Anda di halaman 1dari 10

BERITA ACARA

RAPAT PENINJAUAN KURIKULUM DIII KEPERAWATAN
AKPER PEMKAB GARUT
TAHUN 2014

1. Latar Belakang
a. Hasil tracer study pada 76 lulusan program DIII KEPERAWATAN AKPER
PEMKAB GARUT yang diambil secara purposif menunjukkan bahwa pada
24 orang lulusan yang dipersepsikan berprestasi selama mengikuti kuliah, 83,3%
orang sudah mampu mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan latar
belakang keilmuannya sebagai bidan pelaksana rata-rata di RS di wilayah
Jabodetabek, serta mendapatkan gaji yang bervariasi antara Rp 900.000 s.d.
Rp 2.200.000 per bulan (rata-rata Rp 1.400.000 per bulan). 16,7% lainnya
sudah bekerja namun belum mandiri sehingga dapat dianggap statusnya masih
magang sehingga penghasilan yang diterimanya tidak sebesar mereka yang
bekerja di institusi resmi. Kesulitan mendapat pekerjaan lebih banyak disebabkan
karena tidak memiliki informasi bursa kerja dibandingkan mereka yang
merupakan lulusan Akbid
di sekitar
Jabodetabek.
Namun disadari
sepenuhnya bahwa mereka pun tidak cukup memiliki kepercayaan diri untuk bisa
bersaing bebas dengan lulusan lainnya.
Sementara itu, dari 52 orang lulusan program reguler yang dipersepsikan
memiliki prestasi akademik biasa, 79% sudah mendapatkan pekerjaan yang
relevan, 6% lulusan membuka wirausaha, 10% lulusan masih magang di bidan
senior, dan 5% lainnya belum mendapatkan pekerjaan tetap. Berdasarkan
penelusuran terhadap yang belum mendapatkan pekerjaan tetap dan masih
magang di bidan senior, faktor utama yang melatarbelakanginya adalah
karena faktor ketidakmampuan bersaing dengan lulusan dari institusi lain yang
berkaitan dengan faktor kesempatan, kelincahan, kepercayaan diri, dan tidak
menerima starting gaji awal yang dianggap terlalu rendah.
b. Revisi Standar Kompetensi Bidan yang digagas AIPKIND yang tergabung
dalam Health Project Education Quality (HPEQ) dan kemudian diadopsi oleh
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan (Pusdiklatnakes)
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dari 9 standar kompetensi
menjadi 6 standar kompetensi.
c. Rekomendasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti terkait
implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.
d. Hal yang tak dapat dipungkiri adalah bahwa produk kurikulum lama masih
menyisakan agenda masalah dimana bidan terlalu banyak belajar teori
dibandingkan dengan praktik sehingga melahirkan lulusan yang benar-benar
tak siap pakai.
e. Kurikulum Diploma III Kebidanan Tahun 2011 yang diterbitkan Pusdiklatnakes
Kementerian Kesehatan RI.

Untuk mengimplementasikan standar yang ditetapkan SPMI bahwa kurikulum pendidikan diploma harus dilakukan peninjauan sekurang-kurangnya 1 kali dalam 3 tahun. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan terkini dalam bidang ilmu kebidanan. Konstruksi kurikulum lama menunjukkan komposisi sebagai berikut: 25 20 15 sks Teori sks Praktikum 10 sks Klinik 5 0 MPK MKK MKB MPB MBB dengan kesimpulan berkaitan dengan rasio antara sks teori : praktikum : praktik klinik menunjukkan gambaran sebagai berikut: Komposisi sks sks Klinik 17% sks Teori sks Praktikum 36% 47% . d. Untuk meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan pengguna lulusan yakni dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan industri rumah sakit di Indonesia. Untuk menyesuaikan dengan kurikulum inti kebidanan versi terbaru yang diterbitkan oleh Pusdiklatnakes. Untuk meningkatkan cost-effectiveness dan cost-benefit dari implementasi kurikulum dengan dunia kerja. b. Evaluasi Implementasi Kurikulum Lama a. e. Tujuan a.2. 3. c.

