Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Semua individu mempunyai kebutuhan dasar untuk menjalin hubungan dengan orang lain
dalam menjalani hidupnya. Komunikasi merupakan upaya individu dalam menjaga dan
memprtahankan individu untuk tetap berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi seseorang
adalah suatu proses yang melibatkan perilaku dan interaksi antar individu dalam berhubungan
dengan orang lain. Komunikasi merupakan komponen penting dalam praktik keperawatan.
Mendengarkan perasaan klien dan menjelaskan prosedur tindakan keperawatan adalah contoh
tehnik-tehnik komunikasi yang dilakukan oleh perawat selama praktik. Komunikasi merupakan
proses yang dilakukan perawat dalam menjaga kerjasama yang baik dengan klien dalam
membantu memenuhi kebutuhan kesehatan klien, maupun dengan tenaga kesehatan lain dalam
rangka membantu mengatasi masalah klien. Kelemahan dalam berkomunikasi merupakan
masalah yang serius baik bagi perawat maupun klien. Perawat yang enggan berkomunikasi
dengan menunjukkan raut wajah yang tegang akan berdampak serius bagi klien. Klien akan
merasa tidak nyaman bahkan terancam dengan sikap perawat atau tenaga kesehatan lainnya.
Kondisi ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan klien. Komunikasi
yang efektif merupakan sukses perawat dalam membantu mengatasi masalah klien. Perawat
tidak lepas dari proses komunikasi karena dalam menjalankan perannya perawat perlu
berkolaborasi dengan tim kesehatan yang lain.
1.2.Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Bagaimana pengertian hubungan antar manusia?
Bagaimana fungsi dan prinsip-prinsip komunikasi?
Bagaimanakah faktor-faktor yang menentukan terjadinya interaksi sosial?
Bagaimana hal-hal mendasar yang perlu dalam pengembangan Helping Relationship?

1.3. Tujuan
1

4. Untuk Mengetahui pengertian hubungan antar manusia 2.1. Untuk Mengetahui hal-hal mendasar yang perlu dalam pengembangan Helping Relationship . 3. BAB II 2 . Untuk Mengetahui faktor-faktor yang menentukan terjadinya interaksi sosial. Untuk Mengetahui fungsi dan prinsip-prinsip komunikasi.

Mary Parker Follet menekankan bahwa dalam kordinasi perlu persetujuan bersama dan tidak berdasar kewenangan atau pengarahan. yang membedakan baik dan buruk. yang berhubungan dilingungan diluar dirinya.  Teori sifat 3 . Ego hasil pertentangan antara id dan suoerego ini mewujudkan ego yang mendamaikan konflik kedua faktor tersebut. Henry Dennison menggeser konsepsi kewenangan berdasarkan struktur dan menganjurkan untuk lebih mementingkan hubungan antarmanusia. Teori perkembangan kepribadian Ada tiga teori berkaitan dengan perkembangan kepribadian yaitu psikonalitik.. dan menerapkan menejemen partisipasi 1. Dalam diri setiap orang terdapat id. manajer mempunyai kewenangan apabila bawahan menerima atau memberikan kewenangan tersebut. Superego adalah bagian dari jiwa manusia yang mengandung unsur ideal.  Teori psikonalitik Teori ini di kemukakan oleh sigmund freud.Barnard.1. yang mengatakan bahwa untuk dapat memahami kepribadian seseorang kita harus melihat ke dalam diri orang tersebut. dengan pokok-pokok pikiran yang dikemukakanpara ahli seperti Chaster I. Mary Parker Follet dan Henry Dennison. apa yang menjadi dasar prilakunya. teori sifat yang sering dikemukakan yaitu teori kebutuhan.superego dan egp.Barnard menekankan perlunya konsensus atau kesepakatan dalam koordinasi.PEMBAHASAN 2. Id adalah naluri untuk mencari kepuasan bagi dirinya sediri. Sedang Chaster I. Hubungan Antar Manusia (HAM) Secara historis hubungan antar manusia sebagai antar manusia sebagai ilmu dipelajari di Amerika sejak tahun 1920-1930. senang dan tidak senang.

