Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama dimana orang tua
bertindak sebagai pemeran utama dan panutan bagi anak. Proses itu dapat dilakukan
dalam bentuk pendidikan, pengasuhan, pembiasaan dan keteladanan. Pendidikan
karakter dalam lingkup keluarga dapat juga dilakukan kepada komunitas calon orang
tua dengan penyertaan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam pengasuhan
dan pembimbingan anak. Disinilah pentingnya orang tua dalam pembentukan dan
pendidikan karakter bagi anak, utamanya seorang ibu.1
Hal ini dapat dijadikan pegangan setelah mengkaji bagaimana teori kelekatan dari
John Bowlby menjelaskan bahwa hubungan orang tua dengan anak akan bertahan
cukup lama dalam rentang kehidupan manusia selanjutnya diawali dari kelekatan
anak pada ibu. Bila sang anak mengalami kekurangan kasih sayang dari ibu, akan
menyebabkan kecemasan, kemarahan, penyimpangan perilaku, dan depresi bagi sang
anak. Kelekatan orang tua dan anak dengan didalamnya melakukan internal working
model menekankan pada pembentukan karakter yang kuat, maka diprediksikan anak
akan berperilaku sosial yang positif, emosi yang sehat dan memiliki jiwa yang kuat
pada masa remajanya kelak.2
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi dan efektivitas perkembangan
sehingga proses presisi. Secara khusus, perkembangan anak merupakan bagian
penting untuk memprediksi perilaku masa depan, kepribadian dan kecerdasan anak
dan, dengan demikian, sejumlah besar penekanan ditempatkan pada elemen yang
berkontribusi terhadap pematangan seorang anak yang, pada akhirnya, membentuk
masa remaja mereka. Dalam perkembangan anak, prinsip utama yang dikenal sebagai
'perlekatan' atau ‘attachment’ telah muncul dan itu adalah proses ini yang secara aktif
terlibat dalam keberhasilan atau penghambatan pembangunan dalam anak.3
Reactive attachment disorder (RAD) adalah konsekuensi potensial dari perlekatan
tidak aman yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan anak untuk bersosial dan
secara emosional terlibat dengan orang lain, sementara juga memiliki dampak besar

1

pada kemampuan kognitif. Sementara RAD memiliki banyak misteri yang belum
terpecahkan, penyebab dan efek pada pengembangan dan implikasi pendidikan tetap
baik diteliti dan, melalui ini, pentingnya awal, perlekatan yang aman pada anak-anak
akan meningkat.3,4
Gangguan perlekatan reaktif (reactive attachment disorder) pada masa bayi
dan masa anak-anak awal adalah gangguan interaksi dan hubungan sosial yang
didasarkan pada pengasuh yang jelas tidak mampu – yaitu, menelantarkan kebutuhan
fisik dan emosiaonal dasar anak atau sering berganti pengasuh yang menghalangi
ikatan yang adekuat.5

2

atau perlindungan. Pengertian Kelekatan Pola relasi antara orang tua-anak pada masa bayi dan kanak-kanak sangat menentukan pola kepribadian dan relasi antar-pribadi pada masa dewasa.7 Teori kelekatan Bowlby dipengaruhi oleh teori evolusi dalam observasinya pada perilaku hewan dan teori Etologi tingkah laku lekat pada 3 . Kemudian formulasi yang lebih lengkap dikemukakan oleh Mary Ainsworth pada tahun 1969.7 Kelekatan didefinisikan sebagai perilaku yang terorganisir pada anakanak yang dirancang untuk mencapai kedekatan fisik untuk pengasuh di saat anak mencari kenyamanan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. anak memiliki pengenalan akan identitas dirinya yang mendalam juga akan menjadi benih pertumbuhan kepribadiannya di masa dewasa.6 Kelekatan merupakan suatu ikatan emosional yang kuat yang dikembangkan anak melalui interaksinya dengan orang yang mempunyai arti khusus dalam kehidupannya. biasanya orang tua. Istilah kelekatan atau perlekatan (attachment) untuk pertama kalinya dikemukakan oleh seorang psikolog dari Inggris pada tahun 1958 bernama John Bowlby. dukungan. pemeliharaan. Sejak usia satu tahun. Kelekatan biasanya muncul di bagian akhir dari tahun pertama kehidupan dan dibuktikan oleh orang asing dan kecemasan perpisahan. Salah satu unsur pola relasi yang penting antara orang tua-anak pada masa bayi dan kanak-kanak disebut pola pertautan (attachment). Pengembangan hubungan keterlekatan yang aman adalah penting untuk kesehatan mental individu.

