Anda di halaman 1dari 94

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KD 3.3

Sekolah

: SMA NEGERI 1 GLENMORE

Kelas/Semester

: XI/2

Mata Pelajaran

: Biologi

Tahun Pelajaran

: 2015/2016

Alokasi Waktu
I.

: 4 x 45 menit

Standar Kompetensi :
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu,kelaianan dan/atau
penyakit yang mungkin terjadi, serta implikasinnya pada Salingtemas.

II.

Kompetensi Dasar

3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur , fungsi, dan proses serta kelainan /penyakit yang
dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan misalnya
ruminansia.
III.

Indikator
No
1.
2.

3.

Indikator
Memahami jenis dan kandungan makanan bergizi
Menganalisis variasi dan komposisi makanan yang

Nilai Karakter
Rasa ingin tahu, kreatif
Kreatif, mandiri,jujur, rasa

dikonsumsi dan menyusun menu makanan yang

ingin tahu, tanggungjawab

seimbang.
Mengidentifikasi struktur,fungsi dan proses sistem

Rasa ingin tahu, kreatif

pencernaan makanan pada manusia dan hewan


4.

tertentu.
Mengaitkan struktur,fungsi dan proses sistem

Rasa ingin tahu, kreatif,

pencernaan makanan pada manusia dan hewan

mandiri

tertentu.

5.

6.

IV.

Menjelaskan struktur,fungsi dan proses sistem

Gemar

membaca,

pencernaan makanan pada manusia dan hewan

komunikatif, demokratis

tertentu.
Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem

Rasa ingin tahu, gemar

pencernaan dan teknologi pengobatannya.

membaca, komunikatif

Tujuan Pembelajaran
a.

Mengidentifikasi nilai gizi asupan makanan siswa.

b.

Memperkirakan kemungkinana jika terjadi kekurangan atau kelebihan salah satu zat
makanan

c.

Menjelaskan proses pencernaan makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein.

d.

Menjelaskan kemungkinan penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan dan teknologi
pengobatannya.

e.

Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses pencernaan pada hewan ruminansia dan

beberapa hewan lainya sebagai perbandingan sistem pencernaan pada manusia


V.

Materi Pembelajaran
Materi Pokok : Makanan dan sistem Pencernaan Makanan
Sub materi

VI.

Pengertian makanan sehat

Macam zat makanan dan fungsinya bagi tubuh

Pewarna dan penyedap makanan

Kebutuhan energi dan menu makanan seimbang

Sistem Pencernaan pada Manusia

Penyakit pada sistem Pencernaan dan teknologi pengobatannya

Pendekatan Pembelajaran
Konsep, dan Salingtemas
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, eksperimen, tanya jawab, dan ceramah
Model Pembelajaran
Direct Instruction, dan Cooperative Learning

VII.

Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru

Alokasi

Kegiatan Peserta

Nilai

Keterang

waktu

didik

Karakter

an

Kegiatan Awal

10

Menyapa siswa dan

Mempersiapkan

Disiplin

Terlaksan

memeriksa kehadiran

diri untuk

a / tidak

siswa

mengikuti proses

terlaksana

Motivasi dan

KBM.

apersepsi

Peserta didik

Komunik

dan minat siswa

menjawab

atif

dengan memberikan

pertanyaan yang

beberapa pertanyaan,

dilontarkan guru.

Menarik perhatian

contoh:
1. Sebutkan kriteria
makanan sehat
2. Berapa
perbandingan

kalori yang

Menulis

dihasilkan antara

kompetensi yang

sepiring nasi

disampaikan guru.

mandiri

dengan satu
sendok minyak

Menyampaikan
kompetensi dasar,
indikator serta tujuan

pembelajaran
Kegiatan Inti
Membagi kelas

70

menjadi 7

Duduk dalam

Disiplin

a/

kelompoknya

Tidak

kelompok(terdiri dari 5
orang)

Memberikan ceramah

Mendengarkan

Disiplin,

penjelasan guru

rasa ingin
tahu

tentang ulasan materi


Melakukan

Kerja

percobaan uji

keras,

peserta didik untuk

bahan makanan

mandiri,

melakukan percobaan

dengan tertib dan

kreatif

uji bahan

sesuai prosedur

yang akan dipelajari


Menugaskan kepada

Terlaksan

terlaksana

makanan(setiap

Menganalisis

kelompok melakukan

kandungan bahan

uji yang berbeda)

makanan dengan

Kerja

diskusi dalam

keras,

kelompoknya

mandiri,

Setiap kelompok

jujur,

mendapatkan

komunikati

hasil percobaan

Memerintahkan setiap
kelompok untuk

mendiskusikan hasil
kerjanya
Mempersilahkan

uji bahan

perwakilan kelompok

makanan

untuk

Setiap perwakilan

mempersentasikan

kelompok

hasil kerjanya di depan

mempersentasikan

kelas

hasil percobaan

Membimbing jalanya

Peserta didik

diskusi sebagai

mengikuti jalanya

fasilitator

diskusi dengan

Menanggapai hasil

antusias

diskusi serta
memberikan penguatan

if,
toleransi,
demokratif

Mencatat jawaban
yang benar

dengan menyampaikan

Rasa ingin
tahu,

jawaban yang benar

Komunikat

tanggung

Memberikan reward

jawab

kepada kelompok yang


terbaik

Kegiatan Akhir

Membimbing

Mencatat

Kreatif,

Terlaksan

peserta didik untuk

rangkuman

a/

merangkum hasil

pembelajaran

Tidak

Mengerjakan

Mandiri,

Memberikan tindak

tugas dan

tanggung

lanjut berupa tugas

mengumpulkan

jawab

individu untuk

dengan tepat

membuat menu

waktu

diskusi

10

terlaksana

makanan yang
seimbang (Biolab
6-4)

VIII. Media Pembelajaran


Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD,carta, Alat dan bahan yang


diperlukan untuk uji bahan makanan, dan LKPD

Sumber Belajar

: Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B SMA kelas XI. Jakarta:


Erlangga

IX. Penilaian

Penilaian kognitif ( ulangan harian)

Penilaian hasil diskusi percobaan Uji Bahan Makanan

Penilaian proses KBM (Keaktifan peserta didik pada saat diskusi)

Penilaian tugas individu Penyusunan Menu Seimbang

X. Instrumen Penilaian
Contoh Soal Ulangan Harian
Pilihlah salah satu jawaban yan paling tepat !
1. Kekurangan vitamin A dalam jangka panjang pada asupan makanan sehari-hari, berakibat
penyakit ....
a. Beri-beri
b. Xerophtalmi
c. Pelagra
d. Rakhitis
e. Dermatitis
2. Nilai gizi suatu makanan dideskripsikan dari hal-hal dibawah ini, kecuali ....
a. Kandungan zat aditif
b. Mudah dicerna
c. Kandungan serat nabati
d. Kandungan lemak, amilum, protein
e. Kandungan vitamin dan mineral
3. Hati merupakan kelenjar pencernaan yangmenghasilkan ....
a. Insulin
b. Bilirubin

c. Biliverdin
d. Glukagon
e. Empedu
4. Proses pecernan makanan yang sebenarnya oleh enzim-enzim pada ruminansia berlangsung
didalam ....
a. Rumen
b. Retikulum
c. Omasum
d. Abomasum
e. Intestinum
5. Hasil akhir dari proses pencernaan protein ....
a. Glukosa
b. Asam lemak
c. Asam amino
d. Gliserol
e. Garam kaarbonat
6. Untuk menguji adanya gula didalam nasi digunakan ....
a. Lugol
b. Benedict
c. Biuret
d. Milon nase
e. Fehling A
7. Penyerapan sari-sari makanan berlangsung didalam ....
a. Intestinum
b. Yeyenum
c. Duodenum
d. Kolon desenden
e. Kolon asenden
8. Dibawah ini jenis-jenis penyakit pada lambung, kecuali ....
a. Gastritis
b. Stomatitis
c. Gastroenteritis
d. Peritonitis
e. Kolik
9. Untuk mengetahui peradangan organ pencernaan dibagian usus halus digunakan ....
a. Endoskop

b. Kolonkop
c. Gastroskop
d. Duodenoskop
e. Anoskop
10. Fermentasi selulose pada hewan kuda terjadi didalam ....
a. Rumen
b. Retikulum
c. Omasum
d. Abomasum
e. Sekum
Lengkapilah titik-titik pada soal sebagai berukut !
1. Bahan makanan yang berfungsi sebagai penghasil energy adalah
2. Slogan menu seimbang untuk Indonesia adalah ....
3. Terjadinya kontraksi secara bergantian antara otot memanjang dan otot melingkar pada
esofagus disebut ....
4. Bagian lambung yang membulat terletak ditengah disebut ....
5. Enzim yang mengubah amilum menjadi glukosa didalam ludah adalah ....

Rubrik Jawaban
Pilihan ganda
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Kunci
B
A
E
A
C
B
C
D
D
A

Jawaban singkat
skor
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Nilai Pilihan ganda ( I ),


Nilai

Skors siswa 80
Total Skor

Penilaian unjuk kerja

No
1.
2.
3.
4.
5.

Jawaban
Karbohidrat, lemak, protein
4 sehat, 5 sempurna
Gerak peristaltic
Fundus
Amilum, ptyalin

Nilai uraian ( II ),
Skors siswa 20
Nilai
Total Skor

Skor
2
2
2
2
2

No
1
2
3
4
5

Elemen yang dinilai


Persiapan alat & bahan
Melakukan sesuai urutan prosedur kerja
Membuat data hasil pengamatan
Menjawab pertanyaan
Membuat laporan
Total Skor

Nilai

Skors

Skor

Maksimal
5
5
5
5
5
25

siswa

Skors

Skor

Maksimal
5
5
5
5
5
25

siswa

Skor siswa 100


Total Skor

Penilaian Sikap
No
1
2
3
4
5

Elemen yang dinilai


Minat / rasa ingin tahu
Kreatifitas
Kerjasama / toleransi
Disiplin
Tanggung jawab
Total Skor

Nilai

Skor siswa 100


Total Skor

Keterangan:
Skor
81 100
61 80
41 60
- 40

Nilai
A
B
C
D

Kriteria
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Drs. Mujiono, M.Pd

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

PERTEMUAN II
Pendekatan Pembelajaran
Salingtemas
Metode Pembelajaran
Diskusi, observasi dan Tanya jawab
Model Pembelajaran
(Cooperative Learning)
VII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru

Alokasi
waktu

Kegiatan Peserta didik

Nilai Karakter

Keterang
an

Kegiatan Awal
Menyapa siswa dan

10

Mempersiap

memeriksa kehadiran

kan diri untuk

siswa

mengikuti proses

Motivasi dan apersepsi

Disiplin

Terlaksana /
Tidak
terlaksana

KBM.

Dengan cara memberikan


Peserta didik

pretest, contoh soal :

Komunikatif

menjawab

1. Bagaimana tubuh kita

pertanyaan yang

mencerna makanan?

dilontarkan guru.

2. Mengapa seekor sapi


nampak tanpa henti

mandiri

menggerakan mulutnya
Menulis topik yang

mengunyah makanan?

akan dipelajari

Menyampaikan
kompetensi dasar,
indikator serta tujuan

pembelajaran

Menulis
kompetensi yang
disampaikan guru.

Kegiatan Inti
Membagi kelas menjadi 5
kelompok(sistem
pencernaan manusia,
ruminansia, burung,

70

Duduk dalam
kelompoknya

Disiplin

Terlaksana
/ Tidak
terlaksana

cacing, reptilia, amphibia)


Menugaskan kepada setiap

anggota kelompok untuk

Membaca materi

Disiplin, rasa

yang ditugaskan

ingin tahu

memahami materi yang

Kerja keras,

berbeda sesuai dengan

mandiri, kreatif

kelompoknya
Peserta didik

Kerja keras,

kelompok dengan materi

berkumpul sesuai

mandiri, jujur,

yang sama untuk

dengan

komunikatif

berkumpul dan

kelompoknya dan

menjelaskan ke anggota

berdiskusi

kelompok yang lain

bersama anggota

(dengan bantuan torso dan

kelompoknya

Memerintahkan anggota

charta)
Mempersilahkan
perwakilan dari

Komunikatif,

untuk mempersentasikan

setiap kelompok

toleransi,

hasil kerjanya di depan

mempersentasikan

demokratif

kelas

hasil diskusinya

Kreatif,

perwakilan kelompok

Menanggapi hasil diskusi

Mencatat

serta memberikan

penguatan yang

penguatan dengan

diberikan guru

mandiri,
tanggungjawab

menyampaikan jawaban
yang benar
Memberikan reward
kepada kelompok yang
terbaik.

Kegiatan Akhir

Terlaksana

Membimbing peserta didik 10

Mencatat

Kreatif, mandiri /

untuk merangkum hasil

rangkuman

Tidak

diskusi

pembelajaran

terlaksana
Tanggung

Memberikan tindak lanjut


berupa tugas kelompok
untuk melakukan

Mengerjakan tugas

jawab, kerja

dan mengumpulkan

keras

observasi mengenai

dengan tepat waktu

penyakit dan teknologi


yang terkait.
Deskripsi:
Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar-kelenjar yang berhubungan
dengan proses pencernaan
Saluran pencernaan terdiri dari rongga mulut, esofagus, lambung, usus besar, usus besar,
rektum, dan anus

a. Rongga Mulut

Di dalam rongga mulut terdapat lidah, kelenjar ludah dan gigi


1. Lidah, berfungsi membantu mencampur makanan dengan saliva dan mendorong
makanan masuk ke esophagus

2. Kelenjar ludah, berjumlah tiga pasang. Ketiga pasang kelenjar tersebut

menghasilkan dua setengah liter ludah setiap hari. Ludah manusia terdiri dari
hasil sekresi dari kelenjar parotis (25%), kelenjar sub maksilaris (70%), dan
kelenjar sublingualis (5%)
3. Gigi, berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Tiap-tiap gigi terpancang di dalam geraham
dan dilindungi oleh gusi. Setiap gigi terbagi atas puncak gigi (colum) yang berada di dalam
gusi, dan akar gigi (radiks) yang berada di dalam rahang. Gigi dilindungi lapisan email yang
putih dan keras yang terbuat dari zat dentin.
Berdasarkan bentuknya gigi dibedakan menjadi:
1) Gigi seri berfungsi untuk memotong,
2) Gigi taring berfungsi untuk mencabik,
3) Gigi geraham berfungsi untuk menghaluskan makanan.
Gigi tertanam kuat di dalam tulang rahang atas dan bawah. Jika dilihat dari luar, gigi
mempunyai bagian-bagian yaitu:
1) Mahkota gigi (corona), yaitu bagian yang tampak dari luar,
2) Leher gigi (kolum), yaitu bagian gigi yang terbungkus gusi,
3) Akar gigi (radiks), yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam gusi.
Jika gigi dipotong membujur maka tampak bagian-bagian dari luar ke dalam yaitu: 1) Lapisan
email, 2) Tulang gigi (dentin), 3) Rongga gigi (pulpa), 4) Gusi, dan 5) Semen.
Rumus gigi susu

Rumus gigi dewasa

2 1 2 2 1 2

3 2 1 2

2 1 2 3

2 1 2 2 1 2

3 2 1 2

2 1 2 3

b. Esofagus (kerongkongan)
Dari mulut makanan menuju kerongkongan, kerongkongan merupakan saluran panjang
sebagai jalan makanan menuju lambung. Pada kerongkongan terjadi gerakan peristaltic yaitu gerakan
meremas dan mendorong makanan menuju lambung. Selain terjadi gerakan peristaltic, pada dinding
kerongkongan juga terdapat lender yang membantu mempermudah lewatnya makanan menuju
lambung.
c. Lambung
Dari kerongkongan menuju lambung. Lambung berupa kantung besar yang terdiri dari:
1.