Menurut teori ini ifat seseorag sudah ada sejak lahir. keadaan kejiwaan seseorang misalnya emosional. Sikap memiliki tiga komponen utama yaitu : kognitif. keagamaan . efektif. Sikap seseorang terhadap sesuatu hal tertenu dapat menghasilkan perilaku tertentu.dan perilaku.Dalam hal lain . c) Perilaku . anggota keluarga. Beberapa sifat manusia di dlam organisai yang perlu diketahui apara menajer menurut Harold koontz.  Teori Kebutuhan Seseorang mau berbuat sesuatu karena di dorong oleh sesuatu kebutuhan tertentu. Berkaitan dengan interaksi seseorang dengan orang lain atau sesuatu hal . 2.dapat menggambarkan cara bertidaknya. tenang . Sehingga dapat dikatakan bahwa manajer dan bawahanya adlah merupakan /berasal dari suatu sistem masyarakat yang saling memerlukan dan berhubungan satu dengan yang lain. warna mata. dalam pendektan biologis teori ini beranggapan bahwa sifat genetik seseorang atau sifat keturunan dapat membedakan seseorang dengan orang lain. menyenangkan dan tidak menyenangkan dan sebagainya. buruk. Sikap ( Anttuide) Sikap atau attituude dapat diartiakn sebagai suatu cara bereaksi seseorang terhadap suatu rangsagan yang timbul dari seseorang atau situasi tertentu. b) Afektif adalah komponen yang menyangkut pencarian alasan mengapa ada anggapan sesuatu itu baik . 4 . Teori ini seperti di kemukakan dalam Teori Hirarki Kebutuhan Maslow . tempat dan sebagainya) sehingga kita dapat mengenalnya. Cyrill O’Donnell dan Heinz Weinrich adlah bahwa : 1. barang . perasaan dan norma. etika dan matabat masing – masing yang merka ingin hal itu diakui dalam organisai. misalnya warna rambut. Sikap Seseorang merupakan perpadua pengalaman masa lampau dengan keadaan lingkungan saat ini . Individu tidak hanya terbatas sebagai bagian dari organisasi saja. anggota lembaga mayarakatt dengan pola pikir . Setiap individu mempuyai persaan yang berilai . Mereka adalah juga anggota masyarakat .Sifat seseorang dapat membedakan orang tersebut dengan orang lain. tradisi. a) Kogitif adalah proses pengamatan terhadap sesuatu ( orag . berapi – api . McClelland dan sebagainya. suka cemas . bentuk tubuh tertentu akan menggambarkan perilaku seseorang.

filsafat dan pengalaman – pengalaman empiris. agama . misalnya dengan peneliatian sejarah . tujuan . disiplin dan sebagainya. manusia dianggap sama . 4. Perilaku Manusia Perilaku manusia dapat dipelajari denga bermacam – macam cara . seseorang pemimpinn yangefektif akan memperlihatkan baik – baik motif staf dan pegawainya waktu bekerja untuk selanjutya sebagai dasar pertimbangan dalam meyesuaikan kebutuhan atau tujuan stafnya degan kebutuhan maupun tujuan organisainya. 3. tanggung jawab. dan kepribadian yang berbeda. Manusia tidak ada yang sama Seringkali di dlam organisasi . Juga tentang pembentukan kebribadian . Dalam pencapaian tujuan organisai. ilmu yang memepelajari perilaku manusia norma dari berbagai aspek . Motif Seseorang bekerja tentu mempunyai latar belakag kebutuhan . Tentang motivasi telah dikemukakan. perilaku. tindakan dan motivasi. misalnya tentang ketakutan akan peraturan . Sosiologi . Manusia adlash manusia Pegawai diperhatikan sebagai manusia seutuhnya dengan segala kekurangan maupun kelebihan dengan latar belakang keluarga . Namun yang dimaksud dlam ilmu perilaku manusia adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki perilaku berdasar fakta – fakta dengan metode keilmuan . Mereka haruslah diperlukan secara pantas sesuai degan martabatnya. tidak semestinya seorang manajer merendahkan martabat dan diri bawahan . pegetahuan dan stamina maupun potensi. persepsi dan pemecahan masalah . suatu studi keilmua tentang interaksi manusia yang menitikberatkan pada kelompk . Namun perlu diingat bahwa manusia itu bersifat unik mempunyai perbedaan kebutuhan . Sehingga mendapat perlakuan sama . antara lai : Psikologi. sosiologi diperlukan dalam membahas interaksi kelomok dalam organisasi. Martabat manusia dan stamina petig diperlukan .2.sebagai motif yag mendorongny untuk bekerja . bakat. 3. pendidikan . ambisi . Dipandang dari sudut perilaku orgaisasi . 5 . berfikir . terutama yang penting adalah yang berkaitan dengan proses belajar . maksud dan tujuannya sendiri .

