Anda di halaman 1dari 13

No. 29 Vol.2 Thn.

XV April 2008

ISSN: 0854-8471

PENGARUH TEMPERATUR
YANG DITINGGIKAN TERHADAP
KEKUATAN TARIK BAJA
KARBON RENDAH
Asfarizal
Staf pengajar jurusan teknik
mesin fakultas teknik
Institut Teknologi
Padang

Baja karbon rendah berupa profil bulat, L, I
umumnya diaplikasikan pada konstruksi dan
bangunan sipil diberbagai bidang, masyarakat
lebih memilih material ini karena mudah didapat,
relatif murah, keuletan dan kekuatan yang cukup
memadai.
Temperatur
secara
signifikan
berpengaruh terhadap kekuatan dan keuletannya.
Hasil percobaan uji tarik pada variasi temperatur
100o C, 150o C, 200o C, 250o C menunjukan bahwa
terjadi penurunan kekuatan dari
605,820 N/mm2, 540,636 N/mm2, 446,570 N/mm2,
533,232 N/mm2
Kata kunci: Temperatur, Tegangan, Regangan

struktur dari logam berubah logam.
dengan kenaikan temperatur yang Perlakuan
PEN
(heat
dengan sendirinya mempunyai panas
konsekuensi terhadap sifat-sifat treatmeant)
DAH
mekanisnya seperti: tarik ,tekan dapat
ULU
geser
puntir,lengkung
dan didefinisikan
tekuk.hubungan
antara sebagai suatu
AN
kemampuan logam maka bisa kombinasi
operasi
Lata
dimengerti bahwa akibat panas ini
pemanasan dan
maka bisa merngubah modulus
r
pendinginan
elastisitas dari logam akan terhadap
bela
menurun.
Panas
juga
bisa logam
dan
mengubah ikatan-ikatan antar paduannya,
kang
atom, Sehingga bukan hanya dimana
Bahan logam banyak digunakanmenimbulkan
fungsi-fungsi perlakuan
untuk konstruksi, peralatan danmekanis tapi juga sifat elektrikal panas
ini
kebutuhan rumah tangga. Untuk(elektrical properties) dari logam diberikan pada
peralatan industri khususnya bahantersebut. Logam diberi perlakuaan logam
atau
logam tersebut seringkali dioperasikanpanas pada suhu tertentu lalu paduan untuk
dilingkungan
tempertur
tinggi.ditarik. Proses ini bisa mengubah memperoleh
Banyak pengujian dilakukan pada
sifat-sifat
karekteristik suatu

logam dengan temperatur tinggi,
karena hal tersebut banyak dipakai
dalam industri, misalnya untuk
pembuatan
engine,turbin-turbin
uap,dapur-dapur pembakaran,alat-alat
penyulingan dan lain-lain, yang mana
mereka bekerja pada temperatur
tinggi.
Baja merupakan bahan garapan
yang mudah diubah wujudnya dan
harga relatif rendah, oleh karena itu
baja paling banyak pemakaiannya.
Berbagai jenis baja berbeda menurut :
kekuatan, kekerasan, kekenyalan,
mampu keras, mampu las, mampu
bentuk dingin dan panas,serta daya
tahan karat (korosi) dan lain-lain. Baja
kontruksi mencakup 90 % dari seluruh
pembuatan baja, baja kontruksi
digunakan untuk pembuatan baja
batang, baja profil. Untuk segala jenis
kontruksi
(jembatan,
menara,
bangunan tinggi), baja beton (dituang,
ditempa, dikempa). Baja kontruksi
juga digunakan pada temperatur
tinggi.
Pada umumnya semua logam tidak
kehilangan tegangan serta kekakuannya
dan bahkan memiliki kenaikan keuletan
dengan kenaikan temperatur ruang. Para
ahli mengatakan bahwa fase atau

