Anda di halaman 1dari 33

MODULE SIX

PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

ALINEMEN VERTIKAL
© HAMDI, B.Sc.E, M.T
DEPT. OF CIVIL ENGINEERING
SRIWIJAYA STATE POLYTECH
2013/2014
12/24/2014 9:26 AM

1

1. Definisi
• Alinemen vertikal adalah garis potong yang
dibentuk oleh bidang vertikal melalui sumbu
jalan (proyeksi tegak lurus bidang gambar).
• Alinemen vertikal disebut juga profil /
penampang memanjang jalan yang terdiri
dari landai (tanjakan/turunan) dan lengkung.
• Alinemen vertikal merupakan bentuk
geometrik jalan dalam arah vertikal.
12/24/2014 9:26 AM

2

Proyeksi Muka Tanah Asli Sepanjang As Jalan :

10
11

14

12

15

15

13
0+100

0+200

14

13

12

15
14
13
12
11
10

0+000

12/24/2014 9:26 AM

0+100

0+200

0+300

3

biaya operasional kendaraan serta jumlah lalulintas. • Alinemen vertikal berkaitan erat dengan besarnya biaya pembangunan jalan. 12/24/2014 9:26 AM 4 .• Profil ini menggambarkan tinggi rendahnya permukaan jalan terhadap muka tanah asli yang akan menggambarkan kemampuan kendaraan truk (sebagai kendaraan standar) yang bermuatan penuh untuk melakukan penanjakan.

Proyeksi Muka rencana jalan terhadap muka Tanah Asli Sepanjang As Jalan : 10 11 14 12 15 15 13 0+100 0+200 14 13 12 15 14 13 12 11 10 0+000 12/24/2014 9:26 AM 0+100 0+200 0+300 5 .

biasanya kendaraan truk digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan kelandaian jalan. Pada pendakian yang cukup panjang. bahkan pada 3% sedikit sekali pengaruhnya. • Namun untuk jenis truk. truk akan kehabisan tenaga yang mengakibatkan penurunan kecepatan yang sangat besar. untuk perencanaan alinemen vertikal. 12/24/2014 9:26 AM 6 . • Oleh sebab itu.• Kendaraan kecil selain truk umumnya tidak mempunyai masalah apabila harus menanjak sampai kemiringan 10 % tanpa perbedaan menyolok dengan jalan datar. karena beratnya yang besar akan memiliki pengaruh yang besar bila harus mendaki.

walau mungkin menjadikan jumlah tikungan lebih banyak. Muka jalan sebaiknya sedikit diatas muka tanah asli . mengurangi pekerjaan tanah. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Alinemen Vertikal. 12/24/2014 9:26 AM 7 . Berhubungan dengan besarnya penurunan dan perbedaan penurunan terutama pada jalan yang dibangun diatas tanah lunak. • Kondisi tanah dasar.2. sehingga memudahkan pembuatan drainase. • Keadaan medan.

sehingga perlu direncanakan untuk jangka yang panjang sehingga dapat mengikuti perkembangan lingkungan. Pendakian dan penurunan memberikan pengaruh terhadap gerak kendaraan. Pada daerah yang sering terjadi banjir. • Muka air tanah dan muka air banjir. penampang memanjang jalan sebaiknya diatas elevasi muka air banjir.• Kelandaian yang masih memungkinkan. • Fungsi jalan. 12/24/2014 9:26 AM 8 . Berhubungan dengan persyaratan yang harus dipenuhi sesuai fungsi jalannya.

Elemen Perencanaan Alinemen Vertikal. • • • • • • • • Landai minimum Landai maksimum Panjang kritis kelandaian Lajur pendakian Lengkung cembung Lengkung cekung Jarak pandang henti Jarak pandang menyiap 12/24/2014 9:26 AM 9 .3.

Kepentingan drainase. sedangkan untuk membuat kemiringan dasar saluran samping. • Dalam menentukan landai minimum ini.4. yang ideal jalan berlandai 12/24/2014 9:26 AM 10 . Kepentingan lalu lintas. terdapat dua tinjauan. Landai Minimum. yang ideal 0% 2. yaitu : 1. • Lereng melintang jalan hanya cukup untuk mengalirkan air hujan yang jatuh di badan jalan. yang berfungsi membuang air permukaan sepanjang jalan diperlukan suatu kelandaian minimum.

3 . . untuk jalan pada daerah galian dengan kerb. untuk jalan di atas timbunan. .• Dari tinjauan tersebut. maka dalam perencanaan alinemen vertikal sangat dianjurkan.Landai 0.5%.Landai datar.Landai min 0.15%. untuk jalan di atas timbunan tanpa kerb. medan datar dengan kerb. 12/24/2014 9:26 AM 11 . .0.