Sebagian besar orang merupakan tipe – tipe ini. terbuka. pendiam. 3. ilmu yang menganalisa lembaga – lembaga atau kelompok – kelompok kemasyarakatan . Jung pada dasarnya dapat dibedakan dalam tiga golongan mnurut pusat atau arah perhatian nya : 1. Orang sepeti ini pada umunnya mempnyai ciri – ciri : lebih memperhatikan kepentingan orang dari pada sirinya . Tipe Ombiverse orang memiliki kedua sifat terbsebut . Jung Manusia Menurut D. maka psikologi sosial mempelajari perilaku manusia dlam kelompok – kelompok kecil. 2. Secara ringkas disimpulka sebagai berikut : a.  Studi Hawthorne Dlam penelitian diperusahaan Hawthoee . c. Dengan ciri – ciri . manusia bukan hanya sekedar suatu unsur penunjang mesin.  Studi D. Graves 6 .Psiko Sosial. Tipe Extraverse atau biasa disebut oang “ Extrovert “ . b. orang seperti ini lebih banyak memusatkan atau mengarahkan perhatiannya pada dirinya sendiri. mesin . Perilaku yang baik atau wajar trhadap karyawan lebih berpengaruh dengan peningkatan produktivitas kerja dibanding upah kerja . Tipe Intraverse atau bias disebut orang “ Interovert “ . Dalam Penelitian itu . Bahwa Masalah manusia hanya dpat diselesaiaka secara manusia dengan menggunakan alat –a lat dan data data – data kemanusiaan pula. penggembira. perhatian orang tipe ini lebih terarah kepada k\sekelilinganya. Suka Menyendiri.  Studi Clare W. yang dikenal dengan “ Theory Of Humn Science “ disebutkan bahwa dlam perusahaan faktor manusia khusus yang menyangkut perasaaan dan sikap pegwai adalah penting untuk meningkatkan produktifitas . egois. ramah. Bahwa moral atau semangat kerja yang erat berhubunga dengan mental pekerja besar peranan dan pengaruhnya pada prodktivitas kerja. Upah merupakan suatu hal yang penting. kurang bisa bergaul. Chicago oleh elton Mayo .Kepentingan Pribadi lebih didahulukan dari pada kepentingan umum .

