Anda di halaman 1dari 8

BADAN PUSAT STATISTIK

BPS PROVINSI PAPUA BARAT

No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PROVINSI PAPUA BARAT

Pada bulan Nopember 2009, Provinsi Papua Barat mengalami inflasi gabungan sebesar 0,07 persen.
Inflasi di Provinsi Papua Barat ini mencakup inflasi di Kota Manokwari dan inflasi di Kota Sorong. Dari 66 kota,
Kota Manokwari menempati peringkat inflasi ke-tigapuluh (yakni sebesar 0,09 persen), sedangkan untuk Kota
Sorong menempati peringkat inflasi ke-tigapuluhenam (yakni sebesar 0,05 persen) di Indonesia.
Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok kesehatan sebesar 0,70
persen; kelompok sandang sebesar 0,68 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar
sebesar 0,24 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,21 persen; serta
kelompok bahan makanan sebesar 0,10 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami
perubahan indeks. Sedangkan satu kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks atau deflasi, yakni
kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,70 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-Nopember) 2009 di Provinsi Papua Barat sebesar 4,20 persen.

BULAN NOPEMBER 2009, PROVINSI PAPUA BARAT MENGALAMI INFLASI GABUNGAN


SEBESAR 0,07 PERSEN DENGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) SEBESAR 131,50.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Nopember 2009, secara umum menunjukkan adanya
kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru (2007 =
100), di Provinsi Papua Barat (hasil SBH 2007) pada bulan Nopember 2009 terjadi inflasi gabungan sebesar 0,07
persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,41 pada bulan Oktober 2009 menjadi 131,50
pada bulan Nopember 2009. Sedangkan laju inflasi gabungan Provinsi Papua Barat tahun kalender (Januari-
Nopember) 2009 yakni sebesar 4,20 persen.
Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok kesehatan sebesar 0,70
persen; kelompok sandang sebesar 0,68 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar
0,24 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,21 persen; serta kelompok bahan
makanan sebesar 0,10 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.
Sedangkan satu kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks atau deflasi, yakni kelompok transpor,
komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,70 persen.

Inflasi gabungan yang terjadi di Provinsi Papua Barat dipengaruhi oleh kenaikan indeks yang cukup signifikan
pada sub kelompok-sub kelompok seperti : sub kelompok ikan diawetkan sebesar 3,02 persen; sub kelompok sayur-
sayuran sebesar 2,27 persen; sub kelompok obat-obatan sebesar 2,24 persen; sub kelompok sandang laki-laki
sebesar 1,29 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,71 persen; sub kelompok barang

Berita Resmi Statistik No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009 1


pribadi dan sandang lain sebesar 0,58 persen; sub kelompok makanan jadi sebesar 0,31 persen; sub kelompok
daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,30 persen; serta sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,30 persen.

Tabel 1
Laju Inflasi Gabungan Provinsi Papua Barat Nopember 2009, Tahun Kalender 2009,
dan Tahun Ke Tahun 2009 menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100)

IHK IHK IHK Inflasi bulan Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Oktober Nopember Nopember Tahun Tahun
Kelompok Pengeluaran 2008 2009 2009 2009 *) Kalender Ke Tahun
2009 **) 2009 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

U m u m 126,21 131,41 131,50 0,07 4,20 5,31


1 Bahan Makanan 137,79 143,09 143,24 0,10 3,96 6,28
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan 139,96 146,84 147,15 0,21 5,14 5,54
Tembakau
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan 121,72 131,43 131,75 0,24 8,24 8,72
bakar
4 Sandang 106,55 115,49 116,28 0,68 9,12 10,08
5 Kesehatan 118,67 124,94 125,81 0,70 6,02 7,38
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 107,77 113,62 113,61 0,00 5,42 5,61
7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa 112,92 109,22 108,45 -0,70 -3,96 -3,57
Keuangan

*) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan Nopember 2008.

URAIAN INFLASI GABUNGAN PROVINSI PAPUA BARAT MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Nopember 2009 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen atau
terjadi kenaikan indeks dari 143,09 pada Oktober 2009 menjadi 143,24 pada Nopember 2009.

