Anda di halaman 1dari 16

Layanan Bimbingan Klasikal

1. Pengertian Layanan Bimbingan Klasikal
Direktorat jendral peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan dapertemen
pendidikan nasional 2007 ( 2007 : 40 ) mengemukakan pendapat :
Layanan bimbingan klasikal adalah salah satu pelayanan dasar bimbingan yang dirancang
menuntut konselor untuk melakuka kontak langsung dengan para peserta didik dikelas secara
terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan ini kepada peserta didik. Kegiatan
bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau curah pendapat..
Dari pengertian diatas penulis menyimpulkan banwa bimbingan klasikal dapat diartikan
sebagai layanan yang di berikan kepada semua siswa. Hal ini menunjukkan bahwa dalam
dalam proses bimbingan progam sudah disusun secara baik dan siap untuk diberikan kepada
siswa secara terjadwal, kegiatan ini berisikan informasi yang diberikan oleh seorang
pembimbing kepada siswa secara kontak langsung terutama pemahaman siswa terhadap
bahaya prilaku seks bebas. Pada bimbingan klasikal ini menggunakan berbagai macam alat
bantu seperti : media cetak, media panjang, OHT, rekaman radio –tape dan lain-lain. layanan
bimbinga klasikal dapat mempergunakan jam pengembangan diri semua siswa terlayani
kegiatan bimbingan klasikal perlu terjadwalkan secara pasti untuk semua kelas. Dalam
penelitian ini peneliti memberi layanan bimbingan klasikal khususnya pada peningkatan
pemahamnan terhadap bahaya prilaku seks bebas pada siswa Sekolah Menengah Pertama.
2. Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal
Layanan bimbingan klasikal merupakan layanan dalam bimbingan dan konseling. Layanan
bimbingan klasikal berbeda dengan mengajar. Layanan ini juga memiliki beberapa ketentuan
dalam pelaksannanya. Adapun perbedaannya antara mengajar dan membimbing :
a. Perbedaan dalam Mengajar dan Membimbing
1) Layanan bimbingan klasikal bukanlah suatu kegiatan mengajar atau menyampaikan materi
pelajaran sebagaimana mata pelajaran yang dirancang dalam kurikulum pendidikan
disekolah, melainkan menyampaikan informasi yang dapat berpengaruh terhadap tercapainya
perkembangan yang optimal seluruh aspek perkembangan dan tercapainya kemandirian
peserta didik atau konseli.
2) Materi bimbingan klasikal berkaitan erat dengan domain bimbingan dan konseling yaitu
bimbingan belajar, pribadi, sosial dan karir, serta aspek-aspek perkembangan peserta didik.
3) Guru mata pelajaran dalam melaksanakan tuganya adalah menyelenggarakan pembelajaran

