Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN

PASIEN DENGAN HIPERsekresi hormone
pertumbuhan

DISUSUN OLEH
KELOMPOK IX A-II
CHAUVERIM PAATH (14011104061)
VITA MATASAK (14011104056)
Juwita makisake (14011104070)
Julita supit (140111040660
REFIKA MANOPPO (14011104069)
Anastasia paputungan (120114067)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
SAM RATULANGI MANADO

Manado. 17 Februari 2016 Penyusun Daftar isi . Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang ASUHAN KEPERAWATAN HIPERSEKRESI HORMONE PERTUMBUHAN yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.KATA PENGANTAR Syaloom. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa. karena berkat tuntunan dan penyertaan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.. Makalah ini di susun oleh Kelompok dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri maupun yang datang dari luar. Terima kasih. Kelompok mohon untuk saran dan kritiknya. Makalah ini memuat tentang “ Hipersekresi hormone pertumbuhan” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

C. KOMPLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN B. Manifestasi Klinis d. PENGKAJIAN PATHWAY DIAGNOSA INTERVENSI BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA . E. Definisi b. PEMERIKSAAN PENUNJANG e. LATAR BELAKANG B. Etiologi c. Patofisiologi A. Penatalaksanaan f. D.KATA PENGANTAR BAB 1 PENDAHULUAN A. TUJUAN BAB II TINJAUAN TEORI a.

dan pada saat ini di Surabaya didapatkan rata-rata 2 kasus per tahun dan tercatat 10 kasus pada tahun 1987-1989 (Askandar. Gigantisme sangat jarang dijumpai. Hal ini sangat penting terutama bagi perawat sebagai tenaga kesehatan yang berada 24 jam bersama pasien gigantisme dan akromegali. Melmed. Di Eropa. dan lain sebagainya (Cook. 2005). gangguan visus 62%. 1991). Akromegali adalah kelainan yang jarang didiagnosis. dengan insiden diperkirakan 3 . penyebab dari hipersekresi GH adalah adenoma dari hipofise. (Ilmu Penyakit Dalam. Angka kematian akromegali adalah dua kali lipat bila dibandingan dengan populasi normal. Apabila manifestasi klinis dari kelainan ini tidak segera ditangani dengan perawatan yang tepat. dengan perkiraan prevalensi sekitar 69 kasus per juta penduduk (European Journal of Endocrinology . edisi 3).4 kasus per satu juta penduduk. tetapi lebih banyak pada kelompok umur 30-50 tahun. setiap tahunnya hanya dilaporkan 3-4 kasus dari 1 juta penduduk. Choriostoma. Rhinorrhoe 15%. Lebih dari 95 % kasus. Usia rata-rata pada saat ditegakkannya diagnosis akromegali adalah 40-45 tahun. Diharapkan dengan . Prognosis pada pasien gigantisme tergantung pada lamanya proses kelainan berlangsung dan besarnya tumor. papil edema 3%. disebabkan oleh ekses sekresi GHRH perifer seperti bronchial carcinoid. (Guyton. Di Indonesia baru ada beberapa kasus. tetapi umumnya timbul secara sporadik. Namun juga dapat disebabkan oleh lesi diluar hipofise yang prevalensinya kurang dari 1% antara lain tumor extra hipofise seperti pancreatic isleth cell tumor. Kejadian antarawanita dan laki-laki sama. Insiden pasien baru adalah 3-4/1 juta penduduk/tahun. Acromegaly adalah penyakit langka.BAB I PENDAHULUAN A. Jilid 1. Pernah dilaporkan beberapa kasus dalam satu keluarga. Dapat timbul gejala-gejala akibat gigantisme dan akromegali antara lain pusing 87%. ditandai dengan hipersekresi dari hormon pertumbuhan. maka akan menyebabkan timbulnya kematian di usia muda.2004. Karena sangat berbahayanya kelainan ini dan pentingnya untuk mengetahui pentingnya pengetahuan mengenai gigantisme dan akromegali oleh perawat. Tidak jelas ada predisposisi seks ataupun suku. maka kami menyusun sebuah makalah yang merangkum mengenai kelainan sistem endokrin tersebut. 2006) Angka kejadian gigantisme dan akromegali sekitar 3 permil untuk semua umur. Laporan adanya kasusu ini di Indonesia juga sangat jarang. ganglioneuroma. Penyakit ini jarang sekali. ekses sekresi GHRH central seperti hamartoma hipotalamus. Latar Belakang Gigantisme dan akromegali adalah kelainan yang disebabkan oleh karena sekresi hormone pertumbuhan (HP) atau Growth Hormon (GH) yang berlebihan. Apoplexihipofise 3% dan apabila manifestasi klinis ini tidak mendapat penanganan yang tepat akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman bagi penderita gigantisme dan akromegali.2004).

