Anda di halaman 1dari 3

Nama : Devita Rachmat

NRP : 2413100088

Sistem Pencitraan (Imaging System)
Sistem pencitraan atau imaging system adalah suatu sistem perekaman citra/gambar yang
merupakan representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi dari suatu objek. Secara optik,
keluaran imaging system dapat berupa foto, sinyal-sinyal analog video seperti gambar pada
monitor televisi, atau yang dapat langsung disimpan pada suatu media penyimpan digital.
Dalam prosesnya menangkap atau merekam suatu gambar, imaging system akan memanfaatkan
beberapa informasi diantaranya intensitas cahaya, variasi intensitas cahaya, dan warna dari suatu
objek. Bagian utama dari sistem pencitraan atau imaging system antara lain pencahayaan, lensa
dan kamera.
a. Pencahayaan
Pencahayaan adalah salah satu langkah yang kritis untuk mendapatkan kualitas citra yang
diinginkan. Selain untuk memenuhi kebutuhan cahaya, pencahayaan juga digunakan
untuk mengamati interaksi antara cahaya dengan obyek seperti pemantulan, penyerapan
dan trasmisi cahaya.
Implementasi pencahayaan dalam sistem pencitraan (imaging system) umumnya terdiri
atas pencahayaan frontal cahaya akan secara langsung menyinari obyek dan akan
terjadi interaksi langsung kepada kamera sensor, pencahayaan axial dimana interaksi
pencahayaan dapat diatur dengan suatu alat optik tertentu dan pencahayaan latar (back
light) yang dilakukan untuk keperluan identifikasi kontur atau bentuk.

b. Lensa dan filter
Terdapat 3 parameter utama dalam pemilihan lensa, yaitu focal length (jarak antara
kamera sensor dengan lensa, dalam satuan milimeter), focus (berkaitan dengan jarak,
satuannya meter) dan aperture (besaran lensa dalam membuka dan menutup yang
berhubungan dengan berapa banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera). Selain itu
juga, ada parameter besaran sensor (S) yang sangat memengaruhi besarnya area obyek
yang bisa ditangkap (FOV = Field Of View) serta ada pula parameter yang berhubungan
dengan focus yaitu area kerja (WD = Working distance).

Analog kamera akan mentransfer ke plastik film dan digital camera akan mentransfer ke dalam scene piksel. yang akan menambahkan informasi polarisasi pada citra yang ditangkap.Sedangkan filter digunakan untuk memberikan efek tertentu kepada informasi intensitas yang akan ditangkap oleh suatu imaging system. Dalam bidang militer sistem pencitraan dimanfaatkan untuk pengintaian musuh yaitu teropong. Teropong Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong adalah: lensa obyektif membentuk bayangan nyata dari sebuah obyek jauh dan lensa okuler berfungsi sebagai lup. Jika dilihat dari jenis sensornya. Dalam area polarization imaging. CCD akan membentuk matriks piksel dari citra dengan shift register sedangkan CMOS (Complementary Metal-Oxide Semiconductor) juga melakukan hal sama namun dilengkapi decode baris dan kolom matrik yang membuat setiap piksel di dalamnya lebih terstruktur dan efisien dalam metode penyimpanannya. Dari penjelasan dasar mengenai sistem pencitraan atau imaging system diatas. Kamera Kamera akan mentransformasi obyek pada alam nyata pada suatu bentuk citra tertentu. Panjang teropong adalah jarak antara lensa obyektif dan lensa okulernya. c. Dengan demikian cara mengamati obyek apakah mau dengan cara berakomodasi maupun tidak berakomodasi tergantung dari posisi lensa okulernya. maka kamera terbagi atas sensor CCD (charge couple device) dan sensor CMOS. . Oleh karena itu jarak antara obyektif dan okuler dapat diubah-ubah. Aktifitas ini akan sangat tergantung pada elemen utama dari kamera yaitu sensor. filter yang digunakan adalah polarizer. maka dapat diamati pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.

dan diperkecil serta terbalik. dan tegak. bayangan ini dibalikan oleh sepasang prisma siku-siku tadi. sehingga bayangan akhir terlihat maya. berfungsi untuk membelokan arah cahaya serta membalikan bayangan. Bayangan yang berbentuk sifat objektif bersifat nyata.Teropong prisma teridiri atas 2 bagian lensa cembung (Sebagian lensa okuler dan lensa objektif). diperbesar. dan juga sepasang dua prisma kaca siku-siku sama kaki. . perbesaran yang diperolah dengan memakai teropong prisma samadengan teropong bumi. Sepasang prisma yang diletakan saling berhadapan.