Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta
awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas
proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali
pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron
pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik.
Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan
membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan
elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah
proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut
sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron
yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan
unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur
tersebut.
Radionuklida atau radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif.
radionuklida mampu memancarkan radiasi. Radionuklida dapat terjadi secara
alamiah atau sengaja dibuat oleh manusia dalam reaktor penelitian. Produksi
radionuklida dengan proses aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop
stabil dengan neutron di dalam teras reaktor. Proses ini lazim disebut irradiasi
neutron, sedangkan bahan yang disinari disebut target atau sasaran. Neutron
yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga jumlah
neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini dapat
mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat menjadi
radioaktif.
Banyak sekali manfaat radioaktif pada batuan contohnya untuk
mengetahui umur suatu batuan tersebut dan banyak lagi fungsi lainnya bagi
batuan.
1.2 Rumusan Masalah

1

sedimen dan metamorf? 1. peluruhan serta waktu paroh? 3. sedimen dan metamorf? BAB II ISI 2.1 Pengertian Radioisotop 2 . Mengetahui sifat-sifat sinar α . Apa yang dimaksud dengan radioaktif. Mengetahui apa yang dimaksud dengan radioaktif. Mengetahui radioaktivitas pada batuan beku. sinar β dan sinar γ ? 2. sinar β dan sinar γ ? 2.1. peluruhan serta waktu paroh? 3. Bagaimana radioaktivitas pada batuan beku. sifat-sifat apa saja yang terdapat pada sinar α .3 Tujuan 1.

jika radioisotop dalam bentuk carrier free (murni tidak mengandung isotop lain) sebanyak 0. tekanan. waktu yang diperlukan agar intensitas radiasi menjadi setengahnya. pH dan sebagainya. Produksi radionuklida dengan proses aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop stabil dengan neutron di dalam teras reaktor.1 gram saja dibagi rata ke seluruh penduduk bumi yang jumlahnya lebih dari 5 milyar. Radionuklida dapat terjadi secara alamiah atau sengaja dibuat oleh manusia dalam reaktor penelitian. P-32.730 tahun.Radioisotopdalam jumlah sedikit sekali pun dapatdengan mudah diketahui keberadaannya. Cr-51. Peristiwa ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat menjadi radioaktif. Sebagai ilustrasi. laju peluruhan tiap satuan waktu (radioaktivitas) hanya merupakan fungsi jumlah atom radioisotop yang ada. 2. Tc-99.sifat Radioisotop Peran radioisotop sebagai pencari jejak tidak terlepas dari sifat-sifat khas yang dimilikinya.Radionuklida atau radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif. dan I-131. Misalnya karbon-14 memiliki waktu paro 5. Dengan teknologi pendeteksian radiasi saat ini.730 tahun berlalu.1.1 Sifat. tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan baik temperatur. Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga jumlah neutron dalam inti target tersebut bertambah. jumlah yang diterima oleh masing-masing orang dapat diukur secara tepat. sehingga radioaktivitasnya berkurang menjadi separonya setelah 5. Radioisotop ibarat lampu yang tidak pernah padam senantiasa memancarkan cahayanya. Kedua. Waktu paro ini merupakan bilangan khas untuk tiaptiap radioisotop. Proses ini lazim disebut irradiasi neutron. radioisotop memancarkan radiasi manapun dia berada dan mudah dideteksi. Pertama. radioisotop dalam kisaran pikogram (satu per satu trilyun gram) pun dapat dikenali dengan mudah. Penurunan radioaktivitas ditentukan oleh waktu paro. sedangkan bahan yang disinari disebut target atau sasaran. radionuklida mampu memancarkan radiasi. Seluruh radioisotop yang telah berhasil ditemukan telah diketahui pula waktu 3 . Banyak isotop buatan yang dapat dimanfaatkan antara lain Na-24.

