Anda di halaman 1dari 20

GENESA MINERAL

Makalah ini disusun untuk memenuhi
Tugas Mineralogi

oleh :
Adventus Suriady
270110120040

UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR 2013

GENESA MINERAL
Pengertian
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis
(Wikipedia). Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi
kimia tetapi
juga struktur
mineral.
Mineral
termasuk
dalam
komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat
kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik
biasanya tidak termasuk).
Menurut Para Ahli
Mineral pada umumnya merupakan zat anorganik. ( Murwanto, Helmy,
dkk.
1992
)
Maka pengertian yang jelas dari batas mineral oleh beberapa ahli geologi
perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun
persesuaian
umum
untuk
definisinya.
Definisi mineral menurut beberapa ahli :
L.G. Berry dan B. Mason, 1959
Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam
terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas
batas tertentu dan mempunyai atom atom yang tersusun secara teratur.
D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972
Mineral adalah suatu bahan padat yang secara structural homogen
mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang
anorganik.
A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977
Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai
komposisi kimia tertentu atau dalam batas batas dan mempunyai sifat
sifat tetap, dibentuk dialam dan bukan hasil suatu kehidupan.
Secara umum genesa bahan galian mencakup aspek-aspek keterdapatan,
proses pembentukan, komposisi, model (bentuk, ukuran, dimensi),
kedudukan, dan faktor-faktor pengendali pengendapan bahan galian
(geologic controls). Tujuan utama mempelajari genesa suatu endapan
bahan galian adalah sebagai pegangan dalam menemukan dan mencari
endapan-endapan baru, mengungkapkan sifat-sifat fisik dan kimia
endapan bahan galian, membantu dalam penentuan (penyusunan) model
eksplorasi yang akan diterapkan, serta membantu dalam penentuan
metoda penambangan dan pengolahan bahan galian tersebut.
Endapan-endapan mineral yang muncul sesuai dengan bentuk asalnya
disebut dengan endapan primer (hypogen). Jika mineral-mineral primer
telah terubah melalui pelapukan atau proses-proses luar (superficial
processes) disebut dengan endapan sekunder (supergen).

I. Cara Terjadinya Mineral
Mineral merupakan hasil akhir dari proses alam yang kompleks, dimana
karakteristik, Lingkungan Geologi serta Mineral Asosiasinya merupakan

mineral adalah produk seri yang kompleks dari bahan kimiawi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa setiap perubahan dalam kondisikondisi (seperti tekanan. dll) jika salah satunya terganggu akan mengganggu pertumbuhannya atau akan membentuk dirinya melalui perubahan-perubahan di dalam pengaturan inti mineral (seperti kerusakan struktur. kemudian pada suatu saat dalam formasinya selama pertumbuhannya mineral berusaha untuk mencapai keadaan seimbang dengan lingkungannya. Pertumbuhan dimulai melalui :  Bertambahnya atau bertumbuhnya lapisan-lapisan secara berturutturut dari atom-atom/ion-ion yang dikandungnya. b. present inklusi. fase reaksi (kristalisasinya) yang dilewati melalui suatu permulaan dari keadaan atom-ataom yang tidak teratur dalam kurun waktu tertentu atau dengan cara yang homogen. Dilihat dari segi lingkungan formasinya. suhu. Pada percobaan yang dilakukan dari larutan jenuh dapat dilihat bahwa pendinginan yang berangsur-angsur (setahap demi setahap) hanya akan menghasilkan sedikit inti dengan pertumbuhan yang seragam/hampir seragam dalam kristal yang besar. Ketika pendinginan berjalan cepat sebaliknya. Hal ini disebabkan karena jarang sekali ditemukan penghabluran/ pengkristalan yang sempurna.  Pertumbuhan secara berturut-turut dari barisan/deretan atom-atom tersebut dimulai dari keadaan ketidakteraturan inti permukaan kristal. keasaman larutan. Secara fase reaksi (kristalisasi). zonasi kimiawi). yang mana unsur-unsur pokok tersebut akan saling mengikat menjadi unit-unit sel yang tersebar merata secara acak. Inti terbentuk dari sekumpulan materialmaterial unsur pokok dalam mineral.tanda yang dapat menerangkan kondisi sebenarnya dimana ia terbentuk dan kemungkinan terbentuknya pada masa yang akan datang. akan menghasilkan banyak inti dengan kristal yang kecil-kecil pada akhir pertumbuhannya. Growth & Enlargement (Pertumbuhan & Pembesaran) Pertumbuhan dan pembesaran dari mineral hanya akan berjalan jika kondisinya baik (menguntungkan). maka proses kristalisasi pembentukan mineral dibagi menjadi 2 fase. Dari kenyataan ini. kita tidak dapat mengharapkan bahwa di alam kita akan selalu menemukan mineral yang menghablur atau mengkristal dengan bentuk Kristal yang jelas dapat dilihat. . yaitu : a. Nucleation Yaitu pembentukan inti dari mineral yang inti tersebut dapat membesar melalui proses pertumbuhan.

