Anda di halaman 1dari 14

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

………………………………………
RANCANGAN
PERATURAN DESA………………………
NOMOR …

TAHUN …

TENTANG
SAMPAH DESA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KUWU DESA……………………….
Menimbang: a. Bahwa pertambahan penduduk dan perubahan pola
konsumsi

masyarakat

menimbulkan

bertambahnya

volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin
beragam;
b. Bahwa pengelolaan sampah selama ini belum sesuai
dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang
berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak
negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan;
c. Bahwa dalam pengelolaan sampah diperlukan kepastian
hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan
Pemerintah, Pemerintah Daerah, serta peran Masyarakat
dan Dunia Usaha sehingga pengelolaan sampah dapat
berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien;
d. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, huruf b,

dan huruf c perlu membentuk

peraturan tentang Pengelolaan Sampah;

UU No. 125 tambahan No. 7. konsentrasi dan / atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis. 18 tahun 2008 Lembaran Negara tahun 2008 No. 4. 2. Sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat. 32 tahun 2004 Lembaran Negara tahun 2004 No. Peraturan Daerah No. Sumber sampah adalah asal timbulan sampah. 1 tahun 2001 Lembaran daerah tahun 2001 No. Orang adalah orang perseorangan. 5. 6.3 Seri E2 Tentang POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Dengan Persetujuan Bersama BADAN PERMUSYAWARATAN DESA dan KUWU DESA…………………… MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG SAMPAH. 4437 Tentang PEMERINTAHAN DAERAH. Penghasil sampah adalah setiap orang dan / atau akibat proses alam yang menghasilkan timbulan sampah. 2. pengolahan. dan / atau tempat pengolahan sampah terpadu. dan / atau badan hukum. . 69 Tentang PENGELOLAAN SAMPAH.Mengingat : 1. DESA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan : 1. 3. Tempat penampungan sementara adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang. UU No. dan berksinambungan yang melitputi pengurangan dan penanganan sampah. 3. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan / atau proses alam yang berbentuk padat. menyeluruh. kelompok orang.

Pasal 6 Tugas Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 terdiri atas a. asas keamanan. Mendorong dan memfasilitasi pengembangan manfaat hasil pengolahan sampah. (3) Sampah sejenis sampah rumah tangga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berasal dari fasilitas sosial. dan asas nilai ekonomi. asas manfaat. Melaksanakan pengelolaan sampah dan memfasilitasi penediaan prasarana dan sarana pengelolaan sampah. Sampah rumah tangga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 3 Pengelolaan sampah diselenggarakan berdasarkan asas tanggung jawab. Sampah spesifik. asas keselamatan. b. Menumbuhkan kembangkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. e. dan / atau fasilitas lainnya. asas kebersamaan. Sampah yang timbul akibat bencana. . asas kesadaran. masyarakat. Memfasilitasi. dan dunia usaha agar terdapat keterpaduan dalam pengelolaan sampah. (4) Sampah spesifik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi : a. penanganan. BAB III TUGAS DAN WEWENANG DESA Pasal 5 Pemerintahan Desa bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan sesuai dengan tujuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Desa ini. Sampah rumah tangga b. c. dan c. tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. dan pemanfaatan sampah. Sampah bongkaran bangunan. dan f. mengembangkan. d. Sampah sejenis sampah rumah tangga. fasilitas umum. Melakukan koordinasi antar lembaga pemerintah. asas keadilan.Pasal 2 (1) (2) Sampah yang dikelola berdasarkan Peraturan ini terdiri atas : a. b. dan melaksanakan upaya pengurangan. asas berkelanjutan. Pasal 4 Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Memfasilitasi penerapan teknologi spesifik lokal yang berkembang pada masyarakat setempat untuk mengurangi dan menangani sampah.

Pemerintahan Desa mempunyai kewenangan : a. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara memperoleh izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Keputusan Kuwu sesuai dengan kewenangannya. Menarik iuran sampah BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 8 (1) Setiap orang berhak : a. d. kemitraan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Surat Keputusan Kuwu. prosedur. dan jejaring dalam pengelolaan sampah. dan / atau pihak lain yang diberi tanggung jawab untuk itu. c. Memfasilitasi dan mengembangkan kerja sama antardesa. dan e. dan pengawasan di bidang pengelolaan sampah. Menyelenggarakan koordinasi. Menetapkan norma. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan kewajiban pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Keputusan Kuwu. penyelenggaraan. dan tepat waktu mengenai penyelenggaraan pengelolaan sampah. standar. Menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah.Pasal 7 Dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah. (3) Membayar Iuran Sampah sebesar Rp…………. b. Memperoleh informasi yang benar. (2) Izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Kuwu.. dan pengawasan kinerja dalam pengelolaan sampah. pembinaan. BAB V PERIZINAN Pasal 10 (1) Setiap orang yang melakukan kegiatan usaha pengelolaan sampah wajib memiliki izin dari kuwu sesuai dengan kewenangannya. b. . Pasal 9 (1) Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. dan kriteria pengelolaan sampah. akurat. c. Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Mendapatkan pelayanan dalam pengelolaan sampah secara baik dan berwawasan lingkungan dari Pemerintah desa.

