Anda di halaman 1dari 21

BAB

DASAR TEORI PEMASARAN
INTERNASIONAL
(ADVANTAGE THEORY/TEORI
KEUNGGULAN)
A. TEORI PRA–KLASIK (MERKANTILISME): MARKETING BY
POWER
Teori ini dilandasi oleh aliran/filsafat ekonomi yang tumbuh dan
berkembang dengan pesat diabad XVI s.d XVIII di Eropa Barat
dengan
idea
pokoknya
memperluas
kegiatan
perdagangan/pemasaran internasional (X & M) “ BY POWER” yaitu
menggunakan uang dalam bentuk logam mulia terutama emas
untuk membangunan dan memiliki kekuatan senjata dan armada
kapal perang guna memperluas perdagangan dan pemasaran
internasional yang diikuti dengan “kolonisasi atau penjajahan”
seperti yang dilakukan Belanda dengan VOC nya di Indonesia,
Inggeris dan Portugis di India – Malaysia – Afrika - China, Spanyol di
Amerika Latin, Perancis di Afrika dan Vietnam dan lain – lain.
Kebijakan atau konsep Pemasaran Internasional By Power
berdasarkan idea “Merkantilisme” ini sampai sekarang masih dapat
dilihat wujudnya dalam bentuk “Neo Merkantilisme” seperti yang
dilakukan oleh negara-negara ‘Super Power” terutama dibidang
politik dan militer, khususnya
USA dengan tindakannya

Bab 4

Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan)

2

kekerasannya di Afganistan dan Irak yang pada hakekatnya tidak
terlepas dari motif ekonomi – pemasaran yaitu disatu pihak
mengekspor peralatan militer keamanan/kontruksi/komunikasi dan
dilain pihak mengimpor bahan baku (natural resources) terutama
minyak bumi dengan harga yang
dapat dipaksakan atau
ditentukan oleh pihak Super Power.
B. TEORI KLASIK
Teori ini mendasarkan kebijakan pemasaran internasional (X &
M) yang terjadi karena adanya perbedaan harga produk yang
dilahirkan dari perbedaan kemampuan faktor produksi “Tenaga
Kerja” baik secara “Absolut Advantage “ menurut A. Smith atau
secara Comparative Advantage” menurut D. Ricardo.
a.
b.
c.

d.
e.

Prinsip dasar dari teori klasik adalah :
Pemerintah mengurangi “campur tangan”nya dalam kegiatan
ekonomi – perdagangan/pemasaran
Dengan demikian akan terjadi “perdagangan bebas” atau “free
trade” sehingga persaingan akan semakin meningkat
Untuk menghadapi persaingan yang semakin meningkat
tersebut, maka masing-masing negara / perusahaan akan
berusaha melakukan “spesialisasi produksi dan mengekspor”
produk berdasarkan “absolut atau comparative advantage”
untuk
Dapat berproduksi secara produktif dan efisien sehingga
mampu bersaing di pasar internasional.
Dengan adanya spesialisasi maka terjadi peningkatan
“produktivitas dan atau efisiensi” sehingga akan terjadi
peningkatan produksi yang relatif lebih banyak dan murah
sehingga
akan
mendorong
pertumbuhan
perdagangan/pemasaran internasional.

Pada hakekatnya, prinsip teori klasik ini sampai sekarang masih
berlaku dan hal ini dapat dilihat dari adanya integrasi ekonomi
regional pada saat ini seperti AFTA, NAFTA, LAFTA, APEC, EURO dan
lain - lain.
1. Absolut Advantage dari A. Smith

1 PRODUKSI / TK / HARI KERJA NEGARA/ TEH SUTERA DTDN / DTOT PRODUSEN 1 Kg T = ¼ M S INDONESIA 12 3 atau Kg M 4 Kg T = 1 M S CHINA 4 Kg Total Produksi Tanpa Spesialisasi M 16 Kg Total Produksi 24 Dengan Kg Spesialisasi 1 Kg T = 2 M S 8 atau ½ Kg T= 2 M S 11 M 16 M Keterangan : DTDN = Dasar Tukar Dakam Negeri DTOT = Domestic Term Of Trade Kg T = Kilogram Teh M S = Meter Sutera TK = Tenaga Kerja . Tabel 4.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 3 Menurut teori “Absolut Advantage” setiap negara atau produsen akan memperoleh “manfaat” atau “gain from international marketing” dengan melakukan spesialisasi produksi & mengekspor produk dimana dia memiliki “Keunggulan Mutlak” atau “Absolut Advantage” dan mengimpor barang dimana dia memiliki “Ketidak Unggulan Mutlak” atau “Dis-absolut Advantage”. Terjadinya pemasaran internasional (X & M) yang memberikan manfaat (gain) baik bagi produsen/eksportir maupun bagi konsumen/ importir berdasarkan teori “Absolut Advantage” dapat dilihat dari ilustrasi matriks di bawah ini.

