Anda di halaman 1dari 5

RESUME MATERI ILMU ALAMIAH DASAR

MANUSIA DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN

A. Perbedaan Benda Mati, Manusia, Hewan, Tumbuhan dan Malaikat
Makhluk hidup adalah makhluk yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Bernafas,
memerlukan makan, bergerak, menanggapi rangsang, tumbuh berkembang biak, jika ada
benda yang tidak memiliki salah satu ciri di atas bisa dikatakan benda tersbut merupakan
benda mati. Benda mati hanya memiliki jasad, tidak mempunyai naluri, insting, nafsu
apalagi akal.
Sedangkan Tumbuhan berbeda dengan benda mati. Selain mempunyai jasad,
Tumbuhan mempunyai naluri dan insting untuk tumbuh dan berkembang sesuai hukum alam
yang berlaku.
Selain tumbuhan juga ada hewan, terlepas dari tumbuhan hewan mempunyai ciri yang
lebih banyak dari tumbuhan. Selain mempunyai jasad, naluri dan insting, hewan mempunyai
nafsu, nafsu tersebut di butuhkan hewan untuk bertahan hidup mempertahankan diri,
melawan untuk bertahan dari hukum rimba.
Sedangkan manusia adalah makhluq sempurna yang diciptakan Tuhan untuk menjadi
khalifah di alam ini atau di Bumi. Selain diberikan semua ciri makhluq hidup seperti
tumbuhan dan hewan manusia di berikan anugrah yang paling berharga yaitu akal. Dengan
akal inilah manusia dapat memciptakan sebuah peraturan, norma, adat hingga tercipta sebuah
peradaban.
B. Perkembangan Pemikiran Manusia
Pengetahuan yang diketahui khalayak ramai dewasa ini rupanya terjadi tidak secara tibatiba seperti sekarang adanya, tetapi mengalami proses panjang terlebih dahulu sebelum
akhirnya dinyatakan sebagai sebuah pengetahuan dengan kebenaran yang bisa diuji.
Perjalanan sebuah ilmu pengetahuan ini tak lepas dari proses perkembangan pemikiran
manusia. Dengan modal rasa ingin tahu yang tinggi, manusia mendobrak dinding-dinding

serta berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Berangkat dari pertanyaan apa. ‘apa’ itu bisa . Perkembangan pemikiran manusia yang berbeda-beda dari masa ke masa rupanya mengalami beberapa tahapan yang perlu diketahui. manusia memang lemah jika dibandingkan dengan hewan. Diawali dengan tahap mitos. f. antara lain : a. Tumbuh dan bergerak. setelah tahu “apa”nya. e. manusia menjadi ingin tahu ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’. Ada beberapa tahap yang dilalui manusia dalam rangka mendobrak rasa ingin tahunya sampai akhirnya lahir sebuah ilmu pengetahuan. Hasrat ingin tahu yang tumbuh dalam dirinya membuat panca indranya fokus memperhatikan sebuah objek. Berinteraksi dengan lingkungannya. memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam. percobaan. mulai dari pengamatan. tahap pengalaman dari percobaan. Secara fisik. hingga lahir pengetahuan. Akhirnya. manusia memiliki akal budi dan kemauan yang sangat kuat. Sebagai makhluk hidup. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk mengenal.penasarannya tentang suatu hal. tahap penalaran. Memiliki potensi berkembang biak. Dari dorongan rasa ingin tahu dan usaha untuk memahami dan memecahkan masalah. Mengadakan pertukaran zat. b. d. manusia memiliki beberapa karakteristik. menyebabkan manusia dapat mengumpulkan pengetahuan. g. manusia menelusuri segala hal yang ingin diketahuinya. Mati. c. dan akhirnya tahap metode keilmuan. ada zat yang masuk dan ada pula yang keluar. Tetapi secara rohaniah. Memiliki organ yang kompleks dan sangat khusus terutama otaknya. Manusia sebagai makhluk yang berpikir dibekali rasa ingin tahu. Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.