5. Tabel 6.1 Kelandaian maksimum yang diizinkan Vr (Km/jam) Kelandaian Maksimum (%) 120 110 100 80 60 50 40 <40 3 3 4 5 8 9 10 10 TPGJAK 1997 12/24/2014 9:26 AM 12 . Kelandaian Maksimum • Kelandaian maksimum yang ditetapkan untuk berbagai variasi kecepatan rencana dimaksudkan agar kendaraan dapat bergerak terus tanpa kehilangan kecepatan yang berarti. • Kelandaian maksimum didasarkan pada kecepatan truk yang bermuatan penuh mampu bergerak dengan kecepatan tidak kurang separuh dari kecepatan semula tanpa harus berpindah ke gigi rendah.

Panjang Kritis (m). • Lama perjalanan pada panjang kritis tidak lebih dari 1 menit.2.6. Tabel 6. Kecepatan pada awal tanjakan (km/jam) 80 60 Kelandaian (%) 4 5 6 7 8 9 10 630 320 460 210 360 160 270 120 230 110 230 90 200 80 Dari TPGJAK 1997 12/24/2014 9:26 AM 13 . Panjang Kritis suatu Kelandaian • Panjang kritis landai adalah panjang kelandaian yang mengakibatkan pengurangan kecepatan kendaraan tidak lebih dari separuh kecepatan rencananya.

jalan memiliki VLHR > 15. Apabila panjang kritis terlampaui. 1). 12/24/2014 9:26 AM 14 . 2). tentang diperlukannya lajur pendakian sebagai berikut. Disediakan untuk kelas jalan arteri atau kolektor. • Beberapa ketentuan menurut TPGJAK 1997.7. maka kendaraan berat akan berjalan pada lajur pendakian dengan kecepatan dibawah kecepatan rencana.000 smp/hari dan persentase kendaraan truk > 15%. Lebar lajur pendakian sama dengan lebar lajur rencana. • Untuk mengatasi hal ini sebaiknya dipertimbangkan untuk dibuat lajur tambahan di sebelah kiri. 3). khususnya pada jalan tipe 2/2 TB. sedangkan untuk kendaraan jenis lain masih bisa berjalan dengan mempertahankan kecepatan sebesar kecepatan rencana. sebagai lajur pendakian untuk truk tersebut. Lajur Pendakian pada Kelandaian Khusus • Pada jalan dengan volume lalu-lintas tinggi.

5).3 12/24/2014 9:26 AM 15 . 6.5 km. 4).Lajur pendakian dimulai 30 m dari awal perubahan kelandaian dengan serongan sepanjang 45 m dan berakhir 50 m setelah puncak kelandaian dengan serongan sepanjang 45 m. Jarak minimum antara kedua lajur pendakian adalah 1.

12/24/2014 9:26 AM 16 .

kenyamanan bagi pengguna jalan serta penyediaan drainase yang baik.g2% y’ PTV PLV x Lv/2 Lv • Bentuk lengkung vertikal adalah parabola dengan asumsi sederhana sehingga elevasi sepanjang lengkung didapat dengan perbandingan dari offset vertikal dari PPV yang bernilai tertentu. yang bertujuan untuk memenuhi keamanan.8. 12/24/2014 9:26 AM 17 . PPV + g1% Ev . Lengkung Vertikal • Lengkung vertikal adalah garis yang menghubungkan antara dua kelandaian arah memanjang jalan agar tidak terjadi patahan.

maka y’ = Ev dirumuskan sebagai. besarnya defleksi (y’) antara garis kemiringan (tangen) dan garis lengkung dapat dihitung dengan rumus. Lv = panjang lengkung vertikal (m). Dari gambar diatas. g1. Lv Dimana : x = jarak horizontal dari titik PLV ke titik yang ditinjau (m) y’ = besarnya penyimpangan (jarak vertikal) antara garis kemiringan dengan lengkungan (m). Ketentuan pendakian atau penurunan ditinjau dari kiri ke kanan. Untuk x = ½ Lv. ( g 2 − g 1) 2 y' = . g2 = besar kelandaian (kenaikan/penurunan) (%). ( g 2 − g1) Lv Ev = 800 12/24/2014 9:26 AM 18 .• Kelandaian menaik diberi tanda (+) dan kelandaian menurun diberi tanda (-).x 200 .

a.• Lengkung vertikal dibagi dua macam. b. Titik perpotongan antara ke 2 tangen berada di bawah permukaan jalan. Lengkung vertikal cembung. Titik perpotongan antara ke 2 tangen berada di atas permukaan jalan. Lengkung vertikal cekung. 12/24/2014 9:26 AM 19 . yaitu .

g1 + g1 + g1 .05 0.05 ------------------------------------------------------------------------------------------------12/24/2014 9:26 AM 20 .8.15 Mendahului (Jd) 1.g2 Ketentuan tinggi menurut Bina Marga.1 Lengkung Vertikal Cembung + g2 .05 1. untuk lengkung cembung.g2 . sbb: ------------------------------------------------------------------------------------------------Jarak h1 (m) h2 (m) Pandang tinggi mata pengemudi tinggi objek ------------------------------------------------------------------------------------------------Henti (Jh) 1.

