, mereka akan memahami hal-hal penting untuk
bisa menggunakan LMS dengan optimal.

Beberapa pengaturan yang bisa dilakukan pada bagian Frontpage ini antara
lain: Front Page settings, Front Page roles, Front Page backup, Front Page
restore, Front Page questions, File situs.

Frontpage Setting berisi variabel-variabel penting yang perlu diisi oleh admin
untuk memberikan informasi yang penting kepada pengunjung meliputi : Nama
Lengkap Situs, Informasi dan deskripsi mengenai situs e-Learning, Pengaturan
frontpage, pengaturan frontpage item, topic section yang ingin ditampilkan,
item berita, jumlah kursus per halaman, role user frontpage. Frontpage Roles
mengatur pengguna-pengguna yang dapat mengakses ke beberapa fungsi
penting di sistem LMS. Front Page backup berisi pengaturan variabel untuk
backup front page beserta data-datanya. Front Page restore berisi langkah-
langkah untuk merestorasi frontpage sesuai dengan kebutuhan. Frontpage
Question mengatur pertanyaan yang dimunculkan di halaman depan. File situs
merupakan lokasi tempat menyimpan data-data penting situs LMS secara
umum.
Bab 10
Administrasi
Lanjut LMS
MOODLE

PENGATURAN MODUL

Modul dalam LMS Moodle merupakan software yang dibuat untuk menambah
dan memperkaya fungsi-fungsi aplikasi. Bahkan keseluruhan fungsi dalam
Moodle ini merupakan modul-modul yang bisa diatur supaya sesuai dengan
yang diharapkan.

Tiga jenis modul yang diimplementasikan dalam LMS Moodle terdiri dari :
Aktivitas, Blok, serta Penyaring.

Modul aktivitas antara lain: Bacaan, Chat, Daftar Kata, Database, Forum, Kuis,
SCORM/AICC, dan Tugas. Modul blok : Sticky blocks, Global Search, Kursus,
Online Users, Remote RSS Feeds. Modul penyaring meliputi beragam fitur-fitur
yang mendukung ditampilkannya file-file tertentu seperti audio, video, animasi
flash secara langsung di halaman web.
PENGATURAN KEAMANAN

Keamanan sistem merupakan komponen penting yang harus diperhatikan oleh


administrator. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan terkait dengan keamanan
antara lain: Site policies, HTTP security, Module security, Notifications, Anti-
Virus.

Usaha pengamanan pada faktor-faktor di atas merupakan upaya pencegahan


terjadinya penyusupan oleh siapapun yang berniat tidak baik serta berupaya
untuk melakukan kejahatan cyber dalam format data mining, user abuse, dan
lainnya.

PENGATURAN TAMPILAN

Pengaturan tampilan menentukan keunikan sistem yang diimplementasikan.


LMS Moodle memungkinkan dilakukannya personalisasi dari sisi visibilitas
dengan kemudahan mengganti theme serta menyediakan beragam fitur untuk
memodifikasi tampilan. Fitur tersebut meliputi : Theme settings,Theme
Selector; Calendar, HTML editor, HTML settings, Moodle Docs, My Moodle,
Course managers, AJAX and Javascript, Manage tags.

Theme setting berisi variabel-variabel untuk memungkinkan pengguna


melakukan personalisasi terhadap sistem, meliputi : daftar theme, allow user,
category, course theme, allow user to hide blocks, show block on Module Page,
hide activity type navigation. Theme selector berisi beragam theme yang
tersedia untuk menjadi variabel default tampilan sistem.

Selain itu pada pengaturan tampilan atau appearance ini, administrator dapat
mengatur kalender, HTML editor, HTML setting, Moodle Docs, dan lainnya.

PENGATURAN SERVER

Server E-learning adalah mesin server yang sudah dilengkapi dengan lingkungan
pendukung sehingga sistem e-Learning bisa berjalan serta dipergunakan
optimal. Sistem tersebut harus dipelihara dari berbagi aspek. LMS Moodle
menyediakan fitur-fitur pengaturan sistem server yang membantu memudahkan
administrator melakukan fungsi-fungsi pemeliharaannya. Beberapa fitur
tersebut antara lain : System Paths, Email, Session Handling, RSS, Debugging,
Statistics, HTTP, Maintenance mode, Cleanup, Environment, Info PHP,
Performance.
PENGATURAN NETWORKING

Moodle Networking memungkinkan LMS Moodle untuk berinteraksi dengan LMS


MOodle yang lain secara otomatis. Fungsi ini sangat ditunjang oleh PHP cURL
salah satu PHP library yang diperuntukkan bagi interaksi antar sistem berbasis
Network. Beberapa pengaturan yang tersedia untuk menjalankan fitur ini antara
lain: Settings, Peers, SSO Access Control, Enrolments, XML-RPC hosts.