senyawasenyawa yang kurang stabil tidak akan terbentuk atau bila terbentuk akan segera terurai. Hanya senyawasenyawa yang sangat stabil saja yang terdapat sebagai mineral. Hal yang sangat menarik adalah bahwa kerak bumi yang dibentuk oleh lebih dari 80 unsur-unsur.000 tahun untuk mencapat ukuran dimensinya pada masa kini. Komposisi Mineralogi Kerak Bumi Jumlah bentuk mineral suatu unsure dan lingkungan geologi dimana mineral tersebut terbentuk sebagian besar dikontrol oleh banyaknya unsure-unsur dan sifat/cirri khas Geokimianya. Kita harus puas bila menemukan beberapa sisi atau bidang saja.000 – 300. suatu unsure yang sangat sedikit bila dibandingkan dengan kebanyakan unsurunsur Rare Earth. Hal yang sama ke-15 unsurunsur Rare Earth membentuk mineral sangat sedikit. Beberapa mineral terbentuk dalam waktu yang pendek (misalnya kristal-kristal Gypsum). ada Kristal Kuarsa yang panjangnya 50 cm atau bahkan lebih. dan selanjutnya harus dapat menganalisa sendiri untuk menentukan jenis mineralnya. II. sebagai contoh sudah dapat diperhitungkan bahwa beberapa kristal Kuarsa di rongga pegunungan Alpen memerlukan waktu 200. Zircon.Sudah merupakan suatu keuntungan apabila kita dapat menemukan mineral yang setengah jadi saja. Pembatas jumlah mineral-mineral yang lainnya ialah asosiasi Geokimia dari suatu unsure-unsur tertentu. yang mana secara keseluruhan membentuk mineral lebih sedikit daripada Antimony. begitu pula halnya Gypsum dan Beryl dan sebaliknya ada juga kristal Kuarsa. akibatnya kimia kristalnya merupakan suatu unsure tunggal. misalnya sering terlihat pada Kuarsa yang hanya satu ujungnya saja berbentuk piramida dan sebagian tubuhnya/batangnya saja yang terlihat. Genesa/Genesis mineral merupakan tempat atau . Jumlah keseluruhan senyawa anorganik sudah tentu jauh lebih banyak akan tetapi banyak sekali daripadanya yang tidak dijumpai sebagai mineral. hanya mengandung +2000 macam senyawa (yaitu mineral-mineral) dan kebanyakan daripadanya sangat jarang. Ukuran kristal yang terjadi di alam berbeda-beda dan waktu yang diperlukan untuk proses pertumbuhannya juga berbeda-beda. Demikian juga halnya dengan ukuran kristalnya. namun kristal-kristal lainnya mengalami pertumbuhan pada kecepatan kurun waktu geologi yang cukup lama. Apatite yang hanya sepersekian millimeter saja ukurannya. Pembatasan variasi mineralogy akan lebih menyolok bila kita memperhatikan suatu lingkungan geologi tertentu daripada kerak bumi secara keseluruhan. walaupun Rubidium merupakan unsur relatif yang sangat adalah karena proses geologi tidak dapat memisahkan Rubidium daripada Potassium. Maka tidak adanya mineral Rubidium. Hal ini sebagian besar diakibatkan oleh sangat miripnya jari-jari ion dari unsure-unsur Rare Earth dan karakter Lithophilnya yang seragam.

Kisaran jumlah dari mineral-mineral penting yang terdapat dalam batuan beku sangat lebar. contohnya seperti Dunityang hampir seluruhnya tersusun atas mineral olivine. dan Deposit mata air panas. mineral batuan beku dibagi menjadi 3 kelompok. yaitu Batuan beku. maka warna nya akan semakin gelap. Semakin banyak kandungan mineral tersebut.P engelompokkan ini didasarkan pada kandungan dari mineral feromagnesium. biotit. Terdapat 7 kelompok mineral yang terdapat pada batuan beku. dan olivin. Sedangkan. karena masih memiliki waktu yang cukup untuk membentuk itu. urutan kristalisasi. feldspatoid. dan Melanocratic (gelap). Selain itu tekstur pada batuan beku juga mencerminkan kondisi pembekuannya. Lingkungan Magmatik Lingkungan ini mempunyai karakter yang sangat khas. dan menghasilkan batuan beku dengan tekstur faneritik(kasar). Pembekuan kristal yang cepat akan menghasilkan kristal yang kecil. dan pertumbuhan kristalnya. hornblende. piroksen. dan tentunya sangat berhubungan dengan aktivitas magma. Lingkungan geologi tertentu akan memberikan pengaruh tertentu yang tercermin terhadap ukuran butir mineralnya. Ada juga batuan beku yang mengandung hampir 100% mineral yang sama. . Pembekuan yang lambat ini terjadi di dalam perut bumi. lingkungan magmatik ini dibagi menjadi empat tipe.Mesocratic (sedang). Berdasarkan keterjadiannya. viskositas magma. 1. Urat hidrotermal. Tekstur yang dihasilkan adalah afanitik (halus). Batuan Beku Tersusun atas mineral-mineral yang sederhana. Berdasarkan warnanya. yaitu : kelompok kuarsa. Pegmatit. yaitu:  Lingkungan magmatik  Lingkungan sedimen  Lingkungan metamorfik A. pembekuan yang lambat akan menghasilkan membentuk kristal yang besar. kecepatan pembekuan. yaitu memiliki tekanan dan temperatur yang sangat tinggi. yaitu Leucocratic (terang). feldspar. komposisi. Biasanya terjadi di permukaan saat kontak langsung dengan air ataupun udara saat magma keluar. Hal ini disebabkan karena tidak tersedia waktu yang cukup untuk membentuk kristal yang sempurna. Ada 3 macam genesa mineral.lingkungan dimana suatu mineral terbentuk.

