Anda di halaman 1dari 69

PEMBINAAN DAN DISIPLIN PEGAWAI

DALAM PERSPEKTIF UNDANGUNDANG RI
NOMOR 5 TAHUN 2014
TENTANG
APARATUR SIPIL NEGARA
Oleh:
H. MOHAMAD YUNUS, A.Mk., S.Ag., M.Si

KEPALA BIDANG PEMBINAAN PEGAWAI
Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Sukabumi
Sukabumi, 2016
File: UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN

PENGERTIAN
1. Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil
dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah.
2. Pegawai Aparatur Sipil Negara (Pegawai ASN) adalah pegawai negeri
sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat
oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu
jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji
berdasarkan peraturan perundang-undangan.
3. Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang
memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara
tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan
pemerintahan.
4. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah warga
negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat
berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam
rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
(Pasal 1)
2

5. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika
profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme.
6. Sistem Informasi ASN adalah rangkaian informasi dan data
mengenai Pegawai ASN yang disusun secara sistematis,
menyeluruh, dan terintegrasi dengan berbasis teknologi
7. Jabatan Pimpinan Tinggi adalah sekelompok jabatan tinggi pada
instansi pemerintah.
8. Jabatan Administrasi adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi
dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi
pemerintahan dan pembangunan.
9. Jabatan Fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi
dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang
berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
10. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat yang mempunyai
kewenangan melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan,
dan pemberhentian Pegawai ASN.
(Pasal 1)

3

13. Komisi ASN (KASN) adalah lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik. umur.11. asal usul. warna kulit. kompetensi. ataupun kondisi kecacatan. Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan. Sistem Merit adalah kebijakan dan Manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi. ras. (Pasal 1) 4 . agama. dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik. dan pemberhentian Pegawai ASN dan pembinaan Manajemen ASN di instansi pemerintah. pemindahan. jenis kelamin. Lembaga Administrasi Negara (LAN) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang diberi kewenangan melakukan pengkajian dan diklat ASN 14. Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang diberi kewenangan melakukan pembinaan dan menyelenggarakan Manajemen ASN secara nasional 15. 12. status pernikahan.

netralitas. efektif dan efisien. nondiskriminatif. 4.ASAS. (Pasal 2) 5 . 10. SERTA KODE ETIK DAN KODE PERILAKU Penyelenggaraan kebijakan dan Manajemen ASN berdasarkan pada ASAS : . 1. 3. delegasi. proporsionalitas. 5. 2. akuntabilitas. profesionalitas. 7. 9. keterbukaan. keterpaduan. 8. NILAI DASAR. 6. PRINSIP. kepastian hukum.

7. kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. 2.PRINSIP ASN sebagai profesi berlandaskan pada PRINSIP sebagai berikut: 1. (Pasal 3) 6 . kualifikasi akademik. komitmen. 3. 5. 6. kode etik dan kode perilaku. profesionalitas jabatan. integritas moral. jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas. 4. nilai dasar. dan tanggung jawab pada pelayanan publik.

berdaya guna. dan kerja sama. 12. berhasil guna.Nilai Dasar meliputi : 1. mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai. memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah. 4. 5. menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif. (Pasal 4) 7 . dan santun. 8. mendorong kesetaraan dalam pekerjaan. tanggap. menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak. 6. dan 15. memberikan layanan kepada publik secara jujur. 9. menghargai komunikasi. 2. mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik. tepat. mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia. 11. 3. membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian. meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karier. 10. setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah. memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur. 13. mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi. memegang teguh ideologi Pancasila. konsultasi. akurat. 14. 7. cepat.

sopan. melayani dengan sikap hormat. melaksanakan tugasnya dengan jujur. dan tanpa tekanan. 3. (Pasal 5) 8 . 4. bertanggung jawab.Kode etik dan kode perilaku dimaksudkan untuk MENJAGA MARTABAT DAN KEHORMATAN ASN. melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin. dan berintegritas tinggi. melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kode etik dan kode berisi pengaturan perilaku agar Pegawai ASN: 1. 2.

menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab. dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain. efektif. tidak menyalahgunakan informasi intern negara. 7. menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.undangan mengenai disiplin Pegawai ASN. melaksanakan ketentuan peraturan perundang.5. memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN. 9. menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara. 11. kekuasaan. (Pasal 5) 9 . dan efisien. tugas. 8. melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan. memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan. dan 12. status. 10. 6.

PNS. DAN KEDUDUKAN 1. STATUS. Pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara 3.7. Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.JENIS. Pegawai ASN terdiri atas: a. b. 2. yang merupakan Pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai tetap oleh Pejabat Pembina Kepegawaian dan memiliki nomor induk pegawai secara nasional. PPPK. (Pasal 6.8.9) 10 . Pegawai ASN melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan Instansi Pemerintah. merupakan Pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah dan ketentuan Undang-Undang. 4.

FUNGSI. kolusi.12) 11 . dan c. b. TUGAS. Pegawai ASN berperan sebagai perencana. Pegawai ASN berfungsi sebagai: a. b. perekat dan pemersatu bangsa 2. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksana kebijakan publik. 3. dan nepotisme (Pasal 10. c. pelaksana.11. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional. DAN PERAN 1. serta bersih dari praktik korupsi. bebas dari intervensi politik. pelayan publik. Pegawai ASN bertugas: a.

