Anda di halaman 1dari 31

BAB X

RANCANGAN PETAK-PETAK TERBAGI (RPPT)

10.1

PENDAHULUAN
Rancanga petak-petak terbagi (selanjutnya disingkat RPPT) merupakan

perluasan dar RPT, dimana pada RPT kita melakukan percobaan yang terdiri dari dua
faktor, maka dalam RPPT percobaan tersebut terdiri dari tiga faktor. Dengan
demikian dalam RPPT, terdapat faktor pertma yang dijadikan sebagai petak utama
(mainplot), faktor kedua dijadikan sebagai anak petak(subplot), dan faktor ketiga
dijadikan sebagai anak-anak petak(sub-subplot). Seperti halnya dalam RPT, untuk
RPPT kita mengalokasikan faktor yang terpenting kedalam anak-anak petak, dan
seterusnya faktor yang kurang penting dialokasikan kedalam petak yang lebih besar
(anak petak atau petak utama). Dalam penggunaan RPPT tetap mengkombinasikan
dengan rancangandasar seperti RAL, RAK, RBL atau lainnya. Uraian tentang
penggunaan RPPT dalam buku ini hanya membahas RPPT dalam rancangan dasar
RAK. Karena model ini yang paling banyak dipergunakan dalam percobaan.
Penggunaan RPPTA dengan rancangan dasar lainnya dapat dipelajari melalui buku
teks lainnya.
10.2

PENGACAKAN DAN DENAH RPPT DALAM RAK


Untuk mempermudah pembahasan selanjutnya, maka bayangkan ada suatu

percobaan faktorial 5x3x3 yang akan dilakukan dengan RPPT dalam RAK yang
terdiri dari tiga kelompok. Faktor pertama adalah lima taraf nitrogen yang
dialokasikan sebagai petak utama, kemudian faktor kedua adalah praktek manajemen
yang terdiri dari tiga taraf yang dialokasikan sebagai anakpetak, dan faktor ketiga
adalah varietas padi yang terdiri atas tiga taraf yang akan dialokasikan sebagai anakanakpetak. Tahap-tahap pengacakan adalah sebagai berikut:

Tahap 1.
Bagilah daerah (area) percobaan kedalam tiga kelompok (sesuai jumlah
ulangan yang diinginkan dalam RAK), kemudian setiap kelompok dibagi kedalam
lima unit yang berukuran sama sesuai dengan taraf faktor nitrogen(N) yang dijadikan
sebagai petak utama. Tempatkan kelima taraf nitrogen yang dicobakan (n 1, n2, n3, n4,
dan n5) tersebut secara acak kedalam lima petak utama secara terpisah dan bebas
untuk setiap kelompok dari ketiga kelompook tersebut. Dalam uraian tentang
pengacakan ini hanya dikemukakan proses pengacakan pada kelompokan pertama,
sedangkan untuk kelompok kedua dan ketiga mengikuti prosedur yang sama seperti
pada kelompok pertama. Misalkan hasil pengacakan petak utama untuk kelompok
pertama adalah sebagai berikut(lihat gambar 10.1).
n2

n1

n5

n4

n3

Gambar 10.1 penyusunan lima taraf nitrogen secara acak kedalam petak utama dari
kelompok pertama

Tahap 2.
Bagilah setiap petak utama kedalam tiga petak secara acak sesuaibanyaknya
taraf faktor manajemen (m1, m2, dan m3). Proses pngacakan ini diulangkan kembali
secara bebas untuk semua petak utama dari ketika kelompok tersebut. Hasilnya
ditunjukkan dalam gambar 10.2.
n2m1

n2m3

n2m2

n1m3

n1m1

n1m1

n5m3

n5m2

n5m1

n3m1

n3m2

n3m3

n2m1

n2m1

n2m1

Kelompok 1
Gambar 10.2 denah setelah lima petak utama (n1, n2, n3, n4, dan n5) dan tiga
anakpetak (m1, m2, dan m3) disusun secara acak pada kelompok
pertama.

Tahap 3.

Bagilah setiap anakpetak kedalam tiga anak-anak petak secara acak sesuai
banyaknya taraf faktor varietas yang dicobakab (v1, v2, dan v3). Proses ini diulang
untuk semua anakpetak dari ketiga kelompok tersebut secara bebas. Denah akhir dari
percobaan ini terlihat dalam Gambar 10.3
n2m1v1

n2m3v3

n2m3v3

n2m1v3

n2m3v1

n2m2v2

n2m1v2

n2m3v2

n2m2v1

nm3v2

n1m1v1

n1m2v1

n1m3v1

n1m1v3

n1m2v2

n1m3v3

n1m1v2

n1m2v3

n5m3v1

n25m2v1

n5m1v3

n5m3v3

n5m2v2

n5m1v2

n5m3v2

n5m2v3

n5m1v1

n4m2v1

n4m1v1

n4m3v3

n4m2v2

n4m1v3

n4m3v1

n4m2v3

n4m1v2

n4m3v2

n3m1v3

n3m2v1

n3m3v3

n3m1v1

n3m2v3

n3m3v1

n3m1v2

n3m2v2

n3m3v2

Kelompok 1
Gambar 10.3 denah percobaan 5x3x3 yang disusun dalam RPPT dengan N sebagai
petak utama. M sebagai anakpetak, dan V sebagai anak-anakpetak
pada kelompok pertama dari RAK tiga ulangan.
Proses pengacakan pada kelompok kedua dan ketiga untuk percobaan ini
dilakukan dengan prosedur yang sama seperti diatas (pembaca dapat melakukannya
sebagai latihan).
10.3

