Anda di halaman 1dari 9

Makalah Fisika Dasar Gerak Lurus Berubah Beraturan

MAKALAH
GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN
(GLBB)
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Fisika Dasar

Nama
NIM

Disusun Oleh :
: Alifudin Assidiq Al Islamy
: 431007006140058

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN
INFORMATIKA DAN KOMPUTER
TASIKMALAYA
2014
KATA PENGANTAR

S.Si. dalam penyajiannya kurang sempurna kami harap bimbingan maupun saran sangat kami tunggu. guna perbaikan pada masa yang akan datang. . November 2014 Penulis BAB I PENDAHULUAN 1.Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikanmakalah mata kuliah “FISIKA DASAR”. Meskipun pada dasarnya makalah ini tidak dapat memenuhi target yang sesuai. Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Fisika Dasar di STMIK TASIKMALAYA. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini. dan kita seolah-olah tidak menanggapinya secara seksama dikarenakan tidak adanya sebuah kepentingan maupun keuntungan. pada Mata Kuliah Fisika Dasar di STIMIK Tasikmalaya. 1. Dalam kehidupan seharihari juga kita sering melihat atau menemui benda yang mengalami peristiwa gerak lurus berubah beraturan. Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini.1 Pendahuluan Pada dasarnya sebuah kehidupan sehari-hari tidak lepas dari sebuah peristiwa gerak lurus berubah beraturan.2 Tujuan Penulisan Dalam penyusunan makalah yang berjudul “Gerak Lurus Berubah Beraturan” ini adalah bertujuan sebagai berikut : 1. Tasikmalaya. Menindaklanjuti tugas dari dosen kami selaku mahasiswa secara konsisten harus segera merespon dengan sebuah tindakan yaitu dengan menyusun sebuah makalah dari berbagai sumber. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia. Memenuhi tugas Dosen dari Ibu Santi Suci Romdoni. maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Karena arah percepatan benda selalu konstan maka benda pasti bergerak pada lintasan lurus. kata percepatan digunakan ketika arah kecepatan = arah percepatan. khususnya Fisika. Walaupun besar percepatan suatu benda selalu konstan tetapi jika arah percepatan selalu berubah maka percepatan benda tidak konstan. Untuk gerakan satu dimensi (gerakan pada lintasan lurus). Demikian juga sebaliknya jika arah percepatan suatu benda selalu konstan tetapi besar percepatan selalu berubah maka percepatan benda tidak konstan. BAB II PEMBAHASAN 2. sedangkan kata perlambatan digunakan ketika arah kecepatan dan percepatan berlawanan. Menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan. Arah percepatan konstan = arah kecepatan konstan = arah gerakan benda konstan = arah gerakan benda tidak berubah = benda bergerak lurus.Besar percepatan konstan bisa berarti kelajuan bertambah secara konstan atau kelajuan berkurang secara konstan. 3. .3 Sistematika Penulisan Penyusun mengunakan metode pustaka yaitu mengumpulkan data-data dai buku dan atau artikel yang berhubungan langsung dengan judul yang diambil. 4.1 Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) jika percepatannya selalu konstan. Kami mengambil data yang kami anggap perlu walau bentuknya atau cara penyajiannya sangat sederhana kemudian kami tuangkan ke dalam bentuk makalah ini. Menambah Pustaka Kampus berupa Makalah sederhana di STIMIK Tasikmalaya.2. Percepatan merupakan besaran vektor (besaran yang mempunyai besar dan arah). 1. Percepatan konstan berarti besar dan arah percepatan selalu konstan setiap saat. Ketika kelajuan benda berkurang secara konstan. kadang kita menyebutnya sebagai perlambatan konstan. Merealisasikan hasil terapan yang telah diberikan Dosen pada Mata Kuliah Fisika Dasar di STIMIK Tasikmalaya.

Dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit ditemukan benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan. Setelah 4 detik benda bergerak dengan kelajuan 2 km/jam. bukan kecepatan). Setelah 1 detik. Setelah 3 detik mobil bergerak dengan kelajuan 6 m/s. Setelah 4 detik mobil bergerak dengan kelajuan 8 m/s. (kalau di GLB. arah percepatan = arah percepatan rata-rata. benda bergerak dengan kelajuan 8 km/jam. mobil bergerak dengan kelajuan 2 m/s. maka yang dimaksudkan adalah percepatan. Perhatikan bahwa ketika dikatakan percepatan. Demikian juga sebaliknya. Setelah 2 detik benda bergerak dengan kelajuan 6 km/jam. di mana perubahan kecepatannya terjadi secara teratur. 2. Nah. Jadi besar percepatan = besar percepatan rata-rata. kalau percepatan benda tersebut tetap sejak awal benda tersebut bergerak. percepatan benda tetap atau konstan alias tidak berubah. dalam gerak lurus berubah beraturan (GLBB).Contoh 1 : Besar percepatan konstan (kelajuan benda bertambah secara konstan) Misalnya mula-mula mobil diam. Setelah 3 detik benda bergerak dengan kelajuan 4 km/jam. karenanya percepatan benda sama dengan percepatan rata-ratanya. Bahwa percepatan . baik ketika hendak bergerak dari keadaan diam maupun ketika hendak berhenti. maka kita bisa mengatakan bahwa percepatan sesaat dan percepatan rata-ratanya sama. Demikian juga. Setelah 2 detik mobil bergerak dengan kelajuan 4 m/s. yaitu jika percepatan tidak berubah terhadap waktu (ingat bahwa yang dimaksudkan di sini adalah percepatan tetap. Kita bisa mengatakan bahwa mobil mengalami percepatan konstan sebesar 2 m/s per sekon = 2 m/s2. Contoh 2 : Besar perlambatan konstan (kelajuan benda berkurang secara konstan) Misalnya mula-mula benda bergerak dengan kelajuan 10 km/jam. Tampak bahwa setiap detik kelajuan benda berkurang 2 km/jam. maka yang dimaksudkan adalah percepatan sesaat. percepatan benda selalu konstan setiap saat. banyak situasi praktis terjadi ketika percepatan konstan/tetap atau mendekati konstan. telah disebutkan bahwa dalam GLBB. ketika dikatakan percepatan sesaat.2 Penurunan Rumus Gerak Lurus Berubah Beraturan Pada penjelasan di atas. yang tetap adalah kecepatan). Nah. walaupun demikian. Kita bisa mengatakan bahwa benda mengalami perlambatan konstan sebesar 2 km/jam per sekon. Setelah 5 detik benda berhenti. Dan seterusnya… Tampak bahwa setiap detik kelajuan mobil bertambah 2 m/s. Setelah 1 detik.

