Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BENDA PADAT

STRUKTUR AWAL JEMBATAN

KELOMPOK 1

Amri Munawar

(1406607035)

Andiasti Nada A.

(1406532242)

Grace Oktaviana

(1406571331)

M. Dary Ardian

(1406603371)

Syifa Aulia

(1406573740)

Tanggal praktikum : 27 Februari 2016
Asisten praktikum

: Indradjati R.

Tanggal disetujui

:

Nilai

:

Paraf asisten

:

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2016

STRUKTUR AWAL JEMBATAN

A.

Tujuan Percobaan
Mengetahui reaksi vertikal pada tiap perletakan di mana terdapat alat baca,
memperoleh garis pengaruh untuk tiap-tiap reaksi, dan mempelajari kegunaan dari garis
pengaruh untuk beban bergerak.

B.

C.

Peralatan Percobaan
1.

Jembatan bagian Kiri

2.

Jembatan bagian kanan

3.

Gantung di tengah

4.

Pilar pendukung ujung

5.

Pilar pendukung bagian dalam

6.

Alat baca

7.

Beban bergerak

Teori

Gambar 1. Peralatan Model Struktur Awal Jembatan

3. Garis pengaruh gaya reaksi (pada tumpuan). ditunjukkan oleh ordinat dibawah beban satuan tersebut berada.Garis pengaruh adalah suatu grafik atau diagram yang ordinatnya menunjukan besar dan sifat dari reaksi atau gaya-gaya dalam pada suatu titik yang ditinjau dengan muatan beban bergerak yang melintas pada suatu konstruksi dengan kedudukan yang selalu berubah. Jeman dan selanjutnya dikembangkan oleh Jacob Weyranch (1873). sehingga kita harus tepat dalam memperkirakan besaran gaya maksimum atau kritis yang terjadi. Pada perhitungan statika pada suatu kontruksi batang atau kerangka batang dengan gaya-gaya dan beban mati kita menentukan suatu potongan sembarang untuk penentuan gaya-gaya dalam. Besarnya nilai reaksi atau gaya-gaya dalam untuk titik yang ditinjau tersebut. Dengan memperhatikan bentuk garis pengaruh maka gaya batang maksimum dapat ditentukan dengan mudah. Kedudukan yang berubah ini mengakibatkan besaran gaya yang diterima pada setiap elemen struktur berbeda-beda. Garis Pengaruh RA Muatan bergerak P biasanya diasumsikan dengan P = 1 t Bila beban P terletak di tumpuan B maka : ∑MB = 0 RA .(Ndufi.2012) Garis pengaruh dibedakan menjadi: 1. L = 0 RA = 0 ∑MA = 0 - RB . Garis pengaruh gaya lintang (pada suatu penampang). Garis pengaruh momen (pada suatu penampang). 2. Dengan pengetahuan ini kita dapat menentukan titik tangkap dari gaya atau beban yang kita perlukan pada penentuan gaya dalam yang maksimal dan yang minimal.2010). L + P. Penentuan posisi titik kritis atau maksimum dapat menggunakan garis pengaruh. L = 0 Rb = P . Konsep ini dipublikasikan oleh Emil Winkler (1868) di Dresden. Juga gaya-gaya beban yang bergerak kita harus tahu diamana potongan sembarang bermanfaat dan untuk gaya dalam yang mana kita harus menentukan garis pengaruh.(Wesli.

