Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN

KEGIATAN MAGANG MAHASISWA

MAGANG MAHASISWA PADA BADAN PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN PERTANIAN DI BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI
PERTANIAN (BPTP) JATIM, MALANG

Disusun Oleh :
Niken Ambarwati

H0812128

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

ii

HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL : MAGANG MAHASISWA PADA BADAN PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN PERTANIAN DI BALAI PENGKAJIAN
TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP) JATIM, MALANG
MAHASISWA :
1. Niken Ambarwati
PEMBIMBING :
1. Nama
2. NIP
3. Program Studi

NIM H0812128 Jurusan Agribisnis

: Susi Wuri Ani SP., M.P
: 198101212008122004
: Agribisnis

INSTITUSI MITRA :
1. Nama Institusi Mitra
2. Alamat
3. Nomor Telepon/Fax`

: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)
Jawa Timur
: Jl. Raya Karangploso Km. 4, Malang, Jawa Timur
: 0341-494052/0341-471255

Waktu Pelaksanaan Magang : 03 Agustus – 04 September 2015
Surakarta,

September 2015

Mengetahui

Menyetujui

Ketua Gugus KMM-FP

Dosen Pembimbing

Dr. Ir. Joko Sutrisno, MP

Susi Wuri Ani SP.,M.P

NIP. 19670824 199203 1 003

NIP. 19810121 200812 2 004
Mengesahkan

Wakil Dekan I Bidang Akademik

Prof. Dr. Samanhudi, SP, M.Si
NIP. 19680610 199503 1 003

Malang. M. Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Pak Ir. Tim Kegiatan Magang Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. selaku Pembimbing Magang di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. September 2015 Penyusun . Prof.P. Bambang Pudjiasmanto MP. Ibu Susi Wuri Ani S. 4. Ir. MP. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penyusun maupun bagi pembaca sekalian. Dengan selesainya Laporan Kegiatan Magang Mahasiswa ini. penyusun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada : 1. Surakarta. selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.. selaku Dosen Pembimbing Magang di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dr. 5. 3. untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sebagai bahan perbaikan.iii KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penyusun mampu melaksanakan kegiatan magang dan menyusun Laporan Kegiatan Magang Mahasiswa ini dengan lancar. Laporan Kegiatan Magang Mahasiswa ini disusun untuk memenuhi tugas sebagai syarat kelulusan Kegiatan Magang Mahasiswa. 2.. Saeri MP.. Teman-teman satu kelompok magang dan semua pihak yang telah berkerja sama dan membantu dalam penyusunan Laporan Kegiatan Magang Mahasiswa ini.

.................. PENDAHULUAN.................................. 1.... 3 3 4 5 III........................................................ i HALAMAN PENGESAHAN..........17 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 10 10 10 10 10 11 12 13 14 ............................................................................................................................................................................................................................................................ v DAFTAR GAMBAR... 17 A................ Penutup........ Metode Pelaksanaan.......... ii KATA PENGANTAR... A...................................................................................................... 2................ B. 1 1 2 II.............................. Profil BPTP Jawa Timur...................... Kondisi Geografis.......................... 7 7 7 8 IV............................................................ Tanaman Tebu..... B................................................................................... Keadaan Personalia....................... Tanaman Kedelai.......... HASIL DAN PEMBAHASAN....................................................... 4..................................................................... 6............................ V.. Analisis Usahatani ................................................................. vi I........ Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan Magang........... 3................................... iv DAFTAR TABEL.............................................. Tugas Pokok dan Fungsi.............................. Malang . Kritik dan Saran............................................................................................................... Kesimpulan........ Tujuan dan Manfaat Magang.................................................................................. A............................iv DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................................................... B............................................. Kegiatan Magang..................................................17 B.............................................................................. C..... Visi dan Misi............................... TINJAUAN PUSTAKA.............................................................. TATALAKSANA KEGIATAN.. B............................ C.................................................................................................. A............................................................... Struktur Organisasi ......................................................... iii DAFTAR ISI............................. Sejarah Singkat BPTP..................................................................... Latar Belakang.............................. Analisis Usahatani Tebu dan Kedelai...................... 5................................................ A...........

.........16 ......15 Tabel 3.. Mojokerto........... Analisis Usahatani Beberapa Varietas Kedelai dalam Tumpangsari Tebu Kedelai di Kecamatan Trowulan. Mojokerto.... Malang Tahun 2015..........................................v DAFTAR TABEL Tabel 1...................8 Tabel 2........................ Catatan Harian Kegiatan Magang Mahasiswa Fakultas Pertanian di BPTP Jawa Timur............ Analisis Usahatani Tebu dalam Tumpangsari Tebu Kedelai di Kecamatan Trowulan............................................