tepat tidaknya layanan yang diberikan atau perkembangan sikap dan prilaku atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan. Tindak lanjut. c. dan tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah menyelenggarakan layanan bimbingan konseling yang memendirikan peserta didik atau konseli. dan karirnya. hambatan-hambatan yang dijumpai. d. perlu dilakukan segai upaya peningkatan pemberian layanan bimbinagn kelas. Greg A Brigman ( terjemahan Hartanto : 2006 ) terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebagai berikut : a. dan merumuskan pemahaman ). dan respon peserta didik personal sekolah. Melakukan pemahaman peserta didik ( menetukan kelas layanan. Evaluasi pemberian layanan bimbingan klasikal perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses. atau ceramah-tugas-diskusi ). g. Memilih metode dan teknik yang sesui untuk memberian layanan bimbingan klasikal ( ceramah-diskusi. f. menyiapkan instrument pemahaman peserta didik. Secara umum aspek yang dievaluasi meliputi : kesesuaian program dalam pelaksanaan. pribadi. b. pengumpulan data. sosial. Mempersiapkan alat bantu untuk melaksanakan pemberian layanan bimbingan klasikal sesuai dengan kebutuhan layanan. sebab disusun atas dasar kebutuhan dan literature yang relevan. Media Layanan Bimbingan Klasikal . keterlaksanaan program.yang mendidik. h. e. dengan catatn telah mencerminkan adanya kesiapan layanan bimbingan klasikal dan persiapan diketahui oleh Koordinator Bimbingan dan Konseling dan atau Kepala sekolah. dan orang tua serta perubahan perkembangan peserta didik ( tugas-tugas perkembangan ) atau perkembangan belajar. Persiapan pemberian layanan bimbingan klasikal dapat disiapkan secara tertulis merupakan suatu bukti administrasi kegiatan. Menentukan kecenderungan kebutuhan layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik/konsli atas dasar hasil pemahaman peserta didik. Memilih sistematika persiapan yang dapat disusun oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. 3. dengan demikian materi layanannya disajikan secara terencana dengan harapan mencapai hasil yang optimal. dampak terhadap kegiatan belajar mengajar. dalam Linda D Webb . atau ceramah-simulasi-diskusi. Kegiatan tindak lanjut senantiasa mendasarkan pada hasil evaluasi kelgaiatan yang telah dilaksanakan. analisis data. Langkah-langkah bimbingan klasikal Untuk dapat melaksanak leyanan bimbingan klasikal secara baik. b.

contoh media cetak anatara lain : buku teks. peta. contoh media display antara lain : flipchart. pribadi. kemandirian. minsalnya : film ). yang berfungsi untuk keperluan pembelajaran dan penyampaian informasi. Media display adalah jenis media pembelajaran yang berisi materi tulisan atau gambaran yang dapat ditampilkan di dalam kelas ataupun di luar kelas. Audio ( bersifat suara atau bunyi. dan lembar kerja siswa. Dalam kaitannya dengan domain layanan bimbingan dan konseling adalah meliputi pendidikan atau belajar. b. Media display Adapun penjelasan sebagai berikut a. Media cetak adalah sejumlah media yang disiapkan dalam kertas. modul. Video ( gambar dan bunyi . Media non cetak adalah sejumlah media yang disiapkan tidak pada kertas. oleh karena itu untuk merumuskan tujuan dan manfaat bimbingan klasikal mempergunakan rumusan tujuan bimbingan dan koseling yang dikaitan dengan kegiatan di kelas. Tujuan Layanan Bimbingan Klasikal Rumusan tentang tujuan dan manfaat bimbingan klasikal dalam kajian literature belum banyak ditemukan. Tujuan dan Fungsi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk mencapai sebuah hasil dari proses bimbingan yang diharapkan maka bimbingan klasikal harus memiliki tujuan dan fungsi pendidikan. majalah. adhesive. penyesuaian diri yang baik. yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran dan penyampaian informasi. foto dan relia berupa gambar yang nyata secara anatomi. contoh media non cetak antara lain : OHT ( overhead transparancies ). chart. sehingga memperoleh prestasi belajar yang tinggi.Media pembelajaran dalam bimbingan klasikal menurut Belawati ( 2003 :12 ) dikelompokkan menjadi tiga yaitu : a. 3. Media cetak b. handout. minsalnya : radio. kesejahteraan dan kebahagian serta kebermaknaan dalam kehidupannya. sosial dan karir. a. Media non cetak c. perorangan tempa menggunakan alat proyeksi. c. di kelompok kecil atau besar. sehingga mereka dapat belajar dengan baik. slide dan komputer. penyelesaian masalah yang dihadapi. leaflet. poster. . Tujuan yang ingin dicapai bimbingan dan konseling adalah tercapainya perkembangan yang optimal. Layanan bimbingan klasikal sangat dibutuhkan siswa-siswa yang tidak mempunyai masalah maupun yang mempunyai masalah dapat terbantu. tape ). menurut Downing ( Soetjipto dan Kosasai 200: 50 ) tujuan bimbingan di sekolah adalah membanu siswa : 1) Mengatasi kesulitan dalam belajarnya.

