Anda di halaman 1dari 28

MODUL METODE NUMERIK

ERIKA FAHMI G
122406135
KOM C’2

D3 TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014

3

BAB 1

SEKILAS TENTANG METODE NUMERIK

1.1 Pengertian dari Mata Kuliah
Metode numerik merupakan matakuliah yang mempelajari tentang persoalanpersoalan matematika. Sehingga kita dapat mengimplementasikannya dalam bentuk
program yang dapat mempermudah kita. Adapun yang akan di bahas dalam modul ini
adalah matriks, persamaa linier, metode gauss dan MATLAB.

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana cara mengerjakan soal eliminasi Gauss dan Gauss Jordan dan programnya
dengan Matlab?

1.3 Tujuan
Pembuatan makalah ini sebagai tugas mata kuliah Metode Numerik untuk lebih
memahami metode eliminasi Gauss dan Gauss-Jordan dan membantu pembaca
lainnya yang ingin menyelesaikan sistem persamaan linier.
Manfaat dari makalah yang dibuat kelompok antara lain :
a.

Membantu memahami apa yang dimaksud metode eliminasi Gauss dan Gauss-Jordan.

b.

Membantu mempelajari langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan soal
sistem persamaan linier dengan metode eliminasi Gauss dan Gauss Jordan.

c. membantu memahami program yang akan di buat dari metode gauss.

1.4 Susunan Bahan Pembelajaran

1.6 Teori dasar Makalah ini dibuat untuk membantu para siswa memahami mata kuliah “Metode Numerik”. Jadi metode numerik adalah suatu teknik . Terdapat banyak jenis metode numerik. Kerjakan setiap tugas terstruktur yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik. 1994 . Sebelum mengikuti pembelajaran hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. 4.5 Petunjuk Untuk Mahasiswa 1. metode numerik adalah teknik di mana masalah matematika diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan oleh pengoperasian aritmetika (Chapra dan Chanale. namun pada dasarnya. metode numerik adalah teknik -teknik yang digunakan untuk merumuskan masalah matematika agar dapat diselesaikan han ya dengan operasi hitungan. Perbanyaklah latihan mengerjakan soal. kurang. Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya materi metode numerik melalui sumber bacaan dan internet.4 Bab I Sekilas tentang metode numerik Bab II MATLAB 1. 2003). Tujuannya yang ingin didapat mata kuliah ini adalah untuk memahami konsep dasar metode numerik. kali dan bagi (Susila. masing -masing metode tersebut memiliki karakteristik umum. 3. yang terdiri dari operasi tambah. Ibraheem dan Hisyam. 2. yaitu selalu mencakup sejumlah kalkulasi aritmetika. Kuliah Metode Numerik ini diberikan sebagai salah satu Mata Kuliah Wajib yang memiliki bobot 2 SKS (Satuan Kredit Semester). 1991). baik secara teori maupun langsung dipraktekan dalam komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman.

kurang. Mata pelajaran matematika sering kali menyajikan masalah sehari-hari pada materi dalam setiap bab yang kemudian dapat selesaikan menggunakan model matematika.5 untuk memformulasikan masalah matematika sehingga dapat diselesaikan dengan operasi aritmetika yang terdiri dari operasi tambah. Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakuka dengan metode penyelesaian yaitu dengan metode Eliminasi Gauss dan Eliminasi Gauss Jordan. kali dan bagi (Rochmad. Seperti pada sub bab ”Sistem Persamaan Linear”. . . 2011).

Adapun yang akan di bahas dalam modul ini adalah matriks.1 Pengertian dari Mata Kuliah Metode numerik merupakan matakuliah yang mempelajari tentang persoalanpersoalan matematika. b.4 Susunan Bahan Pembelajaran . Sehingga kita dapat mengimplementasikannya dalam bentuk program yang dapat mempermudah kita. 2. Membantu mempelajari langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan soal sistem persamaan linier dengan metode eliminasi Gauss dan Gauss Jordan. membantu memahami program yang akan di buat dari metode gauss.3 Tujuan Pembuatan makalah ini sebagai tugas mata kuliah Metode Numerik untuk lebih memahami metode eliminasi Gauss dan Gauss-Jordan dan membantu pembaca lainnya yang ingin menyelesaikan sistem persamaan linier. persamaa linier.6 BAB 2 MATLAB 2. metode gauss dan MATLAB. Manfaat dari makalah yang dibuat kelompok antara lain : a.2 Rumusan Masalah Bagaimana cara mengerjakan soal eliminasi Gauss dan Gauss Jordan dan programnya dengan Matlab? 2. 2. c. Membantu memahami apa yang dimaksud metode eliminasi Gauss dan GaussJordan.

2. Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya materi metode numerik melalui sumber bacaan dan internet.5 Petunjuk Untuk Mahasiswa 1. Perbanyaklah latihan mengerjakan soal. 2. Sebelum mengikuti pembelajaran hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. Kerjakan setiap tugas terstruktur yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik.6 Teori dasar . 4. baik secara teori maupun langsung dipraktekan dalam komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman. 3.7 Bab I Sekilas tentang metode numerik Bab II MATLAB 2.

>> 3 + 4. seperti halnya menuliskan perintah dalam DOS atau SHELL LINUX. image processing dsb. Selain digunakan untuk komputasi. misalnya perintah untuk membaca nilai pixel suatu image. seperti toolbox untuk keperluan fuzzy logic. MATLAB juga dapat dibuat untuk sarana simulasi. kita akan membahas dasar-dasar cara penggunaan MATLAB. maka tambahkan tanda semicolon di akhir perintah. >> 3 + 4 Apabila setelah menuliskan perintah di atas kemudian ditekan ENTER.6. Pada bagian ini. . Untuk menuliskan perintah atau command perhitungan. ditandai dengan „ans‟ (answer) >> 3 + 4 ans = 7 Apabila kita menginginkan output perhitungan tidak ditampilkan.8 2. perintah ini terdapat dalam tool box image processing. Berikut ini contoh pemberian perintah untuk mencari hasil penjumlahan 3 dan 4. Daftar nama-nama tool box ini dapat kita lihat sewaktu proses instalasi MATLAB. Tool box-tool box sebagai pelengkap MATLAB juga disediakan dalam paketnya.1 Pengenalan MATLAB MATLAB atau Matrix Laboratory adalah suatu aplikasi berbasis expert system yang digunakan untuk keperluan komputasi sains.inc ini sangat handal untuk komputasi yang terkait dengan array atau matriks. Aplikasi yang dibuat oleh MathWorks. dalam MATLAB sudah disediakan COMMAND WINDOW. artificial neural network. namun hanya disimpan dalam memory. Tool box ini berisi paket yang di dalamnya terdapat perintah-perintah untuk melakukan tugas khusus sesuai dengan nama tool boxnya. Di sinilah perintah MATLAB dituliskan. seperti halnya Maple dan Mathematica. maka hasil penjumlahannya langsung ditampilkan di bawah perintah tersebut. Di dalam COMMAND WINDOW ini terdapat tanda prompt >>.

Harus diawali dengan karakter huruf 2. /. cara penulisannya atau sintaks. Tidak usah khawatir karena MATLAB menyediakan fasilitas HELP.2 Penggunaan Variabel dalam MATLAB Seperti pada umumnya dalam dunia komputasi. 2. -. help elfun Sedangkan perintah di atas akan menampilkan nama-nama perintah untuk perhitungan matematis. Untuk menampilkan daftar topik yang ada. termasuk juga contoh penggunaannya. help ops Perintah di atas akan menampilkan penjelasan tentang operator-operator yang ada di MATLAB 2. yaitu dengan menuliskan HELP dan dilanjutkan dengan nama perintah. variabel digunakan untuk menyimpan suatu value ke dalam memori komputer. ketikkan perintah 3. *) . Misalnya 1. seperti: 1. maka cukup memanggil variabel tersebut. yaitu tinggal tulislah HELP dan dilanjutkan dengan topik yang diinginkan. help Kita juga dapat meminta penjelasan terhadap sintaks suatu perintah. Misalnya 4. help abs Perintah di atas akan menampilkan penjelasan tentang perintah abs(). mungkin karena lupa sintaksnya atau lupa nama perintahnya.9 Tampilan COMMAND WINDOW MATLAB memang berbasis teks. sehingga tampilan MATLAB tidak seindah Maple atau Mathematica. Tidak boleh mengandung spasi 3. Suatu saat mungkin kita menemui kesulitan dalam menuliskan perintah dalam MATLAB. Tidak boleh mengandung operator aritmatik (+.6. Aturan penamaan variabel dalam MATLAB juga sama dengan aturan penamaan variabel pada umumnya. Suatu saat apabila value tersebut akan digunakan. Bagaimana cara menampilkan HELP terkait dengan topik tertentu? Caranya cukup mudah.