Ia cenderuang mengendalikan diri dan tertib Perilaku Organisasi Perilaku organisai yang mempelajari perilaku manusia dalam organisai dirasakan semakin penting diketahui oleh para manajer .Menuru Clare W. Motif prestasi dan harga siri c. 3) Tipe Kejutan Orang ini sadar dan tajut aka perubahan keadaaan diri dan lingkungan yang sedikit dipahaminya. lebih suka kebersamaan daripada masalah material dan pribadi 6) Tipe Agresif indivisualistis  Keyakinan dirinya besar  Bertanggung jawab  Berorientasipada tujuan. 4) Tipe Agresif dan gila Kuasa  Tak suka tradisi dan kemapanan  Lebih suka mengatur dirinya sendiri  Motif : kekuasaan dan prestise pribad  Keamanan diabaiakan nya  Sulit diatur 5) Tipe sosio Sentris Suka suasana yang menyenangkan dalam tim atau kelompok . Motifnya sekedar dapat mempertahankan hidup . Perlindungan satatus quo peraturan – praturan . prosedur – prosedur yang dapat mengamankan dirinya. Graves. Ada yang menyebutnya sebagai perilaku administrasi dan sebagainya yang sejenis . bukan sarana  Tak suka tugas yang yang dipaksaka  Motifnya adlaah prestasi  Orang ini berkemampuan untuk menjadi pimpinan puncak. Motif yng penting aman . suka hal – halyang mistik dan aneh – aneh. 7 . namun terdapat kesamaan pandang yaitu bahwa kesemuanya mempelajariperilaku manusia dalam organisasi yng menyangkut proses kerjasama uantuk mencapai tujuan tertentu. 7) Tipe Indivisualistis dan suka damai a. mausia dapat dibedakan dalam tujuan tipe perilaku: 1) Tipr autistik Orang yang tak punya semangat dan tak bisa dimanfaatkan atau diberdayakan 2) Tipe Animistik Sadar ingkungan tapi tak paham . Acuh tak acuh pada penghargaan orang lain d. Juga berorientasi pada tujuan b.

Richard Hachman. Manajer yang berpandanagan demikian akan berlaku secara rasional. Menurut Edgar H. menganggap perilaku manusia sangat dipengaruhi lingkungan . Menurut pandangan ekonomis . 8 . Pandandangan rasional atau emosional Manusia Sebagai makluk yang berperilaku rasional. c.Model – Model Manusia Berbagai model manusia disumsikan dan dikemukakan oleh para ahli . 2. asumsi – asumsi model manusia adalah : 1. Asumsi Kompleks Bahwwa manusia bersifat kompeks dalat berubah – ubah pada setiap saat dan mempunyai motif yang mirip. Porter . yang berpengaruh dalam perilaku para menajer antara lain : 1. tindakan seseorang disorong oleh faktor – faktor ekonomi . a. seseorang ingin penampilan dan perwujudan dan potensisnya sendiri secara optimal. Karena Manusia pada umumnya pasif . b. Seseorang manajer yang berpandangan demikian akan memicu bawahannya untuk menggunakan potensi dan kegiatannya untuk mencapai tujuan. Pandangan behavioral atau fenomenal. menekan emosi pribadi. Model Pandangan yang bertentangan Empat model pandangan ini disusun oelh Lyman W. Asumsi Sosial Perilaku manusia didorong oleh kebutuhan sosial 3. Asumsi aktualisasi diri Bahwa manusia membutuhkan suatu kebutuhan yang paling dasar bertingkat – tingkat sampai yang tertinggi ( sebagai terori tingkat kebutuhan dari maslow 4. Oleh karenanya rangsangan ini perlu dikendalikan oeleh organisasi . manajer beranggapan uang adalah dorongan yang baik bagi bawahan dan mendorong persaingan memperebutkannya antara bawahan. perlu di pengaruhi da di dorong 2. Edward E. dan dari segi kemanusiaaan. Menurut pandanagn akualisasi diri. Asumsi Rasional ekonomis Bahwa tingkah laku manusia terutama didorong oleh rangsangan ekonomis. Scein . pimpinan akan mempertimbangkan lingkungan dalam mengubah perilaku bawahan. mengabaiakan perasaan sendiri . Lawier III dan J. Pandangan ekonomis atau aktualisasi diri. Pandanagan behavioral.