2) jabatan pengawas: bertanggung jawab mengendalikan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pelaksana 3) jabatan pelaksana: bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. 14. 12 (Pasal 13. b. Jabatan Administrasi. Jabatan ASN terdiri atas: a. Jabatan Fungsional.15) .JABATAN ASN 1. Jabatan Pimpinan Tinggi d. Jabatan Administrasi terdiri atas: 1) jabatan administrator: bertanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. dan c.

c) ahli muda. 2) Jabatan fungsional keterampilan terdiri atas: a) penyelia. b) ahli madya. c) terampil.b. b) mahir. dan d) ahli pertama. 1) Jabatan fungsional keahlian terdiri atas: a) ahli utama. Jabatan Fungsional dalam ASN terdiri atas jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan. dan d) pemula (Pasal 18) 13 .

d. Jabatan ASN diisi dari Pegawai ASN. Jabatan ASN tertentu dapat diisi dari: 1) prajurit TNI. dan 3) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.20) 14 .c. dan 2) anggota Polri (Pasal 19. 2) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya. Jabatan Pimpinan Tinggi terdiri atas: 1) Jabatan Pimpinan Tinggi Utama. e.

dan fasilitas. b. cuti.HAK DAN KEWAJIBAN HAK 1. 2. gaji. b. gaji dan tunjangan. c.22) 15 . c. dan e. PPPK berhak memperoleh: a. perlindungan. PNS berhak memperoleh: a. cuti. pengembangan kompetensi. tunjangan. pengembangan kompetensi (Pasal 21. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua. d. dan d. perlindungan.

dan tanggung jawab. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. baik di dalam maupun di luar kedinasan. 3. Melaksanakan kebijakan yang pemerintah yang berwenang.KEWAJIBAN 1. Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan. dirumuskan pejabat 4. kesadaran. 6. Setia dan taat pada Pancasila. dan 8. dan pemerintah yang sah. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian. 2. ucapan dan tindakan kepada setiap orang. seluruh wilayah Negara (Pasal 23) 16 . perilaku. 5. 7. Bersedia ditempatkan di Kesatuan Republik Indonesia. Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. kejujuran.

LAN. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan norma. dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ASN. kode etik. standar. Presiden selaku pemegang kekuasaan pemerintahan merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam kebijakan. dan Manajemen ASN. berkaitan dengan kewenangan penelitian. dan kode perilaku ASN. dan kriteria Manajemen ASN. pembinaan profesi. 2. prosedur. berkaitan dengan kewenangan penyelenggaraan Manajemen ASN.KELEMBAGAAN 1. pembinaan. serta pengawasan atas pelaksanaan kebijakan ASN. berkaitan dengan kewenangan perumusan dan penetapan kebijakan. c. b. KASN. BKN. Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara. berkaitan dengan kewenangan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan Manajemen ASN untuk menjamin perwujudan Sistem Merit serta pengawasan terhadap penerapan asas. koordinasi dan sinkronisasi kebijakan. (Pasal 25) 17 . Presiden mendelegasikan sebagian kekuasaannya kepada: a. pengkajian kebijakan Manajemen ASN. dan d.

d. efisien dan terbuka. menjamin tewujudnya Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN.30) . KASN bertujuan: a. serta penerapan Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN pada Instansi Pemerintah 18 (Pasal 27. memberikan pelayanan secara adil dan netral. dan f. KASN merupakan lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik untuk menciptakan Pegawai ASN yang profesional dan berkinerja. serta bebas dari praktik korupsi. mewujudkan ASN yang profesional. mewujudkan ASN yang dinamis dan berbudaya pencapaian kinerja. ras.KASN 1. dan golongan. 2. berkinerja tinggi. mendukung penyelenggaraan pemerintahan negara yang efektif. menjamin terbentuknya profesi ASN yang dihormati pegawainya dan masyarakat. kolusi dan nepotisme. kode etik dan kode perilaku ASN. dan tidak membedakan masyarakat yang dilayani berdasarkan suku. mewujudkan Pegawai ASN yang netral. dan berfungsi sebagai perekat NKRI. b. c. e.28. agama. serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa. 3. KASN berfungsi mengawasi pelaksanaan norma dasar. sejahtera.

pengusulan nama calon. memeriksa dokumen terkait pelanggaran norma dasar serta kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN. c. melakukan pengawasan atas pembinaan profesi ASN. menjaga netralitas Pegawai ASN.32) serta kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN. meminta informasi dari pegawai ASN dan masyarakat mengenai laporan pelanggaran norma dasar serta kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN. meminta klarifikasi dan/atau dokumen yang diperlukan dari Instansi Pemerintah untuk pemeriksaan laporan atas pelanggaran norma dasar (Pasal 31. b. nilai dasar. serta kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN. KASN berkedudukan di ibu kota negara 5. dan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi.4. KASN berwenang: a. dan e. dan c. pengumuman lowongan. d. melaporkan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Manajemen ASN kepada Presiden. penetapan. KASN bertugas: a. pelaksanaan seleksi. mengawasi setiap tahapan proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi mulai dari pembentukan panitia seleksi instansi. . b. 19 6. mengawasi dan mengevaluasi penerapan asas.

