Anda di halaman 1dari 48

2

TINJAUAN UMUM

SEJARAH SINGKAT

STRUKTUR ORGANISASI
LOKASI PERUSAHAAN

EKSEKUTIF

LEGISLATIF

MENTERI BUMN

PLN
PJB

Unit PT PJB
1. PTN
2. BRT
3. CRT
4. MKR
5. MTW

UP.GRESIK

Indonesia Power

98MW (Sekarang) . 3. PLTU 1. 4.4 3. 3. PLTG 1. II. GRESIK SALAH SATU UNIT PEMBANGKIT PT PJB SEBAGAI SALAH SATU UNIT PEMBANGKIT UP.GRESIK MENGOPERASIKAN 3 JENIS MESIN PEMBANGKIT PLTG. PLTU & PLTGU 1.2 . III KAP : 2280 MW KAP : 2218.2. 5 2.• PT PLN ADALAH BUMN PENYEDIA ENERGI LISTRIK • PT PJB SALAH SATU ANAK PERUSAHAAN PT PLN • UP. PLTGU BLOK I.

LOKASI PEMBANGKIT PT PJB UP. GRESIK PLTGU BLOK I. III 3 X 500 MW PLTU 3 & 4 2 X 200 MW PLTU 1 & 2 2 X 100 MW PLTG 1 & 2 2 x 20 MW 6 . II.

Kapasitas Pembangkit Relokasi ke Palembang 01 Mei 2010 Relokasi ke Riau 02 Sept 1994 (Gresik) & 22 Okt 1999 Giltim) 24 Feb 1995 04 Nov 1999 Giltim .

III) • 3 OKT 1995 RESTRUKTUR PLN (2 anak perusahaan) • 1997 MENJADI PT PLN KIT TENAGA LISTRIK UNIT PEMBANGKITAN • 3 OKT 2000 MENJADI PT PJB UP.II.SEJARAH SINGKAT • 1978 DIKELOLA PLN WIL XII (PLTG) • 1982 DIKELOLA PLN KJT BALI (KITLUR) (PLTU) • 1992 DIBANGUN PLTGU (BLOK I. GRESIK <== SAMPAI SEKARANG  .

55 MW  Berdasarkan surat keputusan Direksi PLN No.  Sampai Saat ini Unit Pembangkitan Gresik memiliki 3 Jenis mesin pembangkit yaitu : 1. tanggal 15 Maret 1980 / 1982 merupakan Unit kerja yang dikelola oleh PT PLN (Persero) PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa bagian Timur dan Bali (PLN Kitlur JBT) yg dikenal dgn sebutan Sektor Gresik dgn Kapasitas 600 MW. Pembangkitan Listrik Tenaga Gas (PLTG) kapasitas 103 MW 2. Pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU) kapasitas 600 MW 3.K/023/DIR/1996 tanggal 14 Juni 1996 tentang penggabungan Unit pelaksana Pembangkitan Sektor Gresik dan Sektor Gresik Baru menjadi PT PLN PJB II SEKTOR GRESIK.021/023/DIR/1997 tentang perubahan sebutan SEKTOR menjadi Unit Pembangkitan.5) dgn Kapasitas 102.K/023/DIR/1992 tanggal 4 Pebruari 1992 terbentuknya lagi Sektor Gresik Baru dgn Kapasitas 1578 MW. Gresik berdiri sejak tahun 1978 yang dikelola oleh PLN Wil XII (mesin pembangkit PLTG 1. UP.  Pada tanggal 24 Juni 1997 Dirut PT PLN PJB II mengeluarkan surat keputusan No.K/023/DIR/1997 tentang pemisahan fungsi pemeliharaan dan fungsi operasi pada PT PLN PJB II Unit Pembangkitan Gresik.2.  3 Oktober 1995 Restrukturisasi di PLN (Perum-Persero) dan terbentuk 2 anak perusahaan PJB I & PJB II  Berdasarkan surat keputusan Dirut PLN PJB II No.030.  Pada tanggal 30 Mei 1997 Dirut PT PLN PJB II mengeluarkan surat keputusan No.4.024A.3.006.  Berdasarkan surat keputusan Dirut PLN Pusat No.K/023/ DIR/1980.023. Pembangkitan Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) kapasitas 1578 MW Total kapasitas 2280 MW (terdiri dari 21 Generator) .

