Anda di halaman 1dari 19

Definisi Petrofisika dan Parameternya

Posted by : Arriqo Arfaq Sabtu, 20 September 2014
Petrofisika (petro adalah bahasa Latin untuk "rock" dan fisika adalah ilmu alam) adalah cabang
dari ahli kebumian (Geoscience) yang mempelajari sifat‐sifat batuan termasuk isi yang terdapat
didalamnya meliputi cairan dan bahan pembentuk itu sendiri. Ilmu ini diperlukan untuk
melakukan analisa formasi batuan. Di industri oil & gas, sifat fisik batuan sangat penting
dipelajari untuk mengetahui karakter reservoar (batuan tempat menyimpan hidrokarbon) sebagai
batuan yang layak untuk dilakukan pengeboran ataupun perforasi (produksi) lebih lanjut,
Pengambilan data pada lubang bor untuk mengetahui unsur kandungan batuan, dengan
memasukan detektor elektronik dan radioaktif pada lubang sumur.

(Sumber Gambar: http://www.ireservoir.com/workflow_petro.html)

Beberapa parameter dalam petrofisik meliputi :
1.Porositas
2. Permeabilitas
3. Saturasi
4. Wettabilitas
5. Tekanan Kapiler
6. Resistivitas batuan
Berikut ini akan dijelaskan beberapa parameter petrofisik tersebut : Porositas adalah
perbandingan antara volume pori-pori dengan volume total batuan, Permeabilitas merupakan
besaran yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu batuan untuk
mengalirkan fluida yang terkandung didalamnya. Saturasi adalah perbandingan kuantitas
(volume) suatu fluida dengan pori-pori batuan tempat fluida tersebut berada. Wettabilitas
didefinisikan sebagai suatu kecenderungan dari adanya fluida lain yang tidak saling mencampur.

maka salah satu fluida akan bersifat membasahi permukaan benda padat tersebut. Tersedia dalam: <http://maikhsani. saturasi air. Petrofisika with tags Analisa Log Kuantitatif. Karena serpih memiliki porositas non-efektif. . dan menyebabkan nilai porositasnya menjadi lebih tinggi. guna membuktikan keberadaan Minyak dan Gas Bumi/Hidrokarbon yang kemungkinannya terindikasi dari interpretasi seismik. dan permeabilitas. 2015 by rachelyanna Pengukuran log/logging. yang merupakan jumlah kandungan serpih pada batuan reservoar.M.blogspot.html > [Diakses 21 september 2014 ] Analisa Kuantitatif Wireline Log Posted in Minyak dan Gas Bumi. maka akan mempengaruhi hasil pengukuran log Porositas/Neutron. Parameter tersebut berupa porositas efektif. (2010) Petrofisik 1st Week [Internet]. Pada mulanya. Oleh karenanya. Tersedia dalam: <http://arifpanduwinata. yaitu perekaman dan pengukuran data bawah permukaan (sifat-sifat fisik batuan) di sepanjang lubang pemboran.com/2012/03/mencoba-belajar-petrofisika. Data log yang diperoleh. hal ini disebabkan adanya gaya adhesi. Geologi. perhitungan volume serpih dilakukan sebagai koreksi pada porositas total sehingga dapat diperoleh porositas efektif batuan reservoar. analisa secara kuantitatif dilakukan dengan menghitung volume serpih (shale). kemudian dilakukan evaluasi/analisa. A. Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Logging.blogspot. Petrologi on February 26. Refferensi: Ikhsan.html? showComment=1332679574220#c8564143643052177994> [Diakses 21 september 2014 ] Winata.P. Pada analisa kuantitatif.Apabila dua fluida bersinggungan dengan benda padat. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Log Neutron. Geofisika. (2012) Mencoba Belajar Petrofisika [Internet]. yang utamanya berupa Log Gamma Ray. Log Resistivitas.com/2010/09/petrofisik-1st-week. Evaluasi secara kuantitatif membutuhkan beberapa data log. lebih ditujukan untuk mengetahui parameter-parameter fisik batuan reservoar yang telah terindikasi dari analisa kualitatif. Log Densitas. A. dan Log Sonik.

