Anda di halaman 1dari 3

MALOKLUSI

Maloklusi adalah keadaan oklusi yang abnormal yang ditandai dengan tidak benarnya
hubungan antar lengkung disetiap bidang spatial atau anomali abnormal dalam posisi gigi (Harty,
1995). Maloklusi adalah tidak berkontaknya rahang atas dan rahang bawah. Selain itu, maloklusi
merupakan suatu penyimpangan pada gigi yang satu dengan yang lainnya, bisa dalam satu
rahang maupun meliputi rahang atas dan bawah.
JENIS MALOKLUSI
Maulani (2005) membagi maloklusi berdasarkan letak kelainannya, yaitu:
1. Tipe Dental
Apabila perkembangan rahang atas maupun rahang bawah terhadap tulang kepala
normal tetapi terdapat kelainan pada gigi-giginya.
2. Tipe Skeletal
Apabila terdapat kelainan pada pertumbuhan dan perkembangan dari rahang,
sehingga hubungan rahang atas dan rahang bawah tidak harmonisi terhadap tulang
kepala.
3. Tipe Fungsional
Apabila terjadi kelainan perkembangan pada otot sehingga timbul gangguan ketika
mengunyah.
4. Tipe Dentoskeletal
Merupakan gabungan dari tipe dental dan tipe skeletal. Terjadi apabila terdapat
kelainan dari dental (gigi-giginya) serta skeletal (rahang).
KALSIFIKASI MALOKLUSI
Klasifikasi maloklusi menurut Edward Angle (1899) terdiri dari 3 kelas, yang berdasar
pada bidang sagital. Pada klasifikasi Angle, gigi molar pertama permanen rahang atas dan bawah
digunakan sebagai kunci klasifikasi maloklusi, karena gigi molar dianggap gigi yang paling
stabil dan kedudukannya jarang berubah (Rahardjo, 2008).
1. Kelas 1 Maloklusi

2008). 3. 2. Dewey Anderson memodifikasi kelas 1 Angle. Maloklusi kelas 2 dikelompokan menjadi 3 kelompok.Kelas III Maloklusi . 1993). Sehingga tonjol mesiobukal cusp M1 rahang atas berada lebih mesial dari bukal groove M1 rahang bawah (Rahardjo. Kelas II Maloklusi Maloklusi kelas 2 atau biasa disebut distoklusi ialah adanya relasi posterior dari mandibula terhadap maksila. yaitu : a) Divisi I : pada gigi insisivus sentral rahang atas terjadi proklinasi (kemiringan anterior kearah labial) sehingga didapatkan gigitan besar atau overjet. gigi M1 rahang atas tonjol cusp mesiobukal berada pada bukal groove M1 rahang bawah (Foster. yaitu : a) Tipe 1 : kelas 1 Angle dengan gigi bagian anterior maksila mengalami crowding dan gigi caninus ektostem b) Tipe 2 : kelas 1 Angle dengan gigi anterior maksila labioversi c) Tipe 3 : kelas 1 Angle dengan gigi anterior palatoversi sehingga terjadi gigitan terbalik (anterior crossbite) d) Tipe 4 : kelas 1 dengan adanya crossbite pada gigi posterior e) Tipe 5 : kelas 1 dimana terjadinya mesial drift atau pergeseran kearah mesial pada gigi molar akibat premature ekstraksi (Widodo. 2007).Maloklusi kelas 1 atau biasa disebut neutroklusi terjadi dimana terdapat hubungan normal anteroposterior antara maksila dan mandibula. 1997). Insisivus lateral rahang atas juga mengalami proklinasi sehingga didapati overbite b) Divisi II : Gigi insisivus sentral rahang atas mengalami retroklinasi atau retrusi dan pada insisvus lateral rahang atas terjadi proklinasi sehingga terjadi gigitan dalam atau deepbite c) Subdivisi : apabila distooklusi hanya terjadi pada salah satu sisi rahang (Foster. Pada kelas ini. sehingga terbagi menjadi 5 tipe.

Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair. yaitu .. W.. Diagnosis Ortodonsi. akan tetapi relasi lengkungnya tidak baik sehingga pada gigi anterior terjadi edge to edge b) Tipe 2 : adanya lengkung gigi yang baik dari gigi anterior maksila tetapi terjadi linguoversi dari giigi anterior mandibula sehingga terjadinya crowding c) Tipe 3 : lengkung maksila kurang berkembang sehingga terjadi crossbite pada pada gigi anterior maksila yang crowding. Oleh Dewey Anderson. EGC. P. 1995. Jakarta Foster. Edisi III. Sehingga. T. Penerbit Buku Kedokteran EGC. maloklusi kelas 3 dibagi menjadi 3 tipe. Ortodonti Dasar.. 2012. Ogston. Jakarta Rahardjo. Akan tetapi lengkung mandibulanya bekembang dengan baik dan lurus.2008). EGC. P. Kamus Kedokteran Dorland. a) Tipe 1 : adanya lengkung gigi yang baik..R. D. 2009..Maloklusi kelas 3 atau biasa disebut mesioklusi adanya relasi anterior dari mandibula terhdap maksila.. Surabaya Rahardjo. 1997) REFERENSI Dorland. Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair.F. 1997. Jakarta Harty. tonjol mesiobukal cusp M1 permanen rahang atas berada lebih ke distal dari bukal groove M1 rahang bawah sehingga terdapat anterior crossbite (Rahardjo. 2008. (Foster.J.N. Buku Ajar Ortodonsi. Kamus Kedokteran Gigi.A. Surabaya .