Anda di halaman 1dari 18

Anatomi Dan Fisiologi Tonsil .

Vena-vena dari tonsil membentuk pleksus yang bergabung dengan pleksus dari faring. vena lidah dan pleksus faringeal. Vaskularisasi      Arteri maksilaris eksterna Arteri maksilaris interna Arteri lingualis dengan cabangnya arteri lingualis dorsal. selanjutnya ke kelenjar toraks dan akhirnya menuju duktus torasikus.  Aliran getah bening  Aliran getah bening dari daerah tonsil akan menuju rangkaian getah bening servikal profunda (deep jugular node) bagian superior di bawah muskulus sternokleidomastoideus. Arteri faringeal asenden.  Persarafan Tonsil bagian bawah mendapat sensasi dari cabang serabut saraf ke IX (nervus glosofaringeal) dan juga dari cabang desenden lesser palatine nerves. Aliran balik melalui pleksus vena di sekitar kapsul tonsil. .

.  Sebagai organ utama produksi antibodi dan sensitisasi sel limfosit T dengan antigen spesifik.Tonsil mempunyai 2 fungsi utama yaitu :  Menangkap dan mengumpulkan bahan asing dengan efektif.

. yang sering disebut sebagai Quinsy. Abses Peritonsiler Abses peritonsil. adalah suatu rongga yang berisi nanah didalam jaringan peritonsil yang terbentuk sebagai hasil dari tonsillitis supuratif.

.

fusobacterium sp Disebabkan penjalaran dari tonsilitis akut yang mengalami supurasi dan menembus kapsul tonsil .Streptokokus beta hemolitik .bacteriodes sp  . Kuman penyebab yang paling sering dijumpai adalah spesies aerob maupun anaerob gram positif yang biasa didapatkan pada kultur aerob : grup A .Haemophylus influenzae anaerob : .Staphylokokus aureus .

 Pada tonsilitis akut → kuman menembus kapsul tonsil → radang (pada jaringan ikat peritonsil) → infiltrat → supurasi → abses  Paling sering pada fosa supratonsilaris (70 %) .

makin hebat saat menelan  Nyeri telinga (referred pain)  Susah membuka mulut  Demam  Susah menggerakan leher . spontan.Gejala klinis :  Nyeri tengorok hebat.

kadang tortikolis  Tonsil udem. Trismus  Mulut berbau (foetor ex ore)  Pembesaran KGB regional. hiperemi. nyeri tekan. terdorong ke medial bawah  palatum mole bombans. uvula terdorong kontra lateral .

.

.

Pungsi pada daerah yang bombans :  Pus (+) → abses  Darah (+) → infiltrat .

2. Karsinoma Nasofaring abses retrofaring dan. 3.1. abses parafaring .

 Bila masih infiltrat terapi seperti pada tonsilitis akut  Bila abses (terbentuk pus) → insisi (tanpa anastesi)  Dapat diberikan antibiotik Penisilin merupakan “drug of chioce” pada abses peritonsilar dan efektif pada 98% kasus jika yang dikombinasilakn dengan metronidazole Juga perlu kumur-kumur dengan cairan hangat dan compres dingin pada leher  Analgesik. antipiretik  Karena abses ini cenderung kambuh. 4-6 minggu setelah sembuh → tonsilektomi .

 edema laring akibat tertutupnya rima glotis atau edema glotis akibat proses perluasan radang ke bawah → obstruksi  Penjalaran abses → abses parafaring → mediastinitis  Sepsis .

Prognosis   Vitam : dubia ad bonam Functionam : dubia ad bonam .