Sebaliknya bayi juga dipersiapkan untuk merespon tanda. yang bertahan lama sepanjang rentang hidup dan berkonotasi dengan kehidupan sosial. Tangisan bayi merupakan teriakan minta tolong ketika bayi merasa sakit atau takut.8 Sinyal-sinyal itu antara lain tangisan bayi dan senyuman bayi. Hasil dari respon biologis yang terprogram ini adalah anak dan ibu akan mengembangkan hubungan kelekatan yang saling menguntungkan (mutuality attachment). Ibu dan anak secara biologis dipersiapkan untuk saling merespon perilaku. isapan akan mendatangkan reaksi ibu dan perlindungan atas kebutuhan bayi. manusia sering membentuk kelompok-kelompok kecil dan bekerja sama untuk mengusir predator yang mengancam hidupnya demi melindungi anggotanya yang sakit dan masih muda. menggenggam. anak-anak manusia memerlukan mekanisme untuk menjaga mereka tetap dekat dengan orang tuanya. Dalam menjalani hidupnya. maka orang tuanya merasakan cintanya mengalir deras kepada bayinya dan menikmati berdekatan dengannya.7 Bowlby menyatakan bahwa kita dapat memahami tingkah laku manusia dengan mengamati lingkungan yang diadaptasinya. senyuman. Sedangkan saat bayi tersenyum kepada orang tuanya. Teori etologi juga menggunakan istilah “Psychological Bonding” yaitu hubungan atau ikatan psikologis antara ibu dan anak. Sebetulnya tingkah laku lekat tidak hanya ditujukan pada anak namun juga pada ibu. menghisap dan mengikuti kemana orang tuanya melangkah. Tingkah laku kemelekatan lain ialah berceloteh. suara dan perhatian yang diberikan ibu. Mereka harus mengembangkan tingkah laku kemelekatan (attachment)-gestur dan sinyal yang mempromosikan dan mempertahankan kedekatan dengan pengasuhnya. Untuk mendapatkan perlindungan ini. Bowlby percaya bahwa perilaku awal sudah diprogam secara biologis.anak manusia diprogram secara evolusioner dan instinktif. Proses ini akan meningkatkan hubungan ibu dan anak. yaitu lingkungan dasar tempatnya berkembang. Reaksi bayi berupa tangisan. 4 .

Seorang anak akan memelihara hubungan dengan orang lain jika orang tersebut banyak menunjukkan fungsinya yang bertanggungjawab pada diri anak itu. Perilaku anak seperti tersenyum.9 Bowlby mengatakan bahwa dalam interaksinya. anak mengembangkan kesadaran berdasarkan dua sikap yang penting. Bowlby yakin terhadap pentingnya kelekatan antara bayi dan orang tua terutama ibu dan menghindari perpisahan antara ibu-bayi tanpa memberikan pengasuh pengganti yang tepat. 2. menangis. Sikap yang pertama adalah 5 . 6. Jika orangtua tidak mampu menjalankan fungsinya untuk memenuhi kebutuhan anak.Bowlby membicarakan tingkah laku kemelekatan sebagai tindakan yang ‘instingtif’. 4. Hal yang meyakinkan Bowlby akan hal tersebut dikarenakan hasil dari penelitian terhadap hewan dan pengamatan terhadap anak-anak dengan gangguan di klinik psikoanalisa di London. menggelayut menunjukkan perilaku kelekatan pada orang yang ada di hati anak. memiliki pola tipikal di hampir semua anggota spesies tersebut. maka anak akan mengalami hambatan dalam perkembangan emosi dan kemampuan berpikirnya. memanggil.9 Bowlby menjelaskan sejumlah kunci yang menunjukkan kelekatan anak pada orang dewasa:10 1. Perkembangan sosial sangat berhubungan dengan perkembangan kognisi. 3. Tingkah laku semacam ini pada dasarnya bersifat bawaan. Seorang anak akan dapat mengatur perilakunya dan menjaga hubungan kelekatan dengan orang yang dekat dengannya yang merupakan kunci kemampuan bertahan hidupnya secara fisik dan psikologis. 5. Seorang anak dilahirkan dengan predisposisi untuk lekat pada pengasuhnya.

Pola Kelekatan Menghindar (avoidance attachment) : pola dimana anak memiliki sedikit interaksi dengan pengasuhnya. 1986) yang menemukan pola kelekatan baru. Ada penelitian lain (Main & Solomon. Kelekatan menghindar (avoidant attachment). yaitu kelekatan aman (secure attachment). Anak tersebut menanggap orang tua (pengasuhnya) merupakan secure base. d. 11 Dari hasil situasi asing (strange situation) tersebut. Pola Kelekatan tidak teratur-tidak terarah (disorganized- disoriented attachment) : bayi dengan pola ini tampak tidak 6 . pola dimana anak menangis atau protes ketika ibu meninggalkannya dan menyambut dengan gembira ketika ibu datang kembali. b. dan sikap yang kedua adalah sikap mengenai kepercayaan dan harapan terhadap orang lain (interpersonal trust). Anak mengungkapkan rasa tidak aman yang dirasakannya dengan cara menghindar.dan kelekatan ambivalen resistan (ambivalen-resistant attachment). dimana anak akan merasa nyaman. Pola Kelekatan Aman (secure attachment).) yaitu teknik adalah situasi terkontrol yang dilakukan untuk mengetahui pola kelekatan antara bayi dengan orang dewasa dan ibu dari bayi tersebut. Sedangkan Ainsworth mengembangkan teknik situasi asing (strange situation. yaitu kelekatan tidak teratur-tidak terarah (disorganizeddisoriented attachment):11 a. Anak cenderung tidak menangis ketika ibu meninggalkannya tetapi menghindar ketika ibu kembali. c. Ainsworth dan rekannya menemukan tiga pola kelekatan yang bersifat universal. Anak dengan pola ini cenderung tidak menghampiri ibunya ketika membutuhkan sesuatu. Pola Kelekatan Ambivalen-Resistan : pola dimana anak menjadi gelisah sebelum ibu pergi dan menjadi sangat marah ketika ibu meninggalkannya.evaluasi mengenai diri sendiri (self esteem).