atau dapat dikatakan sebagai kemampuan batuan reservoar untuk menyimpan fluida. sesuai dengan grafik berikut : 1. Porositas Porositas adalah fraksi ruang pori dalam batuan. GRfactor merupakan konstanta untuk menghubungkan metode Clavier dengan Stieber. berdasarkan persamaan Index Gamma Ray (IGR) : IGR=((GRlog–GRmin)/(GRmax–GRmin))x100% Beberapa metode lain digunakan untuk menghitung volume serpih terhadap nilai Index Gamma Ray. Secara matematis dinyatakan dengan : Φ(%)=((Volume of pores)/(Bulk volume))×100% .Perhitungan volume serpih (Vsh) dapat dilakukan secara linear berdasarkan Log Gamma Ray. yaitu : Pada metode Bateman.

perlu diperhatikan juga tingkat kualitas porositas batuan. berdasarkan tingkat efektivitasnya. dimana tiap pori saling terhubung. sortasi. atau akibat proses sementasi. porositas batuan yang terbentuk ketika/seiring dengan batuan tersebut terbentuk. Dalam kegiatan eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. bentuk butir. yaitu :  Porositas efektif.  Porositas sekunder.  Porositas non-efektif. Terdapat dua macam porositas batuan. Selain itu. yang oleh Koesomadinata (1980) diklasifikasikan menjadi :  0 – 5 % : Diabaikan (negligible)  5 – 10 % : Buruk (poor)  10 – 15% : Cukup (fair)  15 – 20 % : Baik (good)  20 – 25 % : Baik sekali (very good)  >25 % : Istimewa (excellent) . porositas batuan yang terbentuk setelah terbentuknya batuan tersebut.Porositas batuan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. antara lain ukuran butir. Porositas primer dapat berkurang akibat terbebani (overburden) oleh batuan di atasnya. akibat adanya proses disolusi dan rekahan. porositas dapat dibedakan menjadi :  Porositas primer. dimana tiap pori saling tertutup. berdasarkan pembentukannya. dan fabrics.

porositas dapat dihitung berdasarkan data Log Sonik. b. CP = Faktor kompaksi. maupun Log Neutron. ρsh = densitas serpih. Perhitungan Porositas berdasarkan Log Densitas (Φd) Berdasarkan data log Densitas.02⋅Φnlog)+0. CP=(DTsh)/100. Perhitungan Porositas berdasarkan Log Sonik Dengan berdasarkan pada persamaan Wyllie. Log Densitas. c. dengan : Φd=[((ρma-ρlog)/( ρma-ρfl))]-Vsh[((ρma-ρsh)/(ρma-ρfl))] Dimana : Φd = porositas dari Log Densitas. dengan : Φn=[(1. Φnsh = nilai porositas serpih. DTma = Waktu transit gelombang pada matriks batuan (μs/m). a.Dalam analisa kuantitatif data log. porositas dapat dihitung dengan : Φe=[((DT–DTma)/(DTfl–DTma))⋅1/CP]-Vsh[((DTsh–DTma)/(DTfl–DTma))] Dimana : Φe = Porositas efektif. porositas (Φd) pada batuan yang clean dapat diperoleh dengan : Φd=((ρma-ρlog)/(ρma-ρfl)) Sedangkan pada batuan yang shaly. ρ log = nilai densitas dari pembacaan data log. ρma = nilai densitas matriks batuan. DTsh = waktu transit gelombang pada serpih (μs/m).0425]-(Vsh⋅Φnsh) Dimana : Φnlog = nilai porositas Log Neutron. Perhitungan Porositas berdasarkan Log Neutron-Densitas .0425] Sedangkan pada batuan yang shaly. d. porositas pada batuan yang clean dapat dihitung dengan : Φn=[(1. Perhitungan Porositas berdasarkan Log Neutron (Φn) Berdasarkan data Log Neutron. ρma = nilai densitas fluida.02⋅Φnlog)+0. porositas (Φe) pada batuan clean dapat diperoleh dengan : Φe=((DT–DTma)/(DTfl–DTma))⋅1/CP Sedangkan pada batuan shaly. DTfl = Waktu transit gelombang pada fluida (μs/m). DT = Waktu transit gelombang dari data Log Sonik (μs/m).

