Anda di halaman 1dari 38

Andri Andrian Rusman

Aria Yudhistira
Ilmu Kedokteran Forensik & Mediko Legal
Fakultas Kedokteran Unjani

ABORTUS KRIMINALIS
& PEMBUNUHAN ANAK
SENDIRI (INFANTICIDE)

Abortus Kriminalis

TIU:

Memahami pengertian dan undang-undang terkait


masalah abortus, metode dan komplikasi abortus
kriminalis serta tatalaksana pemeriksaan forensik
terhadap korban abortus kriminalis.

TIK:

Menyebutkan pengertian dan undang-undang terkait


dengan masalah abortus.
Menjelaskan metode yang digunakan dalam melakukan
abortus.
Menjelaskan kemungkinan komplikasi yang terjadi
akibat tindakan abortus kriminalis.
Menjelaskan pemeriksaan forensik terhadap korban
abortus .

Definisi Abortus

Abortion = pengguguran kandungan


Medis: ??
Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat
hidup di luar kandungan (Wiknjosastro, 2000).
Kriteria berubah, sesuai kemajuan dunia medis.
Hukum: tindakan menghentikan

kehamilan/mematikan janin sebelum waktu


kelahiran, tanpa melihat usia kandungannya.

Kandungan masih hidup (HR 12-4-1898).


Tidak dipersoalkan lahir hidup/lahir mati (HR 12-4-

1898).

Kesengajaan & tak ada kriteria usia kehamilan

Jenis
Abortus
1.
2.

3.

berdasarkan proses

ABORTUS SPONTAN, terjadi secara


natural.
ABORTUS PROVOKATUS didahului oleh
suatu tindakan yg disengaja, dapat
berupa:
Legal
Illegal
ABORTUS AKIBAT KECELAKAAN
didahului suatu trauma yg tak disengaja.

Abortus provocatus

Abortus yang disengaja dibuat (diprovokasi)


dengan berbagai cara, baik dilakukan oleh
ibunya sendiri atau dibantu orang lain (Dahlan,
2000).
Legal /Illegal tergantung norma hukum yang
berlaku di negara:
Abortus provocatus medicinalis, umumnya di negara

Eropa Barat & Pakistan.


Abortus provocatus sosio-medicinalis, legal di
Swedia, Inggris, India.
Abortus provocatus socialis, legal di Jepang &
Yugoslavia.
Indonesia??

Perundangan ttg Abortus

KUHP (produk kolonial 1918) tidak mengatur


abortus medicinalis, pidana kpd pelaku abortus
provocatus criminalis:
Pasal 283 Max 9 bulan bagi yg menunjukkan

alat/cara menggugurkan kandungan kpd anak < 17


th/di bawah umur.
Pasal 299 Max 4 th, bagi yg
menganjurkan/merawat/ memberi obat kpd wanita
dgn memberi harapan agar gugur kandungannya.
Pasal 346 Max 4 th, bagi wanita yang sengaja
menggugurkan kandungannya/menyuruh org lain
melakukannya.

Perundangan ttg Abortus .. (lanjutan)

KUHP:
Pasal 347 Max 12 th dan bila wanita meninggal

max 5 th bagi orang yg menggugurkan kandungan


wanita tanpa seijinnya.
Pasal 348 Max 5 th 6 bulan dan bila wanita
meninggal max 7 thn, bagi orang yang menggugurkan
kandungan wanita dgn seijinnya.
Pasal 349 Hukuman di+ sepertiga & pencabutan
hak pekerjaannya, bagi dokter, bidan/juru obat yg
melakukan kejahatan di atas.
Pasal 535 Max 3 bulan, bagi yg mempertunjukkan
secara terbuka alat/cara menggugurkan kandungan.