1. kelenjar hipofisis (gigantisme dan akromegali). kelenjar hipofisis (gigantisme dan akromegali). B. Untuk mengetahui WOC gangguan sistem endokrin.2. Untuk mengetahui etiologi gangguan sistem endokrin.2 Tujuan Khusus        Untuk mengetahui definisi gangguan sistem endokrin. kelenjar hipofisis (gigantisme dan akromegali).2. Bab ii . kelenjar hipofisis (gigantisme dan akromegali). serta bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Untuk mengetahui manifestasi klinis gangguan sistem endokrin. Untuk mengetahui mekanisme gangguan sistem endokrin.adanya makalah ini dapat menjadi sumber informasi mengenai gigantisme dan akromegali. kelenjar hipofisis (gigantisme dan akromegali). kelenjar hipofisis (gigantisme dan akromegali). Tujuan 1. kelenjar hipofisis (gigantisme dan akromegali). Untuk mengetahui penatalaksanaan gangguan sistem endokrin. Untuk mengetahui asuhan keperawatan gangguan sistem endokrin.1 Tujuan Umum Setelah pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien gangguan sistem endokrin. kelenjar hipofisis (gigantisme dan akromegali).

meningkatkan reproduksi pada sel-sel tulang tersebut dan menyebabkan timbunan khusus tulang yang baru. Hormon Pertumbuhan (GH) menambah ukuran sel dan meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel dan diferensiasi khusus dari beberapa tipe sel seperti sel-sel pertumbuhan tulang dan sel-sel otot awal. Meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan adipose. Peningkatan kecepatan sintesis protein di seluruh sel tubuh (penyimpanan protein meningkat) Proses yang terjadi antara lain:     Bertambahnya peningkatan asam amino yang melewati membrane sel sehingga sintesis protein meningkat. sehingga dibutuhkan insulin yang amat banyak untuk menurunkan sedikit kadar gula darah saja. Efek metabolic Hormon Pertumbuhan (GH) 1. Terdiri atas 191 molekul asam amino. Definisi Hormon Pertumbuhan (GH) juga disebut sebagai hormone somatotropik atau somatotropin. Insulin dihasilkan dari sel beta di plau-pulau langerhans pancreas. meningkatkan asam lemak bebas dalam darah. Dan menyebabkan ketebalan tulang semakin meningkat. Jumlah protein yang banyak pada sel tulang menyebabkan Pertumbuhan pada tulang. Diabetes ini adalah diabetes yang tidak peka terhadap insulin. meningkatkan penggunaan asam lemak untuk energy (penggunaan cadangan lemak ↑) Hormon Pertumbuhan (GH) menyebabkan asam lemak membentuk Asetil Ko-A yang menghambat timbulnya proses pemecahan glukosa (glukolitik) sehingga glukosa ketika masuk dalam sel akan tertimbun dan menyebabkan kadar glukosa yang tinggi yakni “ diabetes hipofisis”. Karena sekresi yang berlebihan menyebabkan sel beta “burn out” dan mengalami kematian sel. Hormone ini menyebabkan pertumbuhan seluruh jaringan tubh yang memang mampu untuk bertumbuh. sehingga akan tertimbun banyak sekali protein Keempat proses ini sangat berpengaruh dan tampak terutama pada pertumbuhan struktur rangka.TINJAUAN TEORI a. Hormon Pertumbuhan (GH) merangsang osteoblas pada tulang sehingga dapat terus membesar sepanjang usia terutama pada tulang membranosa. Hormon Pertumbuhan (GH) meningkatkan translasi RNA pada ribosom sehingga sintesis protein meningkat Hormon Pertumbuhan (GH) meningkatkan transkripsi DNA dan bila terdapat cukup vitamin. energy maka pertumbuhan akan cepat berlangsung juga Hormon Pertumbuhan (GH) menurunkan pemecahan protein sel. Menurunkan kecepatan pemakaian glukosa di seluruh tubuh (menghemat karbondioksida) . Hal ini memperparah gejala diabet timbul diabetes mellitus.