...................13 ...vi DAFTAR GAMBAR Gambar 1..... Bagan Struktur Organisasi di BPTP Jawa Timur...

sistem pertanian maupun teknologi. tumpangsari kedelai bertujuan untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri mengingat komoditas kedelai menjadi penting dan strategis karena sering bergejolak baik penyediaan dan harga. Latar Belakang Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai sebuah Perguruan Tinggi memiliki misi untuk menciptakan lulusan yang berkompetensi. Hal ini dimaksudkan untuk membiasakan mahasiswa untuk bekerjasama dalam sebuah tim. peserta magang tidak membatasi aktivitasnya berdasarkan latar belakang disiplin ilmunya. Di balai inilah tempat pengembangan inovasi.I. Selama berlangsungnya kegiatan magang ini. Selain itu. Kegiatan magang dilakukan di institusi mitra. Berdasarkan pada hal tersebut maka diadakan kegiatan magang mahasiswa yang bersifat intrakurikuler. Dalam magang kali ini akan dikaji mengenai teknologi pertanian model pengembangan tanaman terpadu berbasis tebu dan kedelai (bulai) dalam upaya peningkatan keuntungan usahatani. Hal ini dilakukan untuk mengefisienkan penggunaan lahan yang ada. baik antar sesama peserta maupun dengan staf di institusi mitra dengan latar belakang ilmu yang berbeda. 1 . BPTP Jawa Timur merupakan salah satu institusi mitra yang bergerak dalam pengkajian teknologi pertanian. terutama menjelang hari besar keagamaan sehingga berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan Negara. Kegiatan magang mahasiswa mampu menyelaraskan antara status pencapaian pembelajaran di kampus dengan dinamika perkembangan kegiatan usaha di sektor pertanian dan strategi peningkatan kompetensi mahasiswa setelah lulus dari Fakultas Pertanian. lembaga pendidikan yang berperan dalam pembinaan kepribadian dan mental manusia yang mengarah pada peningkatan daya pikir manusia dan penguasaan ilmu dan teknologi. PENDAHULUAN A. memiliki keunggulan kompetitif. mengingat lahan pertanian yang semakin berkurang luasannya. Pengkajian terhadap suatu teknologi pertanian perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas maupun kualitas di sektor pertanian. yaitu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur.

terkait profesionalisme. Memperoleh pengalaman dalam menghadapi berbagai karakter manusia di lingkup kerja. Mengembangkan mekanisme mawas diri mahasiswa untuk mengetahui kelemahan dan kekuatannya melalui evaluasi diri (self-evaluation) terhadap kinerja selama mengikuti program magang. 4. 6. Tujuan Magang Tujuan kegiatan magang yang dilaksanakan di BPTP Jawa Timur adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan kompetensi diri. Meningkatkan kesadaran akan luasnya kesempatan dan variasi kerja serta menciptakan kontak dengan lapangan kerja. Mengembangkan kepribadian. Mendapat akses terhadap fasilitas peralatan. 2. b. prosedur teknik maupun lainnya yang mungkin tidak dimiliki ataupun tidak diajarkan di Perguruan Tinggi. Mengetahui situasi dan kondisi. serta memahami karakteristik petani di tempat penelitian BPTP. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara langsung melalui penerapan Sistem Pertanian Terpadu (SPT) pertanian terintegrasi dengan komoditas tebu dan kedelai. d. serta dapat melatih manajemen emosi maupun jiwa kepemimpinan dalam “team work”. 5. profil lembaga. Meningkatkan motivasi dan prestasi akademis melalui proses belajar yang dikaitkan dengan situasi kerja yang nyata (learning by doing). 3. kedisiplinan dan keakraban dengan pegawai BPTP. . serta peranan BPTP. Memperat hubungan kerjasama antara universitas dengan industri terkait. rasa percaya diri dan kedewasaan mahasiswa. C.2 B. dan lingkup kerja di lokasi magang. antara lain: 1. c. Manfaat Magang Manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan magang di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur Malang.