Namun saat dikaji lebih lanjut berkaitan dengan sks teori dapat disimpulkan bahwa “terlalu banyak ilmu dasar kebidanan dan ilmu penunjang kebidanan yang tidak memiliki relevansi langsung terhadap pencapaian kompetensi bidan”. Dengan perkataan lain bahwa kurikulum lama belum mengacu pada “competence-based”.yang pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa rasio sks teori dan praktik adalah 47% : 53%. Dosen menjadi kurang motivasi untuk merencanakan kegiatan praktikum dan akibatnya mahasiswa kurang mendapatkan pengalaman belajar praktikum. Kondisi ini diperparah dengan sistem pembayaran honorarium dosen yang berlaku saat ini yang tidak membedakan sks teori dan praktikum sehingga asumsi 1 sks praktikum = 2 jam per minggu (2 kali jam teori) tidak dapat diimplementasikan. Berikut ini adalah beberapa mata kuliah ilmu dasar kebidanan: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mata Kuliah Ilmu Dasar Kebidanan Anatomi Fisiologi Biologi Reproduksi Biokimia Farmakologi Fisika Medik Gizi Kesehatan Reproduksi Mikrobiologi Obstetri Total sks 2 2 3 2 2 2 2 2 3 20 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Mata Kuliah Ilmu Penunjang Kebidanan Ginekologi Kegawatdaruratan Kebidanan Psikologi Ilmu Kesehatan Masyarakat Promosi Kesehatan Epidemiologi Biostatistika Ilmu Kesehatan Anak Mutu Layanan Kebidanan Organisasi Manajemen Yankes Metodologi Penelitian Total sks 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 Dalam implementasinya hampir semua MK ilmu dasar kebidanan dilaksanakan hanya teori saja. . Pada kondisi inilah kemudian sangat rawan untuk melahirkan ‘cibiran’ yang selama ini kita dengar yaitu bahwa lulusan bidan lebih banyak mendapatkan teori daripada praktikum (bidan sastra). padahal hampir semuanya ada sks praktikumnya. tanpa ada kegiatan praktikum di laboratoriumnya. namun lebih banyak pada “subjectmatter oriented”. Demikian pula MK pada ilmu penunjang kebidanan. dalam implementasinya pembelajaran dilaksanakan secara teori saja (kuliah tatap muka).

bersalin. Kontruksi Kurikulum Baru a. Keberadaan MKK yang banyak menyebabkan Program Studi sangat bergantung pada banyak dosen tidak tetap sehingga beban kerja dosen tetap tidak merata dan rasionya dosen tetap dan tidak tetap masih terlalu besar. 232/U/2000 dan No. beretika dan bermoral serta tanggap terhadap nilai sosial budaya dalam praktik kebidanan 2) Mampu melakukan komunikasi efektif dengan perempuan. masyarakat.b. pembelajaran didominasi dengan metode klasikal-konvensional yang berpusat pada dosen (teacher-centered). GBPP dan silabi yang disusun banyak yang kurang fokus pada kompetensi kebidanan. sejawat. preventif. baik sebagai pengelolaan asuhan kebidanan secara mandiri atau kolaborasi b. Dalam implementasi kurikulum. aman. d. maka Kurikulum D-III Kebidanan baru terdiri dari Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional dengan jumlah total sks 114 sks dengan rincian sebagai berikut: . Struktur Program Sesuai dengan Kepmendiknas No. 4. sehingga dikesankan hanya transfer of knowledge saja. 045/U/2002. keluarga. c. dan holistik dengan memperhatikan aspek budaya terhadap ibu hamil. Adapun rumusan standar kompetensi lulusan Diploma III Kebidanan yang juga disebut sebagai Kompetensi Inti adalah sebagai berikut: 1) Mampu berperilaku professional. Profil Lulusan Pendidikan D-III Kebidanan merupakan bagian dari pendidikan tinggi tenaga kesehatan yang menghasilkan tenaga bidan professional pada tingkat Ahli Madya yang lulusannya mampu berperan sebagai: 1) Care Provider atau pemberi asuhan kebidanan 2) Community Leader atau penggerak masyarakat dalam bidang kesehatan ibu dan anak 3) Communicator atau komunikator 4) Decision Maker atau pengambil keputusan dalam asuhan kebidanan 5) Manager atau pengelola. balita dan kesehatan reproduksi pada kondisi normal berdasarkan standar praktik kebidanan dan kode etik profesi 4) Mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan sesuai dengan kewenangannya 5) Mampu melakukan upaya promotif. bayi baru lahir. dan profesi lain dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kebidanan 3) Mampu memberikan asuhan kebidanan secara efektif. Standar Kompetensi Lulusan Diploma III Kebidanan Terdapat perubahan standar kompetensi lulusan dari 9 standar kompetensi menjadi 6 standar kompetensi. nifas dan menyusui. deteksi dini dan pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan kebidanan 6) Mempunyai kemampuan mengelola kewirausahaan dalam pelayanan kebidanan yang menjadi tanggung jawabnya c.