pankreas. dan lain-lain yang mengsekresi hormon yang mirip dengan GHRH. dengan tinggi dan besar yang diatas normal. GA (Gigantisme-Akromegali) Primer = GA Hipofisik (sebab: adenoma hipofisi) 2. Akromegali Akromegali adalah suatu penyakit poliferasi jaringan penyambung. rahang. hipotalamus dan saraf yang memelihara otot ekstra okular. Patofisiologi Mekanisme gigantisme dan akromegali menurut Guyton. kelebihan GH tidak dapat menyebabkan pertumbuhan skelet. dagu. 4. Tumor Basofil (5 %). (Corwin.1. Tumor Kromofob (80 %) merupakan adenoma hipofisi yang paling sering." tinggi dewasa. 2002 : . Biasanya kecil ukurannya dan tidak sampai menyebabkan gejala lokal. Adenoma ini dapat sangat besar sehingga menekan chiasma opticus. Gigantisme Gigantisme adalah kondisi seseorang yang kelebihan pertumbuhan. dijumpai pada individu dewasa dengan kelebihan GH. 3. Penderita akromegali memperlihatkan pembesaran tangan dan kaki. Tidak terdapat definisi tinggi yang merujukan orang sebagai "raksasa. 2. (Corwin. Etiologi Penyebab dari gigantisme dan akromegali dibagi menjadi: 1. juga terjadi. GA (Gigantisme-Akromegali) Variasi Tumor hipofisi dapat dibagi dalam 3 golongan: 1. Poliferasi jaringan penyambung di organ internal. c.GA tipe ini dapat disebabkan oleh karena tumor-tumor etopik(tumor paru. dengan tinggi dan besar diatas normal yang disebabkan oleh sekresi Growth Hormone (GH) berlebihan dan terjadi sebelum dewasa atau sebelum proses penutupan epifisis. termasuk jantung. GA (Gigantisme-Akromegali) Sekunder = GA Hipotalamik (karena hipersekresi GRH dari hipotalamus) 3. Karena pertumbuhan tulang panjang berhenti pada individu dewasa. 2007) 2. kaki. Gigantisme adalah kondisi seseorang yang kelebihan pertumbuhan. GA (Gigantisme-Akromegali) Tersier = meskipun sangat jarang <1 %. hidung. Akromegali berkaitan dengan pertumbuhan kartilago tangan.2007) b. dan tulang wajah. Tumor Asidofil (15 %) tumbuh lambat dan biasanya berkapsul. Gigantisme disebabkan oleh kelebihan jumlah hormon pertumbuhan. Akromegali adalah pertumbuhan atau penebalan tulang-tulang dan jaringan lunak akibat dari hipersekresi GH yang terjadi setelah pertumbuhan somatic selesai.