Φe=(Φn+Φd)/2  Pada zona Gas . kemampuan batuan meloloskan satu macam fluida apabila terdapat dua macam fluida yang terpisah. L = panjang media berpori (cm). 1980) : . K = permeabilitas (Darcy). kemampuan batuan meloloskan satu jenis fluida yang 100% jenuh.Porositas efektif (Φe) juga dapat dihitung dengan menggunakan crossplot antara Log Densitas dengan Neutron. Skala kualitas dari permeabilitas suatu batuan (Koesoemadinata. yang dinyatakan dalam : Q=K(P1–P2 )A/(μ.phi3/Swi)2.  Permeabilitas relatif. Φ d = porositas dari perhitungan berdasar data Log Densitas. kemampuan pori batuan untuk meloloskan fluida. Konsepnya diperkenalkan oleh H. μ = viskositas fluida (cps). Darcy di tahun 1856. A = luas penampang media berpori (cm2). Permeabilitas dapat diklasifikasikan menjadi :  Permeabilitas absolut (K) = (250. yaitu :  Pada zona Minyak Bumi .  Permeabilitas efektif. Permeabilitas Permeabilitas. perbandingan antara permeabilitas absolut dan efektif.L) Dimana : Q = laju aliran fluida (cm3/sec). 2. P1–P2 = perbedaan tekanan (atm). Φe=√((Φn^2+Φd^2 )/2) Dimana : Φn = porositas dari perhitungan berdasar data Log Neutron.

Saturasi air total adalah rasio antara volume air total dengan porositas total. Φe = Porositas efektif. Φ = Porositas. SWt=(BVW+CBW)/Φt Swe=BVW/Φe Dimana : BVW = Free Volume Water. < 5 mD : Ketat (tight)  5 – 10 mD : Cukup (fair)  10 – 100 mD : Baik (good)  100 – 1000 mD : Baik sekali (very good) Perhitungan permeabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan metode. Saturasi Air Saturasi air adalah persentasi volume pori batuan yang terisi air. yang salah satunya adalah Coates Free Fluid Index yang dikembangkan oleh Coates tahun 1973.100% Saturasi air dapat dibedakan menjadi dua. BVI = Bulk Volume Irreducible. bagian dari air yang masih dapat bergerak/mengalir. pada batuan clean. yaitu saturasi air total (S Wt) dan saturasi air efektif (SWe). perhitungannya dapat dilakukan dengan persamaan Simandoux : . k=[(Φ/C)^2⋅(FFI/BVI)]^2 dimana : k = permeabilitas. Untuk batuan shaly. Sedangkan saturasi air efektif adalah rasio volume air bebas (free water volume) dengan porositas efektif. 3. Rw = Resistivitas air formasi pada suhu formasi. FFI = Free Fluid Index (FFI = Φ – BVI). M = Faktor semetasi. N = Eksponen saturasi. C = konstanta Coates. RT = Resistivitas formasi. Φt = Porositas total. dimana pada umumnya suatu reservoar dapat terisi oleh perpaduan air dan hidrokarbon. Φ = porositas. Perhitungan saturasi air (Sw) secara sederhana. dapat dilakukan dengan persamaan Archie yaitu : Sw=((A⋅Rw)/(Φ^M⋅RT ))^(1/N) dimana : A = Tortuosity Factor. CBW = Clay Bound Water. air yang terkandung dalam lempung. Saturasi hidrokarbon (Sh) terhadap saturasi air (Sw) dalam reservoar dapat dihitung dari : Sh = (1 – Sw). dimana Sw = (Vw/Vp).