dan b. Forum atau Kelompok dalam melakukan pengelolaan sampah. Pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu. Pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis.BAB VI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN SAMPAH Pasal 11 Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri atas : a. (2) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan / atau pembuatan usaha bersama pengelolaan sampah. Pemanfaatan kembali sampah. dan / atau sifat sampah. Pembatasan timbulan sampah. Pasal 13 (1) Kegiatan penanganan sampah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b meliputi: a. Pendauran ulang sampah. b. Pasal 15 (1) Pemerintahan desa secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dapat bermitra dengan badan usaha pengelolaan sampah dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah. Pasal 12 (1) Pengurangan sampah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a meliputi kegiatan: a. c. BAB VII KERJA SAMA DAN KEMITRAAN Pasal 14 (1) Pemerintah desa dapat melakukan kerja sama antar desa. Pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari sumber dan / atau dari tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir. Penanganan sampah. . dan / atau c. jumlah. (2) Kemitraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk perjanjian antara pemerintahan desa dan badan usaha yang bersangkutan. b. Pengurangan sampah.

dan / atau f. e. BAB XI SANKSI ADMINISTRATIF Pasa1 19 (1) Kuwu dapat menerapkan sanksi administratif kepada pengelola sampah yang melanggar ketentuan persyaratan yang ditetapkan dalam perizinan. Membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah. (2) Peran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui : a.BAB VIII PERAN MASYARAKAT Pasal 16 (1) Masyarakat dapat berperan dalam pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Desa. Mengelola sampah yang menyebabkan pencernaran dan / atau perusakan lingkungan. BAB IX LARANGAN Pasal 17 (1) Setiap orang dilarang : a. Pemberian usul. d. Pemberian saran dan pendapat dalam penyelesaian sengketa persampahan. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk dan tata cara peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Surat Keputusan Kuwu. . BAB X PENGAWASAN Pasal 18 (1) Pengawasan terhadap kebijakan pengelolaan sampah oleh pemerintahan desa. pertimbangan. Membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan. Memasukkan sampah ke dalam wilayah Desa …………………… b. Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: (2) - Pencabutan izin. Melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir. c. dan saran kepada Pemerintahan Desa b. Mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan beracun.

BAB XIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 21 Pada saat berlakunya Peraturan ini semua peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah yang telah ada tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan ini. 100.Cirebon. NOMOR . dan melanggar pasal 16 diancam dengan denda paling sedikit Rp.. __________________________ Diundangkan di………………… pada tanggal………………… Seketris Daerah Kab.. . Agar setiap orang mengetahuinya. pada tanggal Kuwu Desa………………………..BAB XII KETENTUAN PIDANA Pasal 20 (1) Setiap orang yang secara melawan hukum memasukkan dan / atau mengimpor sampah rumah tangga dan / atau sampah sejenis sampah rumah tangga ke dalam wilayah desa……….000. memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah....000. Disahkan di ………………….. Pasal 22 Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.00 (tiga juta rupiah).000 (seratus ribu rupiah) dan paling banyak Rp. ttd __________________________ LEMBARAN DAERAH TAHUN . 3.

timbunan sampah dengan volume yang besar di lokasi tempat pemrosesan akhir sampah berpotensi melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. bukan sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan. misalnya. Padahal. TENTANG SAMPAH DESA I. Selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna. Di samping itu. Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah... TAHUN . sampah kemasan yang berbahaya dan / atau sulit diurai oleh proses alam. UMUM Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya volume sampah. pupuk ataupun untuk bahan baku industri.. dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah. untuk energi. ..BADAN PERMUSYAWARATAN DESA ……………………………………… PENJELASAN ATAS PERATURAN DESA………………. NOMOR . Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan. yaitu sampah dikumpulkan. pola konsumsi masyarakat memberikan kontribusi dalam menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam. Masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end-of-pipe).. Agar timbunan sampah dapat terurai melalui proses alam diperlukan jangka waktu yang lama dan diperlukan penanganan dengan biaya yang besar. diangkut. antara lain. kompos.