MODEL LINIER DAN ANALISIS RAGAM RPPT DALAM RAK


Model statistika untuk percobaan yang terdiri dari tiga fakto(A sebagai petak

utama, B sebagai enakpetak, dan C sebagai anak-anakpetak) yang menggunakan


RPPT dalam RAK adalah sebagai berikut:
Y ijkl =u+ K l + Ai + il + B j+( AB)ij + ijl +C k +( AC )ik +( BC ) jk +( ABC )ijk + ijkl
i=1,2, ; a
j=1,2, ; b

k =1,2, ; c
l=1,2, ; r

Dimana:
Y ijkl

= nilai pengamatan pada kelompok ke-1 yang memperoleh taraf ke-i dari
faktor A, taraf ke-j dari faktor B, dan taraf ke k dari faktor C

= nilai rata-rata yang sesungguhnya

Kl

= pengaruh aditif dari kelompok ke-l

Ai

= pengaruh aditif dari taraf ke-I faktor A

il

=pengaruh galat yang timbul pada kelompok ke-l yang memperoleh taraf
ke-I dari faktor A, sering disebut galat(a)

Bj

= pengaruh aditif dari tarafke-j faktor B

( AB)ij

= pengaruh interaksi antara taraf ke-I dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor
B

ijl

= pengaruh galat yang timbul pada kelompok ke-l yang memperoleh taraf
ke-I dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B, sering disebut galat
anakpetak atau galat (b)

Ck

= pengaruh aditif dari taraf ke-k faktor C

( AC )ik =pengaruh interaksi antara taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-k dari faktor
C
( BC) jk = pengaruh interaksi antara taraf ke-j dari faktor B dan taraf ke-k dari
faktor C
( ABC)ijk

=pengaruh interaksi antara taraf ke-i dari faktor A, taraf ke-j dari
faktor A, taraf ke-j dari faktor B, dan taraf ke-k dari faktor C.

ijkl

=pengaruh galat yang timbul pada kelompok ke-l yang memperoleh taraf
ke-I dari faktor A, taraf ke-j dan faktor B dan taraf ke-j dari faktor C,
sering disebut galat anak-anak petak atau galat (c)

Prosedur analisis aragam untuk percobaan yang terdiri dari tiga faktor (A, B,
dan C),, dimana faktor A ditempatkan sebagai anak petak utama dengan taraf faktor A
sebanyak a buah, faktor B yang bertaraf sebanyak b buah ditempatkan sebagai anakanakpetak, serta percobaan tersebut menggunakan r buah kelompok (r ulangan dalam
RAK) dapat mengikuti tahap-tahap berikut.

Tahap 1.
Hitung faktor koreksi (FK) dan jumlah kuadrat total (JKT) sebagai berikut:
Y 2
(total jendral)2
FK =
=
rabc banyak pengamatan

JKT =

Y 2ijkl FK = jumlah k uadrat nilai pengamatanfaktor koreksi

i , j ,k , l

Tahap 2.
Lakukan analisis terhadap petak utama (mainplot):

Y 2i 1
JK ( petak utama )=

i ,l

Y 2 1
J KK =

abc

rbc

FK

(total petak utama)


FK
bc

FK =

( ai )2
JK ( A )=

FK

bc

(total kelompok )2
FK
abc

(total taraf fakktor A )2


FK
rbc

JKG ( A )=JK ( petak utama )JKK JK ( A )

Tahap 3.
Lakukan analisis terhadap anakpetak(subplot):

Y 2i , j ,l

JK ( anakpetak )= i , j ,l

FK

(total anak petak)2


FK
c

(b j)2
JK ( B )=

rac

FK

(total taraf faktor B )2


FK
rac

( ab)2jk

JK ( AB )= I , J

rac

FK JK ( A ) JK ( B)

JKG ( b )=JK ( anakpetak )JKK JK ( A )JK ( B )JK ( AB )

Tahap 4
Lakukan analisis terhadap anak-anakpetak (sub-subplot):

ck
()2
k

FK
rab
JK ( C )=
2

(total taraf faktor C)

FK
rab

(ac)2jk
JK ( AC )=

i ,k

FK JK ( A )JK (C )

rb

(bc)2jk
JK ( BC )=

j ,k

FKJK ( B )JK (C)

ra

(abc)2ijk

JK ( ABC )= i ,J ,k

FK JK ( A ) JK ( B )JK ( C )JK ( AB )JK ( AC ) JK ( BC )

JKG ( c )=JKTsemua JK komponen lainnya

JKT JKK JK ( A )JKG ( a )JK ( B )JK ( AB )JKG ( b )JK (C )JK ( AC )JK ( BC )JK ( ABC )

Tahap 5.
Tentukan derajat bebas (db) dari semua komponen yang merupakn sumber
keragaman:
db kelompok =r1=banyak kelompok 1

db faktor A=a1=banyak taraf faktor A1


db galat ( a )=( r 1 ) (a1)

db faktor B=b1=banyak taraf faktor B1


db interaksi ( AB ) =( a1 )(b1)

db galat ( b )=a ( r 1 ) (b1)


db faktor C=c1=banyak taraf faktor C1

db interaksi ( AC )=( a1 ) (c1)


db interaksi ( BC )=( b1 ) (c1)

db interaksi ( ABC )=( a1 ) (b1)( c1)


db galat ( c ) =ab ( r1 ) (c1)

db total=rabc 1=banyak pengamatan1


Tahap 6.
Tentukan kuadrat tengah (KT) melalui pembagaian antara JK dan db masing-masing.
Tahap 7.
Susun daftar analisis ragam RPPT dalam RAK seperti tampak dalam tabel 10.1
Tabel 10.1 Daftar Analisis Ragam RPPT dalam RAK
Sumber keragaman
Petak Utama:
Kelompok