Pengertan “ Human Relations” ( hubungan Manusiawi ) Human Relations banyak diartikan sebagai hubungan antar manusia ( HAM ) atau hubungan manusia . dinamis dan luwes. Model Dukungan ( Supportive ) Model ini mengandalkan kepemimpinan manajer dari pada uang dan kekuasaan . d. Namun hal ini tentu saja terbatas. Model Perlindungan ( Custodial ) Pimpinan menganggap pemberian uanga adalah sebagai imbalan kerja. Dimaksud hubungan manusia disini bukan berarti hubungan manusia . manajer membantu bawahan dalam pencapaian tujuan dan menekankan partisipasi bawahan dalam proses manajerial. statis dan kaku . akibatnya produksi menurun. akibatnya manajer selalu memberikan perintah – perintah bawahan selaalu mengikutinya secara otomatis. namun peranya pasif.d. bersifat pesimis . Tak Ada inisiatif . Pekerja Menghendaki jaminan sosial dan amat tergantung pada perusahaan . Teori X dan teori Y dari McGregor Pandangan dari Teori X dan Terori Y telah dikemukakan dalam motivasi Teori X . b. Model Kolegial Manajer dan staf serta pegawai bekerja sama secara kolegial dalam suatu tim . sedangkan teori Y lebih bersifat optimis . Pandangan Manajer terhadap teori tersebut akan menentukan perilakunya terhadap bawahan.3. 3. manajer memandang hanya kekuasaanlah sattu – satunya alat untuk mencapai tujuan . 2. masing – masing bertanggung jawab dan memebrikan kontribusinya dalam mencapai tujuan organisasi. Di maksud hubungan manusa di sini bukan berarti hubungan dalam arti fisik namun lebih 9 . Model Otomatis Pendorong model ini terutama adlah kekuasaan . c. Model Perilaku dlaam Pandangan Khusus Keith Davis Mengemukakakn empat model mengenai perilaku manusia dalam suatu organisasi perusahaan : a.

“ Human Relations “ Pentaing bagi para menajer untuk mencegah atau mengobati luka seseorang karena akibat miscommunication ( slah komunikasi ) tau akibat misinterpretation ( salah tafsir ) yang terjadi antara pimpinan dan pegawai .menyangkut hubungan hati nurani . 10 . sehingga dapat menggairahkan kembali semangat kerja dan meningkatkan produktivitas. 4. Dapat menghilanngkan hambatan komunikasi.Prinsip – Prinsip “ human relations “ Agar bisa tercipta dan membina hubungan antar manusia yang serasi .4. sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hari pada kedua belah pihak. 2. Terjemah yang mungkin lebih mendekati adlaah hubungan ag bersiiat manusia atau hubungan manusiawi. Manusia itu pada dasarnya adlah makhluk yang egois.5. Suasana kerja yang menyenangkan. Karenanya harus dijaga jangan smpai ia berusaha mencapai tujuan pribadinnya dengan meluapkan tugas dana 2. tau antara organisasi senan masyarakat luar.Manfaat atau pentinganya “ Human Relations “ 1. 3. kita seharusnya memahami dan mamapu menerapkanprinsip – prinsip human relatioans yang baik. antara lain: 1. Pengertian “ Human Realitions” adalah arti luas adalah Komunikasi Persuasif yang di lakuakan oleh seseorang kepada yang lain secara tatap muka ( face To Face ) dalam segala situasi dan adlam semua bidang kehidupan . 5.tujuan individu di dlam organisasi tersebut. individu maupun masalah umum organisasi . Pimpinan dapat memecahkan masalah bersama pegawai baik maslah yang meyangkut 2. “ Human Relations “ Dalam arti sempit adlah komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada yang lain secara tatap muka dalam situasi keja ( Work Situation ) dan organisasi kerja ( work Organization ) dengan maksud untuk membangkitkan kegairahkan dan kegiatan dengan semangat kerja sama yang produktif dengan perasaan puas bahagia. Adanya singkronisai antara tujuan organisasi dengan tujuan . 2. kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Mencegah salah satu penge Mengembangjan sifat posistif dan konstrukstif yang ada pada pegawai.

