Anda di halaman 1dari 9

Kerangka Acuan

Desentralisasi Distribusi Obat Anti Retroviral
di Provinsi Kalimantan Barat
Juli – Desember 2013
A.

Latar Belakang
Program Desentralisasi Distribusi obat Anti Retroviral (ARV) di lingkungan
Kementrian Kesehatan (Dit.

P2ML) bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan

managemen logistik dan distribusi obat ARV sehingga diperoleh tingkat persediaan
yang cukup dalam jumlah, waktu dan tempat yang tepat, didukung oleh kualitas
managemen pelaporan yang tepat waktu dan akurat.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan koordinasi pengembangan provinsi baru
desentralisasi distribusi ARV yang telah dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 12 – 13
Februari 2013, pelaksanaan program desentralisasi di Provinsi Kalimantan Barat akan
dimulai pada bulan Juli 2013.
Pelaksanaan Desentralisasi Distribusi Logistik obat ARV dilaksanakan di Provinsi
Kalimantan Barat dimulai dari perencanaan dan koordinasi, asesmen dan penilaian
kesiapan, sosialisasi, On Site Training dan Live Simulation.
Tahapan kegiatan sebagai berikut:
-

Perencanaan dan koordinasi mencakup perencanaan, koordinasi dan sosialisasi.
Kegiatan ini juga meliputi kesepakatan pemilihan gudang yang akan digunakan
untuk penyimpanan obat ARV

-

Penilaian kesiapan desentralisasi di RS rujukan PDP dan sosialisasi rencana kerja
pelaksanaan desentralisasi di layanan

-

Pelatihan Logistik untuk petugas RR dan Farmasi

-

Pelatihan SOP Desentralisasi bagi petugas Dinas Kesehatan Provinsi

-

Live simulation dan kick off meeting atau peresmian dimulainya desentralisasi
distribusi ARV direncanakan akan dimulai dengan laporan bulan November 2013

Tujuan
Tujuan dilaksanakannya desentralisasi distribusi obat ARV adalah:
1. Tersedianya obat ARV sesuai kebutuhan
2. Masyarakat mendapatkan obat sesuai kebutuhan
3. Terhindarnya kekurangan obat
B.

Tahapan Kegiatan

1

00 : Kunjungan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Pukul 14.00 – 12. Kementerian Kesehatan ( 1 Orang )  Dit Bina Obat Publik. Koordinasi persiapan pelaksanaan desentralisasi - Tujuan khusus: koordinasi mengenai latar belakang dan tujuan desentralisasi - Output:  Kesepakatan model desentralisasi  Waktu dan pelaksanaan desentralisasi serta tahapan-tahapan persiapan desentralisasi  Kesepakatan pembentukan tim kerja di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat untuk desentralisasi distribusi obat ARV  - Komitmen dan kejelasan biaya distribusi ARV ke layanan Pelaksanaan kegiatan :  29 Juli 2013 Pukul 13.14. o Ka Sie P2 o Ka Sie Farmamin o Pengelola Program HIV AIDS o Pengelola Logistik Program o Pengelola Obat (gudang farmamin)  Tim Subdit AIDS & PMS.00 .00 - : Pertemuan koordinasi dan kesepakatan Peserta :  Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat: o Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat o Ka Bid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan o Ka Bid Pelayanan Kesehatan & Farmamin.00 : Tinjauan gudang untuk penyimpanan obat ARV  30 Juli 2013 Pukul 9. Dit Jen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan  Tim SCM Clinton Health Access Initiative (CHAI) (2 orang) 2 .00 – 16.1.