LAPORAN-LAPORAN

Laporan situs sangat diperlukan bagi administrator untuk memantau


operasional sistem. LMS Moodle dalam hal ini memiliki fitur-fitur yang memadai
untuk melakukan pemantauan. Beberapa fitur yang bisa dijadikan sebagai alat
bantu tersebut antara lain: Backups, Course overview, Logs, Live logs, Question,
Statistics, Unit tests.

Beberapa alat bantu di atas bergantung pada plug ins lainnya. Ada kalanya
library tertentu perlu untuk kita tambahkan demi keberjalanannya fungsi
tersebut. Laporan course overview bisa ditampilkan kepada administrator
dengan format diagram batang. Fitur yang tersedia pada laporan ini antara lain:
Tipe laporan, Time period – last, serta jumlah kuliah yang ditampilkan.

Aktivitas peserta kuliah dapat dimunculkan juga dalam laporan situs. Berikut
adalah contoh tampilan diagram aktivitas peserta yang dimunculkan di situs e-
Learning.

Untuk mengetahui data-data peserta yang akses, sistem juga telah dilengkapi
dengan log sistem. Log ini meliputi kursus, waktu, alamat IP, nama lengkap,
tindakan yang dilakukan serta informasi mengenai kegiatan apa yang
dilakukannya pada saat tersebut.
Data statistik bisa dimunculkan untuk melihat ragam aktivitas dan kegiatan
yang dilakukan pada jangka watku tertentu. Gambar dibawah ini menampilkan
jumlah akses peserta kuliah ke situs e-learning.
Bab 11 Persiapan
Instalasi Moodle

INSTALASI WEBSERVER

Secara umum, tahap


tahap-tahap
tahap yang harus kita lakukan untuk bisa menyiapkan
sistem e--learning adalah menyiapkan source installer,
ler, menjalankan xampp
software yaitu software integrasi antara apache, php, mysql, filezilla, dan modul-
modul
modul penting webserver.

Gambar 1 Install e-
e-Learning
Gambar 2 Folder tempat menyimpan source XAMPP

• Buka folder tempat Anda menyimpan file XAMPP

• Klik-ganda file .exe tersebut. Kotak dialog installer language akan


terbuka. Pilih bahasa yang ingin digunakan. Klik [OK]

• Kotak Dialog XAMPP akan terbuka, klik [Next]

Gambar
Gambar 3 Kotak Dialog XAMPP

• Tentukan lokasi folder tempat instalasi. Klik [Install] untuk melanjutkan.


• Proses instalasi akan berlangsung. Bila kotak konfigurasi sudah muncul,
berarti instalasi segera tuntas.

• Klik [Finish].

• Bila ingin menginstal XAMPP sebagai service, klik [Yes] di kotak dialog
instalasi layanan server

• Coba buka browser Internet Explorer (IE) atau Firefox.

• Ketik alamat : http://localhost

• Apabila sudah muncul halaman XAMPP berarti apache sudah


operasional.

• Apabila tidak, klik [XAMPP Control Panel] untuk mengaktifkan.

Gambar 4 Control Panel XAMPP


Bab 12 IInstalasi
nstalasi

PEMBUATAN DATABASE

Menyiapkan database merupakan langkah awal proses instalasi sistem e-e


learning. Database ini akan dijadikan sebagai tempat menyimpan data-data
data
yang terkait sistem bahan pengajaran serta data pengguna.

Pada bagian ini, pembuatan database akan dilakukan menggunakaan tool yang
disebut dengan phpmyadmin. Tool ini telah banyak digunakan sebagai
perangkat untuk mengembangkan database terutama MySQL.

Gambar 5 phpmyadmin
Untuk menjalankan software phpmyadmin ini, maka langkah-langkahnya adalah
sebagai berikut.