Syenit. Berdasarkan tingkat kedalaman dan suhunya. batuan beku dibedakan menjadi 4 jenis. Namun juga dapat berupa suatu massa tak teratur. tekanan volatil akan menginjeksi cairan di sepanjang permukaan lemah pada batuan yang merupakan bagian dari batuan beku intrusi yang sama. yaitu :  Deposit hidrotermal : suhu antara 300-500 derajat C. dan berbentuk tabular. umumnya granit. Dengan demikian. alumunium. deposit hidrotermal dibagi menjadi 3 jenis. Batuan beku asam yang mengandung lebih dari 65% silika. Dicirikan oleh mineral Molibdenit[MoS2]. Kasiterit [SnO2]. mengandung air.  Deposit mesotermal : suhu antara 200-300 derajat C. namun berbeda dalam tekstur.Berdasarkan kandungan SiO2 nya. yang mengisi rekahan pada batuan semula. 2. Mineral yang mecirikannya adalah mineral-mineral sulfida seperti Pirit [FeS2]. yaitu berbutir sangat kasar. Deposit Hidrotermal Merupakan pengembangan dari pegmatit. ex: Granit. Urat kuarsa mengandung emas yang merupakan suatu deposit penting. dengan kedalaman yang menengah. Pegmatit bertekstur khusus. ex: Gabbro. ataupun batuan lain yang sudah terbentuk lebih awal. dan terbentuk di kedalaman yang sangat dalam. Proses hidrotermal ini merupakan suatu proses yang penting dalam pembentukan mineral-mineral bijih. mungkin adalah deposit mesotermal. Cairannya tidak selalu berbentuk cair disebabkan karena konsentrasi volatil. dan zat volatil. Batuan beku basa dengan kandungan silika antara 45%-53%. Pegmatit dan Urat-Urat Hidrotermal Pegmatit ini terbentuk dari cairan silikat sisa proses kristalisasi fraksional yang kaya akan kandungan alkali. Pegmatit granit terutama tersusun oleh kuarsa dan feldspar alkali. 3. Peridotit. serta sejumlah muskovit dan biotit. ex: Dunit. Batuan beku ultrabasa yang mengandung silika <45%. Batuan beku menengah (intermediate) yang mengandung silika antara 53%-65%. Skhelit [CaWO4]. Apabila mencukupi. yang mengganti seluruh atau sebagian batuan. . Kebanyakan pegmatit yang dijumpai berasosiasi dengan batuan plutonik. Ciri-cirinya adalah urat-urat yang mengandung sulfida. Galena[PbS]. ex: Diorit. komposisinya mirip dengan granit.

4. Pada kebanyakan lingkungan pengendapan. piroksen. yang dapat menyebabkan mineral berubah menjadi mineral-mineral baru yang bersifat lebih stabil daripada sebelumnya. Jika terjadi perubahan material batuan yang disebabkan oleh cairan ini. dan silikat gamping. proses yang berlangsung adalah oksidasi karena terkena pengaruh dari atmosfer. dan regional. Mineral yang dijumpai adalah silika opal. Batuan khas dari metamorfisme ini adalah batutanduk (hornfels). sejumlah kecil sulfur. Hematite[Fe2O3]. B. temperatur metamorfisme ditentukan oleh jauh dekatnya dengan intrusi magma. Gas-gas panasnya mengendapkan mineral-mineral seperti sulfur. Faktor lain yang sangat penting dalam metamorfisme adalah aksi dari cairan kemikalia aktif. Mineral pencirinya adalah Perak native [Ag]. Metamorfisme termal adalah tipe metamorfisme adalah tipe yang berkembang di sekitar tubuh batuan plutonik. dan khlorida. Emas native [Au]. Lingkungan Sedimen Proses sedimentasi merupakan perpaduan dari interaksi atmosfer dan hidrosfer terhadap lapisan kerak bumi. 1.Ag)Te2]. Selain itu. sehingga proses yang berlangsung adalah reduksi. deposit fumarol terdapat pada gunungapi yang masih aktif. di beberapa tempat ada yang tidak terkena kontak atmosfer. namun tetap terjadi pada fase padat. Deposit epitemal : terbentuk pada temperatur rendah. Pada tipe ini. mungkin juga terdapat Magnetit [Fe3O4]. dan Realgar [AsS]. Sedangkan. batutanduk terbagi menjadi batutanduk biotit. dan sulfida. Silvanit [(Au. C. Batu ini mempunyai butir yang halus. Tipe-Tipe Metamorfisme & Batuan Metamorf Terdapat 2 tipe metamorfisme. dan terkadang mengandung mineral yang mempunyai kristal yang besar. maka prosesnya disebut dengan metasomatisme. terutama Khlorida Amonium [NH3Cl]. Namun. karena cairan tersebut dapat merangsang terjadinya reaksi melalui larutan dan pengendapan kembali. Deposit Air Panas dan Fumarol Deposit air panas merupakan hidrotermal yang sampai ke permukaan. . Lingkungan Metamorfik Lingkungan ini berada jauh di bawah permukaan bumi dengan suhu dan tekanan ekstrem yang menyebabkan re-kristalisasi pada material batuan. antara 50200 derajat C. Berdasarkan komposisi mineralnya. Dalam proses sedimentasi terdapat fase pelapukan. yaitu metamorfisme termal.