memiliki strategi yang terorganisasi untung menghadapi stress pada strange situation.12 Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kelekatan adalah suatu hubungan emosional atau hubungan yang bersifat afektif antara satu individu dengan individu lainnya yang mempunyai arti khusus. Model kerja pada kelekatan ini berhubungan dengan konsep basic-trust Erikson. dalam hal ini biasanya hubungan ditujukan pada ibu atau pengasuhnya. Bayi menunjukkan tidak teratur-tidak terarahnya dengan mencari kedekatan dengan orang lain bukan dengan ibunya dan mereka terkadang tampak bingung dan takut. Perasaan aman bayi dapat berubah jika ibu memberikan respon lain ataupun tingkah laku ibu yang berbeda dari biasanya.13 B. Hubungan yang dibina bersifat timbal balik. bertahan cukup lama dan memberikan rasa aman walaupun figur lekat tidak tampak dalam pandangan anak. Ainsworth dan Bowlby memberikan usul bahwa bayi membangun suatu “model kerja (working model)” tentang apa yan diharapkannya dari ibu. antara lain : a. Kelekatan aman mencerminkan rasa percaya sedangkan kelekatan taka man menunjukkan rasa tidak percaya. Salah satu fasenya adalah fase oral. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan kelekatan. Teori Psikoanalisa Berdasarkan teori psikoanalisa Freud15 manusia berkembang melewati beberapa fase yang dikenal dengan fase-fase psikoseksual. pada fase ini sumber pengalaman anak dipusatkan pada pengalaman oral yang 7 . Teori-Teori Kelekatan Penjelasan mengenai kelekatan dapat dipandang dari berbagai sudut pandang atau kerangka berpikir.

Hal tersebut dikarenakan ibu berperan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan bayi. Ibu dalam hal ini digambarkan sebagai figur sentral yang dapat membantu bayi mencapai kepercayaan dasar tersebut. baik itu visual. Teori ini juga beranggapan bahwa stimulasi yang diberikan ibu pada bayi. Kelekatan bayi dimulai dengan kelekatan pada payudara ibu dan dilanjutkannya dengan kelekatan pada ibu. menjadi sumber bergantung pemenuhan kebutuhan nutrisi serta sumber kenyamanan. Secara natural bayi mendapatkan kenikmatan tersebut dari ibu disaat bayi menghisap susu dari payudara atau mendapatkan stimulasi oral dari ibu. Teori Perkembangan Kognitif Kelekatan baru dapat terbentuk apabila bayi sudah mampu membedakan antara ibunya dengan orang asing serta dapat memahami bahwa seseorang itu tetap ada walaupun tidak dapat dilihat oleh anak.12 c.juga berfungsi sebagai sumber kenikmatan. Susu yang diberikan ibu menjadi primary reinforcer dan ibu menjadi secondary reinforcer . auditori dan taktil dapat menjadi sumber pembentukan kelekatan. Kemampuan ibu untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi menjadi dasar terbentuknya kelekatan. Penekanannya disini ditujukan pada kebutuhan dan perasaan yang difokuskan pada interaksi ibu dan anak Selanjutnya Erickson15berusaha menjelaskannya melalui fase terbentuknya kepercayaan dasar (basic trust). hal ini merupakan cerminan konsep permanensi 8 . Pengalaman oral dianggap Erickson sebagai prototip proses memberi dan menerima (giving and taking). Proses ini menjadi sarana penyimpanan energi libido bayi dan ibu selanjutnya menjadi objek cinta pertama seorang bayi. b. Teori Belajar Kelekatan antara ibu dan anak dimulai saat ibu menyusui bayi sebagai proses pengurangan rasa lapar yang menjadi dorongan dasar.

Hasil dari respon biologis yang terprogram ini adalah anak dan ibu akan mengembangkan hubungan kelekatan yang saling menguntungkan (mutuality attachment). Tingkah laku lekat pada anak manusia diprogram secara evolusioner dan instinktif. Anak tidak merasa telalu sedih dengan perpisahan. senyuman. Orang tua dapat mengurangi situasi distress saat perpisahan dengan memberikan penjelasan pada anak. yang bertahan lama sepanjang rentang hidup dan berkonotasi dengan kehidupan sosial.objek yang dikemukakan Piaget. menelantarkan kebutuhan fisik dan emosiaonal dasar anak atau sering 9 . pandangan serta kata-kata.12. Definisi Reactive Attachment Disorder Gangguan perlekatan reaktif (reactive attachment disorder) pada masa bayi dan masa anak-anak awal adalah gangguan interaksi dan hubungan sosial yang didasarkan pada pengasuh yang jelas tidak mampu – yaitu. Anak mulai dapat memahami bahwa perpisahannya dengan ibu bersifat sementara.12 Saat anak bertambah besar. Teori Etologi Bowlby12dipengaruhi oleh teori evolusi dalam observasinya pada perilaku hewan. d. Reaksi bayi berupa tangisan. Sebaliknya bayi juga dipersiapkan untuk merespon tanda. Teori etologi juga menggunakan istilah “Psychological Bonding” yaitu hubungan atau ikatan psikologis antara ibu dan anak. suara dan perhatian yang diberikan ibu. Perilaku awal sudah diprogam secara biologis. isapan akan mendatangkan reaksi ibu dan perlindungan atas kebutuhan bayi. Proses ini akan meningkatkan hubungan ibu dan anak. Ibu dan anak secara biologis dipersiapkan untuk saling merespon perilaku.17 C.16 Sebetulnya tingkah laku lekat tidak hanya ditujukan pada anak namun juga pada ibu. Anak mulai dapat memelihara kontak psikologis dengan menggunakan senyuman. kedekatan secara fisik menjadi tidak terlalu berarti.

