Anda di halaman 1dari 22

MODUL

METODE NUMERIK

MUSTAFA ALFIAN NAINGGOLAN
122406120
KC-1 ‘12

D3 TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014

MODUL METODE NUMERIK | 1

KATA PENGANTAR

Segala sesuatu yang berawal dari keingintahuan dan proses pembelajaran akan
membuat seseorang menjadi semakin berilmu. Bagai ilmu padi, semakin berisi maka sebaiknya
ia semakin menunduk. Semakin banyak ilmu yang dimiliki, maka semakin memahami bahwa
semua ini hanya milik Tuhan semata. Segala yang dijalani, segala yang dialami, segala yang
dini’mati hanyalah kepunyaan Tuhan semata. Segala ujian yang dihadapi akan menambah ilmu
dan kemampuan yang dimiliki adalah semata untuk selalu mensyukuri nikmat Tuhan YME.
Kehilangan, kepunyaan hanyalah sebuah benda yang datang dan pergi. Manusia akan sangat
kaya dan sukses ketikaia menjadi berarti dan berilmu serta mempunyai akhlak yang mulia.
Alhamdulillah, berkat restu dari Allah SWT modul METODE NUMERIK ini telah
diselesaikan dengan baik. Materi pada modul ini mencakup seluruh materi yang ada sebagai
aplikasi pemrograman berbasis matematika.

Suatu kebanggaan bagi saya untuk dapat menyelesaikan modul ini serta
mengaplikasikannya sehingga dapat digunakan oleh mahasiswa. Semoga dengan adanya
modul ini dapat membantu kinerja mahasiswa dalam meraih yang terbaik di mata kuliah ini
khususnya, serta penyelesaian pembelajaran sebagai mahasiswa pada umumnya.

Medan, 10 April 2014

( Mustafa Alfian Nainggolan)

MODUL METODE NUMERIK | 2

.....2 Rumusan Masalah .................................................................... 10 ..... 9 .....5............................................... 9 2.......................................................................................................................1 Penjumlahan dan Penguran 2.........4 Matrik Dalam Matlab .........................................................................................3 Persamaan Linear Dalam Matriks ..... 12 ...............5 2.......4...........5.1 Cara Membuat Matriks 2................................ 6 1................. 9 2... 15 2....... MODUL METODE NUMERIK | 3 ...........1 Latar Belakang ............................... 7 2..............................................3 Tujuan ............... 8 2....................4 Transposisi Matriks Dalam Matriks 16 ........................................................................4.......... 13 2.......5.......DAFTAR ISI Kata Pengantar ...... 2 Daftar isi .........2 Ukuran Matriks Dan Matriks Khusus Operasi Perhitungan Matriks .............................................................................. 5 1...3 Fungsi-fungsi Yang Digunakan Matlab .............. 12 2..2 Penggunaan Matlab ....................................................1 Matlab .............5..........................2 Perkalian Matriks ........................................................................................... 6 BAB 2 PEMBAHASAN 2... 3 BAB 1 PENDAHULUAN 1.............................................................

...................................6 Metode Gauss Dalam Matlab .............................. 2.2..................7 Metode Gauss Jordan Dalam Matlab ..... 17 18 MODUL METODE NUMERIK | 4 ........

1991).1 Latar Belakang Metode numerik adalah teknik di mana masalah matematika diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan oleh pengoperasian aritmetika (Chapra dan Chanale.Di samping itu menurut Rochmad (2011) ada sejumlah alasan mengapa orang menggunakan metode numerik untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. 1994 . Disini saya menggunakan aplikasi MODUL METODE NUMERIK | 5 . yaitu selalu mencakup sejumlah kalkulasi aritmetika. masing -masing metode tersebut memiliki karakteristik umum. kali dan bagi (Susila. Jadi metode numerik adalah suatu teknik untuk memformulasikan masalah matematika sehingga dapat diselesaikan dengan operasi aritmetika yang terdiri dari operasi tambah. kurang. Apa guna mempelajari metode numerik? . Metode numerik adalah teknik -teknik yang digunakan untuk merumuskan masalah matematika agar dapat diselesaikan hanya dengan operasi hitungan. Ibraheem dan Hisyam. 2011). namun pada dasarnya.BAB 1 PENDAHULUAN 1. kali dan bagi (Rochmad. kurang. Terdapat banyak jenis metode numerik. 2003). yang terdiri dari operasi tambah.