metamorf. dan digantikan dengan Muskovit dan Khlorit.500 km persegi. Dalam batuan metamorf berderajat rendah. Biotit adalah mineral yang paling umum di batuan metamorf. Lingkungan metamorphic dicirikan oleh range temperature dan tekanan yang luas. dan biasanya berseling di antara mineral terang dan gelap. yang merupakan batuan yang berfoliasi kasar. derajat metamorfisme dapat diketahui dengan mineraloginya. dimana materialnya dapat berasal dari semua batuan yang ada sebelumnya. sedimen sebelumnya. Namun. Dalam prakteknya. Tabel. batas antara temperatur setiap derajat metamorfisme tidak dapat diketahui secara pasti. Contohnya. maka akan terpecah pada bidang laminasi tersebut. Batuan khas dari metamorfisme ini adalah Gneiss. mineral plagioklas muncul sebagai albit. Tiap lingkungan ini dapat dibagi lagi menjadi Subsidiary Environmentmenurut variasi kondisi fisik dan komposisi masing-masing mineraloginya tergantung pada temperature dan tekanan kristalisasi serta variasi dari komposisi kimia material-materialnya. Sedangkan Sekis adalah batuan foliasi halus dengan laminasi yang berkembang baik. sekitar 1. jika batuan itu pecah. Oleh karena itu sangat berguna bila kita memperhatikan asal dan asosiasi dari mineral-mineral yang terdapat di dalam ketiga group besar di atas. namun tidak ditemukan di metamorf yang berderajat rendah. Makasemua Lingkungan Sedimentary dicirikan oleh range temperature moderate (umumnya 0 400) dan tekanan yang konstan (tekanan atmosfir) tetapi sumber materialnya mungkin batuan beku. 2. yang akan bertambah kandungan kalsiumnya seiring dengan meningkatnya derajat metamorfisme. Yaitu dengan melihat mineral yang hilang dan muncul secara bersamaan. Lingkungan magmatik dicirikan oleh temperature high-moderatedan variasi tekanan gas yang luas akan tetapi umumnya sangat terbatas dalam komposisi kimia.Metamorfisme regional adalah jenis metamorfisme yang berkembang pada suatu daerah yang sangat luas. sehingga. Proses dan pembentukan jenis deposit Proses Deposit yang dihasilkan . Mineral lain seperi kuarsa dapat ditemukan hampir di semua derajat metamorfisme. Mineralogi Batuan Metamorf Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. faktor utama yang mengontrol derajat metamorfisme adalah temperatur. sehingga tidak bisa dijadikan indikator dari derajat metamorfisme. orebearing veins(mineral-mineral yang ada dalam kerak bumi). yang berupa suaru lapisan yang kontras dengan tebal 110mm.

tenaga-tenaga arus gelombang juga merupakan faktor-faktor pembentuk endapan bahan galian. air laut. Mengenal dan mengetahui proses-proses yang dapat membentuk endapan bahan galian ini sangat membantu dalam pencarian. Disamping air.Proses Deposit yang dihasilkan Konsentrasi magmatik Sublimasi Kontak metasomatisme Konsentrasi hidrotermal Deposit magmatik Sublimat Deposit kontak metasomatik Pengisian celah-celah terbuka Pertukaran ion pada batuan Lapisan-lapisan sedimenter Evaporit. tetapi pada umumnya konsentrasinya (pemekatan dari larutan magma) terlalu kecil untuk dapat diproduksi secara komersial. air tanah maupun air permukaan. air sungai. endapan caliche. Deposit metamorfik Air tanah. Proses-proses yang dapat membentuk endapan bahan galian dapat dikelompokkan sebagai berikut: KONSENTRASI MAGMATIK Beberapa mineral yang terdapat dalam batuan beku yang mempunyai nilai-nilai ekonomis. besarnya cadangan maupun jenis-jenis mineral penyertanya/ikutannya. Olah karena itu diperlukan suatu proses konsentrasi untuk dapat . Contoh : Endapan bijih besi dapat dihasilkan oleh proses difrensiasi magmatik oleh larutan hidrotermal. meskipun berasal dari satu jenis bahan. misalnya logam. Diantara proses-proses/tenaga-tenaga geologi yang bekerja membentuk endapan bahan galian. air magmatik yang panas. garam tanah. Tiap-tiap proses akan menghasilkan endapan bijih besi yang berbedabeda baik dalam hal mutu. Di dalam perannya air dapat dalam bentuk uap air. sinar matahari. penemuan dan pengembangan bahan galian. reaksi kimia. metamorfisme. Konsentrasi residuil Placer. maka air memegang peranan yang dominan. jika terbentuk oleh proses yang berbeda maka akan menghasilnkan tipe endapan yang berbeda pula. proses sedimentasi atau pelapukan. maka temperatur. Sedimentasi Pelapukan Metamorfisme Hidrologi PROSES-PROSES PEMBENTUKAN DEPOSIT MINERAL Proses terbentuknya endapan bahan galian oleh kompleks dan sering terbentuk lebih dari satu proses yang bekerja bersama-sama.

tanpa feldspar dan mengandung olivine. piroksin dan mineral mafik lainnya. untuk menghasilkannya pada saat dalam keadaan magma. batuan ini merupakan batuan ultrabasa yang kaya akan magnesium. 2. tipe deposit yang dihasilkan Intan Magma asal dalam proses pembentukannya bergerak naik ke permukaan bumi akan mengalami penurunan temperatur secara perlahanlahan/normal yang akhirnya akan mengkristal membentuk mineralmineral dengan suhu yang sesuai dengan derajat kristalisasinya. Magmatik Akhir . Di Indonesia Intanditemukan di Kalimantan. Banjarmasin. yaitu suatu proses pemisahan magma dimana magma homogen dalam proses pendinginannya menghasilkan beberapaa fraksi dengan komposisi yang berbeda-beda (magma heterogen).mengumpulkan bahan-bahan tersebut dalam suatu defosit yang ekonomis. merupakan mineral yang sangat keras. kristal yang terbentuk lebih awal memiliki densitas (BJ) yang lebih besar dari larutan magmanya akan turun/mengendap. tipe deposit yang dihasilkan Khrom dan Platina Atau disebut juga diferensiasi kristalisasi. Intan. Kristalisasi tanpa konsentrasi. pertama akumulasi kristal yang terbentuk pada awal kristalisasi dan kedua larutan sisa magma. karena satu kristal tunggal Intan saja sudah cukup berharga dan memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. maka akan terjadi/terbentuk dua fraksi. Konsentrasi tersebut terjadi pada saat batuan beku masih berupa magma karena itu disebut konsentrasi oleh proses-proses magmatik/konsentrasi magmatik. Prosesnya : pada saat magma mengalami penurunan temperatur. yang mana magma tersebut akan terkonsentrasi melalui proses kristalisasi dan pemisahan sehingga menghasilkan endapan deposit seperti Khrom dan Platina. Pengecualian pada Intan. b. Kristalisasi dan pemisahan. tetapi satu kristal tunggal saja sudah cukup berharga. terdapat pada batuan Breksi Pemalite yang mempunyai bentuk butiran kecil. dimana tidak diperlukan konsentrasi. Konsentrasi magmatik dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. dalam hal ini kristalisasi yang berlangsung untuk membentuk tipe deposit seperti Intan tidak diperlukan konsentrasi. umumnya terdapat pada pipa-pipa yang berbentuk bulat pada batuan plutonik/intrusi yaitu Kimberlite. Deposit bahan galian sebagai hasil endapan proses magmatik ini memiliki ciri-ciri adanya hubungan khusus yang dekat dengan batuan beku intrusive dalam atau intrusive menengah. Magmatik Awal a.