dll. . dimana dari serangkaian panjang . Tujuan utamanya adalah untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon. Data log yang diperoleh. Instrumen logging. Logging. Matematika. Ekonomi. Geologi. sesungguhnya evaluasi data log mencakup beberapa bidang kajian yang saling terkait. yaitu perekaman dan pengukuran data bawah permukaan (sifat-sifat fisik batuan) di sepanjang lubang pemboran. [dicuplik dari laporan tugas milik pribadi :D ] Leave a comment » Analisa Kualitatif Wireline Log Posted in Minyak dan Gas Bumi. . kemudian dilakukan evaluasi/analisa. ilustrasi logging. Geofisika. dan data grafik hasil logging. Petrologi on February 25. Geofisika. Geologi. survey seismik. dari studi geologi permukaan. Terdapat suatu irreducible water (SWirr). Dalam perspektif luas. Petrofisika.Sw=(((Vsh/Rsh)^2+(4⋅Φe^M)/(A⋅Rw(1-Vsh)⋅RT)-Vsh/Rsh)/((2Φe^M)/(A⋅Rw (1-Vsh ) )))^(1⁄2) Dimana : Vsh = volume serpih. Rsh = resistivitas serpih. Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. hingga dilakukan pemboran. . yaitu air yang tertahan oleh surface tension pada permukaan butiran dan mengisi celah-celah yang paling kecil. dilakukan suatu kegiatan pengukuran log/logging. Petrofisika with tags Analisa Log Kualitatif. yang kemungkinannya terindikasi dari penafsiran/interpretasi seismik. 2015 by rachelyanna Kegiatan eksplorasi Minyak dan Gas Bumi (Hidrokarbon) merupakan serangkaian kegiatan yang panjang. Geokimia. Khususnya dalam kegiatan pemboran.

antara lain untuk :  Identifikasi porositas dan permeabilitas batuan reservoar.  Identifikasi jenis fluida (gas. dan log Resistivitas). minyak. zona yang mengandung sebagian air formasi dan sebagian hidrokarbon yang tergantikan mud filtrate. Rembesan fluida lumpur tersebut kemudian mengakibatkan adanya tiga zona di sekitar lubang pemboran yang mempengaruhi pengukuran log. yaitu : 1. 3. Densitas lumpur tersebut dijaga agar tetap tinggi supaya tekanan pada kolom lumpur selalu lebih besar daripada tekanan formasi. Lumpur pemboran ini memiliki berbagai fungsi. Tiga zona tersebut. zona yang umumnya diasumsikan bahwa air formasi telah tergantikan seluruhnya oleh mud filtrate. Terdapat beberapa kajian pokok di dalam evaluasi data log.  Perhitungan porositas dan saturasi air. BOREHOLE ENVIRONMENT Dalam kegiatan pemboran. akan digunakan suatu lumpur pemboran khusus (mud filtrate) yang digunakan dan diinjeksikan selama pemboran berlangsung. yaitu guna memindahkan cutting. melicinkan dan mendinginkan mata bor. dan evaluasi data log menjadi salah satu inti kajiannya. air) dan kontak di antaranya. Zona Jauh/Tidak Terinvasi (Undisturbed Zone). Zona Terinvasi (Flushed Zone). zona yang tidak terpengaruh oleh mud filtrate. dan menjaga tekanan antara bor dan formasi batuan. Perbedaan tekanan ini menyebabkan terdorongnya sebagian lumpur untuk merembes ke dalam formasi batuan. Zona Transisi (Transition Zone). khususnya pengukuran log yang berdasarkan prinsip kelistrikan (log SP.eksplorasi hidrokarbon pada akhirnya membawanya pada kesimpulan berdasarkan nilai ekonomisnya. . 2.

ketebalan sekitar 6 inch.Penampang lingkungan sekitar lubang pemboran. yaitu dengan perhitungan menggunakan persamaan-persamaan tertentu. Log Gamma Ray. untuk identifikasi tahap lanjut terhadap tingkat porositas. Log Sonik. resistivitas formasi Rt. dan mengandung mud filtrate dengan nilai resistivitas Rmf. terdapat jenis pengukuran log yang utama. dan nilai saturasi air Sw. permeabilitas batuan reservoar. Namun. Zona terinvasi memiliki diameter df. dari bermacam pengukuran log yang tersedia. Log Spontaneous Potential. dan Log Kaliper. dan saturasi air. Log Gamma Ray Dalam analisa kualitatif. ANALISA KUALITATIF LOG SUMUR PEMBORAN Analisa data log sumur pemboran dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. log Gamma Ray (GR Log) dapat digunakan untuk identifikasi dan korelasi litologi serta estimasi tingkat kelempungan. terdapat berbagai macam jenis pengukuran log sesuai dengan prinsip kerja dan fungsinya. untuk langkah awal identifikasi dan zonasi reservoar hidrokarbon. Log Densitas. serta mengandung residual hydrocarbon dengan nilai resistivitas Rxo. Sedangkan analisa secara kuantitatif. Di dalam industri jasa survey eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. praktisnya adalah dengan menganalisa karakteristik grafik data log. Sedangkan zona transisi dengan diameter dj dan rentang beberapa kaki. yaitu. Secara kualitatif. Untuk zona jauh memiliki resistivitas air Rw. [lihat:Wireline Log untuk sekilas prinsip kerjanya] 1. Log Neutron. Log Resistivitas. karena prinsip kerjanya yang mengukur .