Kardiak, terletak di sebelah atas dekat hati

2.

Fundus, bagian yang membulat dan letaknya di tengah

3.

Pilorus, bagian yang letaknya dekat usus


Di dalam lambung terjadi pencernaan secara mekanis dengan bantuan gerak peristaltik dan

secara kimiawi dengan bantuan asam lambung dan enzim pepsin dan renin.

d. Intestinum (usus halus)


Usus halus berupa tabung yang panjangnya sekitar 6-8 meter, terdiri atas 3 bagian yaitu:
duodenum (usus 12 jari), jejenum, dan ileum.

e. Kolon (usus besar)

Usus besar terdiri atas usus tebal atau kolon (yang terdiri atas colon ascendens, colon
trasversum, dan colon descendens), rectum dan anus. Di dalam kolon tidak terjadi pencernaan
mekanis maupun kimiawi, yang terjadi adalah penyerapan air dan pembentukan feses.
Sisa makanan yang tidak dicerna didorong kebagian belakang dengan gerakan peristaltik. Air
dan garam mineral diabsorsi kembali oleh dinding kolon yaitu kolon ascendens. Sisa makanan
berada pada usus besar selama 1 sampai 4 hari. Pada waktu pembusukan dibantu oleh bakteri
Echerichia coli yang bersimbiosis dengan manusia karena mampu membentuk vitamin K dan B12.
Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, sisa makanan terdorong sedikit demi sedikit ke tempat
penampungan tinja yang siap keluar yaitu poros usus (rectum). Apabila lambung dan usus halus
terisi makanan kembali, akan merangsang kolon melakukan buang air besar (defekasi). Rangsangan
itu disebut refleks gastrokolik. Selanjutnya feses dikeluarkan melalui anus
Fungsi usus besar adalah mengabsorsi air, membentuk massa feces, dan membentuk lendir
untuk melumasi permukaan mukosa.
Sistem organ pencernaan pada ruminansia
Ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang biasa memamah (memakan) dua kali
sehingga kelompok hewan tersebut dikenal juga sebagai hewan memamah biak. Susunan dan fungsi
sistem pencernaaan pada ruminansia sedikit berbeda dari manusia, terutama susunan dan fungsi dari
gigi dan lambung.
Pada rongga mulut hewan ruminansia terdapat gigi geraham (molar) yang sangat besar. Gigi
geraham tersebut berfungsi untuk menggiling dan menggilas dinding sel tumbuhan yang
mengandung zat selulosa. Gigi seri hewan ruminansia hanya terdapat pada rahang bawah yang
berfungsi menjepit dan memotong makanan. Di antara gigi seri dan geraham terdapat daerah yang
tidak ditumbuhi oleh gigi yang disebut diasterna.
Di dalam sistem pencernaan hewan ruminansia, makanan berupa gumpalan-gumpalan kecil
di dalam retikulum akan dikeluarkan lagi ke mulut. Di mulut terjadi proses mengunyah untuk kedua
kalinya. Setelah proses menguyah selesai, makanan ditelan lagi masuk ke omasum (perut kitab). Di
sini terjadi proses penyerapan air. Selanjutnya, makanan diteruskan ke abomasum (perut masam).

Abomasum merupakan lambung yang sebenarnya pada hewan ruminansia,. Makanan yang
sudah dicerna di abomasum diteruskan ke usus halus, dilanjutkan ke usus besar, dan sisa-sisa
makanan yang tidak terserap dikelurkan melalui anus.

Penyakit dan Kelainan pada Sistem Pencernaan

Diare

konstipasi

Apendiksitis

Kolik

Gastritis

Hepatitis

Tifus dan Paratifus

Parotitis

Serostomia

Perotonitis

Haemaroid

Maag

VIII.

Media Pembelajaran
Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD,carta, torso manusia dan hewan tertentu

Sumber Belajar

: Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B SMA kelas XI.


Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian

Evaluasi, hasil post-test

Penilaian proses KBM (Keaktifan waktu diskusi )

Penilaian tugas kelompok

Tugas Individu

Glenmore, 04 Januari 2016


Kepala Sekolah,

Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


KD 3.4

Sekolah

: SMA NEGERI 1 GLENMORE

Kelas/Semester

: XI/2

Mata Pelajaran

: Biologi

Tahun Pelajaran

: 2015 / 2016

Alokasi Waktu
I.

: 6 x 45 menit

Standar Kompetensi :
3.Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu,kelaianan dan/atau
penyakit yang mungkin terjadi, serta implikasinnya pada Salingtemas.

II.

Kompetensi Dasar

3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur , fungsi, dan proses serta kelainan /penyakit yang
dapat terjadi pada sistem pernapasan manusia dan hewan (misalnya) burung)
III.

Indikator
No
1.

Indikator
Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses system

Nilai Karakter
Rasa ingin tahu, kreatif

2.

respirasi pada manusia


Mengaitkan struktur, fungsi dan proses system

Kreatif, mandiri,jujur, rasa

3.

respirasi pada manusia


Menjelaskan struktur, fungsi dan proses system

ingin tahu, tanggungjawab


Rasa ingin tahu, kreatif,

4.

respirasi pada manusia


Membandingkan struktur, fungsi, dan proses

komunikatif
Rasa ingin tahu, kreatif,

system respirasi pada manusia dan beberapa hewan

mandiri

5.

tertentu.
Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada system

Gemar

6.

pernapasan
Memberi contoh teknologi yang berhubungan

komunikatif, demokratis
Rasa ingin tahu, gemar

dengan kelainan yang terjadi pada system respirasi

membaca, komunikatif

membaca,

IV.

Tujuan Pembelajaran
1.

Menjelaskan struktur dan fungsi alat-alat pernapasan pada manusia

2.

Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia.

3.

Menjelaskan mekanisme pertukaran oksigen dan karbon dioksida dari alveolus ke kapiler
darah.

4.

Mendata pemanfaatan teknologi yang digunakan untuk membantu sistem pernapasan.

5.

Mengidentifikasi struktur dan proses pernapasan pada berbagai hewan sebagai


perbandingan terhadap sistem pernapasan manusia.

6.
V.

Menjelaskan kelainan/penyalit yang terjadi pada sistem pernapasan.


Materi Pembelajaran

Materi Pokok : Sistem Pernapasan


Sub materi

Sistem Pernapasan Manusia


Pengaruh Rokok terhadap Sistem Pernapasan
Gangguan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan dan Teknologi
Sistem Pernapasan Hewan

VI. Pendekatan Pembelajaran


Konsep, dan Salingtemas
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, tanya jawab dan observasi
Model Pembelajaran
Cooperative Learning

PERTEMUAN 1
Pendekatan Pembelajaran

Pengobatannya

Konsep
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok dan tanya jawab
Model Pembelajaran
Cooperative Learning
VII.

Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru

Alokasi

Kegiatan Peserta

Nilai

Keteranga

Waktu

didik

Karakter

10

Mempersiapkan

Kegiatan Awal

Menyapa siswa dan

Disiplin

Terlaksana

memeriksa kehadiran

diri untuk

/ Tidak

siswa

mengikuti

terlaksana

Motivasi dan apersepsi

proses KBM.

Menarik perhatian dan


Peserta didik

minat siswa dengan


memberikan beberapa

menjawab

pertanyaan, contoh:

pertanyaan yang

1. Apakah yang

dilontarkan

Komunikatif

guru.

dimaksud dengan

Mandiri

respirasi?
2. Apakah bedanya
Menulis topik

respirasi selular dan

extraseluler?

yang akan

Menuliskan topik yang

dipelajari

akan dipelajari.

Menulis

Menyampaikan
kompetensi dasar,

kompetensi

indikator serta tujuan

yang

pembelajaran

disampaikan
guru.

Kegiatan Inti

70
Membagi

kelas menjadi 7
kelompok(terdiri dari 5

Duduk dalam
kelompoknya

Disiplin

Terlaksana /
Tidak
terlaksana

Membaca

orang)

Disiplin, rasa

materi sesuai

ingin tahu

masing-masing anggota

dengan

Kerja keras,

kelompok membaca materi

pembagian dari

mandiri,

yang berbeda(dengan

ketua

kreatif

bantuan torso dan charta)

kelompok.

Meminta

Meminta
anggota kelompok yang
Komunikatif,

mempelajari materi yang


Peserta didik

sama berkumpul dan


menjelaskan ke anggota

mengikuti

kelompok lain.

jalanya diskusi

Mencatat

peserta didik untuk


melakukan diskusi kelas.

jawaban yang
benar

Membimbing

Kreatif,
mandiri,

jalanya diskusi (sebagai


Kelompok

fasilitator)

demokratif

dengan antusias

Meminta

toleransi,

tanggungjawab

terbaik

Menanggapai
hasil diskusi serta

mendapatakan

memberikan penguatan

reward

dengan menyampaikan
jawaban yang benar

Memberikan reward kepada


kelompok yang terbaik

Kegiatan Akhir

10

Mencatat

Kreatif,

Terlaksana /

didik untuk merangkum

rangkuman

mandiri

Tidak

hasil diskusi

pembelajaran

Membimbing peserta

terlaksana

Memberikan tindak
Mengerjakan

Tanggung

tentang kelainan

tugas dan

jawab, kerja

/penyakit pada sistem

mengumpulk

keras

lanjut berupa tugas

pernapasan secara

an dengan

berkelompok dengan

tepat waktu

melakukan observasi.
Deskripsi
Bernapas adalah pengambilan udara pernapasan dari udara bebas untuk masuk ke
dalam tubuh atau paru-paru (inspirasi), serta mengeluarkan gas sisa ke udara bebas
(ekspirasi).
Bernapas terdiri atas 2 proses/fase yaitu:
a. inspirasi: proses memasukkan udara pernapasan melalui rongga hidung
menuju paru-paru
b. ekspirasi: proses mengeluarkan udara sisa pernapasan keluar rongga hidung
Berdasarkan otot yang berperan aktif, pernapasan manusia dibagi menjadi dua
macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut
Jalur pernapasan pada manusia adalah : rongga hidung faring laring trakea
bronkus bronkiolus paru-paru alveolus

Alat Pernapasan pada Manusia

Alat pernapasan manusia berupa paru-paru. Sebelum sampai ke paru-paru udara pernapasan
melewati beberapa saluran pernapasan, yaitu hidung, tekak, laring, tenggorokan, bronchus,
bronkhiolus, dan alveolus.

a. Hidung
Hidung merupakan tempat masuknya udara pernapasan. Di dalam rongga hidung terdapat rambut
hidung dan selaput lendir. Rambut dan lendir berfungsi untuk menyaring debu.
b. Tekak
Tekak atau faring merupakan persimpangan antara saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan
saluran ke rongga hidung. Pada persimpangan saluran pernapasan dan pencernaan terdapat
epiglotis yang berfungsi mengatur lalu lintas udara dan makanan. Ketika yang masuk makanan
maka yang terbuka saluran pencernaan atau ketika yang masuk udara maka yang terbuka saluran
pernapasan, sehingga makanan tidak sampai masuk saluran pernapasan.
c. Laring

Pada bagian laring atau pangkal tenggorokan ditemukan pita suara.


d. Trakea
Pada bagian trakea atau batang tenggorokan terdapat cincin-cincin tulang rawan
e. Bronchus

Bronchus merupakan percabangan trakea.


f. Bronkhiolus
Bronkhiolus merupakan percabangan bronchus
g. Alveolus

Alveolus atau gelembung paru-paru merupakan ujung dari bronkhiolus. Setiap alveolus
diselubungi pembuluh darah kapiler, yang merupakan tempat terjadinya pengikatan oksigen dan
pelepasan karbondioksida.
h. Paru-paru

Paru-paru tersusun atas lebih kurang 300 juta alveolus. Paru-paru dilindungi oleh selaput yang
disebut pleura. Pleura tersusun atas 2 lapis, diantara lapisan luar dan dalam terdapat cairan pleura
yang berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan luar.

VIII. Media Pembelajaran


Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD,carta,charta dan LKPD

Sumber Belajar

: Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B SMA kelas XI.


Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian

Evaluasi Ulangan Harian

Penilaian proses KBM (Keaktifan peserta didik pada saat diskusi)

Penilaian tugas kelompok

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

PERTEMUAN II
VI.

Pendekatan Pembelajaran
Saling temas
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, tanya jawab dan observasi
Model Pembelajaran
Cooperative Learning

VII. Langkah-Langkah Pembelajaran


Kegiatan Guru

Alokasi

Kegiatan Peserta

waktu

didik

Nilai Karakter

Keterangan

Disiplin

Terlaksana /

Kegiatan Awal
a. Motivasi dan apersepsi

10

Mempersiapkan

b. Menarik perhatian dan

diri untuk

Tidak

minat siswa dengan

mengikuti

terlaksana

memberikan beberapa

proses KBM.

pertanyaan pre-test ,
contoh:

Peserta didik

1 Apakah manfaat gas

menjawab

spray bagi penderita

pertanyaan yang

asma?

dilontarkan

2. Sebutkan penyakit

guru.

Komunikatif

yang menyerang sistem


pernapasan?

Menuliskan topik yang

Menulis topik

akan dipelajari mengenai

yang akan

penyakit dan kelainan

dipelajari

Mandiri

pada sistem pernapasan.

Menyampaikan

Menulis

kompetensi dasar,

kompetensi

indikator serta tujuan

yang

pembelajaran

disampaikan
guru.

Kegiatan Inti

70
Membimbin

Duduk dalam

Disiplin

Terlaksana /

g peserta didik untuk duduk

kelompoknya

Tidak

dalam kelompok yang telah

terlaksana
Mempersiapkan

dibentuk.