Perundangan ttg Abortus.. (lanjutan)

UU no. 23/1992 ttg Kesehatan,


pasal 15:
Tindakan medis tertentu dapat dilakukan pada keadaan
darurat untuk menyelamatkan si Ibu dan atau si Janin.
Dilaksanakan oleh tim dokter ahli setelah melalui
pertimbangan serta persetujuan si Ibu, suaminya serta
keluarganya.
Sarana kesehatan berperalatan lengkap.
Pasal 80:
Pidana 15 tahun dan pidana denda 15 juta (max).

Legitimasi abortus provocatus medicinalis.


Legitimasi abortus lain?? (gagal KB, korban
perkosaan, child abuse, dll).

Abortus provocatus criminalis

Merupakan terminasi kehamilan TANPA


indikasi medis.
Semata-mata untuk kepentingan si
Pelaku dan atau si Ibu.
Dapat akibat bujuk rayu (iklan
terselubung) seseorang/orang lain.
Kadang dilakukan sendiri.

Metode Abortus Kriminalis


1.
2.

Menggunakan obat-obatan/ramuan.
Menggunakan kekerasan mekanik/fisik:
Tanpa alat.
Dengan alat.

Kemungkinan pasca abortus


(kriminalis)

Produk kehamilan keluar, Ibu selamat.


Timbul komplikasi pada Ibu, misal:
kejang, perdarahan kritis.
Kematian Ibu:
Cepat (immediate), karena vagal refleks,

emboli, perdarahan hebat.


Tidak begitu cepat (moderate).
Lambat (late) (2 hr atau lebih), karena
infeksi (sepsis), keracunan, perdarahan
lambat.

Pemeriksaan Forensik Kasus


Abortus

PEMBUKTIAN SECARA MEDIS


Jika ibu hidup:
Tanda fisik hamil, striae gravidarum,
hiperpigmentasi mammae, bentuk payudara.
Tanda kekerasan pada bagian bawah perut
dan sekitar genital.
Sisa produk kehamilan.
Pemeriksaan toksikologi.
Alat yang tertinggal.

Jika ibu meninggal?


Dilakukan Otopsi.
Temukan tanda kehamilan.
Tanda kekerasan bawah perut dan sekitar genital.
Periksa uterus dan bagian dalam genital, temukan

adanya tanda kongesti.


Cari kemungkinan perforasi fundus uteri.
Toksikologis darah dan urin.
PA cari trofoblas, desidua, sel radang.

Contoh Pembuatan Kesimpulan


VeR pada Otopsi Kasus Aborsi

Pokok-pokok Isi
Kesimpulan
Korban dlm keadaan
hamil atau tidak?
Adakah tanda-tanda
tindakan aborsi atau
tidak?
Apa sebab
kematiannya?
Apakah sebab
kematian tsb ada
hubungannya dgn
tindakan aborsi?

Contoh Bunyi
Kesimpulan
Telah diperiksa jenazah seorang
wanita yang sedang dalam
keadaan hamil. Pada organ
kelamin bagian dalam, selain
ditemukan memar dan robekan
juga sisa-sisa dari tubuh janin.
Ditemukan juga tanda-tanda
kehilangan banyak darah. Sebab
kematian korban adalah akibat
kehilangan banyak darah.

Infanticide

TIU:
Memahami batasan dan undang-undang

terkait infanticide serta mengerti pemeriksaan


yang diperlukan terhadap korban infanticide
maupun tersangka pelaku.

TIK:
Menyebutkan batasan infanticide dan

perundang-undangan yang terkait.


Menjelaskan teknik pemeriksaan korban
infanticide untuk menentukan bayi mampu
hidup, lahir hidup atau mati serta sebab
kematian bayi.
Menjelaskan pemeriksaan yang dibutuhkan
untuk menentukan tersangka pelaku
infanticide.

Definisi Infanticide

Arti umum:
Pembunuhan bayi (Infant Death).
Setiap perbuatan merampas nyawa bayi di luar

kandungan.

Arti khusus bervariasi antar negara/sistem


hukum:
Inggris: merampas nyawa bayi yg belum berumur 12

bulan oleh ibu kandungnya.