DB

JK

KT

r1

JKK

KTK

Faktor A

a1

JK(A)

KT(A)

Galat(a)

( r1 ) ( a1)

JKG(a)

KTG(a)

b1

JK(B)

KT(B)

( a1 ) (b1)

JK(AB)

KT(AB)

Anakpetak:
Faktor B
Interaksi (AB)

Galat(b)

a ( r1 )( b1)

JKG(b)

KTG(b)

c1

JK(C)

KT(C)

Interaksi (AC)

( a1 ) (c1)

JK(AC)

KT(AC)

Interaksi (BC)

( b1 ) (c1)

JK(BC)

KT(BC)

( a1 ) (b1)(c1)

JK(ABC)

KT(ABC)

ab ( r1 )(c1)

JKG(c)

KTG(c)

rabc1

JKT

Anak-anakpetak:
Faktor C

Interaksi (ABC)
Galat(c)
Total

Seperti halnya dengan RPT apabila terdapat pengaruh dari perlakuan yang
dicobakan, maka kita perlu melakukan pengujian lanjutan berupa uji pembandingan
nilai rata-rata perlakuan, untuk itu perlu diketahui galat baku (standard error) dari
selisih dua nilai rata-rata perlakuan yang akan diperbandingkan tersebut. Galat baku
(standard error) selisih dua nilai rata0rata perlakuan untuk suatu percobaan yang
menggunakan RPPT tampak dalam tabel 10.2
Tabel 10.2
No.
1

Dua

galat baku(standard error) untuk RPPT


Selisih antara
nilai rata-rata

contoh
a1a2

taraf faktor A
2

Dua

nilai

rata-rata

b1b2

rata-rata

a1 b1a1 b 2

taraf faktor B
3

Dua

nilai

taraf faktor B pada

Galat baku
2 KTG a 1 /2
rbc

2 KTG b
rac

2 KTG b
rc

2 [ ( b1 ) KTGb + KTG a ]
rbc

1 /2

1 /2

taraf faktor A yang


4

sama
Dua nilai

rata-rata

taraf faktor A pada


taraf faktor B yang

a1 b1a2 b 1

1 /2

sama
Dua nilai

rata-rata

c 1c 2

rata-rata

a1 c 1a1 c 2

taraf faktor C
6

Dua

nilai

taraf faktor C pada

1/ 2

2 KTG c
rab

2 KTG c
rb

2 [ ( c1 ) KTG c + KTG a ]

2 KTG c
ra

2 [ ( c1 ) KTG c + KTG b ]
rac

1/ 2

taraf faktor A yang


7

sama
Dua nilai

rata-rata

a1 c 1a2 c 1

taraf faktor A pada

rbc

1 /2

taraf faktor C yang


8

sama
Dua nilai

rata-rata

b1 c 1a1 c 2

taraf faktor C pada

1/ 2

taraf faktor B yang


9

sama
Dua nilai

rata-rata

b1 c 1b2 c 1

taraf faktor B pada

1 /2

taraf faktor C yang


sama
Terlihat dari tabel 10.2 didalam melakukan pengujian selisih dua nilai ratarata untuk kasus no. 4, 7, dan 9, kita menggunakan dua nilai KTG yang berbeda
dalam perhitungan galat baku tersebut. Implikasi dari hal ini mengakibatkan hasil
pengujian tidak menyebar mengikuti sebaran t-student, untuk itu perlu perkiraan
terhadap nilai t ini. Jika

t a , t b , dant c

, masing-masing adalah nilai t yang diperoleh

dari tabel t-student dengantaraf nyata tertentu pada derajat bebas galat (a), db
galat(b), dan db galat(c), maka nilai perkiraan t* untuk kasus-kasus tersebut adalah:
Untuk kasus nomor 4:

t=

( b1 ) ( KTG b ) ( t b ) + ( KTG a )( t a )
( b1 ) ( KTG b ) + ( KTG a )

Untuk kasus nomor 7:


t=

( c1 ) ( KTG c ) ( t c ) + ( KTG a )( t a )
( c1 ) ( KTG c ) + ( KTG a )

Untuk kasus nomor 9:


t=

( c1 ) ( KTG c ) ( t c ) + ( KTG b )( t b )
( c1 ) ( KTG c ) + ( KTG b )

Catatan:

( b1 )=derajat bebas faktor B


( c1 )=derajat bebas faktor C
Berdasarkan nilai perkiraan t* diatas, maka pengujian untuk kasus nomor 4, 7,
dan 9 dapat dilakukan dengan menerapkan uji pembandingan nilai rata-rata yang
sesuai (lihat bab IV).
10.4

TELADAN PENERAPAN
Agar pembahasan tentang RPPT dalam RAK dapat lebih mudah dipahami,

maka perhatikan kasus percobaan berikut.