utamanya elektron pada kulit atom terluar. sedangkan peluruhan radioisotop merupakan hasil dari perubahan pada inti atom. 4 . Waktu paro ini merupakan faktor penting dalam pemilihan jenis radioisotop yang tepat untuk keperluan tertentu. utamanya radiasi gamma. Waktu paro radioisotop bervariasi dari kisaran milidetik sampai ribuan tahun. Lempengan logam setebal beberapa sentimeter pun dapat ditembus oleh radiasi gamma. Sinar yang dihasilkan dikenakan pada medan magnet yang sangat kuat. memiliki daya tembus yang besar.paronya. memiliki karakteristik kimia yang sama dengan karbon-12. Ketiga. utamanya gamma dengan energi tinggi. Radioisotop karbon-14. Ernest Rutherford (penemu teori atom Rutherford) melakukan studi tentang sinar radioaktif. radioisotop memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan isotop lain sehingga sifat kimia yang dimiliki radioisotop sama dengan isotopisotop lain dari unsur yang sama. 2. Dia menempatkan radium di bagian bawah kotak timah kecil. Kelima. intensitas radiasi ini tidak bergantung pada bentuk kimia atau senyawa yang disusunnya. Keempat. misalnya. Sifat ini mempermudah dalam pendeteksian. radiasi yang dipancarkan.2 Sifat-sifat sinar radioaktif Pada tahun 1899. Hal ini dikarenakan pada reaksi kimia atau ikatan kimia yang berperan adalah elektron. Rutherford menemukan bahwa sinar dipisahkan menjadi tiga bagian yang berbeda seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

sehingga molek ul berubah menjadi ion (ion positif dan elektron) per cm bila melewati udara. Gambar di atas menunjukkan bahwa sinar alfa bermuatan positif (dibelokkan ke arah medan magnet negatif). dapat menembus kertas atau lempeng alumunium setebal 0. bermuatan listrik negatif. 4. Mempunyai massa 4 dan bermuatan +2.2. memiliki daya tembus kecil (daya jangkau 2. Partikel-partikel alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.s-1 atau kira2. daya iosinasinya paling kuat. lintasan di dalam bahan radioaktif berupa garis lurus. simbol beta atau e 3. 2. mempunyai energi 5.s-1 sampai dengan 2. Dipengaruhi antara 1.sifat sinar alpha 1.5 cm dalam udara).3 MeV sampai 10.1 Sifat. sedangkan sinar gamma tidak bermuatan (tidak dibelokkan). sehingga dalam medan listrik dibelokkan ke arah kutub positif 5 . 3. 10.04 mm. 4. Rutherford menamai tiga jenis radiasi tersebut dengan alfa (α). kira 1/10 kali kecepatan rambat cahaya. 9.2 Sifat-sifat sinar Beta 1.4 x 107 m. 6. 7. 5. beta (β) dan gamma (γ). dapat mengionsasi molekul yang dilaluinya. Sinar alfa ini dapat menyebabkan satu atau lebih elektron suatu molekul lepas. 8. daya tembusnya paling lemah jika dibandingkan sinar β dan sinar γ. 2. daya ionisasinya lebih lemah dari sinar alfa. yaitu 5.000 mil per detik.8 – 8. sinar beta bermuatan negatif (dibelokkan ke arah medan magnet positif).Untuk memudahkan. atau 1 – 10 persen kecepatan cahaya.000 – 20. Sinar alfa dibelokkan ke arah yang berlawanan dengan sinar beta. 11. memiliki daya tembus yang jauh lebih besar daripada sinar alfa (dapat menembus lempeng timbel setebal 1 mm).5 MeV. 5.2.2 x 107 m. Sinar beta ini bermuatan negatif dan bermassa sangat kecil. dalam medan listrik dapat dibelokkan ke arah kutub negatif.5 x 104 satuan massa atom 2.

