Anda di halaman 1dari 10

11/27/2014

Siklus Sulfur
• Siklus Sulfur (S) merupakan salah satu siklus
hara yang penting bagi kehidupan
• Sulfur sangat penting pada banyak reaksi
dalam sel-sel hidup
• Sulfur juga dijumpai dalam:

Pentingnya Siklus Sulfur
1.Sulfur merupakan komponen dari kebanyakan
protein dan beberapa vitamin.

– Hujan asam
– Tanah sulfat masam

2. Ion-ion sulfat (SO4 2- ) larut dalam air umum
dijumpai pada jaringan tanaman. Ion-ion
tersebut merupakan bagian dari asam-asam
amino yang mengandung sulfur
3. Ikatan-ikatan sulfur membentuk struktur tiga
dimensi dari asam-asam amino.

4. Sulfur terlibat dalam pembentukan klorofil.
5. Banyak hewan, termasuk manusia,
tergantung pada tumbuhan untuk
memperoleh asam-asam amino yang
mengandung sulfur.
6. Pada kebanyakan tumbuhan sulfur menyusun
0,2 hingga 0,3 persen bahan kering

1

S elemen (S0). – Beberapa bahan dioksidasi di atmosfer menjadi sulfat. volatilisasi dari tanah. sulfit (SO32-). lelehan logam. dengan membentuk H2SO4 . • Sulfur mengalami banyak transformasi di lingkungan – gas-gas tersebut berasal dari erupsi volkanik. serta partikel-partikel debu. FeS2 (pirit). dan MgSO4 – Padatan dikembalikan sebagai partikel-partikel kering dan gas –deposisi kering – Adatan yang kembali ke bumi bersama hujan–deposis basah 2 . MgSO4. SO2 dan gas-gas sulfur lainnya. dan kebakaran biomassa. dan sulfat (S6+). CaSO4 . Na2SO4) – lapisan bawah tanah dan tanah rawa (FeS. H2S) – Bentuk –bentuk sulfur ini sangat larut dan ion sulfat dapat diasmilasi dengan mudah oleh tumbuhan  Atmosfer Atmosfere mengandung H2S. – Mineral sulfat umum dijumpai pada daerah dengan curah hujan rendah (CaSO4.11/27/2014 Sumber-sumber Sulfur • Bahan organik – 90-98% S dalam bentuk organik – Mikroorganisme merombaknya menjadi sulfat Sumber S • Mineral-mineral tanah – Bentuk utama S anorganik pada tanah pertanian adalah sulfida (S2-). tetrathionat (S4O62-). pabrik-pabrik industri. thiosulfat (S2O32-).

11/27/2014 BENTUK-BENTUK SULFUR Perubahan bentuk Kondisi aerob Valensi -2 0 +2 O K S I d A S i R e D U K S i Bentuk S= SO SO SO4= Sulfida Sulfur elemen Hiposulfit +4 Sulfit +6 Sulfat Kondisi anaerob Transformasi Sulfur oleh Mikroorganisme • oksidasi dan reduksi • mineralisasi dan immobilisasi • volatilisasi 3 .

Kemoautotrof (litotrof): Thiobacillus. tetapi beberapa mikroorganisme (bakteri dan fungi) dapat mengoksidasinya menjadi sulfat (SO42-) H2S + 2O2 → H2SO4 → 2H+ + SO42- – Reaksi ini menunjukkan bagaimana oksidasi sulfur merupakan proses pemasaman tanah – Karenanya sulfur elemen dapat diaplikasikan pada tanah-tanah sangat alkali dan tanah sodik pada daerah arid untuk menurunkan pH tanah-tanah tersebut. Oksidasi Sulfur • Sulfida.11/27/2014 1. tiosulfat dioksidasi menjadi sulfat anorganik. S elemen. Beggiatoa Thiobacillus thiooxidans mengoksidasi sulfur pada pH <3. dengan reaksi sbb: 2S + 2H2O + 3O2 2H2SO4 2H+ + SO42- 4 . • Sulfur dalam bentuk elemen tidak dapat digunakan oleh tanaman atau hewan. Thiomicrospora. 2So + 3O2 + 2H2O → 2H2SO4 → 4H+ + 2SO42- Pentingnya oksidasi S • • • • Menghasilkan SO4= tersedia Aplikasi So menurunkan pH tanah Pelapukan mineral Drainase tambang masam Mikroorganisme yang berperan 1.

dapat menggunakan nitrat sebagai akseptor elektron pada pH netral. Fotoautotrof. pH netral 5Na2S2O3 + 4O2 + H2O 5Na2SO4 + 2SO4 + 4S  T.11/27/2014 T. denitrificans : anaerob fakultatif. bakteri ungu dan bakteri hijau Beberapa spesies bakteri fototrof hijau dan ungu dapat mengoksidasi hidrogen sulfida yang dihasilkan dari reduksi sulfat atau dekomposisi asam amino: CO2 + 2H2S (CH O) + H O + 2S 2 Enzim 2 Proses fotosintetik CO2 + H2O C6 H12 O6 + O 2 CO2 + H2S C6 H12 O6 + 2So karbohidrat Cahaya 5 . obligat khemoautotrof. thioparus: sensitif terhadap asam. S + 6KNO3 + 2H2O K2SO4 + KHSO2 + 3 N T. ferooxidans penyebab korosi pada pipa besi Oksidasi S pada kondisi anaerob 2.