2) Mengatasi terjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan dalam hubungan sosial. 4) Dapat sebagai wadah atau adanya media terjadinya komunikasi langsung antara Guru Bimbingan Konseling dengan peserta didik. 5) Dapat terjadinya kesempatan bagi Guru Bimbingan Konseling melakukan tatap muka. 4) Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan kelanjutan studi. Proses pertumbuhan anak-anak menuju dewasa. b. peran sosial dari laki-laki dan wanita serta tanggung jawab masing-masing baik sebelum maupun sesudah perkawinan. 4. Berdasarkan pendapat di atas makan dapat dismpulkan bahwa materi layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya prilaku seks bebas merupakan . dan pengembangan pikiran. Materi Layanan Bimbingan Klasikal Materi layanan bimbingan klasikal menurut Widyantoro ( Miqdad 200 : 14 ) materi pemahaman bahaya seks bebas perlu ditekankan adalah sebagai berikut : a. antara lain sebagai berikut : 1) Dapat terjadinya interaksi sehingga saling mengenal antara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor dengan peserta didik atau konseli 2) Dapat terjalinnya hubungan emosional antara Guru Bimbingan dan Konseling dengan peserta didik sehingga akan terciptanya hubungan – hubungan yang bersifat mendidik dan membimbing. wawancara dan observasi terhadap kondisi peserta didik dan suasana belajar di kelas. pemeliharaan. perasaan. khusus bagi peserta didik dapat menyampaikan permasalahan kelas atau pribadi atau curhat di kelas. Fungsi Bimbingan Klasikal Layanan bimbingan klasikal mempunyai berbagai fungsi. termasuk pertumbuhan organ-organ seksualnya. 3) Dapat terciptanya keteladanan dari Guru Bimbingan dan Konseling bagi peserta didik yng dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan sikap dan perilaku lebih baik pada peserta didik. 3) Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani. dan kehendak serta prilaku peserta didik. Segi etika dan prilaku seksual. 6) Sebagai upaya pemahaman terhadap peserta didik dan upaya pencegahan. perbaikan. penyembuhan. 5) Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan perancanaan dan pemilihan jenis pekerjaan setelah mereka lulus b.

Dirjen Diknas. 1975. 16 April 2013 . Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Remedial. 1992. Diagnostik Kesulitan Belajar.Dik. Jakarta : Dep. Djumhur I.T. Proyek Pembinaan Pendidikan. http://anggunprihastomo. Dan Moh. Abdul Gani. (2000). Daftar Pustaka: Amti. Erman.wordpress. Ruslan. Bimbingan dan Konseling 2004: Jakarta. Surya.com/2012/10/09/bimbingan-klasikal/ Selasa.materi yang berkaitan dengan pengetahuan tentang perubahan-perubahan pola pikir seorang remaja terhadap seks dan bahaya seks bebas. Bimbingan dan Konseling. Bimbingan Konseling: Tidak diterbitkan. dan.Bud: P.