berganti pengasuh yang menghalangi ikatan yang adekuat. Gangguan ini muncul sebelum usia 5 tahun dan berhubungan dengan perawatan yang salah secara 10 . Kelekatan tidak aman diyakini merupakan hasil dari persepsi seorang anak muda bahwa pengasuh mereka tidak selalu ada. menenangkan diri. 3Tidak seperti kebanyakan gangguan dalam revisi teks edisi ke-4 Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-IV-TR). para peneliti telah merancang pola dasar anak dalam kelekatan akan ditandai sebagai rasa aman. yang menggambarkan kualitas hubungan afektif umum anak dengan pengasuh utama. Pola awal kelekatan diyakini mempengaruhi kapasitas kompleks masa depan anak dalam mempengaruhi regulasii. Berdasarkan pengamatan dari seorang anak muda dan orang tua selama pemisahan singkat dan berkumpul kembali. Hubungan dasar ini adalah produk dari kebutuhan anak muda untuk perlindungan. atau tidak teratur. Pembentukan diagnosis ini sebagian besar didasarkan pada penyusunan teori lampiran. Menurut DSM-IVTR. sedangkan anak dengan perilaku kelekatan tidak teratur diyakini mengalami kebutuhan untuk dekat dengan pengasuh tetapi dengan ketakutan dalam mendekati pengasuh. Anak-anak yang menunjukkan perilaku kelekatan aman diyakini mengalami pengalaman yang memadai dengan pengasuh mereka secara emosional dan tampak lebih tereksplorasi dan menyesuaikan diri dengan baik daripada anak-anak yang menunjukkan perilaku kelekatan tidak aman atau tidak teratur. dirancang prosedur situasi yang asing dipelopori oleh Mary Ainsworth dan rekan. ditambahkan ke edisi ketiga DSM (DSM-III) pada tahun 1980. biasanya orang tua. diagnosis RAD didasarkan pada anggapan bahwa etiologi secara langsung terkait dengan kekurangan pegalaman lingkungan yang dialami oleh anak . pemeliharaan. dan kenyamanan dan interaksi orang tua dan anak dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Diagnosis RAD adalah entitas yang relatif baru. RAD masa bayi atau anak usia dini ditandai oleh keterkaitan sosial yang tidak pantas yang terjadi di sebagian besar bidang. dan membangun hubungan. tidak aman.

dan tipe disinhibisi.jelas. dan 38% dari anak-anak memiliki tanda-tanda RAD menurut kriteria DSM-IV. Gangguan ini memiliki dua subtipe: tipe inhibisi. Sebuah studi dari Richters dan Volkmar telah memperkirakan prevalensi kurang dari 1% dari populasi umum. kurangnya keterkaitan sosial. Tanda-tanda gangguan kelekatan cukup umum pada balita yang tak terawat dan bahwa minoritas yang signifikan mungkin memiliki gangguan klinis kelekatan. Pola asuh patologis diyakini menyebabkan gangguan pada keterkaitan sosial. Hal ini tidak dicatat hanya oleh keterlambatan perkembangan dan tidak memenuhi kriteria untuk gangguan perkembangan pervasif. di mana gangguan tidak dapat didiferensiasi. Namun. Pola perawatan mungkin menunjukkan pengabaian berlangsung selama kebutuhan emosional atau fisik anak atau perubahan berulang pengasuh ketika anak sering dipindah asuh.2.4 D. Ketika hal ini terjadi. Gangguan tersebut dapat mengakibatkan bentuk gagal tumbuh. di mana gangguan ini berbentuk kegagalan terus-menerus untuk memulai dan menanggapi berbagai interaksi sosial dengan cara perkembangan normal. Perilaku pengembangan yang tidak sesuai diduga disebabkan sebagian besar oleh pengasuhan yang salah. Epidemiologi Sangat sulit untuk mengukur prevalensi dari gangguan kelekatan reaktif (reactive attachment disorder).3. tapi gangguan kurang parah dalam mengasuh anak juga dapat dikaitkan dengan bayi yang menunjukkan gangguan tersebut. penelitian yang telah memilih populasi berisiko tinggi telah menemukan prevalensi lebih tinggi. kegagalan untuk berkembang dikodekan pada Axis III.2.7 11 . di mana bayi menunjukkan tanda-tanda fisik malnutrisi dan tidak menunjukkan perkembangan motorik yang diharapkan dan dasar verbal.2 Studi dari Zeanah dan Emde secara retrospektif mempelajari semua anak dari satu County AS yang masuk asuh karena penyalahgunaan dan penelantaran anak sebelum usia 4 tahun.

