Anda di halaman 1dari 3

Modul PRJL-I Undang- Undang Jalan dan Undang-Undang Jasa Konstruksi

Bab III: Bagian-Bagian Jalan dan
Pengelompokan Jalan

BAB III
BAGIAN-BAGIAN JALAN DAN PENGELOMPOKAN JALAN
3.1. BAGIAN JALAN
Jika dalam UU NO. 13/1980 bagian-bagian jalan meliputi Daerah Manfaat Jalan, Daerah Milik
Jalan dan Daerah Pengawasan Jalan, maka istilah tersebut dalam UU No. 38/2004 diubah masingmasing menjadi Ruang Manfaat Jalan, Ruang Milik Jalan dan Ruang Pengawasan Jalan dengan
pengertian yang tidak berubah untuk masing-masing istilah. Sehingga yang selama ini disingkat
sebagai Damaja, Damija dan Dawasja untuk selanjutnya masing-masing disebut Rumaja, Rumija,
dan Ruwasja.

3.2. PENGELOMPOKAN JALAN
Dalam UU No. 38/2004 sesuai peruntukannya, jalan terdiri dari Jalan Umum yakni jalan yang
diperuntukkan bagi lalu lintas umum, dan Jalan Khusus yang dibangun oleh instansi, badan usaha,
perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri dan bukan diperuntukkan
bagi lalu lintas umum.
Pengelompokan jalan umum dilakukan menurut Sistem, Fungsi, Status dan Kelas.

q

Pengelompokan Jalan Umum Menurut Sistem

Menurut sistem dikenal adanya Sistem Jaringan Jalan Primer yaitu sistem jaringan jalan yang
mempunyai peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di
tingkat nasional dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat
kegiatan, yang dalam pengertian sederhana merupakan jaringan jalan antarperkotaan, dan Sistem
Jaringan Jalan Sekunder yang merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan
distribusi barang dan jasa untuk masyarakat dalam kawasan perkotaan atau dalam bahasa
sederhananya adalah jaringan jalan dalam kawasan perkotaan.

q

Pengelompokan Jalan Umum Menurut Fungsi

Menurut fungsinya maka jalan dikelompokkan sebagai Jalan Arteri, Jalan Kolektor, Jalan Lokal,
dan Jalan Lingkungan dengan pengertian yang tidak berubah dibandingkan dengan yang ada

Badan Sertifikasi Asosiasi Pusat HPJI-Modul Pembekalan/Pengujian Ahli Perencana Jalan/ Maret 2010

III - 1

serta jalan lingkungan. kabupaten. Jalan Kota yang mempunyai lingkup layanan kota adalah jalan umum dalam sistem jaringan jalan jalan sekunder yang menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota.Modul PRJL-I Undang. Sedangkan Jalan Provinsi yang mempunyai lingkup layanan provinsi adalah merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota atau antaribukota kabupaten/kota. q Pengelompokan Jalan Umum Menurut Kelas Berbeda dengan pengertian kelas jalan yang selama ini dikenal dalam peraturan perundangundangan tentang lalu lintas dan angkutan jalan (UU No. kota atau desa. namun pengelompokan jalan menurut status tidak didasarkan pada siapa penyelenggaranya namun lebih ditekankan kepada lingkup layanan jalan tersebut yakni mencakup nasional.Undang Jalan dan Undang-Undang Jasa Konstruksi Bab III: Bagian-Bagian Jalan dan Pengelompokan Jalan dalam UU No. dan jalan strategis nasional. antarpusat kegiatan lokal. 13/1980. 43/1993) yang membagi jalan dalam beberapa kelas dengan didasarkan pada kebutuhan transportasi. 14/1992 dan PP No. Dalam UU No. dan jalan strategis kabupaten. provinsi. Jalan Nasional yang mempunyai lingkup layanan nasional yakni jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi. 38/2004 dimasukkan kelompok jalan lingkungan. dan kecepatan rata-rata rendah. 34/2004 sekalipun pengelompokan jalan menurut statusnya dimaksudkan agar terwujud kepastian hukum penyelenggaraan jalan sesuai dengan kewenangan Pemerintah dan pemerintah daerah. menghubungkan antarpersil.2 . 13/1980 jalan menurut statusnya dibedakan berdasarkan wewenang pembinaannya yakni dibedakan antara Jalan Nasional yaitu jalan umum yang pembinaannya dilakukan oleh Menteri dan Jalan Daerah yakni jalan umum yang pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Namun dalam UU No. serta jalan umum dalam sisitem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten. dan jalan strategis provinsi. yang tidak terdapat dalam UU No. antaribukota kecamatan. serta jalan tol. pemilihan Badan Sertifikasi Asosiasi Pusat HPJI-Modul Pembekalan/Pengujian Ahli Perencana Jalan/ Maret 2010 III . menghubungkan pusat pelayanan dengan persil. Kemudian Jalan Kabupaten yang mempunyai lingkup layanan kabupaten adalah merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan. yang merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan dekat. Dalam UU No. serta menghubungkan antarpusat permukiman yang berada di dalam kota. 13/1980. ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal. q Pengelompokan Jalan Umum Menurut Status. Dan Jalan Desa adalah merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antarpermukiman di dalam desa.

II. perkembangan teknologi kendaraan bermotor.Undang Jalan dan Undang-Undang Jasa Konstruksi Bab III: Bagian-Bagian Jalan dan Pengelompokan Jalan moda dengan mempertimbangkan keunggulan karakteristik masing-masing moda. dan III C. yakni jalan kelas I. maka kelas jalan yang dimaksud dalam UU No.III B.3 . Jalan Raya (Highway). muatan sumbu terberat kendaraan bermotor serta konstruksi jalan. dan Jalan Kecil (Street). 38/2004 tersebut didasarkan pada spesifikasi penyediaan prasarana jalan yang mencakup sifat lalu lintas yang dilayani.Modul PRJL-I Undang. Jalan Sedang (Road). jumlah lajur. median. dan lebar jalur lalu lintas. Badan Sertifikasi Asosiasi Pusat HPJI-Modul Pembekalan/Pengujian Ahli Perencana Jalan/ Maret 2010 III . pengendalian jalan masuk. III A. Pengelompokan jalan sesuai kelas jalan yang berdasarkan spesifikasi penyediaan prasarana jalan tersebut terdiri dari Jalan Bebas Hambatan (Freeway).