kekuatan. dalam taksonominya (Winkel 1987: 149-160. dan optimal. mengenal dan memahami potensipotensi yang ada di lingkungannya. serta tugas-tugasnya. dan evaluasi. Pengertian Tujuan Bimbingan Klasikal Tujuan bimbingan klasikal adalah arah dan sasaran yang hendak dicapai dalam rangka mewujudkan perkembangan yang optimal dan kemandirian siswa melalui proses bimbingan klasikal. 3. Menurut Nurihsan (2006: 8). menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. analisis. Bloom dkk. bahwa tujuan bimbingan memberikan arah agar individu dapat merencanakan kegiatan penyelesaian studi. menyusun teknik dan alat penilaian bimbingan klasikal. serta mengembangkan segala potensi dan kekuatannya yang dimilikinya secara tepat. rencana hidup serta rencana pencapaian tujuan tersebut. b. penerapan. sintesis. Secara hirarkis tujuan bimbingan klasikal pada aspek kognitif dari tingkatan paling rendah meliputi: pengetahuan. memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. afektif dan psikomotor seperti diutarakan B. serta kehidupannya pada masa yang akan datang. Macam-macam Tujuan Bimbingan Klasikal Berdasarkan aspek-aspek yang merupakan sasaran atau perilaku sebagai bukti hasil belajar karena pengaruh bimbingan klasikal diklasifikasi menjadi tujuan bimbingan klasikal pada aspek kognitif. perkembangan karier. mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan seoptimal mungkin. serta lingkungan kerjanya. menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan lingkungan. dan mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi. Sebagai alat untuk membantu guru pembimbing/konselor dalam mendeskripsikan. pemahaman. mengenal dan menentukan tujuan. menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. Tujuan bimbingan klasikal menentukan arah pada proses bimbingan klasikal dan menentukan perilaku sebagai bukti hasil bimbingan klasikal. Manfaat Perumusan Tujuan Bimbingan Klasikal a.S. Menentukan perilaku sebagai bukti hasil bimbingan klasikal dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada konseli untuk mengenal dan memahami potensi. teratur. . lembaga tempat bekerja dan masyarakat. masyarakat. Suciati 2005: 6-17) sebagai berikut: a. ataupun lingkungan kerja. lingkungan masyarakat. 2.Merumuskan Tujuan Bimbingan Klasikal 1. Tujuan bimbingan klasikal pada aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir mencakup kemampuan intelektual sederhana yakni mengingat sampai kemampuan memecahkan masalah. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan.

serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Secara hirarkis tujuan bimbingan klasikal pada aspek afektif dari tingkatan paling rendah meliputi: penerimaan. . (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Tujuan bimbingan klasikal berdasarkan proses berkaitan dengan tujuan untuk memonitor kefektifan suatu strategi yang digunakan dalam bimbingan klasikal. partisipasi.b. maupun lingkungan kerja. dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. gerakan kompleks. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. dan karir sebagai berikut: 1. belajar (akademik). Tujuan bimbingan klasikal pada aspek psikomotor berorientasi kepada ketrampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang memerlukan koordinasi syaraf dan otot. Berdasarkan lingkupnya dibedakan adanya tujuan umum dan tujuan khusus bimbingan klasikal. penentuan sikap. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). maupun masyarakat pada umumnya. pembentukan organisasi sistem nilai dan pembentukan pola hidup. Secara hirarkis tujuan bimbingan klasikal pada aspek psikomotor dari tingkatan paling rendah meliputi: persepsi. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. Berdasarkan waktu berlangsungnya. sistem nilai. arah dan banyaknya perubahan tingkah laku baik selama dan setelah pelaksanaan bimbingan klasikal. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli adalah:     Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. penyesuaian pola gerakan dan kreativitas. emosi. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Tujuan khusus bimbingan klasikal berhubungan dengan membantu siswa agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. pergaulan dengan teman sebaya. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. masyarakat. Sekolah/Madrasah. baik dalam kehidupan pribadi. Abimanyu dan Manrihu 2009182-183). gerakan terbiasa. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. gerakan terbimbing. Tujuan bimbingan klasikal pada aspek afektif berorientasi dengan perasaan. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. c. Tujuan bimbingan klasikal berdasararkan hasil berkaitan tipe. tujuan bimbingan klasikal dibedakan menjadi tujuan berdasarkan proses dan hasil (Nurihsan 2006: 92. keluarga. kesiapan. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. tempat kerja. Tujuan umum bimbingan klasikal ialah agar siswa dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. baik fisik maupun psikis.

persaudaraan. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun.  Memiliki rasa tanggung jawab. disiplin dalam belajar. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah :  Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. seperti kebiasaan membaca buku. seperti membuat jadwal belajar.  Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat  Bersikap respek terhadap orang lain. mengggunakan kamus.  Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. menghormati atau menghargai orang lain. mengerjakan tugas-tugas.  Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya.Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. atau silaturahim dengan sesama manusia. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah       Memiliki pemahaman diri (kemampuan. mencatat pelajaran. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. seperti keterampilan membaca buku. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan.  Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). asal bermakna bagi dirinya. tanpa merasa rendah diri.  Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.  Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.  Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. dan sesuai dengan norma agama. 3. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. .  Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. 2.  Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.