Etiologi Penyebab gangguan perlekatan reaktif pada masa bayi dan masa anakanak awal adalah dimasukkan dalam definisi gangguan. kurangnya keterampilan orangtua. Perawatan yang salah secara jelas pada bayi atau anak muda dengan pengasuh mungkin menyebabkan keterkaitan sosial nyata terganggu yang biasanya jelas. Inti dari RAD adalah malformasi perilaku kelengketan normal. penelitian pada beberapa pasien (seperti bayi dengan gagal tumbuh) menyetakan adanya peningkatan kerentanan di antara kelompok sosioekonomi rendah.Walaupun pasien dengan gangguan perlekatan reaktif pada masa bayi dan masa anak-anak awal berasal dari semua kelompok sosio-ekonomi. RAD dihubungkan dengan penganiayaan. isolasi sosial.3 E. tetapi. dokter harus mempertimbangkan kontribusi dari setiap anggota pengasuh dan interaksi mereka. kekurangan atau cacat. Dalam mengevaluasi pasien untuk siapa diagnosis tersebut adalah tepat. Temuan tersebut adalah sesuai dengan kemungkinan pemutusan psikososial. dan kesulitan ekonomi dalam keluarga kelompok sosioekonomi rendah. Ketidakmampuan seorang anak muda untuk mengembangkan interaksi sosial normatif yang berujung pada perilaku menyimpang dalam kelekatan RAD dalam definisi gangguan itu. dan ketidakcocokan pengasuh tertentu. anak penyandang cacat perkembangan atau terganggu sensoris. atau kekurangan dan kurangnya kesempatan untuk belajar tentang perilaku pengasuhan. Penekanannya adalah pada penyebab searah. yaitu pengasuh melakukan sesuatu bertentangan atau lalai melakukan sesuatu yang penting untuk bayi atau anak. atau keduanya sekaligus. termasuk pengabaian emosional. rumah tangga dengan orang tua tunggal. Dokter harus mempertimbangkan hal-hal seperti bayi atau anak temperamen. dan 12 . Kemungkinan pengabaian meningkat dengan keterbelakangan mental orangtua. kekerasan fisik. Biasanya ditemukan pengasuhan bayi atau anak kecil yang jelas patogenik oleh pengasuhnya yang kemungkinan menyebabkan gangguan hubungan sosial yang jelas. dan kesulitan ekonomi dalam keluarga. disorganisasi keluarga.

RAD menurut definisi adalah hasil langsung perawatan patogen.14 Studi dari Minnis. Everett. Dunn. di mana orang tua tidak mampu untuk menanggapi. Lebih dari 90% dari anak-anak dalam kelompok anak asuh telah disiksa sebelumnya atau diabaikan. Anak-anak yang telah disalahgunakan dan / atau diabaikan awal kehidupan beresiko untuk RAD. dan Knapp (2006) dibandingkan gejala perilaku anak-anak asuh dengan anak-anak dari sekolah lokal yang tinggal di rumah. pecandu narkoba.3 F.19 13 . Marwick. dan merawat. dan hubungan yang kurang. hiperaktif. dilecehkan secara fisik. rawat inap panjang berulang. 2006). dan beberapa anak asuh juga dapat menyebabkan gangguan kelekatan reaktif masa bayi atau anak usia dini. ditinggalkan. kebutuhan bayi dan di mana kebutuhan orang tua sendiri didahulukan melebihi kebutuhan bayi atau anak mereka. 2006). Ini anak-anak berada pada risiko lebih besar untuk pengembangan RAD. Pelosi.menjadi orang tua dini (selama masa remaja awal dan tengah). Arthur. Faktor-faktor yang mengganggu lingkungan prediktabilitas anak dengan pengasuh konsisten dapat mengakibatkan perawatan patogen. atau mengalami pelecehan seksual memerlukan penempatan anak asuh untuk memastikan keselamatan mereka. Perubahan pengasuh yang sering seperti yang mungkin terjadi dalam pelembagaan. & McLaughlin.19 Anak-anak muda yang paling sering diabaikan. dan 60% memiliki bukti masalah kesehatan mental termasuk masalah-masalah emosional.18 Penting untuk lingkungan yang stabil ini adalah adanya pengasuh yang konsisten yang menanggapi dengan cara yang dapat diprediksi. atau sakit mental juga mungkin pada peningkatan risiko untuk mengembangkannya RAD karena lingkungan kacau atau berbahaya dengan orang tua yang secara fisik atau emosional tidak tersedia untuk menanggapi kebutuhan anak (Minnis. Anak-anak pecandu alkohol. dan dapat diprediksi untuk membentuk kelekatan yang aman (Guttmann-Steinmetz & Crowell. Faktor Resiko Bayi dan anak-anak membutuhkan lingkungan yang stabil. Berbagai faktor dapat menyebabkan perawatan pathogen.

Dalam kasus luar biasa parah. tergantung pada usia kronologis dan mental anak. Bayi dengan gagal tumbuh dan RAD nampak secara signifikan kurang gizi. persentil berat badan mungkin semakin menurun karena penurunan berat badan aktual atau kegagalan untuk mendapatkan berat badan dengan meningkatnya ketinggian. Bayi terlihat sedih. Berat bayi sering di bawah persentil ketiga dan nyata di bawah berat badan yang sesuai untuk tinggi badannya. gambaran klinis marasmus muncul. dengan tatapan seperti radar. anak tidak mengalami kemajuan perkembangan atau secara jelas mengalamikurang gizi. Jika riwayat berat badan yang tersedia. mereka mungkin menunjukkan respon tertunda untuk stimulus yang akan menimbulkan ketakutan atau penarikan dari bayi normal.Depresi maternal telah dianggap sebagai faktor risiko untuk perkembangan kelekatan yang tidak aman pada anak-anak. pucat atau berbintik-bintik 14 . dan sengsara. Namun demikian. muram. 20Gejala-gejala yang menentukan suasana hati depresi-sedih.menurunkan kemampuan seorang ibu untuk menanggapi anaknya dan memenuhi kebutuhan anak. Kadang-kadang. dan apatis dengan kemiskinan aktivitas spontan.3 Seringkali. Bayi tersebut biasanya menunjukkan hypokinesis. Lingkar kepala biasanya normal untuk usia bayi. Mungkin gambaran klinis yang paling khas dari bayi dengan salah satu bentuk RAD adalah kegagalan nonorganik untuk berkembang. Beberapa bayi juga tampak takut dan waspada. Mungkin kulit lebih dingin. kelelahan. feses berbau busuk juga dilaporkan. lesu. tetapi interaksi sosial yang diharapkan dan keaktifan tidak muncul. Diagnosis RAD didasarkan pada catatan bukti gangguan kelekatan yang mengarah ke perilaku sosial yang tidak pantas yang muncul sebelum usia 5 tahun. kusam. dan irritabilitas. Otot mungkin buruk. dan perut menonjol dominan. Diagnosis dan Gambaran Klinis Anak-anak dengan RAD awalnya mungkin diidentifikasi oleh seorang guru prasekolah atau oleh dokter spesialis anak berdasarkan pengamatan langsung respons sosial anak yang tidak sesuai. pelepasan. Gambaran klinis sangat bervariasi. kehilangan ketertarikan.21 G.