Selain efek efek ini perubahan pada vertebra. Tetapi sekali gigantisme didiagnosis. Sayangnya sebagian besar gigantisme akhirnya menderita hipopituitarisme bila mereka tetap tidak di obati karena tumor kelenjar hipofisis tumbuh sampai sel kelenjar itu sendiri rusak. Manifestasi Klinis Berikut adalah bagan manifestasi klinis dari gigantisme dan akromegali. dahi miring ke depan karena pertumbuhan samping supraorbital yang berlebihan. banyak organ jaringan lunak seperti lidah.5 inci. Akhirnya. Semua jaringan tubuh tumbuh cepat. biasanya menyebabkan punggung bungkuk. d. tinggi badan bertambah sehingga orang tersebut menjadi seperti raksasa dengan tinggi sebesar 8-9 kaki. hidung bertambah besar sampai mencapai 2 kali ukuran normal. termasuk tulang dan bila epifisis tulang panjang belum bersatu dengan batang tulang. Jadi. 2. Sebagai akibatnya. dan kadang-kadang terdapat tumor sel hormon pertmbuhan sel asidofilik pada kelenjar ini. Gigantisme Kadang-kadang sel-sel penghasil hormon pertumbuhan hipofisis anterior menjadi aktif berlebihan. karena pertumbuhannya tidak berhenti pada pubertas. defisiensi umum hormon hipofisis ini bila tidak diobati biasanya menyebabkan kematian pada permulaan masa dewasa.1. Akibatnya rahang menonjol ke depan. gigantisme akan terjadi jika tumor timbul sebelum pubertas. Akromegali Gigantisme - Bertubuh tinggi Fitur wajah yang kasar - Pertumbuhan tangan dan kaki yang berlebihan Pertumbuhan tangan dan kaki yang berlebihan Jari-jari tangan dan kaki menebal Jari-jari tangan dan kaki menebal Lidah menebal Lidah menebal Mandibula tumbuh berlebihan - Gigi menjadi terpisah-pisah - Penurunan libido - . hati. kadang kadang sebesar 0. dan khususnya ginjal menjadi sangat besar. Pembesaran khususnya nyata pada tulang tulang kecil tangan dan kaki serta pada tulang tulang memnbranosa. biasanya perkembangan selanjutnya dapat dihambat dengan pembuangan tumor dari kelenjar hipofisis dengan bedah mikro atau radiasi kelenjar. orang tidak dapat tumbuh lebih tinggi lagi. Dan jari jari menjadi sangat tebal sehingga ukuran tangan hampir 2 kali normal. rahang bawah dan bagian bagian vertebra. dan tulang dapat tumbuh menebal. dihasilkan hormon pertumbuhan dalam jumlah besar. tetapi jaringan lunakkya dapat terus tumbuh. Akromegali Bila tumor sel hormon pertumbuhan terjadi setelah pubertas yaitu setelah epifisis tulang panjang bersatu dengan batang tulang. kaki memerlukan sepatu ukuran lebih besar dari pada keadaan normal. Keadaan ini di kenal dengan akromegali.

Menormalkan fungsi hipofisis 4. 6. 2. 8. 4. CT-Scan MRI f. Dalam hal ini dikenal 3 macam terapi. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. yaitu: 1. lidah) Suara terdengar dalam dan bergaung - Terjadi pada dewasa (cartilago epifise sudah tertutup) Terjadi pada bayi-usia pubertas (cartilago epifise belum menutup) Perbesaran terjadi hanya beberapa organ Perbesaran terjadi diselurruh tubuh saja e. jantung. Gigantisme Tujuan pengobatan adalah: 1. hepar. 10. 5. dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid. Menormalkan tubuh kembali kadar GH atau IGF1/SM-C 2. Mencegah komplikasi akibat kelebihan kadar GH/IFG1 atau SM-C akibat pembesaran tumor. Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4). TSH. 3. Dikenal 2 macam pembedahan tergantung dari besarnya tumor yaitu bedah makro dengan melakukan pembedahan pada batok kepala (TC atau Trans Cranial) dan bedah mikro (TESH/ Tans Ethmoid Sphenoid Hypophysectomy). 7. Memperkecil tumor atau menstabilkan besarnya tumor 3. 9. Cara terakhir TESH ini . Penatalaksanaan 1.Penurunan ketajaman penglihatan - Perubahan pada bentuk wajah - Jaringan lunak menebal (limpa. Bebas T4 (tiroksin) Bebas T3 (triiodotironin) Kalsium serum meninggi Fosfat serum rendah Fosfatase alkali meninggi Kalsium dan fosfat dalam urin bertambah Rontgen. Terapi pembedahan adalah cara pengobatan utama.