Sedangkan didalam negeri (dengan DTDN/DTOT-nya) hanya dapat ditukar dengan ¼ Meter Sutera.Ricardo. Dapat dilihat juga bahwa dengan spesialisasi dilakukan oleh produsen/eksportir di Indonesia dan China. suatu negara/perusahaan tidak perlu memiliki keunggulan absolut untuk dapat melakukan spesialisasi dan mengekspor suatu produk tertentu. . Sedangkan di dalam negeri (dengan DTDN/DTOTnya) hanya dapat ditukar dengan ½ Kg Teh. Comparative Advantage dari D. Bila produsen/eksportir Indonesia akan melakukan spesialisasi produksi dan memasarkan/ mengekspor 1 Kg teh ke China dan akan dapat ditukar dengan 2 Meter Sutera.masing 24 Kg Teh dan 16 Meter Sutera. Ricardo Menurut teori Comparative Advantage dari D. 2. ternyata telah dapat meningkatkan total produksi dari 16 Kg Teh dan 11 Meter Sutera menjadi masing. tetapi cukup memiliki keunggulan secara komparatif (comparative advantage) dari perbandingan input dan output-nya yaitu:  Cost Comparative atau Labor Efficiency yaitu menghasilkan “output tertentu” dengan “input minimal”  Production Comparative atau Labor Productivity yaitu dengan “input tertentu” dapat menghasilkan “output maksimal” Berdasarkan kedua jenis comparative advantage diatas. Hal ini membuktikan adanya manfaat/gain dan peningkatan kesejahteraan di kedua negara dari pemasaran internasional ( X & M) karena adanya spesialisasi produksi yang didasarkan oleh teori “Absolut Advantage” atau Keunggulan Mutlak”. maka suatu negara/perusahaan dapat melakukan pemasaran internasional (X & M) dengan melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor suatu produk yang relatif lebih murah dan akan mengimpor produk yang jika diproduksi sendiri akan relatif lebih mahal. Dengan demikian eksportir/produsen Indonesia akan mendapat keuntungan sebesar 1¾ Meter Sutera (2 – ¼) Sebaliknya bila produsen/eksportir China melakukan spesialisasi produksi & memasarkan/mengekspor 1 Meter Sutera ke Indonesia dan akan ditukar dengan 4 Kg Teh.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 4    Dari data diatas dapat diberikan penjelasan sebagai berikut. Dengan demikian eksportir/produsen China akan mendapat keuntungan sebesar 3½ Kg Teh (4 – ½).

SDA Abundant .SDT & SDC Abundant .High Technology .1 PROPORTIONAL FACTORS INDONESIA .Capital & Techno Intensive . The Proportional Factors Theory dari Heckscher .Resource Based Industry . TEORI MODERN 1.SDM Qualified INDUSTRY/PRODUCTION SPESIALIZATION INDONESIA . Secara skematis pemasaran internasional (X & M) dapat dilihat dari bagan dibawah ini : Gambar 4.Ohlin Proportional Factors Theory atau teori Proporsi Faktor Produksi yang dikenal sebagai teori H – O menjelaskan bahwa pemasaran internasional (X & M) dapat terjadi karena adanya proporsi faktor produksi (Endowment Factors) yang berbeda dari masing-masing negara/perusahaan yang akan mendorong masing negara/perusahaan untuk melakukan spesialisasi dalam produksi tertentu berdasarkan keunggulan biaya faktor produksi (Isocost) yang diperlukannya untuk memproduksi sejumlah produk tertentu (Isoquant).Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 5 C. Sebagai contoh dapat dilihat bagaimana terjadinya pemasaran internasional (X & M) antara dua negara berdasarkan teori H – O ini.Labor Intensive JEPANG .SDM Unqualified JEPANG . Misalnya antara Indonesia yang memiliki relatif banyak SDA & SDM unqualified yang murah dengan Jepang yang memiliki relatif banyak modal (SDC) & teknologi (SDT) serta SDM yang qualified.