ilmu. ilmu hukum. 1 (satu) orang wakil ketua merangkap anggota. Asisten KASN tidak sedang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. kompetensi. kode etik dan kode perilaku serta diawasi oleh anggota KASN. dan integritas moral. manajemen publik.7. 1 (satu) orang ketua merangkap anggota. (Pasal 35. psikologi. kebijakan publik. 10. dan c. netralitas. 8. dan/atau strata dua (S2) di bidang lain yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia. Asisten KASN dapat berasal dari PNS maupun non-PNS yang memiliki kualifikasi akademik paling rendah strata dua (S2) di bidang administrasi negara. 5 (lima) orang anggota. b.36) 20 . KASN terdiri atas: a. tidak merangkap jabatan. KASN dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dibantu oleh Asisten dan Pejabat Fungsional keahlian yang dibutuhkan 9. pemerintahan. Asisten KASN diangkat dan diberhentikan oleh ketua KASN berdasarkan persetujuan rapat anggota KASN. 12. manajemen sumber daya manusia. 11. serta diseleksi secara terbuka dan kompetitif dengan memperhatikan rekam jejak. Asisten KASN memiliki dan melaksanakan nilai dasar.

KASN dibiayai oleh APBN. Anggota KASN yang berasal dari PNS diberhentikan sementara dari jabatan ASN. (Pasal 37. Anggota KASN yang berasal dari non-pegawai ASN harus mengundurkan diri sementara dari jabatan dan profesinya. Anggota KASN terdiri dari unsur pemerintah dan/atau nonpemerintah 18.38) 21 . 20. 15.13. Kepala sekretariat berasal dari PNS. 14. 19. Anggota KASN yang berasal dari PPPK diberhentikan statusnya dari PPPK. KASN dibantu oleh sekretariat yang dipimpin oleh seorang kepala sekretariat. Kepala sekretariat diangkat dan diberhentikan oleh ketua KASN. 17. 16.

d. dan anggota KASN dari anggota KASN terpilih yang diusulkan oleh tim seleksi. pembinaan profesi. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan/umum. apabila: a. Ketua. dan Manajemen ASN. 2. mengundurkan diri. atau e. tidak mampu jasmani atau rohani slehingga tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai anggota KASN. (Pasal 40) 22 . wakil ketua. 3. untuk masa jabatan selama 5 (lima) tahun dan hanya dapat diperpanjang untuk 1 (satu) kali masa jabatan.Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota KASN 1. menjadi anggota partai politik dan/atau menduduki jabatan negara. Anggota KASN berhenti atau diberhentikan oleh Presiden pada masa jabatannya. wakil ketua. meninggal dunia. dan anggota KASN ditetapkan dan diangkat oleh Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi dalam pelaksanaan kebijakan. c. Presiden menetapkan ketua. b.

e. pengkajian terkait dengan kebijakan dan Manajemen ASN. b. LAN memiliki fungsi: a. melakukan akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan Pegawai ASN. d. baik sendiri maupun bersama lembaga pemerintah lainnya (Pasal 43) 23 . penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kompetensi manajerial Pegawai ASN baik secara sendiri maupun bersamasama lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya. pembinaan pendidikan dan pelatihan kompetensi manajerial Pegawai ASN. c. pengembangan standar kualitas pendidikan dan pelatihan Pegawai ASN.LAN 1.

merencanakan dan mengawasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan Pegawai ASN secara nasional. d. LAN bertugas: a. memberikan sertifikasi kelulusan peserta pendidikan dan pelatihan penjenjangan. membina dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Pegawai ASN berbasis kompetensi. meneliti. mengkaji. c.2. e. dan melakukan inovasi Manajemen ASN sesuai dengan kebutuhan kebijakan. dan g. serta pemberian akreditasi dan sertifikasi di bidangnya dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait. membina jabatan fungsional di bidang pendidikan dan pelatihan. (Pasal 44) 24 . pelatihan teknis fungsional dan penjenjangan tertentu. b. membina dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan analis kebijakan publik. f. menyusun standar dan pedoman penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan.

pensiun.BKN 1. penyimpan informasi Pegawai ASN yang telah dimutakhirkan oleh Instansi Pemerintah serta bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan Sistem Informasi ASN. penyelenggaraan Manajemen ASN dalam bidang pertimbangan teknis formasi. pembinaan penyelenggaraan Manajemen ASN. Badan Kepegawaian Negara adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang diberi kewenangan melakukan pembinaan dan menyelenggarakan Manajemen ASN secara nasional 2. perpindahan antarinstansi. persetujuan kenaikan pangkat. b. (Pasal 47) 25 . BKN memiliki fungsi: a. dan c. pengadaan.

mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan norma. BKN berwenang mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan norma. c. standar. BKN memiliki tugas: a. 4. menyelenggarakan administrasi kepegawaian ASN. dan prosedur manajemen kepegawaian ASN. f. mengendalikan seleksi calon Pegawai ASN. prosedur. dan kriteria Manajemen ASN (Pasal 48. mengelola dan mengembangkan sistem informasi kepegawaian ASN berbasis kompetensi didukung oleh sistem informasi kearsipan yang komprehensif. membina dan menyelenggarakan penilaian kompetensi serta mengevaluasi pelaksanaan penilaian kinerja Pegawai ASN oleh Instansi Pemerintah. standar. dan prosedur teknis pelaksanaan kebijakan Manajemen ASN. b. membina jabatan fungsional di bidang kepegawaian. e. standar. d. dan g. menyusun norma.49) 26 .3.

bupati/walikota. 2. dan pejabat fungsional keahlian utama kepada: a. PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi pembinaan ASN dapat mendelegasikan kewenangan menetapkan pengangkatan. gubernur. dan pemberhentian pejabat selain pejabat pimpinan tinggi utama dan madya. Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit. (Pasal 51. b. Manajemen Pegawai ASN meliputi Manajemen PNS dan Manajemen PPPK.53) 27 . pimpinan lembaga di lembaga pemerintah nonkementerian. sekretaris jenderal di sekretariat lembaga negara dan lembaga nonstruktural. di provinsi. c. di kabupaten/ kota. menteri di kementerian.52. pemindahan. dan e.MANAJEMEN ASN 1. d.