b. seperti alat penglihatan. sehingga segala sesuatu yang terjadi di lingkungan mereka. mata tak mampu menangkapnya dengan jelas. Maka muncul pengetahuan baru yang disebut Yang Berkuasa. kerja otak setiap waktu yang mengalami banyak sekali proses pemikiran dan penemuan pengetahuan.terjadi. Selain itu. matahari. mampu melahirkan akumulasi pengetahuan antara yang telah ada dan yang baru. Karena sebuah benda bergerak begitu cepat. dan alat perasa. Dengan hal seperti ini. diluar frekuensi yang mampu didengarnya menjadi sesuatu yang asing baginya. Dengan jalan pikiran yang sama muncullah anggapan adanya kekuatan adikodrati dalam pohon yang besar. gerhana. Misalnya. alat pencium dan pengecap. dibuat alasan sendiri yang malah menjadi tradisi lisan yang turun temurun dari generasi satu ke lainnya. Misalnya : a. sehingga daya pikir manusia terus berkembang tiada henti. Tahap Mitos Pengetahuan-pengetahuan baru yang bermunculan dan merupakan gabungan dari pengalaman dan kepercayaan disebut mitos. rasa ingin tahu manusia membuat dan menyebabkan pengetahuan mereka berkembang dari waktu ke waktu. Karena terbatasnya frekuensi yang bisa didengan manusia. kilat. Antara pengalaman dan pengetahuan baru berakulturasi dalam pikiran. kemampuan manusia untuk menjawab rasa ingin tahunya masih terbatas oleh ketidaktersediaan alat. Mitos dapat timbul karena keterbatasan alat indra manusia. mereka merekareka sendiri jawaban dari pertanyaan : Mengapa gunung meletus? Karena Yang Berkuasa sedang marah. Pada awal masa prasejarah. Mitos ini dapat muncul karena beberapa hal yang secara lebih dominan dipengaruhi oleh kultur lokal yang belum begitu banyak mengenal tekonologi modern. dan gejala alam lainnya. alat pendengaran. . 1.

keterbatasan penalaran. pedas. pahit). penalaran belum terbentuk. bukan perasaan. Kulit manusia hanya bisa merasakan panas dan dingin. Manusia hanya mampu membedakan beberapa jenis rasa (asin. Alasan mitos diterima masyarakat pada masanya antara lain karena keterbatasan penginderaan. dan tidak dapat diandalkan sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan . imajinasi. Dalam alam mitos. apakah hal yang terjadi itu benar-benar karena ada pengaruh gaib semata. sehingga tidak efektif jika dijadikan alat observasi yang tepat. Penalaran ini murni proses berpikir. Maka lahirkan proses berpikir dalam menarik kesimpulan berupa pengetahuan yang benar yang disebut penalaran. manis. sehingga akan kesuitan membedakan benda yang memiliki rasa diluar itu. manusia berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan yang terakhir dari segala sesuatu. Pada tahap metafisika. atau dapat dijelaskan secara ilmiah. tetapi tidak menyandarkannya pada kekuatan gaib. Tahap Penalaran Pada tahap teologi atau fiktif. asam. d. manusia sedikit demi sedikit membuka kesempatan bagi logikanya untuk berpikir.c. dan intuisi. Tahap Pengamalan dan Percobaan Karena perasaan tidak dapat dijadikan landasan kuat dalam melahirkan sebuah pengetahuan. dan merasa hasrat ingin tahunya sudah terpenuhi. Setelah mengalami proses mitos yang panjang. merupakan tahap di mana manusia masih tetap mencari sebab utama dan tujuan akhir. dan selalu dihubungkan dengan segala hal yang bersifat gaib. yang bekerja adalah daya khayal. tapi pada akalnya sendiri. Segala hal yang menarik perhatiannya selalu diletakkan dalam kaitannya dengan sumber yang mutlak. 3. 2.

adalah cara memperoleh pengetahuan dengan cara coba-coba dan untung-untungan. adalah pengetahuan yang disampaikan Tuhan kepada manusia. maka pengetahuan ini dapat dijadikan hipotesa yang kemudian dilakukan penelitian untuk memastikan kebenarannya. Cara ini telah dilakukan manusia sejak prba. begitupun dengan masyarakatnya. Setelah manusia mengalami proses panjang untuk mendapatkan suatu informasi. a. maka pengetahuan itu sudah bisa diajarkan ke orang lain. . Pengetahuan ini disalurkan lewat nabi-Nya. b. sehingga bukan cara efisien untuk mencari kebenaran. Trial and error. Wahyu. manusia memperoleh pengetahuan dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa yang diwahyukan tersebut benar. Dengan wahyu.secara teratur. dan membutuhkan waktu yang lama. Ada beberapa faktor yang terjadi dalam proses pencarian kebenaran sebuah pengetahuan. Jika pengetahuan yang dimaksudnya telah diakui olehnya benar. maka ada saat mereka menyimpulkan hasil penelitiannya dengan kebenaran yang telah teruji dalam tahap percobaan.