6.5. Mungkin ada pertanyaan. selain who. >> Nilai_ku = NilaiKu + A1. Sebagai contoh. bahwa dengan whos. namun juga tipe datanya. Tidak boleh sama dengan nama function Berikut ini beberapa contoh penamaan variabel yang benar dan proses assignment nya >> NilaiKU = 6. >> A1 = 4. Sedangkan contoh-contoh berikut ini penamaan variabel yang salah: >> 7an = 10.3 Menentukan Variable Scalar .10 4. whos Perbedaannya adalah. untuk melihat daftar nama-nama variabel yang telah digunakan adalah dengan b. misalkan ada variabel „Nilai‟ dengan „nilai‟. Namun. keduanya adalah variabel yang beda. who Perintah lain. bagaimana caranya menghapus nama-nama variabel tersebut dalam memori? caranya adalah dengan mengetikkan perintah c. float. clear Satu lagi yang penting terkait dengan variabel. >> Hallo Boy = -3. secara otomatis tipe data variabel akan menyesuaikan jenis value yang diassign. artinya besar kecilnya huruf dalam nama variabel akan berpengaruh. kita dapat melihat nama-nama variabel apa saja yang telah kita gunakan dalam suatu session dalam MATLAB. 2. entah integer. Adapun cara melihat daftar nama-nama variabel tersebut dengan mengetikkan perintah a. >> Jumlah-Bilangan = 3 + 4. Dalam mendeklarasikan suatu variabel dalam MATLAB. string atau yang lain. kita tidak perlu menyertakan tipe datanya. bahwa nama variabel dalam MATLAB bersifat case sensitive. Selain itu. tidak hanya nama variabel yang ditampilkan.

11 Langkah kita yang pertama adalah dengan menentukan variable scalar dengan cara melakukan pengetikan seperti berikut: » x = 2 (selanjutnya tekan “Enter”) x= 2 »y=3 y= 3 »z=x+y z= 5 Tidak terlalu menjadi masalah bagi anda? Saya percaya anda tidak mengalami kesulitan. yaitu vector x dan vector y: » x = [1 2 3] x= 123 » y = [4 5 6] y= 456 Selajutnya ketik: >> y(1) ans = . Nah bagaimana dengan yang satu berikutnya ini? Disini kita mulai dengan mendefinisikan dua buah vector. sebab anda adalah orang yang sangat cerdas.

Nol atau bilangan negatif tidak diperbolehkan untuk indek array. bahwa y' adalah transpose pada y dan merupakan suatu vector kolom. Elemen pertama adalah y(1).12 4 dan ulangi untuk y(2) and y(3).*y ans = 4 10 18 . dan seterusnya. elemen kedua adalah y(2).element: >> x. Sekarang kita jumlahkan keduanya: » x+y ans = 579 dan sekarang hitung inner product: » x*y' ans = 32 Jawabannya adalah 1*4 + 2*5 + 3*6 = 32! Catat. ketikkan perintah berikut: >> y' ans = 4 5 6 Cara lain pada pengkombinasian dua vector adalah diakukan melalui perkalian elementdemi. Matlab menggunakan integer positif untuk index array. Untuk memeriksanya.

Catat bahwa matrik tidak diulang kalau kita menggunakan semi colon.13 Catat periode sebelum perkalian simbol. Kita sekarang kalikan A dengan transpose dari x: » A*x' ans = 14 32 50 Sekarang kita harus mentranspose x untuk memenuhi perkalian suatu matrik dan suatu vector kolom. Matrik-matrik ini dapat juga dikalikan satu sama lain diantara mereka: » B = [1 2 3 4 5678 7 6 5 4]. Sekarang kita dapat mendefinisikan suatu matrix: » A = [1 2 3 456 7 8 9]. » A*B ans = 32 32 32 32 71 74 77 80 110 116 122 128 .