Bd.202 3.302 3.401 Bd. 3.307 Bd.305 6. Bd.404 MPK Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Jumlah MKK Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan Komunikasi dalam Praktik Kebidanan Keterampilan Dasar Kebidanan I Keterampilan Dasar Kebidanan II Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana Jumlah MKB Asuhan Kebidanan Kehamilan Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui Asuhan Kebidanan Neonatus. 2. Bd. Bd. 2.101 Bd.102 Bd.301 Bd.205 No Kode MK 1. 4.306 Bd. 7. 9. Bd. Bd.304 5.309 No Kode MK 1.308 Bd.402 3. Bd. Bd.403 Bd. Bd.303 4. Balita dan Anak Prasekolah Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Asuhan Kebidanan Komunitas Praktik Kebidanan I Praktik Kebidanan II Praktik Kebidanan III Jumlah MPB Konsep Kebidanan Etikolegal dalam Praktik Kebidanan Kesehatan Masyarakat Metode Penelitian dan Statistik Dasar Jumlah Bobot sks 3 3 3 9 T P K 2 2 2 6 1 1 1 3 - T P K 2 2 - 3 1 2 - 3 1 2 - 3 1 2 - 4 2 2 - 17 7 10 - T P K 3 3 2 2 - 3 2 1 - 5 3 2 - 4 2 2 - 4 6 6 8 46 2 15 2 11 6 6 8 20 T P K 2 2 2 2 - 4 3 2 1 2 2 - 15 7 8 - Bobot sks 4 Bobot sks 5 5 Bobot sks 4 4 .Kurikulum Inti Kurikulum Institusional Jumlah 18 sks (7 T : 9 P : 2 K) 40% T : 60% P 114 sks (46 T : 43 P : 25 K) 40% : 60% 96 sks (39 T : 34 P : 23 K) 40% T : 60% P Struktur Program Kurikulum Inti No Kode MK 1. Bd. No Bd. Bayi.203 4.201 2. Bd. Bd. 8. 2.204 5.103 Kode MK 1.

502 3. 6. Bd. 7. Struktur Program Kurikulum Institusional No Kode MK 1. Bd. 8.501 Bd. 3. 9. 2. 5.No Kode MK 1.208 MKB Bahasa Inggris Obstetri Patologi & Ginekologi Praktik Kebidanan Dasar Gizi Kesehatan Reproduksi Kewirausahaan Desa Siaga Etika Pergaulan Islami Teknologi Informasi dan Komunikasi Jumlah Bobot sks 2 2 2 2 3 3 2 2 18 T P K 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 - 7 7 4 .405 Bd.207 Bd. Bd.310 Bd.206 Bd.106 Bd. Sementara itu Kurikulum Institusional yang ditetapkan masing-masing Program Studi (PS D-III Kebidanan STIKKU dan AKBID YPBHK Brebes) sepakat mengacu pada visi masing-masing institusi.406 Bd.104 Bd. 4.503 MBB Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Mutu Layanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan Laporan Tugas Akhir Jumlah Bobot sks 3 3 3 9 T P K 2 2 1 1 - 4 2 3 3 d.

402 Bd.305 Bd.301 Bd.501 Bd. Bayi.304 Bd.103 Bd.205 Bd.104 Mata Kuliah Komunikasi dalam Praktik Kebidpanan Keterampilan Dasar Kebidanan II Kesehatan Reproduksi dan KB Etikolegal dalam Praktik Kebidanan Kesehatan Masyarakat Mutu Layanan dan Kebijakan Kesehatan Ilmu Sosial Budaya Dasar Praktik Kebidanan Dasar Jumlah Bobot sks 3 TAHUN 2 Semester 3 Kode MK Bd.207 Mata Kuliah Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan Keterampilan Dasar Kebidanan I Konsep Kebidanan Etika Pergaulan Islami Bahasa Inggris Jumlah Bobot sks 3 3 3 4 T P K 2 2 2 2 1 1 1 2 - 1 2 1 1 13 2 2 1 1 11 - T P K 1 2 - 3 4 2 4 3 1 2 1 2 2 2 2 1 2 1 - 3 2 24 2 11 1 11 2 2 T P K 3 3 2 2 - 3 2 1 - 5 3 2 - 2 2 22 1 1 14 1 1 8 - 3 4 2 2 24 Semester 2 Kode MK Bd.303 Bd. Balita dan Anak Prasekolah Obstetri Patologi dan Ginekologi Gizi Kespro Jumlah Bobot sks 5 5 .403 Bd.502 Bd. Distribusi Mata Kuliah dalam Semester TAHUN I Semester 1 Kode MK Bd.102 Bd.201 Bd.401 Bd.202 Bd.302 Bd.204 Bd.20 Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui Asuhan Kebidanan Neonatus.e.101 Bd.203 Bd.

