Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
Angka kejadian dan angka kematian akibat kanker serviks di dunia
menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Pada negara berkembang,
angka kejadian ini menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian akibat
kanker di usia reproduktif. Pada Indonesia sendiri terjadi sekitar 90 sampai 100
kasus baru kanker leher rahim per 100.000 penduduk per tahun (Depkes, 2001).
Profil kesehatan 2010 menyebutkan bahwa indikator penyakit kanker leher rahim
adalah 19,70% per 10.000 penduduk. Berdasarkan laporan program yang berasal
dari Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Semarang pada tahun 2005, kasus
penyakit kanker yang ditemukan sebanyak 2.020 kasus, 55% di antaranya adalah
kanker leher rahim dan 45% diantaranya bukan kanker leher rahim (Dinkes,
2005).1 Frekuensi kejadian kanker servik uteri tertinggi adalah pada wanita usia
antara 50 sampai 55 tahun, dengan umur rata-rata 53,2 tahun.1,2
Pada pemilihan tatalaksa pasien bergantung derajat (stage) kanker. Derajat
kanker tersebut menggambarkan ukuran, kedalaman invasi, dan penyebarannya.
Terdapat tiga metode utama dalam tatalaksana kanker, yaitu pembedahan, terapi
radiasi, dan kemoterapi. Seringkali untuk pendekatan pengobatan terbaik adalah
menggunakan dua atau lebih dari metode-metode ini.3
Radioterapi atau terapi radiasi adalah jenis terapi menggunakan radiasi
tingkat tinggi dengan tujuan menghancurkan sel-sel kanker, namun dapat pula selsel normal maupun sel-sel kanker terpengaruhi olehnya dikarenakan terapi ini
akan merusak sel-sel kanker sehingga proses multiplikasi ataupun pembelahan
sel-sel kanker akan terhambat. Sekitar 50-60% penderita kanker memerlukan
radioterapi.4
Tujuan radioterapi sendiri adalah untuk pengobatan radikal, terapi paliatif
untuk mengurangi dan menghilangkan rasa sakit atau tidak nyaman akibat kanker
serta sebagai adjuvant dengan tujuan mengurangi risiko kekambuhan kanker.
Radiasi mempunyai efek yang sangat baik pada jaringan berkemampuan
membelah dengan cepat. Dengan pemberian terapi, akan semakin banyak sel-sel

1

Sebagian besar sel-sel sehat akan bisa pulih kembali dari pengaruh radiasi. kerusakan yang terjadi pada sel-sel yang sehat merupakan penyebab terjadinya efek samping radiasi.4 2 . Tetapi bagaimanapun juga. dibawa oleh darah dan diekskresi keluar dari tubuh. Sel-sel kanker yang mati akan hancur.kanker yang mati dan tumor akan mengecil.