Dilihat dari jenis tanah. 2004). 2002). grumosol. Bila dilihat dari statistik luas areal perkebunan tebu. maka sejak mulai tahun 1994 luas tanam tanaman tebu terus mengalami penurunan terutama di Pulau Jawa. maka peningkatan produksi tebu dan kedelai dapat dilakukan bersama-sama melalui pengembangan sistem tanam tumpangsari tebu-kedelai.9 ton/ha dan dengan rendemen 10. 2010). Hal ini terutama disebabkan oleh semakin terdesaknya lahan untuk budidaya tanaman tebu terutama di lahan sawah yang merupakan andalannya.21). Akan tetapi lahan yang paling sesuai adalah kurang dari 500 m diatas permukaan laut. tanaman tebu dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah seperti tanah alluvial.al.. baik di lahan tebu yang saat ini telah ada maupun pada areal pengembangan baru (Soejono. (Indrawanto et.000 (R/C rasio 1. selain itu akar tanaman tebu sangat sensitif terhadap kekurangan udara dalam tanah sehingga pengairan dan drainase harus sangat diperhatikan. Kondisi tanah yang baik bagi tanaman tebu adalah yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.066.185. Drainase yang baik dengan kedalaman sekitar 1 meter memberikan peluang akar tanaman menyerap air dan unsur hara pada lapisan yang lebih dalam sehingga pertumbuhan tanaman pada musim kemarau tidak terganggu. TINJAUAN PUSTAKA A. Lahan sawah merupakan andalan karena biasanya cukup subur sehingga mampu menghasilkan rata-rata hablur 8. latosol dan regusol dengan ketinggian antara 0 –1400 m diatas permukaan laut.33) dan di Pamekasan sebesar Rp 7. Untuk meningkatkan produksi tebu dan kedelai di Jawa Timur tahun 2015 akan dilakukan melalui peningkatan produktivitas dan penambahan areal tanam. 3 . mengingat kedelai pada dasarnya tidak memiliki lahan khusus. Dari pengalaman tersebut. Hasil pengkajian Ernawanto et al. (2013) menunjukkan bahwa usahatani tebu dengan cara tanam juring ganda yang ditumpangsarikan dengan bawang merah mampu meningkatkan pendapatan petani selama tanaman tebu belum panen di Sampang sebesar Rp 11.5 % (Purwono.II. Sistem tanam tebu-kedelai disamping dapat meningkatkan optimalisasi sumberdaya lahan juga mampu mengatasi permasalahan kekurangan lahan untuk tanaman kedelai. Tebu (Saccarum officinarumi) Tanaman tebu tumbuh didaerah tropika dan subtropika sampai batas garis isoterm 20oC yaitu antara 19oLU– 35oLS.000 (R/C rasio 1.

B. disebut additive series. Produksi di tingkat petani rata-rata 1.0 t/ha.4 Dalam bertanam tebu dan tanaman semusim lain secara tumpangsari ada 2 kepentingan. maka hasil tebu boleh turun karena jumlah baris berkurang. 1). Curah hujan yang cukup selama pertumbuhan dan berkurang saat pembungaan dan menjelang pemasakan biji akan meningkatkan hasil kedelai (Nurdin dan Atman. Penanaman kedelai di lahan sawah sesudah panen padi sangat besar artinya dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan sawah tadah hujan atau yang beririgasi sederhana dan irigasi desa sehingga dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).5-3 bulan) juga produksinya di lahan sawah lebih tinggi dibanding di lahan kering. 2006). Sesuai dengan kondisi iklim dan pola tanam yang berlaku dewasa ini maka waktu tanam kedelai di lahan sawah adalah bulan Maret-April (Musim Kemarau I=MK I) atau Juni-Juli (MK II). 1984. max) Kedelai adalah salah satu komoditas pangan bergizi tinggi dengan harga terjangkau.53. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kedelai pada lahan sawah mempunyai prospek yang baik karena selain kedelai berumur pendek (2. Kadang-kadang diikuti pertanaman ketiga apabila memungkinkan yaitu antara bulan Juni-September. yang penting tanaman sela tidak menurunkan hasil tebu karena jarak antarbaris tetap. Bahkan bila dibudidayakan di lingkungan yang subur mampu menghasilkan 2. disebut replacement series (Palaniappan. Sumatera Barat. Tanaman Kedelai (Glycine L.5-3. penanaman kedelai segera sesudah panen padi. asal hasil tanaman sela cukup tinggi. Waktu tanam ini dapat juga disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. 1985). Apabila pihak pabrik gula menyewa tanah petani.2 t/ha sedangkan potensinya mencapai 2 t/ha. Apabila petani menanam tebu di lahannya sendiri. Permintaan akan komoditas ini terus meningkat dari tahun ke tahun. 1998 cit. yaitu 2. Misalnya. pada saat mana curah hujan sudah berkurang namun masih cukup untuk pertumbuhan kedelai. namun kapasitas produksi dalam negeri cenderung menurun dari tahun ke tahun. 2006). Atman. Penanaman kedelai pada waktu yang tepat dapat terhindar dari kendala kekeringan atau kebanjiran serta gangguan hama dan penyakit. yang penting hasil total tanaman penyusun tinggi. 2). walaupun hasilnya rendah tetap menguntungkan. Soemartono.0 t/ha (Atman. Keuntungan lain yang didapat adalah putusnya siklus hidup hama dan .