Indiator terhadap Prinsip-Prinsip “ Human Relations “ Ada beberapa petunjuk yang bisa dipakai apakah pimpinan suatu orgaisasi telah menerapaka prinsisp – prinsisp “ Human Relations” dengan Baik : 1. 6. Untuk itu pengertian. misalnya melalui :  Pendidikan dan latihan untuk peningkatan kualitas. atasan terhadap bawahan . Moral yang tinggi Disiplin tinggi Tidak banyak penelewengan. ventilasi yang cukup  Perilaku yang adil . yairu kepengabdiannya diakui.3. “ The right man in the right place “ Tempatkan seseorang sebagaimana mestinya. penghargaan dan perasaan 6. sesama bawahan dan loyalitas para anggota kepada organisai. Kembangkan kemampuan bawahan sampai tingkat maksimal .  Lingkungan kerja yang cukup .7. Mereka igin diperlukan secra terhormat. sesama atasan .6. 4. 4. kebersamaan. Manusia bawahan bukan mesin. daling menghormati dan menghargai. kebutuhan – kebutuhannya( material dan nin material) dipuaskan dan kemampuannya di kembangkan. 5. tidak rutun dan menjemukan  Hubungan kerja yang erat . keinginan dipertahankan . 2. 5. 2.mal dan informal antara pimpinan dan pegawai.Penerapan “ Human Relations” Dalam Penenrapanya kegiatan – kegiatan dalam human relations mencakup: 11 . penuh tantangan . memegang peranana yang menetukan. Pimpinan organisasi harus dapat mencapai keseimbanagan antara informalitas dan formaslitas dalam hubungan kerja. 2.  On The Job Training  Tour of Duty  Tour Of Area Pengakuan dan penghargaan atas pelaksanaan tugas dengan baik. 7. Keseimbangan hubungan antaa for. Adanya loyalitas bawahan terhadap atasan . dan keserasian atara informalitas dengan formalitas. Adanya kegairahan bekerja Sifat hubunga kerja yang luwes . Ini antara lain meliputi :  Pekerjaan yang menarik . Jaga 8. 3. jangan samapai terjadi “ Occupational incompetence” Gaji . upah atau penghargaan sesuai dengan jasa yang diberikan. alat – alat yang lengkap .

Koferensi staf juga bertujuan untuk memeberikan “ sense of participatio” dan “ sense of 4.Staff Relations Segenap kegiatan yang dilakukan oleh pucuk pimpinan dengan para staf ( semua unsur pimpinan ) dalam suatu organisasi untuk mendapat .Tujuan : 1. mmelihara dan memupuk kebersamaan segenap staf hingga di dapatkan pemuasan kebutuhan. Menumbuhkan adanya salig membutuhkan dan dibutuhkan.1. Hubunga natara pimpinan dengan para pegawai. “ Labour relations “ . belonging “ Menerbitkan buletin atau majalah ilmiah maupun keluarga .1. 2. Mengadakan program pengembangan staf ( staff development) .7. Meningkatkan hubuga yang erat atara pimpinan dangan staf. “ Personel relations “. setiap waktu secara rutin Koferensi staf Biasanya diadakan sekali setahun . Dewasa ini untuk koferendi staf terdapat berbagai macam istilah seperti : rapat pimpinan .  Kegiatan – kegiatan “ Staff relations “ amtara lain : 1. Memupuk rasa tanggung jawab bersama para staf dan pimpinna terhadap maju 3. 7. antara staf dengan staf sehingga tidak saling mencurigai atau menjelek – jelekkan . Hubungan pimpinan dengan staff yang lain. majemuk ( terdapat beberapa top manajer ) “ Staff relations “ . 6. 2.  . Menanamkan rasa kepercayaan atara staf dengan pimpinan . rapat kerja . kebutuhan psikologis . musyawrah kerja. 4. rapat dinas. 3. hubungan pimpinan atau manajer dengan serikat pekerja. baik kebutuhan ekonomi . 4. Meningkatkan dedikasi dan loyalitas tehadap organisasi Adanya kebersamaan dan meningkatka kerjasams. kebutuhan sosial maupun kebutuhan spiritual. sense o f succes” dan “ sence of Belonging “ “ Staff meeting “ Tujuannya antara lain utuk mendapatkan “ Sense of Participation “ di mana diadakan 3.staf diberi kesempatan untuk maju sehingga menimbukan “ 2. mundurnya suatu organisasi. untuk meningkatka pengetahuan dan hubungan informal. Hubungan anatara pucuk – pucuk pimpinan dalam suatu organisasi yang bersifat 2. misalnya dengan pendidikan dan pelatihan. baik pimpinan dengan sataf ( vertikal 5. 12 . ) maupun antara staf yang satu dengan yang lain ( horizontal ).