Dari sebelas sub kelompok yang ada dalam kelompok bahan makanan, lima sub kelompok mengalami
inflasi, dan enam sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Sub kelompok ikan diawetkan mengalami inflasi
terbesar yakni sebesar 3,02 persen, sedangkan sub kelompok lemak dan minyak adalah sub kelompok yang
mengalami inflasi terkecil, yakni sebesar 0,01 persen. Adapun deflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok ikan
segar, yakni sebesar -1,00 persen; dan inflasi yang terendah terjadi pada sub kelompok telur, susu, dan hasil-
hasilnya, yakni sebesar -0,03 persen.

2 Berita Resmi Statistik No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009


2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Nopember 2009 mengalami inflasi
sebesar 0,21 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 146,84 pada Oktober 2009 menjadi 147,15 pada
Nopember 2009.

Dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Sub kelompok
makanan jadi mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 0,31 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya,
yakni sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol
mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,21 persen; dan 0,03 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Nopember 2009 mengalami inflasi
sebesar 0,24 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 131,43 pada Oktober 2009 menjadi 131,75 pada
Nopember 2009.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi dan satu
sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan,
dan air, yakni sebesar 0,71 persen; sedangkan yang terendah terjadi pada sub kelompok penyelenggaraan
rumahtangga, yakni sebesar 0,12 persen. Adapun satu sub kelompok yang mengalami deflasi adalah sub
kelompok perlengkapan rumahtangga, yakni sebesar -0,03 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Nopember 2009 mengalami inflasi sebesar 0,68 persen, atau terjadi kenaikan
indeks dari 115,49 pada Oktober 2009 menjadi 116,28 pada Nopember 2009.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Sub kelompok
sandang laki-laki adalah sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 1,29 persen.
Sedangkan sub kelompok sandang wanita adalah sub kelompok yang mengalami inflasi terendah, yakni
sebesar 0,25 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Nopember 2009 mengalami inflasi sebesar 0,70 persen, atau terjadi
kenaikan indeks dari 124,94 pada Oktober 2009 menjadi 125,81 pada Nopember 2009.

Berita Resmi Statistik No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009 3


Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, dua sub kelompok mengalami inflasi, dan dua
sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi terjadi pada sub kelompok obat-obatan, dan
sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika, yakni masing-masing sebesar 2,24 persen; dan 0,27 persen.
Sedangkan dua sub kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok jasa
kesehatan, dan sub kelompok jasa perawatan jasmani.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Nopember 2009 mengalami inflasi sebesar 0,00
persen, atau secara agregat dapat dikatakan tidak terjadi perubahan indeks. Indeks pada Oktober 2009
menunjukkan angka 113,62, dan menjadi 113,61 pada Nopember 2009.

Dari lima sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, dua sub kelompok mengalami inflasi, satu sub
kelompok mengalami deflasi, dan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Pada sub
kelompok yang mengalami inflasi, sub kelompok olahraga mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 0,18
persen; sedangkan inflasi yang terendah terjadi pada sub kelompok rekreasi, yakni sebesar 0,03 persen. Sub
kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan, adalah sub kelompok yang mengalami deflasi, yakni sebesar -
0,11 persen. Adapun dua sub kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub
kelompok pendidikan dan sub kelompok kursus-kursus/pelatihan.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Nopember 2009 mengalami deflasi sebesar -
0,70 persen atau terjadi penurunan indeks dari 109,22 pada Oktober 2009 menjadi 108,45 pada Nopember
2009.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami deflasi dan satu
sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Deflasi terjadi pada sub kelompok transpor, sub
kelompok komunikasi dan pengiriman, dan sub kelompok sarana dan penunjang transpor, yakni masing-
masing sebesar -0,85 persen, -0,41 persen, dan -0,02 persen. Sedangkan satu sub kelompok lainnya yang
tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok jasa keuangan.