(4) kematangan intelektual. Contoh: Setelah diberi kesempatan memilih jurusan siswa secara tepat. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. (8) perilaku kewirausahaan (perilaku ekonomis).  Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. (2) landasan perilaku etis. kemampuan dan minat. tetapi seringkali dirumuskan dengan susunan CABD (Winkel 1987: 145-147. (5) kesadaran tanggung jawab sosial. dan kesejahteraan kerja.  Dapat membentuk pola-pola karir. Oleh karena itu.  Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. (3) kematangan emosi. (7) pengembangan pribadi. yaitu kecenderungan arah karir. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. Berdasarkan kompetensi kemandirian siswa diklasifikasikan tujuan bimbingan klasikal pada aspek-aspek berikut ini: (1) landasan hidup religius. dan (11) kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (Depdiknas 2007: 253-258). Singkatan ABCD memudahkan mengingat keempat unsur dalam merumuskan indikator bimbingan klasikal. prospek kerja. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. B. Cara merumuskan tujuan khusus atau indikator bimbingan klasikal yang baik idealnya memenuhi kriteria A. D adalah degree.lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. (10) kematangan hubungan dengan teman sebaya. C dan D.  Mengenal keterampilan. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. (9) wawasan dan kesiapan karir. menyusun teknik dan alat penilaian bimbingan klasikal. C adalah condition. kemampuan. yaitu kondisi atau batasan atau alat yang digunakan pada saat siswa dinilai dalam menunjukkan perilaku khusus tersebut. Merumuskan Tujuan Bimbingan Klasikal Seperti dikemukakan di atas. perilaku ini terdiri atas dua bagian yakni: kata kerja operasional dan obyek atau hal spesifik yang dilakukan. B adalah behavior yakni perilaku spesifik siswa setelah selesai mengikuti bimbingan klasikal. Oleh karena itu tujuan khusus atau indikator bimbingan klasikal perlu dirumuskan dengan menggunakan kalimat yang jelas. mampu memilih jurusan . Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. bahwa tujuan bimbingan klasikal digunakan untuk mendeskripsikan. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru. dapat diamati dan terukur. Suparman 2005: 132-139). yakni siswa yang mengikuti bimbingan klasikal. yakni tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai perilaku tersebut. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. (6) kesadaran gender. A adalah audience.

Tabel 1. 3. Tingkat Kompetensi Kata Kerja Operasional No 1 Klasifikasi Tingkat Kompetensi Berhubunga n dengan mencari keterangan (dealing with retrieval) Kata Kerja Operasional yang Digunakan Mendeskripsikan (describe) Menyebutkan kembali (recall) Melengkapi (complete) Mendaftar (list) Mendefinisikan (define) Menghitung (count) Mengidentifikasi (identify) Menceritakan (recite) Menamai (name) 2 Memproses1. Klasifikasi tingkat kompetensi berdasarkan kata kerja yang digunakan disajikan dalam Tabel 1. Mensintesis (synthesize) Mengelompokkan (group) Menjelaskan (explain) .C A B D Dalam rangka memudahkan merumuskan kata kerja operasional pada setiap aspek dan tingkatan perilaku dapat digunakan rambu-rambu perumusan kata kerja operasional seperti pada tabel 1 dan 2 berikut ini (Depdiknas 5-8). (processing) 2.