Pendapatan petani adalah pendapatan tenaga kerja petani ditambah bunga modal milik sendiri. Analisis Usahatani Dalam usahatani. 3. ada beberapa jenis pendapatan berdasarkan sumbernya. Efisien dapat terjadi bila pemanfaatan sumberdaya tersebut menghasilkan keluaran (output) yang melebihi masukan (input) (Soekartawi. yaitu : 1. biaya variabel. Tobing. Kegiatan usaha terutama pertanian pada umumnya . C. 2. dan biaya semi-variabel. Gross Income adalah pendapatan yang belum dikurangi dengan biaya. Biaya operasi dapat dibagi tiga yaitu biaya tetap. 2009). Pendapatan keluarga petani adalah pendapatan tenaga kerja keluarga petani ditambah bunga modal milik sendiri (Prawirokusumo. 5. Pendapatan tenaga kerja petani adalah pendapata pengelola ditambah upah tenaga kerja petani. Pendapatann tenaga kerja keluarga petani adalah pendapatan pengelola ditambah upah tenaga kerja petani dan anggota keluarga yang dihitung. Dan biaya semi-variabel adalah biaya yang di dalamnya terkandung biaya tetap dan variabel (Umar. Dalam Usahatani. 1999). Biaya variabel merupakan biaya yang berubah-ubah sesuai dengan perubahan tingkat produksi. Pendapatan usaha merupakan penerimaan yang dihasilkan dari kegiatan usaha. Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya tetap pada perubahan tingkat produksi dalam menghasilkan keluaran/produk di dalam interval tertentu. seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien untuk tujuan memperoleh keuntungan yang tinggi pada watu tertentu. dan Net Income adalah pendapatan setelah dikurangi biaya. 1995 cit. sedangkan biaya operasinya merupakan pengeluaran karena melaksanakan kegiatan usaha tersebut. 2005 cit. 2006). 4.5 penyakit padi serta dapat melaksanakan usaha optimasi pola tanam di lahan sawah (Atman. Kelayakan usahatani dapat melihat kelayakan dari suatu gagasan yang berasal dari pengusaha secara individu. Tobing. Efektif dapat terjadi bila petani atau produsen dapat mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki sebaik-baiknya. 2009).

1994). terjadinya titik pulang pokok TR=TC tergantung pada arus lama penerimaan sebuah usahatani dapat menutupi segala biaya operasi dan pemeliharaan beserta biaya modal lainnya (Sunarjono. 2000). 2003). Y C = FC + VC Keterangan : Py = harga y (produk) . Kelayakan usaha dapat diketahui dengan menggunakan beberapa kriteria investasi yang umumnya dikenal antara lain. dikenal sebagai perbandingan atau nisbah antara penerimaan dan biaya. Y= produk keluaran (output) FC = Fix Cost (biaya tetap) VC = Variabel Cost (biaya variabel) (Soekartawi. BEP dan R/C (Kasmir dan Jakfar. Dilihat dari jangka waktu pelksanaan sebuah usahatani. Dan R/C adalah singkatan dari return cost ratio.6 mengutamakan financial benefit daripada social benefit. Y) / (FC + VC)} R = Py . Secara matematika dapat dituliskan : a = R/C Jadi a = {(Py . . BEP atau Break Even Point adalah titik pulang pokok dimana total revenue sama dengan total cost.

Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Magang Kegiatan magang ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu 3 Agustus 2015 – 3 Semptember 2015 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dengan alamat Jl. penanaman. Jawa Timur B. perawatan.III. majalah. Referensi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku. jurnal. Raya Karangploso Km. dan internet. TATA LAKSANA KEGIATAN A. 4. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan magang mahasiswa yang berlangsung di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ini menggunakan beberapa metode pengambilan data. Pengamatan dan Praktek Lapang Pengamatan dan praktek lapang dilakukan secara langsung di lahan bertujuan untuk memperoleh gambaran secara lebih jelas mengenai aspek yang dikaji. 7 . Wawancara Wawancara dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab secara langsung yang berkaitan dengan materi magang dan kegiatan yang dipelajari di lapangan kepada pembimbing lapangan dan petani tempat penelitian tumpangsari tebu kedelai. panen. Adapun metode yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: 1. koran. yaitu dengan cara ikut bekerja di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian mulai dari proses pembibitan. dan survey ke petani. 2. Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan dengan mencari referensi sebagai sumber informasi dan data pelengkap dalam melakukan alternatif pemecahan masalah. 3. Kode Pos 65152 Malang.

06 Agustus 2015 Jum’at. Studi pustaka di perpustakaan 6 jam Pemeliharaan kacang panjang di lahan. Kegiatan Magang Tabel 1. dan Studi Pustaka ∑ Jam Kegiatan 4 jam Pemeliharaan kacang panjang di lahan. 2. melihat area tebu kedelai 6 jam Membuat daftar wawancara dan wawancara perhitungan usahatani tebu kedelai 2 jam Upacara hari kemerdekaan RI ke 70 sekaligus pengumuman pemenang lomba dan makan-makan Panen serta pengamatan hasil panen sedap malam 2 jam Rekap data analisis usahatani tebu kedelai. 11. 13. 13 Agustus 2015 Jum’at. 14. 10 Agustus 2015 Selasa. 6. Pemeliharaan kacang panjang di lahan Menyiram tanaman di Screen House dan di lahan 5 jam Menyiram tanaman di lahan. Pemeliharaan kacang panjang di lahan 5 jam Senam bersama. Pemeliharaan bibit di Screen House.8 C. 14 Agustus 2015 Senin. 9. Studi pustaka di perpustakaan 6 jam Pembibitan tomat di Screen House. 03 Agustus 2015 Selasa. 7. 17 Agustus 2015 Selasa. 5. 10. 4. 21 Agustus 2015 Macam Kegiatan Pembukaan. 19 Agustus 2015 Kamis. Catatan Harian Kegiatan Magang Mahasiswa Fakultas Pertanian di BPTP Jawa Timur. 3. Registrasi. 1. Malang Tahun 2015 No. Pemupukan sedap malam 6 jam Panen serta pengamatan hasil panen kacang panjang yang pertama 4 jam Senam bersama. 11 Agustus 2015 Rabu. Panen tomat 6 jam Survei ke lahan di Mojokerto. 18 Agustus 2015 Rabu. Panen serta pengamatan hasil panen sedap malam 4 jam 5 jam 4 jam . 20 Agustus 2015 Jum’at. 15. Panen umbi gladiol 5 jam Menyiram tanaman di lahan. 12. 07 Agustus 2015 Senin. 05 Agustus 2015 Kamis. Hari/Tanggal Senin. 12 Agustus 2015 Kamis. 8. 04 Agustus 2015 Rabu.

