Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

HUKUM PIDANA
PENERAPAN ASAS RETROAKTIF DALAM PRAKTEK

Disusun oleh:
Riva Atul .A

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM KADIRI – KEDIRI
TAHUN AJARAN 2014/2015

untuk itu saran dan kritik demi menyempurnakan makalah ini sangat di harapkan. namun masih disadari adanya kekurangan. Maka saya kami akan mencoba membahas tentang permasalahan Asas Retroaktif.KATA PENGANTAR Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha ESA. Semoga Allah SWT senantiasa meimpahkan RahmatNya kepada kita semua. karena atas limpahan rahmat dan hidayahNya lah Makalah ini dapat terselesaikan sesuai rencana. bahwa Asas Retroaktif selalu menjadi persoalah umum yang didapati di Negara Republik Indonesia. . Amin. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan Terima Kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Penulis telah berusaha memberikan penjelasan yang sedemikian rupa. Berdasarkan pengamatan .

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1 Devinisi Asas Retroaktif 2.2 Kontraversi Pemberlakuan Asas Retroaktif 2.2 Rumusan Masalah 1.4 Metode Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2.2 Penerapan Asas Retroaktif BAB III PENUTUP .3 Tujuan Penulisan 1.

Akan tetapi kondisi yang tercipta adalah hukum selalu tertinggal dari perkembangan masyarakat sehingga peristiwa-peristiwa yang sebenarnya merupakan perbuatan melawan hukum tidak dapat diatasi hanya karena hukumnya tidak ada atau belum ada. dan hukum selalu mengikuti perkembangan masyarakat. Meski demikian tidak semua perkembangan masyarakat memiliki dampak negatif.2 Rumusan Masalah 1. tercapainya tujuan kemasyarakatan dan kemanusiaan dan dampak negatifnya dapat berupa munculnya kejahatan yang mengancam kehidupan kemasyarakatan dan kemanusiaan. hukum seharusnya tidak perlu tertinggal dengan perkembangan masyarakat. Perkembangan masyarakat memiliki dampak yang positif berupa meningkatnya kualitas hidup. 1. maka penulis menggunakan metode kepustakaan. yakni: a.4 Metode Penulisan Untuk mempermudah dan membantu kelancaran dlam penuuisan yang dilaksnakan . industrialisasi. Kontraversi Pemberlakuan Asas Retroaktif 3. Aspek-aspek ini adalah urbanisasi.1 Latar Belakang Masyarakat selalu mengalami perubahan. Devinisi Asas Retroaktif 2. 1. artinya mempunyai kemungkinan untuk menimbulkan kejahatan. Kondisi ini tercipta karena hukum yang dikembangkan lebih ditekankan kepada hukum tertulis. akan tetapi Konggres PBB tersebut mengakui bahwa beberapa aspek penting dari perkembangan masyarakat dianggap potensial sebagai kriminogen. Dalam konteks yang demikian. Penulis juga menggunakan media Internet untuk sumber lainya. Penerapan Asas Retroaktif dalam praktek 1.BAB II PENDAHULUAN 1. perpindahan penduduk setempat. Tidak dapat ditentukan secara pasti bahwa perubahan masyarakat itu akan menimbulkan kejahatan sebagaimana ditetapkan dalam Forth United Nations Congress on the Prevention of Crime and the Treatment of Offender ataupun sebaliknya perubahan masyarakat mencegah terjadinya kejahatan. . Penulis mencari berbagai referensi buku sebagai sumber penulisan makalah ini. pertambahan penduduk. b.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini dimaksudkan untuk lebih mengetahui secara mendalam tentang masing – masing Hak yang dimiliki setiap orang. mobilitas sosial dan perubahan teknologi. yang pembuatan dan pemberlakuannya dilakukan melalui prosedur tertentu dan memakan waktu yang tidak pendek.

kemudian muncul dalam Konstitusi.” Adapun dasar pemikiran dari larangan tersebut adalah: a. hak untuk tidak disiksa. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. . berbangsa. Tokyo dan sebagainya sebagaimana telah diauraikan sebelumnya.1947-23. Salah satu konsekuensi dari ketentuan dari pasal tersebut adalah larangan memberlakukan surut suatu perundang-undangan pidana atau yang dikenal dengan istilah asas retroaktif. yaitu UUDS 1950 Pasal 14 ayat (2). asas retroaktif dimungkinkan melalui rumusan Pasal 28 J Undangundang Dasar Republik Indonesia 1945 yang menyebutkan: (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya ancaman pidana terhadap orang yang melakukan tindak pidana. penguasa berusaha mempengaruhi jiwa si calon pembuat untuk tidak berbuat. larangan pemberlakuan surut suatu peraturan pidana terdapat dalam Pasal 6 Algemene Bepalingen van Wetgeving voor Nederlands Indie (AB) S. Ketentuan internasional memberikan peluang untuk memberlakukan asas retroaktif. (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. Pada awalnya. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Pemberlakuan Asas Retroaktif sebaiknya tetap dipertahankan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Untuk menjamin kebebasan individu dari kesewenang-wenangan penguasa.1 Devinisi Asas Retroaktif Asas retroaktif adalah 3. hak untuk tidak diperbudak. Hal tersebut didasari oleh beberapa alasan yakni: a. b. Pidana itu juga sebagai paksaan psikis (teori psychologische dwang dari Anselm von Feurebach). dan bernegara. hak beragama. Secara yuridis.BAB II PEMBAHASAN 3. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum.2 Kontraversi Pemberlakuan Asas Retroaktif Hukum Pidana Indonesia pada dasarnya menganut asas legalitas sebagimana yang diatur dalam Pasal 1 ayat (1) KUHP yang menyatakan “Tiada suatu perbuatan dapat dipidana kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada sebelum perbuatan dilakukan”. Larangan asas retroaktif juga ditegaskan dalam Pasal 28 I ayat (1) Undangundang Dasar 1945 yang menyatakan: “Hak untuk hidup. bahkan telah menerapkan asas ini melalui pengadilan ad hoc di Nuremberg. nilai-nilai agama. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. keamanan. b.

e. . Adapun kualifikasi extra ordinary crime dapat dilihat pada jumlah korban. dampak psikologis yang ditimbulkan serta kualifikasi kejahatan yang ditetapkan oleh PBB. Asas retroaktif sangat diperlukan dalam mengadili kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Dengan demikian tidak ada pelaku yang dapat lolos dari jeratan hukum. d. cara dilakukannya kejahatan.c. Asas retroaktif merupakan senjata untuk menghadapi kejahatan-kejahatan baru yang tidak dapat disejajarkan dengan tindak pidana yang terdapat dalam KUHP ataupun diluar KUHP. penolakan terhadap asas retroaktif ini semata-mata hanya dilihat melalui pendekatan hukum tata negara saja tanpa memperhatikan aspek pidana (nasional dan internasional). Pemberlakuan asas retroaktif merupakan cerminan dari asas keadilan baik terhadap pelaku maupun korban. Sesuai dengan asas-asas hukum pidana internasional. f.