Anda di halaman 1dari 15

PENELITIAN

A. PENELITI
PENELITI 1
Nama
Pangkat/Golongan
Unit Kerja

:
:
:

Budiman, S.Kep, Ners
Penata Muda/ IIIa
RSUP Dr. M. Hoesin Palembang

:
:
:

Rahmiati, S.Kep, Ners
Penata Muda/ IIIa
RSUP Dr. M. Hoesin Palembang

PENELITI 2
Nama
Pangkat/Golongan
Unit Kerja

Stroke PENELITIAN
merupakan salah satu masalah di bidang kesehatan mengingat
B. TEMA
prevalensi kejadian yang terus mengalami peningkatan, berdasarkan data
Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) terhadap peningkatan
WHO di dunia tercacat pada tahun 2009 sekitar 125 juta jiwa dan pada
Mobilitas Fisik pada Klien Stroke di Ruang Syaraf RSUP
tahun 2010 meningkat menjadi sekitar 240 juta jiwa (WHO, 2011). Salah
Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011.
satu langkah penting yang cukup membantu proses penyembuhan dan
mencegah terjadinya komplikasi seperti kekakuan otot dan sendi, atropi otot,
C. RUANG LINGKUP PENELITIAN
kontraktur bahkan kecacatan fisik pada stroke adalah dengan melakukan
Ruang
latihanLingkup
rentang pergerakan sendi: atauBidang
RangeKeperawatan
of Motion (ROM).
Cakupan
: Keperawatan Medikal Bedah
Penelitian
ini bertujuan mengetahui
Pengaruh
Latihan
Range
of Motion
Unit
Analisis
: Pengaruh
ROM
terhadap
Mobilitas
Fisik
(ROM) terhadap peningkatan Mobilitas Fisik pada Klien Stroke di Ruang
Syaraf RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi analitik kuantitatif
dengan rancangan eksperimen one group pre test post test. Populasi adalah
klien stroke non hemoragik. Penelitian dilakukan di Ruang Syaraf RSUP
Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal
1 September sampai dengan 30 Nopember 2011 (3 bulan), dengan jumlah
sampel sebanyak 30 sampel pengamatan yang diambil secara purposive
D. ABSTRAK
sampling.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 30 sampel pengamatan yang
mengalami stroke di Ruang Syaraf RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
didapatkan

p-value : 0,00 nilai ini lebih kecil dari α : 0,05 secara statistik

menunjukan adanya pengaruh latihan ROM terhadap pelaksanaan mobilisasi
pada pasien stroke.
Disarankan kepada institusi rumah sakit dan perawat untuk melakukan
penerapan SOP pelaksanaan mobilisasi pada klien stroke dan memberikan
pendidikan kesehatan tentang pentingnya mobilisasi pada klien stroke.

berdasarkan data WHO di dunia tercacat pada tahun 2009 sekitar 125 juta jiwa dan pada tahun 2010 meningkat menjadi sekitar 240 juta jiwa (WHO. .E. LATAR BELAKANG MASALAH Stroke merupakan salah satu masalah di bidang kesehatan mengingat prevalensi kejadian yang terus mengalami peningkatan. 2011).

saat ini di Indonesia penyakit stroke merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung koroner dan sekitar 28. dan nutrisi ke jaringan sehingga dapat membantu proses penyembuhan (Faqudin. Pada penderita stroke kelumpuhan pada anggota gerak badan dapat mencapai 50-80%. Disamping itu juga penyakit stroke merupakan penyebab utama kecacatan. Salah satu langkah penting yang cukup membantu proses penyembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi seperti kekakuan otot dan sendi. . Kondisi demikian harus benar-benar dipahami penderita dan petugas kesehatan agar dapat dilakukan intervensi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. 2008). berdasarkan analisis hubungan didapatkan. sehingga keadaan tersebut menempatkan stroke sebagai masalah kesehatan yang serius (Mangoenprasodjo. 2009). atropi otot. sedangkan gangguan sistem rasa mencapai 25 % yang berupa kesemutan. kontraktur bahkan kecacatan fisik pada stroke adalah dengan melakukan latihan rentang pergerakan sendi atau Range of Motion (ROM).5 % penderita penyakit stroke meninggal dunia.3% adalah respoden yang memiliki pengetahuan kurang baik tentang cara melaksanakan range of motion atau pergerakan sendi. 76. oksigen. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yudiansyah (2009) di Rumah Sakit Umum Kustati Surabaya dengan jumlah responden sebanyak 24 orang mendapatkan hasil 82. nyeri pada sisi ataupun pada seluruh tubuh (Setiawan. dimana klien menggerakkan masing.Jumlah penderita stroke di Indonesia kini semakin meningkat dari tahun ketahun.masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif yang bertujuan mencegah kekakuan otot serta sendi yang dapat berguna mengembalikan fungsi alat gerak dan kecacatan fisik serta dapat membantu memperlancar sirkulasi darah. tahun 2009 tercatat sekitar 200 ribu orang dan pada tahun 2010 meningkat sekitar 500 ribu orang. 2002).14 % klien stroke mengalami gangguan mobilitas fisik. ROM adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot.