Penilaian kesiapan desentralisasi distribusi obat ARV di RS rujukan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) dan On site training logistik ARV serta Sosialisasi Rencana Kerja - Tujuan khusus: mempersiapkan RS rujukan PDP menjalankan desentralisasi distribusi obat ARV di Propinsi Kalimantan Barat - Pelaksanaan kegiatan dilakukan di masing-masing layanan - Rencana pelaksanaan kegiatan: Kab/Kota Nama RS Jumlah pasien ART Dws Jumla h pasie n ART Anak 10 0 Tahap 1. Batch 9 8 Nov 2013 Tim 3 808 23 20 62 Total pasien dalam ART Pelaksan a Tim 1 187 RSUD Dr. Batch 5 Tahap 1. Kalimantan Barat Tanggal 28 Okt 2013 29-30 Okt 2013 RSUD Dr.2. Batch 2 Kota Pontianak RSUD Pemangkat Kegiatan Dinas Kesehatan Keb. Sanggau Mengikuti kegiatan di layanan dalam wilaya kerjanya Dinas Kesehatan Kota Singkawang Mengikuti kegiatan di layanan dalam wilaya kerjanya Dinas Kesehatan Kab. Batch 4 28-29 Okt 2013 Tim 2 30 Okt 2013 Tim 2 12 Kota Singkawang Kabupaten Sambas Kabupaten Ketapang RSUD Dr. Batch 1 Tahap 1. Soedarso 34 Tahapan Tahap 1. Antonius RSUD Dr. Batch 6 31 Okt 2013 Tim 2 0 Tahap 1. Sambas Mengikuti kegiatan di layanan dalam wilaya kerjanya Dinas Kesehatan Kab. Batch 3 31 Okt 2013 Tim 1 1 Tahap 1. Ketapang Mengikuti kegiatan di layanan dalam wilaya kerjanya Dinas Kesehatan Kabupaten Pontianak Mengikuti kegiatan di layanan dalam wilaya kerjanya Dinas Kesehatan Kota Pontianak Mengikuti kegiatan di layanan dalam wilaya kerjanya Dians Kesehatan Kab. Agoesdjam RS Khusus Prov. Abdul Aziz 264 Kota Pontianak Kota Pontianak Kabupaten Pontianak Kabupaten Sintang Kabupaten Sanggau RSU St. Sie Farmamin. Batch 7 1 Nov 2013 Tim 2 0 Tahap 2. Sintang Mengikuti kegiatan di layanan dalam wilaya kerjanya - - Persiapan asesmen dan on site training logistik obat ARV di RS:  Data pelaporan LBPHA dan Laporan VCT di layanan  Data pencatatan di layanan  Data pergerakan stok obat Tim:  Fasilitator RR Nasional  Fasilitator Farmasi  Tim Dinas Kesehatan Provinsi (Sie P2. Batch 8 7 Nov 2013 Tim 3 8 0 Tahap 2. Rubini Mempawah RSUD Ade Mohammad Djoen RSUD Kabupaten Sanggau 43 Tim 1 60 0 130 0 Tahap 1. Pengelola Obat) 3 .

Instalasi Farmasi (2 orang) dan pengelola obat (2 orang) - Pelatihan Dinkes Provinsi. pengelola desentralisasi distribusi obat ARV (P2 & Instalasi Farmasi) : 2-4 Desember 2013 4. Masing-masing petugas memahami tanggungjawab dan peranannya dalam setiap proses kerja. b. - Live Simulasi Pembuatan laporan bulanan rumah sakit dengan cara manual dan IOMS. - Live Simulasi Proses pengerjaan DO. Live simulation desentralisasi distribusi obat ARV - Tujuan khusus: a. c. Diperolehnya pemahaman tentang penggunaan alat bantu proses kerja baik dalam bentuk manual maupun IOMS. - Paparan hasil kegiatan assessmen rumah sakit rujukan ARV. d. Pelatihan SOP SCM Desentralisasi Distribusi bagi petugas Dinas Kesehatan Provinsi - Kegiatan pelatihan SOP Proses Kerja Desentralisasi untuk Dinas Kesehatan Provinsi - Peserta : P2 (2 orang). - Pemaparan target indikator kinerja desentralisasi dan kegiatan monitoring dan evaluasi 4 . Meningkatkan kordinasi dan kerjasama dengan semua petugas di masingmasing stakeholder. Diperoleh pemahaman yang baik terkait SOP Desentralisasi distribusi obat ARV terkait managemen pelaporan dan logistik serta indikator kinerja di setiap stakeholder. Tim Sub Dit AIDS & PMS  Tim Dinas Kesehatan Kab / Kota 3. Pengiriman Obat dan Penerimaan Obat di rumah sakit dengan cara manual dan IOMS. - Simulasi terkait kasus-kasus yang kemungkinan terjadi dalam pelaksanaan desentralisasi dan solusinya. - Live Simulasi Proses verifikasi dan validasi laporan dengan cara manual dan IOMS.

Antonius RSUD Dr. Sintang GF Provinsi Kalimantan Barat Seksi P2 Dinkes Propinsi Kalimantan Barat (2 orang) Seksi Farmasi Dinkes Propinsi Kalimantan Barat (2 orang) Pengelola Obat Dinkes Propinsi Kalimantan Barat (2 orang) Subdit AIDS & PMS Fokal Poin SCM. Abdul Aziz RSUD Kabupaten Sanggau RSUD Ade Mohammad Djoen Dinkes Kota Pontianak Dinkes Kab. pra art. Monev. Kalimantan Barat RSUD Pemangkat RSUD Dr. Sanggau Dinkes Kab. dokumen penerimaan obat dan register pemberiaan obat ke pasien sampai tanggal tutup buku tanggal 25 November 2013 5 . Pontianak Dinkes Kab. Membawa laporan bulanan perawatan HIV/AIDS bulan Juni – November 2013. Dit Jen Bina Upaya Kesehatan KPA Provinsi Kalimantan Barat Tim Sub Dit AIDS & PMS Pelaksanaan kegiatan Live simulasi: 4 – 6 Desember 2013 C. Persiapan Para Peserta Live Simulation - Persiapan Live Simulation desentralisasi distribusi obat ARV : 1. Sambas Dinkes Kota Singkawang Dinkes Kab. catatan kartu stok . Ketapang Dinkes Kab. Membawa catatan data terkait register art. Rubini Mempawah RSU St. Dit Jen Bina Kefarmasian & Alat Kesehatan Dit BUK Rujukan. Soedarso RSUD Dr. Agoesdjam RS Khusus Prov.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Daftar Peserta Petugas RR dan Farmasi Petugas RR dan Farmasi Petugas RR dan Farmasi Petugas RR dan Farmasi Petugas RR dan Farmasi Petugas RR dan Farmasi Petugas RR dan Farmasi Petugas RR dan Farmasi Petugas RR dan Farmasi Ka Sie / Pengelola Program Ka Sie / Pengelola Program Ka Sie / Pengelola Program Ka Sie / Pengelola Program Ka Sie / Pengelola Program Ka Sie / Pengelola Program Ka Sie / Pengelola Program Monev Program RSUD Dr. CST dan Tim SCM (4 orang) Dit Bina Obat Publik. 2.

