Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahuwata’ala, Tuhan semesta alam
yang telah memberikan Ridlo dan Petunjuk – Nya, sehingga Panduan Pemberian
Darah dan Komponen Darah ini dapat selesaikan dan dapat diterbitkan.
Panduan ini dibuat untuk menjadi panduan kerja bagi semua staf dalam
memberikan pelayanan yang terkait pemberian darah dan komponen darah di
Rumah Sakit Widodo. Dalam panduan ini antara lain berisi tentang tatalaksana
yang harus pahami dan dilaksanakan oleh staf terkait dalam pemberian darah dan
komponen darah.
Untuk peningkatan mutu pelayanan diperlukan pengembangan kebijakan,
pedoman, panduan dan prosedur. Untuk tujuan tersebut panduan ini akan kami
evaluasi setidaknya setiap 2 tahun sekali. Masukan, kritik dan saran yang
konstruktif untuk pengembangan panduan ini sangat kami harapkan dari para
pembaca.

Ngawi,
Direktur

DEFINISI 1 B. Teknik Transfusi Darah 3 D. 5 . Indikasi pemberian darah dan/atau produk darah 1 2. DOKUMENTASI. RUANG LINGKUP 1 C.DAFTAR ISI Halaman : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii A. Skrining donor darah 2 3. TATA LAKSANA 1.

DEFINISI Transfusi Darah adalah pemindahan darah atau suatu komponen darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien). terutama pada anemia akut.LAMPIRAN Keputusan Direktur Nomor : Tentang Panduan Pemberian Darah dan Komponen Darah PANDUAN PEMBERIAN DARAH DAN KOMPONEN DARAH A. misalnya penyakit yang membutuhkan kapasitas transport oksigen lebih tinggi (contoh: penyakit paru obstruktif kronik berat dan penyakit jantung iskemik berat). Indikasi pemberian darah dan/atau produk darah a. Transfusi darah merupakan prosedur yang di lakukan pada klien yang membutuhkan darah dan/atau produk darah dengan cara memasukkan darah melalui vena dengan menggunakan set transfusi. Pemberian Transfusi sel Darah Merah 1) Transfusi sel darah merah hampir selalu diindikasikan pada kadar Hemoglobin (Hb) <7 g/dl. C. 2) Transfusi sel darah merah dapat dilakukan pada kadar Hb 7-10 g/dl apabila ditemukan hipoksia atau hipoksemia yang bermakna secara klinis dan laboratorium. TATA LAKSANA 1. 3) Transfusitidak dilakukanbilakadarHb ≥10 g/dl.kecualibilaada indikasi tertentu. RUANG LINGKUP Panduan ini menjelaskan tentang pemberian darah / produk darah. maka batas kadar Hb yang lebih rendah dapat diterima. . B. Transfusi dapat ditunda jika pasien asimptomatik dan atau penyakitnya memiliki terapi spesifik lain.

000/uL. c. bila terdapat perdarahan mikrovaskular difus batasnya menjadi <100. Pada kasus DHF dan DIC supaya merujuk pada penatalaksanaan masingmasing. Pemberian tranfusi trombosit Transfusi trombosit dapat digunakan untuk Mengatasi perdarahan pada pasien dengan trombositopenia bila hitung trombosit <50. Pemberian Tranfusi Plasma Beku Segar (Fresh Frozen Plasma = FFP) Transfusi FFP digunakan untuk: 1) Mengganti defisiensi faktor IX (hemofilia B) dan faktor inhibitor koagulasi baik yang didapat atau bawaan bila tidak tersedia konsentrat faktor spesifik atau kombinasi. . Jika terdapat penyakit jantung atau paru atau yang sedang membutuhkan suplementasi oksigenbatasuntukmemberitransfusiadalahHb≤13g/dL.bila tidak ada gejala batas ini dapat diturunkan hingga 7 g/dL (seperti pada anemia bayi prematur). b. hepatitis C dan HIV.4) Transfusi pada neonates dengan gejala hipoksia dilakukan pada kadar Hb≤11g/dL. Metode tes dapat menggunakan Rapid test. Automated test maupun ELISA hanya bila sensitivitasnya > 99%. dalam hal ini meliputi pemeriksaan atas sifilis.000/uL. Transfusi darah merupakan jalur ideal bagi penularan penyebab infeksi tertentu dari donor kepada resipien. Jenis pemeriksaan yang digunakan sesuai dengan standard WHO. 2. 3) Adanya perdarahan dengan parameter koagulasi yang abnormal setelah transfusi masif atau operasi pintasan jantung atau pada pasien dengan penyakit hati. 2) Netralisasi hemostasis setelah terapi warfarin bila terdapat perdarahan yang mengancam nyawa. hepatitis B. Skrining donor darah Pemeriksaan harus dilakukan secara individual (tiap individual bag atau satu unit plasma) dan tidak boleh dilakukan secara pooled plasma.