Bila PPC atau kemampuan produksi sama maka supply relatif sama. Opportunity Cost Theory dari G. misalnya antara Perancis dan Jepang yang memiliki kemampuan teknologi membuat mobil dan pakaian . Herberler Teori Opportunity Cost dari G.IMPORT : New & Growth Product JEPANG .Harberler menjelaskan bahwa terjadinya pemasaran internasional karena adanya spesialisasi & perbedaan harga suatu product karena adanya perbedaan kemampuan produksi yang ditunjukkan oleh Production Possibility Curve atau PPC (baik Constant ataupun Increasing Cost) dan perbedaan selera konsumen atau IC (Indifference Curve) Dalam hal ini pemasaran internasional (X & M) dapat terjadi antara dua negara karena : a.IMPORT : Raw Materials Maturity & Declining Product . Sebagai contoh.EXPORT : Raw Materials Maturity & Declining Product . akhirnya harga barang sejenis akan sama pula di dua negera/perusahaan. Kemampuan prosuksi (PPC) sama.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 6 Engineering INTERNASIONAL MARKETING INDONESIA . Hal ini menyebabkan harga barang A akan lebih mahal di negara I dan sebaliknya harga barang B lebih mahal di II. Keadaan ini akan menyebabkan terjadi pemasaran internasional yaitu ekspor barang A & impor barang B oleh negara II ke/dari negara I dan sebaliknya ekspor barang B & impor barang A oleh negara I dari/ke negara II.Export : New & Growth Product 2. Misalnya barang A lebih disukai/diminta di negara I dan barang B lebih disukai/diminta dinegara II. tetapi selera (IC) berbeda. Sedangkan IC yang mencerminkan selera /permintaan berbeda di dua negara. Misalnya supply barang A dan B sama di negara I dan II.

tetapi selera (IC) sama Bila PPC atau kemampuan produksi berbeda maka supply akan berbeda.Sedangkan IC yang mencerminkan selera /permintaan berbeda di dua negara. sedangkan orang Jepang suka fashion/pakaian Charles Jordan Perancis. akhirnya harga barang sejenis akan berbeda pula di dua negera/perusahaan.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 7 relatif sama. Dengan demikian terjadi “pemasaran internasional” sebagai akibat perbedaan kemungkinan kemampuan produksi (PPC) dan atau selera (IC). Misalnya supply barang A di negara I banyak dan barang B di negara II banyak. . dimana orang Perancis suka mobil Honda Jepang. yaitu Jepang akan mengekspor mobil Honda ke Perancis dan sebaliknya Perancis mengekspor pakaian ke Jepang. Kemampuan produksi (PPC) berbeda. b. Sedangkan IC yang mencerminkan selera /permintaan sama di dua negara baik untuk barang A maupun barang B dikedua negara. Hal ini menyebabkan harga barang A akan lebih mahal di negara II dan sebaliknya harga barang B lebih mahal di I. Misalnya supply barang A di negara I banyak dan barang B di negara II banyak. tetapi selera masing konsumen berbeda. Hal ini menyebabkan harga barang A akan lebih murah dan barang B akan lebih mahal di negara I dan sebaliknya harga barang B lebih murah dan barang A akan lebih mahal di negara II. c. Misalnya barang A lebih disukai/diminta di negara II dan barang B lebih disukai/diminta dinegara I. Keadaan ini akan menyebabkan terjadi pemasaran internasional yaitu ekspor barang A & impor barang B oleh negara I ke/dari negara II dan sebaliknya ekspor barang B & impor barang A oleh negara II dari/ke negara I. Keadaan ini akan menyebabkan terjadi pemasaran internasional yaitu ekspor barang A & impor barang B oleh negara I ke/dari negara II dan sebaliknya ekspor barang B & impor barang A oleh negara II dari/ke negara I. Baik PPC maupun IC yang berbeda Bila PPC atau kemampuan produksi berbeda maka supply akan berbeda. akhirnya harga barang sejenis akan berbeda pula di dua negera/perusahaan.