Beberapa kegiatan tambahan dalam “ personnel relations” misalnya: 1. Arisan pegawai. a) Konseling terarah Konseling terarah terpusat pada konselor .  Tujuan konseling adalah mamabntu seseorang untuk memecahkan masalahnya tergantung pedekatannya.” Public address system” Mengadakan “ Suggestion plan “ . pengumuman . Mengadakan “ Conselling “ 3. 2. 10. biasanya pula disebut sebagai “ the counselor centered approach” b) Konseling Tak Terarah 13 . 8. 9. Konseling merupakan komunikasi antar pesona. asuransi kesehatan dan sebagainya. Mengadakan program penyebaran informasi .7. untuk itu bisa dilakuakn dengan menempatkan kotak saran ( suggestion Box ) di tempat yang dianggap strategis da mudh dicapai. Aktivitasterutama pada konselornya bukan pada konseli ( couselee) .7. mendirikan koperasi. Megadakan fasilitas kerja yang menyenangkan dan ergonomis Mengadakan program rekreasi.“ Personnel relations “ Secara harfiah istilah “ Personnel relations” dapat diartian sebaga hubungan antara pimpinan dengan pegawai ( pegawai = sataf + pegawai yang lain ) Tujuan dan kegiatan “ Personnel relations “ sama denga “ staff relations” hanya “ personnel relations” menyakut seluruh pegawai.5. Mengadakan kunjugan silahturahmi Menyediakan transportasio bagi karyawan ke tempat kerja. Majalah ini sebaiknya diberika kepda para anggota secara Cuma – Cuma. 6. konseling dapat secara langsung terarah ( directive counseling ) atau tak langsung terarah ( non directive counseling ). yaituu suatu program untuk memberikan kesempatan kepada para pegawai untuk memebrikan suara kepada pimpinan .Teknik “Human Relations “ dengan Konseling Kegiatan “ Human Relations “ Sering dilakukan dengan teknik konseling ( counselig ) . 7. antara lain meliputi : papan 2. 2.3. Kesejahteraan sosial pegawai .2.

14 . sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hari pada kedua belah pihak. “ Human Relations “ Dalam arti sempit adlah komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada yang lain secara tatap muka dalam situasi keja ( Work Situation ) dan organisasi kerja ( work Organization ) dengan maksud untuk membangkitkan kegairahkan dan kegiatan dengan semangat kerja sama yang produktif dengan perasaan puas bahagia. mendorong konseling menyelesaikan maslah sendiri. Akticitas lebih banyak dilakukan oleh konseli. membantu . pendekatan jenis ini terpusat pada konseli.1.Konseling tak terarah disebut pula “ the counselee centered approach”.KESIMPULAN “ Human Realitions” adalah arti luas adalah Komunikasi Persuasif yang di lakuakan oleh seseorang kepada yang lain secara tatap muka ( face To Face ) dalam segala situasi dan adlam semua bidang kehidupan . BAB III PENUTUP 3. Konselor hanya membimbing saja .

Drs. Mencoba untuk memahami kebutuhan dan keinginan masing-masing individu. DAFTAR PUSTAKA Gallatin. Kanisisus 1978. Verbeek Sj.3. Pengamatan. yudith E. Sheefer david R. Haugthon miffu ncompany. Boston. Yogyakarta. 1976. Richard G. Adolescence and individuality A conceptual Aproach to adolescent psychology.2. Californi 15 .SARAN Untuk menjalin suatu hubungan yang baik dengan klien kita harus bisa memahami diri sendiri. 1975 Warga. Personala Awareness. Development Psicology.