Jerman Barat: pembunuhan anak ini hanya berlaku
bagi anak yang lahir dari hubungan tidak sah ( ><
Eropa Barat & Amerika).
Scotlandia: tidak ada peng-khusus-an mengenai
pembunuhan bayi oleh ibu kandungnya.

Indonesia ??

Infanticide di Indonesia

KUHP
Pasal 341:

Pasal 342:

Seorang ibu yang karena takut ketahuan


melahirkan anak, pada saat anak
dilahirkan atau tidak lama kemudian,
dengan sengaja merampas nyawa
anaknya, diancam, karena membunuh
anak sendiri, dengan pidana penjara
paling lama tujuh tahun.(Kinderdoodslag)

Seorang ibu, yang untuk melaksanakan


niat yang ditentukan karena takut akan
ketahuan bahwa akan melahirkan anak,
pada saat anak dilahirkan atau tidak lama
kemudian merampas nyawa anaknya,
diancam, karena melakukan pembunuahan
anak sendiri dengan rencana, dengan
pidana penjara paling lama sembilan
tahun. (kindermoord)

Pembunuhan yang dilakukan seorang ibu atas anaknya pada


ketika dilahirkan atau tidak beberapa waktu setelah dilahirkan,
karena takut ketahuan bahwa ia telah melahirkan anak.

Kriteria Infanticide

Pelaku ibu kandung:


Tidak mempersoalkan status pernikahan.
Pelaku lain yg terlibat dihukum krn pembunuhan (343):
pasal 338; tanpa rencana 15 tahun.
pasal 339 & 340; dgn rencana 20 thn, seumur hidup/hukuman

mati.

Korban bayi anak kandung sendiri.


Pembunuhan dilakukan pada saat dilahirkan atau
tidak lama kemudian:
Saat belum ada rasa kasih sayang tak ada tanda

perawatan.
Sebelum ada yg mengetahui kelahirannya.

Motif pembunuhan karena takut ketahuan telah


melahirkan anak.
Kultur tabu hamil tanpa suami/hugel.

Penemuan Jenazah Bayi =


Infanticide ?????

Korban pembunuhan, anak


sendiri.

KUHP 341, 342.

KUHP 338, 339, 340, 343.

KUHP 181: menyembunyikan


kelahiran/kematian, (9 bulan).

KUHP 305, 306, 307, 308.

Pembunuhan.
Lahir mati kemudian
dibuang.

Penelantaran bayi hingga


mati.

Pembuktian Medis

Pengertian pembunuhan dibuktikan dgn:


Lahir hidup.
Kekerasan.
Sebab kematian akibat kekerasan.

Pengertian baru lahir, dinilai berdasar


Maturitas & usia kehamilan.
Usia pasca lahir.
Asupan laik hidup (viable).
Tanda perawatan.

Pastikan hubungan antara tersangka ibu


dengan jenazah bayi.

Lahir Hidup (Live Birth)

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda


hidup sesudah seluruh tubuhnya
berpisah dari badan ibunya.
Tanda lahir hidup:
Pernafasan, denyut jantung, denyut tali

pusat, gerakan otot seran lintang, menangis,


dll.
Sulit didapat dari keterangan saksi
bantuan dokter.

Lahir Hidup (lanjutan)

Dada tampak mengembang.


Diafragma turun ke sela iga 4 atau 5.
Tepi paru tumpul hampir menutup kantung
jantung, total berat paru 1/35 BB.
Paru mirip mozaik dan marmer (dasar merah
tua dg bercak merah muda dan tonjolan putih
septum interkapsuler).
Krepitasi (+).
Tes apung paru (+), tes apung usus (+).
Mikroskopis tampak atelektasis dan emfisema.

Kekerasan & Sebab Kematian

Tersering asfiksia mekanik


(pencekikan, penjeratan, pembekapan,
penyumpalan) pemeriksaan leher!!
Tidak semua menimbulkan jejas.
Tanda intravitalitas mikro.