Mohammad Hoesin Palembang tanggal 20-22 Agustus 2011 dengan jumlah responden sebanyak 12 orang didapatkan 8 orang (66. KERANGKA KONSEP PENELITIAN\ Secara konseptual telah dijelaskan bahwa pada klien yang mengalami stroke mobilisasi penting untuk dilakukan agar tercapai proses . hasil identifikasi mendapatkan sebagian besar klien dan keluarga tidak mengetahui cara melakukan pergerakan sendi yang benar. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011. Dr.6 %) memiliki keterbatasan mobilisasi. Mohammad Hoesin Palembang (2010) tercatat terdapat 424 kasus stroke dengan distribusi 86. Hasil studi pendahuluan yang penulis lakukan di Ruang Syaraf Rumah Sakit Dr. F. 2009). mendorong penulis untuk meneliti “Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) terhadap peningkatan Mobilitas Fisik pada Klien Stroke di Ruang Syaraf RSUP Dr. Terkait masih tingginya insiden stroke.Di Sumatera Selatan berdasarkan Data RS. rendahnya pemahaman klien tentang pentingnya pergerakan sendi aktif dan pasif yang dapat membantu proses penyembuhan. Dalam proses pemberian asuhan keperawatan perawat memiliki peranan untuk mengatasi permasalahan ini dengan menerapkan perannya sebagai seorang pendidik (educator) dengan memberikan pendidikan kesehatan untuk memberikan pemahaman kepada klien tentang pentingnya melaksanakan ROM guna mencegah komplikasi dan meningkatkan kemampuan mobilitas fisik klien stroke. masih sedikitnya klien yang melakukan mobilisasi.2% stroke hemoragik dan 13. Mohammad Hoesin Palembang.8% non hemoragik (Medikal Record RSUP Dr.

Tetapi permasalahan banyak klien yang belum memahami dan melaksanakan ROM dikarenakan ketidaktahuan dan kekhawatiran mereka. Didasari konsep di atas maka kerangka konsep penelitian ini adalah sebagai berkut : Kerangka Konsep Penelitian Kemammpuan Mobilisasi Sebelum Peragaan & latihan gerak sendi ROM Pre test Intervensi Kemampuan Mobilisasi Setelah Post test G. Langkah operasional dalam pelaksanaan mobilisasi pada klien stroke dalah ROM (Potter & Perry. Secara konseptual salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi kekhawatiran klien stroke dalam melakukan mobilisasi adalah dengan pemberian informasi tentang ROM melalui peragaan.penyembuhan yang baik dan komplikasi dapat dihindarkan. 2005). METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pre exsperimen dengan rancangan one group pre test-post test yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara .

rata klien setiap bulan pada tahun sebelumnya yakni 36 orang. penelitian ini memperhatikan aspek etika penelitian meliputi : . Klien stroke dengan tingkat kesadaran compos mentis. ETICHAL CLEARENCE ` Penelitian ini bersifat intervensi yang tidak membahayakan keselamatan jiwa responden. Bersedia menjadi responden penelitian. 2008) sebagai berikut : 1. 3. Klien stroke yang mengalami hemiparase. Sampel pada penelitian ini diambil secara purposive sampling (pengambilan sampel sesuai sampel yang ada pada saat penelitian dilakukan) dikarenakan sifat populasi dari penelitian ini bersifat infinit (tidak menetap) asumsi besar sampel determinasi minimal yang akan diambil dihitung berdasarkan jumlah klien keseluruhan pada tahun 2010 yakni 424 orang dan dilihat jumlah rata. POPULASI DAN SAMPEL Populasi penelitian adalah semua klien stroke di Ruang Syaraf RSUP Dr. 2. Berdasarkan kriteria jumlah responden yang ditemukan pada saat penelitian didapatkan sejumlah 30 sampel pengamatan. Mohammad Hoesin Palembang pada tanggal1 September samapi dengan 30 Nopember 2011. Dengan kriteria inklusi sampel (Hidayat.melakukan observasi pertama (pre-test) yang memungkinkan untuk menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya perlakuan dengan post test (Hidayat. H. 2008). jadi determinasi minimal sampel yang akan diambil pada penelitian ini berjumlah 36 orang. H.