Pejabat yang Berwenang memberikan rekomendasi usulan kepada PPK di instansi masing-masing. sekretariat lembaga nonstruktural.PEJABAT YANG BERWENANG 1. Presiden dapat mendelegasikan kewenangan pembinaan Manajemen ASN kepada Pejabat yang Berwenang di kementerian. 3. sekretaris daerah provinsi dan kabupaten/ kota. sekretaris jenderal/sekretariat lembaga negara. Pejabat yang Berwenang dalam menjalankan fungsi Manajemen ASN di Instansi Pemerintah berdasarkan Sistem Merit dan berkonsultasi dengan PPK di instansi masing-masing. 2. 4. Pejabat yang Berwenang mengusulkan pengangkatan. dan pemberhentian Pejabat Administrasi dan Pejabat Fungsional kepada PPK di instansi masing-masing. (Pasal 54) 28 . pemindahan.

13. penyusunan dan penetapan kebutuhan.MANAJEMEN PNS Manajemen PNS meliputi: 1. pemberhentian. 7. 10. 3. 5. penghargaan. (Pasal 55) 29 . 9. 2. promosi. 6. 8. mutasi. 11. pengadaan. 4. pensiun dan tabungan hari tua. penilaian kinerja. pola karier. penggajian dan tunjangan. dan 14. disiplin. pengembangan karier. 12. perlindungan. pangkat dan jabatan.

3.PENYUSUNAN DAN PENETAPAN KEBUTUHAN 1. Menteri menetapkan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS secara nasional (Pasal 56) 30 . 2. Berdasarkan penyusunan kebutuhan. Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan. Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.

63) 31 . pengumuman hasil seleksi. masa percobaan. 3. pelamaran. pengumuman lowongan. Pengadaan PNS merupakan kegiatan untuk mengisi kebutuhan Jabatan Administrasi dan/atau Jabatan Fungsional dalam suatu Instansi Pemerintah. Calon PNS wajib menjalani masa percobaan (Pasal 58.PENGADAAN PNS 1. seleksi. 4. 5. Pengadaan PNS di Instansi Pemerintah dilakukan berdasarkan penetapan kebutuhan yang ditetapkan oleh Menteri. Pengadaan PNS dilakukan melalui tahapan perencanaan. Pengangkatan calon PNS ditetapkan dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian. 2. dan pengangkatan menjadi PNS. Peserta yang lolos seleksi diangkat menjadi calon PNS. 6.

Masa percobaan dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral. 8. dan b.65) 32 . Instansi Pemerintah wajib memberikan pendidikan dan pelatihan kepada calon PNS selama masa percobaan. dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab. Calon PNS yang diangkat menjadi PNS harus memenuhi persyaratan: a.7. 9. sehat jasmani dan rohani (Pasal 63. Masa percobaan bagi calon PNS dilaksanakan selama 1 (satu) tahun. 10. kejujuran.64. semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan. lulus pendidikan dan pelatihan.

dan Jabatan Fungsional di Instansi Pusat dan Instansi Daerah berdasarkan kualifikasi. mekanisme. kualifikasi. dan pola kerja. kompetensi. PNS dapat berpindah antar dan antara Jabatan Pimpinan Tinggi. Pengangkatan PNS dalam jabatan tertentu ditentukan berdasarkan perbandingan objektif antara kompetensi. 33 . 6. Setiap jabatan tertentu dikelompokkan dalam klasifikasi jabatan PNS yang menunjukkan kesamaan karakteristik.PANGKAT DAN JABATAN 1. 5. PNS diangkat dalam pangkat dan jabatan tertentu pada Instansi Pemerintah. dan penilaian kinerja. pangkat atau jabatan disesuaikan dengan pangkat dan (Pasal 68) jabatan di lingkungan instansi TNI dan POLRI. dan persyaratan yang dimiliki oleh pegawai. dan persyaratan yang dibutuhkan oleh jabatan dengan kompetensi. 2. PNS yang diangkat dalam jabatan tertentu pada lingkungan instansi TNI dan POLRI. 3. PNS dapat diangkat dalam jabatan tertentu pada lingkungan instansi TNI dan POLRI. 4. Jabatan Administrasi. kualifikasi.