Mengungkapkan sebab (state causality) Menerapkan 1. 4. Mengurutkan (sequence) 8. Membandingkan (compare) 11. 6. 5. Mengorganisasikan (organize) 5. Mengkategorikan (categorize) 9. mengevalua si 3. Menggeneralisasikan (generalizing) 10. Menerapkan suatu prinsip (applying a principle) Membuat model (model building) Mengevaluasi (evaluating) Merencanakan (planning) Memperhitungkan/meramalkan kemungkinan (extrapolating) Memprediksi (predicting) 7. Mempertimbangkan /memikirkan kemungkinankemungkinan (speculating) 11.No 3 Klasifikasi Tingkat Kompetensi Kata Kerja Operasional yang Digunakan 4. Merancang (designing) . Menduga/Mengemukakan pendapat/ mengambil kesimpulan (inferring) 8. Mengklasifikasi (classify) 12. Menganalisis (analyze) 10. Meramalkan kejadian alam/sesuatu (forecasting) 9. dan 2. Menghubungkan (relate) 13. Membedakan (distinguish) 14. Meneliti/melakukan eksperimen (experiment) 6. Membayangkan /mengkhayalkan/ mengimajinasikan (Imagining) 12. Menganalogikan (make analogies) 7.

dan 4. pengetahuan. penggunaan kata kerja menunjukan penekanan aspek yang diinginkan. . Pengembangan indikator harus mengakomodasi kompetensi sesuai tendensi yang digunakan SK dan KD.No Klasifikasi Tingkat Kompetensi 13. Klasifikasi kata kerja berdasarkan aspek kognitif. 14. Afektif dan Psikomotorik disajikan dalam tabel 2. Jika aspek keterampilan lebih menonjol. serta keterampilan. Kata Kerja Operasional yang Digunakan Menciptakan (creating) Menduga/membuat dugaan/ kesimpulan awal (hypothezing) Selain tingkat kompetensi. mencakup sikap. maka indikator yang dirumuskan harus mencapai kemampuan keterampilan yang diinginkan. 3.

Tabel 2 : Kata Kerja Ranah Kognitif Pengetah uan Pemahama n Penerapan Analisis Sintesis Penilaian Mengutip Memperkira kan Menugaska n Menganalis is Mengabstra ksi Membandin gkan Menjelaskan Mengurutka n Mengaudit Mengatur Memecahk an Menganimas i Menyimpulk an Menegaska n Mengumpul kan Mengarahka n Mendeteksi Mengkatego rikan Mengkritik Menyebutk an Menjelaska n Mengkategor ikan Menggamb ar Mencirikan Membilang Mengidenti fikasi Mendaftar Menunjukk an Memberi label Menentuka n Merinci Menerapka n Mengasosias ikan Menyesuaik an Membandin gkan Mengkalkul asi Menghitung Memodifika si Mengkontras kan Menyeleksi Merinci Menominas ikan Menghitung Mendiagra mkan Membangu n Megkorelas ikan Membiasak an Merasional kan Mencegah Menguji Menyadari Mendiskusik an Menentuka n Mencerahk an Menghafal Menggali Menggamb arkan Menjelajah Memberi indeks Mengubah Mengklasifik asi Mendiagno sis Mempertaha nkan Memasang kan Menguraikan Menamai Menjalin Menandai Membedaka n Membaca Meniru Mencatat Mengulang Mereproduk si Mencontohk an Menerangka n Mengemuka kan Menggunak an Menilai Melatih Membagan kan Mengkode Menilai Menimbang Memutuskan Mengombina sikan Memisahkan Menyusun Memprediksi Mengarang Memperjelas Membangun Menugaskan Menanggula ngi Menafsirkan Menghubun gkan Mempertaha nkan Memerinci Menciptakan Mengukur Mengkreasik an Merangkum Mengoreksi Membuktika n Merancang Memvalidasi Merencanak an Mengetes Menyimpul kan Mendikte Menemuka n Meningkatka n Mendukung Memilih Memproyeks ikan .