Bisa mengatasi masalah dalam penyelesaian pada persoalan metode numerik. Mengerti rumus-rumus yang ada pada metode numerik. 2. 2.2 Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang masalah di atas dapat di rumuskan menjadi beberapa masalah sebagai berikut : 1. MODUL METODE NUMERIK | 6 .3 Tujuan Tujuan mempelajari metode numerik adalah sebagai berikut: 1. 1.1. Dapat menguasai pelajaran metode numerik. 3. Bagaimana rumus-rumus yang ada pada metode numerik. Bagaimana cara mempelajari metode numerik.

2011). Ibraheem dan Hisyam. 2003). Tidak diperlukan penulisan program khusus untuk operasi-operasi matriks seperti perkalian matriks atau invers matriks. yaitu selalu mencakup sejumlah kalkulasi aritmetika. Perintah-perintah diekspresikan dalam bentuk yang sangat mirip dengan bentuk yang digunakan dalam matematika dan bidang teknik. kali dan bagi (Rochmad. 1994 . kurang. tulis: x=A\b.BAB 2 PEMBAHASAN Metode numerik adalah teknik di mana masalah matematika diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan oleh pengoperasian aritmetika (Chapra dan Chanale. namun pada dasarnya. Contoh persamaan b=Ax. kurang. dengan A. 2.1 MATLAB MATLAB adalah singkatan dari MATrix LABoratory. ditulis: b=A*x. Untuk mendapat solusi x dari A dan b. MATLAB berkembang menjadi sebuah sistem yang interaktif sekaligus sebagai bahasa pemrograman untuk keperluankeperluan ilmiah. dan visualisasi. Oleh karena itu bahasa MATLAB MODUL METODE NUMERIK | 7 . komputasi teknis. yang terdiri dari operasi tambah. b. metode numerik adalah teknik -teknik yang digunakan untuk merumuskan masalah matematika agar dapat diselesaikan hanya dengan operasi hitungan. Pertama kali dibuat untuk mempermudah penggunaan dua koleksi subrutin pada pustaka FORTRAN yaitu: LINPACK dan EISPACK. Jadi metode numerik adalah suatu teknik untuk memformulasikan masalah matematika sehingga dapat diselesaikan dengan operasi aritmetika yang terdiri dari operasi tambah. dan x matriks. masing -masing metode tersebut memiliki karakteristik umum. dalam menangani komputasi matriks. kali dan bagi (Susila. Terdapat banyak jenis metode numerik. Elemen data dasar MATLAB adalah matriks. 1991). Sejak itu.