.

.

.

.

GRESIK 68 % PEMBANGKIT DILUAR PT PLN 23.82 % .59 % PT PLN IP 46. GRESIK DALAM MEMASOK ENERGI LISTRIK AREA JATIM-BALI PLTA BRANTAS 4% UP.PAITON 25 % SISTIM JAWA-BALI PT PJB UP. GRESIK 20 % UP. GRESIK 10 % ANDIL PT PLN IP 3% PT PJB SELAIN UP.KONTRIBUSI UP.

. Gresik adalah Energi listrik dan Kesiapan operasi pembangkit. Mekenisme kontrak jual beli dengan penyampaian produk ke pelanggan (P3B) dikirim langsung melalui saluran udara tegangan tinggi 150 KV dan tegangan ektsra tinggi 500 KV dalam sistem Jawa Madura Bali (JAMALI).DESKRIPSI ORGANISASI DAN STRUKTUR 1. 2. Bagaimana mekanisme & produk sampai ke pelanggan ? ============================== 1. Produk utama UP. Apa produk yang dihasilkan ? 2.

TUJUAN Tujuan UP. Untuk mencapai tujuan tersebut UP. Gresik adalah menyelenggarakan usaha ketenagalistrikan dengan mengoperasikan & memelihara unit-unit pembangkit secara handal dan efisien sesuai motto “Your Reliable Power Plant”. Gresik membangun budaya organisasi (PJBWay) dengan standar (1 – 5 – 11 ) Budaya perusahaan berbasis kinerja unggul .

Lingkungan Masyarakat dan Lingkungan Kerja (5S) . Dedikasi dan Konsisten.• Kepemimpian yang Visioner (Visionary Leadership) • Keunggulan menurut Pelanggan (Customer–Driven Excellence) • Pembelajaran Perorangan dan Perusahaan (Organizational and Personal Learning) • Menghargai Tenaga Kerja dan Mitra (Valuing Workforce Members and Partners) • Kegesitan (Agility) • Fokus kepada Masa Depan (Focus on the Future) • Mengelola Inovasi (Managing for Innovation) • Manajemen berdasarkan Fakta (Management by Fact) • Pertanggungjawaban Kemasyarakatan (Societal Responsibility) • Fokus kepada Hasil dan Penciptaan Nilai (Focus on Results and Creating Value) • Perspektif Kesisteman (Systems Perspective) • INTEGRITAS (Jujur. Berkelanjutan dan Cepat Tanggap) • SADAR LINGKUNGAN (Lingkungan Hidup. Efisien dan Efektif ) • KERJASAMA (Apresiasi. Perbaikan. Pembelajaran Bersama dan Aktif Terlibat ) • PELAYANAN (Motivasi. Disiplin ) • KEUNGGULAN (Ide.

. (3) Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai kompetensi teknik dan manajerial yang unggul serta berwawasan bisnis.TO BE AN INDONESIAN LEADING POWER GENERATION COMPANY WITH WORLD CLASS STANDARDS Menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia (1) Memproduksi tenaga listrik yang handal dan berdaya saing. (2) Meningkatkan kinerja secara berkelanjutan melalui implementasi tata kelola pembangkitan dan sinergi business partner dengan metode best – practice dan ramah lingkungan.

.

.

K/020/DIR/2010 tanggal 11 Maret 2010 tentang Penyempurnaan Organisasi Unit Pembangkitan Gresik pada PT PJB : GM UP.Gresik S SPV Komunikasi Pelimpahan Amanat & Pelaporan .Gresik Manajer UP.Pengelolaan UP. Gresik berdasarkan SK Direksi No 032.