Pengetah uan Pemahama n Penerapan Meninjau Mempolakan Menggali Menelaah Memperjelas Memilih Memperluas Menyimpulk an Memaksim alkan Memfasilitasi Menyataka n Mengemuk akan Meramalkan Memerinta hkan Merumuskan Mempelajar i Mengadapt asi Menyelidiki Mengedit Menggenera lisasi Mengoperas ikan Mengaitkan Mentabulas i Merangkum Menjabarkan Memberi kode Mempersoa lkan Menelusuri Mengkonse pkan Menulis Melaksanak an Meramalka n Memproduk si Memproses Mengaitkan Menyusun Mensimulas ikan Memecahka n Melakukan Mentabulasi Memproses Meramalka n Analisis Sintesis Membentuk Memilih Menggabun gkan Mengukur Memadukan Melatih Membatas Mentransfe r Mereparasi Menampilka n Menyiapkan Memproduks i Merangkum Merekonstru ksi Penilaian .

Kata Kerja Ranah Afektif Menerima Menanggapi Memilih Menjawab Mempertanyaka n Membantu Mengikuti Mengajukan Menilai Mengelola Mengasumsik an Meyakini Melengkapi Memberi Menganut Menyenangi Memperjelas Mematuhi Menyambut Meminati Mendukung Memprakarsa i Menampilkan Mengubah Menata Mengompromi kan Menyetujui Menganut Meyakinkan Mengimani Mengundang Melaporkan Menggabung kan Memilih Mengusulkan Mengatakan Menekankan Memilah Menyumbang Mengklasifikasi kan Mengombinasi kan Menghayati Mengubah perilaku Berakhlak mulia Mempengaruhi Mendengarkan Mengkualifikasi Melayani Mempertahan kan Menunjukkan Membangun Membuktikan Membentuk pendapat Memecahkan Memadukan Mengelola Menegosiasi Merembuk Menolak Tabel 4.Tabel 3. Kata Kerja Ranah Psikomotorik Menirukan Memanipulasi Pengalamiahan Artikulasi Mengaktifkan Mengoreksi Mengalihkan Mengalihkan Menyesuaikan Mendemonstrasika n Menggantikan Mempertajam Memutar Membentuk Mengirim Memadankan Memindahkan Menggunakan Mendorong Memulai Menarik Menyetir Menggabungkan Melamar Mengatur Mengumpulkan Menimbang Merancang Memilah Melatih Memperbaiki Memperkecil Mengidentifikasika n Memproduksi Menjeniskan Membangun Mengisi Mencampur Menempel .

S. 2009. Desain Instruksional. PEKERTI. Atwi W.com/2013/04/merumuskan-tujuan-bimbinganklasikal_3529. Depdiknas.blogspot. wordpress. http://www. Mengajar di Perguruan Tinggi. Buku 1. 2005. http://whiendul.08. Teknik dan Laboratorium Konseling Jilid I. Jakarta: Gramedia. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Depdiknas.html . Sudrajat. Suciati. Panduan Pengembangan Indikator. 2007. Makassar: Badan Penerbit UNM Depdiknas.com (3 April 2011).docudesk. Buku 1. Akhmad. Nurihsan. 2009. Suparman. Winkel. Tujuan Pelayanan Bimbingan dan Konseling. 2006. 1987. Achmad Juntika. Soli dan M.com/2008/03/14/tujuan-bimbingan-dankonseling/ (3 April 2011).Mengubah Menempatkan Mengoperasikan Menseketsa Membersihkan Membuat Mengemas Melonggarkan Memposisikan Memanipulasi Membungkus Menimbang Mengonstruksi Mereparasi Mencampur Daftar Pustaka Abimanyu. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal.07. Jakarta: Pusat antar Universitas untuk peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional Derektorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas. Mengajar di Perguruan Tinggi. Thayeb Manrihu. Bandung: Refika Aditama. 2005. http://akhmadsudrajat. W. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Belakang Kehidupan. Jakarta: Pusat antar Universitas untuk peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional Derektorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas. PEKERTI. Taksonomi Tujuan Instruksional. 2008.