Cleve mulai menulis program untuk memberikan kemudahan akses interaktif pada LINPACK dan EISPACK. Pada pertengahan tahun 1970. dalam tahun 1983. The MathWorks. atau sebagai Visiting Professor. sementara EISPACK adalah koleksi subrutin untuk penyelesaian masalah nilai pribadi (eigenvalue). Moler.2 Penggunaan Matlab Adanya toolbox yang disebut MuPAD. memungkinkan akses terhadap kemampuan aljabar komputer atau komputasi teknis. Cleve menamakan programnya dengan MATLAB yang merupakan singkatan dari MATrix LABoratory. LINPACK berisi koleksi subrutin untuk penyelesaian persamaan linear. didirikan tahun 1984 untuk memasarkan dan melanjutkan pengembangan MATLAB. Dari hasil kunjungan Cleve di Universitas Stanford. Komputasi matematik MODUL METODE NUMERIK | 8 . 2. Berdasar keinginan tersebut. Dipenghujung tahun 1970. Baik LINPACK maupun EISPACK pada prinsipnya merupakan program untuk komputasi matriks. MATLAB versi pertama ini telah menjadi buah bibir pembicaraan orang. Karena itu. sekitar awal tahun 1983. ketika Cleve berkunjung ke universitas lain untuk berbicara. a. Cleve meninggalkan duplikasi MATLABnya pada komputer di universitas tersebut. Inc. Beberapa tahun kemudian. Little.menyelesaikan masalah tersebut memerlukan waktu lebih cepat dibanding waktu yang dibutuhkan bahasa pemrograman tingkat tinggi lain. Hanya dalam satu atau dua tahun. terutama yang berada dalam komunitas matematika terapan. seorang engineer. John Little. menampilkan MATLAB dengan memperkenalkan penerapan MATLAB yang potensial dalam bidang-bidang keteknikan. dan Steve Bangert membentuk team untuk mengembangkan MATLAB generasi kedua. Cleve Moler dan beberapa rekan tergabung dalam suatu team pengembangan software yang dibiayai oleh The National Science Foundation untuk tujuan membuat subrutin-subrutin dalam pustaka FORTRAN yang dinamai LINPACK dan EISPACK. MATLAB versi ini dibuat menggunakan bahasa C dan terintegrasi dengan grafik. Cleve ingin dapat mengajarkan kepada mahasiswa materi aljabar linear di Universitas New Mexico menggunakan LINPACK dan EISPACK tanpa harus menulis rutin-rutin program dalam bahasa FORTRAN.

Fungsi visualisasi. c. Di MATLAB terdapat pula matriks berdimensi 3. Implementasi algoritma h. ialah sekelompok bilangan yang tersusun dalam matriks segi-empat 2-dimensi. b. MODUL METODE NUMERIK | 9 .) digunakan untuk memisahkan kolom. Manipulasi matriks f. Kita juga bisa menggunakan spasi untuk memisahkan kolom dan menekan Enter ke baris baru untuk memisahkan baris. 2. dan titik-koma (. Peng-antarmuka-an dengan program dalam bahasa lainnya 2.4.1 Cara Membuat Matriks Matriks.) untuk memisahkan baris.3 Fungsi-Fungsi Yang Digunakan MATLAB Fungsinya adalah sebagai berikut: a. Tanda koma (. Pem-plot-an fungsi dan data g.) untuk memisahkan antar baris. Di dalam MATLAB didefinisikan dengan jumlah baris dan kolomnya. 4. pembuatan matriks yang menggunakan tanda (. Ada tiga cara untuk menuliskan matrik pada matlab yaitu: a. d.4 Matrik Dalam Matlab 2. Matriks didefinisikan dengan kurung siku ( [ ] ) dan biasanya dituliskan baris-per-baris. namun dalam blok ini kita batasi hingga 3-dimensi saja. Fungsi statistic. Grafik-grafik perhitungan.b. Simulasi dan pemodelan d. atau lebih. Fungsi fisika. Fungsi matematika. e. c. Pembuatan antarmuka pengguna / interface (visualisasi ) i. Analisis data.