.98 kcal/kwh Dengan bervariasinya mesin-mesin pembangkit yang dimiliki dan energi primer yang tersedia. Untuk kelompok stakeholder dan ekspektasinya mengikuti ketetapan PT PJB seperti yang digambarkan pada Figure P. SdOF (Shut down Out Force) = 3 kali NPHR (Net Plant Heat Rate) = 2298. EFOR (Equivalent Force Outage Rate) = 2%.1-7.Gresik mempunyai fleksibilitas untuk berkompetisi dalam penyediaan energi listrik. UP.Bisnis energi listrik saat ini hanya ada single buyer yaitu P3B adapun persyaratan dan ekspektasi utama adalah: Keandalan dan Ketersediaan Efisiensi yang diukur dengan variabel dan target sbb : EAF (Equivalent Availability Factor) = 98%.

1-2 : Profil Tenaga Kerja. PreEmployment Training (PET) dan Outsourcing dengan persyaratan dan ekspektasi sebagaimana Figure P. s.d. Agustus 2009 .Tenaga kerja berjumlah 477 orang yang disegmentasikan menjadi Karyawan Tetap.

teknologi dan perangkat utama yang dimiliki UP. Gresik .Fasilitas.

Peraturan Lingkungan Hukum & Regulasi .Dalam menjalankan kegiatan usaha. PT PJB UP Gresik terikat oleh sejumlah Undang-undang.

.

Stakeholder. persyaratan dan Ekspektasi utama .

PLTG.008 MW PLTU Pacitan 2 x 315 MW Aset PJB (Produk : Kesiapan & Energi Listrik) O&M oleh PJB (Produk Baru : Jasa O&M) PLTA Brantas 274 MW PLTU Paiton Baru 1 x 600 MW PLTU Paiton 2 x 400 MW .208 MW Tawar 920 MW PLTU Indramayu 3 x 330 MW PLTU Rembang 2 x 316 MW PLTU Tj Awar-Awar 2 x 316 MW PLTU.218 MW PLTA Cirata 1. & PLTGU Gresik 2.Lokasi Bisnis PT PJB PLTGU & PLTU PLTGU & PLTG Muara Muara Karang 1.

OVERVIEW PEMBANGKIT PT PJB PLTU Awar-Awar 2 x 315 MW 2.140 MW 29 .

.LETAK LOKASI Lokasi PT PJB Unit Pembangkitan Gresik berada di Desa Sidorukun Gresik. tepat 20 Km Arah Barat Laut Kota Surabaya dengan luas area 78 Ha.

GRESIK CSR .LETAK LOKASI UP.

CSR (Corporate Social Responsibility) COMMUNITY SERVICE COMMUNITY EMPOWERING COMMUNITY RELATION .

Bagan Alir Penyusunan Program .

KELEMBAGAAN .

.

.

.

MAN KEU SDM & ADM .

penghasilan dan kemakmuran secara berkelanjutan. Sedangkan dalam setiap tahapan program CSR (perencanaan-monitoring evaluasi program) dilakukan dengan metode partisipatif. yakni suatu cara untuk menumbuhkembangkan potensi yang ada di wilayah kerja community development secara swadaya agar masyarakat dapat meningkatkan kemampuan.PENDEKATAN & METODE IMPLEMENTASI PROGRAM Bentuk kegiatan dalam CSR yang ideal adalah yang didasarkan pada penilaian terhadap kebutuhan aktual (actual needs) masyarakat dan kemampuan perusahaan membiayai program tersebut. .

Sejalan dengan tujuan program yakni pemberdayaan melalui keterlibatan masyarakat sebagai pelaku program.Alasan perusahaan mengembangkan metode partisipatif dalam program CSR. yakni : 1. Sarana membangun kepercayaan (trust building) terhadap perusahaan dan merupakan embrio mengembangkan kerjasama (kolaborasi) secara lebih luas. 2. Lebih menjamin efektifitas dan keberhasilan program 3. Menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap program sehingga keberlanjutannya akan lebih terjaminkan 4. .

Berbasis sumber daya setempat (local resource bases) baik sumberdaya alam. Diarahkan untuk mengembangkan kepasitas dan keswadayaan masyarakat untuk menjamin efektifitas dan keberlanjutan program . sumber daya manusia maupun kelembagaannya.Pendekatan pelaksanaan program : 1. Berkelanjutan (sustainable) 4. 3. Berbasis masyarakat (community development) 2. Sejalan dengan program pembangunan pemerintah daerah setempat 5.