4 Berita Resmi Statistik No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009


Tabel 2
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Nopember 2009 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Oktober 2009)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Oktober Nopember Nopember Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran 2008 2009 2009 2009 *) Kalender Tahun

2009 **) 2009 ***)

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 126,21 131,41 131,50 0,07 4,20 5,31


I. BAHAN MAKANAN 137,79 143,09 143,24 0,10 3,96 6,28
Padi-padian, Umbi-Umbian dan Hasilnya
113,55 110,43 110,24 -0,17 -2,91 -2,42
Daging dan Hasil-hasilnya 126,72 136,52 136,93 0,30 8,06 10,27
Ikan Segar 107,73 131,63 130,32 -1,00 20,97 24,63
Ikan Diawetkan 113,35 146,95 151,39 3,02 33,56 33,78
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 182,66 164,35 164,29 -0,03 -10,05 -10,33
Sayur-sayuran 168,89 165,71 169,47 2,27 0,34 3,75
Kacang-kacangan 155,33 174,14 174,01 -0,08 12,03 14,00
Buah-buahan 163,14 165,88 166,18 0,18 1,86 4,79
Bumbu-bumbuan 189,10 207,49 206,01 -0,72 8,94 16,49
Lemak dan Minyak 142,95 136,34 136,35 0,01 -4,61 -4,88
Bahan Makanan Lainnya 109,07 140,93 140,16 -0,54 28,50 28,50
II. MAKANAN JADI, MINUMAN ROKOK &
TEMBAKAU
139,96 146,84 147,15 0,21 5,14 5,54
Makanan Jadi 154,97 162,95 163,46 0,31 5,48 5,89
Minuman yang Tidak Beralkohol 129,96 138,99 139,02 0,03 6,98 7,62
Tembakau dan Minuman Beralkohol 127,56 129,31 129,59 0,21 1,59 1,70
III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS &
BAHAN BAKAR
121,72 131,43 131,75 0,24 8,24 8,72
Biaya Tempat Tinggal 128,02 141,66 141,88 0,16 10,83 11,20
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 107,87 110,76 111,55 0,71 3,41 3,36
Perlengkapan Rumahtangga 108,60 111,29 111,26 -0,03 2,44 2,86
Penyelenggaraan Rumahtangga 121,29 123,81 123,96 0,12 2,20 5,24
IV. SANDANG
106,55 115,49 116,28 0,68 9,12 10,08
Sandang Laki-laki 102,61 110,07 111,49 1,29 8,65 8,92
Sandang Wanita 106,28 111,81 112,09 0,25 5,47 5,56
Sandang Anak-anak 105,54 106,60 106,91 0,30 1,30 2,13
Barang Pribadi dan Sandang Lain 120,00 146,50 147,35 0,58 22,79 26,43
V. KESEHATAN 118,67 124,94 125,81 0,70 6,02 7,38
Jasa Kesehatan 117,83 123,57 123,57 0,00 4,87 4,89
Obat-obatan 110,01 126,46 129,29 2,24 17,53 19,67
Jasa Perawatan Jasmani 114,06 138,34 138,34 0,00 21,29 27,21
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 122,97 121,20 121,52 0,27 -1,18 -0,05

*) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan Nopember 2008.

Berita Resmi Statistik No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009 5


Tabel 2 (Lanjutan)
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Nopember 2009 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Oktober 2009)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Oktober Nopember Nopember Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran 2008 2009 2009 2009 *) Kalender Tahun

2009 **) 2009 ***)

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN


OLAHRAGA
107,77 113,62 113,61 0,00 5,42 5,61
Jasa Pendidikan 107,72 119,24 119,24 0,00 10,69 10,69
Kursus-kursus/Pelatihan 109,95 110,97 110,97 0,00 0,93 0,93
Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 114,46 111,28 111,16 -0,11 -2,89 -2,14
Rekreasi 104,18 106,63 106,67 0,03 2,39 2,44
Olahraga 119,06 117,10 117,31 0,18 -1,47 -0,34
VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA
KEUANGAN
112,92 109,22 108,45 -0,70 -3,96 -3,57
Transpor 116,65 112,66 111,71 -0,85 -4,24 -4,06
Komunikasi dan Pengiriman 98,26 93,77 93,38 -0,41 -4,96 -4,08
Sarana dan Penunjang Transpor 139,43 141,54 141,51 -0,02 1,49 2,09
Jasa Keuangan 111,94 112,84 112,84 0,00 0,81 0,81

*) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Nopember 2009 terhadap IHK bulan Nopember 2008.

