Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1. LatarBelakang
Pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah penggunaan obat oleh
masyarakat untuk tujuan pengobatan sakit tanpa resep/nasihat tenaga medis.
Penggunaan obat dalam pengobatan sendiri merupakan perilaku kesehatan.
Menurut Green et al. (1980), setiap perilaku kesehatan dapat dilihat sebagai
fungsi dari pengaruh kolektif factor predisposisi, factor pemungkin dan factor
penguat. Faktor predisposisi (predisposing factors) merupakan faktor yang
menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku, mencakup pengetahuan, sikap, dan
keyakinan. Faktor pemungkin (enabling factors) merupakan faktor yang
memudahkan suatu motivasi terlaksana, antara lain ketersediaan dan
keterjangkauan berbagai sumberdaya, misalnya, ketersediaan dana, jarak, dan
transportasi. Faktor penguat (reinforcing factors) merupakan faktor yang
menentukan apakah perilaku memperoleh dukungan lingkungan social atau
sebaliknya. Inilah yang melatarbelakangi kami untuk membuat makalah yang
berjudul “Swamedikasi Demam, Batuk dan Pilek”.
1. RumusanMasalah
 Bagaimana Swamedikasi dari penyakit Batuk ?
 Bagaimana Swamedikasi dari penyakit Demam ?
 Bagaimana Swamedikasi dari penyakit Pilek ?
2. Tujuan
 Untuk mengetahui swamedikasi dari penyakit Batuk.
 Untuk mengetahui swamedikasi dari penyakit Demam.
 Untuk mengetahui swamedikasi dari penyakit Pilek.

3. Manfaat
Agar masyarakat lebih tahu cara untuk mengobati penyakit demam,
batuk dan pilek .
1

manfaat dan sistematika penulisan. tujuan. Bab 1 pendahuluan terdiri atas : latar belakang. demam dan pilek.4. bab 3 penutup terdiri atas : simpulan dan saran. SistematikaPenulisan Makalah ini terdiri atas tiga bab. bab 2 pembahasan terdiri atas : batuk. rumusan masalah. BAB II PEMBAHASAN 2 .

penyempitan saluran nafas akut. Ammonium Klorida. dan infeksi akut virus dan bakteri. Batuk produktif disebabkan system pernafasan perlumengeluarkan lendir yang banyak dan berlebihan. fase inspirasi. 2.Ada 4 fase mekanisme batuk. Iritasi salah satu ujung saraf sensoris nervus vagus di laring. makan makanan yang 3 . Batu kkronik yang berlangsung lebih dari tiga minggu. lama pengobatan sendiri tidak boleh lebih dari 3 hari. dari medula dikirim jawaban ke otot-otot dinding dada dan laring sehingga timbul batuk (Aditama. Untuk pengobatan diciptakan lingkungan yang hangat. DekstrometorfanHBr. Bromheksin. rongga pleura dan saluran telinga luar dirangsang. makan sayur dan buah. Patofisiologibatuk Batuk adalah suatu refleks pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari saluran nafas. Yunus 1993). yaitu fase iritasi.1 Batuk Batuk adalah suatu reflek pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari saluran pernapasan. batuk kering atau non produktif. Pada infeksi akut pernafasan akibat virus sering diikuti dengan batuk lama sekitar tiga sampai delapan minggu akibat kerusakan epitel saluran nafas. Obat bebas yang digunakan mengandung zat berkhasiat Gliseril Guaiakolat. dapat terjadi iritasi. Batuk berdahak atau produktif dan keempat. 1. Batuk bias dibedakan berdasarkan lamanya. istirahat yang cukup. Difenhidramin. Rangsang pada reseptor batuk dialirkan ke pusat batuk ke medula. 1993. bronkus besar atau sera aferen cabang faring dari nervus glossofaringeal dapat menimbulkan batuk. 3. minum air hangat yang cukup. Batuk akut yang terjadi kurang dari tiga minggu pada keadaan sebelumnya tidak ada keluhan. karena itu ada juga istilah batuk sub akut yang berkisar tiga sampai delapan minggu. Batuk juga timbul bila reseptor batuk di lapisan faring dan esofagus. trakea. fase kompresi dan fase ekspulsi/ekspirasi.2.