2. Alat yang disediakan untuk mengatur masing-masing alat baca secara horizontal (kalibrasi alat beban) dan vertikal (untuk tujuan peng-nolan). Menggunakan data itu untuk memplot ordinat akibat reaksi bertikal terhadap posisi beban yang lebih besar di grafik. Pengaruh dari getaran disebabkan oleh gerakan di sekitar alat sebagai contoh. Membaca skala alat baca. tempatkan di ujung kiri jembatan. Prosedur Percobaan Persiapan Alat 1. baca semua alat bacanya yang berjumlah 6 buah. 4. 0 . Masing-masing pergerakan dibuat dari beryllium. Masing-masing pembagian dari alat baca mewkili beban 0. hentikan secara vertikal di atas masing-masing titik perletakan untuk meyakinkan bahwa alat baca tepat satu putaran di bawah pengaruh beban.1 N. supaya dijaga agai minimum. lihatlah pilar pengukur beban yang terpisah. Mengatur kaki-kaki penyokong jika dibutuhkan dan mengencangkan bautbautnya. Menyiapkan alat seperti yang ditunjukkan seperti diagram di atas. Mengambil beban bergerak (50 N & 25 N). Uji nilai kalibrasi dengan menggerakan beban lebih besar melalui jembatan. Menghubungkan dengan kuat dan meratakan rangkanya. Mengambil pembacaan dari 6 alat untuk posisi yang berbeda dari 2 beban tersebut karena beban itu digunakan melalui jembatan. 5. 3. 3. 2. Menggerakkan beban tersebut sehingga beban berada tepat di atas alat baca. Menggabungkan beban besar dan kecil dengan kawat yang disediakan dan menaruhnya di sisi kiri jembatan. Bagian jembatan didukung di atas pivot dan roller yang mengizinkan gerakan lateral akibat beban. Garis pengaruh Dalam percobaan ini semua garis pengaruh akan disebabkan oleh reaksi vertikal. Beban Bergerak 1. 1. Uji dengan menekan ke bawah jembatan tersebut di berbagai tempat di mana alat bacanya akan memberikan pembacaan.D. Setelah yakin bahwa landasan dari masing-masing alat baca secara pendekatan di garis tengah. 3. 2.

Bentangan AB ( 0 ≤ x1 ≤ 250) Va = 𝐿−𝑋 𝐿 xP → L→panjang bentang X→Posisi beban dari perletakan P→Gaya Luar x1 =0 250−0 →Va = 250 x1 =1 𝑋 Vb = 𝐿 x P 0 Vb = 250 x 1 Vc= Vd = Ve =Vf =0 = 0 (karena tidak ada gaya luar yang bekerja) b.E.8 Vd =0 Ve-Vd-Vf =0 Vf= 0-0 =0 . Bentangan CD ( 0 ≤ x3 ≤ 250) X3=0→ Vc = Vc = 𝐿−𝑋 𝐿 xP 250−0 250 x1 =1 𝑋 Vd = 𝐿 x P Vd = ∑Ma=0→ ∑V=0→ ∑Mf=0→ ∑V=0→ 0 250 x1 =0 Vc. Pengolahan data percobaan 1.250 =0 Vb= 1.8 Vc = 1. Reaksi perletakan untuk beban satu satuan a.8 Vb-Vc-Va =0 Va= 1-1.450-Vb.250 =0 Ve= 1.8 = -0.450-Ve.8 Vd. Bentangan BC ( 0 ≤ x2 ≤ 200) Va = 0 (tidak ada gaya luar yang bekerja ) X2=0→ Vb = 𝐿−𝑋 xP 𝐿 200−0 Vb = 200 x1 =1 𝑋 Vc= 𝐿 x P Vc= Vd= Ve = Vf 0 200 x1 =0 = 0 (tidak ada gaya luar yang bekerja) c.

7 0.45 0. Bentangan EF ( 0 ≤ x5 ≤ 250) Va=Vb=Vc=Vd Ve = 𝐿−𝑋 𝐿 =0 (tidak ada gaya luar yang bekerja) xP X5=0→ Ve= 𝑋 250−0 250 0 Vf = 𝐿 x P → Vf= X5=250→ Ve= 250 x1 =1 x1 250−250 250 =0 x1 250 Vf= 250 x 1 NO 1 2 3 4 5 6 X (m) 0 0.8 0 0 0 =0 =1 Vc (N) 0 0 1 0 0 0 Vd (N) 0 0 0 1 0 0 Ve (N) 0 0 0 1.8 d.8 = -0.8 0 1 .8 1 0 Vf (N) 0 0 0 -0.𝑋 X3=250→ Vd = 𝐿 x P 250 Vd= 250 x 1 =1 0 Vc= 250 x 1 ∑Ma=0→ ∑V=0→ ∑Mf=0→ ∑V=0→ =0 Vc.8 Ve-Vd-Vf =0 Vf= 1-1.450-Ve.9 0.8 0 0 0 Vb (N) 0 1 1.8 Vd = 1.250 =0 Vb= 1.115 Va (N) 1 0 -0.250 =0 Ve= 1.450-Vb.8 Vc =0 Vb-Vc-Va =0 Va= 0-0 =0 Vd.25 0.