Terganggu secara nyatadanperkembangan sosial yang tidak sesuai dalam berbagai konteks. asing indiksriminasi keakrabanyang ataukurangnyaselektivitas dalampemilihanfigur kelekatan) B. C. penghindaran. anak mungkinmenanggapipengasuhdengan campuranpendekatan. sangat waspada. 19 DSM-IV-TR Kriteriadiagnostik untuk Gangguan Kelekatan ReaktifBayiatauAnak Usia Dini22: A. dehidrasi. bermanifestasi dengan inhibisi berlebihan. Perawatanyang salahyang dibuktikan dengansetidaknyasalah satu dari berikut: 1. Pengabaianterus-meneruskebutuhan kenyamanan. dimulai sebelum usia5tahun.dibanding anak normal. sebuah temuan yang menunjukkan bahwa kegagalan pertumbuhan pada anak-anak adalah sekunder untuk kekurangan kalori dan gizi buruk. terus Pengabaian emosionaldasaranakuntuk dan menerus 15 kebutuhan kasih dasarfisik sayang anak . Hasil laboratorium biasanya dalam batas normal. Kadar hormon pertumbuhan biasanya normal atau meningkat. atau tanggapanyang sangatambivalendan kontradiktif(misalnya. atau penyakit yang timbul bersamaan. kegagalan terus-menerusuntuk memulai ataumenanggapidengan cara yangsesuai pada banyak interaksi sosial. Gangguandalam kriteriaA tidakberkontribusihanya denganketerlambatan perkembangan(seperti pada retardasi mental) dan tidak memenuhikriteria untukgangguan perkembangan pervasif. 2.3. Anak-anak membaik secara fisik dan berat badan meningkat dengan cepat setelah mereka dirawat di rumah sakit. dan ketahanan terhadaprasa nyaman. kecuali untuk temuan abnormal bertepatan dengan malnutrisi. Usia tulang biasanya terbelakang. ataumungkin menunjukkanpngamatan diam) 2. stimulasi. kelekatanmenyebar sebagaiterwujud dengansosialisas denganketidakmampuan yang menunjukkankelekatanselektifsesuai berlebihandengan orang relatif nyatauntuk (misalnya. sebagaimana dibuktikanoleh salah satu(1) atau (2): 1.

atau kurangnya kesempatan. bahkan jika didorong. ketidakmampuan untuk mematuhi aturan. resah. dan membutuhkan perhatian dan kasih sayang.3. mengikutiperawatanyang Tentukan tipe: Jenis inhibisi:jikaKriteriaA1menonjol salah gangguandalam dalam dalampresentasi KriteriaC). Semua ini hasil gejala dari pertetangan dalam hubungan antara pengasuh dan anak. Anak-anak tidak dapat membentuk hubungan yang langgeng. Mereka mungkin tidak bermain dengan mainan. Secara sosial. dan ketidakmampuan mereka kadang-kadang disertai dengan kurangnya rasa bersalah. atau protes tentang rawat inap. bayi biasanya menunjukkan sedikit aktivitas spontan dan penurunan yang jelas untuk inisiatif terhadap orang lain dan timbal balik dalam menanggapi pengasuhan atau pemeriksa. dan berhubungan dengan pengasuh mereka di rumah sakit. Kedua ibu dan bayi mungkin acuh tak acuh terhadap pemisahan di rumah sakit atau penghentian kunjungan ke rumah sakit berikutnya. untuk membentuk kelekatan sebelum usia 2 sampai 3 tahun.3. klinis Jenisdisinhibisi : jikaKriteriaA2dominan dipresentasiklinis. Beberapa anak berteman tanpa diskriminasi. Adaanggapanbahwa perawatandalam kriteriaCbertanggung jawab atasperilakuterganggu KriteriaAmulai dalamKriteriaA(misalnya. Perubahan berulang-ulangdaripengasuh utamayang mencegahpembentukankelekatabstabil(misalnya. Karakter afek yang kurang mungkin muncul ketika terjadi kegagalan.13 Seorang anak usia 6 tahun dirujuk oleh orang tua angkatnya karena hiperaktif dan perilaku yang mengganggu di sekolah. setelah hidup sebagian besar hidupnya di sebuah panti asuhan 16 .13 Dwarfisme psikososial klasik atau psychosocially ditentukan perawakan pendek adalah sindrom yang biasanya timbul pertama pada anakanak 2 sampai 3 tahun.3. Dia telah diadopsi pada usia 5 tahun.2. Anak-anak biasanya sangat pendek dan sering memiliki kelainan hormon pertumbuhan dan gangguan perilaku yang parah. Bayi yang lebih tua biasanya menunjukkan sedikit minat dalam lingkungan mereka. perubahan seringdi asuh) D. Bayi sering menunjukkan tidak ada gangguan normal. namun mereka dengan cepat atau secara bertahap berminat.