Menyiram sedap malam 4 jam Wawancara ke petani di Nganjuk dan Madiun 8 jam Wawancara petani di Ponorogo 6 jam Senam bersama. 20. 27 Agustus 2015 Jum’at. Senin. 1 September 2015 Panen serta pengamatan hasil panen sedap malam. 24 Agustus 2015 Selasa. Menyiram sedap malam. 19. Menali tomat di ajir 5 jam Menyiangi gulma di tanaman kacang panjang. 25 Agustus 2015 Rabu. Studi Pustaka pembuatan laporan magang 5 jam Rabu.9 16. 31 Agustus 2015 Selasa. 22. 18. 24. 25. 28 Agustus 2015 Senin. 26 Agustus 2015 Kamis. 21. 17. 2 September 2015 Kamis. dan kacang panjang 4 jam Pengamatan tomat. 3 September 2015 Rekap data wawancara petani 4 jam Ijin karena sedang sakit .

dengan dua unit kerja yaitu Laboratorium Diseminasi Wonocolo dan Kebun Percobaan (KP) Mojosari. Malang 1.IV. BPTP Karangploso berubah nama menjadi BPTP Jawa Timur. Desember 1994.5 °C. b. HASIL DAN PEMAHASAN A.210/ 6/2001. Sejarah singkat BPTP Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. Sub Balai Penelitian Tanaman Pangan Mojosari. Misi Misi BPTP Jawa Timur ialah : 10 . yang merupakan balai penelitian nasional di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.2 °C . Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.667 meter diatas permukaan air laut. Sub Balai Penelitian Ternak Grati beserta kebun percobaan yang berada di bawahnya. 2. Visi Visi BPTP Jawa Timur adalah penghasil dan penyedia teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi dalam arti luas untuk menunjang pengembangan pertanian berwawasan agribisnis bagi Provinsi Jawa Timur. Kota Malang. 14 Juni 2001. Surabaya. dan Balai Informasi Pertanian Wonocolo. 798/Kpts/OT.210/12/1994. yang secara operasional BPTP Karangploso mulai aktif pada tanggal 1 April 1995. Kondisi Geografis Balai Pengkajian Teknologi Pertanian terletak di Kecamatan Karangploso. Selain itu terdapat kantor-kantor instansi milik pemerintah yaitu Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas). dan berjarak sekitar 4 km dari jalan raya utama kota Malang. Rata-rata suhu udara berkisar antara 22. Menurut letak geografisnya Kecamatan Karangploso terletak pada ketinggian 429 . Letak yang berada di pinggir jalan memudahkan dalam akses transportasi umum. 350/Kpts/OT. institusi ini semula bernama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Karangploso yang merupakan gabungan (merger) dari 16 unit kerja Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian yang ada di Jawa Timur. sehingga sangat cocok untuk daerah pertanian. Unit kerja yang bergabung tersebut adalah Sub Balai Penelitian Hortikultura Malang. Sub Balai Penelitian Hortikultura Tlekung. dan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) 3.24. Profil BPTP Jawa Timur. VISI dan MISI a.

perkebunan. . Tugas Pokok Tugas Pokok BPTP Jawa Timur adalah melaksanakan pengkajian dan perakitan teknologi tepat guna spesifik lokasi bagi semua komoditas pertanian.) untuk memberdayakan petani dalam mengelola usahataninya. baik tanaman pangan. mendiseminasikan dan mempromosikan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil-hasil 3) pertanian yang berwawasan lingkungan dan agribisnis. peternakan dan perikanan dengan teknologi yang bersifat terapan (siap pakai) dengan mempertimbangkan optimasi produksi serta pendapatan petani. LSM 5) dll. swasta.11 1) Menghasilkan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi yang sesuai 2) dengan ketersediaan sumberdaya. Menumbuhkembangkan peran kelembagaan untuk memantapkan ketahanan pangan. Menyediakan. 4) Menjalin kemitraan dengan stakeholders (instansi terkait. 4. Tugas Pokok. dan Fungsi a. Meningkatkan pendapatan keluarga tani dan kesempatan kerja produktif yang berkeadilan. hortikultura. 6) Memberikan masukan untuk penyusunan kebijakan pembangunan pertanian daerah.