Tembaga terbentuk secara magmatik pada tahap yang terakhir dalam bentuk logam dalam korok/gang-gang Kuarsa bersama-sama dengan Pirit dan Galena. Besi terdapat dalam persenyawaan oksida. mengandung air serta volatil-volatil lainnya. Titan dan Khrom Proses-proses pada magmatik tahap akhir akan membentuk/menghasilkan akumulasi dan atau larutan residual dari sisa magma yang belum membeku selama proses perjalanannya naik ke permukaan bumi. Endapan Besi yang berarti harus mengandung kira-kira 50 – 60 % Besi. Pegmatit Sifat kimia dan geologi membuktikan bahwa lelehan sisa dari fraksinasi kristalisasi suatu magma umumnya merupakan suatu cairan silikat yang kaya akan alkali-alkali dan aluminium. ditemukan di Pulau Timor bersama dengan Pirit.a. Bijih Besi terjadi dari pembekuan langsung dari magma maupun dari hasil pelapukan batuan ultra basa. Akumulasi dan pemisahan larutan. Hematite dan Pirit. Besi/Bijih Besi sangat diperlukan dalam industri berat. tipe deposit yang dihasilkan Besi Titan. karbonat dan sulfida. Platina. Nikel ditemukan dalan batuan ultrabasa Peridotite. Residu yang demikian memungkinkan tidak mempunyai kecairan yang biasanya dari suatu lelehan silikat. Logam ini tidak ditemukan dalam peridotite itu sendiri. b. diakibatkan oleh konsentrasikonsentrasi volatil-volatil. akan tetapi sebagai pelapukan batuan tersebut. mineral yang mengandung Nikel ditemukan pada Garnerit dan Pyrhotite. Produksi Nikel terbesar di dunia ditemukan di Canada yang berhubungan dengan batuan basa Norite. tipe deposit yang dihasilkan Nikel dan Tembaga Proses-prose pada magmatik tahap akhir dengan cara akumulasi dan pemisahan larutan magma selama proses perjalanannya naik ke permukaan bumi juga akan menghasilkan endapan-endapan bahan galian yang ekonomis antara lain : Nikel. Cebakan-cebakan primer ini mengandung besi seperti Magnetite. biasanya terdapat dalam tanah yang terletak di atas batuan Basa. Jenis cebakan tembaga yanglangsung berasal dari magma. Sebagai akibat langsung pembentukan magma dapat ditemukan di Sungai Ella KalBar yang ditemukan Besi Kuliah dalam bentuk lensa. Di Indonesia tempat penemuan Nikel terdapat di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Bijih Besi mempunyai nilai ekonomis yang penting kalau prosentasi besinya tinggi. Akumulasi dan atau larutan residual. c. nikel terdapat dalam mineral Pentlandite dalam bentuk lempeng-lempeng halus dan butiran-butiran kecil bersama pyrhotite dan chalcopyrite. Mineral-mineral nikel disini ditemukan dalam Garnerit. Tekanan-tekanan dari volatil ini merupakan .

Tourmalin (Gem quality) dan Kuarsa. tetapi sublimat yang dihasilkan sering jumlahnya tidak cukup banyak untuk dapat ditambang secara menguntungkan. dan bentuk kejadiannya/berbentuk tabular/pipa. Pegmatite dijumpai berasosiasi dengan banyak batuan plutonik.Keperluan industri mineral seperti Feldspar. umumnya dengan Granite yang merupakan hasil fraksinasi kristalisasi suatu magma. Namun kadangkadang disekitar hot spring diendapkan opaline silika/sintersilika yang . perbedaan yang utama ialah dalam teksturnya Pegmatite mempunyai ciri khas ukuran/besar butirnya sangat kasar. Disamping belerang sering juga dapat dijumpai garam-garam klorida dari besi. Batu Mulia (Gemstone) Intan. tembaga. Muscovite. yang secara lokal sering cukup menguntungkan untuk ditambang. seng dan garam-garam dari logam alkali lainnya. Pegmatite-pegmatite granite terdiri terutama dari Kuarsa dan Alkali Feldspar serta sedikit Muskovite dan Biotite. Lithium (Lepidote) dan Tungsten (Wolfromite). Proses ini berhubungan erat dengan kegiatan gunung berapi dan fumarol. maka kandungan mineralnya sangat rendah. ENDAPAN MATA AIR PANAS/HOT SPRING DAN FUMAROLE Hot Springs/Mata Air Panas Yaitu larutan hidrotermal yang mencapai dan muncul di permukaan bumi (larutan hidrotermal adalah larutan sisa magma yang mengandung unsur-unsur logam yang berada di dalam magma). tetapi umumnya relatif sangat kecil untuk dapat ditambang secara menguntungkan.Mineral-mineral yang digunakan sebagai bahan mentah bagi unsur-unsur jarang seperti Berillium (Beril). Belerang adalah bahan galian yang terjadi sebagai akibat proses sublimasi. tanpa melalui fase cair. Peridotite Proses sublimasi merupakan proses yang tidak begitu berarti dalam pembentukan bahan galian. Nisbium dan Tantalum (ColumbiteTantalite). SUBLIMASI 4. yang dapat berupa intrusi yang telah memadat atau batuan sekitarnya. demikianlah komposisinya mirip/sama dengan batuan Granit. tetapi memang ada bahan galian yang terbentuk oleh proses ini. Umumnya hot springs sudah terencerkan/tercampur oleh air tanah. Proses sublimasi menyangkut perubahan langsung dari keadaan gas atau uap menjadi keadaan padat. . Dengan jalan demikianlah terbentuknya pegmatite (suatu massa batuan dengan ukuran butir yang sangat kasar).tenaga penggerak untuk menginjeksikan cairan tersebut ke permukaanpermukaan yang lemah dalam batuan disekitarnya. Garnet (Almandit). Pegmatite secara ekonomis telah dimanfaatkan untuk : . Phlogopit.