di mana selisih antara percepatan awal dan akhir sama dengan nol. Kita tulis lagi persamaan a : .benda tersebut tetap setiap saat. Jika dibalik akan menjadi Ini adalah salah satu persamaan penting dalam GLBB. Kita tulis kembali persamaan a : Persamaan ini digunakan untuk menentukan posisi suatu benda yang bergerak dengan percepatan tetap. Untuk itu. di mana t0 adalah waktu awal ketika benda hendak bergerak. maka kecepatan rata-rata akan berada di tengah-tengah antara kecepatan awal dan kecepatan akhir : Persamaan ini berlaku untuk percepatan konstan dan tidak berlaku untuk gerak yang percepatannya tidak konstan. Jika benda mulai bergerak pada titik acuan = 0 (atau x0 = 0). kita telah menurunkan persamaan kecepataan rata-rata. Pada pembahasan mengenai percepatan. persamaan di atas kita tulis ulang menjadi : Karena pada GLBB kecepatan rata-rata bertambah secara beraturan. Karena pada saat t0 benda belum bergerak maka kita bisa mengatakan t0 (waktu awal) = 0. Selanjutnya. kecepatan awal (v0) dan percepatan (a). maka persamaan 2 dapat ditulis menjadi x = vot + ½ at2 Sekarang kita turunkan persamaan/rumus yang dapat digunakan apabila t (waktu) tidak diketahui. sekarang kita obok2 persamaan di atas…. dengan demikian percepatan sesaatnya tetap. Jangan dihafal. pahami saja cara penurunannya dan rajin latihan soal biar semakin diingat…. Nah sekarang persamaan berubah menjadi : Satu masalah umum dalam GLBB adalah menentukan kecepatan sebuah benda pada waktu tertentu. persamaan percepatan yang kita turunkan di atas dapat digunakan untuk menyatakan persamaan yang menghubungkan kecepatan pada waktu tertentu (vt). t adalah waktu akhir. Pada pembahasan mengenai kecepatan. sekarang kita mulai menurunkan rumus-rumus alias persamaanpersamaan. jika diketahui percepatannya (sekali lagi ingat bahwa percepatan tetap). mari kita kembangkan persamaan di atas (persamaan I GLBB) untuk mencari persamaan yang digunakan untuk menghitung posisi benda setelah waktu t ketika benda tersebut mengalami percepatan tetap. untuk menentukan kecepatan benda pada waktu tertentu apabila percepatannya diketahui. kita telah menurunkan persamaan alias rumus percepatan rata-rata. Untuk mencari nilai x. Percepatan ratarata sama dengan percepatan sesaat karena baik percepatan awal maupun percepatan akhirnya sama. Jika sudah paham.

maka kita menggunakan persamaan/rumus Contoh soal 2 : Sebuah mobil bergerak pada lintasan lurus dengan kecepatan 60 km/jam.67 m/s). percepatan dan waktu tempuh dan yang ditanyakan adalah kecepatan akhir. sopir menginjak pedal rem sehingga mobil mendapat perlambatan (percepatan yang nilainya negatif) 8 m/s2. kecepatan. karena yang diketahui adalah vt.36 meter (yang ditanyakan adalah jarak(besaran skalar)) 2.5 sekon. percepatan (a) = 4 m/s dan waktu tempuh (t) = 2. percepatan dan waktu. mobil tersebut berhenti.3 Contoh Soal Contoh soal 1 : Sebuah mobil sedang bergerak dengan kecepatan 20 m/s ke utara mengalami percepatan tetap 4 m/s2 selama 2. sedangkan yang ditanyakan adalah s (t tidak diketahui). karena kita menghitung jarak setelah pengereman. maka kita menggunakan persamaan Dengan demikian. berapa jarak yang masih ditempuh mobil setelah pengereman dilakukan ? Panduan jawaban : Untuk menyelesaikan soal ini dibutuhkan ketelitian dan logika. antara lain : Persamaan di atas tidak berlaku jika percepatan tidak konstan.5 sekon.Terdapat empat persamaan yang menghubungkan posisi. maka kecepatan awal (v0) mobil = 60 km/jam (dikonversi terlebih dahulu menjadi m/s. 60 km/jam = 16. dengan demikian kecepatan akhir mobil (vt) = 0. perlambatan (percepatan yang bernilai negatif) yang dialami mobil = -8 m/s 2.4 GRAFIK GLBB . Perhatikan bahwa yang ditanyakan adalah jarak yang masih ditempuh setelah pengereman dilakukan. jarak yang masih ditempuh mobil setelah pengereman hingga berhenti = 17. yang diketahui adalah kecepatan awal (v0) = 20 m/s. vodan a. Ini berarti setelah pengereman. Karena yang diketahui adalah kecepatan awal. 2. Tentukan kecepatan akhirnya Panduan jawaban : Pada soal. karena ada rintangan. jika percepatan (a) konstan.