Suatu percobaan dalam bidang pertanian ingin mempelajari pengaruh dari tiga
faktor yaitu pemupukan nitrogen (N), manajemen terhadap pertanaman (M) da jenis
varietas (V) terhadap hasil produksi padi (diukur dalam tom/ha). Faktor N
ditempatkan sebagai petak utama, faktor M sebagai anakpetak, dan faktor V sebagai
anak-anak petak. Taraf dari masing-masing faktor adalah sebagai berikut:

Faktor pemupukan nitrogen (N):


n1

= dosis 0 kg.N/ha

n2

= dosis 50 kg.N/ha

n3

= dosis 100 kg.N/ha

Faktor praktek manajemen (M):


m = minimum
m2

= optimum

m3

= intensif

Faktor jenis varietas(V):


v1

= varietas padi jenis 1

v2

= varietas padi jenis 2

v3

= varietas padi jenis 3


Percobaan ini menggunakan RAK dengan masing-masing pelakukan dilangan

dalam tiga kelompok tanah yang berbeda.


Data percobaan faktorial 3x3x3 dengan menggunakan RPPT dalam RAK
tampak dalam tabel 10.3
Tabel 10.3 Data Hasil Produksi Padi (Ton/ha)
Nitrogen(N

Manajemen(M

Varietas(V)

Kelompok tanah

Total
perlakua
n

n1

m1

v1

1
3.320

2
3.864

3
4.507

11.691

m2

m3

m1

m2
n2

m3

n3

m1

m2

v2

6.101

5.122

4.815

16.038

v3

5.355

5.536

5.244

16.135

v1

3.766

4.311

4.875

12.952

v2

5.096

4.873

4.166

14.135

v3

7.442

6.462

5.584

19.488

v1

4.660

5.915

5.400

15.975

v2

6.573

5.495

4.225

16.293

v3

7.018

8.020

7.642

22.680

v1

3.188

4.752

4.756

12.696

v2

5.595

6.780

5.390

17.765

v3

6.706

6.546

7.092

20.344

v1

3.625

4.809

5.295

13.729

v2

6.357

5.935

5.163

17.445

v3

8.592

7.646

7.212

23.450

v1

5.232

5.170

6.046

16.448

v2

7.016

7.442

4.478

18.936

v3

8.480

9.942

8.714

27.136

v1

5.468

5.788

4.422

15.678

v2

5.442

5.988

6.509

17.939

v3

8.452

6.698

8.650

23.800

v1

5.759

6.130

5.308

17.197

v2

6.398

6.533

6.569

19.500

v3

8.662

8.526

8.514

25.702

m3

v1

6.215

7.106

6.318

19.639

v2

6.953

6.914

7.991

21.858

v3

9.112

9.140

9.320

27.572

166.58

171.43

164.20

502.221

Total kelompok

10.3a Data Total Petak Utama (Kelompok Tanah dan Nitrogen)


Nitrogen (N)
n1

1
49.331

Kelompok tanah
2
3
49.598
46.458

n2

54.791

59.012

54.146

167.949

n3

62.461

62.823

63.601

188.885

166.583

171.433

164.205

502.221

Total kelompok
Tabel 10.3b
Nitrogen (N)

n2

n3

145.387

Data Total Anak Petak (NxMxK)


Manajemen(M
1

)
n1

Total N

Kelompok Tanah
2
3

m1

14.776

14.522

14.566

m2

16.304

15.646

14.625

m3

18.251

19.430

17.267

m1

15.489

18.078

17.238

m2

18.574

18.380

17.670

m3

20.728

22.554

19.238

m1

19.362

18.474

19.581

m2

20.819

21.189

20.391

m3

22.280

23.160

23.629

Tabel 10.3c

Data Total Faktor Nitrogen (N) dan manajemen(M)

Manajemen (M)
n1

Kelompok tanah
n2

Total N
n3

m1

43.864

50.805

57.417

152.086

m2

46.575

54.624

62.399

163.598

m3

54.948

62.520

69.069

186.537

Total N

145.387

167.949

188.885

502.221

Tabel 10.3d

Data Total Faktor Nitrogen (N) dan Varietas(V)

Varietas (V)
n1

Kelompok tanah
n2

Total V
n3

v1

40.618

12.873

52.514

136.005

v2

46.466

54.146

59.297

159.909

v3

58.303

70.930

77.074

206.307

145.387

167.949

188.885

502.221

Total N
Tabel 10.3e

Data Total Faktor Manajemen (M) dan Varietas(V)

Varietas (V)
m1

Manajemen
m2

Total V
m3

v1

40.065

43.878

52.062

136.005

v2

51.742

51.080

57.087

159.909

v3

60.279

68.640

77.388

206.307

152.086

163.598

186.573

502.221

Total N

Prosedur analisis percobaan diatas, adalah sebagai berikut.


1. Model
Model statistika dari percobaan diatas adalah:
Y ijkl =u+ K 1 + N i + il + M j +(NM )ij + ijl +V k +(NV )ik +(MV ) jk +( NMV )ijk + ijkl
i=1,2,3

j=1,2,3
k =1,2,3

l=1,2,3
Dimana:
Y ijkl

= hasil produksi padi dari kelompok tanah ke-1 yang memperoleh


taraf pemupukan nitrogen ke-I, taraf manajemen ke-j dan

ditanami dengan varietas padi ke-k


= nilai rata-rata produksi padi yang sesungguhnya

Kl

= pengaruh aditif dari kelompok tanah ke-1 terhadap respon

Ni

produksi padi
= pengaruh aditif dari taraf pemupukan nitrogen ke-I terhadap

il

respon produksi padi.