Panitia akan mengganti biaya transportasi dan akomodasi termasuk perdiem sesuai permenkeu 2013 D. 4. Melakukan pencatatan tanggal expire masing.3. Membawa Surat tugas dari masing-masing institusi 8. Daftar Lampiran Profil PDP Propinsi Kalimantan Barat 6 . 6. 5. Membawa Laptop dan modem internet 7. Mencatat kasus-kasus permasalahan dalam pelayanan HIV/AIDS terkait RR dan Farmasi ARV di rumah sakit.masing stok obat ARV. Pembiayaan Kegiatan ini didukung oleh dana Global Fund dan dana AUSAID yang dikelola melalui CHAI E. Melakukan stok opname stok obat ARV di masing-masing RS dengan tutup buku tanggal 25 November 2013 dan mencatat stok actual obat tersebut.

Rubini Mempawah RS Khusus Prov. Kalimantan Barat RSUD Dr. Antonius % Laporan % Tepat yang Waktu dan dikirim Akurat 100% 75% 100% 75% 75% 100% 0% 7 0% 100% 0% Ratarata Kinerj a 88% 88% 38% 100% 0% . Agoesdjam RSUD Dr.LAMPIRAN Keterangan: x RS layanan PDP Kinerja Pelaporan PDP di Provinsi Kalimantan Barat : Januari – April 2013 Nama Rumah Sakit RSUD Dr. Soedarso RSU St.

distribusi ARV & On site training di RSUD dr.RSUD RSUD RSUD RSUD Pemangkat Kabupaten Sanggau Dr. Abdul Aziz (lanjutan) Sore : Jalur darat Singkawang – Sambas - 31 Oktober 2013 Penilaian kesiapan desent.32 Pontianak – Ketapang @ 399.Singkawang Penilaian kesiapan desent. Tim 2 - 28 Oktober 2013 GA 500. TIM 1 - 28 Oktober 2013 GA 500.Jakarta 3.30 – 10. 9.55.Pontianak GA 511. distribusi ARV & On site training di RSUD dr.00-7. 12. & Onsite training RS Agoesdjam - 29 Oktober 2013 Pagi : Penilaian kesiapan desent.30 – 13.30 Jakarta – Pontianak Penilaian kesiapan desent. 6. Abdul Aziz Ade Mohammad Djoen 100% 100% 75% 50% 75% 75% 25% 25% 88% 88% 50% 38% Rencana Perjalanan 1.000 Penilaian kesiapan desent. Soedarso - 29 Oktober 2013 Pagi : Jalur darat Pontianak . distribusi ARV & On Site Training di RSUD dr.04 Ketapang – Pontianak - 30 Oktober 2013 8 . Abdul Aziz - 30 Oktober 2013 Pagi : Penilaian kesiapan desent. 15.10 – 19. KD 923. distribusi ARV & On Site training di RSUD Pemangkat Sore: jalur darat Sambas . 6.35 Pontianak .00 -9.30 Jakarta – Pontianak Kalstar. Pertemuan Koordinasi - 29 Juli 2013 : GA 502.30 – 16. 18. & Onsite training RS Agoesdjam (lanjutan) Sore : Kalstar. 8. Jakarta – Pontianak - 30 Juli 2013 Siang : GA 513.00.00-7. Pontianak – Jakarta 2. KD 933.

Jakarta 4. 7. 6. KD 926.35 Pontianak .50 – 8. & Onsite training RSUD Kab.00 – 7. 10.Penilaian kesiapan desent.40 -12. Distribusi ARV & On site training di RS dr. & Onsite training RSUD Ade M Djoen - 7 November 2013 Pagi : jalur darat Sintang – Sanggau Penilaian kesiapan desent.30 Jakarta – Pontianak Kalstar. 7. Tim 3 - 6 November 2013 GA 500. distribusi ARV & On site training di RS St. & Onsite training RS Khusus Provinsi Kalbar - 31 Oktober 2013 Pagi : Penilaian kesiapan desent.05 . 18.27 . KD 927. Antonious - 1 November 2013 Pagi : Penilaian kesiapan desent.37 Pontianak .00-7. Sintang – Pontianak GA 505. Sanggau - 8 November 2013 Pagi (shubuh) : Jalur darat Sanggau – Sintang Kalstar.10 – 19.Sintang Penilaian kesiapan desent. Rubini Menpawah GA 511. Pontianak .Jakarta 9 .