Menugaskan
kepada peserta didik untuk

tugasnya untuk

Disiplin,

di persentasikan

Kerja keras,

mempersiapakan hasil

mandiri, kreatif,

observasi tentang

tanggungjawab

penyakit/kelaianan yang
Setiap

telah ditugaskan pada


pertemuan sebelumnya.

kelompok
mempersentasik

Komunikatif,

setiap kelompok untuk

an di depan

toleransi,

mempersentasikan hasil

kelas

demokratif

Meminta

Peserta didik

kerjanya

Meminta

mengikuti

peserta didik untuk

jalannya diskusi

melakukan diskusi kelas.

dengan antusias

Mencatat

Membimbin
g jalanya diskusi (sebagai

jawaban yang

fasilitator)

benar

tanggungjawab

Kelompok

Menanggapa
i hasil diskusi serta

terbaik

memberikan penguatan

mendapatakan

dengan menyampaikan

reward

Kerjakeras, jujur

Mengerjakan

jawaban yang benar

Kreatif, mandiri,

Memberikan reward kepada

post-test

kelompok yang terbaik

Memberikan post-test

Kegiatan Akhir

Membimbing peserta
didik untuk merangkum
hasil diskusi

10
Mencatat

Memberikan tugas

rangkuman

kepada peserta didik

pembelajaran

Kreatif, mandiri

Terlaksana /
Tidak
terlaksana

Mengerjakan

Tanggung

untuk membawa

tugas dan

jawab, kerja

serangga.(Lihat Bio-

mengumpulkan

keras

Lab 7-5)

dengan tepat
waktu

Deskripsi

Kapasitas
Kapasitasudara
udarapernapasan
pernapasanpada
padasetiap
setiaporang
orangberbeda-beda
berbeda-bedatergantung
tergantung
dari
dariaktivitas
aktivitasyang
yangdilakukan
dilakukandan
danberat
beratbadan
badan
Jumlah
Jumlahvolume
volumeudara
udarapernapasan
pernapasanpada
padakita
kitaantara
antara500
500ml
ml3500
3500ml,
ml,
yaitu
yaitu500
500ml
mlvolume
volumetidal
tidalditambah
ditambah3000
3000ml
mlvolume
volumeudara
udaracadangan
cadangan
inspirasi.
inspirasi.

Macam-macam volume udara pernapasan:

Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru menampung udara pernapasan.


Kapasitas paru-paru dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Udara tidal yaitu udara yang keluar masuk paru-paru pada saat pernapasan biasa. Jumlah
Volume udaranya sebesar 500 ml.
b. Udara komplementer yaitu udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa, Besar volume
udaranya 1,5 liter.

c. Udara suplementer yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan setelah melakukan ekspirasi biasa.
Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
d. Kapasitas Vital paru-paru yaitu kemampuan paru-paru untuk melakukan respirasi sekuat-kuatnya
atau merupakan jumlah udara tidal, udara komplementer dan udara suplementer. Jadi besarnya
volume kapasitas vital paru-paru kurang lebih 4 liter.
e. Udara Residu yaitu udara yang masih terdapat dalam paru-paru setelah melakukan respirasi
sekuat-kuatnya. Jumlahnya kurang lebih 500 ml.
f. Kapasitas Total paru-paru yaitu seluruh udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.
Gangguan sistem pernapasan/respirasi pada manusia
Sistem pernapasan pada manusia dapat mengalami berbagai kelainan dan penyakit, antara
lain: asfiksi, TBC, dipteri, bronchitis, faringitis, pleuritis, sinusitis, SARS, asma, kanker paru-paru,
dan sebagainya.

Paru-paru penderita TBC


Kelainan atau penyakit pada sistem pernapasan dapat disebabkan karena faktor genetik
(keturunan), infeksi karena bakteri, kebiasaan atau perilaku yang buruk; yaitu kebiasaan yang kurang
menjaga kebersihan dan kesehatan sistem pernapasan.

Penyakit atau kelainan pada sistem pernapasan dapat terjadi pada alveolus, bronkus,
tenggorokan, faring, pleura maupun pada rongga hidung. Penyakit atau kelainan tersebut juga ada
yang menular dan ada juga yang tidak menular. Yang menular diantaranya adalah TBC, sedangkan
yang tidak menular diantaranya adalah tonsillitis, faringitis dan beberapa penyakit lainnya.
Salah satu kebiasaan atau perilaku yang buruk adalah merokok. Merokok tidak hanya dapat
meracuni sistem pernapasan kita, tetapi juga dapat merusak organ yang lain misalnya jantung. Dalam
rokok terkandung beberapa macam zat racun yaitu tar, nikotin dan monoksida. Merokok selain
mengakibatkan bronchitis, juga dapat memicu terjadinya kanker paru-paru, sedangkan pada orang
yang hamil merokok dapat menganggu perkembangan janin, serta akibat lainnya.
CARA PENCEGAHAN :
1.

Mengkonsumsi makanan yang bergizi

2.

Menanam tumbuhan di lingkungan sekitar rumah

3.

Diusahakan tempat tinggal jauh dari pabrik

4.

Bila telah terjadi alergi pada sistem pernapasan, pencegahannya yaitu


menghindarkan diri dari segala sesuatu yang menyebabkan alergi kambuh

VIII. Media Pembelajaran


Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD

Sumber Belajar

: Puskesmas, Internet, dan Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B


SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian

Evaluasi

Penilaian terhadap post dan pre-test

Penilaian proses KBM (Keaktifan peserta didik pada saat diskusi)

Penilaian tugas kelompok hasil observasi (makalah)

Mengetahui,

Glenmore, 04 Januari 2016

Kepala Sekolah,

Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

PERTEMUAN III
VI.

Pendekatan Pembelajaran
Konsep dan saling temas
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, tanya jawab dan eksperimen
Model Pembelajaran
Cooperative Learning

VII. Langkah-Langkah Pembelajaran


Kegiatan Guru

Alokasi

Kegiatan Peserta

waktu

didik

Nilai Karakter

Keterangan

Disiplin

Terlaksana

Kegiatan Awal

Motivasi dan apersepsi

Menarik perhatian dan

10

Mempersiapkan
diri untuk

/ Tidak

minat siswa dengan

mengikuti proses

terlaksana

memberikan beberapa

KBM.

pertanyaan pre-test , contoh:


a. Apa fungsi dari

Peserta didik

Komunikatif

KOH/NaOH pada

menjawab

percobaan respirometer

pertanyaan yang

sederhana?

dilontarkan guru.

b. Bagaiman cara kerja dari

Mandiri

respirometer sederhana?

Menyampaikan kompetensi
Menulis

dasar, indikator serta tujuan


pembelajaran

kompetensi
dasar yang
disampaikan
guru.

Kegiatan Inti

70
Membimbing

peserta didik untuk duduk

Disiplin

kelompoknya

dalam kelompok yang telah

Terlaksana

dibentuk(sesuai dengan

/ Tidak

hewan yang dibawanya)

terlaksana

Menugaskan

Setiap kelompok

Disiplin,

kepada peserta didik untuk

mempersiapkan

Kerja keras,

mempersiapakan alat dan

alat dan bahan

mandiri,

bahan percobaan.

untuk melakukan kreatif,


tanggungjawab
percobaan.

Memerintahkan
setiap kelompok untuk
mendiskusikan hasil kerjanya

Meminta
perwakilan dari setiap

Mempersiapkan
tugasnya untuk
dipersentasikan
Setiap kelompok

kelompok untuk

mempersentasik

mempersentasikan hasil

an di depan kelas

kerjanya. Untuk di diskusikan


.

Peserta didik

Komunikatif,
toleransi,
demokratif

mengikuti
Membimbing

jalanya diskusi (sebagai

jalannya diskusi
dengan antusias
Mencatat

fasilitator)

Duduk dalam

Menanggapai
hasil diskusi serta
memberikan penguatan

jawaban yang
benar
Kelompok

Kreatif,
mandiri

dengan menyampaikan

terbaik

jawaban yang benar

mendapatakan

Kerjakeras,

Memberikan reward kepada

reward

jujur

Mengerjakan

kelompok yang terbaik

Memberikan post-test

Kegiatan Akhir
Membimbing peserta didik

post-test
10

Mencatat
rangkuman

untuk merangkum hasil

peserta didik untuk membuat

Terlaksana

mandiri

/ Tidak
terlaksana

pembelajaran

diskusi
Memberikan tugas kepada

Kreatif,

Mengerjakan

makalah perbandingan sistem


pernapasan pada beberapa
hewan

tugas dan

Tanggung

mengumpulkan

jawab, kerja

dengan tepat

keras

waktu

Deskripsi:
A. Respirasi pada Invertebrata
1) Amoeba dan hewan bersel satu, proses pernafasan terjadi melalui seluruh permukaan tubuh.
2) Porifera (hewan berpori), Coelenterata (hewan berongga) dan Cacing (Vermes), proses
pernafasan melalui permukaan kulitnya.
3) Arthropoda (hewan beruas-ruas);
a) Arthropoda yang hidup di air, seperti udang-udangan bernafas dengan insang
b) Arthropoda yang hidup di darat, seperti belalang, capung dan laba-laba bernafas dengan
trakea (corong hawa)

4) Mollusca (hewan bertubuh lunak)


a) Mollusca yang hidup di air, seperti cumi-cumi dan kerang bernafas dengan insang
b) Mollusca yang hidup di darat, seperti bekicot bernafas dengan paru-paru.
B. Respirasi pada Invertebrata
1) Respirasi pada Pisces
Alat pernapasan ikan adalah insang. Adapun pernapasannya dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Inspirasi terjadi ketika mulut ikan terbuka maka air masuk ke mulut dan tutup insang menutup.

Air terus melewati insang dan terjadi dfusi oksigen masuk ke dalam pembuluh kapiler.
Sedangkan karbondioksida dari pembuluh kapiler darah berdifusi masuk ke dalam air. Kemudian
oksigen diikat oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Dan b) Ekspirasi dimulai setelah air
masuk lembaran insang,maka mulut ikan tertutup dan tutup insang membuka sehingga air dapat
keluar melalui tutup insang.

Alat pernapasan pada ikan


2). Respirasi pada Amphibi
Salah satu contoh amphibi adalah katak. Katak dalam proses kehidupannya mengalami
metaforfosis maka alat pernapasan katak juga mengalami perubahan seiring dengan
perkembangan metaformosis tersebut. Berudu yang berusia 3 hari sampai 2 minggu bernafas
dengan insang luar. Setelah umur 2 minggu sampai 2 bulan, berudu bernafas dengan insang
dalam. Pada katak dewasa bernafas menggunakan kulit, rongga mulut dan paru-paru.

3). Respirasi pada Reptilia.


Reptil bernapas dengan menggunakan paru-paru.

4). Sistem respirasi pada Aves.


Alat pernapasan pada burung terdiri dari lubang hidung, trachea, bronkus, paru-paru dan
pundi-pundi udara, Pada umumnya burung mempunyai lima pasang pundi-pundi udara, yaitu:
a. Sepasang terdapat pada pangkal leher,
b. Sepasang terdapat pada antar tulang selangka yang bercabang-cabang lagi
c. Membentuk pundi-pundi udara dalam sayap,
d. Sepasang di dada depan yang terdapat dalam ruang dada sebelah muka,
e. Sepasang di dada belakang yang terdapat dalam ruang dada sebelah belakang,
f. Sepasang di perut yang merupakan rongga udara tubuh dikelilingi oleh lingkaran usus.
Pundi-pundi udara ini berfungsi untuk:
1) Membantu pernapasan, terutama saat terbang,
2) Membantu membesarkan ruang siring sehingga dapat memperkeras suara,
3) Menyelubungi alat-alat dalam tubuh untuk mencegah kedinginan,
4) Meringankan tubuh, terutama saat berenang, dan
5) Mencegah hilangnya panas badan terlalu banyak.

VIII. Media Pembelajaran


Alat/Bahan
Sumber Belajar

: Alat tulis, OHP/LCD, Alat dan bahan percobaan


: Lingkungan dan Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B
SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian
Evaluasi
Penilaian terhadap post dan pre-test
Penilaian proses KBM (Keaktifan peserta didik pada saat diskusi)
Penilaian keterampilan pada saat percobaan

X.

Instrumen Penilaian
Penilaian Kognitif
Contoh Soal Ulangan Harian

1. Oksigen yang dihirup oleh manusia akan dipergunakan dalam proses metabolisme untuk
menghasilkan energi, yaitu proses..
a. transpirasi
b. siklus Krebs
c. glikogenesis
d. emfisema
e. spirometer
2. Jalur manakah yang tepat untuk menunjukkan keluarnya karbon dioksida dari tubuh ?
a. alveolus bronkiolus bronkus laring trakea
b. alveolus bronkiolus bronkus trakea laring
c. alveolus bronkus bronkiolus trakea laring
d. laring trakea bronkus bronkiolus alveolus
e. trakea laring bronkus bronkiolus alveolus
3. Manakah dari berikut ini yang menyebabkan aliran udara ke paru-paru selama bernafas normal?
a. mengecilnya volume rongga dada
b. penipisan diafragma
c. meningkatnya tekanan dalam rongga dada
d. gerakan ke dalam tulang rusuk
e. relaksasi otot antar rusuk.
4. Pada burung, paru-parunya mengalami perluasan yang disebut..
a. paru-paru tambahan
b. parabronki
c. kantong udara
d. trakeolus
e. spirakel
B. Esai
1.

Jelaskan bagaimana cara burung bernapas di saat hinggap dan saat terbang!

2.

Jelaskan bagaimana cara darah mengangkut CO2 !

Rubrik Jawaban
Pilihan ganda
No
1.
2.

Kunci
B
B

3.
4.

Jawaban singkat
skor
1
1

C
c

No
1.

1
1
2

Jawaban
Terbang, mengambil oksigen
Dari pundi-pundi udara
dengan
Mengepakkan sayap
Hinggap, bernafas biasa
Berikatan dengan

Hemoglobin
Nilai Pilihan ganda ( I ),
Skors yang diperoleh
Nilai
100
Total Skor
Penilaian unjuk kerja
No

Elemen yang dinilai

1
2
3
4
5

Persiapan alat & bahan


Melakukan sesuai urutan prosedur kerja
Membuat data hasil pengamatan
Menjawab pertanyaan
Membuat laporan
Total Skor

Skor siswa
Nilai
100
Total Skor

Skors

Skor

Maksimal
5
5
5
5
5
25

siswa

Skors

Skor

Maksimal
5
5
5
5
5
25

siswa

Penilaian Sikap
No
1
2
3
4
5

Elemen yang dinilai


Minat / rasa ingin tahu
Kreatifitas
Kerjasama / toleransi
Disiplin
Tanggung jawab
Total Skor

Nilai

Skor siswa 100

Total Skor
Keterangan:

Skor
81 100
61 80
41 60

Nilai
A
B
C

Kriteria
Sangat baik
Baik
Cukup

Skor
4

- 40

Kurang

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


KD 3.5
Sekolah

: SMA NEGERI 1 GLENMORE

Kelas/Semester

: XI/2

Mata Pelajaran

: Biologi

Tahun Pelajaran

: 2015/2016

Alokasi Waktu
I.

: 4 x 45 menit

Standar Kompetensi:
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu,kelaianan dan/atau
penyakit yang mungkin terjadi, serta implikasinnya pada Salingtemas.

II.