Kedua. grafik v-t tetap berbentuk garis lurus miring ke atas. yang sejajar dengan sumbuh t. lihat gambar di bawah Nilai apa yang diwakili oleh garis miring pada grafik tersebut ? Pada pelajaran matematika SMP. jika kemiringan grafik y – x sama dengan m. atau dengan kata lain benda bergerak dari keadaan diam. yakni x = xo + vot + ½ at2 Kedudukan (x) merupakan fungsi kuadrat dalam t. . Pertama. grafik x – t berbentuk parabola. sebagaimana tampak pada gambar di bawah ini. maka kita dapat mengatakan bahwa kemiringan grafik v-t sama dengan a. Oleh karena itu. jika kecepatan awal (v0) tidak nol. Persamaan matematis y = mx + n menghasilkan grafik y terhadap x ( y sumbu tegak dan x sumbu datar) seperti pada gambar di bawah. dengan demikian.Grafik percepatan terhadap waktu Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus dengan percepatan tetap.0). Berdasarkan kemiripan ini. dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. seperti pada gambar di bawah ini. grafiknya berbentuk garis lurus miring ke atas melalui titik acuan O(0. Grafik ini berlaku apabila kecepatan awal (v0) = 0. Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk Perlambatan Contoh grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk perlambatan dapat anda lihat pada gambar di bawah ini. grafik percepatan terhadap waktu (a-t) berbentuk garis lurus horisontal. grafik x – t berbentuk parabola terbuka ke atas. tetapi untuk t = 0. Persamaan y = n + mx mirip dengan persamaan kecepatan GLBB v = v0 + at. Untuk nilai percepatan positif (a > 0). Jadi kemiringan pada grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) menyatakan nilai percepatan (a). Kemiringan grafik (gradien) yaitu tangen sudut terhadap sumbu x positif sama dengan nilai m dalam persamaan y = n + m x. Grafik Kedudukan Terhadap Waktu (x-t) Persamaan kedudukan suatu benda pada GLBB telah kita turunkan pada awal pokok bahasan ini. grafik dimulai dari v0. kita sudah belajar mengenai grafik seperti ini. lihat grafik a – t di bawah Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk Percepatan Positif Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t).

di mana benda mengalami perlambatan. sedangkan kata perlambatan digunakan ketika arah kecepatan dan percepatan berlawanan. grafik x – t akan berbentuk parabola terbuka ke bawah.A. P. Dimana percepatan merupakan besaran vektor (besaran yang mempunyai besar dan arah). 2001. Tipler. Fisika Jilid I (Terjemahan).Jakarta : Penerbit Erlangga.Jakarta : Penerbit Erlangga.1 Kesimpulan Suatu benda melakukan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) jika percepatannya selalu konstan.2 Saran Demikian makalah ini kami susun dengan harapan bisa bermanfaat bagi semua. Fisika Jilid I (Terjemahan). . Halliday dan Resnick. BAB III PENUTUP 3. Karena arah percepatan benda selalu konstan maka benda pasti bergerak pada lintasan lurus. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (Terjemahan). Besar percepatan konstan bisa berarti kelajuan bertambah secara konstan atau kelajuan berkurang secara konstan.Apabila percepatan bernilai negatif (a < 0). Arah percepatan konstan = arah kecepatan konstan = arah gerakan benda konstan = arah gerakan benda tidak berubah = benda bergerak lurus. Kata percepatan digunakan ketika arah kecepatan = arah percepatan. 3. Mudah-mudahan makalah ini juga bisa dijadikan bahan pustaka bagi kampus kita yang tercinta ini. Adapun harapan dari kami adalah adanya saran maupun kritik yang dapat membagun bagi penyusun untuk pembuatan tugas yang selanjutnya. 1998. Douglas C. DAFTAR PUSTAKA Giancoli. 1991. Percepatan konstan berarti besar dan arah percepatan selalu konstan setiap saat. Jakarta : Penebit Erlangga.

Roger A.Jakarta : Penerbit Erlangga.Young. Fisika Universitas (Terjemahan). . 2002. & Freedman. Hugh D.