Larutan sisa magma ini yang juga disebut larutan hidrotermal. Endapan-endapan hot spring umumnya berasosiasi pada jalur gunungapi dengan sumber panas yang relatif agak dangkal/dimana akan terbentuk daerah-daerah panas bumi yang dipermukaannya teramati sebagai sumber air panas. Fumarole Fumarole pada umumnya berasosiasi dengan aktifitas susulan dari kegiatan gunungapi setelah erupsi/letusan yang sebenarnya. . Adanya larutan yang mampu melarutkan mineral-mineral. banyak mengandung logam-logam yang berasal dari magma yang sedang membeku dan diendapkan ditempat-tempat sekitar magma yang sedang membeku tadi. Solfatar. Larutan ini makin jauh letaknya dari magma makin kehilangan panasnya. Masa air panas yang terbentuk di dalam bumi pada suatu saat akan merembes/mencapai permukaan bumi membentuk sumber-sumber air panas. Adanya tekanan atau rongga pada batuan yang dapat dilewati larutan. Adanya tempat dimana larutan dapat mendepositkan kandungan mineralnya. KONSENTERASI HIDROTERMAL Produk akhir dari proses diferensiasi magmatik adalah suatu larutan yang disebut larutan sisa magma. Biasanya aktifitas susulan dari gunung api (post vulkanik) ditandai dengan gejalagejala di daerah gunungapi berupa : Fumarole. lapangan Fumarole. atau tufa gampingan karena ikut terlarutnya CaCO3. Mofet dan Geyser yang umumnya mengandung jenisjenis asam dan bahan-bahan lainnya pembentuk mineral. b. yang mungkin dapat mengadung konsenterasi logam yang dulunya berada dalam magma.merupakan endapan silika yang terlarut dalam air panas. c. Selain itu juga kadang-kadang diendapakan Sulfur dan sulfida-sulfida dalam jumlah yang kecil. Solfatar dan kubangan lumpur panas. merupakan lingkungan yang terbatas dimana kita dapat menyaksikan proses pembentukan mineral sesungguhnya di alam. sehingga dikenal tipe-tipe deposit :  deposit hidrotermal suhu tinggi di tempat yang terdekat dengan intrusi  deposit hidrotermal suhu menengah ditempat yang agak jauh  deposit hidrotermal suhu rendah di tempat yang terjauh. Lingkungan terbentuknya Fumarole di daerah gunungapi yang masih aktif dimana gasgas panas sedang aktif mengendapkan mineral-mineral. Sebagai contoh : Sulfur Bank di California yang merupakan endapan hot spring yang ditambang sebagai tambang mercury. Syarat-syarat penting untuk terjadinya deposit hidrotermal adalah : a.

sehingga dapat disimpulkan terjadi pada daerah lebih dekat batuan intrusi (Deposit Hipotermal). 2. Seperti endapanporphyry cooperdi Utah dan Arizona. Banyak endapan-endapan mineral penting terbentuk dengan cara ini.d. terdapat di tempat yang terdekat dari tubuh intrusi. dan sering menghasilkan bentuk-bentuk kristal yang baik dari mineral-mineral bijih. LINDGREN. Deposit Hipotermal Terbentuk pada suhu yang cukup tinggi (300 C – 500 C) pada kedalaman yang cukup dalam dari kerak bumi. yaitu : 1. Cavity Filling Deposit Yaitu tipe endapan hidrotermal yang mendepositkan mineral-mineral yang dikandungnya dengan cara mengisi rekahan-rekahan/rongga country rock yang dilaluinya. sehingga dapat disimpulkan terjadi pada daerah yang terjauh dari tubuh intrusi (Deposit Epitermal). Seorang ahli yang mempelajari endapan-endapan Hidrotermal. cukup dalam deposit sehingga Cara-cara mendepositkan mineral-mineral yang dikandungnya : 1. Deposit Mesotermal . Konsentrasi mineral yang menguntungkan kalau ditambang. secara khusus membagi endapan-endapan hidrotermal berdasarkan mineralogi dan caram terjadinya (menunjukkan kondisi asal yang berbeda) menjadi 3 tipe. Tipe-tipe endapan yang dihasilkan vein-vein Cassiterite dan Tungsten serta endapan-endapan Molybdenite. 2. sehingga akan membentuk Deposit Celah (Cavity Filling Deposit). Replacement Deposit Yaitu tipe endapan hidrotermal yang mendepositkan mineral-mineral yang dikandungnya dengan cara mengganti batuan yang telah ada/country rock. Secara umum deposit celah terjadi pada daerah dengan suhu dan tekanan yang rendah. Ada reaksi kimia yang menghasilkan pengendapan mineral baru. Secara umum deposit Replacement terjadi pada kondisi suhu dan tekanan yang tinggi. sehingga akan membentuk deposit pengganti (Replacement Deposit). dimana mineral-mineral bijihnya secara luas tersebar dalam suatu badan/tubuh batuan yang luas. e.