= pengaruh galat yang timbul pada kelompok tanah ke-1 yang

Mj

memperoleh taraf pemupukan nitrogen ke-i


= pengaruh aditif dari taraf manajemen ke-j terhadap hasil

(NM )ij

produksi padi
pengaruh interaksi antara taraf pemupukan nitrogen ke-i
serta tingkat manajemen ke-j terhadap hasil produksi

ijl

padi
= pengaruh galat yang timbul pada kelompok tanah ke-1 yang
memperoleh taraf pemupukan nitrogen ke-i dan manajemen kej

Vk

= pengaruh aditif dari jenis varietas ke-i terhadap hasil produksi

(NV )ik

padi
= pengaruh interaksi antara taraf pemupukan nitrogen ke-i dan

(MV ) jk

jenis varietas ke-k terhadap hasil produksi padi


= Pengaruh interaksi antara manajemen ke-j dan jenis varietas ke-

k terhadap hasil produksi padi


(NMV )ijk = Pengaruh interaksi antara taraf pemupukan nitrogen ke-I, taraf
manajemen ke-j, dan jenis varietas ke-k terhadap hasil produksi
ijkl

padi
= Pengaruh galat yang timbul pada kelompok ke-1 yang
memperoleh taraf pemupukan nitrogen ke-i, manajemen ke-j
dan jenis varietas ke-k

2. Analisis Ragam
Prosedur analisis ragam dapat mengikuti tahap-tahap berikut.
a. Hitung faktor koreksi (FK) dan jumlah kuadrat total (JKT):
Y 2
(total jendral)2
FK =
=
rabc banyak pengamatan
2

(502.221)
=3113.90
(3) ( 3 ) ( 3 ) (3)

JKT =

Y 2ijkl FK =(3.320)2 ++(9.320)23113.90

i , j ,k , l

189.71

b. Lakukan analisis terhadap petak utama (mainplot analisis):

Y 2i 1
JK ( petak utama )=

i ,l

bc

FK
2

(total petak utama)


FK
bc

( 49.331 )2+ + ( 63.601 )2


3113.90
(3 )( 3 )

37.36

Y 2 1
JKK =

abc

FK =

(total kelompok )2
FK
abc

( 166.583 )2 ++ (164.205 )2

3113.90
(3 )( 3 )( 3 )
1.01

( ni )2
JK ( N ) =

rbc

FK

(total Nitrogen )2
FK
rbc

( 145.387 )2 + + ( 188.885 )2
3113.90
( 3 )( 3 )( 3 )

35.05

JKG ( A )=JK ( petak utama )JKK JK ( A )


37.361.0135.05=1.30

c. Lakukan analisis terhadap anak petak(subplot analisis):

Y 2i , j ,l

JK ( anakpetak )= i , j ,l

FK

(total anak petak )2


FK
c

( 145.367 )2 + + ( 188.885 )2
3113.90
3

63.07

( m j)2
JK ( M )=

rac

FK

(total manajemen )2
FK
rac

( 152.086 )2 ++ ( 186.537 )2

3113.90
( 3 )( 3 )( 3 )
22.79

( nm )2jk

JK ( NM )= I , J

rc

FK JK ( N )JK ( M )

( 43.864 )2 ++ ( 69.069 )2

3113.9035.0522.79=0. 16
( 3) ( 3)
JKG (b)=JK ( anakpetak )JKK JK ( N )JKG ( a ) JK ( M )JK ( NM )

63.071.0135.051.3022.790.16
2.76

d. Lakukan analisis terhadap anak-anakpetak (sub-subplot):


ck
()2
k

FK
rab
JK ( V )=

(total Varietas )2
FK
rab

( 136.005 )2 ++ ( 206.307 )2
3113.90
( 3 )( 3 )( 3 )

94.65

( nv )2jk
JK ( NV )=

i ,k

rb

FK JK ( N )JK ( V )

( 40.618 )2+ + ( 77.074 )2


3113.9035.0594.65
(3) (3)

3.44

( mv )2jk
JK ( MV )=

j ,k

ra

FK JK ( M )JK ( V )

( 40.065 )2+ + ( 77.388 )2


3113.9022.7994.65
( 3 )( 3 )

4.23

( nmv )2ijk

JK ( NMV )=

i , J ,k

FK JK ( N )JK ( M ) JK ( V )JK ( NM )JK ( NV )JK ( MV )

( 11.691 )+ + ( 27.572 )
3113.9035.0522.7994.650.163.444.23
3

2.37

JKG ( c )=JKT JKK JK ( A )JKG ( a )JK ( B )JK ( AB ) JKG ( b )JK ( C ) JK ( AC )JK ( BC )JK (
189.711.0135.051.3022.790.162.7694.653.444.232.37
21.95

e. Tentukan derajat bebas (db) dari semua komponen yang merupakn sumber
keragaman:
db kelompok =r1=banyak kelompok 1=31=2
db faktor Nitrogen=a1=31=2

db galat ( a )=( r 1 )( a1 )=( 31 ) (31 )=4


db faktor manajemen=b1=31=2

db inter aksi ( NM )=( a1 ) ( b1 ) =( 31 ) ( 31 )=4


db galat ( b )=a ( r 1 )( b1 )=3 ( 31 ) (31 )=12
db faktor varietas=c1=31=2
db interaksi ( NV ) =( a1 )( c1 )=( 31 ) ( 31 )=4
db interaksi ( BC )=( b1 ) ( c1 )=( 31 )( 31 )=4
db interaksi ( NMV )=( a1 )( b1 ) ( c1 )= (31 ) ( 31 ) ( 31 ) =8
db galat ( c ) =ab ( r1 ) ( c1 ) =( 3 ) (3 )( 31 )( 31 )=36
db total=rabc 1=( 3 ) ( 3 ) (3 )( 3 )1=80
f. Tentukan kuadrat tengah (KT) melalui pembagian antara JK dan db
masing-masing:
JKK 1.01
KTK =
=
=0.51
r 1 31
KT ( N )=