14 Sekarang coba anda lakukan penjumlahan antara A dan B: » A+B ??? Error using ==> + Matrix dimensions must agree. Angka pertama. Sekarang kita cari cara lain untuk mendefinisikan matrik dan vektor. jawabannya tidak akan ditampilkan di layar monitor anda.6) ans = 111111 111111 111111 2.6)." setelah zeros(3.6) ans = 000000 000000 000000 tentu saja jika anda tambahkan suatu ". dan Matlab akan mendeteksi dimensi yang mismatch dan selanjutnya memeberikan pesan error. adalah jumlah kolom. sedangkan angka kedua. 3 menunjukkan jumah baris. Baiklah. 6. kita tidak dapat menambah suatu matrik 3 kali 3 dengan matrix 3 kali 4 .6. Sebagai contoh suatu matrik nol dengan dimensi 3 baris dan 6 kolom dapat dinyatakan sebagai: >> zeros(3.4 Array atau Matriks dalam MATLAB . Kita dapat pula melakukan hal yang sama untuk menampilkan angka satu seperti berikut: >> ones(3.

Contoh: >> arrayKu = [1 2 3 4 5] Maksud perintah di atas adalah mengassign „arrayKu‟ dengan nilai bertipe data array dengan size 1 x 5. 3. Kita bisa melihat outputnya di command window seperti di bawah ini: arrayKu = 1 2 3 4 5 Dimensi array dapat juga diubah menjadi bentuk kolom 5 x 1. 3. dengan cara: >> arrayKu = [1. kita tidak perlu pusing memikirkan size variabel yang diperlukan untuk suatu proses perhitungan. 5}. Bagaimana caranya melakukan proses assignment variabel dengan nilai bertipe array atau matriks? Mudah sekali… yaitu hanya dengan mengapit elemen-elemen array dengan tanda kurung siku. size atau dimensi dari variabel bertipe array ini akan menyesuaikan dengan array yang diassign atau dengan kata lain size untuk variabel bertipe array ini bersifat dinamis. dengan elemennya {1. 4. 2. 5] Outputnya: arrayKu = 1 2 3 4 5 Bagaimana dengan array berdimensi 3 x 4? berikut ini contohnya: . 4. Secara otomatis. 2.15 Kesederhanaan dalam proses assignment variabel terhadap nilai bertipe array atau matriks ini disebabkan tidak diperlukannya pendefinisian ukuran (size) array atau matriks pada variabel tersebut. Dengan demikian.

yaitu pada baris ke 2 kolom ke 3.16 >> arrayKu = [1 2 3 4. Bagaimana caranya? >> arrayKu(3. katakanlah „arrayKu‟ seperti di atas. misalkan kita ingin mengganti elemen „arrayKu‟ pada baris ke 3 kolom ke 4 dengan nilai 100. 9 10 11 12] Outputnya: arrayKu = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Mungkin ada yang bertanya misalkan diketahui suatu array. kita harus tahu posisi elemen „7′ ini. 5 6 7 8. 3) Outputnya: ans = 7 Berikutnya. Lalu tuliskan saja perintah ini: >> arrayKu(2. 4) = 100 Outputnya: arrayKu = 1 2 3 4 5 6 7 8 . bagaimana caranya mengambil atau menampilkan elemen yang bernilai „7′? untuk melakukan hal ini.

1) Outputnya: ans = 1 5 9 Bagaimana dengan mengambil semua elemen pada salah satu barisnya? misalkan baris ke 2? >> arrayKu Outputnya: ans = 5 6 7 8 Kita juga dapat memanipulasi semua elemen dalam satu kolom atau baris sekaligus melalui suatu perhitungan. = 2*arrayKu(2. >> arrayKu(2. bagaimana caranya mengambil semua elemen pada kolom pertama dari „arrayKu‟? Ini dia perintahnya >> arrayKu(:.17 9 10 11 100 Ada pertanyaan lagi. Misalkan baris kedua dari „arrayKu‟ diubah menjadi 2 kali mula-mula. Outputnya: arrayKu = 1 2 3 4 10 12 14 16 9 10 11 12 .

4 Matriks Masukkan matriks ke dalam Matlab seperti vector. kecuali penggunaan (.).6.5 6 7 8. Misalkan dengan membuat transpos: C = B' C= .9 10 11 12] B= 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 B=[1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12] B= 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Matriks di Matlab dapat dimanipulasi dengan banyak cara. B = [1 2 3 4.18 2.

3 4] F = [2 3.4 5] G = E . gunakan .19 1 5 9 2 6 10 3 7 11 4 8 12 Untuk mendapatkan transpose. D=B*C D= 30 70 110 70 174 278 110 278 446 D=C*B D= 107 122 137 152 122 140 158 176 137 158 179 200 152 176 200 224 Manipulasi matrix lain adalah dengan menggunakan operator .* .'. Sekarang anda dapat mengalikan kedua matriks B dan C secara bersamaan. E = [1 2.* F .

