Anda di halaman 1dari 9

ALAT-ALAT PEMERIKSAAN HEMATOLOGI RUTIN

Makalah
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah Instrumentasi semester I
Tahun Akademik 2011

Disusun oleh
Nadia Olivia N.
Novita Salim
Nurfitriani
Nurul Mentari
Pratiwi
Olivia Stella

JURUSAN ANALIS KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA III
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
JAKARTA
2011

INSTRUMENTASI ALAT-ALAT PEMERIKSAAN HEMATOLOGI RUTIN Disusun Oleh: Nadia Olivia N. Novita Salim Nurfitriani Nurul Mentari Olivia Stella Pratiwi .

Makalah dengan judul alat-alat pemeriksaan hematologirutin. penulis sangat menghargai tanggapan dan saran-saran yang membangun dari semua pihak. Dalam kesempatan yang baik ini. September 2011 Penulis . Untuk itu. ini dibuat dengan maksud untuk memenuhi salah satu tugas semester I tahun akademik 2011 mata kuliahInstrumentasi. penulis menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini terutama kepada : 1. SitiRismini. Dra.Sc.PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. dosen matakuliah instrumentasi yang telahmemberikan kesempatan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini 2. M. Jakarta. Rekan-rekan dan civitas akademika yang telah memberikan dukunganya Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih perlu penyempurnaan.

didalamnya mempelajari tentang sel-sel darah termasuk pembentukannya morfologinya serta fungsinya. Hematologi berasal dari bahasa latin. dan logi (logos) yang artinya ilmu. peka dan tahan lama.PENDAHULUAN Pengetahuan instrumentasi adalah salah satu cara berlaboratorium yang baik (Good Laboratory Practises) yang harus diketahiu dan dilakukan dengan baik dan benar agar instrumentasi yang tersedia dapat digunakan untuk analis secara teliti. didalamnya mempelajari tentang sel-sel darah termasuk pembentukannya.Asal katanya dari bahasaYunani haima artinya darah. organ pembentuk darah dan penyakitnya . morfologinya serta fungsinya baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan tidak normal (patologis). hema (latin) yang berarti darah dan logi (logos. . latin) yang artinya ilmu. Jadi hematologi adalah suatu ilmu tentang darah. Hematologi yang terdiri dari dua kata. Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah. yaitu Hema yang berarti darah. baik dalam keadaan normalmaupun dalam keadaan tidak normal (patologis). Jadi hematologi adalah suatu ilmu tentang darah.

TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1. Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan hematologi rutin? Apa alat-alat yang digunakan dalam pemeriksaan hematologi rutin? Apa prinsip kerja dari alat-alat pemeriksaan hematologi rutin? Bagaimana cara menggunakan alat-alat pemeriksaan hematologi rutin? BATASAN MASALAH Dalam makalah ini penulis hanya membahas tentang instrumentasi pemeriksaan hematologi rutin. Memahami cara kerja dan prinsip kerja alat-alat pemeriksaan hematologi rutin . Mengetahui macam-macam alat pemeriksaan hematologi rutin 2. 4. 2. 3.PERMASALAHAN Adapun permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini adalah: 1.