2.3 Sifat – sifat sinar gamma 1.Di dalam bahan radioaktif. Kecepatannya antara 0. Mempunyai daya tembus paling besar disbanding sinar radio aktif lainnya (α atau β) 2. Dapat mempengaruhi film 4.3 Cara penentuan umur fosil Ada beberapa cara untuk menentukan usia fosil diantaranya : 1. 3.Foto sinar γ tidak banyak berinteraksi dengan atom suatu bahan 6.32 sampai 0. 7.Tidak dipengaruhi medan magnet dan medan listrik. daya ionisasinya paling lemah. Secara umum semakin dalam batuan dan fosil berada.7 kali kecepatan cahaya.Energinya mencapai 3MeV 5.tidak bermuatan listrik.6.Merupakan gelombang elektromagnetik 2. lintasan sinar beta berbelok-belok karena hamburan electron dalam atom. mempunyai panjang gelombang antara 1Å (10-10 m) sampai 10-4Å (10-14 m). karena tidak bermuatan 3. Dengan memperhatikan lapisan batuan endapan ilmuwan dapat memperkirakan jumlah watu yang telah lewat sejak lapisan yang mengandung fosil terbentuk. 8. 2. Stratigrafi Mengukur kedalaman fosil terkubur. 2. Pengamatan fluktuasi medan magnet bumi Tiap lapisan medan magnet berbeda seiring waktu. sedangkan energinya mencapai 3MeV. 7. 9. semakin tua usia fosil. medan magnet bumi terus bergeser. Perhitungan radioisotop dari batuan beku sekita fosil 6 . oleh karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik.

Hewan atau tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup. dan ketiga faktor masa/waktu yang diperlukan untuk fosilisasi.000 tahun. sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di Kalifornia. Untuk menjadi fosil. 7 . gigi dan tulang. Untuk menentukan usia fosil. usian batuan beku tersebut dapat ditentukan. Secara singkat definisi dari fosil harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: merupakan sisa dari organisme. Sebagai contoh uranium-235 yang meluruh menjadi separuhnya dalam 700 juta tahun menjadi Timbal-207. lapisan leleh (batuan gunung berapi) dibawah fosil (sebelum fosil ada) dan diatasnya (setelah makhluk mati) yang diperiksa. Proses pembentukan fosil: pertama bahan baku harus organik dari makhluk hidup. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan. 2. terawetkan secara alamiah. dari bahasa Latin fossa yang berarti “menggali keluar dari dalam tanah”.4 Penentuan Umur fosil dengan C-14 Fosil. Oleh para pakar dibedakan beberapa macam fosil. fosil ter. merupakan sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Penentuan usia radioisotop tidak dapat dipakai langsung pada fosil karena mahluk hidup tidak memuat unsur radioaktif. yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh arkeologi. kedua harus diendapkan dalam suatu lingkungan pengendapan fosilisasi (endapan volkanik atau satuan karst).Batuan-batuan beku memiliki sedikit unsur radioaktif tapi masih mampu dideteksi oleh alat yang sangat peka. pada umumnya padat/kompak/keras. Fosil yang paling umum adalah kerangka yang tersisa seperti cangkang.Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi. Dengan membandingkan jumlah unsur uranium-235 dan timbal-207 dalam batuan tersebut. fosil yang terbentuk dalam batu ambar. Ada fosil batu biasa. berumur lebih dari 11. dan radioaktif selalu meluruh seiring waktu.