^ E.20 E= 1 2 3 4 F= 2 3 4 5 G= 2 6 12 20 If you have a square matrix. gunakan fungsi berikut .^3 ans = 1 8 27 64 Anda juga dapat menghitung inverse sebuah matrix: X = inv(E) . E^3 ans = 37 54 81 118 Jika anda ingin membuat pangkat dari tiap elemen matriks. like E. you can also multiply it by itself as many times as you like by raising it to a given power.

5000 1.0000 -2.3723 Untuk mendapatkan coefficients characteristic polynomial sebuah matrix.0000 1.21 X= -2.5000 atau nilai eigen matriks: eig(E) ans = -0.6. Sehingga anda tidak perlu kesulitan untuk melihat suatu respon system. misalnya pada kasus . Gunakan fungsi "poly" : p = poly(E) p= 1.0000 -5.0000 -0.0000 Ingat eigenvalues sebuah matrix adalah sama seperti akar polynomial karakteristik : roots(p) ans = 5.3723 2.3723 5.3723 -0.5 Penggambaran Grafik Salah satu kelebihan dari Matlab adalah kemudahan dalam mengolah grafik.

>> plot(time.x) >> xlabel('time (msec)') >> ylabel('x(t)') ini akan menghasilkan gambar seperti berikut: Gambar Contoh tampilan grafik sederhana dengan perintah plot Sedangkan cara untuk menampilkan sederetan nilai fungsi waktu diskrit adalah dengan menggunakan perintah "stem".x) >> xlabel('time (msec)') >> ylabel('x(t)') Apakah hasilnya seperti berikut ini? .001:0.1*pi*(0:99)). >> x = cos(0. Dari contoh deretan perintah coba anda rubah beberapa bagian dengan perintah berikut >> stem(time.099]. Sekarang ketikkan: >> time = [0:0.22 melijhat bentuk sinyal dalam domain waktu anda cukup mengikuti langkah berikut.

end end plot(y) Hasil apa yang anda dapatkan ? Dalam hal ini anda harus memahami arti setiap perintah yang anda tuliskan dalam Matlab. %File Name:coba_3. y(n) = 0. y(n) = y(n) + h(m)*x(n-m). x(53:102) = [50:-1:1]. tidak ada salahnya anda bertanya kepada instruktur apa arti perintahperintah tersebut.m n=201. . for n = 3:101. for m = 1:2. h = [1 2].23 Gambar Contoh tampilan grafik dengan perintah stem Cobalah untuk membuat program seperti berikut ini pada Matlab editor. dan jangan lupa anda simpan dengan nama coba_2 x(1:52) = [0 0 1:1:50]. Satu contoh lain program untuk for adalah pembangkitan gambar seperti berikut.

. khususnya dengan memanfaatkan operasi baris elementer.'linewidth'.24 delx=10/(n-1). namun hal ini kurang menarik bagi mereka yang masih belajar tentang konsep penyelesaian SPL.y. Meskipun dalam MATLAB sudah ada perintah khusus untuk mencari solusi SPL. for k=1:n x(k)=(k-1)*delx. Bagiamana hasilnya? Gambar Tampilan program grafik 2.ylabel('y').4) title('Grafik yang pertama') xlabel('x').4*x(k)). khususnya pada bagian akhir artikel tersebut.y) plot(x. y(k)=sin(x(k))*exp(-0.6 Penyelesaian SPL dengan Operasi Baris Elementer Menggunakan MATLAB Setelah kita membaca artikel sebelumnya tentang array dan matriks. end %plot(x. mungkin beberapa dari kita sudah punya ide „mungkinkah MATLAB digunakan untuk menyelesaikan SPL dengan operasi baris elementer? dan jawabannya adalah bisa. Contoh penggunaan MATLAB untuk menyelesaikan SPL dengan operasi baris elementer.6.