I. d. benefit justice. PENGUMPULAN DATA a. J. Mengajarkan teknik range of motion pada klien stroke c. protection from discomfot Aapun cara. Penelitian dihentikan setelah jumlah responden memenuhi jumlah yang peneliti harapkan. b. hasil identifikasi awal dicatat b.informed conset. anonymity. Penelitian dilakukan bertahap pada setiap klien sesuai jumlah klien yang ada pada saat penelitian dilakukan. Menjaga kerahasiaan identitas informan dengan tidak mencantumkan nama responden (hanya inisial) pada lembar check list penelitian. ANALISIS DATA . Langkah awal pada proses penelitian ini adalah mengobservasi dan pelaksanaan mobilisasi klien stroke. self determination. confidentiality. Di hari selanjutnya dilakukan identifikasi ulang mengenai pelaksanaan mobilisasi klien stroke disesuaikan dengan kelemahan. e. Melakukan sosialisasi dan meminta persetujuan untuk menjadi responden penelitian dengan memberikan informed concent.cara penelitian yaitu : a. hasil identifikasi akhir dicatat.

Data Mobilisasi Klien Stroke Sebelum diajarkan ROM . K. Pada analisis ini akan dilakukan terlebih dahulu uji sebaran data.Pada analisis univariat semua data yang terkumpul disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. HASIL PENELITIAN 1. gunanya untuk mendapatkan gambaran distribusi responden atau variabel yang diteliti. tetapi jika dari uji sebaran data didapatkan sebaran data yang tidak normal maka akan digunakan uji wilcoxon. jika dari uji tersebut didapatkan sebaran data yang bernilai normal maka uji statistik yang akan digunakan adalah uji T dependen. Analisis bivariat dilakukan untuk melihat pengaruh pelaksaan intervensi ROM pada klien stroke.

Data Mobilisasi Klien Stroke Setelah dDiajarkan ROM Tabel B Data Mobilisasi Klien Stroke Setelah diajarkan ROM No Jenis Stroke Nilai Mobilisasi n % 1 Hemiparase 6 8 9 2 7 5 12.0 12.25 6. pada hemiparase ektremitas bawah dekstra untuk distribusi terbanyak adalah 2 (50. hemiparase ekstremitas atas sinistra distribusi nilai adalah 4 dan 5 (50%) dan pada hemiparase ektremitas atas dekstra nilai mobilisasi adalah 6 (50%) dan 8 (50%) 2.5 100 10 50 30 10 100 100 Dari tabel di atas di dapatkan data mobilisasi pada klien stroke hemiparase ekstremitas bawah sinistra.75 31.25 50.5 43.0%).Tabel A Data Mobilisasi Klien Stroke Sebelum diajarkan ROM No 1 Jenis Stroke Hemiparase Ektremitas Bawah Sinistra 2 Hemiparase Ektremitas Bawah Dekstra 3 Nilai Mobilisasi 2 3 4 6 Jumlah 0 2 4 6 Jumlah n 5 1 8 2 16 1 5 3 1 10 4 5 1 1 50 50 Jumlah 6 8 2 1 1 100 50 50 Jumlah 2 30 100 Hemiparase Ektremitas Atas Sinistra 4 Hemiparase Ektremitas Atas Dekstra Total Sumber : Data Primer Hasil Penelitian (2011) % 31.0%). untuk frekuensi terbanyak adalah nilai 4 (50.25 Ektremitas Bawah .

75%).3 Pengaruh Latihan ROM terhadap Peningkatan Kemapuan Mobilisasi Klien Stroke di Ruang Syaraf RSUP Dr. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 5. pada hemiparase ekstremitas bawah dekstra untuk distribusi terbanyak adalah 8 (90.0%). untuk frekuensi terbanyak adalah nilai 8 (43. Data Uji Statistik T-Test Dibawah ini akan diajabarkan hasil uji statitik dengan menggunakan uji T-Test dependen.Sinistra 2 2 16 1 9 12.5 Jumlah 10 100 13 2 100 Jumlah 15 16 2 1 1 100 50 50 Jumlah 2 30 100 10 Jumlah 6 8 Hemiparase Ektremitas Bawah 100 10 90 Dekstra 3 Hemiparase Ektremitas Atas Sinistra 4 Hemiparase Ektremitas Atas Dekstra Total Sumber : Data Primer Hasil Penelitian (2011) 100 Dari tabel di atas didapatkan data mobiliasi pada klien hemiparase ekstremitas bawah sinistra. Mohammad Hoesin Palembang Paired Diferences Mean t df Sig (2Tailed) Std Std 95 % Deviation Error Confidence Mean Interval of .3 di bawah ini : Tabel 5. hemiparase ekstremitas atas sinistra adalah 13 (100%) dan pada hemiparase ekstremitas atas dekstra nilai tertinggi mobilisasi adalah 16 (50%). 3.