JK ( N ) 35.05
=
=17.53
a1
31

KTG ( a ) =
KT ( M )=

JKG ( a )
1.30
=
=0.33
( r 1 )( a1 ) ( 31 ) ( 31 )

JK ( M ) 22.79
=
=11.40
b1
31

KT ( NM )=
KTG ( b ) =
KT ( V )=

JK ( NM )
0.16
=
=0.04
( a1 )( b1 ) ( 31 ) ( 31 )

JKG ( b )
2.76
=
=0.23
( a )( r 1 ) ( b1 ) ( 3 ) ( 31 ) ( 31 )

JK ( V ) 94.65
=
=47.33
c1
31

KT ( NV ) =

JK ( NV )
3.44
=
=0.86
( b1 ) ( c1 ) (31 ) ( 31 )

KT ( MV )=

JK ( MV )
4.32
=
=1.06
( b1 )( c1 ) ( 31 )( 31 )

KT ( NMV )=
KTG ( c )=

JK ( NMV )
2.37
=
=0.30
( a1 ) ( b1 )( c 1 ) ( 31 )( 31 )( 31 )

JKG ( c )
21.95
=
=0.61
( a ) ( b ) ( r1 )( c1 ) ( 3 ) ( 3 ) (31 ) ( 31 )

g. Susunlah daftar analisis ragam seperti tampak dalam tabel 10.4


Tabel 10.4 Daftar Analisa Ragam Produksi Padi
Sumber keragaman

JK

KT

Fhit

Ft abel
5%

1%

53.12

6.94

18.00

11.40

49.57

3.88

6.93

0.16

0.04

0.17tn

3.26

5.41

12

2.76

0.23

Anak-anakpetak:
Varietas(V)

94.65

47.58

77.59

3.26

5.25

Interaksi (NV)

3.44

0.86

1.41tn

2.63

3.89

Interaksi (MV)

4.23

1.06

1.74tn

2.63

3.89

Interaksi (NMV)

2.37

0.30

0.18tn

2.21

3.31

Galat(c)

30

21.95

0.61

Total

80

JKT

Petak Utama:
Kelompok

1.01

0.51

Nitrogen(N)

35.05

17.53

Galat(a)

1.30

0.33

Anakpetak:
Manajemen(M)

22.79

Interaksi (NM)

Galat(b)

=sangat nyata pada =0.01

**

DB

tn= tidak nyata pada =0.05


h. Kesimpulan
Dari tabel analisis ragam(tabel 10.4) terlihat bahwa antara ketika faktor
yang dicobakan, tidak menunjukan adanya interaksi, hal ini menunjukan
bahwa faktor pemupukan nitrogen(N), faktor manajemen (M), dan faktor jenis
varietas (V) masing-masing mempengaruhi respons produksi padai secara
bebas atau secara sendiri-sendiri. Ketiga faktor tersebut memperlihatkan
pengaruh yang sangat nyata pada taraf =0.01 . dengan demikian
berdasarkan percobaan, dan diantara praktek manajemen yang dilakukan.
Jenis varietas padi mana yang terbaik, dosis pemupukan nitrogen mana yang
memberikan respons produksi tertinggi perlu dicari melalui pengujian
pembandingan nilai rata-rata perlakuan untuk masing-masing faktor tersebut
secara terpisah (hal ini karena tidak ada interaksi antarfaktor yang berarti
pengaruh sederhana antar faktor dapat dianggap sama, sehingga pengaruh
utama dari masing-masing faktor yang tidak lain merupakan rata-rata dari
pengaruh sederhana dapat mencerminkan keadaan yang sebenarnya). Sebelum
kita melanjutkan pengujian pembandingan nilai rata-rata dari masing-masing
faktor, perlu kita tinjau bagaimana tingkat ketelitian percobaan diatas yang
dirancang dengan RPPT dalam RAK. Secara sederhana ada suatu patokan
umum yang dapat menunjukan sejauh mana percobaan yang dirancang dengan
RPPT memberikan hasil yang memuaskan dilihat dari tingkat ketelitiannya.
Suatu percobaan yang dilakukan yang dilakukan secara tepat dengan
menggunakan RPPT, maka kita mengharapkan bahwa nilai galat dari anakanakpetak(galat c) harus lebih kecil daripada galat dalam anakpetak(galat b)
dan harus lebih kecil daripada galat dalam petak utama (galat a), hal ini sesuai
dengan perancangan percobaan awal, dimana kita menempatkan faktor yang
terpenting sebagai anak-anak petak, kemudian faktor yang kurang penting