tertentu. Pada
proses
perlakuan
panas
pada
baja
karbon
sedang, akan
dihasilkan
perubahan
butir dan sifat
mekanik
material nya.
Dalam
penelitian ini
akan
dikaji
perubahan sifat
mekanik dari
logam uji yang
dipanaskan
pada rentang
100o C - 250o
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan dari
penelitian
adalah untuk
mendapatkan
sifat mekanik
bahan logam
berupa

kekuatan tarik
pada
lingkungan
temperatur
tinggi,Sehingga
dapat
mengetahui
kekuatan bahan
bila
diberi
panas
lalu
dilakukan uji
tarik.
Manfaat
Penelitian
Penelitian
ini bermanfaat
untuk
menentukan
perubahan yang
terjadi
pada
logam setelah
diberi
panas
lalu
ditarik.
Aplikasi
penelitian ini
adalah untuk
mengantisipasi
baja konstruksi
pada bangunan
yang
mengalami
peristiwa
kebakaran yang
mampu
memanaskan
logam sampai
250OC bahkan
lebih
dan
dibebani secara
statis.
Batasan
Masalah
Pada
pengujian ini
bahan
yang
digunakan
sebagai
spesimen
adalah baja St

dalam Temperatur pengujian yang digunakan1. material. 250 C. Sifat mekanik merupakan penguji divariasikan. TeknikA 53 dapat diartikan reaksi beban atau kemampuan logam untuk . 100 C. 150 C. Sifat mekanik o o salah satu faktor penting yang 200 C. Sifat Mekanik Logam setiap o o perencanaan.37 Sifat mekanik yang dianalisi mendasari adalah kekuatan tarik regangan padaLANDASAN TEORI pemilihan lingkungan temperatur yang tinggi.