93 diference Lower -5.05 maka Ha diterima.93 Upper -4. yakni terdapat perbedaan rata-rata mobilisasi sebelum dan setelah diajarkan latihan range of motion (ROM).605 2.00 Sumber : Data Primer Hasil Penelitian (2011) Dari tabel di atas dengan menggunakan uji statistik T-Tes Dependen didapatkan p value = 0. .33 1.73 18.00 (Sig 2-Tailed) nilai ini lebih kecil dari 0.20 29 0. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh latihan ROM terhadap peningkatan kemampuan mobililasi pasien stroke.the 5.

keadaan ini menunjukan adanya pengaruh intervensi latihan ROM terhadap kemampuan mobilisasi. hasil ini dapat menjadi indikator bagi perawat untuk menerapkan latihan ROM dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi klien stroke yang berguna untuk menunjang proses penyembuhan. . IMPLIKASI KEPERAWATAN Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan antara mobilisasi klien stroke non hemoragik sebelum dan setelah diajarkan pada latihan ROM.L.

Jakarta : Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Ditjen Pengendalian Penyakit Penyakit dan Penyehatan Lingkungan . Jakarta : Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Ditjen Pengendalian Penyakit Penyakit dan Penyehatan Lingkungan . Depkes R.I (2008). Jakarta : PT Arcan. Jakarta.pdf Arikunto. Arifiyanto (2007).www. (2007). Profil SubdinPP dan PL. DAFTAR PUSTAKA Admin. Pedoman Pengendalian Penyakit dan Pembuluh Darah.co. A (2004) Pengantar Keperawatan Profesional. Doengoes (2009) Konsep Asuhan Keperawatan. di akses tanggal 12 Agustu2011. Profil Kesehatan Penduduk Indonesia.infokes.-pdf Basyirudin (2005). Palembang : Subdin PP & PL. Faqudin (2008) Pencegahan Stroke diakses http//. A. http :www. di akses tanggal 12 Agustu2011. (2008).id/ebook/detail/id/0 :1267. . Hipertensi Pra Lansia.scinehealt. Jakarta : Salemba Medika . : PT Rineka Cipta. Gani. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : FKUI. Media Komunikasi. Hidayat. Pengaruh ROM terhadap mobilisasi pasien stroke . (2009).M. Penyakit Hipertensi. Jakarta : Badan Litbangkes. Range of Motion. (2008). Hastono (2001) Modul Analisis Data. Alih Bahasa : Gunadi . Astuti (2006).id/org.co. Jakarta : EGC.id//arifiyanto. . Palembang : FK Unsri.undip. http :eprint. 14 Agustus 2011. Ali (2006) Buku Ajar Penyakit Kardiovaskuler. Dinkes Sum-Sel (2009). Prosedur Penelitian.

Ilmu Penyakit Dalam. http///www. Kapita Selekta Kedokteran.html diakses tanggal 20 Juli 2011.30 WIB. (2007).rs-kustasi. Mansjoer. Suharso Surakarta. 10.A. download 12 agustus 2011. Akses yahoo.45 PM. (2002). diakses 24 http//. Mohammae Hoesin Palembang (2010) Data Pasien Stroke. Yudiansyah (2009) Stroke.www. Jakarta www.April 2011 jam 19. Jilid I.(2008). diakses 14 Agustus 2011.id/indeks/detail/id/0 : 15420001.com. Diambil pada tanggal 1. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Hipertensi.co.id/jounalpublication-.co. Stroke. Suddath & Brunner (2002). Rahmasari (2008) Pengaruh ROM terhdap ADL klien stroke di RS Kustati Yogyakarta.00 AM.id/jurnal/detail/id/0 :7601 Medikal Record RSUP Dr. 19. Maryani (2009) Gambaran Pelaksansaan Range of Motion Pada Pasien Stroke di RS dr. Penerbit Salemba Medika. Jakarta : PT. 11.id. Keperawatan Medikal Bedah¸ Jakarta : EGC Suryono. Agustus2011. http//. (2007).medikainsani. Setiawan. Perry & Potter (2005) Fundamental of Nursing. Pentingnya bergerak pada pasien stroke http//www.45 PM Rumantir (2007).stroke . Info kes.rssuharso. Sukidjo (2007)Ilmu Perilaku Dalam Kesehatan. Jakarta : FKUI.co. Notoadmodjo. Download 24 Agusutus 2011.co. Rineka Cipta. . Jakarta : EGC. Jakarta : Media Ausclapius.ebooks.Israr (2011).www.