maksudnya jika dalam tubuh mahluk hidup terdapat 1000 atom C-14.568 tahun. Tumbuhan menyerap karbon-14 dari udara selama membuat makanan. Semakin tua sebuah fosil. para peneliti dapat menghitung dengan tepat kapan antelope purba itu mati. Dalam buku-buku teks kimia.Setiap mahluk hidup (manusia. seperti semua unsur radioaktif. metode ini cukup baik dengan penyimpangan akurasi sekitar beberapa ratus tahun.460 tahun kemudian jumlahnya tersisa 250 dan seterusnya. binatang dan tumbuhan) dan benda mati di Bumi ini mengandung karbon-14. Usia fosil bisa ditentukan dengan metode peluruhan radioaktif. Unsur yang sering digunakan untuk kegiatan ini adalah atom karbon-14 (C-14). semakin sedikit karbon-14 yang dikandungnya. Kalau suatu tumbuhan atau binatang mati.730 tahun. jumlah atom C-14 akan berkurang setengahnya menjadi 500. 5.730 tahun setelah mahluk hidup itu mati. Setiap mahluk hidup (manusia. Untuk rekaman sepanjang sejarah. dan dengan menghitung pelapukan karbon-14. 5. C-14 mempunyai waktu paruh 5.Dengan mengukur jumlah C-14 yang terkandung pada fosil. karbon-14 melapuk dan kehilangan separuh massanya dalam rentang waktu 5. penentuan umur dengan menggunakan radiokarbon bergantung pada pembentukan karbon-14 di bagian atas atmosfer menurut reaksi berikut ini: 8 . satu periode yang disebut umur paro. binatang dan tumbuhan) dan benda mati di Bumi ini mengandung karbon-14. simpanan karbon-14-nya kian berkurang karena. umur fosil bisa ditentukan.730 tahun berikutnya atau 11. Jika jumlah karbon-14 dalam sekerat tulang antelope modern dibandingkan dengan jumlah karbon-14 pada fosil antelope. Untuk penentuan usia fosil zaman prasejarah. yaitu fotosintesis dan binatang herbivore atau pemakan tumbuhanm meperoleh bahan tersebut. digunakan unsur lain seperti rubidium-87 yang waktu paruhnya 50 juta tahun atau samaryum-147 yang mempunyai waktu paruh selama 100 juta tahun.

sehingga masuklah karbon-14 ke dalam rantai makanan. dengan kata lain. terjadi konversi nitrogen biasa menjadi karbon-14 yang bersifat radioaktif oleh neutron berenergi tinggi (yang dihasilkan oleh radiasi kosmis). Karbon-14 meluruh dengan membebaskan partikel beta menurut persamaan berikut. Penentuan umur dilakukan dengan mengasumsikan bahwa persentase karbon-14 di atmosfer adalah konstan dan bahwa radiokarbon dalam semua organisme hidup berada dalam kesetimbangan dengan atmosfer. 1. Atom-atom karbon tunggal yang dihasilkan di atmosfer bagian atas ini bersifat sangat reaktif dan segera bergabung dengan oksigen untuk membentuk karbon dioksida yang digunakan oleh tumbuh-tumbuhan.730 tahun. Ketika tumbuhan dan hewan mati. dan karbon-14 dalam tubuh organisme mulai meluruh.Menurut persamaan reaksi ini.5 gram dalam 5.730 tahun. atau. Karbon-14 memiliki waktu-paruh 5. Jumlah karbon-14 yang tersisa dapat digunakan untuk memperkirakan umur dari tumbuhan dan hewan yang telah mati tersebut. Jika asumsi-asumsi ini tepat.0 gram karbon-14 akan berdekomposisi menjadi tepat 0. Tumbuhan selanjutnya dimakan oleh hewan. Diagram skematik dari sebuah spektrometer massa sederhana dapat dilihat pada gambar berikut ini : 9 . persentase karbon-14 dalam organisme hidup akan sama dengan persentase karbon-14 di atmosfer. kesetimbangan dengan atmosfer juga berhenti. Yang diperlukan untuk perkiraan umur tersebut hanyalah pengukuran rasio dan ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan spektrometri massa.