2 8 4]. Kita juga bisa menyimpan keluaran command dalam variabel baru.A3] Hasilnya juga akan sama. c.2 Ukuran Matriks dan Matriks Khusus Untuk mengetahui ukuran atau dimensi dari matriks yang ada. sementara length untuk vektor. Contoh cara 1 .4. A2= [4 6 -7]. Pada cara 3 ini bermanfaat jika matriksnya berukuran cukup besar dan mengandung beberapa elemen yang sama. A=[A1. 2.A2. misal ada matiks A yang berukuran 3×3.jml_kolom]=size(gabung5) jml_baris = 3 MODUL METODE NUMERIK | 10 . Cara yang benar adalah sebagai berikut: A1=[1 2 3]. matriksnya pake matriks yang udah ada di cara 1.) pada varibel baru. pembuatan matriks dengan cara masing-masing baris didefinisikan menggunakan variabelvariabel yang diikuti tanda (. pembuatan matriks yang menggunakan (enter) untuk memisahkan antar baris. maka penulisannya pada matlab yaitu A=[1 2 3. maka sintaks yang digunakan adalah: contoh >> [jml_baris. Contoh cara 2.b. A3=[2 8 4]. Contohnya: >> size(matrix1) ans = 33 Ukuran matrix1 ialah 3-baris 3-kolom (33).) kemudian variabel-variabel tersebut disatukan menggunakan tanda (. A=[1 2 3 4 6 -7 2 8 4] Ini adalah cara yang salah. size umumnya digunakan untuk matriks 2-dimensi. kita bisa gunakan command size dan length.4 6 -7.

0975 Columns 7 through 10 0.8147 0.4) mat_1 = 5 5 5 5 5 5 5 5 >> mat_2=zeros(2.9058 0. manipulasi indeks matriks. kita pergunakan command prod.9575 0. Berbagai matriks khusus yang kerap kita pergunakan dalam perhitungan bisa dibuat secara efisien dengan command yang telah ada di MATLAB. Di antaranya ialah command untuk membuat matriks-matriks khusus. perhatikan contoh berikut: >> mat_1=5*ones(2.1270 0.9649 MODUL METODE NUMERIK | 11 . jumlah elemennya ialah.jml_kolom = 6 Sementara itu. Mari kita bahas terlebih dahulu mengenai matriks khusus.10) bil_acak_uniform = Columns 1 through 6 0.4) mat_2 = 0 0 0 0 0 0 0 0 >> mat3=[eye(4) ones(4)*-2] mat3 = 1 0 0 0 -2 -2 -2 -2 0 1 0 0 -2 -2 -2 -2 0 0 1 0 -2 -2 -2 -2 0 0 0 1 -2 -2 -2 -2 >> bil_acak_uniform=rand(1.9134 0. Misalkan untuk matriks gabung5.2785 0. serta pembuatan deret.6324 0. untuk menghitung jumlah elemen dari suatu matriks. untuk lebih jelas.5469 0. >> jml_elemen=prod(size(gabung5)) jml_elemen = 18 Matlab menyediakan berbagai command untuk membuat dan memanipulasi matriks secara efisien.

5 Operasi Perhitungan Matriks 2. A–B.2877 -1. Selisih=A-B.2 3]. A+B. penjumlahan/pengurangan juga bisa dilakukan antara matriks dengan skalar.5. dan selisih dua matriks. Untuk jelasnya mari kita praktekkan contoh berikut ini.6 7]. terdefinisi jika A dan B berukuran sama.>> gaussian_noise=randn(5. %Nilai mean varians=3. Tambah50=A+50 Jumlah = 4 6 8 10 Selisih = MODUL METODE NUMERIK | 12 . 2.4326 -1. >> B=[4 5. >> A=[0 1.6656 0. dengan sintaks sebagai berikut : >> mu=5.1 Penjumlahan Dan Pengurangan Penjumlahan dua matriks. %Nilai variansi >>bil_acak_gaussian= sqrt(varians)*randn(1. >> Jumlah=A+B.1465 Misalkan kita ingin membuat 20 buah bilangan acak gaussian dengan rata-rata = 5 dan varians = 3. Namun demikian.1253 0.1) gaussian_noise = -0.20) + mu untuk hasil atau outputnya dapat pembaca mempraktekan sintaks tersebut.

Kita akan lanjutkan contoh sebelumnya. Selain itu. terdefinisi jika jumlah kolom di A sama dengan jumlah baris di B.5.2 Perkalian Matriks Perkalian matriks. perkalian juga bisa dilakukan antara matriks dengan skalar.B A= 0 1 2 3 B= 4 5 6 7 >> MultAB=A*B.-4 -4 -4 -4 Tambah50 = 50 51 52 53 2. MultBA=B*A MultAB = 6 7 26 31 MODUL METODE NUMERIK | 13 . misalkan C = AB. >> A.

