Anda di halaman 1dari 1

PEMERIKSAAN USG TESTIS

No. Dokumen
227/RSIA/SPO/II/2014
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

No. Revisi
00

Halaman
1/1

Ditetapkan,
Direktur RSIA ‘Aisyiyah Klaten
Tanggal Ditetapkan
15 Februari 2014
Dr. H. M. Maimun, M. P. H.
Adalah pemeriksaan imejing diagnostik menggunakan peralatan dengan
teknologi Ultrasound ( gelombang suara dengan frekwensi ultra) untuk
mengevaluasi kelainan pada testis.

Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk :
1. Memeriksa echostruktur testis dan ductus defferens.
2. Mengevaluasi morphologi anatomi testis dan ductus defferens
3. Mencari kemungkinan adanya testis ectopik atau adenscensus
testicularum.

Kebijakan

Petugas radiologi melakukan pemeriksaan USG testis sesuai advis dokter.

Prosedur

A. Persiapan Pasien
1. Pada pasien anak-anak diperlukan obat tidur (hipnotika).Persiapan
Peralatan.
2. Memposisikan pasien supine dengan kedua lengan abduksi keatas.
B. Tata Laksana Pemeriksaan
1. Imejing dilakukan dalam beberapa posisi penempatan transduser
sesuai dengan kebutuhan diagnostik. Untuk pemeriksaan
parametrium posisi transduser transversal.
2. Apabila ditemukan adanya kelainan morphologi anatomi atau adanya
massa (solid atau kistik) padaTestis, dimensinya (ukurannya) harus
dicantumkan.
3. Mengambil beberapa “image” dari lesi patologis yang
dipertimbangkan cukup dapat memberikan informasi diagnostik,
dengan merubah posisi tranduser.
4. Mengekspertise “image” yang dihasilkan secara tertulis pada blanko
ekspertise yang telah disiapkan.

Unit Terkait

1. Bagian Radiologi
2. IGD/ Poliklinik
3. Bangsal Perawatan