2. (Pasal 69) 34 . dan sosial kemasyarakatan. kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat diklat struktural atau manajemen. 3. 5. dan pengabdian kepada masyarakat. dan pengalaman bekerja secara teknis. kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengembangan karier PNS dilakukan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. suku. Moralitas diukur dari penerapan dan pengamalan nilai etika agama. kemampuan bekerja sama.PENGEMBANGAN KARIER 1. b. dan kebutuhan Instansi Pemerintah. kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi diklat teknis fungsional. kompetensi sosial kultural yang diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama. Pengembangan karier PNS dilakukan berdasarkan kualifikasi. 4. Kompetensi meliputi: a. kompetensi. budaya. dan pengalaman kepemimpinan. Integritas diukur dari kejujuran. c. dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan. bangsa dan negara. penilaian kinerja.

dan penataran. Setiap Pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Pengembangan kompetensi harus dievaluasi oleh Pejabat yang Berwenang dan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengangkatan jabatan dan pengembangan karier. seminar. Pengembangan kompetensi setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun rencana pengembangan kompetensi tahunan yang tertuang dalam rencana kerja anggaran tahunan instansi masingmasing. PNS diberikan kesempatan untuk melakukan praktik kerja di instansi lain di pusat dan daerah dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh LAN dan BKN. Pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui pertukaran antara PNS dengan pegawai swasta dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh LAN dan BKN (Pasal 70) 35 . Dalam pengembangan kompetensi. 8.6. 7. 10. 11. kursus. Pengembangan kompetensi antara lain melalui diklat. 9.

kepemimpinan. kreativitas. Promosi PNS dilakukan berdasarkan perbandingan objektif antara kompetensi. dan pertimbangan dari tim penilai kinerja PNS pada Instansi Pemerintah. Promosi Pejabat Administrasi dan Pejabat Fungsional PNS dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian setelah mendapat pertimbangan tim penilai kinerja PNS pada Instansi Pemerintah. tanpa membedakan jender. Tim penilai kinerja PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibentuk oleh Pejabat yang Berwenang. suku. penilaian atas prestasi kerja. 2. agama. (Pasal 72) 36 . dan golongan. kerja sama. dan persyaratan yang dibutuhkan oleh jabatan. kualifikasi. 4. ras. Setiap PNS yang memenuhi syarat mempunyai hak yang sama untuk dipromosikan ke jenjang jabatan yang lebih tinggi.PROMOSI 1. 3.

MUTASI 1. 5. 2. 3. Mutasi PNS dalam satu Instansi Pusat atau Instansi Daerah dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. 8. dan antar-provinsi ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri setelah memperoleh pertimbangan Kepala BKN. antar-Instansi Pusat dan Instansi Daerah. dan ke perwakilan NKRI di luar negeri. Mutasi PNS provinsi/kabupaten/kota ke Instansi Pusat atau sebaliknya. Setiap PNS dapat dimutasi tugas dan/atau lokasi dalam satu Instansi Pusat. satu Instansi Daerah. antar-Instansi Pusat. ditetapkan oleh Kepala BKN. Mutasi PNS antar-kabupaten/kota dalam satu provinsi ditetapkan oleh Gubernur setelah memperoleh pertimbangan Kepala BKN. Mutasi PNS antar Instansi Pusat ditetapkan oleh Kepala BKN. antar-Instansi Daerah. Pembiayaan sebagai dampak dilakukannya mutasi PNS dibebankan pada APBN untuk Instansi Pusat dan APBD untuk Instansi Daerah 37 (Pasal 73) . Mutasi PNS dilakukan dengan memperhatikan prinsip larangan konflik kepentingan. 4. 7. Mutasi PNS antar-kabupaten/kota. antar-provinsi. 6.

mutasi. partisipatif. capaian. (Pasal 75. Hasil penilaian kinerja PNS digunakan untuk menjamin objektivitas dalam pengembangan PNS. 7. 2. hasil. Penilaian kinerja PNS didelegasikan secara berjenjang kepada atasan langsung dari PNS. PNS yang penilaian kinerjanya tidak mencapai target38 kinerja dikenakan sanksi administrasi sampai dengan pemberhentian . serta untuk mengikuti diklat. Penilaian kinerja PNS berada di bawah kewenangan Pejabat yang Berwenang pada Instansi Pemerintah masing-masing. 4. Penilaian kinerja PNS dapat mempertimbangkan pendapat rekan kerja setingkat dan bawahannya. terukur. serta perilaku PNS. Penilaian kinerja PNS bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS yang didasarkan sistem prestasi dan sistem karir. Hasil penilaian kinerja PNS disampaikan kepada tim penilai kinerja PNS.76. dan dijadikan sebagai persyaratan dalam pengangkatan jabatan dan kenaikan pangkat. dan transparan. pemberian tunjangan dan sanksi. dan promosi. dan manfaat yang dicapai.PENILAIAN KINERJA PNS 1. 5. Penilaian kinerja PNS dilakukan secara objektif. akuntabel. 3. 8. dengan memperhatikan target.77) 9. 6. Penilaian kinerja PNS dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi.

Selain gaji. Tunjangan kinerja dibayarkan sesuai pencapaian kinerja. Tunjangan kemahalan dibayarkan sesuai dengan tingkat kemahalan berdasarkan indeks harga yang berlaku di daerah masing-masing. tanggungjawab. 3.PENGGAJIAN DAN TUNJANGAN 1. 2. Tunjangan PNS yang bekerja pada pemerintah pusat dibebankan pada APBN. Pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PNS serta menjamin kesejahteraan PNS. Gaji dibayarkan sesuai dengan beban kerja. Tunjangan PNS yang bekerja pada pemerintahan daerah dibebankan pada APBD.80) 39 . 9. 4. PNS juga menerima tunjangan dan fasilitas. dan resiko pekerjaan. Gaji PNS yang bekerja pada pemerintah pusat dibebankan pada APBN. 5. Tunjangan meliputi tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan. 6. 7. (Pasal 79. 10. 8. Gaji PNS yang bekerja pada pemerintah daerah dibebankan pada APBD.

3. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam kelancaran pelaksanaan tugas. PNS wajib mematuhi disiplin PNS.DISIPLIN 1. 2. Instansi Pemerintah wajib melaksanakan penegakan disiplin terhadap PNS serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan disiplin. PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin. (Pasal 86) 40 .

atau e. b. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban. 2. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini. d. mencapai batas usia pensiun.(Pasal 87) 41 . atas permintaan sendiri. PNS diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat. 3.PEMBERHENTIAN 1. c. PNS diberhentikan dengan hormat karena: a. meninggal dunia. PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.

PNS diberhentikan tidak dengan hormat karena: a. atau d. c. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945.4. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum. b. (Pasal 87) 42 . dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana.

ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana. b. Batas usia pensiun yaitu: a. 6. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi Pejabat Administrasi. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi Pejabat Fungsional. b. PNS diberhentikan sementara. atau c.5. apabila: a. c. 60 (enam puluh) tahun bagi Pejabat Pimpinan Tinggi. diangkat menjadi komisioner atau anggota lembaga nonstruktural. (Pasal 88. diangkat menjadi pejabat negara.90) 43 . Pengaktifan kembali PNS yang diberhentikan sementara dilakukan oleh PPK 7.

Sumber pembiayaan jaminan pensiun dan jaminan hari tua PNS berasal dari pemerintah selaku pemberi kerja dan iuran PNS yang bersangkutan. PNS yang berhenti bekerja berhak atas jaminan pensiun dan jaminan hari tua PNS. 4. sebagai hak dan sebagai penghargaan atas pengabdian PNS. Jaminan pensiun PNS dan jaminan janda/duda PNS dan jaminan hari tua PNS diberikan sebagai perlindungan kesinambungan penghasilan hari tua. 2. meninggal dunia. b. mencapai batas usia pensiun.JAMINAN PENSIUN DAN JAMINAN HARI TUA 1. 5. PNS diberikan jaminan pensiun apabila: a. (Pasal 91) 44 . atas permintaan sendiri dengan usia dan masa kerja tertentu. c. atau e. d. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua PNS mencakup jaminan pensiun dan jaminan hari tua yang diberikan dalam program jaminan sosial nasional. 3.

PERLINDUNGAN 1. jaminan kecelakaan kerja. bantuan hukum. 2. jaminan kecelakaan kerja. dan d. 3. jaminan kematian. Pemerintah wajib memberikan perlindungan berupa: a. Bantuan hukum berupa pemberian bantuan hukum dalam perkara yang dihadapi di pengadilan terkait pelaksanaan tugasnya (Pasal 92) 45 . c. jaminan kesehatan. dan jaminan kematian mencakup jaminan sosial yang diberikan dalam program jaminan sosial nasional. b. Perlindungan berupa jaminan kesehatan.

(Pasal 93) 46 . 5. perlindungan. 6. penetapan kebutuhan. 7.MANAJEMEN PPPK Manajemen PPPK meliputi: 1. 4. gaji dan tunjangan. pemberian penghargaan. pemutusan hubungan perjanjian kerja. disiplin. penilaian kinerja. 2. pengembangan kompetensi. dan 9. pengadaan. 3. 8.

Jenis jabatan yang dapat diisi oleh PPPK diatur dengan Peraturan Presiden. Penyusunan kebutuhan jumlah PPPK dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan. 4. Kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PPPK ditetapkan dengan Keputusan Menteri. 2. (Pasal 94) 47 .PENETAPAN KEBUTUHAN 1. Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PPPK berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja. 3.

Untuk diangkat menjadi calon PNS.PENGADAAN PPPK 1. Masa perjanjian kerja paling singkat 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja. (Pasal 95. pelamaran.97.98. pengumuman hasil seleksi. dan pengangkatan menjadi PPPK. 6. PPPK harus mengikuti semua proses seleksi yang dilaksanakan bagi calon PNS dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi calon PPPK setelah memenuhi persyaratan. Pengadaan calon PPPK dilakukan melalui tahapan perencanaan. 7. pengumuman lowongan. Pengadaan calon PPPK merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pada Instansi Pemerintah.96. 2. 4.99) 48 . 3. PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS. seleksi. 5. Pengangkatan calon PPPK ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian.

PENILAIAN KINERJA PPPK 1. partisipatif. 7. PPPK yang dinilai oleh atasan dan tim penilai kinerja PPPK tidak mencapai target kinerja yang telah disepakati dalam perjanjian kerja (Pasal 100) diberhentikan dari PPPK 49 . Penilaian kinerja PPPK dilakukan secara objektif. dan pengembangan kompetensi. dan transparan. terukur. pemberian tunjangan. 3. Penilaian kinerja PPPK dilakukan berdasarkan perjanjian kerja di tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi dengan memperhatikan target. Penilaian kinerja PPPK didelegasikan secara berjenjang kepada atasan langsung dari PPPK. Penilaian kinerja PPPK dapat mempertimbangkan pendapat rekan kerja setingkat dan bawahannya. 2. dan perilaku pegawai. sasaran. Penilaian kinerja PPPK berada dibawah kewenangan Pejabat yang Berwenang pada Instansi Pemerintah masing-masing. Hasil penilaian kinerja PPPK dimanfaatkan untuk menjamin objektivitas perpanjangan perjanjian kerja. 6. akuntabel. 4. manfaat yang dicapai. 5. hasil.

Gaji dibebankan pada APBN untuk PPPK di Instansi Pusat dan APBD untuk PPPK di Instansi Daerah. 4. tanggung jawab jabatan. 3. PPPK dapat menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (Pasal 101) 50 . dan resiko pekerjaan. Selain gaji. 2. Gaji diberikan berdasarkan beban kerja.PENGGAJIAN DAN TUNJANGAN 1. Pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PPPK.