10.MultBA = 10 19 14 27 >> x=[3 2 1].1] x= 3 2 1 y= 100 10 1 >> z1=x*y. z2=y*x z1 = 321 z2 = 300 200 100 30 20 10 3 2 1 MODUL METODE NUMERIK | 14 . y=[100.

0000 Sebagai bahan latihan. solusi persamaan tersebut bisa ditemukan. B=[32. cobalah pembaca pecahkan persamaan linier dengan tiga variabel berikut ini. >> X=inv(A)*B X= 6.2.12 5].0000 -13. dan nambah pinter heheheh ( ^_~)) x + 2y + 3z = 2 4x + 5y + 6z = -5. Di dalam aljabar. Atau kita juga bisa mendapatkan solusi tersebut dengan operator pembagian terbalik: >> X=A\B X= 6.5 7x + 8y – 9z = -49 MODUL METODE NUMERIK | 15 .0000 Sehingga kita dapatkan solusi x= 6 dan x = -13. Dalam bentuk matriks dapat kita tuliskan menjadi : Dalam MATLAB kita tuliskan: >> A=[1 –2. salah satunya dengan menggunakan matriks. Misalkan kita tinjau sistem persamaan linier dengan variabel x1 dan x2 .7].3 Persamaan Linear Dalam Matriks Kita sering menemui persamaan linier dengan beberapa variabel.5. (biar ga ngantuk.0000 -13.

Mat_kompleks=[1+2i 3i.0000i 2.0000i 1.’ ).0000i >> Transp_riil=Mat_riil’.0000 + 3. 3 5].0000i 1.Transp_kompleks=Mat_kompleks’ Transp_riil = 1 3 0 5 Transp_kompleks = 1.4 Transposisi Matriks Salah satu operasi yang penting dalam matriks ialah transposisi.’ Transp_riil2 = MODUL METODE NUMERIK | 16 . Operasi ini mempertukarkan baris dan kolom dari suatu matriks.0000i >> Transp_riil2=Mat_riil.0000 0 + 3. dituliskan dalam MATLAB dengan operator petik tunggal ( ‘ ) dan titik-petik ( .0000 – 2.0000 – 3.0000i 2.2.0000 + 2. >> Mat_riil=[1 0.0000 0 – 3.5. 1 2+3i] Mat_riil = 1 0 3 5 Mat_kompleks = 1.

menghilangkan kebutuhan untuk menulis ulang variabel setiap langka ebih mudah untuk memecahkan Kelemahan : a.0000i 2. Metode eliminasi Gauss adalah suatu metode untuk mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana lagi. Kelebihan dan Kekurangan Metode ini digunakan dalam analisis numerik untuk meminimalkan mengisi selama eliminasi. dengan beberapa tahap Keuntungan : a. Setelah menjadi matriks baris.0000i 1.1 3 0 5 >> Transp_kompleks2=Mat_kompleks.0000 + 2. lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut. menentukan apakah sistem konsisten b. Dengan melakukan operasi baris sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang baris.6 Metode Gauss Dalam Matlab Metode gauss digunakan untuk mencari akar sistem persamaan linier. Ini dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya.0000i 2.0000 + 3.0000 0 + 3.’ Transp_kompleks2 = 1. memiliki masalah akurasi saat pembulatan desimal MODUL METODE NUMERIK | 17 .