3) Ocreotide (long acting somatostatin analogue) Cara pemberian melalui subkutan. Perbaikan klinis yang dicapai antara lain adalah: a) Ukuran tangan dan jari mengecil.5 mg setiap 2-4 hari. Terapi radiasi adalah sebagai terapi pilihan secara tunggal. Contoh dopamine: 1) Brokriptin 2) Dianjurkan memberikan dosis 2.dilakukan dengan cara pembedahan melalui sudut antara celah intra orbita dan jembatan hidung antara kedua mata untuk mencapai tumor hipofisis. 150 69 15000 RAD) 3. sesak nafas ringan. kalau tindakan operasi tidak memungkinkan dan menyertai tindakan pembedahan atau masih terdapat gejala aktif setelah terapi pembedahan dilakukan. dll. dan b) Terjadi perbaikan gangguan toleransi glukosa Efek samping yang terjadi adalah vaso spasme digital. 45 69 4500 RAD) 2) Radiasi dengan energy tinggi partikel berat (High Energy Particles Radiation. nausea. yaitu: 1) Radiasi secara konversional (Conventinal High Voltage Radiation. dan dinaikkan secara berkala 2.5 mg sesudah makan malam. Dosis: dosis rata-rata adalah 100-200 mikrogram diberikan setiap 8 jam. hipotensi ortostatik. Pada akromegali dopamine menurunkan kadar HP dalam darah. . Perbaikan klinis yang dicapai. konstipasi. 2. Terapi medikamentosa Pada orang normal dopamine dapat meningkatkan kadar HP tetapi tidak demikian halnya pada pasien akromegali. Tindakan radiasi dapat dilaksanakan dalam 2 cara. a) Menurunkan kadar HP menjadi dibawah 5 mikrogram/ 1 pada 50 kasus b) Menormalkan kadar IGF1/ SM-C pada 50% kasus c) Penyusunan tumor Efek samping: ringan dan mempunyai sifat sementara yaitu nyeri local/di daerah suntikan dan kram perut.

pembedahan transsphenoid merupakan pilihan dan dapat menyembuhkan. Akromegali Terapi kelebihan GH biasanya adalah eksisi tumor penyekresi GH pembedahan. mempunyai waktu paruh pendek maka yang digunakan adalah analog kerja panjang yang dapat diberikan 1 kali sebulan. Sasaran pengobatan akromegali adalah mengendalikan pertumbuhan/menormalkan sekresi GH dan mengangkat massa tumor. Lanreotide. Sasaran biokimiawi: IGF-1 normal dan kadar GH < 1 ng/ml setelah beban glukosa. Terapi yang paling tepat untuk kelebihan hormon pertumbuhan tak lain adalah pengangkatan tumor pada hipofisis sedini mungkin untuk mencegah efek negative darinya. kadar GH dapat disupresi sampai < 1 ng/ml oleh beban glukosa pada 52%.dan memperkecil tumor. namun terapi perbedahan disepakati sebagai terapi lini pertama. penghambat sekresi GH. suatu analog somatostatin “sustained-release” yang dapat diberikan satu kali dua minggu ternyata efektif dan aman untuk pengobatan akromegali. Ada dua macam pembedahan tergantung daribesarnya tumor: 1. Tujuan pengobatan medis adalah menghilangkan keluhan/gejala efek lokal dari tumor dan/atau kelebihan GH/IGF-1. Pengobatan dengan octreotide dapat menurunkan kadar GH sampai < 5 ng/ml pada 50% pasien dan menormalkan kadar IGF-1 pada 60% pasien akromegali. . Laws dkk. Bedah makro: pembedahan batok kepala (TC atautrans kranial) 2. b. Oleh karena somatostatin.Obat ini diberikan subkutan 3-4 kali sehari. bedah dan radiasi. Pengobatan Medis Pengobatan medis/farmakologis sangat pesat akhir-akhir ini. Pada pasien-pasien dengan gejala sisa setelah pembedahan dapat diberikan pengobatan penunjang (medis dan radiasi).Bromokriptin merupakan suatu antagonist dopamin yang banyak digunakan dalam menekan kadar GH /IGF-mbalikan kadar hormone ke normal. 3 macam pengobatan akromegali yaitu pengobatan medis. kadar GH dan keterampilan ahli bedahnya. Yang banyak digunakan adalah octreotide yang bekerja pada reseptor somatostatin sub tipe II dan V dan menghambat sekresi GH.memulihkan fertilitas. Somatostatin (Sandostatin) juga berhasil memperbaiki akromegali karena bisa menekan pengeluaran hormone pertumbuhan. Hipofisektomi transsfenoid akan segera menghilangkan keluhan-keluhan akibat efek lokal massa tumor sekaligus menekan/ menormalkan kadar GH/IGF-1. Untuk itu sasaran pengobatan adalah kadar GH < 2 ng/ml pada pemeriksaan setelah pebebanan dengan glukosa (< 1 mcg / l dengan cara IRMA). (2000) melaporkan hasil terapi pembedahan transsphenoid pada 86 pasien akromegali : IGF-1 mencapai normal pada 67%. a. disamping tercapainya kadar IGF-1 normal. Bedah mikro: pembedahan melalui sudut celahinfraorbital dan jembatan hidung antara kedua mata (TESH: Trans Et hmoid sphenoid hy popy sectomy). Pengobatan medis utama adalah dengan analog somatostatin dan analog dopamin.2. Pembedahan Untuk adenoma hipofisis. Remisi tergantung pada besarnya tumor. (2000) Laws dkk. Walaupun pembedahan tidak dapat menyembuhkan pada sejumlah pasien.