Kompetensi Dasar:
3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur , fungsi, dan proses serta kelainan /penyakit yang
dapat terjadi pada sistem eksresi pada manusia dan hewan misalnya (pada serangga dan
ikan)

III. Indikator
No
1.

Indikator
Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses system

Nilai Karakter
Rasa ingin tahu, kreatif

2.

eksresi pada manusia


Mengaitkan struktur, fungsi dan proses system

Kreatif, mandiri,jujur, rasa

3.

eksresi pada manusia


Menjelaskan struktur, fungsi dan proses system

ingin tahu,
Komunikatif, kreatif

4.

eksresi pada manusia


Membandingkan struktur, fungsi, dan proses

Rasa ingin tahu, kreatif,

system eksresi pada manusia dan beberapa hewan

mandiri, gemar membaca

5.

tertentu.
Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada system

Gemar

6.

eksresi
Memberi contoh teknologi yang berhubungan

komunikatif, demokratis
Rasa ingin tahu, gemar

dengan kelaianan yang terjadi pada sistem eksresi

membaca, komunikatif

membaca,

IV. Tujuan Pembelajaran


1. Mengidentifikasi dan membedakan struktur dan fungsi alat pernapasan
2. Menjelaskan proses eksresi
3. Mendeteksi kandungan urin sebagai tolak ukur ada tidaknya gangguan pada pembentukan
urine
4. Menjelaskan penyebab gangguan dan penyakit yang terjadi pada sistem eksresi
5. Mendata pemanfaatan teknologi yang digunakan
6. Membedakan struktur alat eksresi dan mengidentifikasi proses eksresi pada ikan dan
serangga
V.

Materi Pembelajaran
Materi Pokok : Sistem Eksresi
Sub materi

Kebutuhan Air dan Ion di dalam tubuh


Sistem Eksresi pada Manusia
Sistem Eksresi pada serangga dan hewan
VI.

Pendekatan Pembelajaran
Konsep, dan Salingtemas
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, tanya jawab dan observasi
Model Pembelajaran
Cooperative Learning
PERTEMUAN 1

VII. Langkah-Langkah Pembelajaran


Kegiatan Guru
Kegiatan Awal

Menyapa siswa dan


memeriksa kehadiran siswa

Alokasi

Kegiatan Peserta

Nilai

Keterang

waktu
10

didik

Karakter

an

Mempersiapkan
diri untuk

Disiplin

Terlaksana
/ Tidak

Motivasi dan apersepsi

mengikuti proses

Menarik perhatian dan minat

KBM.

terlaksana

siswa dengan memberikan


Peserta didik

beberapa pertanyaan,
contoh:

menjawab

1. Apakah perbedaan

pertanyaan yang

Komunikatif

dilontarkan guru.

kandungan zat yang


dikeluarkan melalui urin
dan keringat?
2. Bagaimana proses

Mandiri

terbentuknya urine?

Menulis topik

Menuliskan topik yang akan

dipelajari.

yang akan

Menyampaikan kompetensi

dipelajari

dasar, indikator serta tujuan


Menulis

pembelajaran

kompetensi yang
disampaikan
guru.
Kegiatan Inti

70
Membagi

kelas menjadi 7

Duduk dalam

Disiplin

/ Tidak

kelompoknya

terlaksana

kelompok(terdiri dari 5
Membaca materi

orang)

Meminta
masing-masing anggota
kelompok membaca materi

Disiplin,

sesuai dengan

Kerja keras,

pembagian.

mandiri,

Salah satu

kreatif,

yang berbeda(dengan

kelompok maju

tanggungjawab

bantuan torso dan charta)

ke depan kelas

Komunikatif,

untuk

toleransi,

kan setiap kelompok untuk

mempersentasika

demokratif

mempersentasikan hasil

n hasil kerjanya.

Mempersilah

diskusi kelompoknya
(kelompok yang lebih

Terlaksana

Mendapatkan

dahulu selesai menjawab

jawaban yang

dengan tepat dan cepat

benar

mendapatkan point tambah)

Kreatif,
Kelompok

Mengecek

mandiri,

kebenaran jawaban peserta

terbaik

Kerjakeras,

didik kemudian

mendapatakan

jujur

memberikan point

reward

Memberikan
reward kepada kelompok
yang terbaik

Kegiatan Akhir

Membimbing peserta didik

10

untuk merangkum
Memberikan tindak lanjut
berupa tugas untuk
membawa bahan percobaan
(Uji Urin dan Eksresi
serangga)

Kreatif,

Terlaksana

rangkuman

mandiri

/ Tidak
terlaksana

pembelajaran

pembelajaran

Mencatat

Mengerjakan
tugas dan

Tanggung

mengumpulkan jawab, kerja


keras
dengan tepat
waktu

Deskripsi:
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan ooleh
tubuh.
Alat-Alat Ekskresi pada manusia yaitu sebagai berikut.
1) Ginjal

Ciri-ciri:
-

Jumlah ada sepasang,

Terletak di dekat tulang-tulang pinggang.

Ginjal terdiri dari dua lapisan, yaitu luar yang disebut korteks. Korteks ini mengandung
jutaan alat penyaring yang disebut nefron. Lapisan ginjal sebelah dalam disebut sumsum
ginjal atau medulla.

Berfungsi untuk menyaring darah

Bagian-bagian nefron:
1. Badan malphigi, terdiri atas glomerlus dan kapsula bowmen
2. Tubulus-tubulus, terdiri dari tubulus kontortus distal, proksimal, lengkung henle, tubulus
pengumpul
3. Pelvis renalis

Gambar nefron
Proses pembentukan
urin:

Proses pembentukan urine dimulai dengan penyaringan yang terjadi di badan Malpighi. Di
dalam bagian ini, glomerulus dikelilingi oleh kapsula Bowman. Darah dalam glomerulus yang
mengandung air, garam, gula, urea dan lain-lain mengalami penyaringan, kecuali yang bermolekul
besar seperti sel-sel darah dan protein. Filtrasi masuk ke ruang kapsula Bowman, menjadi filtrat
glomerulus atau urine primer. Jumlah darah yang mengalir melalui ginjal ini ada sekitar 1,2 liter
setiap menit, (seperempat dari seluruh jumlah darah yang dipompakan oleh jantung). Proses
penyaringan ini terutama disebabkan oleh tekanan darah, dan dipengaruhi pula oleh pengerutan dan
pengembangan arteriol yang menuju dan meninggalkan glomerulus. Pengerutan arteriol yang menuju
glomerulus akan menambah jumlah filtrat dan selalu diikat ooleh pengembangan arteriol yang
meninggalkan glomerulus (arteri eferen). Filtrat glomerulus ini masih mengandung banyak zat yang
diperlukan tubuh, seperti glukosa, garam-garam dan asam amino. Dari glomerulus, filtrat dibawa
melalui tubulus kontortus yang dikelilingi ooleh pembuluh darah. Dalam tubulus terjadi reabsorsi
zat-zat yang masih berguna. Setelah terjadi reabsorbsi kadar urea menjadi lebih tinggi, sehingga
terbentuk lagi zat-zat lain yang sementara waktu tidak digunakan lagi. Seteoleh filtrasi selesai,
reabsorsi dan augmentasi ini barulah terbentuk urine yang sebenarnya, yang dikumpulkan melalui
tubulus kolekta ke pelvis renalis.
Di dalam badan Malpighi, kapsula Bowman menyaring zat-zat dari darah yang ada di
lomerulus, dan terbentuklah filtrat glomerulus. Di dalam tubulus kontortus proksimal, zat-zat yang
berguna diserap kembali ooleh pembuluh darah dari urine primer. Terbentuklah filtrat tubulus atau
urine sekunder. Dalam tubulus kontortus distal, pembuluh darah menambah lagi zat-zat yang pada
saat itu tidak digunakan lagi dan menyerap kelebihan zat sehingga terbentuklah urine yang
sesungguhnya.
Proses-proses yang terjadi pada ginjal
Proses

Tempat

Cairan asal

Hasil

Filtrat
Filtrasi

glomerulus

Darah

glomerulus
(urine primer)

Reabsorbsi

Keterangan
Dalam urine
primer tidak ada
protein, tetapi

Tubulus

Dari urine primer, zat-zat

Filtrate tubulus

ada glukosa
Sudah tidak

kontortus

yang direabsorbsi:

(urine sekunder)

terdapat

glukosa, H2O, vitamin,

proksimal
Tubulus
kontortus distalAugmentasi tubulus kontortus
kolektifus
2)

glukosa

Na+, K+ dan Cl
Urine sekunder, zat yang
dibuang: ammonia, H+,
K+

Urine yang
sebenarnya

Hati
hati

hati

Hati mengeluarkan hasil pembongkaran hemoglobin, berupa zat warna empedu.

Fungsi hati yang lain adalah:


(1) Untuk menyimpan gula dalam bentuk glikogen,
(2) Tempat berlangsungnya pembentukan protein tertentu maupun perombakannya,
(3) Menetralkan racun-racun yang ada dan ikut dalam pembentukan maupun perombakan sel
darah merah.

Proses perombakan sel darah merah di hati adalah sebagai berikut.


Eritrosit
Eritrosityang
yangsudah
sudahtua
tuamenjadi
menjadirusak
rusakdan
dantidak
tidaklagi
lagiberinti
berintiselanjutnya
selanjutnya
dirmbak
dirmbakdalam
dalamhati
hatioleh
olehsel
selhistiosit.
histiosit.Hemoglobin
Hemoglobindiuraikan
diuraikanmenjadi
menjadihemin
hemin++
Fe+Globulin.
Zat
besi
diambil
dan
disimpan
dalam
hati,
yang
kemudian
Fe+Globulin. Zat besi diambil dan disimpan dalam hati, yang kemudian
dikembalikan
dikembalikan keke sumsum
sumsum tulang.
tulang. Globulin
Globulin digunakan
digunakan lagi,
lagi, baik
baik untuk
untuk
metabolisme
protein
maupun
untuk
pembentukan
hemoglobin
baru.
Hemin
metabolisme protein maupun untuk pembentukan hemoglobin baru. Hemin
diubah
diubah menjadi
menjadi zat
zat warna
warna empedu
empedu (bilirubin
(bilirubin dan
dan biliverdin),
biliverdin), selanjutnya
selanjutnya
dikeluarkan
ke
usus
dan
seterusnya
keluar
tubuh
bersama
dikeluarkan ke usus dan seterusnya keluar tubuh bersamafeses.
feses.Bilirubin
Bilirubin
selanjutnya
dioksidasi
lagi
menjadi
urobilin
yang
berwarna
kuning-cokelat
selanjutnya dioksidasi lagi menjadi urobilin yang berwarna kuning-cokelat
(memberi
(memberiwarna
warnapada
padafeses
fesesdan
danurine).
urine).

3)

Paru-paru

Pengeluaran zat-zat sisa melalui paru-paru adalah karbondioksida. Karbondioksida dan air yang
dihasilkan pada setiap metabolisme karbohidrat dan lemak dikeluarkan dari sel-sel jaringan
tubuh dan masuk ke dalam aliran darah.

4)

Kulit
Pengeluaran melalui kulit berupa keringat. Kulit mengandung kelenjar-kelenjar keringat dan
minyak. Kulit berfungsi sebagai pelindung terhadap kerusakan-kerusakan fisik akibat gesekan,
penyinaran, kuman-kuman, panas, zat kimia, dan mengurangi kekurangan air, mengatur suhu
badan, seta menerima rangsang dari luar.

VIII. Media Pembelajaran


Alat/Bahan
Sumber Belajar

: Alat tulis, OHP/LCD,carta,charta dan LKPD


: Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B SMA kelas XI.
Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian

Evaluasi

Penilaian proses KBM (Keaktifan peserta didik pada saat game )

Penilaian tugas kelompok (Tugas 8.1,8.2,8.3 dan 8.4)

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

PERTEMUAN II
VII.

Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru

Kegiatan Awal

Alokasi

Kegiatan Peserta

waktu
10

didik

Menyapa siswa dan

Mempers

Nilai karakter

Keterangan

Disiplin

Terlaksana /

memeriksa kehadiran

iapkan diri untuk

tidak

siswa

mengikuti proses

terlaksana

Motivasi dan apersepsi

KBM.

Menarik perhatian dan

minat siswa dengan

Peserta

memberikan beberapa

didik menjawab

pertanyaan,

pertanyaan yang

contoh:Apakah

dilontarkan guru.

Komunikatif

sebenarnya yang terjadi


jika didalam urine

ditemukan adanya

Menulis

glukosa?

topik yang akan

Menuliskan topik yang

dipelajari

Mandiri

akan dipelajari yaitu

tentang gangguan pada

Menulis

sistem eksresi

kompetensi yang

Menyampaikan

disampaikan

kompetensi dasar,

guru.

indikator serta tujuan


pembelajaran
Kegiatan Inti

70
Membagi

Terlaksana /

Duduk
dalam

kelompok(terdiri dari 5

kelompoknya
Disiplin,

Menugas

tidak
terlaksana

kelas menjadi 7
orang)

Disiplin

Peserta

Kerja keras,

kan kepada setiap

didik melakukan

mandiri, kreatif,

kelomok untuk

percobaan

tanggungjawab

melakukan percobaan.

bersama teman

(BioLab 8.1 dan 8.2)

kelompoknya
Komunikatif,

Mempers

ilahkan kepada peserta

Mempers

didik untuk

entasikan hasil

mempersentasikan hasil

kerjanya di depan

kerjanya.

kelas

toleransi,
demokratif
Kreatif, mandiri,
Kerjakeras, jujur

Membuk

Melakuka

a sesi tanya jawab dan

n tanya jawab

diskusi.

terhadap

kelompok penyaji

Memberi

kan penguatan dengan

Mendapat

mengemukakan

kan jawaban yang

jawaban yang

benar

sebenarnya

Memberikan reward

Kelompo

kepada kelompok yang

k terbaik

terbaik

mendapatakan
reward

Kegiatan Akhir

Membimbing

10

Mencatat

Kreatif, mandiri

peserta didik untuk

rangkuman

tidak

merangkum

pembelajaran

terlaksana

pembelajaran

Terlaksana /

Mengerjakan

Tanggung jawab,

lanjut berupa tugas

tugas dan

kerja keras

untuk

mengumpulkan

mengobservasi dan

dengan tepat

pembuatan kliping

waktu

Memberikan tindak

tentang teknologi
yang terkait dengan
sistem eksresi
contoh
hemodialisis(Tugas
8.6)

VIII. Media Pembelajaran


Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD,carta,charta dan LKPD

Sumber Belajar

: Puskesmas dan Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B


SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian

Evaluasi

Penilaian proses KBM (Keterampilan pada saat percobaan )

Penilaian tugas kelompok (Bio Lab 8.1, 8.2Tugas8.6)

Instrumen Penilaian
Contoh instrumen Soal-soal Sistem Ekskresi
1. Perhatikan beberapa organ tubuh manusia di bawah ini !
1. paru-paru

2. jantung

3. ginjal

4. lambung

5. Limpa

Diantara organ-organ tersebut di atas yang berfungsi sebagai organ ekskresi adalah . . . .
A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 4

D. 2 dan 5

E. 3 dan 5

2. Dalam proses metabolisme akan dihasilkan zat sisa:


1. air

2. CO2

3. Senyawa N

4. Logam Berat 5. garam-garam mineral

Melalui proses metabolisme protein akan dihasilkan zat-zat sampah antara lain . . . .
A. 1, 3 dan 5

B. 2, 4 dan 5

C. 1, 2 dan 3

D. 1, 2 dan 4

E. 3, 4 dan 5

3. Orang yang berpenyakit ginjal dianjurkan tidak makan telur, alasannya . . . .


A. kelebihan protein telur tidak dapat disimpan dalam hati dan ginjal
B. pencernaan protein telur membentuk asam amino yang menyebabkan ginjal bekerja keras
C. kelebihan asam amino akan diuraikan menjadi urea dan menyebabkan ginjal bekerja keras
D. lemak dari bagian kuning telur merangsang produksi empedu
E. lemak dari telur memperberat kerja ginjal
4. Urutan proses yang terjadi dalam ginjal adalah . . . .
A. filtrasi augmentasi reabsorpsi
B. augmentasi filtrasi reabsorpsi
C. augmentasi reabsorpsi filtrasi
D. reabsorpsi filtrasi augmentasi
E. filtrasi reabsorpsi augmentasi
5. Reabsorpsi zat-zat yang masih berguna berlangsung di dalam . . . .
A. Badan Malpighi

D. Tubulus kolektus

B. Glomerulus

E. Tubulus kontortus proksimal

C. Tubulus kontortus distal

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas !


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan filtrasi !
2. Sebutkan 3 fungsi dari kulit !
3. Bandingkan plasma darah dengan urine primer !

Rubrik Jawaban
Pilihan ganda
No
1.
2.

Jawaban singkat

Kunci
B
A

3.
4.
5.

skor
1
1

C
E
E

1
1
1

No
1.
2

Jawaban
Penyaringan darah di glomerolus
penghasil kelenjara
keringat/minyak
Indra peraba
Perlindungan dari luar tubuh
Urin primer tidak mengandung
prot

Nilai Pilihan ganda ( I ),


Nilai

Skors yang diperoleh


100
Total Skor

Penilaian unjuk kerja


No
1
2
3
4
5

Elemen yang dinilai


Persiapan alat & bahan
Melakukan sesuai urutan prosedur kerja
Membuat data hasil pengamatan
Menjawab pertanyaan
Membuat laporan
Total Skor

Nilai

Skors

Skor

Maksimal
5
5
5
5
5
25

siswa

Skors

Skor

Maksimal

siswa

Skor siswa 100


Total Skor

Penilaian Sikap
No

Elemen yang dinilai

Skor
2
2
2
2
2

1
2
3
4
5

Minat / rasa ingin tahu


Kreatifitas
Kerjasama / toleransi
Disiplin
Tanggung jawab
Total Skor

Nilai

5
5
5
5
5
25

Skor siswa 100


Total Skor

Keterangan:
Skor
81 100
61 80
41 60
- 40

Nilai
A
B
C
D

Kriteria
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


KD 3.6
Sekolah

: SMA NEGERI 1 GLENMORE

Kelas/Semester

: XI/2

Mata Pelajaran

: Biologi

Tahun Pelajaran

: 2015/2016

Alokasi Waktu
I.

: 4 x 45 menit

Standar Kompetensi:
3.Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu,kelaianan dan/atau
penyakit yang mungkin terjadi, serta implikasinnya pada Salingtemas.

II.

Kompetensi Dasar
3.6 Menjelaskan keterkaitan antara struktur , fungsi, dan proses serta kelainan /penyakit yang
dapat terjadi pada sistem regulasi manusia (saraf, endokrin dan indera)

III. Indikator
No
1.

Indikator
Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses

Nilai Karakter
Rasa ingin tahu, kreatif,

2.

systemkoordinasi pada manusia


Mengaitkan struktur, fungsi dan proses system

kerja keras
Kreatif, mandiri,jujur, rasa

3.

koordinasi pada manusia


Menjelaskan struktur, fungsi dan proses system

ingin tahu, tanggungjawab


Rasa ingin tahu, kreatif,

4.

koordinasi pada manusia


komunikatif
Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada system Gemar membaca,
koordinasi

kerja

keras, rasa ingin tahu

IV. Tujuan Pembelajaran


1. Menjelaskan struktur dan fungsi sistem saraf, endokrin dan alat indera
2. Menjelaskan proses kerja sistem saraf, endokrin dan alat indera
3. Memprediksi penyebab terjadinya atau penyakit yang terjadi pada sistem saraf, endokrin dan
alat indera

4. Mengkomunikasikan pengaruh narkoba terhadap kelainan atau penyakit saraf


V. Materi Pembelajaran
Materi Pokok

: Sistem Koordinasi Manusia

Sub materi

Sistem Saraf Manusia


Gerak Biasa dan Gerak refleks
Sistem Saraf Pusat
Sistem Saraf Tepi
Pengaruh Obat-obatan terhadap sistem saraf
Kelainan otak dan Teknologi yang berkaitan dengan kerja otak
Alat Indera
Hormon
VI.

Pendekatan Pembelajaran
Konsep, dan Salingtemas
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, tanya jawab, eksperimen dan observasi
Model Pembelajaran
Cooperative Learning

PERTEMUAN 1
Pendekatan Pembelajaran
Konsep
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, tanya jawab dan eksperimen
Model Pembelajaran
Cooperative Learning(Time Game Tournament)
VII.Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru
Kegiatan Awal

Alokasi

Kegiatan Peserta

waktu
10

didik

Nilai Karakter

Keterangan

Motivasi dan apersepsi

Mempers

Disiplin

Terlaksana /

Menarik

iapkan diri untuk

Tidak

perhatian dan minat

mengikuti proses

terlaksana

siswa dengan

KBM.

memberikan beberapa

pertanyaan, contoh:

Peserta

1. Bagaiman cara kerja

didik menjawab

mata melakuakan

pertanyaan yang

fungsinya sebagai

dilontarkan guru.

Komunikatif

indera pengelihatan?
2. Bagaiman sistem
susunan saraf pada

manusia?

Menulis

Menuliskan topik yang

topik yang akan

akan dipelajari yaitu

dipelajari

Mandiri

sistem koordinasi

Menyampaikan

Menulis

kompetensi dasar,

kompetensi yang

indikator serta tujuan

disampaikan
guru.

pembelajaran
Kegiatan Inti

70
Membagi

Duduk

Disiplin

Terlaksana /

kelas menjadi 7

dalam

Tidak

kelompok(terdiri dari 5

kelompoknya

terlaksana
Disiplin,

orang)
masing-masing anggota

Membaca Kerja keras,


mandiri, kreatif,
materi sesuai

kelompok membaca

dengan

materi yang

pembagian.

Meminta

tanggungjawab
Komunikatif,

berbeda(dengan bantuan
torso dan charta)

Mempersil

Salah
satu kelompok

ahkan setiap kelompok

maju ke depan

untuk mempersentasikan

kelas untuk

hasil diskusi

mempersentasika

kelompoknya (kelompok

n hasil kerjanya.

toleransi,
demokratif

yang lebih dahulu selesai

Kreatif, mandiri,

menjawab dengan tepat

Kerjakeras, jujur

dan cepat mendapatkan


point tambah)

Mendapat
kan jawaban yang

Mengecek

benar

kebenaran jawaban

Kelompo

peserta didik kemudian

k terbaik

memberikan point

mendapatakan

Memberik

reward

an reward kepada
kelompok yang terbaik
Kegiatan Akhir

Membimbing

10
Mencatat

Kreatif, mandiri

Terlaksana /

peserta didik untuk

rangkuman

Tidak

merangkum

pembelajaran

terlaksana

pembelajaran

Memberikan

Mengerjakan

Tanggung

tindak lanjut berupa tugas

tugas dan

jawab, kerja

untuk mencari informasi

mengumpulkan

keras

dari bebagai literatur

dengan tepat

tentang pengaruh obat-

waktu

obatan terhadap sistem


saraf serta penyakit pada
otak
Deskripsi
Bagian-bagian Bola mata

Fungsi bagian-bagian bola mata


1.

Pelindung bola mata: alis, bulu mata, kelopak mata, kelenjar air mata
Fungsi: melindungi bola mata dari debu, air dan mikroorganisme

2.

Bagian luar bola mata, terdiri dari: sklera dan kornea


Fungsi kornea: menangkap cahaya yang masuk ke mata

3.

Bagian tengah bola mata terdiri atas: koroid, pupil, lensa, iris
a.

Fungsi koroid: memberi/mensuplai makanan pada mata

b.

Fungsi pupil: mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata

c.

Fungsi lensa: memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina

d.

Fungsi iris: memberi pigmen/warna pada mata

4.

Bagian dalam bola mata: retina dan saraf optik


Fungsi retina: tempat jatuhnya bayangan sehingga dapat melihat

Proses melihat
Rangsang (cahaya)

Kornea

Melihat

Aqueous Humor

Saraf optik

Pupil

Retina

Lensa

Vitereous Humor

Macam-macam gangguan pada bola mata


1.

Radang mata/konjungtivitis: merupakan hal yang lumrah terjadi baik pada mata kanan
ataupun mata kiri mengalami iritasi dan terasa seperti ada pasir di dalam mata. Kedua mata jadi
meradang dan peka terhadap cahaya. Rasanya biasanya nyeri dan gatal.

2.

Trakoma: disebabkan oleh kuman, rasa gatal dan iritasi. Bila keadaan terus
berlangsung maka penglihatan akan kabur dan meningkatnya rasa tidak nyaman.

3.

Herpes simplex konjungtivis: merupakan radang selaput mata akibat infeksi virus
herpes simpleks (HSV-1). Pada penyakit ini mata menjadi meradang, kelenjar limpa di depan
telinga membengkak dan mengeras, terjadi lepuhan-lepuhan kecil di kelopak mata.

4.

Sinanaga (Herpes simplex): Virus cacar air bias tetap berada dalam tubuh selama
bertahun-tahun setelah terjadi infeksi pada masa kanak-kanak, dan dapat aktif kembali dan

menimbulkan peradangan saraf-saraf luar kulit, yang disebut herpes zoster/sinanaga. Kadangkadang dapat mengenai saraf muka dan menjalar ke dalam mata
5.

Pterigium: merupakan daging tumbuh kecil yang muncul secara bertahap dari bagian
dalam mata. Jika tidak terobati akan menutupi penglihatan.

6.

Pendarahan sub konjungtiva: terjadi apabila suatu pembuluh darah pada selaput mata
pecah dan titik darah berwarna merah cerah di bagian mata yang berwarna putih.

7.

Radang selaput pelangi/iritis/uveitis: biasanya hanya terjadi pada salah satu mata, dan
akan timbul serangan rasa nyeri yang akut, penglihatan kabur, fotofobia dan mata merah.

8.

Lensa keruh/katarak: lensa mata menjadi keruh

9.

Rabun jauh/miopi: disebabkan lensa terlalu cembung sehingga sinar yang masuk
difokuskan di depan retina. Dapat dibantu dengan lensa spheris negatip.

10.

Rabun dekat/hypermetropi: disebabkan lensa terlalu pipih sehingga sinar yang masuk
difokuskan di belakang retina. Dapat dibantu dengan lensa spheris positip.

11.

Rabun tua/presbiopi: disebabkan oleh lensa terlalu pipih dan daya akomodasi sangat
kurang sehingga sinar yang masuk difokuskan di belakang retina.

12.

Astigmat: disebabkan kornea/lensa mata tidak rata sehingga sinar yang masuk tidak
difokuskan ke satu titik.

13.

Hemeralopia/rabun senja/rabun ayam: disebabkan kekurangan vitamin A. Bila hal ini


dibiarkan secara berkelanjutan maka, akan terbentuk bintik putih pada kornea/bitot, keringnya
kornea/seroptalmia, bahkan kornea rusak/keratomalasi.

14.

Strabismus/juling: disebabkan gangguan salah satu otot penggerak mata, maka terjadi
ketidakseimbangan posisi bola mata, sehingga terkesan penglihatan ganda bila melihat benda
dengan 2 mata.

15.

Glukoma: terjadi peningkatan tekanan introaokuler karena meningkatnya volume


aqueus humor sehingga kapiler darah tertekan. Bila berkelanjutan akan menghentikan peredaran
darah ke bola mata, sehingg asel-sel mata dapat mati yang akhirnya mengalami kebuatan.

16.

Mata dikromat/buta warna: mata hanya memiliki 2 macam sel kerucut, ada 3 macam:
a) protonopia/buta warna merah, b) deuteranopia/buta warna hijau, c) tritanopia/buta waran biru.
Dari ketiganya yang paling banyak dijumpai adalah buta warna merah/hijau. Orang yang
demikian sulit membedakan warna merah dan hijau.

17.

Mata monokromat/buta warna total: mata hanya memiliki 1 macam sel kerucut,
sehingga hanya dapat melihat warna hitam dan putih dan bayangan kelabu.

Gangguan pada mata


VIII. Media Pembelajaran
Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD,carta,charta dan LKPD

Sumber Belajar

: berbagai literatur dan Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi


2B SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian
Evaluasi

Penilaian proses KBM (Keaktifan peserta didik pada saat game )

Penilaian tugas Individu (Tugas 9.1,9.2,dan 9.3)


Mengetahui,

Glenmore, 04 Januari 2016

Kepala Sekolah,

Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

PERTEMUAN II
Pendekatan Pembelajaran
Salingtemas
Metode Pembelajaran
Diskusi, observasi dan Tanya jawab
Model Pembelajaran
(Cooperative Learning)
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru

Alokasi

Kegiatan Peserta

waktu

didik

Nilai Karakter

Ket

Kegiatan Awal

10
Mempersiapkan

Menyapa siswa dan

Disiplin

Terlaksana

memeriksa kehadiran

diri untuk

/ Tidak

siswa

mengikuti proses

terlaksana

KBM.

Motivasi dan
apersepsi

Peserta didik

Menarik
perhatian dan minat

menjawab

siswa dengan

pertanyaan yang

memberikan beberapa

dilontarkan guru.

