Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

Kulit merupakan bagian tubuh yang penting. Lapisan dari kulit terdiri dari 3
bagian, yaitu lapisan epidermis (kutikel), dermis (kortum, kutis vera, true skin),
dan subkutis (hypodermis). Lapisan epidermis kulit terdiri dari 5 lapisan, yang
dimulai dari lapisan paling atas yaitu stratum korneum, stratum lusidum, stratum
granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale. Lapisan dermis adalah lapisan
di bawah epidermis yang jauh lebih tebal daripada epidermis. Lapisan ini dibagi
menjadi 2 bagian yaitu, pars papilae yang dekat dengan epidermis dan pars
retikulae. Lapisan subkutis adalah kelanjutan dari dermis yang terdiri dari jaringan
ikat longgar yang terdapat sel-sel lemak di dalamnya. Sel lemak atau panikulus
adiposa ini berfungsi sebagai cadangan makan. Pada lapisan subkutis, terdapat
ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah, dan getah bening.
Banyak fungsi dari kulit, yaitu fungsi proteksi, absorpsi, ekskresi, persepsi,
pengatur suhu tubuh, pembentukan pigmen, keratinisasi, dan pembentukan
vitamin D. Walaupun sebagai fungsi proteksi, kulit juga rentan untuk terkena
penyakit. Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang banyak terdapat di
masyarakat, baik itu karena infeksi, alergi, dan autoimun. Salah satu contoh
penyakit kulit karena autoimun adalah Cutaneous Lupus Erythematosus atau CLE.
CLE dibagi menjadi 3 tipe yaitu Chronic Cutaneous Lupus Erythematosus
(CCLE), Subacute Cutaneous Lupus Erythematosus (SCLE), dan Acute
Cutaneous Lupus Erythematosus (ACLE).

CCLE terbagi menjadi beberapa subtipe berdasarkan skema klasifikasi yang


dikembangkan oleh Gilliam dan Sontheimer, yaitu Classic Discoid Lupus
Erythematosus (DLE), Hypertrophic Lupus Erythematosus, Lupus Erythematosus
Panniculitis/Profundus, Mucosal Lupus Erythematosus, Lupus Erythematosus
Tumidus, dan Chilblain Lupus Erythematosus, Lichenoid Lupus Erythematosus.
Salah satu subtipe yang akan dibahas adalah DLE, karena merupakan varian yang
paling sering ditemui kasusnya (Lin, 2007, Callen, 2006. Panjwani 2009, Okon
2013).
Discoid Lupus Erythematosus (DLE) merupakan penyakit autoimun yang
menyerang kulit, dengan ciri khas erythema, papul bersisik, athropic plaque pada
bagian sentral dengan hipopigmentasi, dan bagian tepi yang mengalami
hiperpigmentasi, yang terjadi pada daerah yang terkena sinar matahari, meskipun
50% dari lesi lupus diskoid yang ditemukan di daerah hair-bearing dari kulit
kepala yang mungkin terlindungi dari sinar matahari. Penyakit ini merupakan
varian yang paling sering ditemukan dari penyakit Cutaneous Lupus
Erythematosus. DLE lebih sering terjadi pada wanita usia 40-50 Tahun (Callen,
2006. Panjwani 2009, Okon 2013)
Karena DLE merupakan jenis dari CLE yang paling banyak ditemukan, akan
dibahas lebih lanjut mengenai etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, metode
diagnosis, dan manajemen untuk DLE.