f. c. Terapi radiasi konvensional saja menghasilkan remisi sekitar 40% setelah 2 tahun dan 75% setelah 5 tahun terapi. terapi radiasi hanya diberikan sebagai terapi penunjang untuk tumor besar dan invasif dan apabila terdapat kontraindikasi operasi. yang dapat menyebabkan:    Adrenal insufisiensi Diabetes insipidus (jarang) Hipogonadisme  Hypothyroidisme BAB III .Di samping itu studi Ariel dkk (1997) pada 140 pasien akromegali mendapatkan terapi radiasi tidak dapat menormalkan kadar IGF-1 walaupun kadar GH sudah dapat dikontrol. namun disertai efek negatif berupa panhipopituitarisme. Oleh karena kekurangannya tersebut. KOMPLIKASI Bedah dan radiasi dapat menyebabkan keduanya rendahnya tingkat hormon hipofisis lainnya. Radiasi Untuk tercapainya hasil yang diharapkan dengan terapi radiasi diperlukan waktu bertahun-tahun. Pembedahan hipofisis transsphenoid berhasil pada 80 – 90% pasien dengan tumor < 2 cm dan kadar GH < 50 ng/ml.Angka remisi mencapai 80–85% pada mikroadenoma dan 50–65% pada makroadenomia.

Sistem Integumen dan Muskuloskeletal : terjadi penebalan. Pengkajian 1. Pemeriksaan Persistem 3.tulang semakin tumbu tinggi. Riwayat kesehatan masa lalu 4. Tanda-tanda Vital 2. Identitas pasien:  Nama pasien  Umur  Agama  Alamat  Tgl pengkajian 2. Riwayat tumor pada keluarga 5. . Sistem pernafasan 4. Keluhan utama 3. Riwayat pengobatan 6. Riwayat pembedahan 7.ASUHAN KEPERAWATAN A. Pemeriksaan Fisik 1. Riwayat alergi 8.

Pemeriksaan radiologi 1. MRI B.9. CT-scan 2. Pathway Penigkatan Hormon Pertumbuhan Gigantisme Perubahan ukuran tubuh Akromegali Perubahan bagian bagian tubuh tertentu GANGGUAN BODY IMAGE Kurangnya informasi seputar hipersekresi hormone pertumbuhan DEFICIT PENGETAHUAN Peningkatan metabilisme RESIKO TINGGI PERUBAHAN .

d kurang informasi yang tepat. Defisit pengetahuan tentang gangguan hormonal.d peningkatan metabolisme. c. Klien mau bersosialisasi dengan lingkungan  RASIONAL Kaji klien dengan mengidentifikasi dan mengembangkan mekanisme koping untuk membicarakan perubahan citra tubuh  mengetahui perasaan yang dirasakan klien  untuk mengatasi perubahan fisik  harga diri klien tidak rendah . Klien dapat menerima perubahan diri 2. gigi menjadi terpisah-pisah. DIAGNOSA Gangguan body image b. Gangguan body image b. lidah membesar. dan komplikasi pengobatan b. Intervensi NO. Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. 3.d perubahan struktur tubuh TUJUAN & KRITERIA HASIL Tidak terjadi penurunan bodi image pada klien INTERVENSI   Pertahankan lingkungan yang kondusif  Diskusikan perasaan yang berhubungan dengan perubahan yang dialami oleh klien Kriteria Hasil: 1.d perubahan struktur tubuh 2.b. 1. mandibula tumbuh berlebih. pengobatan. Diagnosa Keperawatan 1.

Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. bila mungkin (kelemahan otot dapat membuat keterbatasan)  melatih klien untuk memenuhi kebutuhannya sendiri  Berikan makanan yang bergizi tinggi dan berkualitas  memenuhi kebutuhan nutrisi klien . lidah membesar. 2. Nafsu makan klien meningkat  Berikan dorongan untuk mengungkapkan perasaan yang berhubungan dengan perubahan fisik Beri makan sedikit tapi sering (termasuk cairan)  nutrisi klien dapat terpenuhi  Masukkan makanan kesukaan dalam diet  meningkatkan nafsu makan klien  Anjurkan untuk makan sendiri. gigi menjadi terpisahpisah. Klien tidak mengalami penurunan berat badan yang berarti 2. Nutrisi klien adekuat Kriteria Hasil: 1.d peningkatan metabolisme. mandibula tumbuh berlebih.

Ocreotide dapat menurunkan supresi kadar GH dan IGF-1. juga tersedia. dan memperbaiki . dapat mengakibatkan penurunan atau perbaikan penyakit.  Beri konsep dasar proses penyakit  Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai peyakitnya meningkatkan  Beri penjelasan tentang tujuan efek samping dan pengobatan  pengetahuan pasien mengenai pengobatan yang sedang dijalani Menambah pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyakit yang diderita. mengecilkan ukuran tumor. BAB IV PENUTUP A. pengobatan.d kurang informasi yang tepat. Defisit pengetahuan tentang gangguan hormonal. Akromegali terjadi apabila peningkatan GH terjadi setelah dewasa sedangkan pada anak-anak/remaja akan muncul sebagai gigantisme. Pengobatan medis dengan menggunakan ocreotide. terutama oleh komplikasi cardioserobrovaskuler dan pernafasan.dan perawatsan dirumah dan perawatan tindak lanjut. yang merangsang sekresi IGF-1 oleh hati dan akhirnya menyebabkan manifestasi klinis. Iradiasi hipofisis. atau kombinasi keduanya. jarang sekali disebabkan oleh GH/GHRH ektopik.3. dan komplikasi pengobatan b. Pengobatan akromegali dan gigantisme lebih kompleks. Kriteria Hasil: 1. Konsekuensi akromegal dan gigantisme meningkatkan angka morbiditas dan motalitas. pembedahan kelenjar hipofisis untuk mengangkat tumor hipofisis. suatu analog somatostatin.Penyebab terbanyak (95%) dari akromegali/gigantisme adalah adenoma hipofisis yang mensekresi GH . Kesimpulan Akromegali dan gigantisme terjadi akibat hipersekresi persisten dari GH. 2. Pasien memperlihatkan mulai menerima perubahan dalam karakteristik fisik dan kemampuan fisik. Gambaran klinik ditentukan oleh tingginya GH/IGF-1 dan efek massa tumor. Mengungkapkan pengertian tentang proses penyakit.

Jakarta: EGC. European Journal of Endocrinology .2002. dkk . Buku Saku Patofisiologi Corwin ed 3.2004. kita perlu mengetahui dan memahami tanda dan gejala berbagai penyakit khususnya akromegali dan gigantisme agar kita dapat melaksanakan asuhan keperawatan yang profesional. Simposium Nasional Perkembangan Mutakhir Endokrinologi Metabolisme.2007. Endokrinologi Dasar dan Klinik. dkk . Francis S. Surabaya: PT. DAFTAR PUSTAKA Guyton.Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit.org/content/151/4/439. Greenspan. morbidity and mortality in acromegaly based on the Spanish Acromegaly Registry (Registro Espan˜ ol de Acromegalia.2000.. Jakarta: EGC. Epidemiology. clinical characteristics.ejeonline. Organon Indonesia. Corwin. outcome. Untuk itu kita sebagai seorang perawat. Jakarta: EGC. Elizabet . Artur C. Avalaible from: http://www. Tjokroprawiro.pdf. Askandar. .1991.gambaran klinis.full. REA).Terapi yang paling tepat untuk kelebihan hormone pertumbuhan tak lain adalah pengangkatan tumor pada hipofisis sedini mungkin untuk mencegah efek negative darinya. J.

Baradero. Jakarta: EGC. . dkk . Klien Gangguan Endokrin Seri Asuhan Keperawatan.2009. Mary.