sebagai anakpetak, dan seterusnya faktor lain yang juga dianggap kurang
penting sebagai petak utama.
Konsekuensi dari hal ini, menunujukan bahwa kita memberikan toleransi
kesalahan percobaan (galat) yang lebih besar pada petak utama, dan
mengharapkan kesalahan percobaan yang lebih kecil pada anak-anak petak.
Apakah pengendalian galat percobaan dianggap berhasil atau gagal akan
tampak dari besar kesalahan (nilai galat) dalam RPPT dianggap berhasil
apabila : KTGc lebih kecil daripada KTGb dan lebih kecil daripada KTGa ;
atau dituliskan sebagai :
KTGc < KTG b < KTGa
Untuk kasus percobaan di atas kita memperoleh hasil melalui analisis
ragam sebagai berikut :
KTGa =0.33 ; KTGb =0.23 ; KTGc =0.61
Besaran nilai di atas menunjukan bahwa justru tingkat kesalahan dalam
anak-anak petak lebih besar (yang seharusnya lebih kecil) dibandingkan
tingkat kesalahan dalam anak petak dan petak utama. Gambar kasar ini
mengharuskan kita mengkaji kembali pelaksanaan percobaan yang telah
dilakukan dan menjadi bahan pertimbangan untuk percobaan-percobaan yang
sama dimasa mendatang. Dalam kasus di atas, apakah tidak lebih baik faktor
varietas yang dijadikan sebagai petak utama merupakan kajian menarik yang
perlu dipertimbangkan untuk percobaan mendatang.
Berikut ini akan dibahas bagaimana menguji perbedaan nilai rata-rata dari
masing-masing faktor yang dicobakan (ingat bahwa pengaruh interksi tidak
nyata, jadi kita menguji pengaruh utama dari masing-masing faktor tersebut).
I.

Pengujian pengaruh pemupukan nitrogen terhadap hasil prduksi padi


Untuk menguji perbedaan nilai rata-rata dari perlakuan pemupukan kita akan

menggunakan uji LSD. Untuk itu perlu ditentukan besaran nilai LDS untuk taraf
nyata 5%. Prosedur pengujian sebagai berikut :

a) Tentukan nilai LSD (0.05)


s Y Y
i

t 0.05; db galat (a) ( s Y Y


i

Galat baku selisih dua nilai rata-rata faktor nitrogen (lihat

Tabel 10.2 nomor 1)


=
(2KTGa/rbc)1/2
=
(2 x 0.33/9)1/2 = 0.271
Sehingga LSD (0.05) = (2.776) (0.271) = 0.752 ton/ha
b) Susun nilai rata-rata perlakuan nitrogen yang akan diperbandingkan dalam
urutan menaik, dan jika selisih dua nilai rata-rata lebih besar dari pada LSD
(0.05) =

0.752 ton/ha, maka dianggap berbeda nyata, selain itu dianggap

tidak berbeda nyata.


c) Pengujian :
Perlakuan
:
Rata-rata (ton/ha)
:
Hasil
:

n1
n2
5.385
6.220
semuanya berbeda nyata

n3
6.996

d) Kesimpulan
Ternyata pemupukan nitrogen dengan dosis 100 kg N/ha (n 3) memberikan
hasil produksi padi yang tertinggi dan berbeda nyata dengan kedua dosis
pemupukan lainnya (n2 dan n1), demikian pula pemupukan nitrogen dengan
dosis 50 kg N/ha (n2) memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan tanpa
pemupukan nitrogen (n1 ; dosis 0 kg N/ha). Terlihat bahwa tanaman padi
sangat renponsif terhadap pemupukan nitrogen.
II.

Pengujian pengaruh manajemen terhadap hasil produksi padi :


t 0.05; db galat (b) ( s Y Y )
a) Tentukan nilai LSD (0.05) =
i

t 0.05;12

s Y Y

=
LSD (0.05)
=
b) Pengujian :
Perlakuan
Rata-rata (ton/ha)

2.179
Galat baku selisih dua nilai rata-rata faktor praktek
manajemen (lihat Tabel 10.2 nomor 2)
(2KTGb/rac)1/2 = (2 x 0.23/9)1/2 = 0.226
(2.179) (0.226) = 0.492 ton/ha
:
:

m1
5.633

m2
6.059

m3
6.909

Hasil
:
----------------------c) Kesimpulan :
Hasil pengujian menunjukan bahwa antara praktek manajemen optimumdan
minimum tidak memberikan perbedaan hasil produksi sedangkan praktek
manajemen yang intensif memberikan hasil produksi yang tertinggi dan
berbeda nyata dengan kedua praktek manajemen lainnya.
III.

Pengujian pengaruh jenis varietas terhadap hasil produksi padi :


t 0.05; db galat (c) ( s Y Y )
a) Tentukan nilai LSD (0.05) =
i

t0.05;36
s Y Y
i

=
j

2.029 (melalui interpolasi linear)


galat baku selisih dua nilai rata-rata jenis varietas (lihat

Tabel 10.2 nomor 5)


(2KTGc/rab)1/2 = (2 x 0.61/9)1/2

=
=

0.368
(2.029) (0.368) = 0.747 ton/ha

LSD (0.05)
b) Pengujian :
Perlakuan
:
v1
v2
v3
Rata-rata (ton/ha)
:
5.037
5.923
7.641
Hasil
:
semuanya berbeda nyata
c) Kesimpulan :
Hasil pengujian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata produksi diantara
ketiga varietas yang dicobakan, di mana terlihat bahwa varietas v 1
memberikan hasil rata-rata yang lebih rendah daripada varietas v 2 dan lebih
rendah daripada varoetas v3. Dengan demikian dapat dianjurkan untuk
menanam varietas padi v3 karena memberikan hasil produksi yang tinggi.
10.5. DATA HILANG DALAM RPPT DENGAN DASAR RAK
Jika ada sebuah perlakuan dalam percobaan yang menggunakan RPPT dalam
RAK yang hilang datanya atau dengan kata lain tidak diperoleh informasi dari
perlakuan tersebut, maka kita dapat melakukan pendugaan data dengan menggunakan
formula :
cR+ rMP
Y=
( c1 ) (r 1)
di mana :