Manusia Sesuai data terakhir per 31 Desember 2007. dan 974 m2 untu perumahan. Semakin tinggi jenjang pendidikan maka jabatan fungsional yang dimiliki semakin tinggi. 2) Melakukan penelitian dan pengkajian serta perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi . Lahan seluas 0.466 m2 untuk bangunan.980 m2 untuk emplasemen.309.4 ha tersebar di wilayah kantor BPTP Jatim (8 ha). 35 orang teknisi litkayasa. S2 (master). 9.12 b. 2. 3) Menyiapkan paket teknologi hasil pengkajian dan perakitan untuk bahan penyusunan materi penyuluhan . 21 orang penyuluh. Peneliti dan penyuluh di BPTP memiliki jenjang pendidikan mulai S1 (sarjana). 5. 280 m2 untuk emplasemen. 4) Mengadakan pelayanan teknik kegiatan Pengkajian/penelitian dan perakitan teknologi pertanian 5) Melaksanakan pelayanan tata usaha Balai. 1 ha untuk sawah dan 5. KP Mojosari (30 ha).4 ha digunakan 1. KP Mojosari memiliki lahan yang paling luas dengan pembagian sebesar 7.919 m2 untuk emplasemen. misalnya seorang peneliti berlatar pendidikan S3 memiliki jabatan fungsional sebagai ahli peneliti utama dalam suatu divisi atau laboratorium. Sumberdaya a. 71 orang administrasi. Fungsi Fungsi yang diberikan kepada BPTP ialah : 1) Mengadakan inventarisasi dan identifikasi kebutuhan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi . dan S3 (Doktor).093. Sarana dan Prasarana BPTP Jawa Timur memiliki lahan seluas 38. Laboratorium Diseminasi Wonocolo mimiliki lahan paling kecil dalam lingkup BPTP Jawa Timur.75 m 2 untuk bangunan. 10. 794 m2 untuk perumahan.5 ha untuk tanaman koleksi. dan Laboratorium Diseminasi Wonocolo (0. .83 m2 untuk bangunan.000 m2 untuk perumahan. Lahan seluas 8 ha di wilayah kantor BPTP Jawa Timur digunakan 6. b. dan 25 ha untuk sawah. BPTP Jatim memiliki 56 orang peneliti. dan 2 orang pustakawan.4 ha).

surat-menyurat dan kearsipan. tanggal 14 Juni 2001 tentang reorganisasi dalam lingkup Badan Litbang Pertanian. 6. Sub bagian Tata Usaha mempunyai tgas melakukan urusan kepegawaian. peternakan.140/3/2006. yang diperbaharui dengan Peraturan Menteri Pertanian No. teses (S1 hingga S3). anggaran. . serta laporan. Pertanaman Tebu dan Kedelai Pengkajian usahatani tebu dan kedelai dilakukan di sentra produksi tebu dan kedelai di lahan sawah irigasi Desa Trowulan. dan Manajemen Operasional Berdasarkan SK Mentan No. Analisis Usahatani Tebu dan Kedelai 1. Organisasi. dan perikanan dari berbagai diiplin ilmu. dll mencakup tanaman pangan. perakitan dan pengembangan teknologi tepat guna spesifik lokasi. yaitu eselon III (Kepala Balai) dan dua eselon IV (Subbag Tata Usaha dan Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian).13 Perpustakaan BPTP Jatim mengoleksi 9642 judul terdiri dari buku teks. serta pelayanan sarana pengkajian. majalah/jurnal ilmiah. perkebunan. pengusaha. serta rumah tangga. tetapi juga oleh peneliti dan penyuluh di luar BPTP Jatim. laporab hasil penelitian. Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. keuangan. Sarana perpustakaan BPTP Jatim terdapat di setiap unit kerja tidak hanya di kantor BPTP. pmantauan & evaluasi. Kecamatan Trowulan. informasi. Kelembagaan. program. dan penyebr luasan dan pendayagunaan hasil. Bagan Struktur Organisasi BPTP Jawa Timur B. dokumentasi. siswa. dan pengguna lainnya.: 16/Permentan/OT. perlengkapan. 350/Kpts/OT210/6/2001. hortikultura. Keberadaan perpustakaan ini telah dimanfaatkan tidak hanya oleh peneliti dan penyuluh BPTP Jatim. KEPALA Sub Bagian Tata Usaha Seksi Kerjasama & Pelayanan Pengkajian Kelompok Jabatan Fungsional Gambar 1. peta. struktur organisasi BPTP terdiri dari 2 eselon. penyiapan bahan kerjasama. mahasiswa. dosen.