namun p mempengaruh kekuatan. Masukan panas pada spesimen diberikan sampai 250 o C yang dikontrol dengan termokopel. lentur. dan kombinasi dari beban tersebut.2 Thn. Kelelahan adalah gejala patah Sedangkan untuk terdapat logam dapat dari bahan disebabkan oleh beban yang berubah menghitung regangan menggangu stabilitas – ubah. pelemahan ikatan antar butir dan merubah TeknikA 54 . Deformasi elastis uji : suatu rumus perubahan bentuk yang akan segera hilang dan akan kembali apabila beban ditiadakan. Kekuatan logam pada pembebanan tarik. faktor lain yang Sifat logam pada pembeban dinamis diperhatikan adalah 1 Bahan yang dibebani secara dinamis akan lelah Ao = 4 π. 6. kekuatan baja.diperlukan standard benda uji rubah.rendah. seperti gerakan gunting. Pada temperatur itu fasa dan struktur mikro baja tidak berubah. 4. Untuk dan arahnya berubah menurut waktu. pada mematahkan logam itu disebut ketangguhan. Energi panas belum sapat Sifat ini banyak hubungannya dengan sifatdapat merubah fasanya (ferrit+pearlite). 29 Vol. deformasi batas butir. Dengan F Deformasi plastis uji : suatu perubahan bentuk naiknya suhu pada yang tetap ada meskipun beban yang Tegangan ( σ) = Ao logam akan terjadi menyebabkan deformasi diadakan. kekuatan kelelahan suatu logam adalah tarik (ε) dapat metalurgi logam dan tegangan bolak – balik tertentu yang dapat menggunakan rumus paduan dan hal lain ditahan oleh logam itu sampai banyak balikan tak yang tak kalah seperti dibawah ini : hingga.13 – 0. mendapatkan hasil Beban dapat berupa beban tarik. energi yang diserap untuk 3. Lo = Panjang Awal pentingnya yaitu L = Perpanjangan Sifat logam terhadap beban tiba . mengetahui sifat-sifat sedangkan beban dinamis adalah beban yang besar mekanik bahan.2% cenderung untuk pukul takik (impact test). Tegangan dan menahan beban yang diberikan. 1. meskipun dibebani dibawah dibawah temperatur yang kekuatan statis.Beban statis adalah beban yang tetap. yaitu perubahan ukuran atau bentuk gambar 2. Untuk karena pengaruh beban yang dikerikan padanya. Temperatur Tinggi 250o C. bertemperatur tinggi Pemanasan sampai Kekerasan adalah ketahanan bahan terhadap kedaerah yang deformasi plastis karena pembebanan setempat temperaturnya temperatur 250oC lebih pada permukaan berupa goresan atau penekanan. Sifat mekanis logam meliputi : sesuai dengan standart . tegangan temperatur tertentu akan dipermukaan adalah maksimum dan disumbu mengakibatkan adalah nol.No. pengujian yang akurat puntir. tekan. dilakukan untuk baik besar maupun arahnya pada setiap saat. Perberlakuan tegangan puntir adalah memberikan beban puntir panas terhadap suatu pada sumbu suatu logam yang berbentuk tabung. : 2. Pada beberapa logam terdapat sistem penggelinciran baru jika suhu naik. N/ mm2 . ukuran Sementara itu beban dinamis yaitu beban berubah. Bila menggangu stabilitas suatu bahan mengalami pembebanan tarik Dimana : metalurgi logam dan F = Gaya tertentu diatas kemampuannya dan tetap maka paduan dan hal lain pertambahan panjangnya tidak berhenti sampai ia Ao = Luas Penampang Awal yang tak kalah patah. paduan yang sejenis yang berarti pada sifat sehingga berkurang Sifat logam terhadap geser dan puntir mekaniknya. XV April 2008 ISSN: 0854-8471 2.tiba interaksi antara logam Do = Diameter Awal dengan lingkungan (Ketangguhan) Ketangguhan logam ditentukan oleh kecepatan pada temperatur 100o C regangan yang tinggi. dengan temperatur berpindah dari daerah Sifat kekerasan logam perubahan fasa 830oC. umumnya mengandung Untuk melihat sifat tersebut dilakukan percobaan Energi panas karbon 0. baik beban statis atau regangan dinamis pada suhu biasa. Ukuran standard benda Bila suatu logam ditarik maka akan mengalami uji dapat dilihat pada deformasi. karena belum cukup panas namun diyakini sifat mekaniknya mengalami perubahan (kekuatan tarik dan regangan). daya tahan aus dan kemampuan denganikatan yang dikontrol oleh fusi mempunyai pen logam dan mesin.. bahkan Pengujian geser suatu bahan akan sulit dilakukan kekuatannya dengan cara memberi beban berlawanan pada titik energi panas yang tinggi mencairkan yang berlawanan. menhitung tegangan dan Deformasi ini dapat terjadi secara elastis dan regangan digunakan secara plastis. suhu tinggi maupun suhu Pengujian tarik dibawah 0 0 C. mampu logam. bahan logam (baja Pada pengujian ini besarnya tegangan geser tidak konstruksi) pada sama dari permukaan kepusat. pentingnya yaitu l x 100 % interaksi antara logam Regangan (ε) = Penjalaran temperatur yang Pertambahan panjang yang terus menerus pada lo terdapat logam dapat beban yang konstan disebut penjalaran. geser. 5. 3. masukan panas dapat dilakukan dengan gas panas hasil dari pembakaran bahan bakar. Do2 ( mm2) pengaruh lamanya dan patah.