7 0.15 Va (N) 25 12.35 0.5 25 35 45 22.5 25 0 0 0 0 Ve (N) 0 0 0 0 0 22.5 0 0 0 0 0 Vd (N) 0 0 0 0 0 12.8 0.5 0 Vf (N) 0 0 0 0 0 -10 -20 -10 0 12.5 0 0 0 0 0 Vc (N) 0 0 0 0 25 12.025 1.5 25 .5 45 35 25 12.575 0.2.45 0.5 0 -10 -20 -10 0 0 0 0 0 Vb (N) 0 12.125 0. NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Hasil perhitungan untuk beban 25 N X (m) 0 0.9 1.25 0.

25 0.7 0. NO 1 2 3 4 5 6 Hasil perhitungan untuk beban 50 N X (m) 0 0.115 Va (N) 50 0 -40 0 0 0 Vb (N) 0 50 90 0 0 0 Vc (N) 0 0 50 0 0 0 Vd (N) 0 0 0 50 0 0 Ve (N) 0 0 0 90 50 0 Vf (N) 0 0 0 -40 0 50 .45 0.3.9 0.

2 0.2 Vd (N) -0.7 -0.5 0.75 -2 -3.05 -0.3 -3.5 36.3 -0.3 -13.6 -0.15 0.7 -10.2 -0.4 -0.8 79.05 -0.3 Vc (N) -0.5 Vb (N) 50 34 44 37.5 30 14.1 5.4.4 Vf (N) 0.35 0 -0.35 0.1 0.4 5.9 1.5 -0.5 -5.15 -0.1 0.35 0.5 14.2 -2.17 0.6 13.2 23.2 -4.5 -4 -4.2 0. NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Hasil pengukuran untuk beban 25 N X (m) 0 0.2 41.5 -0.05 -14.5 -0.8 0.9 .25 0.5 -1.2 -0.575 0.7 16.8 57.15 -0.5 0.4 -7.5 59.1 -1 -10 -18 0.4 0.8 -19.125 0.7 0.150 Va (N) 8.35 Ve (N) -0.025 1.75 -1.45 0.

2 -0.8 Vf (N) 19.15 -0.5 55 -0.2 5.1 5.2 -0.8 9.25 0.8 1.5.8 76. NO 1 2 3 4 5 6 Hasil pengukuran untuk beban 50 N X (m) 0 0.4 41 .1 Vd (N) -0.9 8.6 -15.115 Va (N) 133.6 31.2 28.9 -0.4 -0.5 -0.35 -27 24.15 -0.4 68 -3.5 -18.7 0.6 -19.6 9.8 Vb (N) 1 49.5 -1.3 Ve (N) 0.45 0.2 -0.4 Vc (N) -0.2 108.9 0.

5 N 3.6. Beban di DE Vd1= Vd2= 200−0 200 𝑥50 200−100 200 𝑥25 = 50 N = 12. Beban di CD 250−0 Vc1= Vc2= 250 𝑥50 250−10 250 𝑥25 Fmax= 50+15 = 50 N =15 N = 65 N 4.5 N = 62. Beban di BC Vb1 = Vb2 = 200−0 200 𝑥 50 200−100 200 𝑥25 Fmax = 50 N = 12. Hasil perhitungan untuk beban roda gandar max 1.5 N . Beban di AB 250−0 Va1= Va2= 250 𝑥50 250−100 250 𝑥25 Fmax= 50+15 = 50 N =15 N = 65 N 2.