= A(1. bahwa target dari operasi baris elementer untuk menyelesaikan SPL adalah mendapatkan matriks segitiga atas dari matriks yang diperbesar tersebut. Perintah MATLAB nya: >> A = [2 4 -2 12. -3 1 3 -4] Outputnya: A= 2 4 -2 12 1 5 3 8 -3 1 3 -4 Seperti dalam teori.A(2. maka bentuk augmented matrix ini haruslah 1 0 0 p 0 1 0 q 0 0 1 r dari bentuk di atas. Langkah pertama adalah kita buat matriks yang diperbesar (Augmented Matrix).2z = 12 x + 5y + 3z = 8 -3x + y + 3z = -4 Kita akan coba menyelesaikan SPL di atas dengan operasi baris elementer dengan MATLAB. solusi dari SPL adalah x = p.B1 – B2 (baris ke-1 yang baru. . B1 <. diperoleh dari baris ke-1 dikurangi baris ke-2) >> A(1. Misalkan augmented matrix nya disimpan dalam variabel A. berisi semua koefisien variabel dan hasilnya. OK kita mulai memanipulasi augmented matriks dengan operasi baris elementer sedemikian hingga kita peroleh bentuk matriks target di atas. Outputnya: A= 1 -1 -5 4 1 5 3 8 -3 1 3 -4 . y = q dan z = r. Apabila kita gunakan metode Gauss Jordan.25 Misalkan diberikan SPL sebagai berikut: 2x + 4y . 1 5 3 8.

6667 4. /6 Outputnya: A= 1. B1 <.B2 – B1 (baris ke-2 yang baru.0000 8. /3 Outputnya: A= 1. = A(2.B3 + 3 B1 (baris ke-3 yang baru. diperoleh dari baris ke-3 ditambah 3 kali baris ke-1) >> A(3. Outputnya: A= 1 -1 -5 4 0 6 8 4 0 -2 -12 8 B3 <. Outputnya: A= 1 -1 -5 4 0 6 8 4 -3 1 3 -4 B3 <. diperoleh dari baris ke-3 ditambah 1/3 kali baris ke-2) >> A(3. diperoleh dari baris ke-2 dikurangi baris ke-1) >> A(2. diperoleh dari 1/6 kali baris ke-2 ) . diperoleh dari baris ke-1 ditambah 1/6 kali baris ke-2) >> A(1.3333 9.0000 8.0000 -1.0000 4. .B3 + B2/3 (baris ke-3 yang baru.26 B2 <. = A(3.0000 4.3333 Ada banyak 0 tidak masalah itu menunjukkan bilangan dalam desimal. + A(2.B1 + B2/6 (baris ke-1 yang baru. = A(3.0000 -5.0000 0 0 -9.0000 0 6.0000 4.6667 0 6.B2/6 (baris ke-2 yang baru. + 3*A(1.0000 0 -3.3333 9. = A(1.A(1.0000 0 0 -9. + A(2.3333 B2 <.

3333 B3 (baris ke-2 yang baru.6667 B3 (baris ke-1 yang baru.B2 – 1. = A(2.3333 * A(3. maka solusi dari SPL di atas adalah x = 1.6667 0 1.1.3333 kali baris ke-3) >> A(3. = A(2.6667 4. + 3. Outputnya: A= 1. /6 Outputnya: A= 1.3333 kali baris ke-3) >> A(2.0000 Karena matriks hasil operasi baris elementer ini sudah sesuai target.0000 2.0000 -1.6667 kali baris ke-3) >> A(1. Outputnya: A= 1. .3333 B3 <.6667 4.0000 B2 <.6667 0 0 9.0000 1.0000 0 0. diperoleh dari baris ke-2 dikurangi 1. .6667 * A(3.3333 0.3333) Outputnya: A= 1.0000 1.6667 0 1.0000 0.3333 0.27 >> A(2.B1 + 3. dan z = -1.3333 -9.6667 0 0 1.B3/(-9.0000 0 0.3333 0.0000 1.3333) (baris ke-3 yang baru. = A(1. /(-9. diperoleh dari baris ke-1 ditambah 3.0000 0 1.0000 1.6667 0 0 1.0000 B1 <.0000 0 0 1. y = 2. diperoleh dari -1/9.0000 1.0000 0 -3.0000 -1.0000 -1.0000 0 1. = A(3.0000 0 -3.

Metode Numerik. Rinaldi. 1996. 2008. A.id Rinaldi. Steven dkk. 2003.co. Google. Yogyakarta: Graha Ilmu www. Metode Numerik. Metode Numerik . Jakarta: Erlangga Munir. 2003.28 DAFTAR PUSTAKA Chapra. Metode Numerik. Bandung: Informatika . Bandung: Informatika Salusu.

29 .