Y
c
r

Dugaan terhadap data yang hilang

=
=

Banyaknya taraf faktor yang dijadikan anak-anak petak


Banyaknya kelompok (ulangan)

R
M

=
=

Total nilai pengamatan dari perlakuan yang mengandung data hilang


Total nilai pengamatan dari anakpetak yang mengandung data hilang

Total nilai pengamatan dari semua anakpetak yang sama yang

mengandung data hilang


Sebagai contoh, misalnya dalam Tabel 10.3. data dari perlakuan (n3 m2 v1)
dalam kelompok ketiga tidak diperoleh (misalkan saja nilai 5.308 hilang dan kita
akan menduganya). Pendugaan terhadap data perlakuan n 3 m2 v1 dalam kelompok
ketiga adalah :
c
r

=
=

Banyaknya taraf faktor varietas (anak-anak petak) = 3


Banyaknya kelompok = 3

Total nilai pengamatan dari perlakuan yang mengandung data hilang

(dalam hal perlakuan n3 m2 v1) adalah :


Total n3 m2 v1 = 5.759 + 6.130 = 11.889
Total nilai pengamatan dari anakpetak yang mengandung data hilang

(dalam hal ini total dari anakpetak n 3 m2 dalam kelompok ketiga)


P

adalah : 6.569 + 8.514 = 15.083


Total nilai pengamatan dari semua anakpetak yang sama yang
mengandung data hilang (dalam hal ini total semua anakpetak yang

mengandung n3 m2) yaitu :


5.759 + 6.398 + 8.632 + 6.130 + 6.533 + 8.526 + 6.569 + 8.514 =
57.091
Dengan demikian pendugaan data perlakuan n3 m2 v1 dalam kelompok

ketiga adalah :
Y

cR+rM P
( c1 ) (r1)

( 3 )( 11.889 )+ (3 )( 15.083 ) 57.091


( 31 ) (31)

5.956

Kemudian nilai dugaan ini dimasukkan sebagai data perlakuan n 3 m2 v1


dalam kelompok ketiga, lalu analisis data dapat dilakukan mengikuti prosedur
analisis ragam, hanya derajat bebas galat (c) perlu mendapat koreksi yaitu
dikurangi

satu,

sehingga

derajat

bebas

galat

(c)

menjadi

ab ( r1 )( c1 )1 .
Demikian uraian dalam berbagai hal yang berkaitan dengan
penggunaan RPPT dalam RAK. Kelihatannya memang prosedur penggunaan
RPPT cukup kompleks dalam hal analisis ragam, hal ini sebagai konsekuesi
logis dari semakin banyak faktor yang dicobakan. Kita akan mengalami
kesulitan dalam menginterpretasikan hasil percobaan sekiranya terdapat
interaksi antara tiga atau lebih faktor yang dicobakan, untuk itu seorang
seorang peneliti sejak awal perlu mengantisipasi kemungkinan terjadi hal ini,
dengan demikian sejak awal ia dapat membatasi percobaannya untuk faktorfaktor yang penting saja dan perlu menhindari percobaan dengan melibatkan
banyak faktor. Penulis buku ini menyarankan agar peneliti di dalam
melaksanakan percobaan, sebaiknya paling banyak hanya menggunakan tiga
faktor. Meskipun hanya tiga faktor, apabila terjadi interaksi antara ketiga
faktor tersebut, telah cukup merepotkan kita dalam memeriksa pangaruhpengaruh sederhana demikian pula dalam menginterpretasikan hasilnya.
10.6. LATIHAN
Ada suatu percobaan agronomi yang terdiri dari tiga faktor dengan
menggunakan RPPT dalam RAK yang diulang sebanyak dua kali.
Petak utama berisi perlakuan tentang pengairan (A) yang terdiri atas
tiga taraf (a1, a2, dan a3), anakpetak berisi perlakuan tentang pemupukan
tentang pempukan nitrogen (N) dalam tiga taraf (n1, n2, dan n3), serta anakanakpetak berisi perlakuan tentang waktu pemangkasan tanaman jagung (W)
yang terdiri atas dua taraf (w1 dan w2).
Petak percobaan berukuran 1 m x 5 m, hasil yang dicatat dalam gram
per petak tercantum pada tabel berikut.

Faktor A

Faktor N
n1

a1

n2
n3
n1

a2

n2
n3
n1

a3

n2
n3

Faktor W
w1
w2
w1
w2
w1
w2
w1
w2
w1
w2
w1
w2
w1
w2
w1
w2
w1
w2

Kelompok
2

1
226
250
184
122
253
???
213
321
257
279
311
285
456
551
610
661
599
654

377
353
67
74
363
203
286
375
357
392
414
265
543
578
580
589
712
675

a. Lakukan analisis ragam secara lengkap dan benar, apa kesimpulan Anda
tentang percobaan di atas !
b. Jika karena sesuatu hal, data untuk perlakuan a 2 n3 w1 dalam kelompok 1 tidak
diperoleh. Bagaimana anda menduga data yang hilang tersebut ? Lakukan
analisis ragam berdasarkan data yang diduga tersebut. Bagaimana kesimpulan
anda ?