Anda di halaman 1dari 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro)


Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), biasa disebut mikro hidro,
adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai
penggeraknya, misalnya saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara
memanfaatkan tinggi terjunnya (head, dalam meter) dan jumlah debit airnya
(m3/detik).
PLTMH adalah pembangkit listrik berskala kecil dengan output energi listrik
sebesar 1 Mega Watt 10 Mega Watt yang memanfaatkan aliran air sebagai
sumber tenaga. PLTMH termasuk energi terbarukan dan layak disebut dengan
clean energi karena ramah lingkungan. Dari segi teknologi, PLTMH memiliki
konstruksi yang masih sederhana dan mudah dioperasiksn serta mudah dalam
perawatan dan penyediaan suku cadang. Dari segi ekonomi, biaya operasi dan
perawatannya relatif murah. Secara sosial, PLTMH lebih mudah diterima
masyarakat luas dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya seperti PLTN
(Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).
Prinsip kerja PLTMH adalah memanfaatkan beda tinggi dan jumlah air per detik
yang ada pada aliran sungai. Air yang mengalir melalui intake dan diteruskan oleh
saluran pembawa hingga penstock, akan memutar poros turbin sehingga
menghasilkan energi mekanik. Turbin akan memutar generator dan menghasilkan
listrik.

Gambar 1. Bagan sebuah PLTMH


Dalam mengidentifikasi potensi PLTMH, informasi yang harus didapatkan antara
lain: (P.T. Standardisasi Peralatan dan Komponen Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro (PLTMH), 2008)
1. Kebutuhan energi listrik atau target listrik yang ingin dihasilkan.
2. Debit air sepanjang tahun termasuk debit minimum dan maksimumnya.
3. Layout PLTMH yang meliputi Head (beda tinggi) untuk mendapatkan
beda ketinggian antara pengambilan air dengan lokasi turbin.
4. Kualitas dan sedimentasi air harus memenuhi kriteria syarat untuk
menggerakkan turbin.
Kebutuhan energi listrik yang ingin dihasilkan
Target perencanaan energi PLTMH adalah langkah awal dalam perencanaan
PLTMH. Tinjauan target tersebut didasari oleh kondisi topografi daerah kajian
atau memang ada permintaan khusus dari pihak terkait. Dengan menentukan
target PLTMH yang dihasilkan maka parameter penentuan head dan debit air
dapat dengan mudah direncanakan secara jelas.
Pada prinsipnya pembangkit tenaga air adalah suatu bentuk perubahan tenaga
air dengan ketinggian dan debit tertentu menjadi tenaga listrik dengan
menggunakan turbin air dan generator. Daya (power) teoritis yang dihasilkan

dapat dihitung berdasarkan persamaan empiris berikut (Arismunandar dan


Kuwahara, 1991) :
P = 9,8 x Q x Heff

(kW)

dimana:
P = Tenaga yang dihasilkan secara teoritis (kW),
Q = Debit pembangkit (m/det)
Heff = Tinggi jatuh efektif (m),
9,8 = Percepatan gravitasi (m/s2).
Pada literatur lain disebutkan nilai koefien guna menghitung daya yang
terbangkitkan. Persamaan daya tiap satuan waktu: (Patty,1995:14)
P = 9,8 x Q x Heff x
dimana:
= efisiensi
Debit air sepanjang tahun
Untuk merencanakan PLTMH mutlak untuk mengidentifikasi kondisi debit air
pengambilan. Ketersediaan debit depanjang tahun dihitung untuk kondisi
minimum dan maksimum sepanjang tahun. Perhitungan debit tersebut dinamakan
debit andalan. Sehingga secara definisi debit andalan adalah debit perencanaan
yang diharapkan tersedia untuk keperluan tertentu sepanjang tahun dengan resiko
kegagalan yang telah diperhitungkan. Semisal, ditetapkan peluang keandalan 80%
berarti akan dihadapi resiko adanya debit-debit yang lebih kecil dari andalan
sebesar 20% pengamatan. Ada beberapa metode untuk menghitung debit andalan
antara lain:
1.
2.
3.
4.

METODE Q rerata minimum.


METODE Karakteristik aliran (Flow Characteristic)
Metode Bulan Dasar (Basic Month)
Metode Tahun Dasar (Basic Year)

Debit andalan didefinisikan sebagai debit yang tersedia guna keperluan tertentu
misalnya untuk keperluan irigasi, PLTA, air baku dan lain-lain sepanjang tahun,
dengan resiko kegagalan yang telah diperhitungkan (C.D.Soemarto,1986)
Penentuan probabilitas debit andalan untuk berbagai kegiatan telah di standarkan
oleh kementerian Pekerjaan Umum. Sehingga untuk menentukan keandalan debit
suatu bangunan air dapat mengacu pada standar berikut:
Tabel 1. Debit andalan untuk berbagai macam kegiatan
Kegiatan
Keandalan
Penyediaan Air minum
99%
Penyediaan Air industri
95% 98%
Penyediaan air irigasi
70% - 90%
Pembangkit listrik tenaga air
85% - 90%
Perhitungan debit didapatkan dari pengolahan data debit. Sedangkan data debit
sendiri bisa didapatkan dari beberapa cara. Adapun cara yang dilakukan adalah
dengan:
1. Pengolahan debit dari data hujan.
2. Pengolahan data debit dari stasiun pencatat debit (AWLR)
3. Observasi debit (pengukuran langsung di lapangan)
FDC (Flow Duration Curve)
Lengkung durasi aliran (flow duration curve) adalah suatu grafik yang
memperlihatkan debit sungai dan selama beberapa waktu tertentu dalam satu
tahun. Lengkung durasi aliran digambarkan dari data-data debit, sekurangkurangnya selama 10 tahun. (C.D.Soemarto,1986)
Head (Beda Tinggi)
Head (beda tinggi) didapat kan dari analisa peta topografi lokasi penelitian. Peta
topografi berupa peta kontur yang kemudian ditentukan titik pengambilan debit
atau titik lokasi bak penenang dan titik lokasi turbinnya, perbedaan lokasi tersebut
dipakai menjadi nilai head untuk perhitungan energi listrik yang dibangkitkan.

Road-map penelitian
Kajian potensi PLTMH ini merupakan kegiatan awal dalam road-map penelitian
dengan topik energi terbarukan dan sub topik pemetaan sumber energi terbarukan
dalam program penelitian hibah UNITRI. Tujuan akhir dalam road map penelitian
ini adalah ketahanan energi daerah, secara keseluruhan road-map penelitian ini
disajikan pada gambar berikut.

Gambar 2. Road-map penelitian