beberapa berbentuk spiral • Gram negatif • Non motile • Koloni berwarna hijau dan coklat (jika ada karotenoid) • Fiksasi nitrogen • Tidak membentuk spora BAKTERI SULFUR BERWARNA UNGU Chromatium vinosum • • • • • • Thiopedia rosea • • • Fototrof anoksigen Anaerob atau Mikroaerofilik Gram negatif Mungkin tidak motil (polar flagella). Tidak membentuk spora. coklat. Bakerioklorofil a dan b. Kareotenoid kning dan merah. Berpigmen merah. termasuk berbagai bakteri fungi dan beberapa aktinomisetes Thiobacillus Beggiatoa Sulfolobus 6 . Kemoheterotrof (organotrof). Bakteri pengoksidasi sulfur 3.11/27/2014 BAKTERI SULFUR HIJAU • Fotolitotrof dan Anaerob • Berbentuk batang yang lurus atau garis lengkung. Batang. dan orange. dan pleomorf. ungu. kokus.

Desulfovibrio desulfuricans Aspergillus japonicus Penicillium nalgiovense Desulfovibrio giga. d. Desulfovibrio desulfuricans Pengaruh Reduksi S Reduksi sulfat dapat ditingkatkan dengan: a.Reduksi Sulfur 2R-CH2OH + SO42.11/27/2014 Fungi pengoksidasi sulfur 2. penambahan air (genangan) penambahan bahan organik kenaikan suhu pH<5 • Mengurangi S tersedia • Menyebabkan korosi pipa-pipa logam • Pembentukan deposit S 7 . b. Desulfobacter curvatus.→ 2R-COOH + 2H2O + S2Bakteri pereduksi sulfat: Desulfuromonas acetoxidans. dan Desulfomonas pigra. Desulfosarcina variabili. Desulfobacter postgatei. Desulfobacterium vacuolatum. Desulfococcus multivoran. Desulfovibrio vulgaris. c. Desulfobacterium thermoautotrophicum.

 Mineralisasi merupakan kelanjutan dari proses dekomposisi molekul besar menjadi unit yang lebih kecil menjadi senyawa inorganik  Bahan baku sulfur yang dimineralisasi dalam bentuk sistein. biotin.  Agar dapat digunakan oleh tumbuhan. taurin. asam lipoit. • Enzim yang berperan adalah desulfurase. dan tiosianat sehingga menghasilkan bentuk SO3 dan SO4 yang dapat diserap oleh tanaman. 8 .11/27/2014 3. metionin. bentuk-bentuk S harus dimineralisasi oleh organisme tanah. Mineralisasi Sulfur pengubahan belerang secara organik menjadi bentuk anorganik transformasi senyawa tidak tersedia menjadi senyawa yang tersedia • Tanaman menggunakan sulfur dalam bentuk sulfat untuk membentuk asam amino yang merupakan komponen penting dari beberapa protein. vitamin B. • Ketika tanaman mati. tiosulfat. mikroorganisme tanah mendegradasi protein menghasilkan asam amino.

Mikrosporus 4.+ H2 O ROH + H+ + SO42- • Jenis mikroba yang berperan Penicillium. Suhu : mesofil c. 9 . khususnya pirit. b. jika dalam keadaan asam pelepasan sulfat lambat e. Adanya asam amino: mineralisasi lebih cepat Proses mineralisasi S: . Immobilisasi (Assimilasi) • terjadi sebagai hasil assimilasi unsurunsur hara oleh mikroorganisme tanaman • presipitasi sebagai sulfida logam. pH : netral. Adanya oksigen (O2) dan keadaan aerob: reaksi lebih cepat.11/27/2014 Faktor –faktor yang mempengaruhi mineralisasi S a. Kelembapan : relatif rendah dan tidak tergenang d.langsung menggunakan sel mikroorganisme . Aspergillus.tidak langsung penggunan enzim Sulfatase R – O – SO3.

CH3SH. CS2. Lichen dapat berfungsi sebagai bioindikator yang baik terhadap polusi SO2 10 . CH3SSCH3. dan CoS. aktinomiset) sebanyak 0. CH3SCH3. • Jika kandungan S pada bahan organik rendah. fungi. Volatilisasi Beberapa sulfida-sulfida volatil dihasilkan di tanah akibat degradasi mikroorganisme terhadap bahan organik pada kondisi aerob dan anaerob adalah H2S. maka akan dimobilisasi untuk kebutuhan mikroorganisme • Rasio C : S yang baik untuk terjadinya imobilisasi biasanya berkisar antara 200:1 sampai 400:1.11/27/2014 Immobilisasi / Asimilasi • Senyawa sederhana S diimobilisasi ke dalam sel mikroba (bakteri.1-1% berat kering.