406 Bd.307 Bd.Semester 4 Kode MK Bd.404 Bd.503 Mata Kuliah Praktik Kebidanan III (Praktik Komprehensif) Laporan Tugas Akhir Jumlah Bobot sks 8 3 11 .308 Mata Kuliah Praktik Kebidanan I Praktik Kebidanan II Jumlah Bobot sks 6 6 12 Semester 6 Kode MK Bd.305 Bd.405 Bd.306 Bd.309 Bd.20 Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Asuhan Kebidanan Komunitas Metode Penelitian dan Statistik Dasar Kewirausahaan Desa Siaga Teknologi Informasi dan Komunikasi Jumlah Bobot sks 4 T P K 2 2 - 4 3 2 1 2 2 - 3 3 2 19 1 1 1 8 2 1 9 2 T P K - - 6 6 12 T P K - - 8 - - 3 11 2 TAHUN 3 Semester 5 Kode MK Bd.

Berita Acara ini telah disepakati bersama antara pengelola Program Studi D-III Kebidanan STIKes Kuningan dan Akbid YPBHK Brebes dengan mempertimbangkan spesifikasi dan visi misi dari kedua institusi. dan Anak Prasekolah Akhir Semester 5 Uji Kompetensi Kegawatdaruratan Maternitas dan Neonatus Akhir Semester 6 Uji Akhir Program g. Bayi. maka penyelenggaraan Uji Kompetensi akan dilakukan di setiap tingkat (siklus tahunan). Uji Kompetensi Praktik Dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektivitas pendidikan. perawatan masa nifas dan menyusui (6 minggu pascasalin). Waktu Akhir Tahun ke-1 Materi Uji Uji Kompetensi Keterampilan Dasar Kebidanan §§ Keterampilan Dasar Kebidanan I §§ Keterampilan Dasar Kebidanan II Akhir Tahun ke-2 Uji Kompetensi Asuhan Kebidanan §§ §§ §§ §§ Asuhan Asuhan Asuhan Asuhan §§ KB Kehamilan Persalinan dan Bayi Baru Lahir Nifas dan Menyusui Neonatus. Laporan Tugas Akhir Dengan memperhatikan profil lulusan dan standar kompetensi lulusan yang ada. sebagai dasar bagi implementasi dan . dimana mahasiswa tingkat akhir kebidanan diharuskan mengambil 1 orang ibu hamil trimester III dan kemudian diikuti sampai persalinan. maka Laporan Tugas Akhir yang harus ditempuh oleh mahasiswa adalah mengacu pada penulisan laporan studi kasus berdasarkan prinsip continuity of care. Perubahan dalam Implementasi Kurikulum Mengingat pada kurikulum baru ini penekanannya pada keterampilan. Balita. perawatan bayi baru lahir.f. Demikian berita acara ini disusun pengembangan kurikulum selanjutnya. maka pengalaman belajar praktikum dan praktik klinik harus dirancang dengan benar-benar mengacu pada kurikulum dengan patokan sebagai berikut: 1 sks teori : 1 sks praktikum 1 sks klinik : : • • • • • 60 menit tatap/minggu 1-2 jam tugas terstruktur/minggu 1-2 jam tugas mandiri/minggu 120 menit per minggu 480 menit per minggu h.

Kuningan. 12 Juli 2012 Ketua Program Studi Diploma III Kebidanan STIKes Kuningan Wakil Direktur Bidang Akademik Akademi Kebidanan YPBHK Brebes Anggit Kartikasari Mengetahui. Ketua STIKes Kuningan Direktur AKBID YPBHK Brebes Asep Sufyan Ramadhy Tatirah .