terdapat di tempat yang agak jauh dari tubuh intrusi. cara pengangkutannya. Gold dan Endapan Zinc. Lead. harus ada suatu proses yang mengangkut dan mengumpulkan bahan-bahan hasil rombakan batuan asal. yang kebetulan karena sifat-sifat kimiawi dan fisikanya kemudian menjadi sangat berharga. Deposit-deposti mineral yang terjadi oleh proses ini adalah garam dapur dari penguapan air laut atau air tanah yang asin. tembaga. SEDIMENTASI Proses-proses sedimentasi tidak saja menghasilkan batuan-batuan sedimen. Proses penguapan ini paling baik terjadi di daerah beriklim panas dan kering. lempung pemurni (fuller’s earth atau bleekarde). Jenis batuan asal. Mercury (Cinnabar). pada umumnya akan serupa bagi satu jenis bahan tertentu. Silver (Native Silver dan Silver Sulfida). sebelum diangkut dan diendapkan ditempat lain. gipsum dan anhidrit berasal dari penguapan daerah lagun atau kadang-kadang dapat juga dari daerah rawa-rawa. tanah lempung. dan dari penguapan air tanah dapat diendapkan garam-garam natrium karbonat. Deposit Epitermal Terbentuk pada suhu yang rendah (50C . cara terbentuknya juga sama dengan cara terbentuknya batuan sedimen. garam-garam kalium dari penguapan air laut. Termasuk dalam proses sedimentasi ini pengendapan deposit mineral akibat penguapan (evaporation).Terbentuk pada suhu yang sedang (200C . dan lingkungan pengendapan dimana bahan-bahan tersebut akan diendapkan kembali.200C) pada kedalaman yang tidak terlalu dalam. besi. tetapi dapat juga menghasilkan deposit-deposit mineral berharga seperti mangan. lempung bentonit. air danau atau air pada daerah laut yang tertutup seperti laguna. terdapat di tempat yang terjauh dari tubuh intrusi. Air tanah. tanah diatome. Tipe-tipe endapan yang dihasilkan Antimony (Stibnite). Karenanya.300C) pada kedalaman yang menengah dari kerak bumi. dan secara tidak langsung deposit vanadium-uranium. Tipe-tipe endapan yang dihasilkan Sulfida dari Iron. . Cooper dan Gold bearing vein. batubara. dan akhirnya pengendapan hasil rombakan tersebut pada suatu cekungan pengendapan tertentu. Jadi dalam proses di atas jelaslah bahwa batuan asal haruslah mengalami pelapukan terlebih dahulu. kalsium karbonat. baik pelapukan fisik maupun pelapukan kimia. garam nitrat dan natrium sulfat. Juga sumber-sumber air panas dapat menghasilkan deposit serupa. Meskipun demikian deposit-deposit tersebut sebenarnya juga batuan sedimen. 3. karbonat. harus ada batuan yang bertindak sebagai sumber (asal). Kemudian mungkin saja dapat terjadi alterasi kimiawi ataupun kompaksi dan perubahanperubahan lain pada endapan tersebut. belerang. Zinc. dapat menghasilkan depositdeposit mineral sebagai akibat proses penguapan.

Residu ini dikenal dengan “endapan bauksit”. Mineral yang paling umum terdapat di endapan ini adalah mineral lempung. Contohnya adalah Manganit [MnO(OH)]. 3. Endapan resistat disebut juga sebagai “placer deposit” karena bernilai ekonomi. Resistate Merupakan endapan yang tersusun atas mineral yang tahan terhadap pelapukan. 4. dengan hilangnya kandungan silika. 2.Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ketahanan mineral terhadap pecahan karena pelapukan kimia. sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai sumber dalam perindustrian. berupa aluminosilikat hidrat yang bertekstur filosilikat dengan ukuran butir yang sangat halus. Hydrolysate Terbentuk dari mineral-mineral silikat yang mengalami proses dekomposisi kimia. Mineral-mineral lainnya yang tahan terhadap pelapukan adalah Zirkon [ZrSiO4]. Yaitu. merupakan endapan komersial yang menghasilkan bijih alumunium. yang merupakan hasil oksidasi senyawa besi dalam suatu larutan.H2O)2Mn5O10]. Kadar silika dalam sedimen-sedimen resistat dapat mencapai 90%. Topaz [Al2SiO4(OH. tempat dimana perbedaan basah dan kering sangat kontras. dan Hematit [Fe2O3] yang memberikan warna merah. dan meninggalkan residu berupa oksida alumunium hidrat. Oxydate Merupakan endapan hidroksida feri. yaitu : 1. Contohnya adalah Gutit [HFeO2] yang memberikan warna coklat. sedimen dapat diklasifikasikan menjadi 6 golongan. proses pelapukan akan terjadi lebih baik. Salah satu mineral yang dikenal paling tahan terhadap pelapukan adalah Kuarsa [SiO2]. Bila kedua mineral ini terdapat dalam jumlah yang besar. dan dapat menghasilkan endapan aluminosilikat yang sangat bagus. maka dapat menjadi sangat bernilai karena bijih besinya. Andalusit [Al2SiO5]. Reduzate . Mineral lainnya yang terdapat pada endapan oksidat adalah mangan. dan mengendap. seperti Gibsit [Al(OH)3]. dan Psilomelane [(Ba. Di daerah tropis. sehingga tidak mengalami perubahan.F)2]. lingkungan dan cara terbentuknya. yang sebagian besar tersusun atas MnO2.