Usia pepohonan ditentukan dengan menghitung cincin pertumbuhan tahunan pada pohon-pohon yang berusia sangat tua. atau oleh variasi geomagnetik (neutron memiliki momen magnetik dan akan dipengaruhi oleh perubahan siklis medan magnetik bumi). Cara elegan untuk melakukan kalibrasi ini adalah dengan membandingkan umur yang ditentukan oleh hasil pengukuran karbon-14 dengan usia pepohonan. permukaan laut yang lebih hangat melepaskan lebih banyak karbon dioksida yang terlarut di dalamnya). Faktor lain. sehingga dapat dilakukan koreksi terhadap rasio hasil pengukuran pada objek yang akan ditentukan umurnya. Dengan demikian. Kalibrasi ini dilakukan dengan memanfaatkan objek lain yang telah diketahui umurnya. ketika berinteraksi dengan atom-atom di bagian atas atmosfer. dapat menyebabkan perubahan fluks sinar kosmis (radiasi gamma). menghasilkan neutron dan proton.Permasalahan dari metode ini adalah proporsi karbon-14 dalam keseluruhan karbon dioksida di atmosfer tidaklah konstan tetapi bervariasi sedikit dari waktu ke waktu karena tidak konstannya produksi radiokarbon di atmosfer dari tahun ke tahun. Adanya variasi level karbon-14 di atmosfer berarti bahwa kalibrasi diperlukan dalam hal penentuan umur. Laju produksi radiokarbon ini dipengaruhi oleh perubahan ventilasi lautan (misalnya. Sinar kosmis. dan neutron yang dihasilkan kemudian dapat bereaksi dengan nitrogen untuk membentuk karbon-14. pengaruh berubah-ubahnya laju produksi karbon-14 dapat dihilangkan. seperti sequoia dan jenis pinus tertentu 10 . seperti adanya supernova (ledakan bintang di akhir usianya).

000 tahun. Menghitung jumlah lapisan sedimen analog dengan menghitung cincin pertumbuhan tahunan pada pepohonan. Netherlands. Penentuan umur dengan radiokarbon memberikan hasil yang akurat selama objek yang akan ditentukan umurnya masih berada dalam kisaran 10. Kalibrasi ini hasilnya sama dengan hasil dari usaha kalibrasi lain yang menggunakan data lebih sedikit. dimungkinkan untuk menentukan umur objek sampai dengan 50. Metode kalibrasi terbaru tersebut dilakukan oleh Kitagawa dari International Center for Japanese Studies dan van der Plicht di University of Goningen. untuk umur yang lebih tua daripada 10. Secara umum. Dengan menggunakan pengukuran dari banyak percobaan berbeda. lebih dari itu. tidak ada metode kalibrasi yang dapat digunakan. Pada dasarnya. dan juga. Diperluasnya kalibrasi karbon-14 ini memiliki arti penting dalam upaya memastikan akurasi penentuan umur bahan organik. kedua peneliti ini mampu memplot kurva kalibrasi yang membandingkan antara umur yang disimpulkan dari pengukuran proporsi karbon-14 dengan umur yang disimpulkan dari sumber-sumber lain. Perbedaan ini biasanya dapat diabaikan untuk periode yang tercatat dari sejarah manusia.000 tahun). umur sebenarnya (actual age) dari sebuah objek sedikit lebih kecil daripada umur yang diperoleh dengan metode karbon-14. tetapi dalam prakteknya. tetapi bisa berarti diperlukannya koreksi yang signifikan untuk periode-periode sebelumnya. kesalahan (error) dalam menentukan umur diperkirakan bisa mencapai ± 3000 tahun.000 tahun. Data yang diperoleh dari sedimen-sedimen berusia muda sangat cocok dengan data yang diperoleh dari cincin pepohonan. sampai baru-baru ini setelah ditemukannya suatu metode baru.(beberapa jenis pinus jerman berusia 10. Sebelum itu. Mereka menganalisis lebih dari 250 contoh fosil yang diambil dari deposit sedimen yang terbentuk lapisan demi lapisannya setiap tahun di Danau Suigetsu di Jepang. selain itu juga memberi hasil yang sama dengan metode radioisotop lainnya (yang menggunakan uranium dan thorium) dalam suatu penelitian untuk mengestimasi umur karang laut.000 tahun yang telah dikalibrasi. memungkinkan kita untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam tentang 11 .