Komunikatif

pertanyaan, contoh:
1. Apakah yang
dimaksud dengan
hipertensi?
2. Bagaimana cara
Menulis topik

obat bius bekerja


mempengaruhi

yang akan

sistem saraf?

dipelajari

Mandiri

Menuli
Menulis

skan topik yang akan


dipelajari yaitu tentang

kompetensi yang

gangguan pada sistem

disampaikan guru.

koordinasi

Menyampaikan
kompetensi dasar,
indikator serta tujuan

pembelajaran
Kegiatan Inti

70
Membim

bing peserta didik untuk

Duduk dalam

Disiplin

Tidak

kelompoknya

terlaksana

duduk dalam
kelompoknya

Terlaksana /

Mempersi
apkan peserta didik
untuk
mempersentasikan hasil

Mempersentasika

Disiplin,

n hasil kerjanya di

Kerja keras,

observasinya

depan kelas

mandiri, kreatif,
tanggungjawab

Memerint

Melakukan tanya

Komunikatif,

untuk

jawab terhadap

toleransi,

mempersentasikan hasil

kelompok penyaji

demokratif

Mendapatkan

Kreatif,

jawaban yang

mandiri,

ahkan setiap kelompok

kerjanya

Membuka
sesi tanya jawab serta

benar

memfasilitatori proses
diskusi

Mengerjakan

Kerjakeras,

post-test

jujur

Mencatat

Kreatif, mandiri Terlaksana /

Memberi
penguatan pada hasil
diskusi

Memberi
kan post-tes

Kegiatan Akhir

10

Membimbing peserta

rangkuman

Tidak

didik untuk merangkum

pembelajaran

terlaksana

pembelajaran

lanjut berupa tugas

Mengerjakan tugas Tanggung


jawab, kerja
dan

individu

mengumpulkan

Memberikan tindak

keras

dengan tepat
waktu
Deskripsi
A.

Telinga
1. Bagian-bagian telinga.
Telinga terdiri atas 3 bagian, yaitu: telinga luar, tengah dan dalam.
a.

Telinga luar, terdiri atas daun telinga, saluran/lubang telinga, rambut-rambut halus,
kelenjar minyak, dan membran tymphani.
Telinga luar Berfungsi untuk menerima dan mengumpulkan getaran yang masuk ke
saluran telinga luar.

b.

Telinga tengah, terdiri atas saluran Eustachius, jendela oval, jendela bundar, dan 3
tulang pendengaran, yaitu martil/maleus, landasan/incus dan sanggurdi/stapes.
Telinga bagian tengah ini berfungsi meneruskan getaran suara ke bagian telinga dalam

c.

Telinga dalam, terdiri atas koklea/rumah siput, 3 saluran setengah lingkaran, ampula,
utrikulus dan sakulus.
Organ yang merupakan alat keseimbangan pada telinga bagian dalam ini adalah 3 saluran
setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus. Keempatnya ini terdapat di dalam
rongga vestibulum dari labirin.

Struktur telinga

Bagian tengah dan dalam telinga

2. Mekanisme/proses mendengar
Rangsang (bunyi)

Alat korti

Saraf auditori

Daun telinga

Koklea

Saluran telinga

Tingkap oval

Pusat pendengaran di otak

Membran
timpani

Tulang-tulang pendengaran

Mendengar

3. Gangguan/kelainan pada telinga

Tuli saraf: disebabkan oleh kerusakan saraf auditori atau kerusakan pusat pendengaran di
otak.

Tuli konduksi: disebabkan oleh kekakuan hubungan antara sanggurdi dengan fenestra
ovalis, penyumbatan saluran telinga luar, penebalan atau kerusakan membran timpani,
dan mungkin karena ada pengapuran atau kerusakan tulang-tulang pendengaran.

B. Hidung

Di dalam rongga hidung terdapat reseptor yang berupa kemoreseptor. Rangsangannya


berupa bau/zat kimia wujut gas/uap. Saraf penciuman disebut saraf olfaktori.

Bagian-bagian rongga hidung:


1. Rambut/bulu, berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk ke hidung.
2. Lendir, berfungsi menjaga kelembapan udara dalam hidung.
3. Pembulu darah, berfungsi menghangatkan udara yang masuk ke hidung

B.

Lidah
Pada permukaan lidah terdapat bintil-bintil pengecap (papila-papila) yang berfungsi sebagai
kemoreseptor.
Papilla lidah ada 3 macam, yaitu:
1)

bentuk benang/filiformis yang disebut papila peraba,


tersebar di seluruh permukaan lidah,

2)

bentuk seperti huruf V/sirkumvalata yang disebut papila


pengecap, terdapat di dekat pangkal lidah atau di bagian tengah belakang yang peka terhadap
rasa pahit,

3)

bentuk jamur/fungiformis, disebut papila pengecap,


terdapat di tepi lidah bagian depan/ujung yang peka terhadap rasa manis, dekat ujung peka
terhadap rasa asin dan samping peka terhadap rasa asam

D. Kulit

Fungsi kulit antara lain:


1. Indra peraba
2. Menghasilkan keringat dan minyak
3. Melindungi tubuh dari sinar matahari
4. Melindungi otot dari gesekan benda luar
Bagian-bagian kulit yaitu:
a. Epidermis
Tersusun atas 4 lapisan (stratum) antara lain:

Stratum korneum: lapisan kulit yang selalu mengelupas (kulit ari)

Stratum lusidum: selnya mempunyai batas tegas tetapi tidak ada intinya.

Stratum granulosum: menghasilkan pigmen melanin (warna kulit)

Stratum germinativum: membentuk sel-sel kulit baru

b. Dermis, terdapat akar rambut, otot penegak rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak,
jaringan adipose/lemak, pembuluh darah, sel saraf, reseptor-reseptor.

Macam-macam reseptor pada kulit adalah:


1. Korpuskula Pacini : tekanan
2. Korpuskula Ruffini : panas
3. Korpuskula Krause : dingin
4. Korpuskula Meissner : sentuhan
5. Korpuskula ujung saraf terbuka : rasa nyeri
VIII. Media Pembelajaran
Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD,carta,charta dan LKPD

Sumber Belajar : Puskesmas dan Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B SMA kelas XI.
Jakarta: Erlangga
IX. Penilaian
Evaluasi
Penilaian proses KBM (Keaktifan waktu diskusi )
Penilaian tugas kelompok
Tugas Individu
Instrumen Penilain
Contoh Soal Ulangan Harian
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat !
1. Diagram berikut adalah penampang irisan melintang otak manusia.
Manakah pernyataan di bawah ini yang benar ?
Pada gambar diatas, bagian mana yang mengontrol keseimbangan dan
koordinasi otot ?
a.

1
b. 1 dan 3

d. 2
e. 3

c. 3 dan 2

2. Akar dorsal pada saraf sumsum tulang belakang hanya mengandung.


a. neuron motor

d. neuron sensori dan neuron motor

b. neuron sensori

e. neuron sensori dan neuron intermediet

c. neuron motor dan neuron intermediet

3. Perhatian gambar mata di bawah ini !


Bagian mata yang berlabel x berfungsi untuk
a.

menggerakkan bola mata kearah atas

b.

menggerakkan bola mata kearah bawah

c.

menggerakkan bola mata kearah kanan

d.

menggerakkan bola mata kearah kiri

e. mempertahankan bola mata agar tidak bergerak

4. Bagian dari telinga yang merupakan tempat terdapatnya reseptor suara adalah
a. ampula

d. selaput gendang

b. organ korti

e. saluran setengah lingkaran

c. tulang meleus
5. Denyut jantung seseorang akan semakin cepat bilamana orang sedang marah. Hal ini disebabkan
karena kadar hormon dalam darahnya meningkat, hormon yang dimaksud adalah
a. hormon adrenalin

d. hormon oksitosin

b. hormon insulin

e. hormon tiroksin

c. hormon sekretin

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan tepat


1. Bagaimana perbedaan saraf simpatik dan saraf parasimpatik ?
2. Kelenjar apakah yang disebut sebagai master of glands?. Mengapa kelenjar tersebut
disebut demikian ?
Rubrik Jawaban
Pilihan ganda
No
1.
2.

Jawaban singkat

Kunci
a
a

skor
1
1

No
1

Jawaban
Parasimatis,mempercepat denyut
j4antung, parasimpatis

Skor
4

sebaliknya
3.
4.

b
b

1
1

Hipofisis, kerjanya
mempengaruhi

5.

kelenjar lain

Nilai Pilihan ganda ( I ),


Nilai

Skors yang diperoleh


100
Total Skor

Penilaian Sikap
No
1
2
3
4
5

Nilai

Elemen yang dinilai


Minat / rasa ingin tahu
Kreatifitas
Kerjasama / toleransi
Disiplin
Tanggung jawab
Total Skor

Skors

Skor

Maksimal
5
5
5
5
5
25

siswa

Skor siswa 100


Total Skor

Keterangan:
Skor
81 100
61 80
41 60
- 40

Nilai
A
B
C
D

Kriteria
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


KD 3.6
Sekolah

: SMA NEGERI 1 GLENMORE

Kelas/Semester

: XI/2

Mata Pelajaran

: Biologi

Tahun Pelajaran

: 2015 / 2016

Alokasi Waktu
I.

: 4 x 45 menit

Standar Kompetensi:
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu,kelaianan dan/atau
penyakit yang mungkin terjadi, serta implikasinnya pada Salingtemas.

II.

Kompetensi Dasar :
3.6 Menjelaskan keterkaitan antara struktur , fungsi, dan proses yang meliputi pembentukan sel
kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, kehamilan, dan pemberian asi, serta kelainan yang
dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.

III.

IV.

Indikator
No
1.

Indikator
Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses system

Nilai Karakter
Rasa ingin tahu, kreatif

2.

reproduksi pada manusia


Mengaitkan struktur, fungsi dan proses system

Kreatif,

3.

reproduksi pada manusia


Menjelaskan struktur, fungsi dan proses system

rasa ingin tahu,


kreatif,komunikatif

4.

reproduksi pada manusia


Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada system

Rasa ingin tahu, kreatif,

reproduksi

mandiri

Tujuan Pembelajaran

mandiri,jujur,

1. Mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem reproduksi laki-laki dan wanita


2. Menjelaskan proses pembentukan sperma dan sel telur
3. Menguraikan proses ovulasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
4. Menjelaskan peristiwa menstruasi pada wanita
5. Mengidentifikasi proses fertilisasi, gestasi, dan persalinan
6. mendeskripsikan alat kontrasepsi pada pria dan wanita
7. Menjelaskan alassan pentingnya ASI bagi bayi
8. Menjelaskan penyebab terjadinya kelainan atau penyakit yang terkait sistem reproduksi
V.

Materi Pembelajaran
Materi Pokok

: Sistem Reproduksi Manusia

Sub materi

Reproduksi Pria dan Proses Pembentukan sperma


Reproduksi Wanita dan Proses Pembentukan Ovum
Masa Pubertas dan Menstruasi
Fertilisasi, Kehamilan, dan Perkembangan Embrio
Melahirkan
Kontrasepsi
Kesehatan Reproduksi
VI.

Pendekatan Pembelajaran
Konsep, dan Salingtemas
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, tanya jawab,dan observasi
Model Pembelajaran
Cooperative Learning
PERTEMUAN 1

V.

Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru

Kegiatan Awal

Motivasi dan apersepsi

Alokasi

Kegiatan Peserta

waktu
10

didik
Mempersiapkan

Nilai Karakter

Keterangan

Disiplin

Terlaksana /

diri untuk

Tidak

perhatian dan minat

mengikuti proses

terlaksana

siswa dengan

KBM.

Menarik

memberikan beberapa
Peserta didik

pertanyaan, contoh:
1. bagaimana struktur

Komunikatif

menjawab

organ reproduksi

pertanyaan yang

yang dimiliki seorang

dilontarkan guru.

laki-laki dan wanita?


Mandiri

2. Bagaiman terjadinya
menstruasi?

Menulis topik yang

Menuliskan topik yang


akan dipelajari yaitu

akan dipelajari

sistem Reproduksi
Menulis

manusia

Menyampaikan

kompetensi yang

kompetensi dasar,

disampaikan guru.

indikator serta tujuan


pembelajaran
Kegiatan Inti

70
Membagi

kelas menjadi 7

Duduk dalam

Disiplin

Tidak

kelompoknya

terlaksana

kelompok(terdiri dari 5
Membaca materi

orang)

Menugask
an kepada setiap

Disiplin,

sesuai dengan

Kerja keras,

pembagian.

mandiri, kreatif,
tanggungjawab

kelompok untuk
membahas materi yang
berbeda dan
membagikan lembar
kerja.

apkan Video/film tentang


sistem Reproduksi

Peserta didik
menonton video

Mempersi

Membimbi
ng setiap kelompok

Terlaksana /

Komunikatif,
rasa ingin tahu,

tentang sistem
reproduksi
Setiap kelompok
mempersentasikan
hasil kerjanya

Komunikatif,
demokratif,

Mendapatkan

untuk melakukan diskusi


sesuai dengan materi

jawaban yang

yang ditugaskan

benar

topleransi

Kerjakeras, jujur

Mempersil
Kelompok terbaik

ahkan setiap kelompok


untuk mempersentasikan

mendapatakan

hasil diskusi

reward

kelompoknya

Memberi
penguatan dengan
mengecek kebenaran
jawaban peserta didik

Memberik
an reward kepada

kelompok yang terbaik


Kegiatan Akhir

Membimbing peserta
didik untuk merangkum

10

Mencatat

Kreatif, mandiri

Terlaksana /

pembelajaran

rangkuman

Tidak

Memberikan tindak lanjut

pembelajaran

terlaksana

berupa tugas untuk


mencari informasi dari

Mengerjakan tugas

Tanggung

bebagai literatur tentang

dan

jawab, kerja

penyakit menular seks

mengumpulkan

keras

dan pengobatanya
Deskripsi:

dengan tepat waktu

Sistem Reproduksi pada Pria


Organ reproduksi pria dibedakan menjadi dua, yaitu organ reproduksi luar dan organ reproduksi
dalam.

Organ reproduksi luar: organ reproduksi pada pria yang tampak dari luar, meliputi:
a. Penis: sebagai alat kopulasi yaitu alat untuk memasukkan sperma yang dikeluarkan melalui
lubang uretra yang terletak di ujung penis. Ketika bayi pria lahir, penis diselubungi oleh kulit
luar yang longgar dan pada saat dewasa kulit luar dipotong (disunat). Pria yang disunat akan
memiliki penis yang lebih bersih daripada pria yang tidak disunat, sehingga lebih terjaga
kesehatannya. Pada pria yang tidak disunat, biasanya di ujung penisnya tertutup oleh smegma
(penimbunan kotoran yang dihasilkan dari kelenjar-kelenjar sekresi di penis). Smegma ini

merupakan salah satu faktor yang diduga menjadi predisposisi (memudahkan) timbulnya
kanker penis pada pria dan dapat memicu kanker leher rahim pada perempuan yang menjadi
pasangan dalam melakukan hubungan seksual.
b. Kantung zakar (scrotum): didalamnya terdapat dua buah/sepasang buah zakar (testis). Skrotum
dapat menjaga suhu testis, jika suhu terlalu panas maka skrotum mengembang sedangkan jika
suhu terlalu dingin maka skrotum mengerut. Di sekitar skrotum terdapat rambut-rambut yang
berfungsi untuk menjaga kelembaban agar suhunya relatif tetap.
c. Testis/buah zakar: alat untuk memproduksi sperma. Di dalam testis terdapat saluran-saluran
halus yang disebut tubulus seminiferus yang merupakan tempat pembentukan spermatozoa.
Pada tubulus seminiferus testis terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel
Sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa juga sel Leydig yang terdapat di antara
tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan testosteron.