Kekerasan tumpul bedakan dgn


cedera akibat trauma jalan lahir.
Sebab lain penyakit (penyakit
membran hialin, kongenital fatal,
pneumonia, dll).

Maturitas (cukup bulan / kurang


bulan)
Berat badan 2500 gr, panjang badan 48

cm, lingkar kepala fronto-oksipital 34 cm,


diameter putting susu 7 mm.
Lanugo tinggal sedikit, kuku melewati ujung
jari.
Gambaran sidik jari sudah jelas.
Testis turun ke skrotum.
Labia minora tertutup labia mayora.
Pusat penulangan epifise (+) di sternum,
femur, kuboid & tibia.

Usia pasca lahir

Udara dlm saluran cerna:


Duodenum (+): > 2 jam.
Usus halus: 6-12 jam.
Usus besar: 12-24 jam.

Mekonium telah keluar seluruhnya: > 24 jam.


Perubahan tali pusat:
Kemerahan di pangkal: > 36 jam.
Kering: 2-3 hari.
Puput: 6-8 hari (sampai 20 hari).
Sembuh: 15 hari.

Sel eritrosit berinti hilang: > 24 jam.


Duktus arteriosus menutup: 3-4 minggu.
Ductus venosus menutup: > 4 minggu.

Non-viable:
Berat < 1000 gram atau immature.
Ada kelainan kongenital fatal.

Tanda perawatan:
Tali pusat terpotong rata & diikat ujungnya, diberi

antiseptik & verban.


Jalan nafas bebas.
Vernix caseosa sudah dibersihkan.
Berpakaian.
Air susu dlm saluran cerna (+).

Hubungan Ibu - Bayi

Memperkirakan waktu partus ibu &


waktu lahir anak.
Mencocokkan golongan darah.
Sidik DNA.

Contoh Pembuatan Kesimpulan VeR pada


Otopsi Kasus Infanticide dan Infant Death

Pokok Kesimpulan
Bayi viable atau
tidak?
Bayi lahir hidup
atau lahir mati?
Apa sebab
kematiannya?
Berapa lama bayi
sempat hidup di
luar kandungan?

Contoh Bunyi Kesimpulan


Telah diperiksa jenazah bayi
perempuan yang baru lahir.
Bayi dalam keadaan mampu
hidup di luar kandungan dan
dilahirkan dalam keadaan hidup.
Penyebab kematiannya adalah
karena kekurangan oksigen
akibat kekerasan tumpul pada
jalan nafas.

KEPUSTAKAAN

Chadha, P., V., 1995, Ilmu Forensik dan Toksikologi, Edisi V,


Penerbit Widya Medika, Jakarta.
Budiyanto, A., Widiatmaka, W., Sudiono, S., Winardi, T.,
Munim, A., Sidhi., Hertian, S., Sampurna, B., Purwadianto,
A., Rizkiwijaya, Herkutanto, Atmadja, D., S., Budiningsih, Y.,
Purnomo, S., 1997, Ilmu Kedokteran Forensik, Edisi
Pertama, cetakan kedua, Bagian Kedokteran Forensik
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Sampurna, B., Samsu, Z., 2004, Peranan Ilmu Forensik
dalam Penegakan Hukum, Edisi kedua, Bagian Kedokteran
Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Jakarta.
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

KEPUSTAKAAN

Dahlan, S., 2000, Ilmu Kedokteran Forensik, Cetakan I,


Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Knight, B., 2001, Simpsons Forensic Medicine, Eleventh
Edition, Oxford University Press, USA.
James, S., H., 2005, Forensic Science, Second Edition,
CRC Press, USA.
Saferstein, R., 2007, CRIMINALISTICS, An Introduction to
Forensic Science, Ninth Edition, Pearson Education Inc,
USA.
Knight, B., Saukko, P., 2004, KNIGHTS Forensic Pathology,
Third Edition, Hodder Arnold, London.

Terima Kasih