2. 3. PPPK wajib mematuhi disiplin PPPK. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam kelancaran pelaksanaan tugas. Instansi Pemerintah wajib melaksanakan penegakan disiplin terhadap PPPK serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan disiplin.DISIPLIN 1. PPPK yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin (Pasal 104) 51 .

perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pengurangan PPPK.PEMUTUSAN HUBUNGAN PERJANJIAN KERJA 1. atas permintaan sendiri. c. meninggal dunia. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban sesuai perjanjian kerja yang disepakati. d. (Pasal 105) 52 . atau e. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dilakukan dengan hormat karena: a. jangka waktu perjanjian kerja berakhir. b.

(Pasal 105) 53 . atau c. melakukan pelanggaran disiplin PPPK tingkat berat. tidak memenuhi target kinerja yang telah disepakati sesuai dengan perjanjian kerja. b. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dilakukan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri karena: a. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan tindak pidana tersebut dilakukan dengan tidak berencana.2.

atau d. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dilakukan tidak dengan hormat karena: a.3. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD1945. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun atau lebih dan tindak pidana tersebut dilakukan dengan berencana (Pasal 105) 54 . menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. b. c.

2. jaminan kesehatan. 3. bantuan hukum. jaminan hari tua. d. c. Perlindungan berupa jaminan hari tua. b. jaminan kecelakaan kerja. dan jaminan kematian dilaksanakan sesuai dengan sistem jaminan sosial nasional. jaminan kematian. Bantuan hukum. jaminan kesehatan.PERLINDUNGAN 1. berupa pemberian bantuan hukum dalam perkara yang dihadapi di pengadilan terkait pelaksanaan tugasnya. Pemerintah wajib memberikan perlindungan berupa: a. dan e. (Pasal 106) 55 . jaminan kecelakaan kerja.

Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan secara terbuka dan kompetitif pada tingkat nasional atau antarkabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi. rekam jejak jabatan. 3. dan integritas serta persyaratan lain yang dibutuhkan. rekam jejak jabatan. kepangkatan. kesekretariatan lembaga negara. (Pasal 108) 56 . dan Instansi Daerah dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS dengan memperhatikan syarat kompetensi. diklat. Pengisian jabatan pimpinan tinggi utama dan madya pada kementerian. Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS dengan memperhatikan syarat kompetensi. kualifikasi. kualifikasi. 2.PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI 1. 4. Pengisian jabatan pimpinan tinggi utama dan madya dilakukan pada tingkat nasional. dan integritas serta persyaratan jabatan lain. lembaga nonstruktural. diklat. kepangkatan.

Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi dilakukan oleh PPK dengan terlebih dahulu membentuk panitia seleksi Instansi Pemerintah.110) 57 . Jabatan Pimpinan Tinggi dapat diisi oleh prajurit TNI dan anggota POLRI setelah mengundurkan diri dari dinas aktif apabila dibutuhkan dan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan melalui proses secara terbuka dan kompetitif. Jabatan pimpinan tinggi utama dan madya tertentu dapat berasal dari kalangan non-PNS dengan persetujuan Presiden yang pengisiannya dilakukan secara terbuka dan kompetitif serta ditetapkan dalam Keputusan Presiden. Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Instansi Pemerintah tertentu dapat diisi oleh prajurit TNI dan anggota POLRI sesuai dengan kompetensi berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (Pasal 109. 8. 6. 7.5.

9. Dalam membentuk panitia seleksi PPK berkoordinasi dengan
KASN.
10. Panitia seleksi Instansi Pemerintah terdiri dari unsur internal
maupun eksternal Instansi Pemerintah yang bersangkutan.
11. Panitia seleksi dipilih dan diangkat oleh PPK berdasarkan
pengetahuan, pengalaman, kompetensi, rekam jejak, integritas
moral, dan netralitas melalui proses yang terbuka.
12. Panitia seleksi melakukan seleksi dengan memperhatikan syarat
kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, diklat, rekam jejak
jabatan, integritas, dan penilaian uji kompetensi melalui pusat
penilaian (assesment center) atau metode penilaian lainnya.
13. Panitia seleksi menjalankan tugasnya untuk semua proses seleksi
pengisian jabatan terbuka untuk masa tugas yang ditetapkan oleh
PPK.

(Pasal 110)
58

PENGGANTIAN PEJABAT PIMPINAN TINGGI
1. PPK dilarang mengganti Pejabat Pimpinan Tinggi selama 2
(dua) tahun terhitung sejak pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi,
kecuali Pejabat Pimpinan Tinggi tersebut melanggar ketentuan
peraturan perundang-undangan dan tidak lagi memenuhi syarat
jabatan yang ditentukan.
2. Penggantian pejabat pimpinan tinggi utama dan madya sebelum
2 (dua) tahun dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan
Presiden.
3. Jabatan Pimpinan Tinggi hanya dapat diduduki paling lama 5
(lima) tahun.
4. Jabatan Pimpinan Tinggi dapat diperpanjang berdasarkan
pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi, dan berdasarkan
kebutuhan instansi setelah mendapat persetujuan PPK dan
berkoordinasi dengan KASN.
(Pasal 116,117)
59

5. Pejabat Pimpinan Tinggi harus memenuhi target kinerja tertentu
sesuai perjanjian kinerja yang sudah disepakati dengan pejabat
atasannya.
6. Pejabat Pimpinan Tinggi yang tidak memenuhi kinerja yang
diperjanjikan dalam waktu 1 (satu) tahun pada suatu jabatan,
diberikan kesempatan selama 6 (enam) bulan untuk
memperbaiki kinerjanya.
7. Dalam hal Pejabat Pimpinan Tinggi tidak menunjukkan
perbaikan kinerja maka pejabat yang bersangkutan harus
mengikuti seleksi ulang uji kompetensi kembali.
8. Berdasarkan hasil uji kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi
dimaksud dapat dipindahkan pada jabatan lain sesuai dengan
kompetensi yang dimiliki atau ditempatkan pada jabatan yang
lebih rendah.