sedangkan sebagian besar anak dengan gangguan perlekatan reaktif pada masa bayi dan masa anak-anak awal hanya teretardasi ringan atau memiliki intelegensia normal. kedua orang tua angkatnya merasa frustrasi oleh ketidakmampuan mereka untuk memanggil anaknya. Intervensi intensif difokuskan pada masalah perilaku di rumah menurun perilaku dirinya sendiri yang berbahaya. Ia hanya menunjukkan sedikit empati ketika orang lain terluka dan dengan lunak menolak pengalihan di sekolah.Rumania di mana ia menerima perawatan dari pergeseran perputaran pengasuh. meskipun ia tetap aneh berlebihan dalam berteman dan tidak empati di rumah dan di sekolah. meskipun ia memiliki toleransi yang sangat tinggi untuk rasa sakit. dan sebagian besar orang tua anak autistic adalah tidak berbeda secara bermakna dari orang tua dari anak normal. Dia menunjukkan minat pada siapa pun dan sering rela mengikuti orang asing. Anak itu didiagnosis dengan gangguan kelekatan reaktif. Dia sering mengalami cedera karena perilaku yang tampaknya sembrono. dan kekerdilan psikososial adalah pertimbangan utama dalam diagnosis banding. ia dengan cepat mendekati persentil ke-10 di rumah barunya. berbagai kelainan neurologis yang berat. Tidak ada bukti yang mneytakan bahwa gangguan autistic disebabkan oleh patologi poarenteral. Tidak seperti sebagian besar anak dengan 17 . Meskipun ia telah di bawah persentil 5 untuk tinggi dan berat badan pada saat kedatangan. Diagnosis Banding Gangguan perkembangan pervasive. Namun. meskipun pengujian dan kapasitas untuk terlibat banyak dengan orang dewasa dan anak-anak secara lisan menyarankan sebaliknya. Retardasi mental yang sedang. retardasi mental. walaupun ada gangguan dalam interaksi sosial timbal balik. Mereka awalnya khawatir tentang gangguan pendengaran. jenis disinhibisi. Anak autistik biasanya bergizi baik dan memiliki ukuran dan berat badan yang sesuai dengan usianya. atau sangat berat adalah ditemukan pada kira-kira 50 persen anak autistic. berat. H. mereka biasanya sadar dan aktif.

anak autistic tidak membaik dengan cepat jika dipindahkan dari rumah dan dimasukkan di rumah sakit atau lingkungan yang menguntungkan. tidak seperti anak dengan gangguan perlekatana reaktif. termasuk menyewa ibu rumah tangga. jika diperlukan. Anak tersebut. Biasanya keparahan keadaan fisik dan emosional anak atau keparahan pengasuhan patologis menentukan strategi terapi. dan mereka menunjukkan urutan perkembangan yang serupa dengan yang terlihat pada anak normal. keputusan pertama adalah apakah perlu merawat anak di rumah sakit atau mengusahakan terapi sambil anak tetap di rumah. meningkatkan kondisi fisik apartemen atau mendapatkan rumah yang lebih adekuat. atau dalam rumah tangga yang utuh. Terapi Beberapa prinsip umum terapi berlaku. medikasi psikotropik. Secara bersamaan. (2) intervensi psikoterapeutik. dan menurunkan isolasi keluarga. Intervensi yang mungkin dilakukan adalah terapi tidak pada keadaan sebagai berikut: (1) pelayanan suportif psikososial. dan hubungan sosial mereka adalah sesuai dengan usia mental mereka. Dalam melakukan hal tersebut mungkin memerlukan terapi psikologis jangka panjang yang luas dan intensif kepada ibu. termasuk psikoterapi individual. Pasien harus diberi terapi psikologis dan. (3) pelayanan pendidikan-konseling.gangguan perlekatan reaktif. Sering kali.2.3 I. dan konseling untuk meningkatkan kesadaran dan pengertian akan kebutuhan anak dan meningkatkan keterampilan mengasuh dan (4) memberikan monitoring ketat tentang perkembangan kesehatan 18 . Pilihan yang utama adalah untuk keamanan anak. dan terapi keluarga atau marital. terapi pediatric yang sesuai. termasuk kelompok ibu dan bayi atau kelompok ibu dan anak. biasanya bergizi cukup baik. meningkatkan status finansial keluarga. tim terapi harus mulai mengubah hubungan yang tidak memuaskan antara pengasuh dan anak.3 Anak dengan retardasi mental mungkin menunjukkan keterlambatan dalam semua keterampilan sosial. kepada kedua orang tua bilamana dimungkinkan.

emosional dan fisik pasien.3 19 atau fasilitas terapi tinggal harus . adopsi atau rumah kelompok dipertimbangkan. atau gagal. tidak adekuat. Bilamana terapi tersebut tidak dimungkinkan. penitipan pada sanak saudara atau dalam panti penitipan.