Postnasal drip karena sinusitis diobati dengan antibiotik. 2002). Terapi Farmakologi a.dekongestan. pada hampir semua penderita dapat diketahui penyebab batuk kroniknya. Menghirup uap mentol atau minyak atsiri juga dapat meringankan batuk produktif. 2002). Pengobatan spesifik Apabila penyebab batuk diketahui maka pengobatan harus ditujukan terhadap penyebab tersebut. 4 . 1993). Pada umumnya batuk berdahak/produktif maupun tidak berdahak/non produktif dapat dikurangi dengan cara sering minum air putih.bergizi. untuk membantu mengencerkan dahak.dekongestan. obat semprot hidung dan kombinasi antihistamin . mengurang iiritasi atau rasa gatal serta menghindari paparan debu. Terapi Non Farmakologi Penderita-penderita dengan batuk tanpa gangguan yang disebabkan oleh penyakit akut dan sembuh sendiri biasanya tidak perlu obat (Yunus. tatpi cara pengobatan ini tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah usia 2 tahun karaena dapat myebabkan kejang larynx (Tjay dan Rahardja. minuman atau makanan yang merangsang tenggorokan dan udara malam yang dingin (BPOM RI. Dengan evaluasi diagnostik yang terpadu.Jika takut dengan obat-obatan yang mengandung banyak bahan kimia.  postnasal drip karena alergi atau rinitis nonalergi ditanggulangi dengan menghindari lingkungan yang mempunyai faktor pencetus dan kombinasi antihistamin . antasid dan simetidin. serta mengkonsumsi obat batuk-pilek. dapat mencoba alternative dengan terapi udara bersih.  Refluks gastroesophageal diatasi dengan meninggikan kepala. Pengobatan spesifik batuk tergantung dari etiologi atau mekanismenya:  Asma diobati dengan bronkodilator atau dengan kortikosteroid. modifikasi diet.

dan melunakan selaput lendir yang teriritasi untuk tujuan ini banyak digunakan sirup.  Mukolitika Obat ini memecah rantai molekul mukoprotein sehingga menurunkan viskositas mukus. sehingga mempermudah pengeluarannya dengan batuk. permen. seperti. sarkoidosis diobati dengan kortikosteroid dan batuk pada gagal jantung kongestif dengan digoksin dan furosemid. noskapin. Batuk produktif  Emolliensia Memperlunak rangsangan batuk. Pengobatan simptomatik Diberikan baik kepada penderita yang tidak dapat ditentukan penyebab batuknya maupun kepada penderita yang batuknya merupakan gangguan. Batuk pada bronkitis kronik diobati dengan menghentikan merokok. mesna. memperlicin tenggorokan agar tidak kering. dan ammonium klorida dalam obat batuk hitam yang terkenal. Obat-obat yang berdaya menekan rangsangan batuk:  zat-zat pereda : kodein. bromheksin. misalnya guaiakol. dan ambroksol. Batuk non produkttif Usaha yang terbaik adalah dengan menekan susunan saraf pusat yang menjadi pusat batuk. dekstrometorfan. Asetilsistein. pastilles isap. tidak berfungsi baik dan potensial dapat menimbulkan komplikasi. dan gula-gula. zat-zat lendir. radix Ipeca. karbosistein. polipektomi. 5 . Antibiotikdiberikan pada pneumonia. menghilangkan rambut dari saluran telinga luar. b. drop.  Ekspektoransia Memperbanyak produksi dahak (yang encer) dan demikian mengurangi kekentalannya. yaitu dengan obat penekan batuk.  Pengobatan spesifik juga dapat berupa tindakan bedah seperti reseksi paru pada kanker paru.

Pada orang dewasa. kecuali jika mencapai suhu 103 oF (39. Demam yang terjadi pada anak-anak dan bayi dengan suhu yang sedikit lebih tinggi dapat menunjukkan kemungkinan adanya infeksi serius. seperti influenza  Radang  Efek samping obat dan imunisasi  Faktor lain seperti siklus menstruasi atau olah raga berat GejalaDemam Seseorang dikatakan demam jika suhu tubuhnya meningkat di atas rentang normal yaitu 98. Antihistaminika : prometazin. demam menimbulkan rasa ketidak nyaman. demam biasanya disertai dengan gejala-gejala seperti berikut:  Berkeringat  Gemetaran  Sakit kepala  Nyeriotot  Kehilangan nafsu makan  Dehidrasi 6 .6oF (37oC). Obatobat ini sering kali efektif pula berdasarkan efek sedatifnya dan terhadap perasaan menggelitik pada tenggorokan. PenyebabDemam Demam dapat disebabkan oleh:  Adanya infeksi bakteri dan virus.4oC) atau lebih tinggi. namun biasanya tidak berbahaya. Obat ini menghambat penerusan rangsangan batuk ke otak 2. dan d-klorfeniramin. Bergantung pada penyebabnya. terutama infeksi. difenhidramin.  Anestetika lokal : pentoksiverin.2 Demam Demam biasanya menunjukkan adanya suatu gangguan kesehatan yang sedang terjadi di dalam tubuh.

Kenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin. 7 .4oC) dan 106 oF (41. Pakaian tebal dan selimut akan menaikkan suhu tubuh. Istirahatlah di rumah di ruangan dengan ventilasi yang baik. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat atau lebih) pada anak-anak bias menyebabkan kejangkejang.Jika demam tinggi antara 103 oF (39.1oC) dapat menimbulkan gejala:  Halusinasi  Kebingungan  Sifat lekas marah  Kejang  Dehidrasi Pengobatan yang diberikan Untuk menurunkan suhu tubuh. biasanya dokter merekomdasikan obat berikut:  Asetaminofen  Aspirin Antibiotik terkadang diresepkan oleh dokter jika ada kecurigaan infeksi bakteri. 2. Gunakan kipas angin atau alat pendingin udara. Pencegahan yang dapatdilakukan  Pola hidup sehat dan bersih Dampak yang ditimbulkanolehDemam  Dehidrasiparah  Halusinasi  Kejang Pengobatan Non Farmakologi 1.

3. Usahakan makan seperti biasa meskipun Bila tidak mau makan. 5. Virus lain juga dapat menyebabkan pilek. dan metapneumo virus. Flu (influenza) menyebabkan 5% hingga 15% darikasus. Periksalah suhu tubuh setiap empat jam sekali.Secara keseluruhan. Kasus lain mungkin disebabkan oleh virus para influenza manusia. GejalaPenyakit Pilek biasanya diawali dengan sakit badan ringan. Minuman dingin akan membantu menurunkan suhu tubuh. nafsu berkurang. kompreslah tubuh dengan kain basah. Minumlah banyak air putih. sari buah. tetapi juga seluruh tubuh.Rhinovirus paling banyak menyebabkan pilek tersebut. atau sup bening. Cara terbaik mengukur suhu tubuh adalah dengan menggunakan termometer yang dapat dibeli di apotek. virus sinsisial pernapasan. Yang terakhir. pertanda sudah cukup minum. adenovirus. Janganlah makan atau minum selama setengah jam sebelum suhu tubuh diukur karena hasilnya tidak tepat.Virus tersebut ditemukan pada 30% hingga 80% dari semuakasus yang ada. tubuh akan lemah.Rhinovirus adalah virus yang memiliki RNA dan merupakan bagian dari family Picornaviridae.Terdapat 99 jenis virus yang telah diidentifikasikan sebagai famili virus tersebut. lebih dari duaratus virus dapat menyebabkan pilek. susu. perasaan kedinginan. 2. Secara umum. dan sakit kepala. Cara mudah untuk mengetahui apakah sudah cukup minum atau tidak adalah dengan melihat urin berwarna terang ataukah kuning tua. bersin-bersin. Seringkali. 4. enterovirus. gejala mencapai puncaknya pada hari kedua hingga hari ketiga setelah infeksi terjadi. Tindakan ini akan membantu menurunkan suhu tubuh. Tidak hanya pada bagian kepala saja. Kalau berwarna terang.Gejalalainnya seperti hidung meler dan batuk terjadi setelah dua hari atau lebih. lebih dari satu jenis virus menyerang dan menyebabkan infeksi pilek. 6. Coronavirus menyebabkan 10% hingga 15% darikasus.3 Pilek Pilek merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang mudah menular. namun gejala tersebut dapat 8 . Gejala biasanya mereda setelah tujuh hingga sepuluh hari.

PenyebabPilek  Bakteri  Virus  Debu  Batuk  Perubahancuaca SpesifikasiObat  Sanaflu  Flutamol  Paratusin  Coparcetin  Procold  Bodrex fli dan batuk  Hufagrip  Anacetin 9 . Batuk berlanjut hingga lebih dari 25 hari pada 10% kasus yang melibatkan anak-anak.berlangsung hingga tiga minggu. Batuk berlangsung hingga lebih dari sepuluh hari pada 35% hingga 40% kasus yang melibatkan anak-anak.

pilek dapat diatasi dengan pengobatan non farmakologi maupun farmakologi.BAB III PENUTUP 3. Umumnya penyakit tersebut disebabkan oleh virus danbakteri yang masuk ketubuh 10 .1Simpulan Demam. batuk.

pilek merupakan gejala dari penyakit flu.2Saran Sebaiknya untuk mengatasi penyakit flu dapat dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat. aspirin. batuk. Tirah baring sebaiknya dilakukan segera setelah gejala timbul sampai 24-48 setelah suhu tubuh kembali normal. bias diberikan asetaminofenn. demam.yang melalui saluran pernapasan. minum banyak cairan dan menghindari kelelahan. 11 . Pengobatan flu yang utama adalah istirahat dan berbaring di tempat tidur. 3. mengkonsumsi asupan 4 sehat 5 sempurna dan mengkonsumsi suplemen vitamin. ibuprofen atau naproksen. Untuk penyakit yang berat tetapi tanpa komplikasi. istirahat yang cukup. Obat lainnya yang biasa diberikan adalah dekongestan hidung dan penghirupan uap. memperbanyak minum air putih.