• Buka browser

• Ketik alamat : http://localhost/phpmyadmin

PEMBUATAN DIREKTORI DATA

Selanjutnya untuk penyimpanan file atau dokumen yang digunakan pada sistem
e-learning, dalam setup yang kita lakukan, kita harus siapkan direktori data.

Nama yang umum untuk direktor data pada moodle adalah ‘MoodleData’. Untuk
itu kita buat sebuah direktori pada web folder yang menjadi folder root sistem e-
learning, sebuah folder dengan nama ‘MoodleData’.

Caranya adalah (pada sistem operasi windows)

• buka webfolder,

• klik kanan, pilih [Create New Folder]

• beri nama [MoodleData]

MENJALANKAN SKRIP INSTALLER

Untuk menjalankan installer dengan web (install.php), ketikkan alamat


webfolder. Misalkan ketik pada browser :
http://localhost/namawebfolder/install.php

Akan muncul layar installation setup. Di sana akan muncul pilihan-pilihan proses
instalasi yang bisa kita ambil. Di antaranya adalah pilihan bahasa, pilihan
webfolder, pilihan database, kemudian monitoring konfigurasi server tempat
menyimpan sistem e-learning.

Hasil dari proses instalasi ini adalah file ‘config.php’. File ini bisa kita edit
kemudian untuk menyesuaikan dengan spesifikasi kebutuhan.

Secara lengkap untuk menginstalkan sistem e-learning ini, maka langkah-


langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

• salin paket kompresi installer Moodle (dalam format zip, atau tarball) ke
webfolder,

• ekstrak paket tersebut dengan software ekstraktor (winzip, wincmd,


gunzip)

• buka browser, ketikkan alamat yang mengacu kepada webfolder, maka


akan tampak panduan instal seperti pada gambar berikut,
Gambar 6 Memilih bahasa proses instal

Pada proses awal ini kita akan memilih bahasa yang akan digunakan saat
instalasi. Bahasa yang tersedia cukup beragam. Masing-masing
masing bisa dipilih
sesuai dengan kehendak kita. Apabila cukup nyaman denga bahasa Inggris,
maka kita boleh memilih bahasa inggris. Tapi bila ingin menggunakan bahasa
Indonesia, maka paket instal ini sudah mengikutsertakan babahasa
hasa Indonesia.

Proses selanjutnya adalah memeriksa konfigurasi PHP dan properti sistem yang
terinstal pada server. Konfigurasi PHP ini penting karena sistem Moodle
dibangun pada platform PHP yang terkini. Untuk menginstalkannya pada server
dibutuhkan vers
versii PHP versi terbaru. Selain itu, ada beberapa konfigurasi sistem
yang dibutuhkan juta untuk mendukung sistem beroperasi dengan baik, seperti
Session Auto Start, File Uploads, GD Version, Memory Limit, dan lain-lainnya.
lain

Bila telah yakin dengan konfigurasi yang ada maka kita bisa melanjutkan ke
langkah berikutnya dengan mengklik tombol [Selanjutnya].
Gambar 7 Check PHP settings

Setelah tahap ini, proses install akan masuk ke bagian menentukan lokasi
penyimpanan sistem. Kita akan menentukan
enentukan alamat web tempat sistem
diakses, alamat direktori untuk sistem, dan alamat direktori data untuk
menyimpan file-file
file yang terkait denga sistem e
e-learning. Secara garis besar,
data-data
data tersebut bisa ditabelkan sebagai berikut.

Web address : http://


http://[namaserver]moodle1.8.b/moodle

Moodle Directory : D:\[webfolder]


[webfolder]\moodle1.8.b\moodle

Data Directory : D:\[webfolder]


[webfolder]\moodle1.8.b\/moodledata

Tabel 1 Konfigurasi Penyimpanan Data


Gambar 8 Mengatur lokasi penyimpanan file pada sistem

Setelah konfigurasi data berhasil kita input, maka proses install akan
dilanjutkan dengan mengonfigurasi database untuk tempat penyimpanan data-
data
data yang terkait dengan sistem pembelajaran online.

Sistem data
database
base Moodle telah mendukung beragam database. Sistem database
yang direkomendasikan oleh tim Moodle adalah MySQL dan PostGRESQL.