20%C... dianggap bahwa sifat tarik P engujian tarik sebagian besar logam teknik tidak tergantung pa da adalah salah satu waktu.. Uji tarik diguna kan untuk men gukur peruba han dimensi ya ng u Ao Dan regangan teknisnya L 3. Ao −Ai yang berbeda-beda.... tertentu ........No.... Uji tarik d igunakan untuk F mengu kur perubahan dimensi yan g terjadi akibat u ..dapat maksimu m yang bisa dinyatakan dalam ditahan oleh material persentase pertemper atur dinyatakan sebagai temperatur homolog.......2 Thn... Kekuatan Tarik Gambar-2 K ur va te ga ng an da n re ga ng an un tu k ba ja ko ns tru ks i Keuletan atau Kekuatan tarik besarnya regangan (tensile strength ) plastis sampai adalah tegangan perpatahan.. XV April 2008 I SSN: 0854.8471 5.. ...76 % sedangkan baja maksimum dan konstruksi mengand ung karbon 0.... seringk ali 1..20%C dengan fasa necking d an deformasi akan terpusat pada satu α+Fe3C .... Pengujian Tarik Untuk keperluan prak tis. σ= keberad aannya pada temperatur ter tentu. pengujian mekanik dimana terhadap beban yang diberikan statis yang menga mati daya tahan material terhadt beba n tarik aksial.. Dalam pengujian ini benda uji meng alami deformasi elastis hingga batas lu luh dan selanjutnya mengalami defor masi plastis keku atan disebabkan benda 4. Deformasi Me ngacu pada d iagram fasa Fe-Fe3C... Suatu karakteristik penting dari kekuatan tarik tempat sampai benda uji o o pa da temperatur 100 C – 250 C adalah untuk menyatakan kekuatan tersebut terh adap skala waktu patah. Ao (4) .. kembali ke- ε= terjadi akibat keb eradaannya p ada temperatur tertentu . dan sesungguh nya bukan de mikian... bahwa plastis yang terjadi beba n peruba han fasa terj adi pada tem peratur 723 oC sampai adalah dengan konsentrasi karbon 0. Pengukuran atau rusak yakni perbandingan antara temperatur uji deng an temper patah keuletan merupakan maksimum atur lebur berdasarkan skala suhu mutlak.... pengecilan luas mengen ai kinerja b aja pada suh u tersebut.. Sejumlah l ogam pada keadaan demikian mempunyai perilaku seperti bah an-bahan elastis........ Kelenturan Kelenturan adalah kemampuan material Lo untuk terdeformasi Reduksi pena mpamg secara elastis dan Ao − A X 100 mampu Q= % .. Sedangkan uji tegangan patah mengu kur 2...... .. Dengan besarnya regan-gan teknik pada dilakukan uji tarik pada tem peratur 100o C – dibagi luas penampang saat patah ( ε) atau 250oC dapat memberikan keterangan bergu na lintang awal bend a uji. Hasil pengujian adalah b erupa kurv a tegangan-regangan teknik dan kurva teganganregangan sesungguhnya.. dianggap bahwa sifat tarik sebagian besar logam teknik tid ak tergant ung pada wakt u yang berbed a-beda. Oleh Kekuatan terta rik penampang pada saat karenan ya diperluka n pengujian khusus untuk ditujukan oleh titik patahan (Q).... 2 9 Vol.. Untuk keperluan praktis. Untuk mengatasi persoalan ini... Baja Pada Temperatur 100oC – 250oC peregangan.. Baja seragam terjadi konstruksi yang dit eliti termasuk kelompok baja selanjutnya karbon rendah kandu ngan C : 0. Logam yang diberik an beban tarik konstan p ada temper atur tinggi a kan mulur (creep ) d an mengalami pertambahan panjang yang tergantu ng pada waktu. Gambar-1 Diagram Fasa Fe-Fe3C........ Q = Ao ..... bend a uji sebelum panjangan.... menilai kinerja bah an-bahan pad a temperatur uji tertinggi kurv a.... Keuletan efek temperatur pada karekteristik ketahanan beb an untuk j angka waktu yang lama..... Sedangk an uji tega ngan patah m engukur efek temperatur p ada karekteristik penting dari kekua tan tarik p ada temper atur 100o C – 250o C adalah untuk menyatakan kekuatan tersebut terh adap skala waktu tertentu ...

