Anda di halaman 1dari 1

Modul PRJL-I Undang- Undang Jalan dan Undang-Undang Jasa Konstruksi

Bab VI : Pengadaan Tanah

BAB VI
PENGADAAN TANAH
6.1. PENGATURAN PENGADAAN TANAH
Dalam peraturan perunfdang-undangan mengenai pertanahan, jalan umum termasuk jalan tol
merupakan parsarana untuk kepentingan umum. Dengan pengertian tersebut, dalam UU No.
38/2004 pengadaan tanah baik untuk jalan umum bukan tol maupun jalan tol dilakukan sebagai
berikut:
q

berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) kabupaten/kota;

harus disosialisakan kepada masyarakat terutama yang tanahnya diperlukan untuk


pembangunan jalan;

pemegang hak atas tanah, pemakai tanah, atau masyarakat ulayat adat yang tanahnya
diperlukan untuk pembangunan jalan berhak mendapat ganti kerugian;

pemberian ganti kerugian dilaksanakan berdasarkan kesepakatan sesuai peraturan


perundang-undangan di bidang pertanahan;

apabila kesepakatan tidak tercapai dan lokasi pembangunan tidak dapat dipindahkan,
dilakukan pencabutan hak atas tanah sesuai peraturan perundang-undangan di bidang
pertanahan;

pelaksanaan pembangunan jalan dapat dimulai pada bidang tanah yang telah diberi ganti
kerugian atau telah dicabut hak atas tanahnya;

untuk menjamin kepastian hukum, tanah yang sudah dikuasai oleh Pemerintah didaftarkan
untuk diterbitkan sertifikat hak atas tanahnya sesuai peraturan perundang-undangan di
bidang pertanahan; dan

pengadaan tanah untuk jalan tol dapat menggunakan dana yang berasal dari Pemerintah dan
atau badan usaha.

Badan Sertifikasi Asosiasi Pusat HPJI-Modul Pembekalan/Pengujian Ahli Perencana Jalan/ Maret 2010

VI - 1