Kw/0. Rp/0.5 hektar.00 26. Penerimaan Rp/0. Tabel 2. Analisis Usahatani Tebu dalam Tumpangsari Tebu Kedelai di Kecamatan Trowulan. Pertanaman tebu dengan luas 0. selanjutnya ditutup jerami secara merata. Percobaan ini menggunakan rancangan acak petak terpisah (Split Plot Design). sedangkan teknologi budidaya kedelai menggunakan pendekatan PTT dan teknologi petani sekitar. sehingga luas per perlakuan rata-rata adalah 0.000 6. yang merupakan sentra tebu.5 hektar dibagi jumlah perlakuan.5 ha menghasilkan panen 650 kw tebu. Faktor pertama adalah varietas kedelai (ada 3 varietas kedelai yang akan digunakan yaitu : Anjasmoro. sedang jarak antar blok adalah 2 m. bersamaan dengan itu campuran pupuk urea dan phonska diberikan pada jarak larikan 10 cm ditugal.864 atau yang umum ditanam petani setempat. Varietas tebu yang ditanam adalah PS. pada tanah grumosol dengan ketinggian tempat 60 m di atas permukaan laut. Kedelai di tanam dengan jarak tanam.000 Keuntungan Rp/0. menggunakan lahan milik petani dengan luas total sekitar 0. Jarak antar petak perlakuan adalah 2 juring mati. lokasi penelitian akan dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto. Mojokerto Kebun Tebu Tebu Baru Biaya Prod. Grobogan. Penelitian ini menggunakan pendekatan on-farm research/dilakukan langsung di lahan petani dengan melibatkan petani secara partisipatif. dan Wilis).14 Kabupaten Mojokerto.5ha 5 ha 5 ha (000) 15. 2.500 2. Hasil dan Analisis Usahatani Data utama yang diamati adalah hasil tebu dan kedelai serta analisis usahataninya.710.399.88 650 34. Biaya eksplisit harus dihitung karena merupakan pengeluaran uang yang digunakan untuk membayar faktor produksi. terdiri atas 1 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Perhitungan analisis usahatani dihitung dari biaya usahatani yang terdiri dari biaya eksplisit dan biaya implisit. Komponen teknologi budidaya tebu mengacu teknologi PTT menggunakan juring ganda dengan jarak tanam 130 cm x 50 cm dan teknologi petani. Ukuran petak perlakuan 12 x 5 m. Benih ditugal 2-3 biji per lubang kemudian ditutup dengan pupuk organik/bokasi. jajar legowo 40 x 20 x15 cm.5ha (000) R/C Ratio Biaya Produksi Rp/kg 22.750 . Biaya implisit merupakan biaya yang secara ekonomis harus diperhitungkan sebagai biaya produksi meskipun tidak dibayar dalam bentuk uang.

Total biaya usahatani untuk kebun tebu baru sebesar Rp.-. 21. dan varietas wilis sebanyak 5.975 kw.5 ha. Pertanaman kedelai tumpangsari dengan tebu memiliki luas 0. Semakin rendah biaya produksi per kilogram hasil usahatani tersebut semakin efisien dan sebaliknya.53 21.13 6. 15..113. Dari tabel tersebut diketahui keuntungan tertinggi adalah kebun tebu ratoon sebesar Rp.45 kw.040.000 600 32..000.-.5 ha.dan kebun tebu baru sebesar 22.9.083. 15. 24.083 Sumber : Hasil olahan data primer Pada tabel 2 terlihat bahwa biaya produksi Rupiah per kg tebu untuk kebun tebu baru adalah Rp.500. Perbedaan biaya ini terjadi karena tambahan biaya pembelian bibit serta pengolahan tanah yang diperlukan pada kebun tebu baru sementara kebun tebu ratoon tidak perlu pengolahan tanah dan pembelian bibit.sedangkan biaya produksi kebun tebu ratoon sebesar Rp.886. 26.113. Tingkat keuntungan pada masing-masing kebun tebu yang dikaji disajikan pada tabel 2.53 sedangkan kebun tebu baru dengan R/C Ratio sebesar 2. Pada tanaman kedelai memiliki hasil panen untuk varietas anjasmoro sebanyak 5.15 Tebu Ratoon 15..00. Selanjutnya tingkat efisiensi tertinggi adalah kebun tebu ratoon dengan R/C Ratio sebesar 2. Pada saat panen harga rata-rata gula adalah Rp. .000. Hasil analisis usahatani masingmasing varietas kedelai adalah sebagai berikut. hal ini dikarenakan bibit kedelai yang ada tidak mencukupi untuk menanam seluas 0.000.per kilogram.399.000.750.dan pada kebun tebu ratoon sebesar Rp.25 ha dari total luas lahan penelitian 0.136.000 2.000 24.05 kw.-. varietas grobogan sebanyak 6..