Untuk mengonfigurasi database, kita perlu menyiapkan sebuah database dan


sebuah user database yang memiliki privileges untuk m membuat
embuat tabel dan
mengeditnya. Untuk itu kita bisa mengikuti langkah
langkah-langkah
langkah pembuatan
database yang telah dibahas di bagian sebelum ini. Apabila database telah
dibuat, kita bisa mengisi variabel
variabel-variabel
variabel sistem pada installer moodle sebagai
berikut.
Gambar
Gambar 9 Membuat username dan password database

Type : MySQL

Host Server : localhost

Database : moodle

Pengguna : root

Password :

Tables prefix : mdl_

Kita bisa sesuaikan isian dari variabel


variabel-variabel ini berdasarkan kepada
konfigurasi database yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah selesai, klik
tombol [selanjutnya]. Apabila MySQL sudah kita hidupkan dan database dengan
nama yang kita tulis sudah tersedia maka instalasi akan masuk ke bagian
berikutnya.

Pada bagian ini installer


taller akan memonitor konfigurasi sistem untuk
membandingkan apakah konfigurasi tersebut sudah memenuhi standar
kebutuhan moodle. Status “OK” akan diberikan untuk masing-masing variabel.
Dengan status ini maka kita bisa melanjutkan proses instalasi ke taha
tahap
berikutnya. Apabila statusnya belum “OK”, maka akan ada saran langkah
langkah-
langkah yang bisa diambil termasuk alternatif
alternatif-alternatif yang mungkin dilakukan
supaya server kita siap untuk menjalankan sistem e e-learning.
Gambar 10 Pemeriksaan status komponen-
komponen-komponen yang diperlukan oleh sistem

Tahap selanjutnya adalah mengonfigurasi bahasa yang akan digunakan untuk


sistem e--learning.
learning. Pada tahap ini, sistem akan memberikan pilihan bahasa yang
akan digunakan atau pilihan untuk men men-download
ownload paket bahasa (language
pack) yang nanti bisa digunakan. Pemilihan bahasa ini sebenarnya belum perlu
menjadi prioritas perhatian kita. Konfigurasi bahasa akan dapat kita lakukan
setelah proses instalasi selesai.

Klik [Selanjutnya] untuk melanjutkan proses instalasi. Selesai melakukan


proses ini, kita akan sampai pada bagian akhir proses instal. Apabila di layar
sudah muncul pernyataan bahwa ‘config.php’ sudah berhasil ditulis, berarti
sistem telah siap untuk menuliskan tabel
tabel-tabel
tabel yang digunakan untuk
unt
menyimpan datadata-data penting sistem. Pembuatan tabel-tabel
tabel ini dilakukan
secara otomatis oleh sistem. Yang perlu kita lakukan adalah melihat prosesnya
supaya berjalan sesuai dengan standar prosedur instal. Hasil dari proses
instalasi ini adalah file ‘con
‘config.php’
Gambar 11 Downloading a language pack

Sebagai alternatif dari proses instalasi di atas, kita bisa melakukan langkah
manual. Yaitu dengan menyalin file ‘config
‘config-dist.php’, kemudian mengedit bagian
penentuan lokasi dan bagianan database kemudian menyimpannya dalam file
‘config.php’.

Setelah pembuatan tabel-tabel


tabel untuk menyimpan data sistem selesai, maka
selanjutnya kita dapat mengonfigurasi hal
hal-hal penting yang terkait dengan
informasi sistem, administrasi pengguna, pengatura
pengaturan modul dan blok software,
pengaturan kuliah, berita, forum dan lainnya.
Gambar 12 Antar muka yang menyatakan config.php telah berhasil dibuat

Setelah berhasil membuat config.php maka proses dilanjutkan dengan


mengakses halaman admin. Pertama kali yang akan tampil adalah GPL
agreement. Isi pernyataan dalam GPL agreement harus disetujui untuk kita
dapat melanjutkan ke proses berikutnya.