Untuk mengurangi potensi transmisi penyakit melalui transfuse darah. Bentuk pengujian yang paling sederhana dan paling umum digunakan adalah dengan memanfaatkan antigen virus yang menangkap antibody spesifik yang berada dalam sampel tes. perlu disadari data yang berkaitan dengan sensitivitas dan spesifitas masingmasing pengujian. oleh karena itu sensitivitas pada suatu pengujian adalah kemampuannya untuk melacak sampel positif yang selemah mungkin. periksa sekali lagi sifat dan jenis darah serta kecocokan antara darah donor dan penderita. Teknik Transfusi Darah a. terdapat tiga jenis utama skrining yang tersedia untuk melacak penyebab infeksi. tersedia dalam berbagai bentuk dan dapat digunakan untuk deteksi baik antigen maupun antibodi. oleh karena itu spesifitas suatu pengujian adalah kemampuannya untuk melacak hasil positif non-spesifik atau palsu. Tujuan utama skrining adalah untuk memastikan agar persediaan darah yang ada sedapat mungkin bebas dari penyebab infeksi dengan cara melacaknya sebelum darah tersebut ditransfusikan. Spesifisitas adalah suatu kemungkinan adanya suatu hasil tes yang akan menjadi non-reaktif pada seorang individu yang tidak terinfeksi. Sebelum ditransfusikan. Sensitivitas adalah suatu kemungkinan adanya hasil tes yang akan menjadi reaktif pada seorang individu yang terinfeksi. Penderita dipersiapkan dengan pemasangan infus dengan jarum besar (16-18).yaitu uji Enzyme Linked Immuno Sorbent Assay (ELISA/EIA).Dalam mempertimbangkan berbagai pengujian. ELISA (sering diganti dengan singkatan EIA) merupakan metode skrining yang paling kompleks. diperlukan serangkaian skrining terhadap factor-faktor risiko yang dimulai dari riwayat medis sampai beberapa tes spesifik. Saat ini. Jarum yang terlalu kecil (23-25) dapat menyebabkan hemolisis . uji aglutinasi partikel. 3. dan uji cepat khusus (Rapid Test).

Transfusi set baku memiliki saringan dan ukuran pori-pori 170 mikron. Karena bila lebih 40 derajat C. Dalam keadaan darurat dapat dilakukan venaseksi untuk menjamin kelancaran dan kecepatan transfusi. Pada 100 ml pertama pemberian darah lengkap hendaknya diteliti dengan hati-hati dan diberikan perlahan-lahan untuk kemungkinan deteksi dini reaksi transfusi. Ringer laktat atau larutan lain yang mengandung kalsium akan menyebabkan koagulasi. Pada keadaan normal. Jika sejumlah besar darah akan ditransfusikan dalam waktu yang singkat. diberikan terlebih dahulu 50-100 ml NaCl fisiologik. keruh) jangan diberikan. Sebelum transfusi. Jangan menambahkan obat apapun ke dalam darah yang ditransfusikan. Setelah darah sudah dikeluarkan dari lemari es harus didiamkan selama 30 menit. c. Larutan dekstrose dan larutan garam hipotonik dapat menyebabkan hemolisis. Menghangatkan darah dengan air hangat hendaknya pada suhu 37-39 derajat C. Jika ada tanda-tanda hemolisis (warna coklat hitam. Obat-obatan memiliki pH yang berbeda sehingga dapat menyebabkan hemolisis. . karena darah yang dingin akan mengakibatkan aritmia ventrikel bahkan kematian. d. f. Dengan tetesan hidrasi NaCl 20 tetes/menit. dan barudapat ditransfusikan. perhatikan plasmanya. sebuah transfusi set dapat digunakan untuk 2 sampai 4 unit darah. Vena terbaik untuk kanulasi darah adalah vena pada bagian dorsal tangan dan pada lengan atas.b. e. maka dibutuhkan darah hangat. Darah yang belum akan ditransfusikan harus tetap di dalam lemari es. eritrosit akan rusak. Waktu mengambil darah dari lemari es. lagipula bila terjadi reaksi transfusi akan sulit untuk menentukan apakah hal itu terjadi akibat obat atau akibat darah yang ditransfusikan. Jangan menggunakan larutan lain karena dapat merugikan. Transfusi dilakukan dengan transfusi set yang memiliki saringan untuk menghalangi bekuan fibrin dan partikel debris lainnya.

g. sebaiknya transfusi satu unit darah tidak boleh melewati 5 jam karena meningkatnya resiko proliferasi bakteri. Kasus-kasus dengan perdarahan yang hebat kadang-kadang dibutuhkan transfusi yang cepat sampai 6-7 bag dalam setengah jam. h. Laju tercepat yang bisa tercapai adalah 60 ml permenit. Jika status kardiopulmoner normal. Informed consent pemberian darah / produk darah. DOKUMENTASI. Catatan pemberian darah / produk darah. Tetapi jika terdapat gagal jantung yang mengancam maka tidak boleh ditransfusikan melebihi 2 ml/kgBB/jam. 2. 3. Reaksi transfusi dilaporkan dalam surveylance indikator mutu . Transfusi set mengalirkan darah 1 ml dalam 20 tetes. Laju transfusi tergantung pada status kardiopulmoner resipien. Karena darah adalah medium kultur yang ideal untuk bakteri. Setelah sirkulasi tampak membaik dikurangi hingga 1 bag tiap 15 menit. Jika tidak ada hemovolemia maka batas aman transfusi adalah 1 ml/kgBB/jam (1 unit kurang lebih 3 jam) atau 1000 ml dalam 24 jam. D. maka dapat diberikan 10-15 ml/kgBB dalam waktu 2-4 jam. 1.