327.250. 1.250.327.74. 25 ha 25 ha 1. Mojokerto Varietas Anjasmoro Grobogan Wilis Biaya Prod. Kecamatan Trowulan.45 250 Penerimaan Rp/ha (000) Keuntungan Rp/ha (000) R/C Ratio Biaya Produksi Rp/kg 3.500 1.4.500 1. Selanjutnya tingkat efisiensi tertinggi pada masing-masing varietas adalah Grobogan.721..500.dan terendah varietas Wilis sebesar 2.997. Rp. Semakin rendah biaya produksi per kilogram hasil usahatani tersebut semakin efisien dan sebaliknya.92 sedangkan yang terendah adalah varietas Wilis.92 286.-.97 375 5 1.825 Sumber : Hasil olahan data primer Pada tabel 3 diatas terlihat bahwa biaya produksi Rupiah per kg biji kedelai terendah adalah varietas Grobogan yaitu Rp.500.250 1. Analisis Usahatani Beberapa Varietas Kedelai dalam Tumpangsari Tebu Kedelai di Desa Trowulan.736.89 290.875 1.271 3.hal ini karena tambahan biaya panen dan prosesing masing-masing varietas besarnya berbeda. R/C Ratio sebesar 1.5.9.25 1.05 250 1. sehingga mempengaruhi total biaya yang dikeluarkan oleh petani.591..276.997.16 Tabel 3.551.74 315.983 2.500. Kw/0. Dari tabel tersebut diketahui keuntungan tertinggi adalah varietas Grobogan sebesar Rp.721. Tumpangsari tebu dan kedelai dapat memberikan tambahan hasil bagi petani.per kilogram. Tingkat keuntungan pada masing-masing varietas yang dikaji disajikan pada tabel 2.286.. 5.734. sebesar Rp. 3.25 1. Penanaman kedelai dapat memberikan tambahan hasil selagi mengisi kekosongan waktu menunggu panen tebu. 1.-. 5. Rp/0. 316.dan terendah adalah varietas Wilis. 286. Hal ini terjadi karena pada monokultur tebu sampai umur 3 bulan pertama belum dapat memberikan hasil... 6. .736.sedangkan biaya produksi tertinggi adalah varietas Wilis sebesar Rp. Total biaya usahatani tertinggi adalah varietas Anjasmoro. Pada saat panen harga rata-rata kedelai adalah Rp. R/C Ratio sebesar 1.

Areal pertanaman kedelai hanya seluas 0.17 V.5 ha terdiri dari tanaman tebu baru dan tebu ratoon. PENUTUP A. Tujuan dari tumpangsari tebu kedelai adalah untuk memberikan tambahan hasil bagi petani dan memperluas areal pertanaman kedelai yang ada saat ini. Seharusnya peneliti memberikan bibit kedelai tambahan kepada petani untuk mencukupi areal pertanaman 0. 2. Hal ini terjadi karena petani mendapatkan penghasilan dari panen kedelai selama waktu tunggu panen tebu. Pertanaman tebu di dalam lahan petani seluas 0. Pertanaman kedelai yang memiliki efesiensi lebih tinggi adalah varietas grobogan.25 ha karena kurangnya bibit yang diberikan dari peneliti kepada petani. 3. peneliti dapat memberikan penyuluhan dan bukti keberhasilan tambahan pendapatan kepada petani. Dalam rangka penerimaan inovasi teknologi tumpangsari tebu dan kedelai. Saran 1. Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari kegiatan magang di BPTP : 1. Biaya yang dikeluarkan untuk kebun tebu baru lebih besar daripada kebun tebu ratoon. B. 17 . Hal ini terjadi karena pada kebun tebu baru memerlukan biaya untuk pembelian bibit yang harganya mahal dan biaya pengolahan tanah. Pertanaman tumpangsari tebu kedelai dapat memberikan tambahan hasil bagi petani.5 ha agar dapat memberikan tambahan hasil dan memudahkan dalam perhitungan analisis usahatani. 2.

Analisis Kelayakan Usahatani Wortel (Studi Kasus Desa Sukadarma Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo. Siswanto. Kebijakan Industri Gula Pandangan Dari Sisi Agronomi. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.XI. 2009. Bogor. Paper Seminar Nasional Agronomi dan Pameran Pertanian. 2006. Purwono. Teori Ekonomi Produksi. Penerbit Kencana Prenada Media.DAFTAR PUSTAKA Atman. Jurnal Ilmiah Tambua Vol V. 2010. Studi Kelayakan Bisnis. Budidaya dan Pascapanen Tebu. Seumatera Barat.. Sumatera Utara).L.T. Soejono. Indrawanto. Soekartawi.Syakir. dan Widi Rumini. 1994. Kasmir dan Jakfar. Jakarta. Pengembangan Kedelai pada Lahan Masam di Sumatera Barat. A.. Penerbit ESKA Media.. Kajian Jarak Antarbaris Tebu dan Jenis Tanaman Palawija dalam Pertanaman Tumpangsari. 2002. Tobing. Jakarta Purwono. M. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Medan . Dina A.S. 2004. Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 2003. Chandra.

32 LAMPIRAN .

Penyiangan rumput pada pertanaman tebu . Foto areal Tumpang sari Tebu Kedelai sisi depan Gambar 4. Foto areal Monokultur Tebu Gambar 1.33 Foto Kegiatan Selama Magang Gambar 2. Foto wawancara petani Gambar 3.