6 0.45 0.5 65 55 X (m) 0 0.Fmax= 50+6.6 Y2 0.8 1 0.6 1 1.7 1.5 N 5.4 1 Fmax (N) 65 62.5 65 62.25 = 62.05 .6 1. Beban di EF Ve1= Ve2= 250−0 250 𝑥50 250−100 250 𝑥25 Fmax= 50+15 250 Vf1= 250 𝑥25 150 NO 1 2 3 4 5 6 = 50 N =15 N = 65 N = 25 N Vf2=250 𝑥50 = 30 N Fmax= 25+30 = 55 N F1 (N) 50 50 50 50 50 50 F2 (N) 25 25 25 25 25 25 Y1 1 1.6 1.8 0.45 0.08 0.

25 0.25 Va (%) 64.125 0. Hasil percobaan untuk beban roda gandar max NO 1 2 3 4 5 6 Fmax (N) 136 69.15 Perhitungan Kesalahan Relatif ( % kesalahan relatif ) =| 𝑉𝑎𝑛𝑎𝑙𝑖𝑡𝑖𝑠−𝑉𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑢𝑚 𝑉𝑎𝑛𝑎𝑙𝑖𝑡𝑖𝑠 | x 100 % 1.7 0.8 39 - Vb (%) 172 76 Vc (%) - Vd (%) - Ve (%) - Vf (%) - .4 28 91.9 1.7.1 58.45 0. Kesalahan relatif untuk beban 25 N NO 1 2 3 X (m) 0 0.4 X (m) 0 0.2 79.

0 10 104 - 100.45 0.9 1. Dial yang dipakai mempunyai ketelitian sampai 0.7 0.1 55 40 6 X (%) 0 44. 7.2 24.2 216 - 160 43 - 4.025 1.6 28.4 66 191.8 0.5 Analisis 1.3 Vc (%) 10 - Vd (%) 43.4 - Vf (%) 179 18 Kesalahan relatif untuk beban 50 N X (m) 0 0.575 0.2 - 233 31.7 0. Kalibrasi berguna agar pembacaan reaksi gaya akurat sehingga mengurangi kesalahan dalam praktikum.5 9.4 203.1 33.7 - Fmax (%) 109 10 22.5 1 34.5 - Vb (%) 1.45 0.01 N dan mempunyai skala hingga 100.15 4 5 6 7 8 9 10 11 2. Analisa Percobaan Langkah awal sebelum praktikum dilaksanakan adalah mengkalibrasi dial atau alat pembaca reaksi gaya pada masing-masingperletakan.3 67.25 0.0. .4 32. NO 1 2 3 4 5 6 3.8 63. 1 unit di jarum kecil sama dengan sekali puutaran jarum besar.6 - Ve (%) 20 52.35 0. Cara pembacaan dial yaitu dengan mengasumsikan putaran searah jarum jam berarti gaya positif ( kebawah) dan putaran berlawanan arah berarti gaya negatif (arah keatas).4 - Kesalahan relatif untuk beban roda gandar max NO 1 2 3 4 5 6 F. Dial juga mempunyai jarum kecil yang mempunyai skala lebih besar.4 0 16.9 1.15 Va (%) 167 32.

