Anda di halaman 1dari 35
DIAGNOSA KLINIK Diagnosis Klinik : Simpulan Berdasarkan Gejala Klinis Ada 2 Jenis Diagnosis Diagnosis Klinik Diagnosis Pasca Mati Staf Pengajar : drh. Rusli, MS Dr. Drh. T. Fadrial Karmil, Msi drh. Zuhrawati NA, MS drh. M. Hasan, Msi drh. Amiruddin, MP drh. Syafruddin, MP drh. Nuzul Asmilia, Msi drh. Roslizawaty, MP (RS) Koor (TFK) (ZW) (MH) (AM) (SY) (NA) (RZ) Penilaian  Diskusi 20% Afektif (Kedisiplinan dan kerapian) Aktifitas Pemahaman    Praktikum Midterm Final 30% 25% 25% Jadwal Kuliah : Kelas 01/ruang 4 dan 5 No Tanggal Topik Dosen 1 04 Febr. 2016 Pengenalan Symptom, sinyalemen & anamnesis RS 2 11 Febr. 2016 Lanjutan (Diskusi) RS 3 18 Febr. 2016 Restrain dan pem’ sistem muskuloskeletal SY 4 25 Febr. 2016 Lanjutan (Diskusi) SY 5 03 Maret 2016 Pemeriksaan sistem alat respirasi AM 6 10 Maret 2016 Lanjutan (Diskusi) AM 7 17 Maret 2016 Pemeriksaan sistem alat pencernaan MH 8 24 Maret 2016 Lanjutan (Diskusi) MH 9 31 Maret 2016 Ujian Tengah Semester TIM 10 7 April 2016 Pemeriksaan sistem urinari dan genitali TFK 11 14 April 2016 Lanjutan (Diskusi) TFK 12 21 April 2016 Pemeriksaan sistem saraf ZW 13 28 April 2016 Lanjutan (Diskusi) ZW - 05 Mei 2016 Kenaikan Yesus Kristus 14 12 Mei 2016 Pemeriksaan kulit, bulu, mata dan telinga NA 15 19 Mei 2016 Lanjutan (Diskusi) NA 16 26 Mei 2016 Pem. sistem sirkulasi RZ 17 02 Juni 2016 Lanjutan (Diskusi) RZ - Tujuan; Agar pengobatan efektif Mengetahui mungkinkah dilakukan pengobatan Kepentingan pengendalian penyakit Seekor hewan sakit, yang disebabkan oleh suatu penyakit tertentu dapat dikenali dengan adanya kelainan-kelainan dibandingkan dengan hewan sehat/normal Hewan sehat adalah suatu status kondisi tubuh hewan dengan seluruh sel yang menyusunnya dan cairan tubuh yang dikandungnya secara fisiologis berfungsi normal. Kelainan-kelainan 1. 2. 3. meliputi : Kelainan strukturil (anatomis) Kelainan fungsionil (fisiologis) Kedua-duanya (strukturil dan fungsionil) Kelainan-kelainan tersebut bisa terjadi secara kualitatif, kuantitatif atau kedua-duanya sekaligus Kelainan ini dinamakan dengan symptom atau gejala penyakit atau tanda-tanda penyakit Dengan kata lain symptom merupakan kelainan strukturil atau fungsionil dari suatu organ yang disebabkan oleh suatu penyakit pada seekor hewan yang sakit SYMPTOM Symptom objektif, symptom yg dapat dikenali oleh panca indra, misalnya abses & vulnus Symptom subjektif, symptom diperoleh berdasarkan kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan, misalnya gatal-gatal karena tungau Symptom pathognomonis, tanda-tanda penyakit yang khas (jelas) pada suatu penyakit tertentu seperti kejang/spasmus pada penyakit tetanus Berdasarkan gejala atau symptom yang diperoleh pada suatu pemeriksaan, maka dapat disimpulkan “Penyakit apa yg menyebabkan adanya symptom tersebut” Mengambil kesimpulan dari hasil p’saan/ berdasarkan gejala-gejala atau symptom dinamakan membuat “diagnosa” Diagnosa ada :  Diagnosa symptomatis, yaitu ikterus akibat dari gangguan fungsi hati  Diagnosa kemungkinan/tentatif dignosa  Diagnosa etiologis/causalis PROGNOSA Memberi pendapat kepada sipemilik hewan tentang penyakit yang dideritanya. Apakah hewannya bisa sembuh dlm waktu singkat/ lama, sembuh tapi cacat, tidak bisa sembuh atau ragu & sembuh atau tidak sembuh Prognosa dapat dibagi :  Fausta, dpt sembuh setelah diobat  Dubius, ragu akan kesembuhan dan ketdk sembuhan pasien tersebut  Infausta, diperkirakan tidak akan sembuh TERAPI  Pengobatan Berdasarkan Simtomatis  Anti diare bagi kasus diare  Anti demam, hewan dengan tanda-tanda demam Pengobatan Kausalis  Antibiotik untuk kasus infeksius  Anti alergi untuk kasus alergi Pengobatan  Vitamin Supporsif   Sehat secara faali/fisiologis Sehat secara fungsional/anatomis   Secara faali, fungsional atau , kedua-duanya Memperlihatkan gejala secara : objektif : panca indra  subjektif : kesimpulan  patognomonik : khas  FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT Instrinsik/dalam Spesies  Kelamin  Umur  Imunitas  Ekstrinsik/luar Pakan  Kandang  Iklim  Klasifikasi Berdasarkan Agen/bibit Penyakit Non Infeksi Gangguan metabolisme  Trauma, Neoplasma  Infeksi Bakteri atau Virus  Jamur  Toksemia/Keracunan  Parasit (Ekto, Endo dan Protozoar)   Ekto (Caplak, pinjal dan tungau)  Endo (Nema, Trematoda dan Cestoda)  Proto (flagella, Sporozoa & cilia) PROSES PENYAKIT PADA TUBUH  Proses yang berhubungan dengan perbarahan, disebut golongan peradangan dengan tanda (panca radang) : rubor (kemerahan) calor (panas) tumor (bengkak) dolor (sakit) punctiolaesa (gangguan fungsi)  Non peradangan neoplasma penyumbatan suatu saluran gangguan metabolisme CARA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENEMUKAN/MENGENALI GEJALA/SYMPTOM  INSPEKSI Melihat hewan secara keseluruhan dari jarak pandang secukupnya sebelum hewan didekati untuk suatu pemeriksaan lanjut  Yang diinspeksi adalah permukaan luar badan hewan dari daerah kepala hingga ekor, aspek kulit, rambut dll   PALPASI/PERABAAN  Mencari symptom dgn perabaan permukaan luar tubuh dengan tangan  Dilakukan disetiap bagian ragawi baik tengkorak, leher, bag. rongga dada/ thorak, bagian abdomen, pelvis, dan ekstremitas PERKUSI/MENGETUK Prinsip perkusi mengetuk /memukul alat untuk mengeluarkan denting atau gema. Cara ini mendengarkan pantulan gema yang ditimbulkan oleh alat pleximeter yang diketuk oleh palu/jari pemeriksa Perkusi diarahkan pd bidang datar di atas daerah yg dipenuhi udara pd bagaian di bawahnya (sinus, rongga dada dan daerah abdomen)  AUSKULTASI/MENDENGAR Mendengar suara yang ditimbulkan oleh aktifitas organ ragawi baik pada saat sehat maupun pada kasus tertentu lalu dievaluasi untuk mendapatkan keterangan kejadian pada organ yang mengeluar kan suara tersebut  Cara langsung/meggunakan stetoskop  MENGUKUR DAN MENGHITUNG Mengukur dan menghitung scr kuantitatif menggunakan satuan-satuan yg lazim Suara katup jantung pada saat sistolik & diastolik, suara paru-paru & pulsus dihitung dalam satuan kali/menit Panas ragawi dlm derajat Celcius MENCIUM ATAU MEMBAU Mengetahui perubahan aroma atau bau yang ditimbulkan dari lubang umlah hewan yang nantinya akan dapat menuntun pemeriksa fisik hewan Bau keton pada sapi perah menunjukkan adanya keseimbangan energi yg negatif dan berdampak pada performa produksi, bau ureum pada kejadian gagal ginjal PUNGSI PEMBUKTIAN/PR00F PUNCTIO Dilakukan dengan penusukan jarum steril atau trokar/pembedahan kecil/ sederhana ke titik orintasi fungsi Hasil dari suatu pungsi pembuktian dievaluasi aspek warna, kekentalan dan bau, bila perlu dikirim ke laboratorium tertentu. TES ALERGI Kulit dapat dipandang sebagai indikator alergi. Hampir semua kejadian alergi menyebabkan perubahan pada kualitas berupa kemerahan (hiperemi), kebengkakan (vasodilatasi) & pengembangan otot-otot serta panas PEMERIKSAAN LABORATORIUM Dilakukan dengan maksud membantu dan melengkapi data pemeriksaan fisik pada hewan agar dapat diperoleh keputusan diagnostik yang dapat dipertanggung jawab Pemeriksaan lain-lain. feses, urine, darah, sputum dan PEMERIKSAAN DGN ALAT DIAGNOSTIK LAIN Penggunaan alat untuk mendapatkan keteguhan diagnosa seperti Endoskopi (laringoskopi, bronkhoskopi, rektoskopi), Ultrasonografi, Elektrokardiografi, X-Ray, CT Scan, dll URUT-URUTAN PEMERIKSAAN 8. 9. 10. 11. 12. 13. IV. Alat-alat peredaran darah Alat-alat pencernaan Alat kelamin dan perkencingan Kelenjar susu/mammae Susunan saraf Alat-alat pergerakan Pemeriksaan Laboratorium a. b. c. d. V. VI. VII. VIII. Pemeriksaan urine dan feces Pemeriksaan darah Pemeriksaan kulit Pemeriksaan sputum, dll Diagnosa Diferensial diagnosa Prognosa Terapi TERIMA KASIH Pandangan Epidemiologi 1. Data klinik - Gejala menciri - Status ternak 2. Data labolatorik - Patologi - Mikrobiologi - agen/bibit penyakit - penegakkan diagnosa - penunjang penyidikan populasi