CURRENT THEORY 1. International Product Life Cycle (IPLC) dari R. Vernon Teori ini menjelaskan bagaimana terjadinya pemasaran internsional (X & M) yang didasarkan kepada teori siklus kehidupan suatu product atau product life cycle (PLC) yang terdiri dari empat phase sbb.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 8 D. Gambar 4.2 Sales IPLC Negara/ Perusahaa n NIM NSB Phase I Introduction Phase II Growth Phase III Maturity Phase IV Declining Ekspor Impor Ekspor Impor Impor Ekspor Impor Ekspor Time Keterangan : NIM = Negara Industri Maju NSB = Negara Sedang Berkembang Contoh : Industri Pesawat Terbang Indonesia pada saat ini dapat memproduksi & mengekspor pesawat terbang jenis Cassa dengan mesin propeler/baling-baling . :  Phase pertama : Introduction/Perkenalan  Phase kedua : Growth/Pertumbuhan  Phase ketiga : Maturity/Kedewasaan  Phase keempat : Declining/Penurunan Dengan gambar dibawah ini dapat dilihat bagaimana terjadinya pemasaran internasional (X & M) untuk produk manufacturing/industri pengolahan antara negara/perusahaan yang industrinya sudah maju (NIM) dan negara/perusahaan yang baru tumbuh/berkembang (NSB).

Porter Menurut teori Porter Diamond. suatu negara/perusahaan akan dapat melakukan pemasaran internasional (X & M). Structure dan Rivalry perusahaan  Supporting & Related Industry 3. SDC. Kriteria keberhasilan negara/perusahaan yang memiliki SCA dapat dilihat dari tingkat “pertumbuhan riil income” nya yang selalu . Hyper Competitive (Sustainable Competitive Advantage) dari D’Aveni Menurut teori ini.  Demand Condition (Kondisi Permintaan) yang ditentukan oleh Composition. Size. Competitive Advantage (Porter Diamond) dari M. Growth & Trend of Demand  Strategy. dengan adanya globalisasi dan peningkatan kemajuan teknologi yang semakin cepat dan meluas maka setiap negara/perusahaan akan menghadapi tingkat persaingan semakin tinggi atau dapat disebut sebagai Hyper Competitive. SDM. yang saat ini sudah memasuki phase maturity/declining di negeri asalnya (Spanyol) sebaliknya Indonesia membeli/mengimpor pesawat terbang dengan mesin Jet seperti Airbus dari Eropa. SDT. bila memiliki daya saing atau competitive advantage yang bersumber kepada penguasaan empat faktor sebagai berikut.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 9 seperti CN 235. SDI dan SDE. Untuk menghadapinya dan agar setiap negara/perusahaan dapat memiliki daya saing berkelanjutan atau “Sustainable Competitive Advantage” atau SCA maka sangat penting untuk selalu melakukan invention (penemuan baru) dan innovation (perubahan) dengan senantiasa melaksanakan program R & D (Research & Development) agar setiap produk yang sudah memasuki phase III dan IV (Maturity dan Decline) diperbarui dengan penemuan baru/invention atau diinovasi dengan perubahan baru sehingga tetap dapat memenuhi tuntutan needs<wants<expectations dari konsumen dalam dan luar negeri melalui pemasaran internasional yaitu mengekspor produk yang surplus dan mengimpor produk yang langka. 2.  Factors Condition yaitu kondisi faktor2 produksi yang dimiliki seperti SDA.

Gambar 4.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 10 positif atau ∆GNP > 0 dan ini dapat dilihat disetiap negara Income per kapita atau perusahaan yang riil incomenya selalu meningkat.3 Sales I = Introduction G = Growth M = Maturity D = Decline M1 M2 G1 M3 D1 D2 G2 G3 I2 I3 SCA I1 O Time Catatan : Pada saat Declining D1 & D2. Inward looking dengan mendasarkan kekuatan daya saing berdasarkan inputs yang terdiri dari : . Ilustrasi tentang teori Hyper Competitive atau SCA ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini. dilakukan Invention & Innovation sehingga di dapat produk baru Sumber daya saing (competitive advantage) juga dilihat dari aspek : 1.

SDI & SDE) * Capabilities * Competencies 2. Pra Klasik 2. Current . SDM.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 11 * Resources (SDA. Outward looking dengan mendasarkan kekuatan daya saing berdasarkan: * Price (P) * Quality (Q) * Services (S) SDA. Klasik 3. SDM. SDT. Modern 4. SDC. SDT. SDI & SDE Resources P Capabilities Competenci es Input s Inward Lookin g Daya Saing (Competiti ve Advantage ) Outwar d Lookin g Output s Q S Advantag e Theory : 1. SDC.

sehingga dapat bersaing di pasar internasional. pada dasarnya suatu negara haruslah memiliki beberapa faktor “keunggulan komparatif” (comparative advantage).Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 12 LIBERALIZATION & INTEGRATION THEORY PREPENTIAL TRADE ARRANGEMENT MATRIKS COMPETITIVE / COMPARATIVE ADVANTAGE DINAMIS Untuk dapat melakukan pemasaran internasional. Sehubungan dengan itu. baik untuk kelompok produk . matriks di bawah ini akan menunjukan beberapa faktor comparative advantage yang seharusnya dimiliki oleh suatu negara.

