Anda di halaman 1dari 12
EKSTRAKSI METALURGI BIJIH BESI Oleh : Kelompok I Eva Oktarina Sari Sugiyanto Firmansyah Seprianto Heri Wibowo Riki Rizki Ilahi M. Zakie Fajri Permadi S S Tumpol Richardo .G. Roby Daud Pane David Junisa Ari Sandi Sapta Della UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS TEKNIK 2011 (03081002001) (03081002011) (03081002021) (03081002048) (03081002071) (03081002074) (03081002082) (03081002086) (03081002087) (03071002074) (03071002087) PENDAHULUAN Metalurgi merupakan proses pengolahan bahan-bahan alam menjadi logam unsur yang selanjutnya menjadi logam dengan sifat-sifat yang diinginkan. Bahan organik alam yang ditemukan di kerak bumi disebut mineral, contohnya bauksit dan aluminosilikat, sedang mineral yang dapat dijadikan sumber untuk memproduksi bahan secara komersial disebut bijih. Bijih logam yang paling umum adalah berupa oksida, sulfida, karbonat, silikat, halida, dan sulfat. Silikat sebenarnya paling melimpah, tetapi relative tidak berharga karena pengolahannya sulit. Dalam hal ini kita akan membahas ekstraksi logam timbal dari mineral galena. TAHAP PENGOLAHAN ALUMUNIUM Bauksit Mining umina Refining Recycling Alumunium Smelting Processing Casting Rolling Extrusi on BAHAN UTAMA PRODUKSI Bahan utama yang diperluakn untuk memproduksi alumunium dengan menggunanakan metode Hall-Heroult untuk mendapatkan kemurnian alumunium tertentu adalah : 1. Alumina (Al2O3) Bijih bauksit terdiri dari Al2O3, Fe2O3 dan SiO2 yang tidak murni. Campuran ini dimurnikan terlebih dahulu melalui Proses Bayer melalui beberapa tahapan, yaitu : a. Proses Ekstraksi b. Proses Dekomposisi c. Proses Kalsinasi 2. Anoda Karbon • Digunakan di pabrik reduksi • Terbuat dari kokas residu hasil penyulingan minyak bumi atau kokas batubara. • Dilengkapi dengan tangkai (rodding) untuk menghubungkan arus ke blok anoda karbon. BAHAN UTAMA PRODUKSI 3. Katoda Katoda merupakan elektroda berkutub negatif. Katoda yang sering digunakan pada proses Hall-Heroult adalah katoda karbon. 4. Elektrolit Elektrolit yang dipakai dibagian reduksi PT. Inalum pada proses HallHeroult adalah lelehan kryolite (Na3AlF6). 5. Bath Bath adalah cairan yang mengandung 70-90% kryolite (Na3AlF6) dan komponen lainnya seperti alumina dan alumunium fluorida 6. Alumunium Fluorida (AlF3) Berguna untuk menurunkan nilai liquidus temperatur, daya serap logam dam cairan, tegangan permukaan, kekentalan dan berat jenis serta dapat meningkatkan keasaman bath BAHAN UTAMA PRODUKSI 6. Soda Abu Berguna untuk memperkuat struktur lapisan karbon pada katoda dan dinding samping sehingga tidak mudah tererosi baik oleh bath maupun metal alumunium 7. Energi Listrik untuk melangsungkan proses elektrolisis sekaligus menghasilkan panas untuk melelehkan kryolite dan untuk mengoperasikan alat-alat atau sistem pemrosesan lainnya pada pabrik reduksi PELEBURAN BIJIH TIMBAL Pada pembahasan kali ini proses ekstraksi metalurgi timbal yang dilakukan melalui proses peleburan dalam tanur tiup secara pirometalurgi, dimana konsentrat yang diproses dalam tanur tiup umumnya berkadar timbal di atas 60 %. Proses peleburan meliputi tiga tahap yaitu : 1. Penyiapan umpan (charge) Penyiapan umpan merupakan tahap yang sangat penting karena bijih timbal dan konsentrat yang akan dilebur mengandung Zn, Cu, Ag, Sb atau Bi yang sangat beragam PELEBURAN BIJIH TIMBAL 2. Penyinteran (sintering) Proses penyinteran dalam tanur dilakukan dengan menggunakan udara isap alir bawah (down draft) atau alir atas (up draft). Teknik alir atas mampu menghasilkan konsentrasi gas SO2 yang tinggi yang dapat diubah menjadi asam belerang dalam pabrik asam. 3. Pereduksian dalam tanur tiup Pendinginan timbal bullion dalam ketel sanga (drossing kettle) menghasilkan sanga yang mengandung hampir seluruh tembaga dan sebagian besar timbal. PELEBURAN BIJIH TIMBAL PROSES PEMURNIAN TIMBAL Ekstraksi timbal dari konsentrat menghasilkan bullion timbal (Pb yang terkotori dengan metal lain) yang masih mengandung arsen,antimony, timah, bismuth, perak dan emas Pemurnian bullion timbal dapat dilakukan dengan proses piro metalurgi atau proses elektrolisis. Proses pemurnian secara pirometalurgi pada garis besarnya meliputi tahap : 1. Pelunakan Dalam tahap awal proses piro, logam dilunakkan dengan menghilangkan arsen, antimony dan timah dengan cara dioksida dengan udara dalam tungku pantul kecil. PROSES PEMURNIAN TIMBAL 2. Peng-awaperakan dengan proses Parkes Pemisahan emas dan perak menggunakan proses Parkes yang memanfaatkan afinitas selektif emas dan perak terhadap seng. Serbuk seng yang ditambahkan ke dalam bullion timbal membentuk senyawa emas-perak-seng berupa kerak padat yang mengapung pada saat suhu turun . 3. Pengawasan dan perlakuan dengan soda api Dalam proses pemurnian tahap akhir ditambahkan soda api untuk menghilangkan sejumlah kecil pengotor yang masih ada seperti arsen, antimony, dan kelebihan kalsium atau magnesium dari proses awabismuth. Timbal seng telah dimurnikan dicetak sebagai batang berat 100 pounds atau bentuk balok berat satu ton dengan kemurnian 99,95 % 99,99 % Pb.