PEMBAHASAN A. Larutan harus disaring sebelum dipakai. a) Mengisi pipet leukosit > Hisaplah darah (kapiler. Hitung jumlah leukosit 2. dengan mengenakan factor konversi jumlah leukosit per ul darah dapat diperhitungkan. . Prinsipnya dengan cara ketiga jenis sel darah. Hati-hatilah jangan sampai terjadi gelembung hawa. > Angkatlah pipet dari cairan dan tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet penghisap. > Kocok pipet itu selama 15-30 detik. penyaringan sebelum pemeriksaan sebenarnya dilakukan. Contoh pemeriksaan darah rutin : 1. LED 5. leukosit. Hb B. MENGHITUNG SEL-SEL DARAH Hemositometer Alat ini terdiri dari kamar hitung (bilik hitung). Hitung jumlah eritrosit 3. > Masukan ujung pipet dalam larutan Turk sambil menahan darah pada garis tanda tadi. Turk dihisap perlahan sampai garis tanda 11.5 tepat. > Hapuslah kelabihan darah pada ujung pipet. 1) Cara Menghitung Leukosit Darah diencerkan dalam pipet leukosit. Sebagai larutan pengencer digunakan larutan Turk. Macam-macam Pemeriksaan Hematologi Rutin Pemeriksaan darah rutin adalah pemeriksaan awal. Hitung jumlah trombosit 4. eritrosit dan trombosit dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dulu membuat pengenceran dari darah yang diperiksa. dan 2 macam pipet dengan alat bantu tambahan yaitu mikroskop. kemudian dimasukan ke dalam kamar hitung dalam volume tertentu. EDTA atau oxalat) sampai kepada garis tanda 0. kaca penutupnya.

Sebagai larutan pengencer digunakan larutan Hayem. Teruskan tindakan-tindakan seperti pada menghitung eritrosit dalam kamar hitung. kemudian dimasukan ke dalam kamar hitung dalam volume tertentu. > jumlah itu dikali 2000 menghasilkan jumlah trombosit per ul darah. B. Aturan focus memakai 10 x dulu baru setelah itu diganti dengan 40 x c) 3) Cara Menghitung Trombosit (Cara Langsung) Darah diencerkan dengan larutan Rees Ecker dan darah dihitung dlam kamar hitung. a) Mengisi Pipet Eritrosit Tindakan-tindakan sama seperti cara mengisi pipet leukosit: darah dihisap sampai garis tanda 0. LED (Laju Endap Darah) . b) Mengisi Kamar Hitung Sama seperti diterangkan pada “menghitung leukosit”. Larutan harus disaring sebelum dipakai. > Biarkan kamar hitung dengan sikap datar pada cawan petri yang tertutup selama 10 menit agar trombosit mengendap. c) 2) Cara Menghitung Eritrosit Darah diencerkan dalam pipet eritrosit. > Hitunglah trombosit dalam seluruh bidang besar di tengah-tengah memakai lensa objektif besar. > Kocok pipet yang telah terisi tadi selama 3 menit terus-menerus dan jaga jangan sampai ada cairan yang terbuang saat mengocok. > Biarkan 2 sampai 3 menit supaya leukosit-eukosit mengandap.5 dan larutan pengencer sampai garis tanda 101.b) Cara Mengisi Kamar Hitung > Letakan kamar hitung yang bersih benar dengan kaa penutupnya terpasang mendatar diatas meja. > Hisaplah darah sampai garis tanda “0. > Buanglah 3 atau 4 tetes pertama dan segeralah sentuhkan ujung pipet itu dengan sudut 30 derajat pada permukaan kamar hitung dangan menyinggung pinggir kaca penutup. Segera kocok selama 3 menit. > Hisaplah cairan Rees Ecker ke dalam pipet eritrosit sampai garis tanda “1” dan buanglah lagi cairan itu. Kemudian hitung sel leukosit yang ada.5” dan cairan Rees Ecker sampai garis tanda “101”. dengan mengenakan factor konversi jumlah leukosit per ul darah dapat diperhitungkan. Jika sudah siap. Larutan harus disaring sebelum dipakai. letakan kamar hitung diatas objektif mikroskop dan gunakan pembesaran 10 x.