. Diharapkan tidak bersifat charity (hadiah) semata tetapi berawal dari aktivitas/potensi ekonomi masyarakat yang dikembangkan oleh perusahaan 9. 2. Partisipatif (pelibatan unsur masyarakat).PRINSIP – PRINSIP PENERAPAN PROGRAM 1. Berfungsi sebagai stimulan dan generator (penggerak) awal dalam pembangunan ekonomi secara lebih luas dalam masyarakat yang berkelanjutan. Partnership (kemitraan dengan stakeholder lain) 6. Local spesific (lain kegiatan dan wilayah problemnya berbeda) 7. Pendekatan sosial budaya 8. Akuntabilitas (dapat dipertanggungjawabkan) 5. ekonomi maupun kelembagaan 4. Pemberdayaan (mekanisme bottom up) 3. Mendukung tercapainya kemandirian masyarakat baik sosial. “oleh dan untuk masyarakat” artinya program yang dilaksanakan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal yang berasal dari masyarakat itu sendiri.

misalnya korban bencana.SASARAN WILAYAH Kategori Wilayah berdasarkan letak geofrafis : 1. Ring 1 : Desa atau kelurahan dalam radius ± 2 km dari area asset property unit pelaksana comdev 2. . ketersediaan potensi (SDA dan partisipasi masyarakat) yang potensial untuk dikembangkan dan lain sebagainya yang bermanfaat bagi pembentukan citra bagi perusahaan. Ring 3 : Wilayah kabupaten di mana asset property unit pelaksana comdev berada 4. Wilayah di luar 2 (dua) kategori di atas tetapi menjadi sasaran program karena beberapa pertimbangan khusus. Berdasarkan wilayah penerima dampak (baik langsung maupun tidak langsung) dari kegiatan operasional perusahaan 6. Ring 4 : Provinsi di mana asset property unit pelaksana comdev berada 5. Ring 2 : Wilayah kecamatan dalam radius ± 4 km di mana asset property unit pelaksana comdev berada 3.

Open house: Membuka kesempatan pada publik sebagai tamu untuk mengenal proses bisnis perusahaan. pengelolaan limbah perusahaan. dll. . 5. 3. 8. Visitor Centres: untuk memenuhi rasa ingin tahu (curiosity) anggota masyarakat. lapangan olah raga. bibit unggul. 4. penulisan buku dsb. 6. dsb. 7. 9. 2. Equipment : perusahaan memberikan bantuan komputer bagi sekolah yang membutuhkan peralatan tersebut untuk meningkatkan kualitas anak didik Staff secondments : memberikan bantuan keahlian dengan memperbantukan karyawan yang kompeten dalam kegiatan yang dilaksanakan masyarakat Training : Pelatihan ketrampilan yang siap pakai Projects : Pengembangan ternak unggul. dsb. Use of facilities : Pemanfaatan kemudahan perusahaan seperti poliklinik. penanganan polusi udara yang ditimbulkan oleh kegiatan perusahaan. pengembangan seni budaya. . Grants (Hibah) : untuk membiayai kegiatan tertentu dan dirasakan manfaatnya secara langsung misalnya membangun perpustakaan umum untuk menggairahkan minat baca.BENTUK PROGRAM DAN ALOKASI ANGGARAN Bentuk – bentuk kegiatan program berdasarkan jenisnya yang mencerminkan Corporate Social Responsibiliy (CSR) antara lain : 1. Environmental improvements : membantu pengadaan air bersih bagi masyarakat. Corporate Philantrophy: Alokasi dana untuk beasiswa.

LINGK BEBAS SAMPAH CENTRA BISNIS MASYARAKAT MASYARAKAT MANDIRI PROSES KEMANDIRIAN MASYARAKAT .

PROSES RENCANA KERJA CSR KINERJA KORPORAT KINERJA UNIT KPI RENKER PENGELOLA CSR DIBUAT OLEH PENGELOLA CSR DISYAHKAN OLEH GM .

.

Terima Kasih .