dan menghitung nilai salinitas fluida formasi (Rw). glaukonit. dan bersifat “menyerpih” dalam suatu tubuh batuan. Secara umum (konvensional).tingkat radioaktivitas alami (sinar gamma) dari unsur-unsur tertentu pada mineral mika. identifikasi lapisan serpih (non-reservoar) dan non-serpih (reservoar). Batupasir dan batugamping yang clean (bebas kandungan serpih). (1)Respon Gamma Ray di berbagai litologi. Pengukurannya berdasarkan adanya . (2)Analisa kualitatif log GR. maka kandungan material radioaktif akan bertambah dan pembacaan nilai GR akan meningkat. maka dengan analisa log Gamma Ray ini dapat dilakukan identifikasi litologi. membantu korelasi litologi. sehingga akan menghasilkan pembacaan nilai GR yang rendah pula. terutama apabila terdapat batuan selain serpih dan lempung yang memiliki radioaktivitas alami tinggi. Pengukuran log Gamma Ray memiliki kelemahan. seperti tuff. Teknik interpretasinya. Sehingga identifikasi litologi umumnya diperkuat dengan pengukuran Spectral Gamma Ray. Log Spontaneous Potential Dari prinsip kerjanya. Sehingga diperoleh zona di sebelah kiri cut off sebagai zona reservoar. secara sederhana yaitu dengan membuat suatu garis batas (cut off) antara shale base line (yang menyatakan nilai GR tertinggi) dengan sand base line (yang menyatakan nilai GR terendah). Karena karakteristik batu serpih dan lempung yang memiliki porositas dan permeabilitas yang kecil (kemudian dianggap sebagai batuan non-reservoar). 2. yang mampu mengetahui sumber radiasi. dan zona non-reservoar di sebelah kanan garis cut off. yang umum ditemukan pada batu serpih (shale) dan lempung (clay). log SP ini dapat digunakan untuk identifikasi batuan permeable. kegiatan eksplorasi dilakukan untuk mencari hidrokarbon pada batuan reservoar yang memiliki porositas dan permeabilitas yang baik. Seiring dengan bertambahnya kandungan serpih dalam batuan. dan potasium feldspar. pada umumnya akan memiliki kandungan material radioaktif yang rendah. membedakan zona reservoar dengan zona non-reservoar. yaitu batupasir dan batugamping.

dimana pada dasarnya nilai salinitas berbanding terbalik dengan resistivitas. yaitu Lateral Log. identifikasi jenis fluida (air formasi dan hidrokarbon) dan batas kontak fluidanya. maka menunjukkan adanya perbedaan salinitas. Terdapat dua macam pengukuran log resistivitas. sedangkan lapisan yang mengandung fresh water memiliki nilai Rw >> Rmf. Dalam interpretasinya. 3. Sedangkan apabila terdapat defleksi grafik/perubahan nilai log SP. atau dapat juga sebagai indikasi lapisan batuan yang pejal (tight) atau impermeable. Log Resistivitas Log Resistivitas dapat digunakan untuk membedakan lapisan reservoar dan non-reservoar. Sedangkan untuk zona transisi dapat . yang meliputi Inductionlog Deep (ILD). Micro Spherically Focused Log (MSFL). Lateralog Shallow (LLS). meliputi Lateralog Deep (LLD). apabila data log SP menunjukkan kurva lurus (tidak ada perubahan nilai) maka mengindikasikan salinitas fluida formasi sama dengan salinitas lumpur pemboran.beda potensial karena perbedaan salinitas antara lumpur pemboran (Rmf) dengan fluida formasi (Rw). Dan apabila lapisan permable tersebut mengandung saline water maka nilai Rw << Rmf. Inductionlog Shallow (ILS). dan Induction Log. dan akan terjadi perubahan nilai SP yang negatif. mengakibatkan perubahan nilai SP positif. Micro Spherically Focused (MFS). dan dapat diasumsikan sebagai reservoar. adanya lapisan batuan permeable. beserta responnya. menghitung nilai resistivitas air formasi dan salinitas air formasi. Mengacu dari adanya perbedaan zona di sekitar dinding lubang pemboran. zona terinvasi dapat terindikasi dari rekaman log MSFL atau SFL. Teknis pengukuran log SP.