Metode Eliminasi Gauss : metode yang dikembangkan dari metode eliminasi. metode eliminasi Gauss-Jordan ini dapat. Metode ini diberi nama Gauss-Jordan untuk menghormati CarlFriedrich Gauss dan Wilhelm Jordan. Melakukan substitusi mundur (mulai dari baris paling bawah) untuk menentukan nilai variabel 2. Poros  0.Langkah-langkahnya adalah: a. Metode ini sebenarnya adalah modifikasi dari metode eliminasi Gauss. Lakukan reduksi baris pada baris berikutnya kolom pertama d. Melakukan reduksi baris di bawah diagonal utama sehingga nilainya adalah o (nol) a. yang dijelaskan oleh Jordan di tahun 1887. Metode Gauss-Jordan ini menghasilkan matriks dengan bentuk baris eselon yang tereduksi(reduced row echelon form). Pivot dimulai dari baris pertama kolom pertama c. Ubah sistem persamaan linier menjadi bentuk matriks (berordo nx(n+1)) Berdasarkan bentuk persamaan linier point 5. Jika kolom pertama baris-baris di bawah baris poros sudah nol. Selain untuk menyelesaikan sistem persamaan linier. yaitu menghilangkanatau mengurangi jumlah variable sehingga dapat diperoleh nilai dari suatu variable yang bebas. maka cari poros berikutnya e. MODUL METODE NUMERIK | 18 . sementara eliminasi Gauss hanya menghasilkan matriks sampai padabentuk baris eselon (row echelon form). Lakukan reduksi terus menerus sesuai dengan poros yang telah ditetapkan sampai nilai elemen di bawah diagonal utama menjadi nol (0) c. maka baris poros harus ditukar baris di bawahnya yang porosnya tidak nol b.7 Metode Gauss Jordan Dalam Matlab Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linier adalah metode eliminasi Gauss-Jordan. Periksa terlebih dahulu pivot/poros. jika bernilai 0. maka bentuk matriksnya: 𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑏1 𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑏1 𝑎21 𝑎22 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑏2 0 𝑎22 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑏2  𝑎31 𝑎32 𝑎33 … 𝑎3𝑛 𝑏3 3𝑛 𝑏3 33 … 0 0 𝑎… … 𝑎… … … … … … … … … … 0 … 0 0 𝑎𝑛𝑛 𝑏𝑛 ) ( 0 𝑎𝑛𝑛 𝑏𝑛 ) (𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 𝑎𝑛3 b.

dimana ai+k . bila tidak ada berarti perhitungan tidak bisa dilanjutkan dan proses dihentikan dengan tanpa penyelesaian. 2. Sedangkan langkah-langkah pada operasi baris elementer yaitu : a. Ai ↔Aj b. Menukar posisi dari 2 baris.Eliminasi Gauss-Jordan adalah pengembangan dari eliminasi Gauss yang hasilnya lebih sederhana lagi. Lakukan operasi baris elementer pada matriks augmentasi (A|b) untuk mengubah matriks A menjadi dalam bentuk baris eselon yang tereduksi Pengubahan dilakukan dengan membuat matriks yang elemen-elemennya adalah koefisienkoefisien dari sistem persamaan linier. perhatikan apakah nilai ai. Ai = k*Aj c. Caranya adalah dengan meneruskan operasi baris dari eliminasi Gauss sehingga menghasilkan matriks yang Eselon-baris. Mengalikan baris dengan sebuah bilangan skalar positif. Prosedur umum untuk metode eliminasi Gauss-Jordan ini adalah: 1. Masukkan matrik A. Ini juga dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks.i =0 : Bila ya : pertukarkan baris ke i dan baris ke i+k≤n. Ubah sistem persamaan linier yang ingin dihitung menjadi matriks augmentasi. dan vektor B beserta ukurannya n b. merupakan variasi dari eliminasi gauss dengan kebutuhan dapat mgenyelesaikan matriks invers MODUL METODE NUMERIK | 19 . Untuk baris ke i dimana i=1 s/d n. Untuk baris ke j. Bila tidak : lanjutkan 4.i ≠0. Menambahkan baris dengan hasil kali skalar dengan baris lainnya Algoritma Metode Eliminasi Gauss adalah: a. dimana j = i+1 s/d n Kelebihan dan Keuntungan : Mengubah sistem persamaan linier yang ingin dihitung menjadi matriks augmentasi. Metode ini digunakan untuk mencari invers dari sebuah matriks. Buat augmented matrik [A|B] namakan dengan A c.

