Anda di halaman 1dari 8

Bola (shot) yang digunakan dalam

tolak peluru ,terbuat dari besi atau


metal keras lainnya.
Peluru yang digunakan memiliki
ukuran sesuai kelas atlet

7,257 kg
3 kg 5 kg 4 kg

Yunior putri Yunior putra Senior putri Senior putra


Diameter =95 -110mm Diameter =110 -130mm
Titik –titik utama penahan
Cara memegang peluru

Peluru diletakan pada telapak tangan


bagian atas atau pada ujung telapak
tangan yang dekat dengan jari tangan.
Jari tangan diregangkan atau dibuka,
jari manis, jari tengah dan jari 2
penunjuk dipergunakan untuk
menahan peluru bagian belakang. Jari tengah 1
Sedangkan jari kelingking dan ibu 3
Jari telunjuk
jari digunakan untuk menahan
peluru bagian samping. Yaitu agar Jari manis
peluru tidak tergelincir kedalam atau
keluar.

4 5
Ibu jari
kelingking

Menjaga agar peluru tidak bergeser


Sikap badan pada waktu
akan menolak

Mengambil posisi awal dengan


membelakangi arah tolakan badan,
berdiri tegak dengan kaki dibuka lebar
( kangkang ) dengan posisi kaki kiri lurus
kedepan dan berat badan ada di atas kaki
kanan, pada saat badan diturunkan, tumit
kaki penunjang diangkat, kaki belakang
juga diangkat sedikit bengkok, kearah
belakang atas, kemudian badan
dibungkukkan kedepan dan lutut kanan
ditekuk lurus kedepan demikian juga
ujung kakinya.sedangkan keadaan
tangan kanan memegang peluru dan
ditempelkan pada bahu dan tangan kiri
dengan siku dibengkokkan berada
didepan sedikit agak serong keatas
lemas. Tangan kiri berfungsi untuk
membantu dan menjaga keseimbangan.
Cara menolakan peluru

Kaki kanan sekarang segera


diluruskan, memberi dorongan bermula
dari sol tumit kaki belakang, sedang kaki
kiri menendang ke belakang kuat-kuat
terhadap / ke arah balok batas tolakan.
Bersamaaan dengan memutar badan dari
belakang kearah samping kiri atau kearah
tolakan, siku ditarik serong keatas
kebelakang ( kearah samping kiri ),
pinggul, pinggang dan perut didorong
kedepan agak keatas hingga dada terbuka
menghadap kedepan serong keatas
kearah tolakan. Dagu diangkat dan
pandangan kearah tolakan. Pada saat
seluruh badan menghadap kearah
tolakan, secepatnya peluru itu ditolakan
sekuat-kuatnya kedepan kearah tolakan
( parabola )..
Follow Through

Gerakan setelah melakukan


tolakan,berfungsi menjaga keseimbangan

a. Kaki tolakan segera didaratkan

b. Kaki kiri ( kaki depan ) diangkat


kebelakang lurus dan lemas untuk
membantu menjaga keseimbangan.

c. Badan condong kedepan dagu diangkat,


badan agak miring kesamping kiri, dan
pandangan kearah jatuhnya peluru.

d. Tangan kanan dengan siku agak


dibengkokkan berada didepan sedikit agak
kebawah badan, tangan atau lengan kiri
lemas lurus kebelakang untuk membantu
menjaga keseimbangan.
Lapangan tolak peluru
Lingkaran terbuat dari besi/baja.

Diameter lingkaran = 2,135 meter 45o Daerah tolakan

Bagian dalam dari semen/aspal Balok penahan dari kayu


Peraturan
1. Setelah nama atlet dipanggil,atlet
memiliki waktu 60 detik untuk
melakukan gerakan melempar
2. Atlet harus keluar dari bagian belakang
lingkaran setelah melakukan tolakan
3. Peluru harus diletakkan dekat leher
hingga waktu penolakan
4. Atlet diperbolehkan menyentuh bagian
dalam lingkaran besi.
5. Peluru harus mendarat di daerah
tolakan

Tidak mengindahkan peraturan diatas,misal tidak keluar


dari belakang lingkaran,dapat dikenakan diskualifikasi
Contoh lemparan

Bola mengenai tanah

Bola menggelinding
Jarak dihitung dari keliling lingkaran