Anda di halaman 1dari 4

DEFINISI

Disminore adalah nyeri kram (tegang) daerah perut
mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya
perdarahan haid dan dapat bertahan selama 24-36
jam meskipun beratnya hanya berlangsung selama
24 jam pertama.(Hendrik, 2006)

No Intervensi mengatasi nyeri
1. Kaji
keluhan
nyeri,
perhatikan
lokasi,
lamanya, dan intensitas
(skala 0-10). Perhatiakan
petunjuk verbal dan non
verbal.
2. Bantu dalam memberikan
posisi yang nyaman.
3.
4.
5.
6.

KLASIFIKASI

Berikan kompres dingin
pada perut.
Berikan kompres hangat
pada perut.
Latihan rileksasi
Berikan
obat
sesuai
dengan
indikasi
;
analgetik.

dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital

DISMINOR
E

karena siklus-siklus haid pada bulan-bulan
pertama setelah menarche umumnya berjenis
anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri.

3.

4.

Beri motivasi px Untuk
untuk makan banyak/ energy px.
sesuai dengan diit.

5.

Kolaborasi : berikan D5 merupakan
infus D5.
peranteralglukosa.

Konstitusi,
kejiwaan,

meningkatkan

cairan

obstruksi kanallis
servikalis

No Intervensi mengatasi nyeri
1. Kaji
keluhan
nyeri,
perhatikan
lokasi,
lamanya, dan intensitas
(skala 0-10). Perhatiakan
petunjuk verbal dan non
verbal.
2. Bantu dalam memberikan
posisi yang nyaman.

4.
5.
6.

Berikan kompres dingin
pada perut.
Berikan kompres hangat
pada perut.
Latihan rileksasi
Berikan
obat
sesuai
dengan
indikasi
;
analgetik.

Pengeluaran
darah haid
Melawati canalis
servikalis yg
sempit

Mengeluarkan
prostaglandin
Kontraksi
uterus

3.

DEFINISI
Perdarahan
haid yang lebih
banyak dari normal (> 80 ml)
atau perdarahan berlebihan
dalam waktu 8-10 hari

Peningkatan lengan ,ukuran baju dan
adanya drain mempengaruhi kemampuan
pasien untuk rileks dan tidur/ istirahat
secara efektif.
Meningkatkan rasa nyaman dengan
menurunkan vasodilatasi.
Meningkatkan sirkulasi pada otot yang
meningatkan relaksasi dan mengurangi
ketegangan.
Meningkatkan produksi hormon endhorfin
Memberikan pereda atau penghilang,
ketidak nyamanan /nyeri.

Penurunan hormon
progesteron

beberapa waktu setelah 12 bulan lebih, oleh

genitalis. Sedangkan menurut Hacker (2001)

1.

Intervensi
Rasional
Intoleransi aktivitas
Kaji kekuatan otot px. Untuk
mengetahui
kekuatan otot px.
Observasi KU dan Untuk
mengetahui
TTV.
perubahan keadaan px.
Batasi aktivitas px Untuk
menyesuaikan
sesuai
kemampuan kemampuan
dengan
px.
aktivitas px.

luteum

yang nyata. Dismenore primer terjadi bersamaan/

adalah nyeri haid yang disertai kelainan anatomis

No

2.

PATOFISIOLO
GI Korpus

Disminore Primer adalah nyeri haid yang

Dismenore Sekunder menurut Manuaba (2001)

Rasional
Menbantu dalam mengidentifikasi derajat
ketidak
nyamanan
dan
kebutuhan/keefektifan analgesic.

Peningkatan lengan ,ukuran
baju
Kontraksi
dandan
spame3.
adanya drain mempengaruhi
ototkemampuan
polos di sal.
pasien untuk rileks dan gastrointestinal
tidur/ istirahat
secara efektif.
Meningkatkan rasa nyaman dengan
4.
menurunkan vasodilatasi.
Meningkatkan sirkulasi pada otot yang
meningatkan relaksasi dan mengurangi
ketegangan.
5.
Meningkatkan produksi hormon endhorfin
Memberikan pereda atau penghilang,
ketidak nyamanan /nyeri.

Penyakit :
Endometrio
sis,
Inflamasi
pelvis,
adenomiosi
s, kista
ovarium,

Nyeri
Haid

Iskemia
uterus,
penurunan
ambang nyeri

Rasional
Menbantu dalam mengidentifikasi derajat
Tekanan darah
Vasodilatasi
No
Intervensi
ketidak
nyamanan
dan
pembuluh darah
Intoleransi menurun
aktivitas
kebutuhan/keefektifan analgesic.
1. Kaji kekuatan otot px. Untuk
Kontraksi
vesika urinaria 2.

MK :
Nyeri

MK : Intoleransi
aktivitas

Rasional
pusin
g

mengetahui
kekuatan
otot
px.
Sering
MK : gangguan
Observasi
mengetahui
berkemihKU dan Untuk
keseimbangan cairan
TTV.
perubahan keadaan px.
dan elektrolit
BatasiMual,
aktivitas
px Untuk
menyesuaikan
muntah,
sesuai
kemampuan
kemampuan
dengan
diare
px.
aktivitas px.
Beri motivasi px Untuk
untuk makan banyak/ energy px.
sesuai dengan diit.

meningkatkan

Kolaborasi : berikan D5 merupakan
infus D5.
peranteralglukosa.

cairan

Nyeri Haid  Rangsanga n estrogen yg  Mioma uteri . infeksi Gg  pelepasan endometrium. atau perdarahan diluar siklus haid. Penyakit Folikel tidak berkembang Penurunan hormon ESTROGEN permukaan endometrium lbh luas dan dg kontraktilitas yg terganggu Pengeluaran darah haid > 80 ml MK : Kekurangan volume cairan MK : Nyeri Lesu.  polip endometriu m. penurunan ambang nyeri Definisi perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid.Pemeriksaan diagnostik  Pemeriksaan umum PATOFISIOLO GI  Anamnesa medik – menstruasi Korpus luteum regresi  Pemeriksaan ginekologi  Hapusan Pap Smear  Pemeriksaan darah  Ultrasonografi transvaginal HIPERMENOR E/ MENORARGE Penurunan hormon progesteron  Biopsi endometrium Mengeluark an prostagland Kontraksi uterus Iskemia uterus. Konstitusi. Lelah MK : gangguan perfusi jaringan MK : Intoleransi Aktifitas .

 polip endometriu m. penurunan ambang nyeri Nyeri Haid  Rangsanga n estrogen yg  Mioma uteri . Lelah MK : gangguan perfusi jaringan MK : Intoleransi Aktifitas . Penyakit Folikel tidak berkembang Penurunan hormon ESTROGEN permukaan endometrium lbh luas dan dg kontraktilitas yg terganggu Pengeluaran darah haid > 80 ml MK : Kekurangan volume cairan MK : Nyeri Lesu. Konstitusi.Pemeriksaan diagnostik  Pemeriksaan umum PATOFISIOLO GI  Anamnesa medik – menstruasi Korpus luteum regresi  Pemeriksaan ginekologi  Hapusan Pap Smear  Pemeriksaan darah  Ultrasonografi transvaginal HIPERMENOR E/ MENORARGE Penurunan hormon progesteron  Biopsi endometrium Mengeluark an prostagland Kontraksi uterus Iskemia uterus. infeksi  Gg pelepasan endometrium.