Setelah beban berhenti maka dilakukan pembacaan skala ke-enam alat ukur atau dial yang ada. reaksi gayanya bakal selalu berubah tergantung pergerakan beban. sehingga mengangkat beban tidak bisa memenuhi tujuan praktikum ini. beban tersebut berhenti dengan posisi beban 50 N tepat berada diatas perletakan. Pembacaan dial hanya dilakukan pada perletakan saat beban berhenti. tetapi dengan menggunakan 50 N dan hanya menghitung reaksi perletakan saat beban berhenti di atas perletakan. Beban yang berupa silinder pejal berjalan sepanjang jembatan dan berhenti di tiap-tiap perletakan dan di tengah-tengah antara 2 perletakan. sehingga bisa dikatakan nilai Fmax suatu perletakan ada saat beban berhenti tepat diatasnya. Sama seperti percobaan sebelumnya untuk mengecek tingkat kebenaran data yang didapatkan. Hasil yang didapatkan menjadi acuan tingkat kebenaran data percobaan. Gabungan beban tersebut bergerak di sepanjang struktur jembatan dari kiri ke kanan. juga dilakukan hal yang sama dengan percobaan pertama. Untuk percobaan kedua. Hal itu karena pada percobaan ini praktikan mencari nilai Fmax. maka perlu dihitung reaksi perletakan secara analitis. . maka perlu di hitung reaksi perletakan maksimum secara analitis. terutama pada bentangan 200 mm. Tujuan dari percobaan pertama dan kedua adalah memahami konsep garis pengaruh yang telah dipelajari di mekanika struktur (statika). Pada tiap-tiap perletakan. Hasil perhitungan tersebut menjadi acuan tingkat kebenaran data yang didapatkan pada kedua percobaan.Pembacaan positif-negatif berguna karena pada setiap perletakan. Pada percobaan pertama praktikan menggunakan beban sebesar 25 N yang bergerak di sepanjang struktur jembatan dari kiri ke kanan atau dari perletakan A ke perletakan F. Tujuan dari percobaan ketiga adalah memahami konsep beban gandar yang berjalan pada suatu struktur. Jarak 10 cm membuat beban 25 N berada tepat berada ditengah bentangan saat beban 50 N berada diatas perletakan. Untuk mengecek tingkat kebenaran data yang di dapatkan. tidak boleh diangkat karena keadaan statis benda berbeda dengan keadaan dinamis. Pada percobaan ketiga menggunakan beban roda gandar dengan berat 25 N dan 50 N yang dihubungkan oleh kawat dengan panjang 10 cm. Hal yang paling penting yang perlu diperhatikan adalah beban harus digerakkan atau dijalankan.

reaksi perletakan Ve. Namun kedua gambar garis pengaruh tersebut tidak sesuai atau melenceng jauh dengan garis pengaruh secara analitis maka boleh disimpulkan bahwa nilai percobaan yang didapatkan tidak sesuai seperti yang diharapkan. sedangkan sisanya adalah induk balok. dan Vb hanya ada ketika beban begerak sepanjang A-D. terlebih dahulu kita menghitung garis pengaruh pada struktur jembatan akibat gaya luar satu unit/ satuan. Hal ini dapat terjadi karena beban pada induk balok tidak akan mempengaruhi anak balok. Sehingga jumlah data yang didapatkan keduanya berbeda. dan reaksi perletakan Vc. Analisa Hasil Sebelum menghitung garis pengaruh pada beban 50 N dan 25 N. Kesalahan yang terjadi disebabkan oleh banyak faktor yang akan dibahas pada analisa kesalahan. Dari gambar garis pengaruh reaksi perletakan akibat beban satu satuan (25 N dan 50 N). Perhitungan ini sangat dibutuhkan untuk menjadi acuan dalam perhitungan selanjutnya yaitu perhtiungan garis pengaruh akibat beban 25 N dan 50 N. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa percobaan ini memiliki nilai kesalahan yang cukup tinggi. Garis pengaruh beban gandar secara percobaan tidak sesuai yang diharapkan karena dibeberapa titik menyimpang cukup jauh. dan Vf juga hanya ada ketika beban bergerak sepanjang C-F. Perhitungan ini juga dibutuhkan untuk jadi dasar pola gambar garis pengaruh pada perletakan akibat suatu gaya luar. Secara umum beban maksimum terjadi saat beban maksimum tepat berada diatas perletakan. dan Vd hanya ada ketika beban bergerak sepangjang C-D. dapat terlihat secara umum bahwa reaksi perletakan Va. Pada percobaan kedua praktikan melakukan pengukuran pada 11 titik. Pada percobaan ketiga. .2. tetapi beban pada anak balok tetap akan mempengaruhi induk balok. sedangkan pada percobaan kedua praktikan hanya melakukan pengukuran 6 titik. Pada pengujuran 11 titik mendapatkan 11 data sehingga lebih tepat dan lebih detail menggambarkan garis pengaruh pada struktur jembatan tersebut akibat gaya luar. dimana anak balok adalah CD. Dari gambar garis pengaruh beban gandar dapat terlihat perbandingan antara analitis dengan percobaan. reaksi perletakan maksimum didapatkan pada saat beban maksimum berada tepat pada titik nilia maksimum perletakan.