Jika kolom pertama baris-baris di bawah baris poros sudah nol. maka baris poros harus ditukar baris di bawahnya yang porosnya tidak nol ii. Langkah penyelesaian: 1. Lakukan reduksi baris pada baris berikutnya kolom pertama d. Jika didapatkan matriks yang nilai elemen diagonalnya belum nol (0). Ubah sistem persamaan linier menjadi bentuk matriks (berordo nx(n+1)) Berdasarkan bentuk persamaan linier point 5. Dimulai dari baris terakhir cari pivot/poros yang nilainya tidak nol g. jika bernilai 1. kalikan baris poros dengan 1⁄𝑝𝑜𝑟𝑜𝑠 2. i. artinya membuat nilai elemen di bawah dan di atas diagonal utama sehingga nilainya adalah o (nol) a. 1. MODUL METODE NUMERIK | 20 . jika bernilai < 0. Periksa terlebih dahulu pivot/poros. maka kalikan dengan −1⁄𝑝𝑜𝑟𝑜𝑠 b. Lakukan poin f s/d g sampai nilai di atas diagonal utama adalah nom (0) i. kurangi baris poros dengan baris di bawahnya supaya poros bernilai 1 (satu) iii. maka lakukanlah perkalian matriks tersebut dengan matriks kolom dengan tujuan membuat nilai diagonal utama menjadi nol. jika bernilai 0. Pivot dimulai dari baris pertama kolom pertama c. maka bentuk matriksnya: 𝑎11 𝑎21 𝑎31 … (𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 𝑎32 … 𝑎𝑛2 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑏1 1 0 0 … 0 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑏2 0 1 0 … 0  𝑎33 … 𝑎3𝑛 𝑏3 0 … 0 … 1 … … 0 … … … … … … … … 𝑎𝑛3 1 𝑎𝑛𝑛 𝑏𝑛 ) ( 0 0 0 𝑏1 𝑏2 𝑏3 … 𝑏𝑛 ) 2. Melakukan operasi baris elementer. Lakukan reduksi baris-baris yang berada di atas pivot/poros supaya nilai elemennya menjadi nol (0) dan dikerjakan ke arah atas h. maka cari poros berikutnya e.Eliminasi gauss digunakan untuk mencari akar sistem persamaan linier. Poros = 1. Lakukan reduksi terus menerus sesuai dengan poros yang telah ditetapkan sampai nilai elemen di bawah diagonal utama menjadi nol (0) f.

1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat kita ambil dari pembahasan-pembahasan diatas bahwa banyak cara yang dapat digunakan dalam menyelesaikan suatu matriks. Terima Kasih. Dengan memahami metodemetode yang ada kita dapat dengan mudah menyelesaikan suatu persoalan matriks. Namun saya akan terus mencoba memperbaikinya. demi sempurnanya modul ini dan penulisan modul di kesempatankesempatan berikutnya. Saya berharap kepada para pembaca sudi kiranya memberikan kritik dan saran yang membangun kepada saya. Terima Kasih. dan semoga para pembaca dapat memaklumi kelemahan dan kekurangan saya. 3. MODUL METODE NUMERIK | 21 .2 Kata Penutup Demikianlah yang dapat saya berikan dalam modul ini dan saya sadar masih banyak kekurangan pada modul saya ini. Semoga ini berguna bagi kita semua.BAB 3 PENUTUP 3.

com/2009/02/matlab-dasar.wordpress.pdf http://arisgunaryati.com/files/2010/12/MODUL-MATA-KULIAH3.com/2012/04/38897195-modul-metode-numerik.org/wp-content/uploads/2007/08/firman-dasarmatlab.DAFTAR PUSTAKA http://risqi.pdf http://bisonerich-matlab.pdf MODUL METODE NUMERIK | 22 .html http://ilmukomputer.blogspot.blog.files.