Sekarang, Moodle akan mengatur database serta membuat tabel-tabel.


tabel
Pernyataan SQL akan tampil diikuti oleh pesan status dengan contoh seperti
berikut,

CREATE TABLE course ( id int(10) unsigned NOT NULL auto_increment, category int(10)

unsigned NOT NULL default '0', password varchar(50) NOT NULL default '', fullname varchar

(254) NOT NULL default '', shortname varchar(15) NOT NULL default '', summary text NOT

NULL, format tinyint(4) NOT NULL default '1', teacher varchar(100) NOT NULL default

'Teacher', startdate int(10) unsigned NOT NULL default '0', enddate int(10) unsigned NOT

NULL default '0', timemodified int(10) unsigned NOT NULL default '0', PRIMARY KEY (id))

TYPE=MyISAM

SUCCESS

Proses ini berlangsung sampai keseluruhan tabel berhasil dibuat.

HALAMAN ADMIN

Setelah proses pembuatan tabel selesai, installer akan membawa kita


mengakses halaman ‘Setup administrator account’. Administrator ini berperan
sebagai ‘super user’. Hak aksesnya meliputi keseluruhan modul dan blok yang
ada pada sistem ee-learning.
Gambar 13 Halaman Setup administra
administrator account

Yang perlu kita lakukan adalah mengisi kolom


kolom-kolom isian dengan data yang
diperlukan. Beberapa hal penting yang harus kita isi adalah username,
password, alamat email, kota, dan negara. Apabila ini telah diisi, klik tombol
[Selanjutnya]

Setelah
h user administrator berhasil dibuat, langkah selanjutnya adalah
mengatur dan mengadministrasi sistem secara umum. Bagian pertama adalah
Frontpage settings. Pengubahan pada bagian ini akan mempengaruhi
bagaimana tampilan depan sistem e e-learning kita.

Ada beberapa variabel yang harus kita isikan pada setting Front Page ini.
Diantaranya adalah :
Gambar 14 Frontpage settting

Full site name Nama lengkap site yang akan muncul pada
bagian ‘title’ di browser

Short name for site Nama singkat (kata tunggal) yang akan menjadi
tanda untuk navigasi sistem e-learning
learning

Front Page Description Deskripsi umum tentang sistem e-learning.


e

Front Page Pemilihan item yang akan ditampilkan di


halaman depan

Front Page items when Pemilihan item yang akan ditampilkan saat user
sudah log in
logged in
Include a topic section Ceklis bila ingin topic section ditampilkan di
halaman depan

News item to show Jumlah kolom berita yang ditampilkan di


halaman depan

Course per page Jumlah course yang


g ditampilkan per halaman

Allow visibles courses in Menampilkan course di kategori hidden secara


normal
hidden categories
Gambar 15

Apabila proses tersebut berjalan lancar, maka klik [Selanjutnya] untuk


mengakses ke sistem e-learning
learning yang sudah kita setting. Hasilnya akan muncul
seperti gambar 15.

SETTING CRON

Beberapa modul yang ada pada Moodle memerlukan pemeriksaan kontinyu


untuk melaksanakan tugas-tugasnya.
tugasnya. Sebagai contoh, Moodle harus memeriksa
forum/diskusi. Setiap posting yang membutuhkan pengiriman mail ke
pesertanya pada forum/diskusi perlu untuk dikumpulkan dan kemudian
masing user.
dikirimkan ke alamat mail masing-masing

Skrip untuk menjalankan fungsi ini ada di direktori admin. Namanya adalah
cron.php. Cron ini perlu diotomatisasi supaya berjalan secara otomatis
berdasarkan durasi tertentu. Pengaturan ini disebut dengan ‘cron service’. Cron
service ini tidak perlu ada di dalam mesin yang sama. Bagi institusi yang sudah
memiliki server untuk otomatisasi cron, maka cron service ini bisa ditambahkan
pada daftar dari service yang perlu untuk dijalankan.

Untuk mensetting cron, diperlukan pengetahuan tentang platform/sistem


operasi tempat
empat service cron dijalankan. Cara yang mudah bila platform/sistem
operasi yang digunakan adalah Windows 2000/XP SP2/2003 adalah dengan
menggunakan aplikasi MoodleCron
MoodleCron-Setup.exe yang tersedia di website :

http://sourceforge.net/project/downloading.php?groupname=moodle&filename
=MoodleCron-Setup.exe&use_mirror=optusnet
Setup.exe&use_mirror=optusnet
Gambar 16 MoodleCron Setup Wizard

Pada
a saat instalasi kita akan diminta rentang waktu pengecekkan cron serta
alamat web lokasi/tempat file cron.php disimpan.