dab . dan MSFL umumnya ditampilkan pada satu kolom grafik. analisa log resistivitas. Dalam teknik interpretasinya. Rekaman log Resistivitas.terindikasi dari rekaman log LLS atau ILM. Nilainilai LLD/ILD. LLS/ILS. Untuk zona jauh dapat terbaca dari log LLD atau ILD. utamanya adalah untuk mengetahui indikasi batuan yang porous dan permeable yang mengandung fluida hidrokarbon atau air.

perhitungan porositas. .berdasarkan karakteristik grafiknya.71 gr/cc) yang mengandung fluida gas akan memiliki densitas bulk yang tinggi. Secara teori. Sedangkan serpih akan memiliki nilai densitas bulk yang sangat tinggi apabila memiliki kandungan air terikat (claybound water). Namun apabila ketiga grafik tersebut menunjukkan grafik yang saling berhimpit tanpa adanya separasi yang jelas maka dapat mengindikasikan suatu zona yang impermeable atau tight. dan identifikasi kandungan fluida. prinsip kerjanya yaitu dengan mengukur densitas bulk batuan. indikasi hidrokarbon ditunjukkan oleh adanya perubahan nilai/defleksi grafik LLD/ILD yang relatif berada di kanan terhadap defleksi grafik LLS/ILM dan MSFL. Respon log Densitas di berbagai litologi. Dengan memanfaatkan pancaran sinar gamma dan prinsip Hamburan Compton. 4. yang merupakan fungsi dari densitas elektron dalam batuan. batuan berpori (umumnya berupa batupasir atau batugamping) akan memiliki kandungan elektron yang lebih sedikit dibandingkan dengan batuan pejal (tight). Sedangkan defleksi grafik LLD yang relatif lebih negatif terhadap LLS/ILM dan MSFL akan mengindikasikan adanya kandungan fluida air. Log Densitas Log Densitas dapat digunakan untuk perhitungan densitas.65 gr/cc) dan batugamping (ρ = 2. Untuk batupasir (densitas ρ = 2.

dan deteksi keberadaan gas. yang diasumsikan bahwa hidrogen tersebut akan berupa hidrokarbon maupun air. Pada formasi yang mengandung minyak dan air. Rendahnya nilai PU karena kehadiran gas kemudian disebut dengan gas effect. . dimana kandungan hidrogennya tinggi maka menyebabkan nilai Porosity Unit juga tinggi. Prinsipnya adalah dengan mengukur persentase pori batuan dari intensitas atom hidrogen di dalamnya. Sedangkan pada formasi yang mengandung gas yang memiliki kandungan hidrogen yang rendah menyebabkan nilai PU yang rendah pula. Hasil pengukuran log Neutron kemudian dinyatakan dalam Porosity Unit (PU). sedangkan akan mengalami defleksi ke arah nilai yang lebih tinggi apabila melalui suatu yang mengandung fluida air maupun fluida minyak. Respon log Neutron di berbagai litologi. Log Neutron Log Neutron dapat digunakan untuk perhitungan porositas batuan.Interpretasi log Densitas dilakukan dengan mengamati karakteristik grafik yang akan mengalami defleksi ke nilai yang lebih rendah apabila melalui suatu yang mengandung fluida berupa gas. evaluasi litologi. 5.