(Pasal 118)
60

(Pasal 119) 61 . dan wakil bupati/wakil walikota wajib menyatakan pengunduran diri secara tertulis dari PNS sejak mendaftar sebagai calon. bupati/walikota. DAN WAKIL BUPATI/ WAKIL WALIKOTA Pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan mencalonkan diri menjadi gubernur dan wakil gubernur.PEJABAT PIMPINAN TINGGI YANG MENCALONKAN SEBAGAI GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR. BUPATI/WALIKOTA.

Menteri dan Jabatan setingkat Menteri.123) 62 . Wakil Ketua. (Pasal 121. Wakil Ketua.PEGAWAI ASN YANG MENJADI PEJABAT NEGARA 1. Pegawai ASN dari PNS yang diangkat menjadi Ketua. Ketua. Pegawai ASN dapat menjadi pejabat Negara 2. Ketua. dan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Pegawai ASN dari PNS yang tidak menjabat lagi sebagai Pejabat Negara diaktifkan kembali sebagai PNS. Ketua dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Wakil Ketua. dan Anggota Mahkamah Konstitusi. 3. Kepala perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS. dan Anggota Komisi Yudisial.

Jabatan Administrasi atau Jabatan Fungsional. Gubernur dan Wakil Gubernur. Dalam hal tidak tersedia lowongan jabatan dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun PNS yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat. wakil ketua. wakil ketua. ketua. 6.4. dan anggota DPD. dan anggota DPR. Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota wajib menyatakan pengunduran diri secara tertulis sebagai PNS sejak mendaftar sebagai calon.124) 63 . sepanjang tersedia lowongan jabatan. ketua. (Pasal 123. Pegawai ASN dari PNS yang mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden. 5. PNS yang tidak menjabat lagi sebagai pejabat negara dapat menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi.

(Pasal 127. efektivitas. Sistem Informasi ASN memuat seluruh informasi dan data Pegawai ASN 6. 5. Untuk menjamin efisiensi. mudah diakses.SISTEM INFORMASI ASN 1. 2. Untuk menjamin keterpaduan dan akurasi data dalam Sistem Informasi ASN. setiap Instansi Pemerintah wajib memutakhirkan data secara berkala dan menyampaikannya kepada BKN. dan akurasi pengambilan keputusan dalam Manajemen ASN diperlukan Sistem Informasi ASN. Sistem Informasi ASN diselenggarakan secara nasional dan terintegrasi antar-Instansi Pemerintah.128. 4. 3.133) 64 . Sistem Informasi ASN paling lama tahun 2015 dilaksanakan secara nasional. dan memiliki sistem keamanan yang dipercaya. Sistem Informasi berbasiskan teknologi informasi yang mudah diaplikasikan.

riwayat jabatan dan kepangkatan. data riwayat hidup. h. daftar penilaian prestasi kerja. kompetensi. i. b. (Pasal 128) 65 . riwayat diklat. dan j. d. atau tanda kehormatan. f.Data Pegawai ASN paling kurang memuat: a. riwayat pendidikan formal dan non formal. e. riwayat gaji. c. tanda jasa. surat keputusan. riwayat penghargaan. g. riwayat pengalaman berorganisasi.

Upaya administratif terdiri dari keberatan dan banding administratif. (Pasal 129) 66 . Sengketa Pegawai ASN diselesaikan melalui upaya administratif.PENYELESAIAN SENGKETA 1. 3. Keberatan diajukan secara tertulis kepada atasan pejabat yang berwenang menghukum dengan memuat alasan keberatan dan tembusannya disampaikan kepada pejabat yang berwenang menghukum. 4. Banding administratif diajukan kepada badan pertimbangan ASN. 2.

jabatan eselon Ia kepala lembaga pemerintah nonkementerian setara dengan Jabatan Pimpinan Tinggi utama. jabatan eselon III setara dengan jabatan administrator. 4. jabatan eselon V dan fungsional umum setara dengan jabatan pelaksana. 3. (Pasal 131) 67 . jabatan eselon IV setara dengan jabatan pengawas. 2. dan 6. jabatan eselon II setara dengan Jabatan Pimpinan Tinggi pratama. 5. jabatan eselon Ia dan eselon Ib setara dengan Jabatan Pimpinan Tinggi madya.KETENTUAN PERALIHAN Terhadap jabatan PNS dilakukan penyetaraan: 1.

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku. semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan Undang Undang ini.136. PNS Pusat dan PNS Daerah disebut sebagai Pegawai ASN.KETENTUAN PENUTUP • • • Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku. KASN dibentuk paling lama 6 (enam) bulan sejak UndangUndang ini diundangkan.140) 68 . (Pasal 135.

Terima kasih 69 .