.....2 Alat yang digunakan ER = 2σe... Kelenturan biasanya dinyatakan terlebih dahulu dengan modulus kelenturan yaitu energi tiap satuan dipanaskan dengan volume yang dibutuhkan untuk menekan bahan dari menggunakan gas tegangan nol...... Standard tiap satuan volume untuk beban tarik sesumbu (E R)spesimen uji tarik adalah : ASTM A 370. Thermo Kopel untuk mengukur spesimen saat . Penitik untuk memberi tanda panjang awal (Lo) pada spesimen 3.... Energi regan-gan panas. XV April 2008 ISSN: 0854-8471 keadaan semula. Ee 1.. 1 1... Dimana : masih bersifat σe = Tegangan tertinggi material elastis Ee = Regangan pada daerah elastis 4. 29 Vol... σ ER =2Ee2 (5) . Ketangguhan Jangka sorong untuk mengukur panjang dan diameter awal spesimen 2.No. Pipa untuk pengatur suhu spesimen 4..εe ER 1 σ = 2σe ....... hingga tegangan luluh. ...2 Thn.

karena material ini peng yang umum digunakan ujian dan 3♦ per tah ank an tem per atu rny a sa mp ai sel esa i pen guj ian.2 a 50 0 s C). Jika ………………… (8) temp eratu r telah METODOLOGI menc 1. Stop watch untuk mengukur waktu yang dibutuhkan saat melakukan pengujian 8.dipanaskan sampai temperatur yang diinginkan 5. Energi yangi diserap digunakan untukbangunan U berdeformasi mengikutiseperti : ntuk arah pembebanan yang ala-dapurmem mi. ujian Pengu εi…………………(6) dilak jian ukan Berlaku untuk material kekuatan langk tarik pada logam – logam liat ahtemperatu 2 2♦ langk r yang Er = 3 σx ah ditinggika sepert . Mesin Uji tarik (Universal Testing Machine) 7. spesimen mesi akan kembali pada panjangdengan n uji penggera awal. Energi yang diserapdapur perol persatuan volume (Er) ada-pembakar eh lah : an dan data bangunan σ + σ peng Er = y 2 x . yang dinyatakan Data dengan joule. Pada daerah elastis tarik k hidrolik hubungan antara tegangan dan dan regan-gan bersifatyang pema dihasilkan linier. e telah seles ai peng ujian 1. Ukur an bend a uji dapat dilih at pada gambar01. dari ditentukan berdasarkan kemu putaran kemiringan kurva tegangan dian motor. Modulus Elastisitas menggun atkan spesi Pada saat pengujianakan alat men tarik logam akanuji tarik pada mengalami devormasiUniversal dudu elastis yaitu jika bebanTesting Machine kan tarik dihilangkan. Modulus elastisitas nas.εi…………… n ini i dilakukan ……… (7) dilabortor berku Berlaku untuk ium ITP t: logam getas. C e t a k 0 C. Alat dan Bahan apai kisar 1.3 Ketangguhan adalah industri Metode jumlah energi yang diserap Pengump material sampai menjadidan konstruks ulan patah. regangan teknik daerah panas elastisitasnya sepertiSpesimen kan yang akan gambar dengan spesi menggunakan persamaandiuji men deng yang terdapat dihalaman an 10 : gas σ panas E = ε (kg/mm2) . Kompor Gas untuk memberikan suhu pada spesimen pada 1.2 d 00 a 0 t C.4 Standart Ukuran Spesime n Uji S pesi men yang akan diuji terle bih dahu lu kita buat men ggun akan mesi n bubu t deng an stand art A73 0. (10 0 0 c.1 Bahan an Bahan yang akan 100o C digunakan dalam lakuk pengujian ini yaitu baja ST an 37. La ku pen guj ian ter had ap se mu a spe sim en den gan car a yan g sa ma pad a tem per atu r yan g ber bed abed a. 150 R e k a m s e m u a d a t a d e n g a n m e n g g u n a k a n k o m p u t e r . dan 1♦ Temp 5. Sarung tangan untuk pemasangan spesimen pada alat uji 6. .

