Anda di halaman 1dari 7

Faktor-faktor fisiologis yang menyebabkan diare sangat erat hubungannya satu

sama lain. Misalnya, cairan dalam lumen usus yang mengkat akan menyebabkan
terangsangnya usus secara mekanis karena meningkatnya volume sehingga motilitas usus
meningkat. Sebaliknya bila waktu henti makanan di usus terlalu cepat akan menyebabkan
gangguan waktu penyentuhan makanan dengan mukosa usus sehingga penyerapan
elektrolit, air dan zat-zat lain terganggu. Bagan patofisiologi diare dan mekanisme
kompensasi dengan larutan gula garam secara sederhana dapat dilihat pada gambar
berikut:

Dinding Epitel
Lumen Usus

Entero toksin

Sel Epitel Usus

AMP SiklikCl diiringi H2O, K+, Na+, HCO3
Glukosa diiringi H2O, Na+, K+, Cl-,
HCO3

Cl
(H2O, K+, Na+, HCO3)

Na+ diiringi H2O, K+, Cl-, HCO3

Glukosa
Na+

Glukosa
H2O
HCO3
ClNa+
K+

Percobaan pada binatang menunjukkan berkurangnya perkembangan S. terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya . Percobaan lain membuktikan bahwa bila lumen usus dirangsang suatu toksoid berulangkali akan terjadi sekresi antibodi.Vaskuler Mekanisme Kerja Enterotoksin AMP Siklik dan Cara Kompensasi dengan Larutan Gula Garam Dua hal umum yang patut diperhatikan pada keadaan diare akut karena infeksi adalah faktor kausal (agent) dan faktor penjamu (host). kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan usus halus serta daya lekat kuman pada lumen usus. Faktor kausal yang mempengaruhi patogenitas antara lain daya penetrasi yang dapat merusak sel mukosa. akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi. typhi murium pada mikroflora usus yang normal. isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. motilitas usus dan juga mencakup flora normal usus. Kedua akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekali air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. Ketiga gangguan motalitas usus. Peran imunitas tubuh dibuktikan dengan didapatkannya frekuensi Giardiasis yang lebih tinggi pada mereka yang kekurangan Ig-A. Hipomotilitas usus pada infeksi usus memperlama waktu diare dan gejala penyakit serta mengurangi kecepatan eliminasi agen sumber penyakit. Mekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah yang pertama gangguan osmotik. Penurunan keasaman lambung pada infeksi shigella telah terbukti dapat menyebabkan serangan infeksi yang lebih berat dan menyebabkan kepekaan lebih tinggi terhadap infeksi V.cholera. Faktor penjamu adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri terhadap organisme yang dapat menimbulkan diare akut yang terdiri atas faktor-faktordaya tahan tubuh atau lingkungan intern traktus intestinalis seperti keasaman lambung. Kuman dapat membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare.

2. merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare. Gangguan keseimbangan asam basa (metabik asidosis) Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. Kehilangan air (dehidrasi) Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input).Gejala hipoglikemia akan muncul jika kadar glukosa darah menurun hingga 40 mg% pada bayi dan 50% pada anak-anak. Sedangkan akibat dari diare akan terjadi beberapa hal sebagai berikut: 1.bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula. . 3. Gangguan gizi Terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat. - Makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik. 4. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh. terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan. kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare. Hipoglikemia Hipoglikemia terjadi pada 2-3% anak yang menderita diare. - Walaupun susu diteruskan. Hal ini terjadi karena adanya gangguan penyimpanan/penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan absorbsi glukosa. sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang encer ini diberikan terlalu lama. Selain itu diare juga dapat terjadi. hal ini disebabkan oleh: - Makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare atau muntah yang bertambah hebat. akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung. mikroorganisme tersebut berkembang biak. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria/anuria) dan terjadinya pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler. lebih sering pada anak yang sebelumnya telah menderita KKP.

Lemak.Protein F makanan F. asidosis bertambah berat. akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia. A. PATHWAY faktor infeksi F malabsorbsi KH. dapat mengakibatkan perdarahan otak. kesadaran menurun dan bila tidak segera diatasi klien akan meninggal.5. Gangguan sirkulasi Sebagai akibat diare dapat terjadi renjatan (shock) hipovolemik. Psikologi .

Oksigensi mual. Tumbang Faktor infeksi Faktor malabsorbsi Gangguan peristaltik . kes. cairan & elekt Resiko hipovolemi syok integritas kulit perianal As. Metabl sesak Gang. BAB meningkat distensi abdomen Kehilangan cairan & elekt berlebihan gg. muntah nafsu makan BB menurun Gangg. Tek osmo tik Hipersekresi air dan elektrolit ( isi rongga usus) pergeseran air dan elektrolit ke rongga usus toksin tak dapat diserap cemas hiperperistaltik menurunya kesempatan usus menyerap makanan D I AR E Frek.Masuk dan ber kembang dlm usus meningk.

nyeri perut dan atau kejang perut. sinkope. oliguri. tenesmus. 2001. 2002 B. haus. peningkatan suhu tubuh. letih. kulit dingin. MANIFESTASI KLINIS Diare akut karena infeksi dapat disertai muntah-muntah. denyut jantung cepat dan lemah (Horne & Swearingen. Akibat paling fatal dari diare yang . mukosa mulut kering. ubun-ubun tremor kejang. lemah. muntah. anoreksia. Smeltzer & Bare. turgor kulit kurang. peka rangsang. penurunan berat badan Hipotensi postural.Endotoksin Tekanan osmotik ↑ Hiperperistaltik Hipoperistaltik merusak mukosa usus Pergeseran cairan Makanan tidak Pertumbuhan bakteri dan elektrolit ke sempat diserap lumen usus Endotoksin berlebih Hipersekresi cairan dan elektrolit Isi lumen usus ↑ Rangsangan pengeluaran Hiperperistaltik Diare Gangguan keseimbangan cairan Gangguan keseimbangan elektrolit Kurang volume cairan (dehidrasi) Hiponatremia Hipokalemia Pusing. mata dan cekung. Penurunan klorida serum mual. demam. hematoschezia.

mata cekung. Keluhan dan gejala ini disebabkan oleh deplesi air yang isotonik. lidah kering. tulang pipi tampak lebih menonjol. Seseoran yang kekurangan cairan akan merasa haus. Karena kehilangan . turgor kulit menurun serta suara menjadi serak.berlangsung lama tanpa rehidrasi yang adekuat adalah kematian akibat dehidrasi yang menimbulkan renjatan hipovolemik atau gangguan biokimiawi berupa asidosis metabolik yang berlanjut. berat badan berkurang.