Salah satu presipitat laut yang jarang ditemukan. sedimen evaporit dibagi menjadi 2. yang biasanya dijumpai berasosiasi dengan kubah garam dan minyak bumi. Precipitate Endapan ini berhubungan dengan berbagai aktivitas organisme yang mensekresi gamping. namun sangat bernilai dari segi ekonomi adalah Fosforit yang digunakan sebagai sumber pupuk fosfat. Bentuk kalsium karbonat yang paling stabil adalahKalsit. Selain itu. hal itu dapat terjadi apabila strukturnya berubah menjadi lebih stabil. maka dari itu tempat yang paling baik bagi pengendapan jenis ini (karbonatan) adalah di bawah laut. yang di sekelilingnya terdapat mata air yang jenuh akan kandungan CaCO3. air laut di bagian dasar samudera sangat jenuh oleh fosfat kalsium. dan karena terjadi perubahan pada kondisi fisikkimianya.Seperti yang kita ketahui. karena kandungan ion-ion asing. sebagai indikator untuk keadaan yang kering. 6. sehingga kekurangan oksigen. kalsit dan aragonit dapat diendapkan di lingkungan terestrial. akan menyebabkan berkurangnya oksigen. yang dapat digunakan menjadi deposit bijih besi. pengendapan dari bahan rombakan tumbuhan-tumbuhan akhirnya akan berubah menjadi lapisan-lapisan batubara.Terbentuk karena proses reduksi. dan Markasit (pada keadaan yang lebih asam). pengendapan material-material organik. Contoh mineral yang terbentuk adalah Pirit (pada keadaan asam). ataupun tetap menjadi aragonit. Bila sedimentasi dari bahan-bahan lainnya lebih sedikit. Araganit dapat berubah menjadi kalsit. Di laut. maka akan terbentuk lapisan fosforit yang lebih murni. seperti di dalam gua batugamping. memungkinkan terjadinya pengendapan karbonat fero berupa Siderit. Di darat. Endapan ini mempunyai fungsi khusus. Dengan keadaan reduksi yang tinggi. dan terbentuk H2S. yaitu: . 5. Evaporite Proses penting dalam pembentukan sedimen evaporit adalah penguapan. yaitu untuk menginterpretasi sejarah geologi daerah itu. Dengan kondisi yang tenang. biasanya endapan ini terdapat pada daerah palung. Berdasarkan asal mula pengendapannya. namun dapat juga terbentuk Aragonit. Endapan jenis ini jarang sekali dijumpai. Mineral lain yang terbentuk dalam suasana reduksi adalah Sulfur [Cu]. dikarenakan tempat terbentuknya yang terisolir dari atmosfer. walaupun hanya sedikit akan menyebabkan fosforit terpresipitasi.

maka yang pertama kali akan mengendap adalah kalsium karbonat. Apabila air laut menguap pada keadaan yang alami. Dengan berlanjutnya evaporasi. yang bergantung kepada temperatur dan salinitas air laut. terendapkanlah kalsium sulfat. yang dapat berupa gipsum. namun pada keadaan tertentu dapat juga terendapkan garam kalsium dan magnesium.Endapan evaporit marin terbentuk di laut yang disebabkan oleh air laut yang menguap. dan pada giliran berikutnya akan terbentuk halit. . diikuti oleh dolomit. Kebanyakan endapan evaporit terdiri atas kalsium karbonat.

tetapi sangat penting dalam arti ekonomi.Endapan evaporit non marin relatif jarang ditemui. Proses tersebut dapat terjadi pada keadaan yang dangkal. sedang pelapukan fisik lebih menonjol di daerah yang beriklim kering. Pelapukan kimiawi banyak terjadi di daerah yang beriklim basah dan panas seperti di Indonesia ini. menengah ataupun pada kedalaman yang besar. Disamping kedua senyawa tadi. PELAPUKAN Proses pelapukan yang meskipun berjalan lambat tetapi teru-menerus dalam jangka waktu lama. sehingga pada akhirnya batuan dan mineralmineral yang dikandungnya akan mengalami disintregasi sebagai akibat pelapukan fisik dan dekomposisi sebagai akibat pelapukan kimiawi. bromida. dan gipsum. menengah ataupun dalam. Batuan dan Mineral. baik dalam penyebarannya maupun besarnya. DAFTAR PUSTAKA Setia Graha. Doddy. Dalam proses tersebut akan terlihat adanya tekanan dan suhu yang sangat tinggi terutama pada kontak terobosannya. Bandung: NOVA . 1987. karena endapan ini menghasilkan senyawa Boron [B] dan Yodium[I]. KONTAK METASOMATISME Pada saat magma yang pijar dan sangat panas menerobos lapisan batuan. Endapan ini terbentuk di darat karena menguapnya suatu danau garam. antara magma yang masih cair dengan batuan disekitarnya. terkandung pula nitratnitrat. sehingga dikenal adanya batuan beku intrusif dangkal. Pelapukan fisika dan kimiawi terdiri dari bermacam-macam proses yang dapat bekerja sendiri-sendiri ataupun secara bersama sama. magma tersebut makin lama akan makin kehilangan panasnya akhirnya akan membeku menjadi batuan beku intrusif. sejumlah garam kalsium. atau sangat terbatas.

org/msa/ima/ima98(04). A Field Guide to Rocks and Minerals. Frederick H.wikipedia.html http://www. 33. pp. Nickel. New York: Houghton Mifflin Company http://bosstambang.scribd. 689 – 690 .com/doc/130923969/Kelompok-7-Genesa-Mineral-PadaLingkungan-Sedimentary-Dan-Mineral-Lempung http://id. 1988.scribd.Asosiasi dan Genesa Mineral. 1995.minsocam. The definition of a mineral. Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Universitas Palangkaraya .com/Geology/genesa-minerals.pdf Ernest H.com/2012/01/01/genesa-mineral/ http://www. vol.org/wiki/Mineral http://pillowlava. The Canadian Mineralogist. Fahrul Indrajaya ST Pough.com/doc/136663422/Genesa-Mineral http://www.wordpress.