Hidrokarbon. Di mulai dari studi geologi permukaan. Minyak dan Gas Bumi. Grafik log Neutron dan log Densitas biasanya ditampilkan pada satu kolom. dan sebaliknya. umumnya tidak terlepas dari log Densitas. dan air. . antara gas. . sumber energi utama dunia saat ini. Hidrokarbon terbentuk dan tersimpan dalam batuan (reservoar) di bawah permukaan Bumi. atau dapat juga disebut hidrokarbon. Geofisika. serta batas kontak antar fluida tersebut. diperlukan suatu rangkaian panjang pekerjaan eksplorasi. dan berdasarkan karakteristik grafik keduanya. Log Neutron. apabila terdapat suatu cross-over dengan jarak separasi yang besar maka merupakan indikasi dari adanya gas. hingga dilakukan pemboran. minyak. Geologi. Petrofisika on February 22. grafik akan mengalami defleksi ke kanan apabila melalui zona berporositas rendah. Sedangkan apabila jarak separasinya sempit dapat mengindikasikan adanya minyak. Logging.Suatu grafik log Neutron akan menunjukkan defleksi ke arah nilai yang lebih tinggi (ke arah kiri) apabila melalui suatu zona berporositas tinggi. survey seismik. Untuk menemukan dan membawa hidrokarbon tersebut ke permukaan. Analisa kualitatif log NeutronDensitas untuk identifikasi jenis fluida hidrokarbon. Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. karena kedua log tersebut memiliki korelasi dalam menentukan jenis fluida yang terindikasi. [sumber:dicuplik dari laporan milik pribadi :D ] Leave a comment » Wireline Log Posted in Minyak dan Gas Bumi. . lebih sempit lagi menunjukkan adanya fluida air. Petrofisika with tags Eksplorasi. suatu senyawa yang terdiri dari hidrogen dan karbon. 2015 by rachelyanna Minyak dan Gas Bumi.

memanjang secara vertikal (fungsi kedalaman). petrofisika reservoar. dan data hasil logging. Log Densitas. Pengukuran log Gamma Ray dilakukan dengan perangkat Single GR Detector (Geiger-Muler counter). yaitu mengukur tingkat radioaktivitas (sinar gamma) alami dari unsur Potasium (K). yaitu :  Log Radioaktif : Log Gamma Ray. dan Uranium (U). dari bermacam logging yang tersedia. kandungan fluida dalam formasi.Di dalam kegiatan pemboran. Unsur tersebut umum ditemukan pada batu serpih atau lempung. analisa fasies dan sekuen pengendapan. Hasil pengukurannya berupan nilai GR yang dinyatakan dalam satuan API Unit. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui dengan pasti keberadaan hidrokarbon. Data log sumur pemboran yang diperoleh. yang dipadukan dengan berbagai data hasil studi lainnya yang terkait. terdapat suatu kegiatan pengukuran log/logging. Di dalam industri jasa survey eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. sehingga pengukuran ini dapat dilakukan untuk identifikasi dan korelasi litologi. Namun. Log Spontaneous Potential  Log Akustik : Log Sonik  Log Mekanik : Log Kaliper <> 1. Instrumen logging. . Log Gamma Ray Prinsip pengukuran log Gamma Ray. dapat diketahui nilai ekonomis dari kandungan hidrokarbon tersebut. Dengan logging dapat dilakukan penelitian terhadap formasi batuan yang meliputi zona reservoar. terdapat berbagai macam jenis pengukuran log sesuai dengan prinsip kerja dan fungsinya. Thorium (Th). yaitu kegiatan perekaman dan pengukuran data bawah permukaan (sifat-sifat fisik batuan) di sepanjang lubang pemboran. dianalisa untuk memperoleh gambaran secara rinci kondisi dan strata bawah permukaan suatu area. yang menyusun batuan. Data log tersebut disajikan dalam bentuk grafik. dan tekanan bawah permukaan. Log Neutron  Log Listrik : Log Resistivitas. ilustrasi logging. terdapat jenis logging yang utama.