Organ reproduksi dalam: organ reproduksi pada pria yang tidak tampak dari luar, meliputi:
a. Epididimis: saluran yang berfungsi sebagai tempat pemasakan/pematangan sperma.
b. Saluran sperma/vas deferens: saluran yang dilewati oleh sperma yang bermuara pada uretra.
c. Kelenjar prostat dan kelenjar cowper: kedua kelenjar ini berfungsi menghasilkan sekret untuk
memberi nutrisi dan mempermudah gerakan spermatozoa.

Spermatogenesis
Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Proses
pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon. Kelenjar hipofisis menghasilkan
hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating Hormone/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing
Hormone/LH). Fungsi hormon-hormon tersebut adalah sebagai berikut.

LH merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas,
androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder pada pria seperti tumbuhnya
kumis, jambang, rambut pada kemaluan dan lain sebagainya.

FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan
memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis.

Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis


terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari. Sperma yang sudah masak
memiliki struktur/bagian berupa:

Kepala: pada bagian ujungnya terdapat akrosom yang dibentuk dari badan golgi. Akrosom dapat
menghasilkan enzim yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur.

Leher: pada bagian ini terdapat mitokondria tempat berlangsungnya respirasi sel sehingga dapat
dihasilkan energi.

Ekor: alat gerak sperma agar mampu mencapai ovum.

Sel sperma
Penampang melintang tubulus seminiferus pada testis
Proses Spermatogenesis
Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer. Sel spermatosit primer
bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder, spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan
spermatid, spermatid berdiferensiasi menjadi spermatozoa masak. Bila spermatogenesis sudah
selesai, maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel
sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar
menghentikan sekresi FSH dan LH.
Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh
kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. Spermatozoa bersama cairan dari
kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani. Pada waktu ejakulasi, seorang pria
dapat mengeluarkan 300 - 400 juta sel spermatozoa.

Sistem Reproduksi pada Wanita


Organ reproduksi pada wanita dibedakan menjadi dua, yaitu organ reproduksi luar dan organ
reproduksi dalam.

Organ reproduksi luar (vulva): organ reproduksi wanita yang tampak dari luar, meliputi:
a. bibir kemaluan: terdiri atas bibir besar (labia mayora) dan bibir kecil (labia minora).
b. klitoris: berupa tonjolan kecil yang terletak diantara labia mayora dan labia minora. Pada
klitoris banyak terdapat sel-sel saraf sehingga sangat sensitif pada rangsangan seksual.
c. vagina: lubang tempat keluarnya janin dan darah menstruasi
d. lubang saluran kencing
e. lubang saluran vagina
f. selaput dara (himen)
g. kelenjar bartholi

Organ reproduksi dalam: organ reproduksi wanita yang tidak tampak dari luar meliputi:
a. Ovarium: tempat diproduksinya sel telur (ovum). Setiap wanita mempunyai dua ovarium yaitu
ovarium kiri dan ovarium kanan. Dalam ovarium terdapat folikel Graaf yang akan berkembang
menjadi sel telur (ovum).
b. Oviduct/tuba fallopi: saluran yang menghubungkan ovarium dan uterus. Tuba fallopi juga
sebagai tempat terjadinya fertilisasi (pembuahan).
c. Uterus/rahim: merupakan saluran berongga yang lebih besar dengan bagian ujungnya bersatu
membentuk

saluran

sempit

yaitu

vagina.

Uterus

berfungsi

sebagai

tempat

berkembangnya/tumbuhnya janin hingga dewasa.

Oogenesis
Proses pembentukan dan pemasakan sel telur/ovum disebut oogenesis. Proses pembentukan sel
telur dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon.

Di dalam ovarium janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium. Oogonium akan berkembang
menjadi oosit primer. Saat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase pada pembelahan meiosis.
Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga masa pubertas. Pada masa pubertas
terjadilah oogenesis.

Sel telur
Proses Oogenesis
Oosit primer membelah secara meiosis, menghasilkan 2 sel yang berbeda ukurannya. Sel
yang lebih kecil, yaitu badan polar pertama membelah lebih lambat, membentuk 2 badan polar. Sel
yang lebih besar yaitu oosit sekunder, melakukan pembelahan meiosis kedua yang menghasilkan
ovum tunggal dan badan polar kedua. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua.
Folikel Graaf, Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen. Hormon estrogen merangsang
kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang terjadinya ovulasi.
Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk menjadi badan kuning atau korpus
luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi menghambat
sekresi FSH dan LH. Kemudian korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga akkhirnya tidak
membentuk progesteron lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai
kembali.

VIII. Media Pembelajaran

Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD,carta,video/film dan LKPD

Sumber Belajar

: berbagai literatur dan Istamar Syamsuri, dkk. 2007.


Biologi 2B SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian

Evaluasi

Penilaian proses KBM (Keaktifan peserta didik pada saat diskusi )

Penilaian tugas Individu (hal 149)

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

PERTEMUAN II
VII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru
Kegiatan Awal

Alokasi

Kegiatan Peserta

waktu
10

didik
Mempersiapkan diri

Motivasi dan

Nilai Karakter Keterangan

Disiplin

Terlaksana /

apersepsi

untuk mengikuti

tidak

Menarik perhatian

proses KBM.

terlaksana

dan minat siswa


dengan memberikan

Peserta didik

beberapa pertanyaan,

menjawab

contoh:

pertanyaan yang

3. Sebutkan penyakit

dilontarkan guru.

Komunikatif

atau kelainan
menular seks?
Menulis topik yang

4. Apakah yang
dimaksud dengan

akan dipelajari
Mandiri

bayi tabung?

Menuliskan
topik yang akan

Menulis kompetensi

dipelajari yaitu

yang disampaikan

tentang gangguan

guru.

pada sistem
reproduksi

Menyampaikan
kompetensi dasar,
indikator serta tujuan

pembelajaran
Kegiatan Inti

70
Membi

mbing peserta didik

Duduk dalam
kelompoknya

Mempersentasikan
Mempe

rsiapkan peserta didik

Terlaksana /
tidak
terlaksana

untuk duduk dalam


kelompoknya

Disiplin

hasil kerjanya di
depan kelas

untuk
mempersentasikan

Melakukan tanya

hasil observasinya

jawab terhadap

Memeri

kelompok penyaji
Mendapatkan

ntahkan setiap
kelompok untuk

jawaban yang benar

mempersentasikan

Mengerjakan post-

hasil kerjanya

Komunikatif,

test

Komunikatif,
demokratif,
toleransi
Kerjakeras,

Membu

jujur

ka sesi tanya jawab


serta memfasilitatori

Kerja keras

proses diskusi

Membe
ri penguatan pada
hasil diskusi

Membe
rikan post-test

Kegiatan Akhir

Membimbing peserta

10
Mencatat

didik untuk

rangkuman

merangkum

pembelajaran

Kreatif,

Terlaksana /

mandiri

tidak
terlaksana

pembelajaran

Tanggung

Memberikan tindak

Mengerjakan tugas

lanjut berupa tugas

dan mengumpulkan

jawab, kerja

individu mengenai

dengan tepat waktu

keras

teknologi yang terkait


sistem reproduksi

Deskripsi:
Menstruasi

Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur dari salah satu ovariumnya. Bila sel telur ini
tidak mengalami pembuahan maka akan terjadi perdarahan (menstruasi). Menstruasi terjadi pada
manusia dan primata. Sedang pada mamalia lain terjadi siklus estrus. Bedanya, pada siklus
menstruasi jika tidak terjadi pembuahan maka lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar
tubuh, sedangkan pada siklus estrus jika tidak terjadi pembuahan, endomentrium akan direabsorbsi
oleh tubuh.
Siklus Menstruasi
Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30
hari). Siklus menstruasi dibedakan menjadi 4 fase yaitu sebagai berikut.
1.

fase pra-ovulasi: berlangsung pada hari 1 sampai hari ke-14. Terjadi


pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada fase ini
oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang
menjadi folikel Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang
merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan
dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen
menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi
merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi.

2.

fase ovulasi: berlangsung pada hari ke-14. pada fase ini ovarium melepaskan
satu sel telur yang sudah masak (ovulasi). Waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase
estrus/fase birahi.

3.

fase pasca-ovulasi: berlangsung pada hari ke 15-28. pada fase ini hormon
LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus
Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan
endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio.

4.

fase menstruasi: berlangsung pada hari ke 28-30. fase ini terjadi jika sel telur
yang dilepaskan tidak dibuahi oleh sperma. Hormon progesteron menghambat pembentukan FSH
dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang, pembentukan progesteron berhenti
sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan
selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi). Oleh karena tidak ada
progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.

Menopause (klimakterium)
Masa menopause adalah masa dimana wanita tidak mampu lagi melepaskan ovum karena
sudah habis tereduksi, menstruasi pun menjadi tidak teratur lagi, sampai kemudian terhenti sama
sekali. Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana:
- Ovarium (Indung Telur) Berhenti Menghasilkan Sel Telur
- Aktivitas Menstruasi Berkurang Dan Akhirnya Berhenti
- Pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang.
Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. tetapi kepastiannya
baru diperoleh jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklusnya selama minimal 12 bulan.
Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara normal pada wanita yang
berusia 40 tahun. Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah yang
keluar pada siklus menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya. Pada beberapa wanita,
aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah
maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan
menstruasi bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.
Fertilisasi/Pembuahan
Peristiwa fertilisasi (pembuahan) terjadi pada saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii
sehingga terbentuk zigot. Tempat terjadinya fertilisasi di tuba fallopi/oviduct.

Perkembangan Janin
Zigot membelah secara mitosis menjadi dua, empat, delapan, enam belas dan seterusnya.
Pada saat 32 sel disebut morula, di dalam morula terdapat rongga yang disebut blastocoel yang
berisi cairan yang dikeluarkan oleh tuba fallopii, fase ini disebut blastosit. Lapisan terluar blastosit
disebut trofoblas merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan
merupakan calon ari-ari (plasenta), Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan

implantasi (perlekatan dengan dinding uterus). Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi, blastosit
sampai di rongga uterus, hormon progesteron merangsang pertumbuhan uterus, dindingnya tebal,
lunak, banyak mengandung pembuluh darah, serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk)
sebagai makanan embrio.
Enam hari setelah fertilisasi, trofoblas menempel pada dinding uterus (melakukan implantasi)
dan melepaskan hormon korionik gonadotropin. Hormon ini melindungi kehamilan dengan cara
menstimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi.
Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis, permukaannya berjonjot dengan tujuan memperluas
daerah penyerapan makanan. Embrio telah kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi.
Setelah hari ke-12, tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar disebut ektoderm, di sebelah dalam
endoderm. Endoderm tumbuh ke dalam blastosoel membentuk bulatan penuh. Dengan demikian
terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk pula kantung kuning telur (Yolk Sac) yang
membungkus kuning telur. Pada manusia, kantung ini tidak berguna, maka tidak berkembang, tetapi
kantung ini sangat berguna pada hewan ovipar (bertelur), karena kantung ini berisi persediaan
makanan bagi embrio.
Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. Ketiga lapisan
tersebut merupakan lapisan lembaga (Germ Layer). Semua bagian tubuh manusia akan dibentuk oleh
ketiga lapisan tersebut. Ektoderm akan membentuk epidermis kulit dan sistem saraf, endoderm
membentuk saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan, mesoderm membentuk antara lain rangka,
otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi dan sistem reproduksi.

Minggu 5

Minggu 25-28

Minggu 7

Minggu 8

Minggu 29-32

Minggu 9-11

Minggu 37-40

Minggu 12

Minggu 40

Kehamilan
Pada saat terjadi kehamilan maka pada tubuh wanita terbentuk:
1. Membran (Lapisan Embrio), ada 4 macam membran embrio yaitu sebagai berikut.

a. Kantung Kuning Telur (Yolk Sac)


Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan makanan bagi hewan
ovipar, pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak berguna.
b. Amnion
Amnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio mengapung, gunanya melindungi
janin dari tekanan atau benturan.
c. Alantois
Pada alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa metabolisme. Pada
mammalia dan manusia, alantois merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan tangkai
badan, yaitu bagian yang akan berkembang menjadi tall pusat.
d. Korion
Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas. Jonjot korion
menghilang pada hari ke-28, kecuali pada bagian tangkai badan, pada tangkai badan jonjot
trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus membentuk ari-ari (plasenta). Setelah semua
membran dan plasenta terbentuk maka embrio disebut janin/fetus.
2. Plasenta atau Ari-ari
Plasenta atau ari-ari berbentuk seperti cakram dengn garis tengah 20 cm, dan tebal 2,5 cm.
Ukuran ini dicapai pada waktu bayi akan lahir tetapi pada waktu hari 28 setelah fertilisasi,
plasenta berukuran kurang dari 1 mm. Plasenta berperan dalam pertukaran gas, makanan dan zat
sisa antara ibu dan fetus. Pada sistem hubungan plasenta, darah ibu tidak pernah berhubungan
dengan darah janin, meskipun begitu virus dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa
jaringan ikat dan masuk ke dalam darah janin.
Kelainan pada Sistem Reproduksi
Kelaianan yang terjadi pada sistem reproduksi akan menyebabkan terganggunya organ-organ
reproduksi dalam menjalankan fungsinya. Pasangan suami istri yang mengalami gangguan pada
sistem reproduksinya akan menyebabkan kemandulan. Infertilitas (kemandulan)
Di bidang reproduksi, infertilitas diartikan sebagai kekurang mampuan suatu pasangan untuk
menghasilkan keturunan, jadi bukanlah ketidakmampuan mutlak untuk memiliki keturunan. Untuk
pengertian yang terakhir kita kenal dengan kemandulan (sterilitas). Contoh, seorang laki-laki yang
telah dikebiri (dikastrasi), atau seorang wanita yang rahimnya telah diangkat sudah tentu dikatakan
mandul/steril. Sebaliknya pasangan yang subur disebut fertil
Penyebab Infertilitas
Penting diketahui bahwa kesuburan (fertilitas) dipengaruhi banyak faktor, setidak-tidaknya
ada 5 faktor penting:

o Usia: Untuk pria puncak kesuburan adalah usia 24-25 tahun dan 21-24 tahun untuk wanita,
sebelum usia tersebut kesuburan belum benar matang dan setelahnya berangsur menurun.
o Frekuensi hubungan seksual: frekuensi hubungan seksual penting karena mempengaruhi
kemungkinan kehamilan. Contoh suatu pasangan yang suaminya bekerja sebagai pelaut dan
berlayar selama berbulan-bulan, belum dapat dikatakan infertil bila istrinya tidak hamil dalam
kurun waktu 1 tahun.
o Lingkungan: baik fisik, khemis maupun biologis (panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol, infeksi,
dll).
o Gizi dan nutrisi: terutama kekurangan protein dan vitamin E
o Stress/faktor psikis: terganggunya siklus haid, menurunnya libido & kualitas spermatozoa.
Penyebab infertilitas dapat digolongkan atas dasar anatomi organ dan atau fungsinya.
A. Penyebab pada laki-laki:
o Kelainan anatomi: hypo-epispadia (kelainan letak lubang kencing), micropenis (penis sangat
kecil), undescencus testis (testis masih dalam perut/lipat paha), dll.
o Gangguan fungsi: disfungsi ereksi berat (impotensi), ejakulasi retrograde (ejakulasi balik).
o Gangguan spermatogenesis: oligo/terato/asthenozoospermia (kelainan jumlah, bentuk, gerak
sperma).
o Lain-lain: hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantung testis), varikokel (varises
pembuluh darah balik testis), imunologis, infeksi.
B. Penyebab pada wanita:
o Faktor vagina: vaginismus (kejang otot vagina), vaginitis (radang/infeksi vagina), dll.
o Faktor uterus (rahim): myoma (tumor otot rahim), endometritis (radang sel lendir rahim),
endometriosis (tumbuh sel lendir rahim bukan pada tempatnya), uterus retrofleksi (kelainan
bentuk dan posisi rahim), prolap (pemburutan, penyembulan rahim ke bawah).
o Faktor cervix (mulut rahim): polip (tumor jinak), stenosis (kekakukan mulut rahim), non
hostile mucus (kualitas lendir mulut rahim jelek), anti sperm antibody (antibodi terhadap
sperma).
o Faktor tuba fallopi (saluran telur): pembuntuan, penyempitan, pelengketan saluran telur (bisa
karena infeksi atau kelainan bawaan).
o Faktor

ovarium

(indung

telur):

tumor,

kista,

gangguan

menstruasi

(amenorhoe,

oligomenorhoe dengan/tanpa ovulasi). Organ ini berinteraksi dengan pusat pengendali


hormon di otak (hypothalamus dan hipofisis) dalam mengatur siklus menstruasi.
o Faktor lain: prolactinoma (tumor pada hipofisis), hiper/hypotiroid (kelebihan/kekurangan
hormon tiroid.