diperlukan payung hukum dalam bentuk undang-undang. dan asas nilai ekonomi. asas kesadaran. dan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang persampahan dapat juga diikut sertakan dalam kegiatari menyelenggarakan pengelolaan pengelolaan sampah sampah. dan pemrosesan akhir. Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan hak kepada setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. asas manfaat. Selain itu organisasi persampahan. Amanat Undang-Undang Dasar tersebut memberikan konsekuensi bahwa pemerintah wajib memberikan pelayanan publik dalam pengelolaan sampah. dan pendauran ulang. serta tugas dan wewenang Pemerintah dan pemerintahan daerah untuk melaksanakan pelayanan publik. Pengelolaan sampah dengan paradigma baru tersebut dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. yang kemudian dikembalikan ke media lingkungan secara aman.Pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dari hulu. Pengaturan hukum pengelolaan sampah dalam Undang-Undang ini berdasarkan asas tanggung jawab. asas keselamatan. sedangkan kegiatan penanganan sampah meliputi pemiahan. sampai ke hilir. yaitu pada fase produk sudah digunakan sehingga menjadi sampah. penggunaan kembali. pemenuhan hak dan kewajiban masyarakat. Hal itu membawa konsekuensi hukum bahwa pemerintah merupakan pihak yang berwenang dan bertanggung jawab di bidang pengelolaan sampah meskipun secara operasional pengelolaannya dapat bermitra dengan badan usaha. Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan. asas keamanan. asas kebersamaan. pengumpulan. . pengangkutan. pengolahan. asas berkelanjutan. sejak sebelum dihasilkan suatu produk yang berpotensi menjadi sampah. asas keadilan. secara Dalam rangka terpadu dan komprehensif.

Kepastian hukum bagi rakyat untuk mendapatkan pelayanan pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan. Ketegasan mengenai larangan memasukkan dan / atau mengimpor sampah ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. wewenang. . b. dan tanggung jawab Pemerintah dan pemerintahan daerah dalam pengelolaan sampah. pembentukan Undang-Undang ini diperlukan dalam rangka: a.Berdasarkan pemikiran sebagaimana diuraikan di atas. Kejelasan antara pengertian sampah yang diatur dalam undangundang ini dan pengertian limbah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. c. dan e. Kejelasan tugas. Ketertiban dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah. d.

.. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.... Kep... b.. sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b. MENIMBANG : Bahwa dalam rangka menumbuh kembangkan sektor lingkungan hidup yang tidak memenuhi persyaratan kebersihan lingkungan.... DESA ………………………... Bahwa sudah ……………… tercemarnya air sungai c..PEMERINTAHAN KABUPATEN CIREBON KECAMATAN ……………………. Pengelolaan lingkungan hidup. ... perlu ditetapkan dengan surat keputusan.. tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan upaya penataan lingkungan (UPL)... PE Alamat :…………………………………………………. 3..... 23 tahun 1997 tentang.... 12/MENLH/3/1994. 2. UU No.UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah daerah.... KEPUTUSAN DESA ……………………………… NOMOR : TENTANG FATWA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DESA. Bahwa untuk mencapai hasil guna dan berdaya guna. . MENGINGAT : a. 1.

tanggal ……………………… 200. menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan atas dasar kesadaran dan kepedulian yang dimilikinya. 752/KPS/O1.4. 1. Wajib melakukan upaya meminimalkan limbah yang dihasilkan dari kegiatan atau usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4 Tanpa suatu keputusan ijin dari yang berwenang. dilarang melakukan pembuangan limbah dari hasil kegiatan adan atau usaha serta bahan-bahan lain yang tidak terpakai tanpa . selaras dan seimbang guna menunjang terlaksananya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. 3. menanggulangi pencemaran dan perusakanan lingkungan hidup mencegah. MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah. Surat Keputusan Menteri Pertanian No.210/10/1994 tentang Pedoman Teknis Upaya Pengelolaan Lingkungan UKL dan upaya penataan lingkungan (UPL) rencana usaha dan kegiatan lingkungan pertanian. Melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup untuk melestarikan dan mengembangkan kemampuan lingkungan hidup yang serasi. 2. MEMPERHATIKAN: Berita acara Musyawarah Desa (MUSDES) …………………….

............... terlebih dahulu ke media 5 Keputusan ini mengikat bagi seluruh warga Desa ………………. Kec. …………………………... Kuwu Desa …………………………… ... 6 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan diadakan perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya apabila dipandang perlu..... Ditetapkan di .......pengelolaan lingkungan. Pada Tanggal : ………………….......

DRAF RANCANGAN PERATURAN DESA TENTANG SAMPAH DESA DIAJUKAN OLEH : FORUM MASYARAKAT CINTA SUNGAI KABUPATEN CIREBON TAHUN 2010 .