Terapi yang digunakan adalah: (1) pelayanan suportif psikososial (2) intervensi psikoterapeutik (3) pelayanan pendidikan-konseling (4) memberikan monitoring ketat 20 . dan apatis dengan kemiskinan aktivitas spontan. kusam. Bayi tersebut biasanya menunjukkan hypokinesis.BAB III KESIMPULAN Gangguan perlekatan reaktif (reactive attachment disorder) pada masa bayi dan masa anak-anak awal adalah gangguan interaksi dan hubungan sosial yang didasarkan pada pengasuh yang jelas tidak mampu – yaitu. dan sengsara. menelantarkan kebutuhan fisik dan emosional dasar anak atau sering berganti pengasuh yang menghalangi ikatan yang adekuat. muram. lesu. Khas dari bayi dengan salah satu bentuk RAD adalah kegagalan nonorganik untuk berkembang. Bayi terlihat sedih.

M.. Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry.. Journal of Child Psychology and Psychiatry.. Connolly. & Sadiq. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. Journal of Student Engagement: Education matters. Mc Cartney. H. h. A. 5 (1). Reactive attachment disorder in the general population: A hidden ESSENCE disorder. M. 28. 2015. Q-sort assessment of attachment security during the preschool years: Links from home to school. The First Five Years of Life. Pelosi. 2002. Gangguan lain pada masa bayi. William. 10. h. D. Jilid II.Yogyakarta : Pustaka Pelajar 11. Sadock BJ.. Arnold Gesell. E. Ohtaras A. 2013. & Minnis.A. Marshall. J. Child Development. educational implications and the need for secure attachment. J. R.2007. Arthur. Taylor. Follan. T. Richters. Sinopsis Psikiatri. M. atau remaja.p. & Dearing. C. (2005). E.K. Burston. J. E.G.. 931– 942. Mc Millan Reference USA. 4. 2000. B.. 8. Liew. D. 1940. A. Denham. 3. Young.. Pritchett.DAFTAR PUSTAKA 1. K.. & Volkmar. Developmental Psychology. J. H.2009. Kaplan HI.. DeMulder.. Green. O’Connor. Mc Cartney. 33 (3). & Mitchell. 9.. K. 2002. Practice parameter for the assessment and treatment of children and adolescents with reactive attachment disorder. Pritchett. 328–332. Gillberg.M. Schmidt. Tangerang: Bina Rupa Aksara: 2010. A.. 50 (8).. In: Wiguna IM editor. New York : Harper & Brother Publishers.Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. An exploratory study of the association between reactive attachment disorder and attachment narratives in early school-age children. S.. Barnes.806-24 6. & Dearing. Davidson. Grebb JA.. J.1994.274–282. E.. Glaser. Mc Millan Reference USA. Crain. h. Minnis. Child Development. (Ed).28–38.. Reactive attachment disorder in children: Impacts on development... C. masa anakanak. 7. h. (Ed). 36 (2). Scientific World Journal.. 2. F. Journal of the American Academy of Child & 21 .R. F.1–6. Reactive attachment disorder of infancy or early childhood. 5. 12. E.

C. B. 3.336–342 24. h.. Journal of Child Psychology and Psychiatry. R.. Child Development. 45. 18. S.2000.R.thology perspective. JCAPN. Spieker.(Ed). 42. The course of maternal de. S. & Crowell. American Psychiatric Association. Columbia Social Work Review. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. & Gaffan. Eka. Haditono. h. Child Psychology : A Contemporary View Point. Hadiyanti. h. An uncommon disorder that is fairly common among institutionalized children. 2006. 76.R. Skripsi.. 4.N. Minis H. 13. 2007. 26. 22 . Martins.D. Hardy LT.. Balashingham S. Journal of the American Academy of Child & Adoles. 16. Mc Graw-Hill College. Guttmann-Steinmetz.. Attachment Theory and Reactive Attachment Disorder: Theoretical Perspectives and Treatment Implications. 23.737. Journal of pediatric health care. dkk. 22. 679-696.. C.. r 16.curity at 36 months. 2004. h.746. 2005. 2000.M & Parke R. Attachment and externalizing disorders: A developmental psychopa.Adolescent Psychiatry. 2006.cent Psychiatry. J. E. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Campbell. Representations of attachment relationships in children of incarcerated mothers. 440-451. Perkembangan Perilaku Adaptif Pada Anak ditinjau dari Perilaku Ibu saat Bersama Anak dan Lama Anak Menerima ASI. S. A. Brownell.2008. A. J.. Hungerford. Tesis.. McLaughlin A. 231-252. Development and Psychopathology. 22.pressive symptoms and maternal sensitivity as predictors of attachment se. 17. Marwick H.. J. Kualitas Kelekatan dan Kemampuan Berempati pada Anak. 2012. Eur Child Adolesc Psychiatry. Reactive attachment disorder. Ervika. Hornor G. 1994 15. Hetherington. h. E. 1992. S. 20. Reactive attachment disorder a theoretical model beyond attachment. Fifth Edition. 234-9 19. Diagnostic and statistical manual of mental disorders 2000. 14. Yogyakarta: Program Studi Psikologi Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.analytic investigation. 1999. Arthur J. & Blessing. 63-70 20. 25. F. 44. 15:h. Poehlmann.Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Effects of early maternal depression on patterns of infant-mother attachment: A meta. Mohan. 1206-1219.27-39 21.

23 .