Kelainan dalam sistem reproduksi selain dapat menimbulkan kemandulan juga dapat
menyebabkan penyakit. Pada umumnya penyakit reproduksi disebabkan oleh faktor luar yaitu
mikroorganisme. Berikut akan dijelaskan tentang gangguan-kelainan pada sistem reproduksi yang
disebabkan oleh mikroorganisme yaitu Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS
VIII. Media Pembelajaran
Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD,carta,charta dan LKPD

Sumber Belajar

: Puskesmas dan Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi 2B


SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian

Evaluasi, hasil post-test

Penilaian proses KBM (Keaktifan waktu diskusi )

Penilaian tugas kelompok (hal 147 dan 150)

Tugas Individu ( Tugas 10.2)

nstumen Penilaian
Contoh soal Ulangan Harian
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat !
1. Organ yang berlabel 1 berfungsi untuk ....
A. memproduksi sperma dan lendir
B. tempat menyimpan sperma
C. memproduksi sperma
D. memproduksi sperma dan hormon
E. memproduksi hormon dan enzim

2. Pembentukan sperma pada manusia disebut ....


A. oogenesis
B. spermatogenesis
C. meiosis
D. mitosis
E. ovulasi

3. Testis dan kelenjar kelamin jantan berfungsi memproduksi....


A. sperma dan enzim
B. air seni dan sperma
C. hormon dan enzim
D. enzim dan air seni
E. sperma dan hormon

4. Awal kehamilan pada wanita ditandai dengan ....


A. fertilisasi sperma dan ovum
B. menempelnya zigot di tuba falopii
C. implantasi zigot di dinding rahim
D. menempelnya zigot di ovarium
E. implantasi blastokis di dinding rahim
5. Pemberian pil KB kepada peserta Keluarga Berencana bertujuan untuk ....
A. menghambat pertumbuhan embrio dalam rahim
B. menghambat terjadinya ovulasi
C. mempercepat terjadinya ovulasi
D. membunuh sel telur yang telah dibuahi
E. mematikan sel sperma di dalam saluran reproduksi wanita

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan tepat !


1. Gambarlah secara skematis, dan sebutkan saluran serta kelenjar yang menyusun organ lakilaki !
2. Sebutkan perbedaan spematogenesis dan oogenesis, mengenai tempat, produk dan tahap
pembentukannya !
Penilaian Sikap
No
1
2
3
4

Elemen yang dinilai


Minat / rasa ingin tahu
Kreatifitas
Kerjasama / toleransi
Disiplin

Skors

Skor

Maksimal
5
5
5
5

siswa

Tanggung jawab

5
25

Total Skor

Nilai

Skor siswa 100


Total Skor

Keterangan:
Skor
81 - 100
61 80
41 60
- 40

Nilai
A
B
C
D

Kriteria
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


KD 3.8
Sekolah

: SMA NEGERI 1 GLENMORE

Kelas/Semester

: XI/2

Mata Pelajaran

: Biologi

Tahun Pelajaran

: 2015 / 2016

Alokasi Waktu
I.

: 2 x 45 menit

Standar Kompetensi:
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan

hewan tertentu,kelaianan dan/atau

penyakit yang mungkin terjadi, serta implikasinnya pada Salingtemas.


II. Kompetensi Dasar:
3.8 Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit
penyakit
III. IIndikator
No
1.

Indikator
Menjelaskan fungsi antigen dan antibody pada

Rasa

2.

mekanisme pertahanan tubuh.


Menjelaskan proses mekanisme pertahanan tubuh.

kreatif,komunikatif
Kreatif,
mandiri,

Memprediksi dampak yang terjadi jika pertahanan

komunikatif
Rasa ingin tahu, kreatif,

tubuh lemah

kerja

3.

Nilai Karakter
ingin
tahu,

keras,

membaca
IV. Tujuan Pembelajaran
1. Membedakan antara antigen dan antibodi.
2. Menjelaskan fungsi antigen dan antibodi pada mekanisme pertahanan tubuh.
3. Menjelaskan proses mekanisme pertahanan tubuh.
4. Memprediksi dampak yang terjadi jika pertahanan tubuh lemah.

gemar

V.

Materi Pembelajaran
Materi Pokok : Sistem Pertahanan Tubuh
Sub materi

Mekanisme Pertahanan Tubuh


Antigen dan Antibodi
Respon kekebalan
Ketidakseimbangan Sistem Pertahanan Tubuh
VI.

Pendekatan Pembelajaran
Konsep, dan Salingtemas
Metode Pembelajaran
Diskusi Kelompok, tanya jawab,dan observasi
Model Pembelajaran
Cooperative Learning

VII. Langkah-Langkah Pembelajaran


Aloka
Kegiatan Guru
Kegiatan Awal
Motivasi dan apersepsi

si
waktu
10

Kegiatan Peserta
didik

Mempersiapkan

Nilai

Keteranga

Karakter

Disiplin

diri untuk

/ tidak

minat siswa dengan

mengikuti proses

terlaksana

memberikan beberapa

KBM.

Menarik perhatian dan

pertanyaan, contoh:
1. Apakah perbedaan

Peserta didik

antara antigen dan

menjawab

antibodi?

pertanyaan yang

2. Bagaiman

Komunikatif

dilontarkan guru.

mekanisme tubuh
melawan penyakit?

Terlaksana

Menuliskan topik

Menulis topik

yang akan dipelajari

yang akan

yaitu sistem

dipelajari

Pertahanan tubuh

Menulis

Mandiri

Menyampaikan

kompetensi yang

kompetensi dasar,

disampaikan guru.

indikator serta tujuan


pembelajaran
Kegiatan Inti

70
Memb

Duduk

Disiplin

agi kelas menjadi 7

dalam

/ tidak

kelompok(terdiri dari

kelompoknya

terlaksana
Komunikatif,

5 orang)

Menug

Membaca

askan kepada setiap

materi sesuai

kelompok untuk

dengan

membahas materi

pembagian.

Kerjakeras,tan
ggungjawab

yang berbeda dan


Komunikatif,

membagikan lembar

kerja.

Setiap

demokratif,

kelompok

toleransi

imbing setiap

mempersentasikan

Kerjakeras,

kelompok untuk

hasil kerjanya

jujur

Memb

melakukan diskusi
sesuai dengan materi
yang ditugaskan

Memp

Mendapat
kan jawaban yang

ersilahkan setiap

benar

kelompok untuk
mempersentasikan

Kelompok

hasil diskusi

terbaik

kelompoknya

mendapatakan

Memb
eri penguatan dengan
mengecek kebenaran
jawaban peserta
didik

Terlaksana

Memb
erikan reward kepada
kelompok yang

reward

Kerja keras

terbaik
Kegiatan Akhir

Membimbing peserta

10

Mencatat

didik untuk

rangkuman

merangkum

pembelajaran

Kreatif,

Terlaksana

mandiri

/ tidak
terlaksana

pembelajaran

Memberikan tindak

Mengerjak

Tanggung

lanjut berupa tugas

an tugas dan

jawab, kerja

untuk mencari

mengumpulkan

keras

informasi dari

dengan tepat

bebagai literatur

waktu

tentang kelainan pada


sistem pertahanan
tubuh dengan
melakukan observasi

Deskripsi:
Pertahanan Tubuh
Suatu benda asing yang disebut antigen, misalnya protein, asam nukleat, polisakarida, dan
lipida dari bakteri, virus atau, infeksi lain, dan injeksi material asing, bila memasuki aliran darah
vertebrata (terutama manusia), akan memicu mekanisme pertahanan yaitu respon imun. Sistem imun
menimbulkan sintesis kelompok protein yang sangat penting yaitu antibodi. Pada manusia, organorgan pusat sistem imun ialah sumsum tulang dan timus. Salah satu tugas sistem imun ialah
membentuk pertahanan tubuh terhadap benda asing yang memasuki tubuh.
Sumsum tulang mengandung sel-sel batang yang dapat menghasilkan sel darah. Sel darah
putih berperan dalam imunitas. Tetapi, hanya ada tiga macam sel darah putih yang berperan dalam
respon imun, yaitu:
1. Limfosit B, disebut sel B karena diproduksi di dalam bone marrow (sumsum tulang),
2. Limfosit T, disebut sel T karena diproduksi di dalam kelenjar timus, dan
3. Makrofag.

Struktur antibodi
Antibodi termasuk kelas protein yang disebut immunoglobulin. Molekul antibodi terdiri atas
(1) dua rantai berat polipepetida yang saling identik, (2) dua rantai ringan yang juga saling identik,
dan (3) sedikit karbohidrat yang menempel pada rantai-rantai berat. Rantai berat ini saling bertautan
dan dengan rantai ringan oleh jembatab S-S. Setiap rantai, berat atau ringan, mempunyai suatu ujung
yang dinamakan daerah variabel dimana setiap antibodi adalah tidak sama karena untuk mengenali
antigen yangberbeda pula, satu ujung yang lain dinamakan daerah konstan karena sama-sama
dimiliki semua antibodi. Ada dua jenis antibodi, yakni antibodi monoklonal dan poliklonal. Antibodi
monoklonal hanya bisa membentuk satu jenis protein. Sedang antibodi poliklonal mampu
membentuk perbagai molekul antibodi sesuai kebutuhan dalam suatu respons imun sehingga lebih
diinginkan.
Mekanisme kerja antibodi, adalah sebagai berikut.
1.

Limfosit B berperan dalam

sintesis antibodi.

Antibodi ini bisa disekresikan atau tetap terikat


membran pada permukaan sel B, tergantung kondisinya.
Selama

respon

imun

humoral,

antibodi-antibodi

mengikat antigen-antigen yang kemudian diingesti


(ditelan)

dan

didegradasi

(dipecah/dirusak)

oleh

makrofag.
2.

Limfosit T lebih memiliki respon dalam imun


sel. Sel-sel T mensintesis reseptor yang mengenali
antigen-antigen pada permukaan sel dan memicu
lisisnya sel-sel yang mengandung antigen tadi.

Sistem imun mendiskriminasikan antara diri dan bukan diri. Hal inilah yang
menyebabkan mengapa transfusi darah yang salah antara darah pendonor dengan darah resipien,
maka akan diserang oleh sistem imun resipien, sedangkan bila darah dari pendonor sama dengan
darah resipien maka hal ini tidak akan terjadi. Darah yang tidak sama dari pendonor akan dianggap
sebagai benda asing oleh tubuh resipien sehingga antibodi akan mengenali antigen tersebut dan
akhirnya mengeliminasinya dari tubuh resipien.

VIII. Media Pembelajaran


Alat/Bahan

: Alat tulis, OHP/LCD, dan LKPD

Sumber Belajar

: berbagai literatur dan Istamar Syamsuri, dkk. 2007.


Biologi 2B SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

IX.

Penilaian
1.

Evaluasi

2.

Penilaian proses KBM (Keaktifan peserta didik pada saat diskusi )

3.

Penilaian tugas Individu tentang kelainan atau penyakit pada sistem pertahanan tubuh)

Instrumen Penilaian
Lampiran Contoh Soal :
Indikator 1. Membedakan antigen dan antibodi

1.Berikut ini hal- hal yang berkaitan dengan antigen dan antibodi, pernyataan yang benar
adalah ...
a. Protein asing yang masuk dalam tubuh dipandang sebagai antibodi
b. Zat asing yang masuk dalam tubuh dilawan oleh antigen
c. Bakteri yang masuk akan menjadi antibodi pasif
d. Protein asing yang masuk ketubuh disebut sebagai antigen
e. Antibodi adalah zat yang dimasukkan untuk membentuk antigen
Indikator 2. Menjelaskan fungsi antigen dan antibodi pada mekanisme pertahanan tubuh
2. Jelaskan fungsi antigen dan antibodi pada mekanisme pertahanan tubuh !
Indikator 3. Menjelaskan proses mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing
3.Kekebalan yang terjadi akibat seseorang disuntik ATS, tergolong kekebalan
a. aktif alami

d. pasif buatan

b. aktif buatan

e. aktif sesaat

c. pasif alami
Indikator 4. Menjelaskan akibat yang terjadi bila pertahanan tubuh lemah
4. Jelaskan akibat yang dapat terjadi , bila pertahanan tubuh lemah !

Penilaian Sikap
No
1
2
3
4
5

Nilai

Elemen yang dinilai


Minat / rasa ingin tahu
Kreatifitas
Kerjasama / toleransi
Disiplin
Tanggung jawab
Total Skor

Skor siswa 100


Total Skor

Keterangan:
Skor

Nilai

Kriteria

Skors

Skor

Maksimal
5
5
5
5
5
25

siswa

81 - 100
61 80
41 60
- 40

A
B
C
D

Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Glenmore, 04 Januari 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Mujiono, M.Pd

Helmi, S.Pd, M.Si

NIP. 19620610 198903 1 015

NIP. 19750626 200312 2 011