Tabel 3
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Nopember 2009,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Nopember 2009


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
1 BANDA ACEH 117,85 0,45 13
2 LHOKSEUMAWE 118,28 0,08 31
3 SIBOLGA 118,23 -0,36 57
4 PEMATANG SIANTAR 116,81 -0,44 58
5 MEDAN 115,96 -0,57 61
6 PADANG SIDEMPUAN 117,91 0,14 25
7 PADANG 119,19 -0,53 60
8 PEKAN BARU 115,16 -0,03 43
9 DUMAI 119,37 -0,23 51
10 JAMBI 117,90 -0,34 56

6 Berita Resmi Statistik No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Nopember 2009,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Nopember 2009


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
11 PALEMBANG 118,03 0,07 33
12 BENGKULU 120,28 -0,83 64
13 BANDAR LAMPUNG 123,55 0,24 21
14 PANGKAL PINANG 120,52 -0,76 62
15 BATAM 112,57 -0,20 50
16 TANJUNG PINANG 118,30 -0,28 54
17 DKI JAKARTA 115,14 -0,05 44
18 BOGOR 117,92 -0,14 48
19 SUKABUMI 118,00 -0,01 41
20 BANDUNG 114,83 -0,02 42
21 CIREBON 121,40 0,01 39
22 BEKASI 114,69 0,02 38
23 DEPOK 115,23 -0,23 52
24 TASIKMALAYA 119,58 0,50 10
25 PURWOKERTO 116,37 0,04 37
26 SURAKARTA 110,98 -0,29 55
27 SEMARANG 115,94 -0,27 53
28 TEGAL 118,32 0,08 32
29 YOGYAKARTA 116,36 0,09 29
30 JEMBER 117,72 0,14 26
31 SUMENEP 113,71 0,53 9
32 KEDIRI 115,52 -0,13 47
33 MALANG 116,45 -0,15 49
34 PROBOLINGGO 119,36 0,19 23
35 MADIUN 120,78 0,60 7
36 SURABAYA 114,49 0,05 35
37 SERANG 122,44 -0,08 45
38 TANGERANG 118,87 0,31 19
39 CILEGON 118,76 0,01 40
40 DENPASAR 115,67 0,10 28
41 MATARAM 118,74 -0,52 59
42 BIMA 123,47 0,21 22
43 MAUMERE 127,06 0,40 15
44 KUPANG 119,41 0,12 27
45 PONTIANAK 119,75 -1,04 65
46 SINGKAWANG 116,39 -1,41 66
47 SAMPIT 116,22 0,82 5
48 PALANGKA RAYA 117,40 0,58 8
49 BANJARMASIN 119,09 0,49 12
50 BALIKPAPAN 118,18 0,17 24
51 SAMARINDA 121,29 -0,09 46
52 TARAKAN 129,12 0,64 6

Berita Resmi Statistik No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009 7


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Nopember 2009,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Nopember 2009


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
53 MANADO 117,42 1,27 1
54 PALU 119,90 1,16 2
55 WATAMPONE 128,65 0,39 17
56 MAKASSAR 116,84 0,29 20
57 PARE-PARE 121,70 0,37 18
58 PALOPO 126,84 0,40 16
59 KENDARI 122,71 -0,77 63
60 GORONTALO 119,30 0,91 4
61 MAMUJU 120,36 0,07 34
62 AMBON 113,89 0,50 11
63 TERNATE 119,26 0,42 14
64 MANOKWARI 129,96 0,09 30
65 SORONG 133,37 0,05 36
66 JAYAPURA 117,17 1,12 3

Diterbitkan oleh :
Bidang Statistik Distribusi
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat
Jl. Trikora – Sowi IV, Manokwari 98315.
Fax. (0986) 213359
Contact Person :
Ir. Merry (0811486689)
Heri Tribowo, S.ST (085244542424)

8 Berita Resmi Statistik No. 45/12/91 Th. III, 1 Desember 2009