Untuk Jh < Lv : PPV g2 h2 Ev g1 PTV h1 Jh2 Jh1 PLV Jh Lv PPV g2 Untuk Jh > Lv : g1 Ev PTV h2 1/2Lv h1 PLV Lv Jh 12/24/2014 9:26 AM 21 .

12/24/2014 9:26 AM 22 .Panjang lengkung vertikal cembung (Lv). dapat diperoleh dengan rumus.

4 .5 Panjang Jarak Pandang Mendahului Jalan Antar Kota 12/24/2014 9:26 AM 23 .Tabel 6.Jarak Pandang Henti (Jh) Minimum Untuk Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota Tabel 6.

Dari harga A yang diperoleh. dan lihat angka yang ditunjukkan pada skala yang merupakan harga Lv. caranya adalah : a. • Untuk memperoleh harga Lv yang sesuai pada grafik tersebut. Pada titik potong tersebut. Lv dapat juga ditentukan berdasarkan Grafik I pada Gambar 3. tarik garis horizontal ke kanan sehingga memotong sumbu y (panjang lengkung). pilih angka yang sama pada sumbu-x grafik (Perbedaan aljabar landai (%)). 12/24/2014 9:26 AM 24 . Tarik garis vertikal dari skala pada angka tersebut sehingga memotong kurva V e. d.• Panjang lengkung vertikal cembung.26 (untuk jarak pandang menyiap). Tetapkan kecepatan rencana. Tentukan harga A = [g2-g1] c.25 (untuk jarak pandang henti) dan Grafik II dan III pada Gambar 3. V (kph) b.

Gambar 3.25 Grafik Panjang Lengkung Vertikal 12/24/2014 9:26 AM Cembung berdasarkan Jarak Pandang henti (Jh) Gambar 3.26 Grafik Panjang Lengkung Vertikal Cembung berdasarkan Jarak Pandang 25 Mendahului (Jd) .

8 87.8 Contoh : Rencanakan lengkung vertikal dari profil memanjang jalan arteri seperti pada gambar. 0+225 12/24/2014 9:26 AM 26 .87. bila kecepatan rencananya 60 km/jam.

8.g1 + g2 .2 Lengkung Vertikal Cekung + g2 .g1 .g2 + g1 Penentuan panjang lengkung vertikal cekung dilakukan dengan mempertimbangkan empat kriteria. •Jarak sinar lampu besar dari kendaraan. •Kenyamanan pengemudi •Ketentuan drainase •Penampilan secara umum. yaitu. 12/24/2014 9:26 AM 27 .

29. 12/24/2014 9:26 AM 28 .Panjang lengkung vertikal cekung ditentukan berdasarkan jarak pandangan pada waktu malam hari dan syarat drainase sebagaimana tercantum dalam Grafik IV pada Gambar 3.

12/24/2014 9:26 AM 29 .

Demikian pula tikungan horizontal harus satu fase dengan tanjakan 12/24/2014 9:26 AM 30 . Koordinasi Alinemen • Koordinasi antara alinemen horizontal dan alinemen vertikal dalam perencanaan geometrik jalan sangat diperlukan untuk menjamin suatu jalan raya yang mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. (a). sebagai berikut. Alinemen horizontal dan vertikal terletak pada suatu fase. • Beberapa ketentuan yang dapat digunakan untuk menciptakan koordinasi alinemen. dimana alinemen horizontal sedikit lebih panjang dibandingkan alinemen vertikal.9.

karena akan menghalangi pandangan pengemudi pada saat memasuki tikungan pertama dan juga terkesan putus. Tikungan tajam yang terletak di atas lengkung vertikal cembung atau dibawah lengkung vertikal cekung harus dihindarkan. 12/24/2014 9:26 AM 31 .(b).

(d). Tikungan yang tajam di antara 2 bagian jalan yang lurus dan panjang harus dihindarkan. sehingga sulit untuk memperkirakan alinemen di balik puncak tersebut. karena pandangan pengemudi akan terhalang oleh puncak alinemen vertikal.(c). Dua atau lebih lengkung vertikal dalam satu lengkung horizontal harus dihindarkan. (e). sebaiknya tidak dibuat lengkung vertikal cekung. Pada kelandaian jalan yang lurus dan panjang. 12/24/2014 9:26 AM 32 .

12/24/2014 9:26 AM 33 .