Radioisotop lainnya yang berguna untuk penanggalan radioaktif termasuk Uranium-235 (waktu paruh = 704 juta tahun).693) ] x t1/2 dimana ln adalah logaritma natural.303) / (-0.323 ] x 5.3 miliar tahun. maka fosil itu akan berusia : t = [ ln (0.000 tahun. dan t1/2 adalah waktu paruh carbon 14 (5. ia hanya sah untuk penentuan usia benda hingga 60. 12 . Thorium-232 (waktu paruh = 14 miliar tahun) dan Rubidium-87 (waktu paruh = 49 miliar tahun).10) / (-0.700 tahun t = [ 3. Walau demikian.693) ] x 5.700 tahun. Potassium-40 adalah unsur radioaktif lainnya yang alami ditemukan dalam tubuh anda dan memiliki waktu paruh 1.700 tahun t = 18. Uranium-238 (Waktu paruh = 4.700 tahun). bila anda menemukan fosil dengan 10 persen carbon-14 dibandingkan sampel hidup. Jadi.700 tahun t = [ (-2.940 tahun Karena waktu paruh carbon-14 5. Cara mengidentifikasi fosil tersebut ialah mengambil sempel dari mahluk tersebut kemudian dilakukan dengan pencacahan untuk mengetahui jumlah atom yang ada di mahluk tersebut yaitu dengan mengetahui jumlah atomnya maka dapat menentukan waktu paruh dari unsur itu Rumus untuk menghitung berapa tua sebuah sampel dengan penanggalan carbon-14 adalah : t = [ ln (Nf/No) / (-0.5 miliar tahun).variasi lautan dan iklim planet bumi dihubungkan dengan zaman es terakhir. prinsip carbon-14 berlaku pada isotop lainnya pula. dan tentang fluktuasi dalam produksi radioisotop di atmosfer. Nf/No adalah persentase carbon-14 dalam sampel dibandingkan dengan jumlahnya dalam jaringan hidup.693) ] x 5. tentang medan magnetik bumi.

BAB III KESIMPULAN 13 .

satu periode yang disebut umur paro. Dengan hanya mengambil data berapa kandungan carbon-14 yang masih tersisa di dalam fosil lalu memasukkannya ke persamaan tersebut diketahui bahwa waktu paroh dari unsur C-14 adalah 5700 tahun.Dari pembahasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. 2. kita dapat secara langsung tahun berapa fosil tersebut hidup. radionuklida mampu memancarkan radiasi. Radionuklida dapat terjadi secara alamiah atau sengaja dibuat oleh manusia dalam reaktor penelitian. Radionuklida atau radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif. Mereka bisa tersebar saat melewati m 14 . Kalau suatu tumbuhan atau binatang mati. Menggunakan persamaan t={ln(Nt/No)/ln2xt1/2}. seperti semua unsur radioaktif. karbon-14 melapuk dan kehilangan separuh massanya dalam rentang waktu 5. kita dapat memperkirakan umur suatu fosil. simpanan karbon-14-nya kian berkurang karena. Setiap mahluk hidup (manusia. binatang dan tumbuhan) dan benda mati di Bumi ini mengandung karbon-14.568 tahun.

_PEND.edu/Direktori/FPMIPA/JUR.upi._FISIKA/195708071982112WIENDARTUN/2.com/2007/03/menentukan-umur-fosil.id/artikel_detail-95928-Kimia %20Fisik-SINAR%20ALFA.html 15 .html http://marshallurivo.blogspot.web._Radioaktivitas.ika tipis atau emas foil.%20GAMMA.DAFTAR PUSTAKA http://file.ac.com/2010/02/manfaat-zat-radioaktifradioisotop..wordpress.pdf https://joko1234.blogspot.unair.com/2010/03/11/radioisotop/ http://mawaddatulkarimah-fst12.html http://gurufisikamuda.%20BETA.