9 1.15 Va (%) 64. 1.5 1 34. praktikan susah menetukan titik acuannya.2 216 - Vd (%) 160 43 - Ve (%) 4.125 0.575 0.45 0.01 sehingga sangat mempengaruhi data yang didapatkan.4 66 191.3 . Percobaan pertama beban 25 N NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 X (m) 0 0. 5. Terkadang saat pembacaan dial praktikan lupa mengalikan unit terbaca dengan skala 0.7 0. Data kesalahan relatifnya sebagai berikut : a. 3.4 32.7 - Vc (%) 100. Ada 2 dial yang titik acuan jarum kecil tidak berada di angka 0 sehingga ketika dial jarum besar berputar beberapa kali putaran.35 0.1 33. Praktikan tidak sengaja menyentuh (menumpang) pada penyangga struktur jembatan yang mempengaruhi pembacaan dial. atau kesalahan acak. Hal itu mempengaruhi pembacaan nilai.2 - Vf (%) 233 31.3. Pembacaan dial yang terkesan cepat sehingga data yang didapat belum mendekati data analisis. 2.025 1. Analisa Kesalahan Kesalahan yang terjadi saat praktikum ini sangat mempengaruhi nilai yang didapatkan.8 63. Kesalahan disebabkan oleh berbagai faktor seperti kesalahan manusia (praktikan).8 39 0 10 104 - Vb (%) 172 76 7.8 0.4 203. 4.3 67. Praktikan tidak cakap dalam mengoperasikan (membaca) alat dial atau pembaca reaksi perletakan. alat (instrumen pengukur).25 0.

4 - c. Percobaan ketiga beban roda gandar NO 1 2 3 4 5 6 Fmax (%) 109 10 22. Percobaan kedua beban 50 N NO 1 2 3 4 5 6 X (m) 0 0.4 - Vc (%) 10 - Vd (%) 43.5 Vf (%) 179 18 .5 - Vb (%) 1.1 55 40 6 X (%) 0 44.4 0 16.7 0.5 9.9 1.2 24.15 Va (%) 167 32.45 0.b.6 28.25 0.6 - Ve (%) 20 52.

Hasil praktikum tidak benar-benar sesuai dengan teori. seperti tidak bisa membaca dial. Mc gtraw-Hill. NO 1 2 3 4 5 6 X (m) 0 0. . Analisa struktrur: analisa garis pengaruh. H. analisa struktur.8 0 1 2. Prenhallindo (alih bahasa) 4.9 0. Fundamentals of structural analysis. Dkk.8 0 0 0 Vc (N) 0 0 1 0 0 0 Vd (N) 0 0 0 1 0 0 Ve (N) 0 0 0 1.115 Va (N) 1 0 -0. Garis pengaruh untuk satu satuan beban. 2011. 3.8 1 0 Vf (N) 0 0 0 -0. Kesimpulan Dari praktikum ini dapat diambil kesimpulan yang dapat menjawab tujuan praktikum: 1. 3. Hibbeller. Universitas brawijaya. 2008. Bibliografi 1.7 0. kenneth M. PT.45 0. 1999. Reaksi perletakan pada induk balok hanya ada ketika beban berjalan di sepanjang induk balok tersebut.G. Reaksi perletakan maksimum didapatkan jika posisi beban barada pada ordinat terbesar. Reaksi perletakan pada anak balok hanya ada ketika beban berjalan di sepanjang anak balok tersebut. 2. Garis pengaruh pada Struktur rangka batang. dan pada anak balok. Leet.C. R. dikarenakan oleh beberapa faktor. 5.8 0 0 0 Vb (N) 0 1 1. 2004. 4. ITP.25 0. Garis pengaruh berguna untuk memperlihatkan bentuk grafis besar pengaruh satu satuan beban atau gaya luar pada satu titik dalam suatu struktur.

LAMPIRAN .