 Hisaplah darah (kapiler. Kemudian hisap 1.  Biarkan tabung Wintrobe dangan posisi tegak lurus pada suatu tempat yang tidak banyak angin selama 60 menit. kemudian warna yang terjadi dibandingkan secara visual dengan alat pembanding warna (batang standard).  Dengan memakai pipet Wintrobe.Untuk penetapan laju eritrosit-eritrosit mengendap diperlukan darah yang tidak dapat membeku.4 ml. . pipet pengencer.  Hapuslah darah yang melekat pada sebelah luar ujung pipet.  Hisaplah darah tersebut kedalam pipet Westergren sampai garis tanda 0 mm.  Bacalah tingginya lapisan plasma diatas lapisan eritrosit yang telah mengendap dan nyatakanlah laju endap darahnya dalam mm/jam.  Masukkan campuran tersebut ke dalam tabung dan campurlah baik-baik. tabung pengencer.1 n ke dalam tabung pengencer homometer. batang pengaduk dan sikat pembersih alat.  Catatlah waktunya dan segeralah alirkan darah dari pipet ke dalam dasar tabung pengencer yang berisi HCl tersebut. 1) Menurut Wintrobe  Perolehlah darah oxalat atau EDTA. C. Cara  Masukkan kira-kira 5 tetes HCl 0.tiap hemometer terdiri dari: batang standard. 2) Menurut Westergren  Hisaplah lebih dulu larutan natriunsitrat 3. HEMOGLOBINOMETER (Hemometer/Sahli) Pada cara ini hemoglobin diubah menjadi hematin asam. masukkan darah kedalam tabung Wintrobe setinggi garis tanda 0 mm.6 ml darah vena dengan semprit tersebut sehingga mendapatkan 2 ml campuran. kemudian biarkan pipet dengan sikap tegak lurus di dalam rak Westergren selama 60 menit. EDTA atau oxalat) dengan pipet hemoglobil sampai garis tanda 20 ul.  Bacalah tingginya lapisan plasma diatas lapisan eritrosit yang telah mengendap dan nyatakanlah laju endap darahnya dalam mm/jam. Hati-hati jangan sampai terjadi gelembung hawa. jagalah jangan sampai terjadi gelambung hawa atau busa. Biasanya digunakan antikoagulans untuk maksud itu. sebanyak 0. pipet hemoglobin.8% ke dalam semprit steril 2 ml. tetapi jangan dikocok.

 Masukkan tabung tersebut ke dalam sentrifuge yang cukup besar.  Volume sel-sel darah merah.  Bacalah hasil penetapan itu dengan memperhatikan:  Warna plasma di atas: warna kuning itu dapat dibandingkan dengan larutan kaliumbichromat dan intensitasnya disebut dengan satuan.  Tebalnya lapisan putih di atas sel-sel merah yang tersusun dari leukosit dan trombosit (buffy coat). pusinglah selama 30 menit pada kecepatan 3000 rpm. HEMATOKRIT Nilai hematokrit adalah volume semua eritrosit dalam 100 ml darah dan disebut dengan % dari volume darah itu.000. 2) Mikrometode  Isilah tabung mikrokapiler yang khusus dibuat untuk penetapan mikrohematokrit dengan darah.  Pusinglah selama 3-5 menit. yaitu lebih dari 16. 1) Makrometode Menurut Wintrobe  Isilah tabung Eintrobe dengan darah oxalat.000 rpm (sentrifuge mikrohematokrit).  Bacalah nilai hematokrit dengan menggunakan grafik atau alat khusus. Biasanya nilai itu ditentukan dengan darah vena atau darah kapiler. tiap kali diaduk dengan batang pengaduk yang tersedia.pada mempersamakan warna handaknya tabung di putar sehingga terlihat merata.  Masukkan tabung kapiler ke dalam sentrifuge khusus yang mencapai kecepata besar.  Tutuplah ujung satu dengan nyala api atau dengan bahan penutup khusus. Angkatlah pipet itu sedikit. Satu satuan sesuain dengan warna kaliumbichromat 1 : 10.  Campurlah isi tabung itu agar darah dan asam bersenyawa: warna campuran menjadi coklat tua. D.  Tambahkan air setetes demi setetes.  Bacalah kadar hemoglobin dengan gram/100 ml darah. . lalu hisap asam HCl yang jernih ke dalam pipet 2 atau 3 kali untuk membersihkan darah yang masih tertinggal di dalam pipet. Persamaan warna campuran dengan batang standard harus dicapai dalam waktu 3-5 menit setelah darah dan HCl dicampur. heparin atau EDTA sampai garis tanda 100 di atas.