SDA 2. : a. Diferensiasi Produk Primer Pertania Mineral n + + – + + + – + + + – – Produk Industri Fase Fase Fase I II III/IV – – + – + + – – – + + – + + + + + + Keterangan : Berdasarkan teori Produk Life Cycyle dari R.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 13 primer (pertanian dan mineral) maupun kelompok produk manufacturing/industri (berdasarkan Product Life Cycyle yaitu fase I. yang pada gilirannya telah menyebabkan semakin meningkatnya pemasaran internasional (X & M) terutama antara negara anggota. Faktor – Faktor Comparative Advantage Faktor Comparative Advantage 1. Tanda – = tidak diperlukan 4.Vernon. tahapan liberalisasi & integrasi ekonomi regional tsb. Skala Ekonomi 5. Preferential Trade Arrangement (PTA) Yaitu bentuk kerjasama ekonomi regional yang masing-masing anggotanya memberikan preferensi dalam bentuk tarif (fasilitas . Hal ini ditandainya semakin meluasnya cakupan & lingkup kerjasama liberalisasi dan integrasi tsb. Kualitas 3. Adalah sbb. Teknologi 4. III & IV) untuk dapat bersaing di pasar internasional. SDM : a. Secara teoritis. II. Liberalization & Integration Theory (Teori Liberalisasi & Integrasi Ekonomi Regional) Sebagai dampak dari globalisasi ekonomi dunia. maka siklus kehidupan suatu produk dapat dibagi atas empat tahapan atau fase sbb : * Fase I : Tahap Perkenalan Produk (Introduction) * Fase II : Tahap Pertumbuhan Produk (Growth) * Fase III : Tahap Kedewasaan Produk (Maturity) * Fase IV : Tahan Penurunan Produk (Declining) Catatan : Tanda + = diperlukan . terdapat semakin kuatnya ger akan liberalisasi dan integrasi ekonomi secara regional. Kuantitas b.

Salah satu contoh adalah TPA antar negara-negara ASEAN sebelum terbentuknya AFTA. Dalam kerjasama TPA antar negara-negara ASEAN tersebut. masingmasing negara anggota memberikan preferensi tarif dalam bentuk keringanan bea masuk tarif yang lebih murah sebesar 25% sd.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 14 keringanan bea masuk) dan non-tarif untuk produk orisinil masingmasing negara anggota. FREE TRADE AREA CUSTOMS UNION COMMON MARKET . 50% untuk produk orisinil yang mereka perdagangkan.

Customs Union (CU) Yaitu bentuk kerjasama ekonomi regional dengan “internal tariff” untuk produk-produk orisinil dari/ke masing-masing negara anggota yang besarnya 0% atau dibebaskan dari bea masuk. Contoh AFTA (Asean Free Trade Area) yang diawali dengan CEPT (Common Effective Prefential Tariff) yang mulai diberlakukan sejak tanggal 01 Januari 1993. Free Trade Area (FTA) Yaitu suatu bentuk kerjasama ekonomi regional yang memasarkan produk-produk orisinil negara-negara anggotanya tidak dipungut bea masuk atau bebas bea masuk. sedangkan masingmasing negara memiliki “external tariff” sendiri-sendiri. dll. Dengan kata lain. LAFTA (Latin American Free Trade Area). c. Demikian halnya pula dengan penerimaan bea dan cukai atau customs revenue yang merupakan penerimaan bersama atau kolektif. “internal tariff” antara negara anggota menjadi 0%. Contoh lain : EFTA (European Free Trade Area). NAFTA (North American Free Trade). Perbedaan karakteristik antara FTA dan CU dapat dilihat pada mariks berikut : .Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 15 ECONOMY UNION MONETARY UNION b. dan “external tariff” untuk produk yang berasal dari negara bukan anggota untuk seluruh negara anggota adalah sama.

Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 16 Matriks Perbandingan FTA dan Customs Union Karakteristik Internal Tarif External Tarif Customs Revenue FTA 0% Masing – masing Masing – masing CU 0% Sama Bersama d. ICM (Islamic Common Market). CAEC (Council of Arab Economic Community) dll. dll. Contohnya Pasaran Bersama Eropa (European Common Market). yaitu Euro yang diberlakukan mulai tanggal oi Januari 1999. Comecon (Council for Mutual Economic Assistance). jaminan sosial dll. CACM (Central American Common Market). khususnya tenaga kerja (SDM) dari/ke masing-masing negara anggota. ANCOM (Andean Common Market). Hal ini dapat dijelaskan dengan matriks dibawah ini. e. Contohnya European Community yang akan memiliki mata uang tunggal. . Marketing Creation yaitu dampak positif dengan terbentuk pasar atau daerah pemasaran baru sebagai akibat dari penghapusan berbagai hambatan pemasaran atau marketing barrier baik yang bersifat tariff barrier (TB) maupun non – tariff barrier (NTB). tenaga kerja. f. Economy Union (EU) Yaitu suatu bentuk kerjasama ekonomi regional yang memiliki kesatuan atau persamaan peraturan dalam bidang perpajakan. Monetary Union (MU) Yaitu suatu bentuk kerjasama ekonomi regional yang memiliki kesatuan/persamaan mata uang. Dilihat dari aspek pemasaran internasional. Contohnya EEC (European Economic Community). Caricom (Caribbean Community and Common Market). maka dampak liberalisasi & integrasi ekonomi regional dapat berwujud dalam bentuk : a. Common Market (CM) Yaitu suatu bentuk kerjasama ekonomi regional yang memiliki kebebasan bergerak untuk faktor produksi.

Bab 4 17 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) .

Karena dengan pengenaan tarif bea masuk sebesar $20.  Setelah FTA antara Indonesia dengan Singapura terbentuk impor sepeda dari Singapura tidak lagi dikenakan tarif bea masuk sehingga tercipta pemasaran (impor) sepeda dari Singapura dengan harga lebih murah ($70). . Timbulnya pemasaran dalam bentuk impor ini merupakan dampak trade creation dari pembentukan free trade area antara Indonesia dengan Singapura. tidak ada pemasaran atau impor sepeda baik dari Singapura atau USA. Analisis Marketing Creation Negara Harga sepeda tarif BM Harga sepeda sebelum FTA Harga sepeda setelah FTA Indonesia $ 80 0 Singapura $ 70 $ 20 USA $ 100 $ 20 $ 80 $ 90 $ 120 $ 80 $ 70 $ 120 Keterangan :  Sebelum FTA (Free Trade Area) antara Indonesia dengan Singapura terbentuk. maka harga sepeda buatan Indonesia akan selalu lebih murah daripada buatan Singapura atau USA.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 18 Analisis trade creation ini juga dapat dilakukan secara matematis dengan asumsi dasar dari data sbb.

. Akan tetapi. Hal ini dapat dijelaskan dengan matriks dibawah ini. impor sepeda dari Singapura tidak lagi dikenakan tarif bea masuk sehingga tercipta pemasaran (impor) sepeda dari Singapura dengan harga yang lebih murah ($100). Dengan tarif bea masuk sebesar $20. Analisis Marketing Diversion Negara Harga sepeda tarif BM Harga sepeda sebelum FTA Harga sepeda setelah FTA Indonesia USA $ 120 0 Singapur a $ 100 $ 20 $ 120 $ 120 $ 110 $ 120 $ 100 $ 110 $ 90 $ 20 Keterangan : 1) Sebelum FTA (Free Trade Area) antara Indonesia dengan Singapura terbentuk. 2) Setelah FTA antara Indonesia dan Singapura terbentuk.Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 19 b. maka harga sepeda buatan USA ($110) akan lebih murah daripada buatan Indonesia dan Singapura ($120). Analisis trade diversion ni juga dapat dilakukan secara matematis dengan asumsi dasar dari data sbb. tidak ada pemasaran atau impor sepeda baik dari Singapura tetapi dari USA. konsumen Indonesia sebenarnya rugi karena membayar harga sepeda Singapura lebih mahal daripada sepeda USA jika tidak dikenakan tarif bea masuk (hanya $90). Marketing Diversion yaitu dampak negatif terhadap penyimpangan pemasaran suatu produk sebagai akibat dari penghapusan berbagai hambatan pemasaran atau marketing barrier baik yang bersifat tariff barrif maupun non tariff barrier.

Bab 4 20 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) .

Bab 4 Dasar Teori Pemasaran Internasional (Advantage Theory/Teori Kunggulan) 21 3) Adanya pengalihan impor dari USA menjadi impor dari Singapura yang pada dasarnya merugikan konsumen Indonesia ini disebut trade diversion. .