Keterangan gambar 01 Panjang Awal (Lo) Diameter Awal (Do Jari-jari (R) Batas Jarak Putus (G) Diameter batang (D) Tekni = 54 = 9 = 8 = 45 = 12 mm mm mm mm mm k 56 .

karena setiap satu temperat ur menggun akan 3 kali pengujia n. Beberapa data dikolom tiga dan tujuh tidak berhasil diperoleh dengan baik karena terjadi slip saat mesin mulai bekerja. PEMBA menunju HASAN kan Setelabahwa h penulisharga melakuk tegangan saat an pengujia spesimen suduh n tarik. Pengujia alir ini Penelitia n dilakukan n sebanyak 15 spesimen . akan Dari temperat ur yangtabel tegangan pada titik yeld point diatas ada beberapa data yang dibuat miring.Gambar-01 Ukuran spesimen Uji tarik berbedaDiagram beda.tabel ini 2 dan 3. Datadata yang diperoleh dari pengujia n tarik dirangku m pada tabel HASIL berikut : DAN Tabel 1. seperti Dari kurva 1. putus diperoleh atau data-data berhenti.D ata yang dicetak miring tersebut adalah data yang didapat dengan menggun akan rumus atau dicari dengan menguku r spesimen uji. Slip terjadi dimungki nkan tidak kuatnya saat pemasan gan .kita juga Pengujia dapat n tarikmengetah ini ui berapa dilakuka gaya saat n denganspesimen menggun sudah putus .

Dari data kita dapat mengetah ui bahwa kekuatan tarik baja max. 2 dan 3 yang . rata-rata adalah 605. sedangka n pada temperat ur 100oC spesimen 1. Dari gambar 2 dan 3 menunju kan bahwa adanya penuruna n tegangan dan gaya seiring meningka tnya temperat ur atau penuruna n tegangan berbandi ng terbalik dengan meningka tnya temperat ur demikian juga gaya (beban) berbandi ng terbalik dengan meningka tnya temperat ur.820 N/mm2 ini ditunjuka n pada spesimen 1. Jadi apabila material (baja) diberi temperat ur maka kekuatan dari material tersebut menjadi berkuran g. Berda sarkan dari tabel rata-rata yang kita dapatkan dari data penelitia n maka kita akan bisa mempero leh beberapa kurva. Dari fenomena ini menunju kkan bahwa keuletan material meningka t pada saat temperat ur meningka t.2 dan 3 tanpa diberi perlakuan (temperat ur kamar). Pada kurva 3 menjelas kan bahwa pada temperat ur meningka t maka pertamba han panjang dan regangan juga meningka t.dimesin uji atau adanya minyak pada spesimen sehingga mengaki batkan spesimen slip.

.diberi tegangan perlakua baja rata n panasberkuran dengan g yaitu TeknikA 540.636 N/mm2.