arus listrik searah DC dilepaskan dari satu atau beberapa elektroda. Dalam penerapannya. Dengan menggunakan pemancar neutron dan dua detektor yang ditempatkan pada dinding lubang pemboran. Log Neutron Prinsipnya adalah dengan mengukur persentase pori batuan. yang dapat mengindikasikan intensitas atom hidrogen dalam batuan. densitas keseluruhan batuan.  Induction Log.2. Log Densitas Prinsipnya adalah dengan mengukur densitas bulk. Hasil pengukuran log Neutron dinyatakan dalam Porosity Unit. dan dari hasil pengukuran dapat diketahui nilai resistivitasnya (dalam satuan ohm-meter/Ωm). dalam hal ini dapat dihubungkan sebagai densitas bulk batuan. Dengan prinsip arus Eddy. akan terjadi gejala Hamburan Elastik (neutron dengan atom hidrogen). yang dinyatakan dalam skala millivolt (mV). dan diposisikan pada dinding lubang pemboran. dan akan melalui batuan hingga tiba di permukaan. setelah neutron dipancarkan. . Sifat resistivitas tersebut. 3. Dengan menggunakan sumber pemancar sinar gamma dan dua detektor pada suatu alat. di dalam kumparan transmitter dialirkan arus bolak-balik berfrekuensi tinggi dan amplitudo yang konstan. dengan asumsi bahwa pori batuan terisi oleh hidrogen sebagai air atau hidrokarbon. prinsipnya dengan mengukur konduktivitas batuan sehingga diperoleh nilai resistivitas. Sinar gamma yang dipancarkan ke batuan akan mengalami gajala Hamburan Compton dengan elektron. Pada awalnya. Beda potensial (kebalikannya resistivitas) dan arus listrik diukur menggunakan dua unit elektroda tambahan di permukaan. Log Resistivitas dapat digunakan untuk membedakan antara zona berisi air dan hidrokarbon dalam formasi batuan. utamanya merupakan fungsi dari fluida dalam pori batuan. Log Resistivitas Prinsipnya adalah dengan mengukur resistivitas batuan beserta kandungan fluidanya terhadap arus listrik yang melaluinya. yaitu :  Lateral Log. 5. dari intensitas atom hidrogennya. Densitas elektron. dan dilakukan dengan menggunakan sonde yang memiliki elektroda dan penyangga. Beda potensial tersebut terjadi karena adanya perbedaan salinitas antara lumpur pemboran dengan fluida dalam batuan. 4. termasuk matriks dan kandungan fluida dalam pori-porinya. Log Spontaneous Potential Prinsipnya adalah dengan mengukur beda potensial dari elektroda yang bergerak sepanjang lubang pemboran terhadap elektroda di permukaan. Detektor akan mendeteksi dan menghitung neutron yang terpantul kembali. terdapat dua macam log Resistivitas. dan energi yang hilang akibat gejala tersebut menunjukkan densitas elektron dalam batuan. dirancang untuk mengukur resistivitas batuan yang dibor dengan lumpur pemboran yang salty.

Δtlog=Φ. 6. Log Resistivitas Log Caliper berfungsi untuk mengetahui kondisi lubang pemboran. tfl = travel time of pore fluid. tma = travel time of matrix. porositas. Perbedaan waktu tiba gelombang (Δt) diukur dan dibagi dengan jarak (μs/m). Ketika gelombang suara dilepaskan dari transmitter. Pengukuran log ini kemudian digunakan sebagai koreksi tanggapan alat-alat logging terhadap diameter lubang pemboran. terutama ukuran diameter lubang pemboran (borehole diameter).Skema prinsip kerja Lateral Log (kiri). dan Induction Log (kanan). kemudian akan merambat melalui formasi batuan hingga diterima oleh dua detektor. Log Sonic Prinsipnya adalah dengan mengukur lamanya waktu yang diperlukan gelombang suara untuk merambat melalui batuan. dan kandungan fluida dalam batuan. Kecepatan tersebut dipengaruhi oleh litologi. Melalui pengukuran log ini.Δtma dimana : Φ = porositas. Lama rambat gelombang suara. berbanding terbalik dengan kecepatan rambatnya. dapat diketahui adanya gejala penimbunan lumpur pemboran (mud cake) maupun pengikisan lubang pemboran (cave .Δtfl + (1–Φ). 7.