316 Pada temperatur 150 C temperatur dan 21.20%C dan (Break) 25 meskipun ditingkatkan temperaturnya 20 Perpanj Perpanj Gaya sampai 250 oC tidak angan Max Regang ang 15 Temp Spesi pada merubah fasa baja saat F Stress an Max saat 10 eratur men max N/mm2 % saat putus (α+Fe3C).39 24.040 22.068.3340 8 8 11.780 dalam keadaan 5 8 8 0 seimbang juga da 544.297 7.920 bu menurunkan kekuatan 2 0 4 3 1 0 3 11.782 18. 16.876 Penurunan kekuatan yang 20.570 N/mm dan pada o temperatur 250 C KESIMPULAN kekuatannya meningkat 2 544. 14.755 22.504 15.8520 441.6680 2 8 0 0 0 0 0 butir.38 21.91 20. 29 Vol.142 16.737.388 butir berkurang dan 9.250 2 2 4 0 150 r 0 594.565 N/mm .34 22.24 22. 13.128 energi ikatan antar 7.287.842 16.70 21.864 9 2 9 0 ra konsentrasi tempat 3 0 456. kebakaran 20 temperatur yang di yang menimpa bangunan tinggikan akan lebih 15 permanen yang sebagian cepat mengalami besar bajanya berada dalam 10 kegagalan dan nilai semen beton dan dibebani kekuatan tariknya baik oleh berat sendiri 5 ditambah beban lain. menunjukan bahwa adanya dapat disimpukan 30 pengaruh menurunnya bahwa Baja St 37 yang kekuatan baja akibat panas 25 semakin meningkat.2 Thn.24 23.128 0 50 100 7.No. 16.621.1740 7 3 11. XV April 2008 ISSN: 0854-8471 Mengacu pada diagram fasa Fe-Fe3C.833 23.4340 1 7 10.175 566.23 21. 12.893 14.19 24.790.7020 451. 3 4 baja menerima beban 8. o 23. menurun serta regangan 0 Meningkatnya panas baja cendrung meningkat 0 50 100 150 200 dalam semen beton (bertambah ulet) Temperat ur ( oC ) diyakini akan menurunkan dibandingkan dengan kekuatan baja tersebut dan logam yang berada pada beban yang konstan Gambar -03 Kurva hubungan temperatur dan dilingkungan dapat melengkung atau gaya maksimum roboh.15 22. 13. namun putus N mm mm berpengaruh terhadap 5 1 619.920 16. Jika 540.611 22.271.164 baja.481. Kurva Regangan vs Temperatur .415.57 19.040 22. Hasil Kurva Temperatur vs Gaya saat putus Dari pembahasan ekprimen diatas yang telah dilakukan. 16.468 pada lain mobilitas 0 1 3 5 0 te atom meningkat.466 serta meningkatkan ng 0 2 4 9 0 regangan (keuletan) dan an 100 10. bahwa baja karbon rendah dengan kadar 30 Tabel-1 Nilai Tegangan Pada Saat Putus karbon 0.37 17.584.752 610. Gambar-04 Kurva terjadinya slip dan pada 0 8 6 hu giliran berikutnya 1 11. an Bersamaan 0 2 3 meningkatnya 556.50 19.63 19.450 250 2 18.62 21. temperatur kamar.728.027 445.37 17.700 merubah sifat 200 ng 0 2 3 6 0 mekaniknya. 2 446. m 6 3 5 terdapat kekosongan pe 1 9. 0lebih tinggi terjadi pada 7 2 3 o pada sisi lain regangan temperatur 200 C yaitu baja meningkat. bertambah besar seiring n 2 7 0 meningkatnya re 1 8. 0temperatur 100oC. 13.006.800. Begitu berada pada lingkungan juga halnya.919 (Fu) juga menurun dan 0 533.63 24.47 24.170 tu kosong ( vakansi ) 10.425.186 temperatur yang berarti 2 0 8 1 9 0 ga 7.800.8290 582. 17. maka kemampuan 0 496.7900 5 6 6 0 mempermudah 0 605.297 0 546.671.196. maka 2 10.531. 13. 14.893 18.794 (vakansi atom). 446.818.777 16.410 17.671 18. Pada temperatur 3 619.82 18.6680 itu energi ikatan antar 8 0 0 0 30 0 T emperatur (o C ) 578. 0kekuatan tarik rata-rata menurunnya kekuatan 1 8 relatif sama dengan 6.618.

TeknikA 58 .

e-mail: asfarizalsaad@yahoo. (2000). (1994). Bumibidang yang ditekuni Aksara .. Jakarta : Erlangga Pendidikan S1 jurusan mesin diselesaikan di 4. Hari Amanto. Shinroku Saito. ITP dan S2 Pengetahwan Bahan Teknik. Edisis 5. 1995. Van Vlack. Material.No. Teknologi Bahan. Pradnya Paramita. Tata Surdia. American Society Teknologi Padang For Metals sejak tahun 1987. Ilmu Bahan. Sekarang mengasuh mata kuliah material teknik. jurusan mesin Institut Metal Hand Book Desk Edition. Lawrence H. Daryanto. 2. No tahun 1998.c om Kegiatan 1 Studi literatur 2 Persiapan sampel uji 3 Pengujian 4 Analisa hasil pengujian TeknikA . korosi material dan metalurgi fisik. 29 Vol.. diselesaikan di ITB 5 Lapor an Jadwal Penelitian 1. material dan korosi 3.. XV April 2008 ISSN: 0854-8471 BIODATA DAFTAR KEPUSTAKAAN Asfarizal Saad adalah staf pengajar di Boyer. Ilmu dan dilab.2 Thn. Howard E and Galf Timothy L.(1999).